Beranda blog Halaman 32

Wali Kota Ambon Apresiasi May Day Damai Buruh, Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja

0

Ambon, Maluku.news – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Kota Ambon berlangsung penuh kekeluargaan dan damai. Aksi ini diinisiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kota Ambon bersama Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso, Kamis (1/5/2025).

Acara dimulai dengan jalan santai yang melibatkan ratusan pekerja lintas sektor, unsur TNI/Polri, pelaku usaha, hingga perwakilan Pemerintah Kota Ambon. Rute jalan santai dimulai dari depan Resto Amboina Family, melewati sejumlah titik strategis di kota, dan berhenti di beberapa pos keamanan.

Di sepanjang perjalanan, peserta membagikan bunga kepada petugas keamanan, termasuk di Pos Trikora, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Polsek Pelabuhan Yos Sudarso sebagai simbol penghormatan atas dedikasi mereka menjaga keamanan.

Puncak peringatan digelar di halaman kantor Koperasi TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh peserta di restoran Sari Guri Lateri, yang menjadi momentum silaturahmi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang hadir dan memberi sambutan, mengapresiasi suasana damai yang tercipta dalam peringatan May Day di Ambon. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga refleksi perjuangan panjang para buruh dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan.

“Hari ini kita patut bersyukur karena masih diberikan kesehatan untuk merayakan Hari Buruh. Ini bukan hanya soal seremoni, tetapi juga suara nyata perjuangan buruh,” ungkap Wattimena.

Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Ambon selalu berkomitmen menjadi mediator adil antara pengusaha dan pekerja. Melalui Dewan Pengupahan Kota Ambon, kebijakan upah minimum selalu dibahas bersama melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan akademisi.

“Upah layak adalah hak. Pemerintah hadir memfasilitasi diskusi agar upah minimum yang ditetapkan wajar dan adil,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, seperti tukang ojek, tukang becak, penyapu jalan, hingga nelayan. Menurut Wattimena, langkah ini adalah bentuk kehadiran negara melindungi pekerja kecil.

“Kalau mereka kecelakaan kerja, mereka dijamin. Itu bukti keberpihakan kepada mereka yang paling rentan,” katanya.

Dalam sambutannya, Wattimena juga mengingatkan pentingnya peran serikat buruh sebagai jembatan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia menekankan agar setiap permasalahan diselesaikan dengan dialog, bukan aksi anarkis.

“Kalau ada persoalan, jangan ambil jalan sendiri. Pemerintah siap membantu mencarikan solusi yang adil,” ujar Wattimena.

Di akhir sambutan, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas dan keamanan Kota Ambon. Ia menegaskan, keamanan adalah kunci utama yang akan membuka pintu investasi dan memperluas kesempatan kerja.

“Kalau kota ini aman dan damai, investor akan datang. Lapangan kerja bertambah, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan meningkat,” pungkasnya.

Wattimena juga memberi penghargaan khusus kepada panitia, KSBSI, serta Koperasi TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon atas penyelenggaraan May Day yang damai, kreatif, dan inspiratif. Ia berharap perayaan serupa menjadi agenda tahunan untuk mempererat persatuan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.

Peringatan May Day 2025 ini menegaskan kembali peran penting buruh sebagai pilar pembangunan dan komitmen pemerintah untuk selalu berpihak pada keadilan dan kesejahteraan pekerja.

DPRD Maluku Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ TA 2024

0

Ambon, Maluku.news – Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun Pimpin Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) serta pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tahun 2025-2029. di Ruang Paripurna Selasa, 29 April.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, didampingi oleh Wakil Ketua I dan II DPRD Provinsi Maluku, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Maluku, Staf Ahli dan Asisten Sekda, para Anggota DPRD Provinsi Maluku, serta Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengikuti rapat secara daring karena berhalangan hadir secara langsung.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa rekomendasi yang disampaikan oleh Dewan yang terhormat merupakan catatan kritis atas penyelenggaraan Pemerintahan pada Tahun 2024.

“Catatan kritis ini tentunya merupakan asupan yang sangat berharga untuk Periode Pemerintahan Masa Jabatan 2025-2030 yang baru saja kita jalai bersama,” ucap Gubernur Maluku.

Selanjutya, Gubernur mengatakan bahwa pihaknya telah bertekad untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku dengan Visi Transformasi yang maju, adil dan sejahtera untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, selanjutnya Visi tersebut dijabarkan melalui Sapta Cita yang merupakan Misi bersama kita memajukan Maluku.

Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi kedepan tentu tidaklah mudah, di mana krisis global turut mempengaruhi stabilitas dalam negeri.

Lebih lanjut, Lewerissa berpendapat agar berbagai dinamika geopolitik harus disikapi dengan program-program yang tepat dalam menjawab tuntutan atau kepentingan Masyarakat.

“Pemerintahan pada periode saat ini akan melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan dan akses sarana dan prasarana pelayanan dasar, Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perhubungan, Listrik, Informasi dan Komuikasi, selain untuk pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Koperasi dan UMKM serta optimalisasi pemanfaatan komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan, pertanian dan pariwisata,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat peningkatan Pedapatan Asli Daerah, melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan serta peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemeritahan, melalui penguatan pelaksanaan sistim pengawasan internal.

Beberapa prosek strategis nasional diwilayah Maluku juga tak luput dari perhatian Gubernur Maluku, yaitu Pembangunan Bendungan Wae Apo, pembangunan Maluku Integrated Port (MIP), Pengembangan Blok Masela dan berbagai proyek strategis lainnya yang memerlukan kerja keras bersama.

Di akhir sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, atas pengabdian, kerja keras dan kerja sama yeng telah diberikan, sehingga telah menyelesaikan pembahasan serta memberikan rekomendasi berdasarkan laporan LKPJ Tahun Anggaran 2024.

“Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti dalam merumuskan kebijakan, dengan program yang stabilis dalam pelaksanaan pembangunan di tahun ini,” tutur Lewerissa.

Selanjutnya LKPJ tersebut diserahkan Ketua DPRD Provinsi Maluku kepada Gubernur Maluku, yang diterima oleh Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie.

Wali Kota Ambon Tegaskan Penataan Kota Lewat Program WAJAR

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) di Balai Kota Ambon, Jumat (25/4/2025). Program yang rutin digelar setiap Jumat pukul 09.00–10.00 WIT ini menjadi ruang dialog langsung antara warga dan pemimpin kota, guna mendengarkan keluhan, aspirasi, serta mencari solusi bersama.

Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan. Mulai dari masalah sampah, air bersih, pedagang kaki lima, status lahan hingga kondisi infrastruktur jalan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan komitmen pemerintah untuk bertindak tegas menata kota dan mengatasi persoalan yang selama ini dikeluhkan warga. Salah satunya terkait kios 24 jam yang dinilai mengganggu iklim usaha karena diduga dimodali satu pihak tanpa izin resmi.

“Kalau ada praktik monopoli, tutup semua toko itu. Harus ada izin seperti Indomaret atau Alfamidi. Kalau modalnya dari luar Ambon, uangnya tidak berputar di sini, dan itu berdampak pada perekonomian kota,” tegas Wattimena.

Tindak lanjut status lahan sengketa

Dalam forum tersebut, warga juga menyoroti status lahan di kawasan Waringin Pintu yang belum seluruhnya bersertifikat. Dari total luas sekitar tiga hektar, baru 1,6 hektar yang telah memiliki sertifikat.

“Kami tidak akan biarkan warga digusur. Pemerintah siap mengambil langkah penyelesaian, termasuk membeli lahan yang disengketakan jika diperlukan,” kata Wattimena.

Untuk mempercepat penyelesaian, Pemkot akan menggelar pertemuan lanjutan pada Senin mendatang bersama Raja Halong dan pihak pengembang Blis Vilis.

Soroti jabatan raja kosong hingga pasar tradisional

Wali Kota juga menyinggung belum adanya raja definitif di Negeri Rumah Tiga karena belum dijalankan keputusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Kalau masyarakat adat tidak mau mengakomodir keputusan itu, ya kita akan begini terus. Tidak akan pernah ada raja,” ujarnya.

Sementara itu, terkait revitalisasi pasar tradisional, Wattimena menegaskan rencana pembangunan Pasar Papa Lele yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata.

“Saya janji tahun depan pasar ini hadir. Mama-mama tidak lagi diusir. Semua pakai kebaya, jadi daya tarik wisata seperti di Sydney,” jelasnya.

Namun ia juga mengingatkan pentingnya ketertiban pedagang untuk tidak berjualan di badan jalan.

Penataan pasar dan langkah tegas hadapi PKL

Wali Kota mengambil sikap keras terkait kemacetan di kawasan Pasar Mardika akibat pedagang kaki lima.

“Tanggal 28 kita bersihkan. Tidak ada kompromi. Kalau melawan, saya sendiri turun dengan ekskavator,” katanya tegas.

Menurut Wattimena, Pemkot tak menerima pendapatan apa pun dari kawasan pasar tersebut, namun sering menjadi pihak yang disalahkan.

“Parkir, retribusi, terminal kita tidak urus, tapi tetap kita disalahkan. Sekarang kita bersihkan,” ungkapnya.

Soal pedagang buah yang berjualan di depan Maluku City Mall (MCM), ia juga menegaskan larangan.

“Mau marah ke saya silakan, tapi kota ini harus rapi. Kalau mau jualan buah, malam di Pasar Mardika saja,” katanya.

Kepastian status tanah dan perbaikan infrastruktur

Warga Nania pun mendapat penjelasan dari Wali Kota mengenai lahan yang sudah direkomendasikan menjadi Hak Guna Bangunan (HGB). Setelah pembayaran sesuai nilai lahan, sertifikat hak milik akan diterbitkan.

“Masalahnya masyarakat lebih percaya kampanye hitam daripada janji pemerintah. Tapi saya pastikan, SHM tetap akan diberikan setelah proses berjalan,” ujar Wattimena.

Selain itu, perbaikan jalan di sejumlah kawasan seperti Nania, Waiheru, Wayame, dan Hative Besar juga menjadi prioritas anggaran tahun depan.

Komitmen hadir untuk rakyat

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Ely Toisuta, Sekretaris Kota Robby Sapulette, pimpinan OPD, para raja, lurah, dan kepala desa se-Kota Ambon.

Program WAJAR diharapkan menjadi forum efektif yang memperkuat kedekatan pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir, dan hadirnya pemerintah itu memberi kepastian,” pungkas Wali Kota.

Halal Bihalal Pemkot Ambon Tekankan Semangat Persatuan dan Pelayanan

0

Ambon, Maluku.news – Dalam semangat mempererat tali silaturahmi pasca Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “Mempererat Persaudaraan, Meningkatkan Kinerja” yang berlangsung di Ballroom Maluku City Mall (MCM), Kota Ambon, Kamis (24/4/2025).

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Wakil Wali Kota Ely Toisuta, Ketua TP-PKK Lisa Wattimena, Penjabat Sekretaris Kota Robby Sapulette, unsur Forkopimda, para camat, lurah, kepala desa dan negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan ASN, P3K, dan pegawai kontrak di lingkup Pemkot Ambon.

Kegiatan diawali pembacaan kalam ilahi dan penampilan pop religi yang diiringi musik dan tari persembahan Sanggar Seni Al-Muzaffar. Penampilan tersebut menjadi simbol keberagaman dan keharmonisan di Kota Ambon, yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat majemuk.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya seremonial rutin, tetapi juga sarana memperkuat tali persaudaraan, memperbaiki hubungan antarsesama, dan menjadi refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Halal bihalal menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan, baik antarindividu, keluarga, lembaga, maupun antara pemerintah dan masyarakat. Ini adalah momentum untuk menyatukan hati dan tekad dalam membangun Kota Ambon yang kita cintai bersama,” ujar Wattimena.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai awal memperbaharui komitmen bekerja lebih baik, lebih solid, dan lebih melayani.

Dalam kesempatan tersebut, Wattimena juga menyampaikan sejumlah tantangan yang sedang dan akan dihadapi Kota Ambon, mulai dari persoalan keuangan daerah, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penanganan inflasi, hingga upaya percepatan penurunan angka stunting yang masih menjadi prioritas nasional.

Menurutnya, keberhasilan menjawab tantangan tersebut tak lepas dari kerja sama lintas sektor dan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Tidak ada satu langkah pun yang berhasil tanpa dukungan dan kerja keras dari seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Karena itu, melalui kegiatan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Ambon,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan agar semua program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah halal bihalal sekaligus doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Karim Tawaolu. Dalam tausiyahnya, ia mengajak hadirin menjadikan Idulfitri dan halal bihalal sebagai ruang introspeksi untuk membersihkan hati, memperkuat tekad melayani masyarakat dengan ikhlas, dan memperbaiki kekurangan di masa lalu.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai komitmen bersama untuk menjaga kedamaian, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pesan Ustaz Abdul Karim.

Kegiatan halal bihalal ini merupakan agenda rutin tahunan Pemkot Ambon yang tak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpegawai, tetapi juga menjadi sarana memperkuat soliditas dan kerja sama lintas sektor.

Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat memupuk rasa persatuan dan saling menghargai, sebagai pondasi untuk menghadirkan pemerintahan yang inklusif, transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Turut hadir dalam acara ini, pimpinan OPD, tokoh agama lintas iman, perwakilan organisasi pemuda, serta masyarakat. Kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat menjadi energi positif bagi Pemkot Ambon untuk menjalankan program prioritas yang telah dicanangkan.

“Pemerintah yang baik bukan hanya hadir secara fisik, tapi juga hadir lewat kerja nyata dan kepastian pelayanan bagi masyarakat,” pungkas Wattimena.

Pemkot Tual Raih 3 Penghargaan di TOP BUMD Awards 2025

0

Jakarta, Maluku.news – Pemerintah Kota Tual mencetak prestasi gemilang pada ajang TOP BUMD Awards 2025 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (28/4/2025). Dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, hanya Kota Tual yang berhasil menyabet penghargaan dalam ajang bergengsi tersebut.

Mengusung tema “Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”, ajang ini diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah asosiasi bisnis, serta didukung penuh oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Tiga penghargaan yang diraih Pemkot Tual yakni:

  • TOP BUMD Awards 2025 Bintang 4 untuk Perumdam Maren Kota Tual
  • TOP CEO BUMD 2025 untuk Direktur Utama Hasan Reniuryaan
  • TOP Pembina BUMD 2025 untuk Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat

Wali Kota Renuat, yang hadir langsung menerima penghargaan, menyatakan capaian ini adalah buah kerja keras seluruh tim di lingkungan Perumdam Maren.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PDAM Tual untuk terus memberikan pelayanan terbaik secara profesional dan maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

TOP BUMD Awards merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, serta peran kepala daerah dalam mendukung pengembangan BUMD.

Kategori Top Pembina BUMD diberikan kepada kepala daerah yang BUMD-nya meraih penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam pembinaan dan peningkatan kinerja perusahaan daerah.

Ajang ini juga bertujuan untuk mendorong transformasi digital dan tata kelola yang lebih baik, sebagai strategi percepatan pembangunan ekonomi daerah.

Wali Kota Tual Luncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga

0

Tual, Maluku.news – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, meresmikan peluncuran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di halaman Puskesmas Un, Kamis (24/4/2025). Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Tual, Aisyah Renhoat, dan Pj. Sekda, Fahry Rahayaan.

Program ini merupakan bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan mendeteksi dini gangguan kesehatan, mencegah penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Tenaga kesehatan wajib memberi pelayanan terbaik, secara ikhlas dan profesional,” tegas Wali Kota Renuat dalam sambutannya.

Diketahui, PKG telah mulai dilaksanakan sejak 10 Februari 2025, menyasar seluruh lapisan masyarakat — mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.

Warga dapat mengikuti layanan ini secara gratis di seluruh Puskesmas di Kota Tual, atau melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.

Program ini diharapkan mampu mencetak generasi sehat dan unggul, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ruas Jalan Waipia dan Saleman Rusak Parah, Komisi III Panggil BPJN Pekan Depan

0

Ambon , Maluku.news – Komisi III DPRD Provinsi Maluku, menggagendakan mengundang Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Selasa (28/04/25).

Komisi yang membidangi infrastrukrur itu mengundang BPJN Maluku, setelah menerima perwakilan aksi demo dari Komando Hidupkan Apirasi Masyarakat (HAM) dan Pelopor di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Kamis (24/04/2025).

“Hari Selasa pekan depan, Komisi III undang BPJN Maluku. Para pandemo juga ikut diundang,”kata Wakil Ketua Komisi III, Richard Rahakbauw, ketika menerima para pendemo diruang komisi I usai menerima aspirasi pendemo.

Para pendemo mengaku, akses jalan dari Waipia menuju Saleman, dari Saleman ke Sawai (SS) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) rusak parah. Akibatnya akses jalan diwilayah itu rusak para, sehingga meresahkan para pengguna jalan dan masyarakat setempat. Bahkan, mereka menduga terjadi tindak pidana korupsi.

Tak hanya itu, pendemo juga menyoroti jalan dan jembatan di wilayah Seram Selatan yang sering mengalami kerusakan.”Kami minta Komisi III sesuai kewenanganya mengundang BPJN. Nah kalau BPJN diundang kami juga ikit diundang,”harap koordijator Komando HAM dan Pelopor, Umar Kelilu dan Hidayat Warawara.

“Ruas jalan di wilayah itu sering bermasalah. Anggaran puluhan miliar hingga ratusan miliar habis tapi selalu mengalami kerusakan. Kami kecewa dengan BPJN,”kesal mereka.

Richard Rahakbauw memastikan, ketika BPJN diundang, para pendemo juga ikut diundang. Dulu saya komisi III selalu undang. Buktinya, jembatan Kawanua kami kawal. Jadi jangan ragukan.

Dia juga mengaku, pihaknya akan melakukan pengawasan melihat langsung ruas jalan rusak yang disuarakan.”Kami akan melakukan pengawasan melihat langsung dan mencari solusi agar proses pembangunan jalan dan jembatan dilakukan secara baik,”pungkasnya.

DPRD Apresiasi KPU – Bawaslu Kembalikan Anggaran 60 Miliar ke Kas Daerah

0

Ambon, Maluku.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku yang telah mengembalikan anggaran sisa pelaksanaan Pemilu 2024 sebesar Rp60 miliar ke kas daerah.

Langkah ini menunjukkan komitmen kedua lembaga dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan efisien. Ia menilai, pengembalian anggaran tersebut adalah bentuk tanggung jawab yang patut dicontoh oleh lembaga-lembaga lain.

“Kami sangat mengapresiasi KPU dan Bawaslu Maluku atas komitmennya dalam penggunaan anggaran yang efisien. Ini membuktikan bahwa pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik tanpa mengorbankan prinsip akuntabilitas,” ujar Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton kepada wartawan di Ambon, Rabu (23/04/25).

Menurutnya sebanyak Rp60 miliar, sisa anggaran yang diperuntukan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024, dikembalikan ke khas daerah.

Anggaran tersebut berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp57 miliar dari total kurang lebih Rp160 miliar dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rp3 miliar dari Rp80 miliar.

“Sisa anggaran tersebut dari penjelasan perwakilan KPU dan Bawaslu telah dikembalikan ke khas daerah, pengembalian Silpa atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu Maluku patut diapresiasi, termasuk sukses melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya atas pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada.

Meski begitu, kebijakan KPU dan Bawaslu patut dicontoh untuk pihak lainnya yang menggunakan anggaran daerah, apalagi ditengah kebijakan efisiensi anggaran sesuai Inpres nomor 1 tahun 2025.

Langkah ini juga memberikan anggaran segar kepada pemerintah daerah Maluku yang saat ini mengalami krisis anggaran. Tentunya anggaran tersebut dapat dipergunakan untuk pembangunan di Maluku.

“Ini tentunya informasi baik kepada komisi bahwa ada Silpa di kedua penyelenggara. Tadi disampaikan bahwa itu telah disetor ke khas daerah,”ucapnya

BK DPRD Maluku Konsultasi Tata Beracara ke Kemendagri

0

Ambon, Maluku.news – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku berencana mengonsultasikan rancangan tata beracara lembaga tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa tata beracara yang disusun telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”ujar Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Maluku Julius Rutasouw dI Ambon, Rabu (23/04/25)

Dia mengatakan bahwa konsultasi ini penting dilakukan agar pedoman kerja BK memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak menimbulkan polemik dalam pelaksanaannya ke depan.

Walaupun telah dibentuk, namun hingga kini Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Maluku belum juga dapat melaksanakan tugas dan wewenang dalam menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD.

BK juga memantau dan mengevaluasi kepatuhan anggota DPRD terhadap kode etik, sumpah janji, dan peraturan tata tertib, menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD, hingga melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan.

Hal tersebut disebabkan karena Tata beracara yang menjadi salah satu penyokong tugas BK sebagai alat kelengkapan dewan belum ditetapkan dalam paripurna.

“Perangkat yang dibutuhkan seperti kode etik dan tata tertib sudah ditetapkan, tapi yang paling penting tata beracara. Kalau tanpa tata beracara berarti kita tidak bisa berproses, karena itu sampai hari ini BK belum bisa melaksanakan tugas dan fungsinya karena memang peraturan DPRD tentang tata beracara belum selesai,”ungkapnya.

Menurutnya, untuk menetapkan tata beracara, DPRD telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang sampai saat ini terus bekerja dan telah masuk pada tahapan terakhir.

Setelah Pansus kemudian akan melakukan konsultasi evaluasi dengan Kementerian Dalam Negeri, bagian produk hukum daerah.

Konsultasi yang dilakukan tidak lagi ke Jakarta, mengingat adanya efisiensi anggaran merujuk Inpres 1 tahun 2025, sehingga disepakati dilakukan secara zoom meeting.

“Kaena kaitan efisiensi anggaran, kita sepakat untuk tidak ada perjalanan dinas ke luar. Tapi proses evaluasi tetap jalan, melalui zoom meeting. Untuk melihat kekurangan apa dan seterusnya,”ucapnya.

Dari hasil itulah, lanjut Rutasouw yang juga merupakan anggota Pansus, naskah tata beracara kemudian diperbaiki, barulah diserahkan ke pimpinan dewan, untuk diagendakan penetapan dalam paripurna.

“Setelah evaluasi barulah kita betulkan materi ada baru kita serahkan kepada pimpinan, setelah itu baru di paripurna penetapan,”tandasnya

Wali Kota Tual Desak PT. Pelni Turunkan Tarif dan Tambah Armada

0

Tual, Maluku.news – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, meminta PT. Pelni menurunkan tarif sewa kontainer dan menambah armada kapal untuk melayani rute ke Kota Tual dan wilayah sekitarnya.

Permintaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Asisten Deputi Logistik Kemenko Perekonomian RI dan Direktur Keuangan PT. Pelni di Balai Kota Tual, Rabu (23/4/2025).

Rakor tersebut membahas kelancaran transportasi penumpang dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kota Tual serta Maluku secara umum.

Wali Kota Renuat menegaskan, tingginya tarif kontainer menjadi salah satu penyebab utama mahalnya harga barang di wilayah kepulauan.

“Tarif yang lebih terjangkau akan sangat membantu menekan harga kebutuhan pokok di Tual dan sekitarnya,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan penambahan armada kapal, khususnya jenis tri in one yang mampu mengangkut penumpang, barang, dan kendaraan secara bersamaan.

Rute laut Ambon–Tual menjadi prioritas, mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan keterbatasan transportasi antarpulau.

“Sebagian besar warga Maluku bergantung pada transportasi laut. Kami harap Pelni menambah kapal antardaerah dalam provinsi,” lanjut Renuat.

Sebagai daerah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan, Kota Tual memerlukan dukungan logistik yang kuat dan sistem transportasi laut yang andal.

Pemkot Tual berharap hasil rakor ini ditindaklanjuti dengan langkah konkret dari pemerintah pusat dan PT. Pelni demi memperkuat konektivitas dan perekonomian kawasan timur Indonesia.