Beranda blog Halaman 35

Tak Tunggu Lama, Ketua TP-PKK Ambon Langsung Turun Lapangan Usai Libur Panjang

0

Ambon, Maluku.news – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, Lisa Wattimena, menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas pengabdian. Di hari pertama kerja usai cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1446 H, ia langsung turun ke lapangan memastikan program PKK tetap berjalan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan soal kehadiran fisik di kantor, tapi soal tanggung jawab moral. Libur boleh, tapi semangat pengabdian tidak boleh padam,” tegas Lisa Wattimena saat monitoring kegiatan Pokja III TP-PKK serta panen sayur bersama ibu-ibu Dasa Wisma di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (8/4/2025).

Kunjungan lapangan ini bukan sekadar simbolik. Lisa berdialog langsung dengan para kader PKK dan ibu-ibu Dasa Wisma untuk memastikan seluruh program yang telah disusun benar-benar terlaksana dan tidak hanya berakhir di atas kertas.

“Saya ingin memastikan program yang kita rancang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Langkah proaktif ini menuai apresiasi dari para kader. Kehadiran langsung Ketua TP-PKK dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang nyata dan menyemangati para kader untuk terus berinovasi di tengah masyarakat.

“Bu Lisa tidak hanya memberi instruksi dari jauh, tapi benar-benar hadir bersama kami. Itu membuat kami merasa dihargai dan termotivasi,” ungkap seorang kader Dasa Wisma Desa Tawiri.

Gaya kepemimpinan Lisa Wattimena yang bersahabat dan menyentuh akar persoalan masyarakat menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan keluarga tidak cukup dengan retorika, melainkan aksi nyata di lapangan.

Ambon Dapat 2 SPBU Khusus Nelayan, Menteri ESDM Langsung Setujui Permohonan Wali Kota

0

Ambon, Maluku.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyetujui permohonan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena terkait pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan. Hasilnya, Kota Ambon mendapat jatah dua unit SPBU Nelayan.

Wali Kota Bodewin Wattimena menjelaskan, selama ini para nelayan di Kota Ambon terpaksa membeli BBM di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, yang dinilai menyulitkan akses.

“Para nelayan kita selama ini mengeluh harus membeli BBM ke Tulehu. Dengan adanya dua SPBU Nelayan ini, kita harap akses mereka menjadi lebih mudah,” kata Wattimena kepada wartawan usai mendampingi kunjungan kerja Menteri ESDM ke Pertamina Ambon, Sabtu (5/4/2025).

Dua SPBU Nelayan tersebut direncanakan dibangun di Kecamatan Leitimur Selatan dan Kecamatan Nusaniwe.

“Pak Menteri sudah setujui secara lisan, tinggal ditindaklanjuti secara formal,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan bersama Bupati Maluku Tengah dan Bupati Seram Bagian Timur, Menteri Bahlil mengonfirmasi akan membangun total 6 SPBU Nelayan untuk tiga daerah tersebut. Masing-masing daerah—Ambon, Malteng, dan SBT—akan mendapatkan 2 unit SPBU Nelayan.

“Kita menyetujui 6 SPBU Nelayan agar para nelayan lebih mudah melaut dan menangkap ikan,” ujar Bahlil kepada media usai meninjau fasilitas Pertamina Ambon.

Khusus untuk Maluku Tengah, Bahlil juga merespons usulan tambahan SPBU umum karena saat ini hanya ada satu SPBU di Masohi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Diplomasi dan Kerjasama Mineral-Batubara, Michael Wattimena, menyatakan bahwa aspirasi dari kepala daerah telah disampaikan langsung dan sedang diproses.

“Permintaan-permintaan ini datang langsung dari kepala daerah, termasuk kebutuhan lokal seperti SPBU Nelayan di Ambon, penambahan SPBU di Malteng, serta kebutuhan serupa di SBT,” ujar pria yang akrab disapa BMW (Bung Michael Wattimena).

Diketahui, saat ini Ambon sudah memiliki enam SPBU umum, sehingga yang dibutuhkan adalah SPBU khusus nelayan untuk menunjang sektor perikanan.

Sikapi Informasi di Medsos, Wali Kota Ambon Ajak Warga Jaga Kebersamaan

0

Ambon, Maluku.news – Menanggapi maraknya penyebaran informasi di media sosial, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengimbau seluruh warga untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dalam keterangannya kepada Tim Media Center melalui sambungan telepon, Kamis (3/4), Wali Kota menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai sesama warga Kota Ambon.

“Saya mengajak seluruh warga Kota Ambon untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegas Wattimena.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau informasi menyesatkan yang dapat memicu konflik dan perpecahan sosial.

“Kita harus selektif terhadap informasi yang kita terima dan tidak serta-merta membagikannya. Jangan sampai kita ikut memecah belah persaudaraan hanya karena informasi yang tidak akurat,” ujarnya.

Wali Kota mengingatkan bahwa menjaga suasana kota yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita hidup, bekerja, dan membesarkan anak-anak kita di kota ini. Mari kita jaga Ambon tetap sebagai kota yang aman, damai, dan harmonis,” tandasnya.

Imbauan ini disampaikan sebagai respons terhadap dinamika dan potensi konflik sosial yang kerap muncul akibat penyalahgunaan media sosial, terutama menjelang momentum-momentum penting di daerah.

Wali Kota Ambon dan Forkopimda Pastikan Malam Takbiran Berjalan Kondusif

0

Ambon, Maluku.news – Suasana malam takbiran Idul Fitri 1445 Hijriah di pusat Kota Ambon berlangsung meriah, aman, dan tertib. Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke Lapangan Merdeka dan sejumlah titik keramaian untuk memantau jalannya pawai takbiran, Sabtu malam (30/3/2025).

Pemantauan dilakukan usai Wali Kota mengikuti video conference bersama Kapolri dan Menkopolhukam, yang juga dihadiri Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, dan Kapolda Maluku. Langkah ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Ambon menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat yang merayakan malam kemenangan.

“Kita menghargai semua proses umat muslim dalam menyambut hari yang Fitri besok. Kami berharap semua berlangsung aman dan penuh suka cita,” ujar Wattimena kepada wartawan di sela pemantauan.

Ia menjelaskan, seluruh aparat keamanan dari kepolisian, TNI, hingga Satpol PP telah ditempatkan di titik-titik rawan keramaian, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kapolres dan Dandim setempat. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa nyaman dan dapat beribadah dengan khusyuk.

“Saat ini seluruh aparat keamanan sudah siap di pos masing-masing sesuai koordinasi. Jadi, warga tak perlu khawatir,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan Salat Idulfitri, Wali Kota menuturkan akan dipusatkan di Lapangan Merdeka Ambon serta digelar serentak di sejumlah masjid di Kota Ambon. Panitia pelaksana telah mempersiapkan seluruh sarana prasarana demi kelancaran ibadah.

“Semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia, dan kami berharap besok juga berlangsung dengan tertib,” ucapnya.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, usai salat Ied, Wali Kota bersama Gubernur Maluku dijadwalkan bersilaturahmi dengan masyarakat di Lapangan Merdeka. Acara ini dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah-rumah pejabat Forkopimda yang merayakan Idulfitri.

“Besok setelah salat Ied, kami akan berjabat tangan bersama warga dan kemudian bersilaturahmi ke Forkopimda,” tambah Wattimena.

Pemerintah Kota Ambon bersama Forkopimda juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama perayaan hari besar keagamaan. Pemantauan malam takbiran ini, menurut Wattimena, menjadi wujud komitmen Pemkot Ambon menghadirkan suasana yang khidmat, aman, dan penuh kebersamaan.

Hingga akhir pemantauan, suasana malam takbiran di pusat Kota Ambon terpantau kondusif, dengan ribuan warga tumpah ruah memeriahkan malam kemenangan dalam suasana damai.

Inspektorat Kota Tual Klarifikasi Dugaan Korupsi Pengadaan Videotron

0

Tual, Maluku.news – Inspektur Kota Tual, Asril Umagap memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut Wali Kota Tual diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan videotron senilai Rp 2,3 miliar. Dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (29/3/2025),

Asril katakan, tuduhan tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan, salah satu tuduhan yang muncul adalah inisiatif Sekretaris Daerah (Sekda) Tual, Renuat, dalam melakukan pergeseran anggaran untuk pengadaan videotron.Inspektorat Kota TualInspektorat Kota Tual

“Pergeseran anggaran dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni melalui APBD Perubahan atau dengan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD,” ujarnya.

Menurut Asril, keputusan pergeseran anggaran dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan Pesparani IV Tingkat Provinsi Maluku tahun 2022 agar lebih meriah. Inspirasi itu muncul setelah melihat penggunaan videotron dalam ajang MTQ tingkat provinsi di Saumlaki. Videotron yang diadakan saat itu kini tetap digunakan untuk kepentingan pemerintahan di Kantor Wali Kota Tual.

“Sebelum pergeseran anggaran dilakukan, Sekda telah memerintahkan Kepala BPKAD Kota Tual untuk berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Hasil konsultasi menunjukkan pergeseran tersebut diperbolehkan, bahkan telah dilakukan di daerah lain seperti Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Asril menandaskan, tuduhan lain menyebutkan pengadaan videotron seharusnya dilakukan melalui e-Katalog sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, namun justru dilakukan melalui pelelangan langsung.

“Istilah pelelangan langsung tidak ada dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sekda tidak pernah menginstruksikan hal tersebut, melainkan hanya meminta agar proses tender dipercepat agar tidak menghambat persiapan Pesparani,” tegasnya.

Dijelaskan Asril, pada tahun 2022, pengadaan barang/jasa melalui e-Katalog masih bersifat opsional. Dalam kasus ini, videotron yang dibutuhkan belum tersedia dalam etalase e-Katalog, sehingga proses tender dilakukan melalui mekanisme yang sah dan transparan. Proses pengadaan juga telah diumumkan di laman LPSE Kota Tual dengan dua perusahaan yang ikut serta dalam tender.

“Terkait tuduhan mark-up harga, hal tersebut harus didukung dengan audit resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Harga yang ditawarkan dalam proses lelang telah melalui reviuw oleh Inspektorat Kota Tual dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, BPK juga telah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan adanya indikasi kerugian negara dalam laporan keuangan Pemkot Tual tahun 2022,” bebernya.

Tuduhan lain yang beredar menyebutkan CV. Karya Putra Nusantara, perusahaan pemenang tender, tidak memiliki alamat yang jelas. Asril membantah hal itu dengan menyatakan perusahaan tersebut memiliki alamat resmi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Keberadaannya juga dibuktikan dengan akta perusahaan dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

Asril menambahkan, Sekda tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga atau pemenang tender. Seluruh proses pengadaan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa.

“Peran Sekda hanya sebatas menegaskan pentingnya pengadaan videotron demi kesuksesan Pesparani dan mempercepat proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

“Dengan klarifikasi ini, Kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak termakan oleh berita yang belum terverifikasi. Kami juga menghormati proses hukum yang berjalan, namun perlu meluruskan fakta agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,”katanya lagi.

Buka Puasa Bersama, Kominfosandi Ambon Ajak Rawat Kebersamaan dan Toleransi

0

Ambon, Maluku.news – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai acara Buka Puasa Bersama yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon di Café The View, Karang Panjang, Selasa (25/3/2025).

Acara yang dihadiri seluruh jajaran dan keluarga besar Diskominfosandi ini tak sekadar menjadi ajang berbagi hidangan buka puasa, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, memperkuat toleransi, serta meningkatkan semangat kerja sama dalam membangun Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfosandi Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengajak seluruh pegawai untuk selalu mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT yang telah menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

“Rasa syukur menjadi hal yang penting, mengingat Allah SWT telah mengizinkan kita menjalani ibadah puasa hingga hari ke-25 Ramadan. Mari kita terus berdoa agar diberikan kelancaran ibadah hingga hari kemenangan, Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah,” ujar Lekransy.

Lekransy menegaskan bahwa buka puasa bersama bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai sarana memperkuat rasa kekeluargaan dan solidaritas antarsesama pegawai.

“Tradisi ini harus terus dirawat dan dipertahankan karena berdampak positif dalam kerja bersama membangun Ambon,” tambahnya.

Menurutnya, dengan menjaga kebersamaan, seluruh pegawai akan semakin solid dalam mengemban amanah untuk melayani masyarakat dan mendukung program-program prioritas Pemerintah Kota Ambon.

Lebih jauh, Lekransy menekankan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai fondasi untuk mewujudkan Ambon yang manis, inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

“Membangun Ambon hanya bisa terwujud melalui kebersamaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Mari kita bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga toleransi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa acara seperti ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh keluarga besar Kominfosandi untuk memperkuat komitmen menjaga hubungan baik, memupuk sikap hidup orang basudara, serta menumbuhkan empati dan toleransi di tengah keberagaman.

“Kita perlu memiliki komitmen kuat untuk membangun hubungan yang baik, bukan hanya dengan Allah SWT, tetapi juga dengan sesama. Bukber ini menjadi momen berharga untuk belajar tentang arti kebersamaan dan persatuan,” pungkas Lekransy.

Acara buka puasa bersama ini diisi dengan doa bersama, tausiyah singkat, serta ramah tamah yang mempererat keakraban seluruh peserta. Momen ini diharapkan menjadi energi positif untuk terus memperkuat semangat pengabdian, menjaga keharmonisan, dan meneguhkan tekad membangun Kota Ambon yang lebih baik bagi semua.

Kebersamaan yang tercipta menjadi pengingat bahwa membangun kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Diskominfosandi.

Pemkot Ambon Mohon Maaf, THR Tenaga Kontrak Tahun Ini Belum Bisa Dicairkan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tenaga kontrak karena tahun ini tidak dapat merealisasikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mereka. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Robby Sapulette, dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (25/03/2025).

Menurut Sapulette, ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13, yang hanya mengatur pemberian THR bagi anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon PNS, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Pemkot Ambon memohon maaf karena tidak dapat menyediakan anggaran untuk THR tenaga kontrak. Hal ini murni karena keterbatasan fiskal daerah dan aturan PP yang berlaku,” ungkapnya.

Sapulette menjelaskan, kondisi keuangan daerah yang terbatas memaksa Pemkot untuk memprioritaskan sejumlah kewajiban penting. Total anggaran yang saat ini sedang disiapkan mencapai Rp107,1 miliar, yang diperuntukkan bagi pembayaran sertifikasi guru, alokasi dana desa (ADD), tunjangan kinerja (TPP), serta gaji tenaga kontrak selama sepuluh bulan ke depan.

“Anggaran daerah memiliki keterbatasan, sementara ada kewajiban yang tidak bisa ditunda. Kami sudah berupaya mencari solusi, tetapi dalam kondisi saat ini, THR tenaga kontrak belum bisa direalisasikan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penghematan, Pemkot Ambon telah memangkas anggaran belanja perjalanan dinas hingga 50 persen. Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga telah diarahkan untuk membatasi kegiatan yang bersifat seremonial, studi banding, pencetakan dokumen, serta publikasi yang tidak mendesak.

Rencananya, pada Kamis, 27 Maret 2025, Wali Kota Ambon akan memimpin langsung rapat evaluasi untuk memastikan langkah efisiensi anggaran berjalan efektif.

“Langkah ini diambil agar dana yang tersedia bisa fokus untuk kebutuhan prioritas dan mendukung pelayanan publik,” tambah Sapulette.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah pusat yang menunda penerbitan SK PPPK juga berdampak langsung pada keuangan daerah. Akibatnya, Pemkot Ambon tetap harus membiayai gaji pegawai kontrak hingga akhir tahun, meskipun status mereka belum berubah menjadi PPPK.

“Hal ini menjadi beban tambahan bagi keuangan daerah, sehingga mempengaruhi kebijakan terkait THR maupun gaji ke-13 untuk tenaga kontrak,” jelasnya.

Meski demikian, Sapulette menegaskan bahwa Pemkot tetap berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan tenaga kontrak. Ia berharap, ke depan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon dapat meningkat sehingga kebijakan seperti ini tidak perlu terulang.

“Kami memahami kekecewaan teman-teman tenaga kontrak, namun kami mohon pengertian dan dukungan semua pihak. Mari kita bersama-sama mendorong peningkatan PAD agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Dengan keterbukaan ini, Pemkot Ambon berharap dapat membangun pemahaman bersama antara pemerintah dan tenaga kontrak, demi menjaga stabilitas kinerja birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Ambon Apresiasi Bazar Ramadan Kodam XV/Pattimura Tekan Harga Sembako

0

Ambon, Maluku.news – Ribuan warga memadati Bazar Ramadhan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Kodam XV/Pattimura pada Selasa (25/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman Makodam XV/Pattimura ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Ambon, Boedewin M. Wattimena, yang menilai langkah tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Kodam XV/Pattimura, Korem 151/Binaiya, dan Kodim 1504/Ambon. Ini kegiatan yang sangat luar biasa,” ujar Wattimena usai meninjau langsung stand sembako.

Menurutnya, bazar tersebut bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan Pemkot Ambon dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

“Bayangkan saja, semua sembako yang dijual di bazar ini ditawarkan di bawah harga pasar. Ini tentu sangat membantu warga yang tengah mempersiapkan diri untuk merayakan Idul Fitri,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, aneka kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga telur ayam dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran umum. Tak heran, sejak pagi hari warga sudah memadati area bazar agar tidak kehabisan stok.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, Wattimena menilai kegiatan ini memiliki dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal berbagi. Ini juga merupakan bentuk intervensi yang efektif dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Bazar Ramadhan dan GPM menjadi salah satu bukti konkret pengabdian TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat, bukan hanya di bidang pertahanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Melalui kerja sama dengan distributor resmi, pelaku usaha lokal, hingga dinas terkait, kegiatan ini turut memastikan ketersediaan barang dan pengawasan harga tetap terkendali.

Tak hanya sekadar belanja murah, suasana bazar juga menjadi ajang silaturahmi antara warga, pemerintah, dan aparat TNI. Hal ini semakin menghidupkan semangat gotong royong serta kebersamaan menjelang hari kemenangan umat Islam.

“Kolaborasi seperti ini adalah contoh baik yang perlu terus dilanjutkan. Bukan hanya menyentuh kebutuhan dasar, tapi juga mempererat hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” pungkas Wattimena.

Bazar ini rencananya akan berlangsung beberapa hari ke depan, memberi kesempatan lebih banyak warga Kota Ambon untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stok yang memadai.

Dengan langkah konkret seperti ini, Pemkot Ambon bersama Kodam XV/Pattimura membuktikan bahwa menjaga kesejahteraan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi hasil kerja bersama semua pihak.

Pemkot Ambon Tegaskan Penetapan HUT Kota Tak Bisa Digugat Sembarangan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon merespons positif sekaligus menegaskan sikapnya terkait diskusi bertajuk “Amboina Menggugat” yang digelar komunitas Babunyi.Co di Coffee Bahasa Basudara, Lateri, Senin (24/3/2025).

Diskusi ini memicu wacana peninjauan ulang sejarah, khususnya mengenai tanggal 7 September 1575 yang ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon. Pemkot menilai inisiatif diskusi sebagai bentuk kepedulian, namun menekankan bahwa penetapan tanggal tersebut bukan hasil keputusan sepihak.

“Penetapan 7 September 1575 sebagai HUT Kota Ambon dilakukan melalui kajian sejarah dan akademis yang kuat, tidak sembarangan,” tegas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon, Dra. Selly S.P. Kalahatu, M.Si, di hadapan peserta diskusi.

Menurut Selly, pemerintah tetap terbuka pada kajian atau narasi sejarah baru. Namun, perubahan sejarah resmi harus didasarkan riset akademis yang mendalam, data sahih, serta melibatkan para ahli dan sejarawan yang berkompeten.

“Kalau mau meninjau kembali sejarah resmi, harus dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis data, dan sesuai prosedur akademis. Bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Wacana revisi sejarah muncul dari sejumlah pegiat budaya dan tokoh masyarakat yang menilai narasi sejarah resmi Kota Ambon masih kental sudut pandang kolonial. Dalam diskusi tersebut, mereka mendorong peninjauan ulang agar sejarah kota lebih mencerminkan perspektif lokal.

Menanggapi itu, Selly menilai forum seperti ini bermanfaat untuk memperkaya pemahaman masyarakat, tetapi perubahan sejarah tidak bisa diputuskan hanya lewat opini publik.

“Jangan sampai hanya jadi diskusi tanpa arah. Kalau mau mengubah sejarah, ada prosedur akademis panjang yang harus dijalani,” ujarnya.

Diskusi juga membahas pentingnya pelestarian situs budaya dan cagar sejarah di Ambon, termasuk benteng-benteng peninggalan kolonial. Selly mengakui Pemkot memiliki keterbatasan kewenangan, tetapi berkomitmen melindungi warisan budaya tersebut.

“Kami sadar pentingnya merawat kekayaan sejarah untuk generasi mendatang. Semua yang dilakukan bertujuan agar Ambon semakin baik, sesuai tagline Beta Par Ambon, Ambon Par Samua,” tambahnya.

Diskusi “Amboina Menggugat” menjadi momentum refleksi publik untuk menelaah kembali identitas kota dan sejarah lokal. Meski begitu, Pemkot Ambon menegaskan bahwa penetapan ulang HUT Kota Ambon harus mengikuti standar akademis dan tidak dapat diubah sembarangan.

Dengan demikian, Pemkot berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif melalui kajian ilmiah dan kolaborasi, bukan hanya wacana, agar upaya meluruskan sejarah tetap berdasar dan bertanggung jawab.

Gubernur Maluku Dijadwalkan Hadiri Safari Ramadhan Pemkot Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menggelar Safari Ramadhan kelima pada Selasa, 25 Maret 2025, yang dipusatkan di Lapangan BTN Kebun Cengkeh mulai pukul 16.00 WIT. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang juga akan memberikan sambutan di hadapan warga.

Penjelasan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, dalam keterangan pers di Balai Kota Ambon, Senin (24/3/2025).

“Safari Ramadhan di titik kelima ini akan menghadirkan Gubernur Maluku, Bapak Hendrik Lewerissa, yang sekaligus akan memberikan sambutan,” ujar Lekransy.

421 undangan disebar, bentuk kedekatan dengan masyarakat
Menurut Lekransy, sebanyak 421 undangan telah disebarkan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.

“Ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Ambon menjalin kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan,” jelasnya.

Bantuan sosial untuk warga dan tausiah jelang berbuka
Selain acara buka puasa bersama, Safari Ramadhan kelima juga akan diisi pembagian 100 paket sembako dari Pemkot Ambon serta tambahan 50 paket dari Baznas Kota Ambon bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya itu, acara juga akan diisi tausiah jelang berbuka puasa yang akan disampaikan oleh Ustadz Arsal Tuasikal, dengan harapan menambah nilai keimanan bagi para peserta yang hadir.

Perkuat silaturahmi dan nilai keimanan
Lekransy menegaskan, Safari Ramadhan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini,” pungkasnya.

Kegiatan Safari Ramadhan merupakan program rutin Pemkot Ambon setiap tahun untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta menebarkan nilai kepedulian dan kebersamaan, khususnya di momen Ramadhan.