BerandaAmbonPemkot Ambon Luncurkan Program Ketahanan Pangan Terpadu Tahun 2025

Pemkot Ambon Luncurkan Program Ketahanan Pangan Terpadu Tahun 2025

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi membuka Program Nasional Ketahanan Pangan Terpadu Tahun 2025, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, pada Jumat (tanggal 13/6/2025) pukul 08.30 WIT.

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, para camat, kepala desa/lurah, pimpinan OPD Pemkot Ambon, Kepala Balai POM Kota Ambon Tamran Ismail, serta sejumlah undangan dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Wattimena menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Ambon.

“Ketahanan pangan tidak bisa hanya dibebankan pada satu lembaga. Ini tanggung jawab kita bersama—pemerintah, masyarakat, sekolah, dan pasar. Kita butuh sinergi agar Ambon menjadi kota pangan yang mandiri, sehat, dan aman,” ujarnya.

Program ini dianggap selaras dengan sejumlah kebijakan nasional, termasuk Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GMPA) dan program pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Pemkot Ambon menaruh perhatian serius terhadap penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat, dengan mendorong pemanfaatan anggaran desa untuk menciptakan sumber makanan yang bergizi dan aman.

Wali Kota juga mengapresiasi peran Balai POM dalam memberikan dukungan terhadap intervensi program pangan, terutama dalam edukasi dan pengawasan pangan di tingkat komunitas.

“Kerjasama yang sudah ditandatangani antara dinas terkait, sekolah, dan pasar bukan hanya formalitas. Harus jadi komitmen nyata,” tegas Wattimena.

Selain aspek produksi dan distribusi pangan, Wali Kota menyoroti pentingnya pengawasan intensif terhadap makanan, baik di restoran, usaha rumah tangga, maupun jajanan pasar.

Pemkot Ambon bahkan berencana membentuk tim pengawasan terpadu yang akan bertugas mengontrol kualitas pangan, khususnya saat perayaan hari-hari besar keagamaan, guna mencegah potensi keracunan makanan akibat makanan yang tidak higienis.

“Kebersihan, penyimpanan, dan keamanan makanan adalah hal mendasar. Kontaminasi bisa terjadi kapan saja, dan itu harus dicegah dengan pengawasan aktif,” katanya.

Balai POM Dorong Perkuat Advokasi dan Pengawasan Pangan

Sementara itu, Kepala Balai POM Kota Ambon, Tamran Ismail, S.Si., MP, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga program terpadu untuk mendorong penguatan ketahanan pangan, sejalan dengan amanat Undang-Undang dan PP No. 86 Tahun 1999 tentang Ketahanan Pangan.

Menurutnya, pengawasan, pembinaan, dan pendampingan menjadi tiga kunci utama dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan, dari tingkat pusat hingga desa.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran desa yang diarahkan untuk ketahanan pangan harus mempertimbangkan aspek keamanan.

“Banyak kasus keracunan makanan terjadi karena lemahnya kontrol. Bahkan, pangan impor pun tidak luput dari risiko. Program Food Happy kami hadirkan untuk membantu mencegah itu semua,” ujar Tamran.

Dengan peluncuran program ini, Pemkot Ambon berharap mampu membangun kemandirian pangan berbasis komunitas, sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat terhadap inflasi pangan, gizi buruk, dan potensi ancaman kesehatan dari pangan tidak aman.

Program ini juga menjadi bagian dari visi Ambon untuk menjadi kota sehat, sejahtera, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan iklim yang terus berubah.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments