Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan keseriusan mendukung kebijakan nasional penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.
Komitmen ini mulai diwujudkan secara konkret dengan berdirinya satu koperasi pertama di Negeri Batu Merah yang telah sah secara hukum.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena, usai memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota, Selasa (20/5/2025).
“Syukurlah bahwa semalam kita sudah live bersama Kakanwil Hukum Provinsi Maluku, Kadis Koperasi, serta Pemerintah Negeri Batu Merah, untuk menetapkan satu badan hukum Koperasi Merah Putih di Negeri Batu Merah,” ungkap Wattimena.
Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, satu unit Koperasi Merah Putih resmi berdiri di Kota Ambon dan menjadikan Negeri Batu Merah sebagai daerah percontohan untuk pengembangan selanjutnya.
Wattimena menegaskan, pembentukan koperasi ini bukan hanya sekadar wacana atau simbol seremoni, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan lembaga ekonomi rakyat yang sah, transparan, dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar pencapaian simbolik. Kita ingin koperasi ini benar-benar hadir di tengah masyarakat, sebagai wadah ekonomi yang inklusif dan mengangkat kesejahteraan warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Koperasi Merah Putih juga menjadi upaya konkret Pemkot Ambon mendorong masyarakat agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pembiayaan usaha, penguatan modal, hingga pelatihan manajemen usaha.
Target 50 koperasi
Wali Kota Ambon mengungkapkan bahwa langkah di Batu Merah hanyalah tonggak awal. Pemkot menargetkan pembentukan sedikitnya 50 koperasi Merah Putih baru di seluruh negeri dan kelurahan yang tersebar di wilayah Kota Ambon dalam waktu dekat.
“Kalau semua elemen desa dan kelurahan bergerak cepat, saya optimistis angka 50 bisa tercapai. Ini bagian dari upaya kita membangun ekonomi rakyat dari bawah, bukan dari atas,” katanya.
Menurutnya, koperasi akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global dan tekanan inflasi yang masih dirasakan oleh warga kota.
Pemkot Ambon juga memastikan tidak hanya berhenti pada tahap pendirian koperasi, tetapi juga akan mendampingi secara aktif. Mulai dari pendampingan administrasi, pelatihan manajemen, hingga membangun jaringan pemasaran produk anggota koperasi.
“Yang penting, koperasi ini tidak hanya berdiri di atas kertas. Harus hidup, beroperasi, dan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujar Wattimena.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik antara Pemkot, Pemerintah Negeri Batu Merah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon.
“Inilah contoh sinergi lintas sektor yang hasilnya langsung bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas, mendorong kemandirian usaha kecil, dan memperluas akses masyarakat terhadap lembaga keuangan yang sah dan terpercaya.
Konsep ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal, solidaritas sosial, dan prinsip keadilan ekonomi sebagai dasar pengelolaan koperasi.
“Ini adalah bentuk nyata gotong-royong modern. Kita ingin masyarakat tak lagi terjebak pada lembaga pembiayaan ilegal, tapi punya wadah sendiri yang sehat dan akuntabel,” jelas Wattimena.
Wali Kota berharap, ke depan Koperasi Merah Putih di Kota Ambon bukan hanya menjadi nama, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia optimistis, dengan dukungan semua pihak, target pembentukan 50 koperasi baru dapat tercapai dan memberi dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan warga.
“Kalau kita kerja sama, target ini bukan mustahil. Yang penting, niat tulus dan kerja keras dari semua elemen,” pungkasnya.
Dengan lahirnya koperasi pertama di Batu Merah, Pemkot Ambon membuka babak baru transformasi ekonomi berbasis rakyat demi mewujudkan Ambon yang lebih inklusif, mandiri, dan sejahtera.




