Beranda blog Halaman 29

Pemkot Ambon Aktifkan Lagi Saber Pungli Awasi Layanan Publik

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi mengaktifkan kembali Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) sebagai upaya memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh pelayanan publik di Kota Ambon benar-benar bersih dari praktik pungutan liar.

Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai memimpin apel pagi di Balai Kota, Senin (26/5/2025).

“Saber Pungli ini sebenarnya sudah lama ada, namun sekarang kita fungsikan kembali dengan cakupan yang lebih luas. Bukan hanya menyasar Pasar Mardika, tapi juga seluruh sektor pelayanan publik di Kota Ambon,” ujar Wattimena.

Wali Kota menekankan, Pemkot Ambon bersama Polresta Pulau Ambon dan Kejaksaan Negeri Ambon sepakat untuk bersikap tegas terhadap semua bentuk pungutan liar yang mencederai kepentingan masyarakat.

“Kami berkomitmen menegakkan aturan dan menindak tegas segala bentuk pungli yang ada, demi menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” tegasnya.

Selain menyoroti pungli, Pemkot juga mulai menata parkir liar, khususnya di kawasan Pasar Mardika, yang kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban. Wali Kota meminta pedagang dan pemilik kendaraan untuk mematuhi aturan, termasuk memanfaatkan area yang memang sudah disediakan pemerintah.

“Kalau di dalam pasar masih kosong, kenapa masih berjualan di luar? Kecuali memang sudah penuh, baru bisa dimaklumi,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan program pembangunan sekolah rakyat sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan. Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan lahan yang memadai.

“Kami membutuhkan sekitar delapan hektar lahan, dan itu belum tersedia di wilayah Kota Ambon,” jelas Wali Kota.

Sebagai alternatif, Pemkot berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah negeri di wilayah Leitimur dan Teluk Ambon untuk membuka peluang penyediaan lahan.

Terkait parkir liar yang kian marak, khususnya pada malam hari, Wali Kota mengingatkan kembali bahwa Pemkot sebenarnya telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) yang terbit pada 2018. Saat ini, Pemkot akan lebih aktif menegakkan aturan tersebut melalui Dinas Perhubungan (Dishub).

“Dishub sudah berulang kali memberi imbauan agar pemilik kendaraan tidak memarkir mobil di badan jalan. Siang dan sore saja jalan sudah penuh, jadi kalau malam ditambah parkir liar akan semakin macet,” tandasnya.

Wattimena juga menyampaikan dukungan penuh Pemkot Ambon terhadap pembentukan Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini bentuk keseriusan kami mendukung program pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Pemkot juga menggandeng RS Siloam dalam program pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya deteksi dini kanker payudara. Awalnya, kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu. Namun karena kurangnya minat, pemeriksaan kesehatan tersebut kini dibuka untuk masyarakat umum.

“Langkah ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” tambahnya.

Dengan aktifnya kembali Saber Pungli, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk menjaga pelayanan publik tetap bersih, transparan, dan profesional. Wali Kota menutup keterangannya dengan harapan agar seluruh aparatur pemerintah hingga masyarakat ikut mendukung langkah ini.

“Semua ini demi kebaikan bersama, supaya pelayanan publik benar-benar melayani, bukan menjadi beban bagi warga,” pungkas Wattimena.

Langkah ini menjadi bagian penting dari 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon, yang diarahkan untuk mewujudkan kota yang inklusif, tertib, dan semakin ramah investasi.

Wattimena Tutup ASSC Cup 2025: Ambon Siap Jadi Gudang Atlet Voli

0

Ambon, Maluku.news – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, resmi menutup Turnamen Volly Amboina Selection Sport Club (ASSC) Cup 2025 yang berlangsung meriah di GOR Sport Hall Karang Panjang, Jumat (23/5/2025) malam.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPR RI Ali Kolatlena, Ketua PBVC Kota Ambon, jajaran KONI Kota Ambon, Direktur UT Ambon, para tokoh olahraga Maluku, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ambon.

Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan apresiasi kepada panitia, atlet, sponsor, dan semua pihak yang mendukung suksesnya turnamen yang diikuti 48 tim ini.

“Olahraga mempersatukan kita semua. Kita patut bersyukur karena kegiatan ini menunjukkan semangat sportivitas dan persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat Ambon,” ujar Wattimena.

Turnamen ini mengusung tema “Sportivitas dan Persaudaraan dalam Semangat Kompetisi Sehat”, sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan, selaras dengan spirit “Beta Par Ambon, Ambon Per Semua”.

Wali Kota menegaskan, Pemkot Ambon mendukung penuh kemajuan olahraga, khususnya bola voli, melalui pembinaan berkelanjutan bersama KONI Kota Ambon. Rencananya, Pemkot akan menggelar event olahraga rutin setiap bulan sebagai ruang kompetisi dan pencarian bibit atlet.

“Kami ingin menjadikan Ambon sebagai gudang atlet berbakat untuk Maluku. Semua akan difasilitasi lewat turnamen rutin dan pelatihan terprogram,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan para atlet agar tetap disiplin dalam latihan dan menjaga gaya hidup sehat demi meraih prestasi yang lebih tinggi.

Turnamen Bergengsi dan Kompetitif
ASSC Cup 2025 diikuti 48 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 16 tim putri. Turnamen ini menggunakan sistem penyisihan grup dengan dua set kemenangan, dan berhasil menghadirkan persaingan ketat sejak pembukaan pada 12 Mei 2025.

Hasil akhir kategori putra:

  • Juara I: Tim ASSC 1 Kota Ambon
  • Juara II: Tim Tutunametal (Papua Barat)
  • Juara III: Tim Das Masela
  • Juara IV: Tim Arma

Hasil kategori putri:

  • Juara I: Tim Dokar
  • Juara II: HTMS
  • Juara III: MVBC
  • Juara IV: Mita Nero

Selain itu, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu sebagai bentuk apresiasi:

Kategori putra:

  • Pemain Terbaik: Jerry Ratu Anik (Arma)
  • Tosser Terbaik: Segen Tenggok (Tutunametal)
  • Libero Terbaik: Samuel Lewir (Das Masela)
  • Bloker Terbaik: Yusli Patianan (ASSC)
  • Servis Terbaik: Hendrik Mabala (ASSC)

Kategori putri:

  • Pemain Terbaik: Sofina Kendi (MVBC)
  • Tosser Terbaik: Fani Linansera (Putri Lutan Leru)
  • Libero Terbaik: Fena Delwoi (HTMS)
  • Bloker Terbaik: Natalia Leonisa (Dokar)

Penghargaan lainnya juga diserahkan kepada:

  • Pemain Muda Terbaik: Elon Watrupun (Nomraja)
  • Suporter Terbaik Tim: Tim Arma
  • Suporter Individu Terbaik: Fika dan kawan-kawan

Harapan Jadi Agenda Tahunan
Turnamen ini didukung penuh oleh Pemkot Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Maluku Ali Kolatlena, sponsor lokal, alumni, serta simpatisan ASSC.

Wattimena berharap, ASSC Cup dapat menjadi agenda tahunan, sehingga pembinaan atlet voli di Kota Ambon semakin terarah dan konsisten.

“Event seperti ini sangat penting, bukan hanya soal juara, tapi juga soal persatuan, kerja sama tim, dan sportivitas,” pungkasnya.

Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan trofi kepada para pemenang, diiringi tepuk tangan meriah dari ratusan penonton yang memadati GOR Sport Hall Karang Panjang.

Dengan semangat sportivitas dan kolaborasi, Kota Ambon menegaskan komitmennya menjadi pusat lahirnya atlet-atlet voli berbakat yang siap bersaing di level provinsi hingga nasional.

Kantor Camat Tanimbar Utara Diduga Disalahgunakan untuk Aktivitas Tak Pantas

0

Bupati Ricky Jauwerissa Diminta Bertindak Tegas

Larat, Maluku.news – Kantor Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik untuk urusan administrasi seperti surat domisili, KTP, kartu keluarga, hingga surat nikah, kini menjadi sorotan akibat dugaan penyalahgunaan fungsi ruang oleh oknum pejabat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Maluku.news, ruang dalam kantor tersebut kini dibagi menjadi dua bagian. Satu digunakan oleh Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kabag PMD) berinisial M.S, sementara ruangan lainnya disebut-sebut digunakan sebagai tempat “bersantai”. Pernyataan ini awalnya dianggap sebagai gurauan oleh M.S, namun belakangan terungkap dugaan pelanggaran serius.

M.S diduga menyerahkan kunci kantor kepada seorang ibu rumah tangga berinisial A.J, dengan alasan untuk keperluan tugas kurikuler menggunakan komputer. Namun, pada Kamis pagi (17/04/2025) sekitar pukul 08.00 WIT, A.J terlihat memasuki kantor camat dengan perilaku mencurigakan.

Tak lama berselang, M.S juga datang dan masuk ke dalam ruangan. Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa keduanya memutar musik keras dan menunjukkan perilaku tidak pantas di lingkungan kantor pemerintahan. Ironisnya, kejadian ini berlangsung di hadapan Camat Tanimbar Utara, Alexis Sianressy, yang diduga memilih untuk tidak mengambil tindakan apa pun.

Lebih lanjut, sumber tersebut menyebutkan bahwa insiden memalukan ini bahkan sengaja ditutup-tutupi oleh Camat Alexis Sianressy, seolah tidak pernah terjadi.

“Ini mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, khususnya Bupati Jauwurissa. Kami menilai ini sebagai bentuk kegagalan dalam membina dan mengawasi bawahannya,” ungkap sumber tersebut.

Puncaknya, istri dari M.S dilaporkan mendobrak pintu kantor dan memergoki M.S dan A.J dalam kondisi yang tidak senonoh. Tak kuasa menahan emosi, sang istri keluar dari kantor sambil menangis.

Masyarakat dan sejumlah pegawai mendesak agar Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa segera mengambil langkah tegas terhadap Camat Tanimbar Utara Alexis Sianressy dan Kabag PMD M.S, yang dinilai telah mencoreng etika birokrasi dan melecehkan institusi pelayanan publik.

Komisi II DPRD Maluku Soroti Keterbatasan Kuota BBM di Buru

0

Ambon, Maluku.news – Penetapan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk beberapa daerah di Maluku dianggap belum merata dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap seluruh aktifitas masyarakat, maupun pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari BBM.

Keterbatasan kouta tersebut dirasakan pada dua daerah, yaitu Kabupaten Buru Dan Buru Selatan (Bursel), yang terungkap dari hasil pengawasan DPRD.

Untuk itu, Dewan bertekad untuk memperjuangkan penambahan Kouta BBM untuk dua daerah di bumi Bupolo dan Lolik Lalen Fedak Fena.

“Dalam komitmen kita rapat dengan para pengusaha minyak dan migas di Buru dan Buru Selatan telah disampaikan. Kami akan perjuangkan untuk penambahan Kouta kedua daerah,”ujar Anggota Komisi II, Ari Sehertian kepada wartawan di Ambon, Rabu (21/05/25).

Menurutnya, upaya yang dilakukan komisi, bentuk atas perjuangan aspirasi rakyat untuk mendapatkan BBM, terkhususnya petani, nelayan, serta pengendara yang menggantungkan hidup dari pekerjaannya.

“Hal ini dimaksudkan agar tidak membuat masyarakat bimbang mencari BBM kemana, karena salah satu kebutuhan yang sangat prinsip,”ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan agendakan rapat bersama Pertamina dan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas ESDM, untuk membicarakan hal ini lebih lanjut, untuk nantinya disampaikan ke Pemerintah Pusat, khususnya melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina.

“Kita akan perjuangkan agar adanya penambahan Kouta BBM untuk kedua daerah,”komitmen Sahertian

Komisi IV DPRD Maluku Soroti Krisis Layanan Kesehatan di RSUD Haulussy

0

Ambon, Maluku.news – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menyoroti memburuknya kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy Ambon. Kondisi tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan dan merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

Apalagi sektor kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kesehatan ini sangat penting. Kami dari Komisi IV sudah turun langsung ke 11 kabupaten/kota untuk memantau kondisi di lapangan, dan fokus utama kami saat ini adalah pada RSUD Haulussy,” ujar
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Welhelm Kurnala di Ambon, Rabu (21/05/25).

Menurutnya, berbagai kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah telah berdampak signifikan terhadap pelayanan di rumah sakit-rumah sakit daerah, termasuk RSUD Haulussy.

Ia mempertanyakan bentuk efisiensi yang dilakukan, karena di lapangan, hal itu justru berdampak pada buruknya kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Ketika efisiensi diterapkan, harus dipastikan bahwa bentuk pelayanannya tidak dikorbankan. Tapi yang terjadi, rumah sakit tetap menerima pasien, namun tidak dibarengi dengan ketersediaan obat dan alat medis. Ini jelas mengganggu layanan,” katanya.

Ia mencontohkan, dua minggu lalu RSUD Haulussy mengalami kekosongan cairan untuk cuci darah, yang merupakan kebutuhan vital bagi pasien gagal ginjal.

Kondisi ini, lanjutnya, menunjukkan adanya krisis serius dalam tata kelola manajemen rumah sakit tersebut.

“Dalam kekurangan seperti ini, ada banyak masalah yang tidak bisa didiamkan. Salah satu yang paling krusial adalah buruknya manajemen. Saya beranggapan, perlu ada perombakan besar-besaran dalam sistem manajemen RSUD. Tidak bisa lagi dibiarkan seperti ini,” tegas Kurnala.

DPRD Provinsi Maluku melalui Komisi IV berkomitmen akan melakukan pengawasan intensif terhadap kondisi pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, pihaknya akan memanggil dinas-dinas terkait setelah proses pengawasan di lapangan rampung, guna meminta penjelasan sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang ditemukan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Setelah ini dirampungkan, kami akan panggil setiap dinas terkait untuk mempertanyakan temuan-temuan kami dan mendesak adanya solusi. Ini bukan hanya soal anggaran, tapi juga soal keberpihakan pada hak dasar masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kurnala menyebut bahwa pihaknya juga akan menyampaikan seluruh hasil pengawasan dan temuan kepada Gubernur Maluku.

Ia berharap, sektor kesehatan tidak lagi dipandang sebelah mata, mengingat perannya yang sangat strategis dalam membentuk kualitas SDM yang unggul dan kompetitif.

“Pendidikan dan kesehatan itu adalah ujung tombak dari pembentukan SDM. Kalau kita ingin Maluku sejajar dengan provinsi lain, dua sektor ini harus menjadi perhatian utama. Jangan main-main dengan pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan di Maluku harus terus didorong agar lebih maksimal, baik dari segi fasilitas, ketersediaan obat, hingga sumber daya tenaga medis. Menurutnya, investasi di sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

“Kesehatan ini harus benar-benar kita push. Kita ingin ke depan, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin maksimal dan profesional. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban karena sistem yang tidak berjalan baik,” pungkas Kurnala

DPRD Maluku Soroti Nasib Guru Honorer di 11 Kabupaten Kota

0

Ambon, Maluku.news – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Welhem Kurnala, menyoroti nasib guru honorer yang belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini merupakan temuan hasil pengawasan di 11 kabupaten/kota salah satunya, khususnya di sektor pendidikan

Apalagi banyak guru honorer telah dirumahkan akibat regulasi terbaru, meskipun mereka telah lulus seleksi PPPK namun belum menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Welhelm Kurnala Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Selasa (20/05/25).

,Kurnala menegaskan bahwa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi perhatian khusus karena berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan.

“Kalau kita bicara pendidikan, maka sangat kompleks persoalannya. Di beberapa daerah kami temukan masalah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru, kekurangan fasilitas fisik, serta keberadaan guru honorer yang tidak lagi diakomodasi,” ujarnya.

Kurnala juga menyoroti keberadaan guru honorer yang telah dirumahkan karena regulasi terbaru, serta guru yang telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) namun hingga kini belum menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kita perlu melihat masalah Sumber Daya Manusia (SDM) ini secara serius, karena akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam sistem PPPK terdapat masa uji coba. Jika dalam kurun waktu lima tahun guru yang telah diangkat tidak melaksanakan tugas dan fungsi (tupoksi) dengan baik, maka hal itu akan menjadi catatan evaluatif.

“Kita ingin ada kelanjutan positif, bukan hanya sebatas wacana. Pemerintah daerah harus hadir dan mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ini,” pungkas Welhem.

Komisi IV DPRD Maluku Ungkap Sejumlah Masalah DAK dan DAU

0

Ambon, Maluku.news – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku mengungkapkan sejumlah permasalahan serius dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku pada tahun anggaran 2024.

Ha ini disampaikan Sekretaris Komisi IV, Wellem Kurnala kepada wartawan di Ambon, selasa (20/05/25).

Dikatakan, dari hasil pengawasan, proyek fisik untuk pendidikan bermasalah terjadi pada beberapa daerah, seperti Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan pagar yang berasal dari DAU, dan gedung beserta pengadaannya dari DAK.

“Dari pendidikan banyak fisik disetiap kabupaten/kota itu bermasalah, DAK dan DAU, ada kerja yang benar ada jiga yang tidak benar,”ungkapnya.

Bahkan menurutnya, proyek yang turun ke daerah juga tanpa sepengetahuan Kepala Cabang Pendidikan, termasuk siapa yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran tersebut.

“Proyek DAK dan DAU yang turun ke setiap kabupaten/kota, tidak diberitahu kepada Kepala Cabang, bagaimana fungsi kontrolnya. Kepala cabang itu perpanjang tangan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Sehingga dia juga harus tahu apa sih yang dilakukan provinsi kepada setiap kabupaten/kota,”ujarnya.

Ia menilai salah satu faktor penyebab amburadul proses pekerjaan fisik dilapangan, bahkan tanpa kejelasan pihak yang bertanggung jawab, dikarenakan dimasa kepemimpinan sebelumnya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Sekarang ini semua dari kepemimpinan Kepala Dinas semua masih Plt, pertanyaannya siapa sih yang bertanggung jawab terhadap anggaran tahun 2024. Kalau Plt diganti, kemudian diganti lagi pertanyaannya siapa yang mau bertanggung jawab.

Kita kemarin turun pun tidak ada Kabid yang mendampingi, hanya Kepala Cabang. Kita turun juga bingung, masa Kacab tidak tahu,”bebernya.

Meski begitu kata Wellem dari hasil pengawasan tersebut akan dibahas kembali bersama OPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan hal ini secara detail.

“Tentunya di internal komisi akan membuat satu analisis setiap pengawasan, maka nanti ada rangkuman. Jadi ada pentahapan yang dilakukan, sehingga pencapaian yang kita mau kejar dalam rapat bersama Dinas nantinya,”tegas Kurnala.

Pemkot Ambon Bentuk Koperasi Merah Putih, Targetkan 50 Unit Baru

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan keseriusan mendukung kebijakan nasional penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.

Komitmen ini mulai diwujudkan secara konkret dengan berdirinya satu koperasi pertama di Negeri Batu Merah yang telah sah secara hukum.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena, usai memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota, Selasa (20/5/2025).

“Syukurlah bahwa semalam kita sudah live bersama Kakanwil Hukum Provinsi Maluku, Kadis Koperasi, serta Pemerintah Negeri Batu Merah, untuk menetapkan satu badan hukum Koperasi Merah Putih di Negeri Batu Merah,” ungkap Wattimena.

Dengan pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, satu unit Koperasi Merah Putih resmi berdiri di Kota Ambon dan menjadikan Negeri Batu Merah sebagai daerah percontohan untuk pengembangan selanjutnya.

Wattimena menegaskan, pembentukan koperasi ini bukan hanya sekadar wacana atau simbol seremoni, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan lembaga ekonomi rakyat yang sah, transparan, dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar pencapaian simbolik. Kita ingin koperasi ini benar-benar hadir di tengah masyarakat, sebagai wadah ekonomi yang inklusif dan mengangkat kesejahteraan warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Koperasi Merah Putih juga menjadi upaya konkret Pemkot Ambon mendorong masyarakat agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pembiayaan usaha, penguatan modal, hingga pelatihan manajemen usaha.

Target 50 koperasi
Wali Kota Ambon mengungkapkan bahwa langkah di Batu Merah hanyalah tonggak awal. Pemkot menargetkan pembentukan sedikitnya 50 koperasi Merah Putih baru di seluruh negeri dan kelurahan yang tersebar di wilayah Kota Ambon dalam waktu dekat.

“Kalau semua elemen desa dan kelurahan bergerak cepat, saya optimistis angka 50 bisa tercapai. Ini bagian dari upaya kita membangun ekonomi rakyat dari bawah, bukan dari atas,” katanya.

Menurutnya, koperasi akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global dan tekanan inflasi yang masih dirasakan oleh warga kota.

Pemkot Ambon juga memastikan tidak hanya berhenti pada tahap pendirian koperasi, tetapi juga akan mendampingi secara aktif. Mulai dari pendampingan administrasi, pelatihan manajemen, hingga membangun jaringan pemasaran produk anggota koperasi.

“Yang penting, koperasi ini tidak hanya berdiri di atas kertas. Harus hidup, beroperasi, dan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujar Wattimena.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik antara Pemkot, Pemerintah Negeri Batu Merah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon.

“Inilah contoh sinergi lintas sektor yang hasilnya langsung bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas, mendorong kemandirian usaha kecil, dan memperluas akses masyarakat terhadap lembaga keuangan yang sah dan terpercaya.

Konsep ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal, solidaritas sosial, dan prinsip keadilan ekonomi sebagai dasar pengelolaan koperasi.

“Ini adalah bentuk nyata gotong-royong modern. Kita ingin masyarakat tak lagi terjebak pada lembaga pembiayaan ilegal, tapi punya wadah sendiri yang sehat dan akuntabel,” jelas Wattimena.

Wali Kota berharap, ke depan Koperasi Merah Putih di Kota Ambon bukan hanya menjadi nama, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia optimistis, dengan dukungan semua pihak, target pembentukan 50 koperasi baru dapat tercapai dan memberi dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan warga.

“Kalau kita kerja sama, target ini bukan mustahil. Yang penting, niat tulus dan kerja keras dari semua elemen,” pungkasnya.

Dengan lahirnya koperasi pertama di Batu Merah, Pemkot Ambon membuka babak baru transformasi ekonomi berbasis rakyat demi mewujudkan Ambon yang lebih inklusif, mandiri, dan sejahtera.

Pemkot Ambon Bahas RPJMD 2025–2029, Wali Kota Minta Masukan Publik

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi memulai proses penyusunan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon 2025–2029.

Forum tersebut digelar di Ambon, Selasa (20/5/2025), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Hadir dalam kegiatan ini unsur organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan dan pemuda.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa penyusunan RPJMD bukan sekadar kewajiban administratif sebagaimana diatur undang-undang, tetapi merupakan komitmen moral pemerintah bersama masyarakat untuk menentukan masa depan Kota Ambon.

“RPJMD bukan hanya dokumen teknokratis, ini adalah cermin komitmen kita membangun Kota Ambon yang lebih baik. Karena itu, masukan dari semua elemen masyarakat sangat penting,” tegas Wattimena.

Wali Kota menjelaskan bahwa saat ini tim perencana telah menyusun draft Ranwal RPJMD secara teknokratis. Namun, konsultasi publik ini penting untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas, agar kebijakan pembangunan ke depan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Tadi saya sampaikan, 17 program prioritas yang sudah menjadi visi dan misi saya saat menjabat harus menjadi acuan utama. Dokumen ini harus punya indikator yang jelas, agar capaian program dapat diukur baik tahunan melalui RKPD maupun jangka menengah lima tahun,” jelasnya.

Wattimena menyebut, program prioritas tersebut antara lain mencakup penataan pasar tradisional, perbaikan sistem pengelolaan sampah, pembangunan fasilitas publik yang ramah disabilitas, penyediaan air bersih yang lebih merata, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM.

Wattimena juga menegaskan bahwa forum konsultasi publik tidak boleh hanya menjadi rutinitas seremonial. Sebaliknya, harus menjadi sarana mengakomodasi aspirasi, kritik, dan saran konstruktif dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap forum ini benar-benar dimanfaatkan untuk menyempurnakan arah pembangunan Kota Ambon yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif publik sangat penting agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi merata dan dirasakan semua lapisan warga, termasuk masyarakat di kawasan pesisir, pegunungan, dan kepulauan.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi Kota Ambon, seperti kerawanan bencana alam, tekanan inflasi, pengangguran, hingga persoalan kemiskinan yang meskipun cenderung turun namun masih harus ditekan lebih jauh.

Menurutnya, RPJMD 2025–2029 harus menjadi dokumen strategis yang menjawab tantangan-tantangan tersebut melalui program yang realistis, terukur, dan berkeadilan sosial.

“Kita ingin pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, budaya, dan lingkungan,” tambahnya.

Forum konsultasi publik ini juga menjadi bagian dari langkah Pemkot Ambon mewujudkan visi “Ambon Manis yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”.

Visi ini diharapkan dapat menjadi arah kebijakan pembangunan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat harmoni sosial dan pelestarian lingkungan.

Wali Kota menegaskan, penyusunan RPJMD harus melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari sektor pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum.

“Kalau hanya pemerintah yang bicara sendiri, maka hasilnya tidak akan maksimal. Tapi kalau semua pihak terlibat, kita bisa punya dokumen perencanaan yang benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat Ambon,” pungkas Wattimena.

Dengan langkah awal ini, Pemkot Ambon optimistis dokumen RPJMD 2025–2029 akan menjadi pedoman pembangunan yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga membawa perubahan nyata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Ambon.

Dinas Kominfosandi Ambon Gelar EKBALE 2025, Bentuk ASN Berkarakter dan Berintegritas

0

Ambon, Maluku.news – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon menggelar kegiatan Empowering Kingdom Builders for Life Excellence (EKBALE) 2025, sebagai upaya membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Command Center, Lantai IV Balai Kota Ambon pada Selasa (20/5/2025) ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kota Ambon dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Perwakilan Maluku.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Sandi Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi dalam pembangunan Kota Ambon sebagai smart city.

“Tantangan yang kita hadapi cukup berat, terutama sebagai dinas yang menjadi tulang punggung pembangunan kota cerdas. Karena itu, pembinaan karakter ASN menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Lekransy menambahkan, transformasi digital yang dijalankan Pemkot Ambon tidak hanya soal penguatan kapasitas intelektual ASN, tetapi juga penanaman nilai moral dan spiritual yang kuat.

“Aspek intelektual penting, tapi aspek spiritual juga tidak kalah penting. ASN yang punya karakter baik dan berintegritas adalah kunci terwujudnya pelayanan publik yang prima,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan smart city, ASN bukan hanya dituntut melek teknologi, tetapi juga harus menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan pelayanan.

Lekransy menyebut, keberhasilan program smart city juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di balik teknologi tersebut.

“Teknologi adalah alat, tapi yang menentukan dampaknya adalah karakter penggunanya,” jelasnya.

Pemkot Ambon, lanjut Lekransy, terus mendorong program penguatan kapasitas ASN, baik melalui pelatihan teknis maupun pembinaan mental dan spiritual.

“Kegiatan seperti EKBALE ini harus dilihat sebagai bagian penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku ASN agar lebih melayani dengan hati,” tambahnya.

Dalam sesi pembinaan, Dia Mursasongko dari LPMI menyampaikan materi bertema “Pemimpin dan Perspektifnya” yang didasarkan pada Injil Lukas 19:11-27.

Mursasongko mengajak ASN Kristen untuk memaknai waktu bekerja antara pukul 08.00–17.00 sebagai kesempatan melayani Tuhan melalui profesi, bukan semata-mata rutinitas.

“Waktu kerja adalah saat kita menciptakan nilai. Apakah itu digunakan untuk kebaikan banyak orang atau hanya untuk kepentingan diri sendiri, tergantung cara kita memaknainya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi yang dijalankan harus mampu membangun masyarakat yang lebih adil, bukan hanya mengejar kepentingan sempit.

Mursasongko mencontohkan bagaimana kebijakan, hukum, kurikulum, hingga produk media dapat digunakan untuk melayani masyarakat atau sebaliknya menjadi alat kepentingan segelintir pihak.

“Sangat penting bagaimana kita menggunakan waktu dari jam kerja sebagai cerminan Injil, agar memberi dampak positif bagi banyak orang,” tandasnya.

Sebelumnya, kegiatan EKBALE 2025 dibuka resmi oleh Pj. Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, Senin (19/5/2025) di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota.

Dalam pembukaan, Sapulette menyampaikan bahwa Pemkot Ambon mendukung penuh kegiatan pembinaan spiritual sebagai bagian dari upaya pembangunan mental ASN.

“ASN adalah garda depan pelayanan publik. Pembinaan seperti ini penting agar mereka tetap rendah hati, berintegritas, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Sapulette.

Ia juga menegaskan bahwa program seperti EKBALE sejalan dengan visi Pemkot Ambon untuk menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan humanis.

Sebagai tindak lanjut, pembinaan EKBALE akan digelar di masing-masing OPD bagi ASN Kristen, agar nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan secara luas.

Kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi kota cerdas tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga karakter manusia di baliknya.

Dengan ASN yang berkarakter kuat, berlandaskan iman, dan punya integritas, diharapkan Ambon dapat mewujudkan visi sebagai kota inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

“Teknologi adalah sarana, tapi nilai spiritual dan integritas adalah fondasi utama,” tutup Lekransy.