Beranda blog Halaman 100

Korban Tabrakan Oleh Oknum Polisi Adukan Polsek Baguala ke Propam Polda Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Sembilan hari laporan ke Polsek Baguala tidak direspon, nenek korban tabrakan sepeda motor oleh oknum polisi memilih mengadu ke Propam Polda Maluku. Korban Nenek Elisabeth Izack alias Oma Aba (71 tahun) diwakili dua anak kandung dan satu menantu.

Oke Izack, Hero Izack, dan Pieter Oppier saat ini, Senin (1/4) sedang berada di Kantor Propam Polda Maluku. Mereka berencana melaporkan kelalaian pihak Polsek Baguala yang tidak menindaklanjuti laporan yang disampaikan keluarga korban.

Lakalantas di Jalan Raya Soacupa-Passo terjadi hari Minggu (24/3) malam sekitar pukul 20.30 WIT. Pengendara sepeda motor diketahui anggota polisi yakni Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22 tahun). Diduga mabuk, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi tanpa lampu, dia menabrak Oma Aba yang berdiri di bahu jalan. Akibat tabrakan itu, tulang kaki kiri korban patah dan sudah sembilan hari dalam keadaan lumpuh.

Malam itu juga, setelah kejadian, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Baguala. Bahkan dua orang secara berbeda pergi melapor ke Polsek Baguala di Passo. Keduanya adalah Frangky Pesireron, seorang purnawirawan TNI, dan Hero Izack, anak kandung korban.

Besoknya, Senin (25/3), Oke Izack, juga anak kandung korban pergi ke Polsek Baguala untuk mengecek perkembangan laporan semalam. Akan tetapi, petugas di Polsek Baguala mengaku tidak pernah ada laporan lakalantas. Tetapi pihak Polsek Baguala mengaku ada laporan penganiayaan terhadap anggota polisi Hensen Calvin Yeheskiel Huwae di Larier Passo.

Saat kejadian tabrakan itu, saksi bernama Beatrix Oppier meminta Calvin Huwae pergi melaporkan diri ke Polsek Baguala, sebab sebentar nanti pihak keluarga akan ke sana. Ternyata Polsek Baguala tidak memproses laporan keluarga korban, dan hanya memproses laporan kekerasan di TKP terhadap Calvin Huwae.

Karena sudah sembilan hari tidak ada upaya dan itikad baik dari Polsek Baguala, pihak keluarga merasa perlu melaporkan ke Propam Polda Maluku.

Calvin Huwae diberitakan mengendarai sepeda motor.  Dia melaju dengan kecepatan tinggi tanpa lampu padahal hari sudah malam pukul 20.30 WIT.  Dia keluar dari badan jalan dan menabrak Oma Aba yang berdiri di bahu jalan.  Akibatnya, korban mengalami patah tulang dan sudah sembilan hari dalam keadaan lumpuh. (Maluku.news)

Proyek Dinas Pendidikan Maluku Sarat KKN

0

Ambon, Maluku.news – Diduga sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku sarat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Proyek-proyek tersebut berkaitan dengan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023.

Hal ini terkuak setelah DPRD Provinsi Maluku, melalui Komisi IV melakukan pengawasan tahap I di 6 Kabupaten/Kota. Didapati proyek yang dikerjakan salah satunya oleh adik dari Kepala Dinas Pendidikan, Insun Sangadji bermasalah.

“Ada beberapa temuan yang kami anggap cukup serius terutama di Dinas Pendidikan, diantaranya kami melihat sangat bermasalah terutama di pengelolaan DAK baik SMA, SMK,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary di Ambon, senin (01/04/2024).

Dijelaskan, proyek bermasalah terjadi di beberapa sekolah, seperti halnya di Buru, dimana pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Begitu pula yang terjadi di dua sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara yang menelan anggaran cukup besar yang mencapai miliaran.

“Ambil contoh di RAB harus pakai lespam yang asli mereka hanya beli esksabor, kemudian dipotong dan ditempel. pasang tehel di dinding itu hanya pakai lem dengan semen di SMA 1 Buru, jadi belum apa-apa sudah lepas. Yang harusnya dibuat pintu, tidak ada pintu, ada ruangan yang 100 persen perabot tidak ada dan sebagainya. ini yang menjadi problem cukup serius. kalau pengelolaan di dinas masih seperti begini, ini akan berdampak jangka panjang terhadap pendidikan kita,”tuturnya.

Samson mengakui, dari hasil koordinasi dengan masing-masing Kepala Sekolah, ternyata pekerjaan bermasalah tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Maluku, hanya saja tidak ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan rata-rata proyek dikerjakan oleh orang-orang yang berhubungan dengan istri Gubernur, termasuk adik dari Kepala Dinas.

“Ini yang menjadi problem di lapangan, sampai kepsek bilang kita mau mengawsi bagaimana, ini dikerjakan oleh adik kepala Dinas, dan orangh-orang yang berhubungan, atau berkaitan dengan istri Gubernur.

Ini kita belum telusuri apakah dalam proses tender ini ada KKN disitu atau tidak, mestinya jangan melibatkan keluarga dalam pelaksanaankaya begini, karena nanti fungsi pengawasan tidak optimal,”tandasnya.

Selain itu, terdapat juga beberapa proyek yang dikelolah langsung Kepala Dinas Pendidikan diduga fiktif, dalam hal ini proyek survei manajemen pelayanan pendidikan yang mencapai Rp700 juta.

“Data yang kita dapat ini ada dugaan langsung dikelola oleh Ibu Kadis, dan PPTK itu Juspi tuarita ini Kasubag Kepegawaian dan Umum, mestinya 700 juta ini haryus tender, dan dugaan ini ouput dari survei itu dibuat fiktif,”ucapnya.

Begitu juga dengan dana operasional Dinas, rata-rata per Cabang Dinas mendapat Rp300 juta. Hanya saja dalam realisasinya sesuai perintah Kepala Dinas harus dibuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Mirisnya setelah laporan dikirim, dana operasional tersebut tidak ditransfer oleh Dinas kepada Cabang Dinas.

“Apakah ini masuk di silfa uang tidak realisasi atau?, terjadi dan 11 kab/kota cukup besar terutama di tahap III dan ini merupakan keluhan dari cabang cabang dinas, mereka juga punya ketakutan karena sudah buat laporan. Ini sudah dikirim ke dinas tetapi dinas tidak transfer uang per tanggal 31 desember,”bebernya.

Atas hal tersebut, Politisi PDIP mengaku telah mengundang Kepala DInas untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun kenyataannya yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan DPRD.

“Dalam rapat sebelum pengawasan kita sudah minta data-data realisasi untuk pelaksanaan baik DAU maupun DAK tetapi tidak dibrikan secara lengkap. lewat penelusuran komisi IV itu ada beberapa proyek yang kita harus konfirmasi dengan dinas, tetapi kadis tidak pernagh hadir, sehingga tidak bisa terkonmfirmasi,”cetusnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Maluku untuk mengambil langkah sebagai tindak lanjut atas temuan dari hasil pengawasan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Insum Sangadji ketika dikonfirmasi mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku tidak melakukan tender pekerjaan DAK termasuk penentuan pemenang tender. Siapapun pengusaha memiliki hak yang sama untuk mengikuti berbagai tahapan sebagai persyaratan

Dia mengaku untuk mengerjakan suatu projek, termasuk Tender yang dilaksanakan secara terbuka oleh UK-PBJ Provinsi Maluku sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan pemenang dan berhak mengerjakan kegiatan projek termasuk projek DAK 2023. Sehingga secara normatif siapapun pemenang tender berhak untuk mengerjakan projek dimaksud.

Insum mengaku memberikan apresiasi terhadap hasil Pengawasan DAK Tahun 2023 oleh Komisi IV DPRD Provinsi Maluku di 2(dua) Kabupaten yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Buru,

Tak hanya itu hasil pengawasan ditemukan berbagai masalah. Walaupun dari sekian permasalahan yang disampaikan setelah dikonformasi dengan pihak sekolah banyak yang tidak sesuai laporan.

Kami akan segera kewajibannya dan memanggil Penyedia/Kontraktor untuk memenuhi menggunakan waktu 210 (dua ratus sepuluh) hari masa pemeliharaan sebagai tenggang waktu untuk memperbaiki dan melengkapi segala kekurangan yang ada.

Sehubungan dengan kegiatan Survei Layanan Pendidikan yang dianggarkan sebesar Rp.700 juta (tujuh ratus juta rupiah) tanpa dilelang karena kegiatan ini menggunakan Swakelola Tipe-3 yakni kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Lembaga Masyarakat dalam rangka mengelola kegiatan tertentu, dan kegiatan
serta laporan pelaksanaan kegiatan dinyatakan lengkap (tidak fiktif) .

Pengelolaan Dana Operasional Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kabupaten Kota se Maluku, tetap mengacu pada DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku tahun 2023, dan konsekuensinya adalah jika jumlah anggaran yang ditetapkan hanya sebagian yang dapat dipakai dan dipertanggung jawabkan oleh Cabang Dinas maka sebesar itulah yang diberikan dan sisa dananya dikembalikan ke Kas Daerah.

Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku tidak melakukan intervensi apapun terhadap
pengelolaan dana Cabang Dinas Kabupaten Kota. “ungkapnya.

Korban Kekerasan di Elpaputih, Ternyata Penyair dan Dosen Berprestasi

0

Ambon, Maluku. news – Korban kekerasan di Rumalait, Teluk Elpaputih, Maluku Tengah, ternyata bukan ‘perempuan biasa’. Meskipun tinggal di kampung, kiprahnya di dunia seni dan ilmu pengetahuan sampai di kancah nasional dan internasional.

Vien Rumailay (37), ibu tiga anak ini, dianiaya sepupu kandung Wemhansen Adinata alias Nata (25) di rumah tua tinggalan almarhum Abraham Rumailay di Rumalait, Minggu (10/3). Ia dimaki, dicekik, dipukul, diseret, diinjak, dan diancam pakai parang.

Ironisnya, peristiwa kekerasan itu berlangsung di depan mata ketiga anak Vien. Anak-anak pun mendapat ancaman dan diliputi ketakutan. Sedangkan suami Vien sedang bekerja di luar daerah.

Tersangka pelaku Nata dan korban Vien, adalah saudara sepupu dari garis ibu. Ibunda keduanya bersaudara kandung.

Sejak kejadian itu, Nata ditangkap polisi dan sampai kini mendekam di sel Polsek Teluk Elpaputih. Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sang korban Vien Rumailay lebih dari sekadar ibu rumah tangga. Tinggal di Rumalait, namun sehari-hari mengajar di Kampus Universitas Dr Djar Wattiheluw di Masohi.

Sebagai dosen, Vien tentulah lulusan perguruan tinggi, minimal strata dua. Menurut bionarasi pada sebuah buku terbitan Jakarta, Vien bergelar S.Th dan M. Th.

“Ya, saya masuk UKIM Ambon tetapi lulus S1 di IAKN Ambon. Saya kembali ke UKIM untuk selesaikan S2, ” ungkap Vien kepada Maluku.news, Jumat (29/3).

Vien juga dikenal sebagai salah satu pencetus dan deklarator berdirinya Paparisa Sastra Nusa Ina di Masohi, tahun 2019. Dari sinilah Vien mulai berkiprah di pentas sastra nasional bersama para penyair senior Indonesia.

Vien menulis puisi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Alune, dan Bahasa Wemale. Puisinya dimuat dalam antologi bersama penyair Indonesia berjudul Bahasa Ibu Bahasa Darahku, terbitan Dapur Sastra Jakarta, 2024.

Kasus kekerasan yang merundung Vien sudah terjadi 10 Maret lalu. Meskipun begitu, Vien tidak menyebarkan informasi ini kepada wartawan atau pun media sosial. Dia hanya melapor polisi dan minta perlindungan P2TP2A Maluku.

Wartawan baru mengetahui setelah menerima informasi dari seorang kerabat di kampungnya.

Selain itu, terlibat dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia “Melihat Indonesia”, terlibat dalam antologi bersama Tadarus Puisi VI Ramadhan 1443 H, Sedekah Puisi”, Terlihat dalam antologi bersama Penyair Membaca Indonesia Seri ke-5,’ Aku Presiden, bersama Taman Inspirasi Sastra Indonesia, Antologi bersama dalam buku “Perjuangan hebatku”.

Selain gemar melukis, Vien juga menjadi penggerak komunitas. Ia mendirikan Bengkel Sastra Syalom Nusa Ina ( BSSNI) Teluk Ela putih.

Vien juga terlibat sebagai Fasilitator Mafindo Maluku, Pengurus Provinsi Maluku Pemuda Pancasila.

Vien pernah mengikuti undangan Webinar Nasional KPK: Jual Beli Jabatan, kenapa dan bagaimana solusinya’.

Ia pernah terpilih mewakili Pascasarjana UKIM Ambon tahun 2017,sebagai Master Of Ceremony ( MC) di kampus SAAT Malang Surabaya.

Vien mendapat penghargaan dua tulisan buku, ‘Imajinasi Insting, oleh Profesor Watu Lonchar, Dosen International.

Pernah pula Vien mengikuti undangan Webinar bersama Direktur America University. Selain itu, bersama tujuh orang teman mewakili Indonesia, dalam kegiatan: International Virtual Asia Pacifik Leadership For nation Building and Peace ” Bersama Universal Peace Federation Asia Pasific Family Federation for world peace and unification.

Dia pun mendapat penghargaan sebagai Duta Keadilan Indonesia dari Duta besar international Mohamad Boukhalef dan Queen Nadia Harihir ( Her Royal Highness), dan masih banyak lagi. (Maluku.news)

Safari Ramadan: Danlantamal IX Gandeng Komunitas Ojek Online Berbagi Takjil

0

Ambon, Maluku.news – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina M.M., M.T., M.Tr. Opsla menggelar Safari Ramadan di Jalan Slamet Riyadi Gong Perdamaian Ambon, Minggu (31/03). Latuconsina didampingi Ketua Korcab IX Daerah Jalasenastri Armada III Widya Said Latuconsina.

Kegiatan bagi-bagi takjil ini dilakukan bersama komunitas ojek online yang tergabung dalam Bikers Maxim Fighter (BMF) Kota Ambon. Mereka membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Gong Perdamaian Dunia, di jantung Kota Ambon. Sasaran utama mereka adalah para pengayuh becak, ojek, sopir, dan penumpang angkot.

Siaran pers Dinas Penerangan Lantamal IX malam ini, Minggu (31/03), disebutkan Latuconsina menekankan bahwa Safari Ramadhan merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Laut untuk semakin dekat dengan masyarakat. Selain itu, sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi.

“Mengingat Ramadan merupakan bulan penuh berkah maka hendaknya kita berlomba-lomba melakukan kebaikan dan meraih pahala,” ujar Latuconsina.

Latuconsina berharap Safari Ramadan yang dikemas dalam bentuk bagi-bagi takjil buka puasa ini dapat memberikan manfaat dan sebagai wujud kepedulian antar sesama manusia, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan. (Maluku.news/Dispen Lantamal IX)

Diduga Mabuk, Oknum Polisi Tabrak Nenek 71 Tahun Sampai Lumpuh

0

Ambon, Maluku.news – Sukacita Nenek Albertina Izack alias Oma Aba (71 tahun) saat cucunya menerima pangkat sidi, Minggu (24/3) pekan lalu, mendadak buyar. Usai syukuran di Passo dan hendak kembali ke Poka, nenek ditabrak pemuda bernama Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22 tahun). Akibatnya, sudah sepekan berlalu, nenek masih dalam keadaan lumpuh dan hanya terbaring di ranjang.

Saksi Oke Izack saat itu bersama Oma Aba. Ia mengaku suasana malam pukul 20.30 WIT di Jalan Raya Larier-Passo lumayan sepi. Persis saat itu tidak ada mobil di jalan raya. Justru banyak sepeda motor parkir sebab ada hajatan sidi di rumah keluarga pasangan Pieter Oppier-Hero Izack. Di parkiran itulah Oma Aba berdiri. Tiba-tiba dari jalan raya yang sepi, muncul sepeda motor yang meraung dan sangat laju, tanpa cahaya lampu motor.

Oke Izack dan seorang cucu Oma berdiri di atas aspal pada bibir jalan, dekat Oma Aba. Ia melihat sepeda motor tanpa lampu. Spontan Ia mengangkat tangan dan menggerakkannya berkali-kali ke arah datangnya sepeda motor. Ternyata sang pengendara tidak mengurangi kecepatan, bahkan langsung melaju ke tepi dan menabrak Oma Aba di bahu jalan.

“Beta yakin pengendara ini mabuk. Dia laju, lampu mati, dan beta sudah angkat tangan tapi tetap datang ke pinggir jalan dan langsung tabrak mama,” jelas Oke Izack.

Menurut Oke, tubuh ibunya sempat tarputar beberapa kali, lalu rubuh. Motor juga terpelanting, pengendaranya terguling,” jelas Oke Izack kepada Maluku.news di Poka, Ambon, Sabtu (30/3).

Begitu mendengar bunyi benturan, banyak orang datang berkerumun. Beberapa orang mencoba menyerang pengendara sepeda motor tetapi dihalangi sejumlah orang, termasuk saksi Beatrix Oppier di TKP.

Beatrix sempat meminta lihat KTP sang pengendara. Dari situ, diketahui nama pemuda itu Hensen Calvin Yeheskiel Huwae. Lahir di Ambon, 15 September 2001. Alamat Passo, pekerjaan pelajar/mahasiswa. Belakangan setelah dicek, pekerjaan Calvin adalah anggota Polri. Ayahnya Hendrik Huwae, juga masih bertugas sebagai anggota Polri.

Malam itu, saksi Beatrix mengatakan kepada Calvin bahwa keluarga korban pasti melaporkan kasus ini ke polisi. Sebagai pengendara yang menabrak Oma, Calvin disarankan pergi melaporkan diri lebih dulu mendahului laporan pihak keluarga korban

Korban Oma Aba, setelah kejadian itu, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Tantui. Oma sempat mendapat perawatan tetapi ia tidak ingin rawat inap, sehingga dibawa kembali ke rumah. Setelah itu, esoknya lagi, pihak keluarga membawa Oma Aba ke Rumah Sakit Tentara (RST) dan tetap rawat jalan.

Oma Aba saat ini masih lumpuh dan hanya terbaring di rumahnya di Poka. Pergelangan kaki kiri sampai pangkal paha masih dibalut ketat. Ia tidak bisa bangun duduk, apalagi berdiri. Keluarganya memperlihatkan hasil rontgen di RST, yang menunjukkan adanya patah tulang.

Sebelum kejadian ini, Oma Aba tetap melakukan aktivitas rumah. Memasak, membersihkan halaman, bahkan mencari kayu bakar di di belakangan perumahan Pemda dan Perumnas Poka. Sejak tabrakan di Passo, Oma terbaring lumpuh di ranjang. (Maluku.news)

Di Teluk Elpaputih, Ibu Tiga Anak Dianiaya Sepupu Lelaki

0
Screenshot 2024 0328 231142
Vien Rumailay, korban penganiayaan (foto fb vienjose)

Ambon, Maluku.news – Peristiwa pilu terjadi pada sebuah rumah tua di Negeri Rumalait, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.  Pemuda pengangguran di rumah itu terpaksa mendekam di sel polisi tagal menganiaya sepupu perempuan.

Rumah tua itu dibangun almarhum Abraham Rumailay. Abraham mempunyai lima anak. Tiga anak lelaki menikah dan membangun rumahnya sendiri. Dua anak perempuan bernama Welmina dan Marlina tetap menjaga rumah tua.

Welmina menikah dengan Welem Pattilemonia, sedangkan Marlina menikah dengan Yudi, pria asal Pulau Jawa. Kedua sudah punya anak dan cucu. Marlina dan Yudi pernah tinggal di Cikarang, tapi kemudian kembali ke rumah tua.

Welmina dan Marlina melanjutkan tradisi damai orang tua-tua. Suami, anak, menantu, cucu, semua bisa berkumpul satu atap, makan satu meja. Begitulah gaya hidup orang basudara diterapkan di rumah tua.

Welmina mempunyai lima anak.  Anak sulungnya seorang anak perempuan bernama Vien (37 tahun). Vien namenikah dengan Jose Tehuayo, dan dikaruniai tiga anak. Sedangkan Marlina mempunyai tiga anak lelaki. Salah satunya  Wemhansen Adinata alias Nata (25 tahun). Nata menikah dengan gadis bermarga Frans asal Makariki, dan sudah dikaruniai seorang anak.

Nata dan istinya juga tinggal di rumah tua Rumailay. Sedangkan Vien dan Jose, tinggal di rumah sendiri, di jalan poros Rumalait. Ketiga anak Vien dan Jose tetap tinggal di rumah tua. Vien dan Jose senang anak-anaknya tinggal di rumah tua bersama opa dan oma sebab Vien dan Jose selalu bekerja di luar Rumalait.

Meskipun rumah tua Rumailay di Rumalait selalu penuh sukacita, ternyata piring jua bisa tatoki, pica di meja makan, seperti dalam lirik lagu Ambon.

Pada hari Minggu (10/3), kedua saudara sepupu kandung Vien dan Nata, terlibat cekcok mulut. Ceritanya, hari itu, sekitar pukul 18.00 WIT, Vien membawa anak-anaknya mandi laut di Pantai Rumalait.

Setelah puas-puas di laut, mereka pulang, bersihkan badan, ganti baju, lalu makan malam. Dua anaknya yang kelas enam dan kelas tiga, berada di dalam kamar sambil makan makanan ringan yang dibeli di kios dekat rumah. Melihat itu, Vien bertanya kepada anak-anaknya.

“Sudah makan? Makan kenyang ka seng?”

Vien terkejut mendengar jawaban anaknya.

“Sudah makan, mama. Tapi seng kenyang. Barang, Om Nata bikin-bikin muka jahat. Biasa, dong simpan makanan”.

Mendengar jawaban anaknya, Vien langsung berbicara tegas.

“Ini rumah tua. mengapa ada batasan–batasan, keberpihakan terhadap anak tentang makanan di dalam rumah? Ini kayak ada intimidasi secara halus”.

Tak dinyana, Nata yang mendengar ucapan Vien langsung bereaksi dengan makian, menyebut alat kelamin perempuan.

“Dalam p…. eee. Ose ini baribot apa?” Teriak Nata.

“Ose kenapa? Ose kurang senang? Ini rumah tua, barang ose mau ator–ator apa di sini?” Balas Vien.

Mendengar itu, Nata langsung maju mencekik leher Vien. Ia memukul lalu menyeret Vien ke luar rumah. Di luar, di area berbatu, Nata memukul sampai Vien terjatuh. Kaki Nata langsung menginjak-injak tubuh Vien. Untunglah beberapa orang datang melerai.

Vien langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Teluk Elpaputih. Sedangkan Nata masih terbakar emosi. Dia sempat mengambil parang panjang mencari Vien. Dengan parang di tangan, dia menggertak anak Vien, bahkan mengajak ayah Vien untuk berkelahi.

Karena tidak bertemu dengan Vien, Nata kemudian melampiaskan amarahnya dengan memotong tiang jendela rumah tua, dan juga menebas pintu pagar.

Sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh penyidik polisi di Polsek Teluk Elpaputih, Vien mengaku Nata mencekik di leher dengan menggunakan tangan kanan, saat di dalam rumah. Nata memukul sebanyak empat kali pada bagian belakang kepala, dagu kiri, dan di bawah ketiak. Sedangkan tangan kiri Nata memukul bagian dada sebanyak dua kali.

Setelah Vien terjatuh, Nata menyeret Vien keluar rumah. Di luar, Nata kembali beraksi. Ia memukul di dada dan dahi. Ketika Vien terjatuh dan hendak bangun, Nata menendang pinggul Vien sebanyak dua kali.

Polisi di Teluk Elpaputih bergerak cepat. Setelah menerima laporan Vien malam itu, polisi langsung menangkap dan menahan Nata. Bahkan, Nata pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Vien yang dihubungi Malukunews.com mengaku setelah melaporkan sepupunya ke polisi, dirinya juga sudah divisum dokter. Penyidik sudah membuat berita acara pemeriksaan. Diapun sudah mendapatkan seorang pengacara untuk mendampinginya.

Selain itu, Vien mengaku telah melaporkan kasusnya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Provinsi Maluku yang dipimpin Widya Murad Ismail. Alasannya, dia butuh konsultasi, pendampingan, dan perlindungan, setelah melihat perkembangan penanganan kasus.

“Tersangka hanya dikenakan pasal 351 KUHPidana. Padahal, secara spesifik, ini kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi, selain pengacara, saya juga butuh P2TP2A,” ujar Vien. (Malukunews)

Dinas Kominfo Kerjasama Layanan Internet Dengan Lintasarta

0

Ambon, Maluku.news – Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy melakukan penandatanganan kontrak kerjasama layanan internet dengan PT. Aplikanusa Lintasarta, yang diwakili oleh Regional Commerce Senior Manager, Achmad Asfari, Kamis (28/03/2024), di Meeting Room Command Center (CC) Lantai IV Gedung Balai Kota Ambon.

Dalam arahannya singkatnya, Lekransy memberi apresiasi terhadap PT. Aplikanusa Lintasarta yang dengan penandatanganan kerjasama ini, telah memasuki tahun kelima kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Sejak tahun 2020, sewaktu CC dibangun, maka kerjasama dilakukan dengan Lintasarta untuk penyedia layanan internet termasuk untuk 37 buah CCTV di sejumlah wilayah kota Ambon, yang juga terpantau langsung oleh Pj. Wali Kota dan Sekretaris Kota (Sekkot),” ujarnya.

Menurut Lekransy, CC merupakan pusat informasi dan data terintegrasi Pemkot, yang perannya sangat vital bagi pengambilan kebijakan di kota ini, sehingga jaringan internet yang stabil harus tetap menjadi perhatian penyedia layanan.

“Olehnya itu, kami sungguh berharap kerjasama ini dapat ditingkatkan lagi terkait apa yang dibutuhkan oleh Pemkot dalam rangka peningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat terutama untuk CCTV milik Pemkot,” tandasnya.

Di tempat yang sama, perwakilan PT. Aplikanusa Lintas Arta mengucappkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan Pemkot Ambon melalui Dinas Kominfo dan Persandian.

Diakuinya, kerjasama ini bukan antara penjual dan pembeli, tetapi pihaknya ingin mengambil posisi sebagai partner dalam kemitraan dengan Pemkot Ambon.

“Kami ingin hubungan kemitraan ini berjalan dengan baik, sebab tujuan kami adalah membantu masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik dan peningkatan ekonomi masyarakat,” beber Asfari .

Dirinya memastikan, semua layanan intenet dari PT. Aplikanusa Lintasarta dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemkot Ambon, sehingga akan dilakukan evaluasi secara berkala bersama Dinas Kominfo dan Persandian kota Ambon.

Disdukcapil Gelar Forum Opd Tahun 2024

0

Ambon, Maluku.news – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku menggelar Forum OPD, di bawah Sorotan Tema : “Sinergitas Perencanaan Antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana guna terwujudnya Penguatan Fondasi Transformasi melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Forum OPD ini diselenggarakan di Hotel Manise Ambon, pada Kamis (28/3/2024), yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie., M.Si., IPU.

Hadir pada kesempatan itu Kasubdit Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kementerian Dalam Negeri, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku beserta jajaran, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Kota, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, beserta Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota.

Sekda atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan penghargaan atas terlaksananya forum ini sebagai wujud kerja bersama, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dinas ini berperan penting dalam membangun keberadaan bangsa, karena urusan hidup dan mati manusia, serta menentukan keberadaan demokrasi 5 tahun kedepan, karena jika salah satu penduduk tidak tercatat sebagai pemilih, maka mengabaikan hak politik warga negara yang sudah berhak menyalurkan hak pilihnya.” Jelasnya.

Sekda berharap forum ini dimanfaatkan dalam rangka sharing, tukar pikiran, dan membuat kesepahaman bersama, dalam menjalankan tugas dan fungsi Dinas Pencatatan Sipil sehingga melahirkan output yang positif, dalam rangka mengembangkan pembangunan di bidang pencatatan sipil.

“Semoga hasil forum ini menghasilkan rekomendasi konstruktif dalam mewujudkan tema yang dibahas bersama, dan apa yang dilakukan ini sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara dalam memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat, terutama bagi Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai.”pungkasnya.

DPRD Harap KPU di Maluku Siapkan Tahapan Pilkada Serentak

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Maluku berharap kepada komisioner KPU di Maluku segera menyiapkan tahapan pelaksanaan Pilkada serentak dengan baik agar kekurangan pada Pilpres dan Pileg lalu tidak terulang.Ujar Wakil Ketua komisi I DPRD provinsi Maluku Jantje Wenno Kamis kemarin.

“Harapan kami sebagai mitra dari KPU dan Bawaslu mereka bergerak cepat menyiapkan tahapan Pilkada serentak,”ujarnya di Ambon, Kamis (28/03/2024).

Dia mengaku pelaksanaan pemilu pada 14 Februari lalu masih banyak kekurangan sehingga ,Pilkada serentak berlangsung aman dan damai.

Menurutnya dalam pengawasan, eskalasi keamanan yang timbul tidak terlepas dari aparat penyelenggara terindikasi menjadi bagian dari proses pelanggaran kode etik.

“Kami dalam kunjungan ada informasi dari banyak pihak misalnya, di Maluku Tenggara. Masalah itu juga timbul akibat dari aparat penyelenggara jadi wasit tapi juga jadi pemain. Itu keluhan sewaktu pengawasan di Kabupaten Maluku Tenggara, masyarakat mengeluh seperti itu.

Jadi dibilang wasit itu mulai dari KPU sampai Bawaslu sampai ke bawah termasuk PPK, PPS dan KPPS ikut berperan,” kata politisi Partai Perindo ini.Agar hal seperti itu tidak kembali terjadi, dia mengingatkan penyelenggara Pemilu bertindak jujur dan netral.

Wenno juga berharap Komisioner KPU Provinsi Maluku segera mengisi kekosongan jabatan sekretariat KPU Kabupaten Kepulauan Aru agar tidak menghambat tahapan Pilkada 2024.”ungkapnya

Lantamal IX Gelar RAT Primkopal Ambon Tahun Buku 2023

0
IMG 20240327 WA0033
Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Laut (P) Batos Leksono, CHRMP saat membuka RAT Primkolal di Gedung Manggala Loka, Komplek Lantamal IX Halong, Ambon, Rabu (27/3). (Foto Dispen Lantamal IX)

Ambon, Malukunews.com –Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primer Koperasi TNI Angkatan Laut (Primkopal) Lantamal IX Ambon Tahun Buku 2023.

RAT dibuka Wakil Komandan Lantamal IX Kolonel Laut (P) Batos Leksono, CHRMP selaku Pembina Primkopal. Kegiatan berlangsung di Gedung Manggala Loka, Komplek Lantamal IX Halong, Kota Ambon, Rabu (27/03/24).

Siaran pers Dinas Penerangan Lantamal IX, hari ini, menyebutkan, RAT mengusung tema: “Dengan Sinergitas Koperasi Angkatan Laut, Kita Bangun Pilar Usaha yang Mandiri dan Handal Guna Mewujudkan Kesejahteraan Anggota Kopal Beserta Keluarganya”.

Wadan Lantamal IX Kolonel Laut (P) Batos Leksono, CHRMP dalam sambutannya memaparkan, RAT merupakan forum untuk mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan program kerja yang tertuang dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Tahun 2023.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ambon Mintje Tupamahu, S.H juga hadir. Dalam sambutannya, Tupamahu menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada pimpinan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal IX yang selalu memberikan pembinaan serta turut bekerjasama demi kelangsungan Primkopal.

Tupamahu pun mengapresiasi seluruh anggota Primkopal yang telah berperan aktif sehingga Primkopal dapat selalu meningkatkan eksistensinya.

Setelah seremoni pembukaan, RAT dilanjutkan dengan persidangan yang dipimpin Ketua Sidang Letda Laut (KH/W) Alma Sinta Carissa, Psi. Sidang membahas laporan pengurus, penetapan kebijakan dan rencana kegiatan, serta saran dan masukan dari seluruh anggota Primkopal yang hadir untuk selanjutnya dapat didijadikan kebijakan pada masa yang akan datang. (Malukunews/Dispen Lantamal IX Ambon).