Beranda blog Halaman 28

Benhur Tegaskan Fraksi PDI Perjuangan Wajib Kawal Rakyat, Bukan Sekadar Formalitas Politik

0

Ambon, Maluku.news – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang juga Ketua DPRD Maluku, Benhur G. Watubun, menegaskan bahwa Pancasila 1 Juni 1945 merupakan bintang penuntun perjuangan politik PDI Perjuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Benhur dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu, 1 Juni 2025. Rakor ini melibatkan seluruh fraksi PDI Perjuangan dari 11 kabupaten/kota se-Maluku.

Dalam sambutannya, Benhur menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta di tengah kesibukan masing-masing. Ia juga mengucapkan selamat memperingati 80 tahun kelahiran Pancasila yang menjadi tonggak ideologis bangsa.

“Pancasila lahir dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Ini bukan dasar negara untuk satu golongan, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Benhur.

Benhur menekankan bahwa PDI Perjuangan teguh berpegang pada Pancasila 1 Juni sebagai dasar ideologis partai. Menurutnya, ideologi tersebut bukan hanya warisan sejarah, tetapi menjadi dasar konsistensi perjuangan partai dan arah gerakan politik ke depan.

Ia juga menyoroti pentingnya fraksi sebagai instrumen strategis partai di daerah, yang bertugas memastikan kebijakan pusat diterjemahkan dengan tepat untuk kesejahteraan rakyat.

“Negara ini besar dan kaya, tapi belum semua rakyat merasakan kemakmuran. Di situlah fraksi harus hadir, mengawal kebijakan dan menjadi saluran utama aspirasi rakyat,” lanjutnya.

Dalam arahannya, Benhur mendorong fraksi untuk tidak sekadar menjadi pelengkap struktural di legislatif, melainkan tampil sebagai kekuatan politik yang solutif dan berpihak.

“Fraksi tidak boleh hanya jadi pelengkap. Kita harus berani bersikap, bahkan mengkritisi jika kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan kader, terutama dalam menghadiri agenda-agenda partai. Ia menyinggung ketidakhadiran beberapa anggota fraksi dalam kegiatan sebelumnya.

“Jangan cari-cari alasan. Sudah diberi mandat, maka hadir. Sakit atau sehat, tugas partai adalah kehormatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Benhur mendorong agar rekomendasi Rakor disusun secara realistis dan dapat ditindaklanjuti.

“Tidak perlu banyak-banyak. Lima atau enam poin saja, tapi jelas, terukur, dan bisa dijalankan oleh DPC maupun fraksi,” tuturnya.

Benhur juga menyampaikan dukungan penuh terhadap Kongres PDI Perjuangan mendatang, sekaligus menegaskan sikap politik DPD PDIP Maluku.

“Kami tetap mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum pada Kongres nanti. Ini adalah sikap resmi dan konsisten dari DPD PDI Perjuangan Maluku,” pungkasnya.

DiskominfoSandi Ambon Gandeng FISIP Unpatti, Bekali Kaum Muda Jemaat Sumber Kasih Literasi Digital

0

Ambon, Maluku.news – Tantangan ruang digital kian kompleks. Tak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan ancaman serius, khususnya bagi generasi muda. Menyikapi hal ini, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (DiskominfoSandi) Kota Ambon menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura untuk menyelenggarakan sosialisasi literasi digital bertema Bijak Bermedia Sosial, Sabtu (31/05), di Jemaat GPM Sumber Kasih.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 anak muda jemaat, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mereka dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Kepala DiskominfoSandi Kota Ambon, Ronald Lekransy, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital bagi pemuda, bukan sekadar pemahaman teknologi, tetapi juga dalam menghadapi ancaman di balik kemudahan digital.

“Literasi digital menjadi penting karena menyangkut difusi, adopsi, dan implementasi teknologi. Generasi muda harus mampu melihat ruang digital sebagai peluang, sekaligus menyadari risikonya,” ujarnya.

Lekransy menambahkan, disrupsi teknologi hari ini bukan sekadar isu global, tapi menjadi tantangan nyata di level lokal.

“Ancaman seperti serangan siber, pencurian data pribadi, hingga perubahan pola komunikasi dan interaksi sosial harus disikapi secara bijak. Ketergantungan pada teknologi juga berdampak pada aspek psikologis dan sosial masyarakat,” bebernya.

Menurut Lekransy, sosialisasi seperti itu akan terus berlanjut dan diperluas jangkauannya. Tidak hanya bagi anak muda, tapi juga melibatkan orang tua, pelayan gereja, dan unsur masyarakat lainnya.

“Kesadaran kolektif sangat penting untuk memastikan anak-anak kita aman dan cerdas dalam memanfaatkan ruang digital. Pendampingan dari keluarga dan komunitas adalah kunci,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Seksi PPK Jemaat GPM Sumber Kasih, Victor M. Noya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada DiskominfoSandi Kota Ambon atas perhatian dan fasilitasi kegiatan ini. Harapan kami, materi yang dibagikan para narasumber bisa menjadi bekal penting bagi anak-anak muda jemaat dalam menghadapi era digital,” pungkas Noya.

Musik Jadi Perekat Sosial, Mercy Barends Dorong Regulasi Jaga Predikat Ambon City of Music

0

Ambon, Maluku.news – Sebuah ajang seni yang baru saja digelar di Kota Ambon membuktikan bahwa anak-anak muda memiliki peran strategis dalam membangun daerah melalui seni dan kreativitas.

Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Coo Project ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPR RI Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends. Politisi PDI Perjuangan yang juga menjadi founder kegiatan ini menyampaikan bahwa ajang tersebut merupakan bukti nyata semangat generasi muda dalam menghadirkan karya positif bagi kota mereka.

“Ajang ini luar biasa karena lahir dari ide dan kerja keras anak-anak muda. Mereka menunjukkan tekad kuat untuk membanggakan Kota Ambon, tidak hanya dalam konteks seni, tetapi juga sebagai strategi mendorong pariwisata daerah,” ujar Mercy dalam sambutannya.

Menurut Mercy, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi talenta muda, terutama di bidang musik, sekaligus membentuk kultur positif di tengah masyarakat.

“Selama ini Maluku kerap dicap sebagai daerah konflik. Namun lewat even seperti ini, citra tersebut mulai berubah. Ini menjadi ajang pemersatu, di mana berbagai kalangan dari beragam latar belakang bisa berkumpul dalam bingkai seni dan budaya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya peran pemerintah dalam menjaga eksistensi musik Ambon yang telah diakui dunia melalui predikat Ambon City of Music oleh UNESCO.

“Saya menitipkan dua hal kepada Wali Kota Ambon. Pertama, pentingnya menghargai dan memfasilitasi talenta seni lokal. Kedua, perlu adanya regulasi—seperti Perda atau Perwali—sebagai landasan hukum agar predikat internasional ini tidak hilang hanya karena pergantian kepemimpinan,” tegas Mercy.

Mengakhiri sambutannya, Mercy menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan sarana ekspresi budaya, cerminan kehidupan, serta alat pemersatu masyarakat.

“Musik itu sakral. Melalui musik, wajah Ambon bisa dikenalkan ke dunia,” pungkasnya.

Festival Band Competition 2025, Semangat Anak Muda Ambon Guncang Kota Musik

0

Ambon, Maluku.news – Suara dentuman drum, petikan gitar, dan sorak-sorai penonton kembali menggema di jantung Kota Ambon. Festival Band Competition 2025 yang digelar di Taman Budaya Karang Panjang, Jumat (30/5/2025), menjadi bukti bahwa denyut kreativitas anak muda Ambon terus berdegup kencang.

Ajang bergengsi yang diinisiasi komunitas Coo Project ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Ambon dan dukungan penuh dari Anggota DPR RI Komisi X Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends, yang namanya diabadikan menjadi Mercy Barends Trophy, piala bergilir yang diperebutkan para band lokal.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, hadir langsung di tengah kerumunan dan memberi apresiasi tinggi kepada para penyelenggara dan peserta. Menurutnya, festival ini bukan hanya soal kompetisi musik semata.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba musik. Ini adalah wujud nyata semangat kita bersama menjaga predikat Ambon sebagai City of Music dari UNESCO,” tegas Wattimena disambut tepuk tangan meriah.

Wali Kota menegaskan pentingnya menyediakan ruang-ruang ekspresi kreatif bagi anak muda agar bakat dan potensi mereka tidak terpendam. Ia menyadari, tanpa wadah dan panggung, generasi muda sulit berkembang.

“Kalau tidak ada wadah, mereka akan kesulitan untuk tumbuh. Event seperti ini bukan hanya meriah, tapi punya makna besar bagi masa depan musik di kota ini,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Ambon telah menetapkan dua program prioritas untuk mendukung sektor ekonomi kreatif, khususnya musik. Pertama, membangun ekosistem industri kreatif yang terintegrasi. Kedua, menyediakan ruang publik terbuka bagi musisi muda untuk berlatih dan tampil.

“Kami ingin anak-anak muda Ambon punya tempat untuk tumbuh dan berkarya. Dan kalau kegiatan ini lahir dari komunitas, bukan sekadar soal anggaran, tapi soal semangat yang akan hidup lebih lama,” tambah Wattimena.

Kehadiran Mercy Barends Trophy di festival ini juga menjadi simbol semangat berkelanjutan, agar kompetisi tak berhenti hanya pada satu acara, melainkan menjadi tradisi tahunan yang konsisten.

Ketua Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Ambon, Karel Leiwakabessy, yang juga hadir, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah penting menjaga reputasi Ambon sebagai kota musik dunia.

“Musik adalah bahasa universal. Lewat kompetisi seperti ini, kita bisa melahirkan musisi muda yang bukan hanya hebat di lokal, tapi juga bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Karel penuh keyakinan.

Ia menambahkan, untuk mempertahankan gelar City of Music, kegiatan musik tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial, melainkan harus menjadi napas keseharian masyarakat.

“Kalau kita mau Ambon tetap dikenal dunia sebagai Kota Musik, maka aktivitas musik harus terus hidup dan dirasakan masyarakat. Festival seperti ini adalah energi positif yang wajib dijaga,” katanya.

Festival Band Competition 2025 bukan hanya memamerkan bakat. Acara ini juga menularkan semangat kolektif untuk terus mencipta, berinovasi, dan menjaga warisan musik Ambon sebagai identitas kota.

Suasana festival pun penuh kegembiraan: penonton dari berbagai usia ikut bernyanyi, bertepuk tangan, hingga merekam penampilan band favorit mereka.

Bagi banyak peserta, festival ini menjadi kesempatan emas untuk naik panggung besar, menampilkan karya, dan bertemu dengan sesama musisi dari berbagai penjuru Maluku.

Wali Kota Wattimena berharap festival semacam ini dapat diperluas dan dijadikan agenda tahunan yang didukung penuh pemerintah, swasta, dan komunitas.

“Ini bukan hanya tentang siapa yang juara. Yang lebih penting adalah menjaga api kreativitas anak muda Ambon tetap menyala,” tutupnya.

Festival Band Competition 2025 pun membuktikan, di balik predikat City of Music, Ambon memiliki generasi muda penuh talenta yang siap menggetarkan panggung – hari ini dan di masa depan.

Wali Kota Ambon Lantik Felix Audith Tisera Jadi Raja Urimessing

0

Ambon, Maluku.news – Jabatan Kepala Pemerintah Negeri (Raja) Urimessing yang lama kosong akhirnya terisi. Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, secara resmi melantik Felix Audith Tisera sebagai Raja Urimessing periode 2025–2033 dalam upacara adat yang berlangsung khidmat di Gereja Erine, Kampung Siwang, Negeri Urimessing, Jumat (30/5/2025).

Pelantikan ini disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kota Ambon, tokoh adat, pemuka agama, dan masyarakat setempat. Suasana haru dan sukacita mewarnai acara tersebut, menandai berakhirnya kekosongan kepemimpinan yang terjadi sejak wafatnya mendiang Raja Yohanes Tisera.

Proses penetapan Raja Urimessing sepenuhnya dilakukan melalui mekanisme adat yang melibatkan Badan Saniri Negeri (BSN) dan keluarga soa yang memiliki hak, sesuai tradisi dan peraturan yang berlaku.

“Pemerintah Kota Ambon tidak pernah mencampuri urusan adat. Kami hanya memfasilitasi dan memproses usulan resmi dari Saniri Negeri,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan seorang raja definitif bukan hanya simbol adat dan budaya, tetapi juga sosok penting dalam menjamin kesinambungan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat negeri.

Menurutnya, keberadaan raja definitif juga menjadi penopang utama terciptanya harmoni sosial, khususnya di negeri adat yang memiliki sejarah dan peran penting bagi Kota Ambon.

“Tanpa pemimpin definitif, banyak urusan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat yang terhambat. Karena itu, pelantikan ini sangat strategis,” ungkap Wattimena.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Felix Audith Tisera dan berpesan agar selalu menjunjung tinggi warisan leluhur, nilai-nilai kearifan lokal, dan memimpin dengan hati yang melayani.

“Jabatan ini bukan untuk berkuasa, tapi untuk melayani. Jika Tuhan mempercayakan dan leluhur merestui, maknai jabatan ini dengan penuh ketulusan,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Ambon juga menyinggung dinamika yang sempat muncul di tengah masyarakat selama proses penetapan raja. Ia mengajak seluruh warga Urimessing untuk bersatu mendukung raja yang telah dilantik dan mengesampingkan perbedaan demi kemajuan negeri.

“Yang bukan pemilik jangan memaksakan kehendak, karena yang memiliki hak akan diberkati dan dijaga Tuhan. Kita harus kembali rukun demi masa depan Urimessing,” katanya.

Pesan ini disambut baik oleh para tokoh adat dan masyarakat yang hadir, yang kemudian menyampaikan komitmen untuk menjaga kerukunan di negeri mereka.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah negeri dalam mendukung 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon, yang meliputi penataan pasar, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, hingga pembangunan fasilitas publik yang inklusif.

Ia menegaskan bahwa semua pembangunan di kota ini harus dijalankan dengan semangat inklusif, toleran, dan berkelanjutan sesuai visi “Ambon Manis” yang telah ditetapkan.

“Jangan bekerja demi pujian atau keuntungan pribadi. Bekerjalah dengan ikhlas agar dikenang sebagai bagian dari sejarah baik kota ini,” pesan Wattimena.

Menurutnya, pelantikan raja baru juga harus menjadi momentum membangun kolaborasi antara pemerintah negeri dan Pemerintah Kota Ambon.

“Pemerintah kota akan selalu membuka ruang dialog dan kerja sama, karena kita semua punya tanggung jawab yang sama: membangun Ambon yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan pelantikan ini, Felix Audith Tisera resmi mengemban amanah sebagai Raja Urimessing hingga tahun 2033. Ia diharapkan mampu menjadi pemimpin yang adil, menjadi pemersatu masyarakat, serta menjaga nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi.

Bagi masyarakat Urimessing, hadirnya raja definitif menjadi awal baru untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempercepat pembangunan di negeri mereka.

“Semoga Raja Felix dapat membawa Negeri Urimessing lebih maju, rukun, dan tetap berpegang pada adat istiadat yang diwariskan leluhur,” pungkas Wali Kota.

Pemkot Ambon Tegaskan Netralitas soal PAW Raja Urimessing

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan posisinya yang netral dan tidak terlibat dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Raja Negeri Urimessing. Penegasan ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Ambon, Alfian Lewenussa, menyusul munculnya polemik di tengah masyarakat terkait pelantikan Felix Tisera sebagai Raja Urimessing periode 2025–2033.

Dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (29/5/2025), Lewenussa dengan tegas membantah adanya intervensi dari pihak pemerintah kota dalam proses pengangkatan tersebut.

“Kami dari pemerintah kota, khususnya Bagian Pemerintahan, tidak pernah mencampuri proses PAW. Semuanya sepenuhnya merupakan kewenangan Saniri Negeri,” ujarnya.

Menurut Lewenussa, seluruh tahapan pemilihan hingga penetapan raja merupakan domain Saniri Negeri Urimessing, lembaga adat yang berwenang menentukan calon pemimpin negeri. Keterlibatan Pemkot hanya sebatas administrasi, yaitu memverifikasi dokumen usulan resmi yang diajukan oleh Saniri Negeri melalui camat.

“Saniri Negeri sudah beberapa kali menyampaikan bahwa prosesnya berjalan sesuai aturan. Bahkan mereka sudah bertemu langsung dengan Wali Kota untuk menyerahkan usulan resmi,” tambahnya.

Setelah melalui verifikasi oleh camat dan Bagian Pemerintahan, usulan tersebut kemudian diproses untuk tahap pelantikan sesuai prosedur yang berlaku.

Menyikapi adanya penolakan dari sebagian pihak, Lewenussa menegaskan bahwa Pemkot Ambon tetap membuka ruang dialog. Menurutnya, sebelum pengusulan resmi diterima, Pemkot juga telah memfasilitasi beberapa forum koordinasi dan diskusi agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan.

“Kami tetap memfasilitasi jika ada pihak yang keberatan, tapi harus diingat, kami bertindak sesuai mekanisme yang ada. Tidak bisa sepihak,” jelas Lewenussa.

Ia menekankan bahwa sikap Pemkot tidak didorong kepentingan politik maupun kelompok tertentu, melainkan demi kelancaran roda pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Negeri Urimessing.

“Kami tidak punya kepentingan apapun, kecuali memastikan masyarakat tetap terlayani dan hidup sejahtera,” tegasnya.

Raja definitif penting bagi pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Lewenussa juga menyoroti pentingnya kehadiran seorang raja definitif di Negeri Urimessing. Menurutnya, keberadaan raja bukan hanya soal simbol adat, tetapi juga untuk memastikan program-program pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan efektif.

“Urusan adat kami serahkan sepenuhnya kepada negeri. Tapi soal pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat adalah tanggung jawab seorang raja,” katanya.

Ia berharap, setelah dilantik, Raja Felix Tisera dapat bekerja sama dengan Saniri Negeri, para kepala kampung, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyusun dan menjalankan program-program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan warga.

“Yang kami harapkan, raja bisa jadi pemersatu. Bukan untuk memperkuat perpecahan, tapi membawa semua elemen bersama-sama membangun negeri,” lanjut Lewenussa.

Lewenussa juga mengingatkan bahwa setiap penetapan raja harus melalui mekanisme adat yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, baik yang pro maupun kontra, untuk menghormati hasil keputusan Saniri Negeri sebagai lembaga adat yang sah.

“Proses ini sudah selesai di tingkat adat, dan kami hanya menjalankan prosedur administratif. Kami harap semua pihak bisa menerima demi kepentingan masyarakat yang lebih besar,” pungkasnya.

Dengan penegasan sikap netral ini, Pemkot Ambon berharap suasana di Negeri Urimessing kembali kondusif, agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan baik demi kesejahteraan bersama.

Ketua DPRD Maluku Serahkan Satu Hewan Qurban di Masjid Darul Hasanah

0

Ambon, Maluku.news – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, tahun 2025,Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menyerahkan secara langsung seekor sapi qurban kepada pengurus Masjid Darul Hasanah di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Penyerahan hewan qurban tersebut merupakan bagian dari komitmen Ketua DPRD Maluku untuk terus berbagi dengan masyarakat, khususnya umat Muslim, dalam momentum perayaan hari besar keagamaan.Ujar Ketua DPRD Maluku Benhur G Watubun kepada wartawan usai penyerahan hewan Qurban pada Kamis (29/05/25)

Dia menyampaikan yang merasa berkelebihan memberikan kepada orang yang berhak menerimanya, dan ini wujud kepada Allah Subhanahu wa ta ala Tuhan Yang Maha Kuasa, dan DPRD juga terlibat didalamnya.

Apalagi Ini sebagai bentuk sosial yang patut kita berikan. Kami doakan semoga orang yang menerima suatu saat memperoleh berkah sehat selalu dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.

Tugas Masjid ini selain memakmurkan umat, namun mereka harus memperoleh bagian yang perlu dan harus mereka dapatkan. Pemberian hewan qurban sapi ini ada juga kambing yang diberikan ditempat lain selain samping IAIN.

Dia mengaku selama ini biasanya kita berikan hewan qurban di Masjid Raya Al-fata , tetapi kita harus memilih ke tempat penting juga.
Penyaluran hewan qurban oleh DPRD Maluku ini direncanakan akan terus berlanjut ke tempat lain,sebagai bagian dari agenda rutin tahunan

Tak hanya itu kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Ia berharap hewan qurban yang diserahkan dapat memberikan manfaat kepada seluruh jamaah.”ucapnya.

Sementara itu Pengurus Masjid Darul Hasanah desa poka Bripka Iwan Sedubun menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua DPRD Maluku dan seluruh anggota yang sudah memberikan bantuan hewan Qurban satu ekor sapi.

Kami berharap bantuan hewan Qurban ini menjadi berkah untuk kita semua , setelah penyembelihan kami akan membagikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya khususnya di desa poka,”pungkasnya.

Universitas Muhammadiyah Maluku Punya Dua Warek “Naturalisasi”

0
Unimku2
Penandatanganan Berita Acara Pelantikan Warek I Dr. Andi Thamrin, M.Si., dan Warek II Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I. oleh Rektor UM Maluku Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., disaksikan Wakil sekretaris III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D di Aula SMK Muhammadiyah Ambon, Selasa (27/5). (Foto UM Maluku)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Ambon, Maluku.news – Sejak dirintis tahun 2015, Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku Ambon hanya mempunyai seorang wakil rektor. Namun sejak hari ini, Selasa (27/5), sudah ada dua wakil rektor di kampus tersebut, hasil “naturalisasi”.

Kedua wakil rektor adalah Warek I Dr. Andi Thamrin, M.Si., dan Warek II Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I. Pelantikan keduanya dilakukan oleh Rektor UM Maluku Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., di Aula SMK Muhammadiyah Ambon.

Kedua Warek dilantik berdasarkan SK Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernomor SK 0123/Kep/I.3/2025 dan SK 0124/Kep/I.3/2025 tanggal 30 Maret 2025.

Sebelum pelantikan, lebih dulu dibacakan SK Nomor 0122/Kep/I.3/2025 tentang Pemberhentian Wakil Rektor Unimku periode 2021-2025 Dr Elias Marzuki.

Ketiga SK ditandatangani Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. dan Sekretaris Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D.

Sebelum dilantik Rektor UM Maluku, kedua wakil rektor mengucapkan janji pelantikan di hadapan rektor dan seluruh hadirin. Hadir pula pada kesempatan itu Kabag Umum LLDikti XII Stevi Moniharapon, ST., MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si.

Wakil sekretaris III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D saat memberikan sambutan sempat meminjam istilah naturalisasi pemain sepakbola yang dilakukan PSSI kepada pemain keturunan Maluku di luar negeri.

“Jadi, anggap saja ini naturalisasi. Kedua wakil rektor ini adalah orang Muhammadiyah. Warek I Dr. Andi Thamrin, M.Si., dari Universitas Muhamadiyah Maluku Utara (UMMU) sedangkan Warek II Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ini adalah bentuk akselerasi. Ke depan, kita ingin insan-insan Muhammadiyah dari Maluku sendiri,” papar Adam.

Rektor UM Maluku Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyatakan, dirinya tidak meragukan profesionalisme kedua warek sebab sudah mengenal keduanya secara baik.

Menurut Al-Fadhat, dirinya sudah mengenal Dr Andi Thamrin, M.Si., sebagai wakil rektor di UMMU Ternate sebanyak dua kali. Sedangkan Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., sudah dikenalnya karena sudah bekerja bersama-sama di UMY, dan sama-sama sebagai kader perserikatan.

Al-Fadhat berharap, ke depan, UM Maluku semakin maju dan berkembang sebagai kampus kultural. Saat ini saja, sudah ada staf dosen dari warga Kristen, ke depan, diharapnya banyak mahasiswa Kristen mau kuliah di UM Maluku.

“Saat ini pun, lagu Mars Muhammadiyah yang tadi kita nyanyikan, digubah oleh dosen beragama Kristen dari Universitas Pattimura, Ronny Loppies” paparnya.

Selain pelantikan dua wakil rektor, di tempat yang sama juga berlangsung penandatanganan kerja sama antar UM Maluku dan UMMU Ternate untuk bidang penelitian, pengembangan dan pengabdian masyarakat. (Maluku.news)

Komisi II DPRD Maluku dan KPS Soroti Kebocoran Penangkapan Ikan

0

Ambon, Maluku.news – Komisi II DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku dan Konsorsium Pemuda Seram (KPS). Pertemuan ini membahas temuan terkait kebocoran dalam aktivitas penangkapan ikan di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di kawasan Seram.

Menariknya dari hasil kajian yang dilakukan Konsorsium Pemuda Seram, terdapat kebocoran penangkapan untuk tiga zona WPP. Hanya saja, data yang tersebut masih perlu di elaborasi dengan Dinas Kelautan Dan Perikanan Maluku.

“Sehingga kita minta supaya data itu di soundingkan lagi dengan data dari dinas kelautan dan perikanan, sehingga kita bisa mendapatkan data yang valid,”ujar Wakil Ketua Komisi II John Laipeny kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Selasa (27/05/2025).

Maluku memiliki potensi perikanan kelautan terbesar di Indonesia, kekayaan laut yang melimpah, dengan luas wilayah laut mencapai 92,4% dan produksi perikanan tangkap mencapai 4,69 juta ton per tahun.

Provinsi ini merupakan salah satu lumbung ikan nasional, dengan sumbangan produksi perikanan tangkap sekitar 10,08% dari total produksi perikanan tangkap Indonesia.

Potensi yang dimiliki negeri seribu pulau ini tersebar di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), 714 (Laut Banda), 715 (Laut Seram dan Teluk Tomini), dan 718 (Laut Arafura dan Laut Timor).

Walaupun belum bisa menyampaikan data tersebut, namun menurutnya data yang disampaikan konsorsium pemuda seram tentunya akan disatukan menjadi data valid untuk nantinya disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Dengan kajian mereka, berarti semua stakeholder resah terhadap penerimaan PAD, begitu dana bagi hasil dari Jakarta terhadap lautan yang begini luas, hasil melimpah, tapi kita semua orang Maluku masih di bawah garis kemiskinan. Sehingga data itu valid untuk sama-sama berjuang ke Kementerian,”tuturnya.

Upaya yang dilakukan, kata Laipeny sejalan dengan program Gubernur Hendrik Lewerissa untuk hilirisasi sektor perikanan. Apalagi selama ini, Maluku hanya bergantung dengan dana transfer pusat cuma Rp3,3 triliun. Untuk itu perlu ada gerakan, sehingga adanya perhatian dari pemerintah pusat, terhadap kekayaan perikanan yang seharusnya benar-benar dinikmati oleh rakyat Maluku.

“Kita kaya, dampaknya sangat besar terhadap proses pengiriman anggaran tersebut. Sehingga mau tidak mau kita harus bereaksi terhadap dana bagi hasil kita di sektor perikanan,”ucapnya.

Dari langkah konsorsium pemuda seram, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk peduli dan sadar, dengan menyumbangkan pikiran dan data terhadap perikanan, untuk nantinya diperjuangkan ke pusat.

“Kita harus satu suara, mendukung Gubernur dalam program hilirisasi sektor perikanan,”ajak Laipeny.

Pemkot Ambon Bergerak Lawan Pungutan Liar, Polri dan Kejaksaan Dukung Saber Pungli

0

Ambon, Maluku.news – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menghidupkan kembali Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. Baik Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease maupun Kejaksaan Negeri Ambon menyatakan komitmennya untuk bersama-sama memberantas praktik pungli yang selama ini dinilai menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat.

“Terkait pengaktifan Saber Pungli, kami dari Polresta Ambon bersama Bapak Kajari Ambon mendukung penuh. Ini langkah penting dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat,” tegas Kapolresta Ambon dan Pp Lease, AKBP Yoga Putra Prima Setya, usai mengikuti apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin (26/5/2025).

Kapolresta menjelaskan, penanganan pungli akan diawali dengan langkah persuasif, khususnya kepada juru parkir, pedagang, serta organisasi masyarakat (ormas) yang kerap terindikasi melakukan pungutan liar di ruang publik.

“Kami sudah mulai dengan imbauan. Tapi kalau setelah diingatkan mereka tetap membandel, kami tidak akan ragu untuk menindak tegas. Kami siap bekerja sama dengan Kejaksaan untuk memproses secara hukum,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak kepolisian sudah menangkap beberapa pelaku pungli dalam operasi di lapangan beberapa waktu terakhir.

“Penegakan hukum akan terus kami lakukan, demi menciptakan Kota Ambon yang lebih tertib dan bersih dari praktik ilegal,” tegasnya.

Senada, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Ardiyansyah, menegaskan bahwa pungutan liar tidak hanya merugikan masyarakat secara langsung, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perekonomian kota.

“Berdasarkan data, pungli menjadi salah satu pemicu inflasi di Ambon. Ini jelas merugikan masyarakat dan menghambat program-program pembangunan,” ujar Ardiyansyah.

Ia menambahkan, pihak kejaksaan menyambut baik langkah Pemkot Ambon yang secara serius mengaktifkan kembali Saber Pungli sebagai wujud nyata upaya memperbaiki pelayanan publik.

“Kami siap mendukung penuh. Penegakan hukum yang tegas dan konsisten adalah kunci untuk membuat pungli benar-benar hilang dari kota ini,” tegasnya.

Pengaktifan kembali Saber Pungli sebelumnya disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, sebagai bagian dari langkah konkret Pemkot dalam memperbaiki kualitas layanan publik.

Wattimena menegaskan, cakupan kerja Saber Pungli akan diperluas, bukan hanya fokus di Pasar Mardika, tetapi juga menyasar sektor-sektor pelayanan publik lainnya yang rawan terjadi pungutan liar.

“Kami tidak akan toleransi terhadap pungli. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” kata Wattimena.

Selain menindak pungli, Pemkot juga mulai menata kembali parkir liar yang selama ini menjadi sumber keluhan masyarakat. Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan, terutama di kawasan padat aktivitas.

Baik Polresta maupun Kejaksaan sepakat bahwa keberhasilan Saber Pungli tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kalau masyarakat masih diam saja, pungli akan terus hidup. Tapi kalau kita sama-sama melawan, maka pelayanan publik akan jauh lebih baik,” kata Ardiyansyah.

Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan atau menjadi korban pungli.

“Kami pastikan laporan akan kami tindaklanjuti. Ini bukan sekadar simbol, tapi langkah nyata memperbaiki kota kita,” tegas Yoga Putra.

Dengan dukungan penuh dari kepolisian dan kejaksaan, Pemkot Ambon berharap gerakan Saber Pungli tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan.

“Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pungli adalah musuh bersama. Pelayanan publik harus kembali ke niat awal: melayani masyarakat, bukan membebani,” pungkas Wali Kota Wattimena.

Gerakan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Ambon sebagai kota yang lebih tertib, bersih, dan ramah investasi, demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warganya.