Beranda blog Halaman 36

Wali Kota Ambon Murka, Pegawai Damkar Terancam Diberhentikan

0

Ambon, Maluku.news – Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena, meluapkan kemarahannya usai diserang secara terbuka di media sosial oleh sejumlah pegawai kontrak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang kecewa gagal lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Dalam apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin (24/3/2025), Wattimena memerintahkan Sekretaris Kota Ambon untuk mengambil langkah tegas terhadap pegawai yang dinilai membangkang.

“Pak Sekkot, tertibkan mereka. Kalau tidak bisa, langsung berhentikan saja. Tidak kerja baik-baik, malah melawan pimpinan,” tegas Wattimena dengan nada tinggi.

Menurut Wattimena, kekecewaan para pegawai kontrak Damkar muncul karena hasil seleksi P3K yang tidak sesuai harapan. Namun, ia menegaskan bahwa proses dan hasil seleksi sepenuhnya berada di tangan Panitia Seleksi (Pansel) pusat, bukan keputusan Pemerintah Kota Ambon.

“Semua SK dari pusat, bukan kota. Kalau tidak lulus, jangan salahkan kami. Apalagi menyerang di Facebook,” ujar Wattimena.

Ia menilai tindakan menyerang kebijakan pimpinan di media sosial sebagai bentuk ketidakdisiplinan dan menciptakan informasi menyesatkan di ruang publik.

Lebih jauh, Wattimena juga menyoroti Kepala Dinas Damkar yang diduga memprovokasi pegawai kontrak untuk melawan kebijakan pimpinan.

“Kadisnya sudah dibilang baik-baik, tapi malah pengaruhi bawahannya. Saya simpan betul Damkar,” cetusnya.

Wattimena menegaskan akan memberi perhatian serius terhadap kinerja instansi tersebut, dan tak segan mengambil tindakan tegas.

Wali kota secara gamblang memperingatkan bahwa pegawai kontrak yang tidak puas dengan keputusan seleksi P3K dan memilih menyerang pimpinan, harus siap menerima sanksi terberat, yaitu pemberhentian.

“Pegawai kontrak yang tidak lulus P3K, mana? Tidak mau kerja kontrak lagi? Saya berhentikan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin di lingkungan Pemkot Ambon, tanpa pandang bulu.

“Kalau tidak mengerti, tanya. Walikota dan Wakil Walikota tidak kerja sembarangan. Yang betul, tetap betul. Yang tidak, ya tetap tidak,” pungkasnya.

Diketahui, proses seleksi P3K bagi pegawai kontrak di lingkungan Pemkot Ambon tahun ini menjadi sorotan. Pemkot sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa hasil seleksi bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan menjadi keputusan nasional melalui Pansel pusat.

Wattimena menegaskan bahwa pihaknya akan tetap membuka ruang komunikasi bagi pegawai kontrak yang memiliki pertanyaan atau kendala, namun menolak keras segala bentuk penyerangan yang dapat merusak citra pemerintahan.

Sambut Idul fitri, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah

0

Ambon, Maluku.news – Menyambut Hari Raya Idul fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Ambon akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin hingga Rabu, 24–26 Maret 2025.

Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (23/3/2025), kegiatan ini menjadi upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, pasokan pangan, serta mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan yang biasanya meningkat jelang hari besar keagamaan.

GPM akan digelar di tiga titik berbeda di Kota Ambon, dengan jadwal sebagai berikut:

  1. Senin, 24 Maret 2025: Halaman Masjid Al-Rauf, Wara – Batu Merah
  2. Selasa, 25 Maret 2025: Halaman Masjid Al-Rahman, Pandan Kasturi – Tantui
  3. Rabu, 26 Maret 2025: Halaman Masjid Nurul Hijriah, Desa Nania

Setiap kegiatan dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai.

GPM akan menghadirkan beragam bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah pasar, seperti beras, minyak goreng, telur, gula, sayuran segar, ikan, hingga bumbu dapur.

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan jelang Idulfitri dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

“Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan dengan harga stabil, terutama saat menjelang hari raya, ketika permintaan cenderung meningkat tajam,” demikian pernyataan resmi Pemkot Ambon.

Pemkot Ambon juga mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kegiatan GPM sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju inflasi, menjaga keseimbangan harga, serta memperkuat daya beli rumah tangga.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis tetap terjaga dan terjangkau, khususnya menjelang perayaan besar keagamaan.

Selain GPM, Pemkot Ambon secara rutin juga menjalin kerja sama dengan pihak terkait, termasuk distributor dan pelaku usaha, untuk menjaga rantai pasokan agar tidak terganggu.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi beban masyarakat di tengah kenaikan permintaan jelang Idulfitri, sehingga perayaan dapat berlangsung lebih tenang dan khidmat.

DPRD Maluku Gelar RDP, Bahas Tiga Masalah

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Maluku menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Polda Maluku, Kodam XV Pattimura, BNN dan Pemerintah Provinsi Maluku. Rapat berlangsung di Komisi I, Jumat (21/03/25),

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD, Benhur Watubun. Didampingi Wakil Ketua DPRD, Fauzan Rahawarin, Ketua Komisi I Solichin Buton.

Ketua komisi I Solihin Buton usai RDP kepada wartawan mengatakan, ada tiga persoalan yang dibahas yaitu, persoalan bentrokan antar warga di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Pengumutan Suara Ulang (PSU) dan Tambang Ilegal Gunung Botak di Kabupaten Buru.

Dari hasil rapat, menurutnya ada beberapa hal yang disepakati. Satu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan membentuk tim terpadu dalam rangka melakukan kunjungan ke Kabupaten Malra dan Buru.

Dua, mengingat konflik di Malra sudah terjadi berulang kali setiap tahun, bahkan di tahun 2025 sudah ada tujuh kasus. Maka Kapolda, bersama penegak hukum lainnya diminta untuk segera menangkap oknum dibalik konflik. Termasuk untuk melakukan penyitaan, swiping terhadap alat-alat senjata tajam, dalam konteks apapun, supaya tidak terulang lagi konflik .

Tiga, dewan minta pihak Kepolisian, Pangdam dan BNN untuk melakukan pengawasan secara ketat terkait dengan pemicu konflik, yaitu Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.

Pihaknya bahkan telah meminta Kapolda untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres Malra, karena tidak bisa mengatasi konflik terus menerus terjadi di kalangan masyarakat.

Empat, kami minta kepada Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie untuk mempercepat proses izin Gunung Botak. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat disana bisa melakukan pekerjaan secara baik dan benar, bisa dinikmati oleh masyarakat.

Lima, untuk pelaksanaan PSU dewan meminta minta kepada Kapolda, Pangdam dan Pemda untuk melakukan pengawasan dan pengamanan ketat di TPS yang berlangsung PSU. Sehingga masyarakat yang melakukan pencoblosan di hari H, dapat mencoblos dengan aman dan damai.

Wawali Ely Toisuta Tegaskan Perbaikan Data Bansos Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Wakil Wali (Wawali) Kota Ambon, Ely Toisuta, mengapresiasi tingginya antusiasme warga dalam program Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) sesi kedua, yang digelar Jumat (21/3/2025) di depan Kantor Wali Kota Ambon.

Toisuta menilai program ini menjadi wadah penting untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga. “Kehadiran masyarakat begitu besar. Ini menandakan bahwa program WAJAR benar-benar dibutuhkan sebagai jembatan antara pemerintah dan rakyat,” ujar Toisuta usai kegiatan.

Berbagai persoalan disampaikan warga, mulai dari masalah pribadi hingga pelayanan publik. Menurut Toisuta, ia bersama Wali Kota Boedewin Wattimena langsung memerintahkan OPD terkait untuk menindaklanjuti setiap keluhan.

“Ini bentuk komitmen kami untuk hadir dan menyelesaikan masalah rakyat,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah masih banyaknya keluhan warga terkait bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dalam jumpa rakyat tadi, cukup banyak warga mengaku belum pernah menerima bansos meskipun berhak,” ungkap Toisuta.

Menanggapi hal tersebut, ia memastikan Pemkot Ambon akan memperbarui data penerima bansos agar lebih adil dan akurat.

“Data bansos harus di-update secara berkala mulai dari RT. Kami tidak ingin ada warga yang berhak justru terabaikan, sementara yang tidak berhak malah menerima,” tegasnya.

Toisuta juga menekankan pentingnya peran aktif RT dan RW untuk melakukan validasi data penerima bansos, serta perlunya monitoring langsung di lapangan.

“Saya bersama Pak Wali akan turun langsung memastikan data valid, dan bansos benar-benar tersalurkan dengan tepat,” ujarnya.

Program WAJAR sendiri menjadi salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon untuk membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Toisuta berharap melalui program seperti ini, pelayanan publik di Kota Ambon dapat terus diperbaiki, dan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan warga yang paling mendasar.

“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Itulah esensi utama dari WAJAR,” tutupnya.

Pemkot Ambon Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idulfitri 1446 H

0

Ambon, Maluku.news – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengambil langkah cepat memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan harga kebutuhan tetap stabil.

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor besar di kota Ambon, Rabu (19/3/2025). Sidak ini juga melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan.

“Hari ini kami bersama TPID dan Satgas Pangan turun langsung ke distributor besar untuk mengecek stok bahan pangan,” tegas Ely Toisutta usai pemantauan di lapangan.

Hasil sidak menunjukkan bahwa stok bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, dan komoditas penting lainnya berada dalam kondisi aman.

“Stok mencukupi kebutuhan masyarakat Ambon untuk dua hingga tiga bulan ke depan. Tidak hanya stok yang aman, harga pun relatif stabil. Tidak ada lonjakan harga signifikan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tambah Toisutta.

Distribusi bahan pangan juga berjalan lancar tanpa kendala besar. Sejumlah distributor yang dikunjungi dalam sidak ini antara lain PT Tri Samudra, Indo Grosir, PT Midi Utama, serta UD Gema Rezeki/CV Berkat.

Selain sidak, Pemkot Ambon juga rutin menggelar operasi pasar sebagai bagian dari upaya menekan inflasi, khususnya inflasi pangan yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.

“Kegiatan ini dilakukan setiap minggu. Petugas turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memantau harga dan menstabilkan pasokan. Ini bentuk kerja nyata kami mengendalikan inflasi,” jelas Toisutta.

Pemkot memastikan sidak serupa akan terus dilaksanakan secara berkala, termasuk yang dijadwalkan pada Kamis (20/3/2025), untuk memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap terkendali menjelang Idulfitri.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat memberi kepastian dan rasa aman bagi masyarakat Ambon, agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut hari kemenangan dengan tenang.

“Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri tanpa khawatir soal stok maupun harga bahan pokok. Pemerintah terus bekerja agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Ely Toisutta.

Pemkot Ambon Gelar Nobar Timnas vs Australia Rayakan Semangat Kebangsaan

0

Ambon, Maluku.news – Suasana euforia sepak bola bakal menggema di jantung Kota Ambon. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar nonton bareng (nobar) laga krusial Tim Nasional Indonesia melawan Australia pada Kamis malam, 20 Maret 2025, di Lapangan Merdeka, Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh warga Kota Ambon hadir dan memberikan semangat langsung untuk skuad Garuda. Menurutnya, nobar ini bukan sekadar menonton pertandingan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan cinta tanah air.

“Kami ingin masyarakat Ambon ikut merasakan semangat juang Timnas. Nobar ini jadi momen untuk bersatu dalam dukungan, membangkitkan rasa nasionalisme, dan tentu saja menunjukkan bahwa Ambon selalu ada di barisan depan untuk Indonesia,” ujar Wattimena, Rabu (19/3/2025), usai menghadiri acara Panas Gandong Rutong–Rumahkay.

Selain mengobarkan semangat, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung. Ia meminta penonton tetap santun, tidak membuat kericuhan, dan tidak meninggalkan sampah di area Lapangan Merdeka.

“Kita tunjukkan kalau Ambon bisa tertib dan bersih. Nonton boleh semangat, tapi jangan tinggalkan sampah atau bikin rusuh. Ini pesta rakyat, harus jadi contoh yang baik,” tegasnya.

Nobar ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa. Wali Kota menilai, semangat yang lahir dari Lapangan Merdeka dapat ikut menyemangati para pemain Timnas di stadion tempat mereka bertanding.

“Beta yakin, semangat dari Lapangan Merdeka akan sampai ke stadion. Mari datang rame-rame, pasang bendera, bawa semangat,” kata Wattimena penuh optimisme.

Pertandingan melawan Australia sendiri dianggap menjadi penentu langkah Tim Nasional Indonesia dalam upaya melangkah ke putaran berikutnya menuju Piala Dunia. Dukungan langsung dari masyarakat, meskipun lewat layar besar di Lapangan Merdeka, diyakini dapat memberi motivasi tambahan bagi Timnas.

Lebih jauh, Wali Kota juga menyebut nobar ini sebagai bagian dari semangat “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua” yang menjadi tagline pemerintahan Wattimena–Toisuta. Sebuah semangat yang menggambarkan Ambon sebagai kota inklusif, penuh toleransi, dan selalu bersama untuk mendukung Indonesia.

“Nobar ini bukan hanya soal bola. Ini tentang kita sebagai warga Ambon yang selalu bersatu, apa pun latar belakangnya, demi Indonesia,” pungkas Wattimena.

Wali Kota Ambon Soroti Sinergi, Budaya, dan Ketertiban Kota

0

Ambon, Maluku.news – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri pelantikan Body Wane Mailuhu sebagai anggota DPRD Kota Ambon Pengganti Antar Waktu (PAW) pada Selasa (18/3/2025) di ruang paripurna DPRD Kota Ambon.

Wattimena menilai kehadiran Mailuhu melengkapi formasi anggota legislatif dan memperkuat kinerja lembaga DPRD, terutama dalam membangun sinergi antara legislatif dan eksekutif demi kepentingan masyarakat.

“Dengan lengkapnya anggota DPRD, harapan kita lembaga ini dapat menjalankan fungsi legislasinya lebih optimal. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa bersinergi membangun kota ini bersama-sama,” ujar Wattimena usai pelantikan.

Ia menegaskan, kerja sama lintas lembaga sangat penting untuk menghadirkan kebijakan publik yang lebih berpihak pada rakyat dan menjawab tantangan pembangunan Kota Ambon ke depan.

Selain soal sinergi eksekutif dan legislatif, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya melalui dukungan penuh terhadap Panas Gandong, upacara adat pela gandong antara Negeri Rutong dan Negeri Rumakai.

Menurutnya, selain bernilai sejarah dan budaya, Panas Gandong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Ambon.

“Panas Gandong ini bukan hanya soal adat, tapi juga potensi besar untuk sektor pariwisata kita. Karena itu saya berharap ke depan bisa menjadi agenda rutin tahunan kota,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wattimena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan. Kebijakan ini, kata dia, akan diawali dengan sosialisasi agar masyarakat dapat menyesuaikan diri sebelum penindakan dilakukan.

“Kami tidak ingin langsung represif. Sosialisasi adalah bagian penting agar masyarakat tahu dan paham, lalu bisa menyesuaikan. Tapi penertiban tetap akan dilakukan demi ketertiban dan kenyamanan bersama,” katanya.

Kehadiran Wali Kota Ambon di pelantikan anggota DPRD PAW sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan kota, mulai dari penguatan sinergi pemerintahan, pelestarian budaya, hingga upaya menciptakan ketertiban umum.

Kombinasi isu politik, budaya, dan ketertiban yang diangkat Wattimena menunjukkan peran pentingnya sebagai motor penggerak pembangunan Kota Ambon yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat.

Dishub Ambon Akui Pungli Parkir, Minta Warga Melapor

0

Ambon, Maluku.news – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Jan D. Suitella, akhirnya angkat bicara soal maraknya dugaan pungutan liar (pungli) parkir di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Maluku City Mall (MCM) dan Poka.

Suitella mengakui praktik pungli tersebut telah menjadi perhatian serius Dishub sejak awal 2025, meskipun titik-titik tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sebagai ruas parkir resmi melalui SK Wali Kota Ambon.

“Memang titik-titik itu masuk dalam SK Wali Kota Ambon terkait ruas parkir, namun banyak permasalahan yang terjadi di lapangan,” ujar Suitella usai apel pagi di Kantor Dishub, Senin (17/3/2025).

Tegaskan jangan bayar parkir tanpa ID resmi

Suitella menegaskan, Dishub Kota Ambon sudah sejak Januari 2025 melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menolak membayar parkir jika petugas tidak memiliki tanda pengenal resmi.

“Kalau tidak ada ID resmi, jangan bayar. Itu sudah kami sampaikan berkali-kali kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, masih ada pihak-pihak yang mengaku sebagai petugas parkir resmi, padahal tak terdaftar di Dishub dan tidak menyetor retribusi sesuai ketentuan.

Parkir di depan Disdukcapil bukan kewenangan Dishub

Suitella juga menyoroti area parkir di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon yang menjadi keluhan masyarakat. Ia menjelaskan, ruas tersebut sebenarnya di luar kewenangan Dishub karena bukan bagian dari kategori tepi jalan raya yang diatur dalam SK Wali Kota.

“Ruas itu memang pernah kita bahas, dan staf kami sudah beberapa kali menegur. Tapi tetap saja ada aktivitas ilegal yang dilakukan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Tindak tegas parkir liar di Petak Sepuluh

Selain dugaan pungli, Dishub Kota Ambon juga menangani keluhan terkait kendaraan roda empat yang diparkir sembarangan di ruas jalan Petak Sepuluh pada malam hari. Suitella memastikan pihaknya telah melakukan teguran dan akan menindaklanjuti jika pelanggaran terus terjadi.

“Kita sudah lakukan pendekatan. Nanti kita sosialisasi lagi. Kalau tetap melanggar, kita akan ambil tindakan,” tandasnya.

Komitmen tata kelola parkir lebih transparan

Suitella mengakui praktik pungli parkir merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mencoreng citra pemerintah. Karena itu, ia menegaskan komitmen Dishub untuk menertibkan juru parkir ilegal dan memastikan setiap retribusi disetor sesuai aturan.

Dishub Kota Ambon juga mengimbau masyarakat untuk berani melapor jika menemukan indikasi pungli atau petugas parkir tanpa atribut resmi.

“Kalau ada yang tidak sesuai, laporkan. Kita akan tindaklanjuti,” tutupnya.

Dengan langkah penertiban ini, Pemkot Ambon berharap tata kelola parkir di kota dapat berjalan lebih transparan, tertib, dan profesional demi meningkatkan kepercayaan publik dan pendapatan daerah.

Wakil Wali Kota Ambon Tegaskan Penataan Kota dan Penindakan Pungli

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penataan wajah kota agar lebih tertib dan nyaman. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, dalam apel pagi perdana yang digelar di halaman Balai Kota Ambon, Senin (17/03/2025).

Dalam arahannya, Toisuta meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih maksimal demi menyukseskan 17 program prioritas pemerintahan pasangan Beta Par Ambon yang tahun ini mulai dijalankan.

“Dinas PU dan OPD lainnya sudah saya instruksikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Program prioritas tahun ini harus jalan dan segera bisa dinikmati masyarakat,” tegasnya kepada wartawan.

Selain pelayanan, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga keindahan kota. Ia memerintahkan agar para pemilik toko dan ruko di Kota Ambon segera memperbaiki dan mengecat bangunan mereka agar tampilan kota lebih rapi.

“Selama bertahun-tahun banyak pemilik toko tidak peduli untuk mengecat atau merapikan tempat usahanya. Akibatnya tampak kumuh. Kalau tidak diindahkan, akan ada teguran,” ujarnya.

Pemkot juga akan melakukan pendataan kota secara menyeluruh sebagai langkah awal menuju penataan kota yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat.

Menanggapi adanya laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Toisuta menegaskan sudah memerintahkan Kepala Dishub untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

“Kalau terbukti ada pelanggaran, penindakan akan dilakukan sesuai aturan. Tidak ada toleransi,” tegasnya.

Tak hanya pungli, penertiban juga akan dilakukan terhadap praktik parkir liar di badan jalan yang kerap terjadi, terutama pada malam hari. Menurutnya, parkir sembarangan bukan hanya merugikan warga lain, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kecelakaan.

“Parkir sembarangan itu merugikan banyak pihak. Penertiban akan dilakukan agar lalu lintas tetap lancar dan aman,” tambah Toisuta.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa langkah-langkah tegas ini adalah bentuk komitmen Pemkot Ambon untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan menjadikan Kota Ambon sebagai kota yang tertib, aman, serta nyaman bagi semua.

“Semua ini kita lakukan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kota yang tertata dan pelayanan publik yang baik adalah hak warga,” tuturnya.

Dengan arahan tersebut, Pemkot berharap ke depan program-program prioritas dapat berjalan sesuai rencana, sekaligus menciptakan Kota Ambon yang lebih indah, ramah, dan bebas dari praktik pungli maupun parkir liar.

Wattimury Minta Gubernur Harus Manfaatkan Kedekatan Dengan Presiden

0

Ambon, Maluku.news – Keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku kian terpuruk. Selain kecil sekitar Rp3,3 triliun, Pemerintahan dibawah kendali Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath selaku Gubernur dan Wakil Gubernur juga diperhadapkan dengan kebijakan efesiensi anggaran.

Terpuruknya keuangan daerah, juga disebabkan karena hutang piutang yang menumpuk ke khas daerah. Baik itu, untuk pembayaran pinjaman ke PT SMI senilai Rp137 miliar selama 7 tahun, maupun hutang kepada pihak ketiga yang mencapai Rp72 miliar.

Kondisi tersebut, tentunya membuat Pemerintah Daerah harus mengambil langkah konkrit, sehingga keuangan daerah tidak habis terpakai. Apalagi hanya membebankan anggaran daerah, dengan tambahan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya sekitar Rp600 juta.

“Pertanyaannya adalah, dengan efesiensi yang dilakukan Pemerintah Pusat, Maluku ini mau dikemanakan. APBD sudah kecil, masalahnya banyak yang mesti diselesaikan, oleh karena itu, ini tugas berat bagi Gubernur dan Wakil Gubernur,”ujar Anggota DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan di Ambon, Senin (17/03/25).

Menurutnya, salah satu cara agar Pemerintah Daerah dapat melaksanakan tugas secara baik, yaitu Maluku harus dibebaskan dari efesiensi. Apalagi ada kebijakan Gubernur untuk membangun sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Uang dari mana lagi. Namanya efesien itu dibebaskan dari Maluku lah, kita punya masalah begini rumit, APBD sudah kecil ditambah hutang, rakyat dapat apa?,”cetusnya.

Untuk itu, kata Benhur hal ini harus dibicarakan secara baik, supaya ada langkah yang sama antara Pemda dan DPRD. Sehingga ada ruang-ruang dalam menjawab ketersediaan anggaran dalam proses pembangunan dan kesejahterakan rakyat Maluku.

Selain itu, cara lainnya untuk mengeluarkan Maluku dari keterpurukan anggaran pembangunan saat ini, dengan memanfaatkan kedekatan Gubernur dengan Presiden Prabowo Subianto

“Gubernur punya kedekatan dengan Presiden Prabowo. Bahkan dalam kampanye kan selalu disampaikan Wagub, pilih pemimpin yang dekat dengan Presiden. Jadi ini bisa dibicarakan itu baik-baik, karena masalah kita rumit, manfaatkan kedekatan itu untuk Maluku,”ucapnya.

Namun demikian, Ia percaya kedekatan Presiden, akan dimanfaatkan dengan baik oleh Gubernur, satu tujuan untuk membawa Maluku yang lebih maju dan sejahtera.

“Mereka baru saja dilantik. Jadi mari kita berikan kesempatan buat mereka, untuk membuktikan kinerjanya,”cetusnya.

Disingung adanya keluhan Gubernur soal Pokir, Politisi PDIP itu mengaku tidak apa-apa, melainkan ia bersyukur jika Gubernur mengambil hal tersebut, sehingga diketahui ada masalah dengan daerah ini.

“Cara yang bagus menurut saya, beliau tidak menutupi fakta, biarlah beliau mengeluh supaya kita tahu, dan mari kita bicara supaya kita berjuang bersama-sama. Sekarang mari kita satukan tekat, kita maju dekati presiden, untuk kemajuan kedepan,”yakin Wattimury.