Beranda blog Halaman 101

DPRD Bakal Surati Polda Dan Kejaksaan Selidiki Dugaan KKN di Dinas Pendidikan Maluku

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Maluku melalui Komisi IV akan menyurati Polda Maluku dan Kejaksaan Tinggi Maluku untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di Dinas Pendidikan Maluku

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan Komisi dari hasil pengawasan yang dilakukan pada 6 Kabupaten/Kota.

“Kita lapor ke pimpinan, mungkin menyurati ke Polda dan Kejaksaan, dan kita ingin menyampaikan secara resmi data-data temuan yang diperoleh oleh Komisi,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary, Jum’at (05/04/2024).

Dikatakan, sebelum menyurati Kejaksaan dan Polda, sesuai mekanisme komisi IV akan mengundang kembali Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Insun Sangadji untuk mengkonfirmasi hasil temuan Komisi.

“Kesimpulannya kita masih berikan kesempatan untuk sekali mengundang mengkonfirmasi hasil temuan, kalau Kadis indahkan undangan DPRD komisi lewat pimpinan DPRD maka langkah berikut kita berkoordinasi untuk menyurati ke kejaksaan dan kapolda atas dugaan kita terjadi KKN, baik dalam proses tender penunjukan yang berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan,”tuturnya.

Sebelumnya, dari pengawasan Komisi IV menemukan Sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Maluku dilakukan tanpa melalui proses tender.

Usut punya usut, ternyata poyek-proyek tersebut dikelola langsung oleh Insun Sangadji selaku Kepala Dinas Pendidikan.

Anggaran proyek-proyek yang tidak melalui tender mulai dari ratusan juta hingga miliaran, seperti halnya makan minum di SMA Siwalima Ambon.

Begitu juga proyek survei manajemen pelayanan pendidikan yang menelan anggaran Rp700 juta tidak melalui proses tender, bahkan output dari survei dibuat fiktif.

Proyek tersebut dikelola langsung oleh Kepala Dinas bersama Juspi Tuarita selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

Tak hanya itu, sejumlah proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Juga bermasalah, seperti halnya sekolah di Kabupaten Buru, dimana pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Begitu pula yang terjadi di dua sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara yang menelan anggaran cukup besar yang mencapai miliaran.

“Ambil contoh di RAB harus pakai lespam yang asli mereka hanya beli esksabor, kemudian dipotong dan ditempel. pasang tehel di dinding itu hanya pakai lem dengan semen di SMA 1 Buru, jadi belum apa-apa sudah lepas. Yang harusnya dibuat pintu, tidak ada pintu, ada ruangan yang 100 persen perabot tidak ada dan sebagainya. ini yang menjadi problem cukup serius. kalau pengelolaan di dinas masih seperti begini, ini akan berdampak jangka panjang terhadap pendidikan kita,”tutur Samson.

Ia mengakui, dari hasil koordinasi dengan masing-masing Kepala Sekolah, ternyata pekerjaan bermasalah tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Maluku, hanya saja tidak ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan rata-rata proyek dikerjakan oleh orang-orang yang berhubungan dengan istri Gubernur, termasuk adik dari Kepala Dinas.

“Ini yang menjadi problem di lapangan, sampai kepsek bilang kita mau mengawasi bagaimana, ini dikerjakan oleh adik kepala Dinas, dan orang-orang yang berhubungan, atau berkaitan dengan istri Gubernur. Ini kita belum telusuri apakah dalam proses tender ini ada KKN disitu atau tidak, mestinya jangan melibatkan keluarga dalam pelaksanaan kaya begini, karena nanti fungsi pengawasan tidak optimal,”tandasnya.

Begitu juga dengan dana operasional Dinas, rata-rata per Cabang Dinas mendapat Rp300 juta. Hanya saja dalam realisasinya sesuai perintah Kepala Dinas harus dibuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Mirisnya setelah laporan dikirim, dana operasional tersebut tidak ditransfer oleh Dinas kepada Cabang Dinas.

“Apakah ini masuk di silpa uang tidak realisasi atau?, terjadi dan 11 kab/kota cukup besar terutama di tahap III dan ini merupakan keluhan dari cabang cabang dinas, mereka juga punya ketakutan karena sudah buat laporan. Ini sudah dikirim ke dinas tetapi dinas tidak transfer uang per tanggal 31 desember,”bebernya.

Atas hal tersebut, Politisi PDIP mengaku telah mengundang Kepala DInas untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun kenyataannya yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan DPRD.

“Dalam rapat sebelum pengawasan kita sudah minta data-data realisasi untuk pelaksanaan baik DAU maupun DAK tetapi tidak diberikan secara lengkap. lewat penelusuran komisi IV itu ada beberapa proyek yang kita harus konfirmasi dengan dinas, tetapi kadis tidak pernah hadir, sehingga tidak bisa terkonfirmasi,”cetusnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Maluku untuk mengambil langkah sebagai tindak lanjut atas temuan dari hasil pengawasan

Proyek Ratusan Juta Dikelola Kadis Pendidikan Maluku Tanpa Tender

0

Ambon, Maluku.news – Sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Maluku dilakukan tanpa melalui proses tender.

Usut punya usut, ternyata poyek-proyek tersebut dikelola langsung oleh Insun Sangadji selaku Kepala Dinas Pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary mengatakan, anggaran proyek-proyek yang tidak melalui tender mulai dari ratusan juta hingga miliaran, seperti halnya makan minum di SMA Siwalima Ambon.

“Makan minum di SMA SIwalima tidak di tender padahal uangnya miliaran,”ujar Atapary di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Jum’at (05/04/2024).

Dirinya mengindikasi proyek makan minum di SMA unggulan yang terletak di Waiheru itu hanya melalui penunjukan langsung pihak ketiga untuk pengelolaan.

“Sebenarnya kita mengundang dinas untuk mengkonfirmasi di pengelolaan 2023 seperti apa, kita dengar indikasi di 2024 sudah jalan makan minum di SMA Siwalima juga tidak ditender, tetapi langsung ditunjuk pihak ketiga untuk mengelola,”tuturnya.

Politisi PDIP khawatir proses yang telah melalui mekanisme ini akan berdampak terhadap pengelolaan yang dilakukan tidak profesional. Alhasil berdampak terhadap siswa.

Sama halnya proyek survei manajemen pelayanan pendidikan yang menelan anggaran Rp700 juta, juga tidak melalui proses tender, bahkan output dari survei dibuat fiktif.

Proyek tersebut dikelola langsung oleh Kepala Dinas bersama Juspi Tuarita selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

“Data yang kita dapat ini ada dugaan langsung dikelola oleh Ibu Kadis, dan PPTK itu Juspi Tuarita ini Kasubag Kepegawaian dan umum, mestinya Rp700 juta ini harus tender, dan dugaan ini ouput dari survei itu dibuat fiktif,”pungkasnya.

Ibu dan Nenek Calvin Huwae Dilapor ke Polisi Tegal Kata “Smeerlap”

0

Ambon, Maluku.news – Ibunda dan nenek Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22) dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Maluku. Pelapornya adalah Herona Izaac, warga Passo Ambon, puteri Nenek Albertina Izaac (71).

Kedua terlapor adalah Ibunda Debby Sopaheluwakan dan Nenek Poppy Huwae. Laporan pengaduannya secara tertulis disampaikan langsung Herona ke Dit Reskrimum Polda Maluku di Batumeja, Ambon, Jumat (5/4) siang ini.

Dalam pengaduannya, Herona melaporkan kronologi kejadian yang menyebabkan dirinya membuat laporan polisi. Ceritanya, pada hari Senin 1 April 2024, Herona, dan kakaknya Yohana Izaac, dan suami Herona yakni Pieter Oppier sedang berada di Mapolresta Ambon Lease. Saat berbicara dengan Kasi Propam Yonas Paulus, datanglah keluarga Calvin Huwae. Mereka adalah Poppy Huwae (nenek), Hendrik Huwae (ayah) dan Debby Sopaheluwakan (istri Hendrik Huwae).

Ketika masuk di ruang tempat pelapor sedang berbicara dengan Kasi Propam Yonas Paulus, Debby langsung menghardik Herona. “Hei, perempuan biadab smerlap, se diam!”.

Mendengar itu, Herona langsung menanggapi Debby.

“Beta sedang menyampaikan laporan. Ibu punya hak apa untuk menyuruh saya diam?” Ujar Herona.

Nenek Poppy Huwae langsung mengambil kaca mata milik Ibu Herona yakni Albertina Izaac, dari dalam tas. Kacamata itu memang berada di tangan mereka untuk diperbaiki karena rusak setelah ditabrak pakai sepeda motor oleh Calvin Huwae.

Poppy disebut membanting kacamata itu di atas meja sambil berkata:

“Ini os pung oma ka sapa, sapa barang tua bangka biadab smerlap tuh pung kacamata ni…”

Herona keberatan dengan kata main Debby kepada dirinya, dan makian Poppy kepada ibunya. Apalagi, makian itu berlangsung di kantor polisi dan didengar sejumlah orang.

“Ibu pelapor yang tidak bersalah dan hanya tidur di tempat tidur, telah menjadi sasaran maki-maki terlapor 1 (Debby)”, demikian dikutip dari laporan pengaduan Herona.

Kasus ini bermula hari Minggu (24/3) di Jalan Raya Passo. Oknum anggota polisi Calvin Huwae menggunakan sepeda motor, menabrak Nenek Albertina Izaac yang berdiri di bahu jalan. Akibatnya, sang nenek terkapar di tanah. Kaki kirinya lumpuh sampai sekarang, dan hanya terbaring di tempat tidur.

Malam itu juga, Herona melapor ke Polsek Teluk Baguala. Akan tetapi laporannya tidak diproses, sedangkan laporan Calvin Huwae tentang sejumlah orang yang menganiaya dirinya karena lakalantas itu, kasusnya langsung diproses polisi. Dua orang kerabat Nenek Albertina Huwae sudah ditahan polisi.

“Ini sangat tidak adil,” kata Herona.

Atas dasar itu, Herona bermaksud melaporkan kinerja petugas polisi di Polsek Teluk Baguala ke Seksi Propam Polres Ambon Lease. Belum sempat laporan dituntaskan, datanglah keluarga Calvin Huwae yang kemudian mengeluarkan makian yang membuat Herona merasa malu karena dihina. Dari situlah, Herona membuat laporan ke Dit Reskrimsus. (Maluku.news)

Kak Widya Pratiwi Murad Resmi Dilantik Menjadi Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka

0

Ambon, Maluku.news – Pagi ini, Ketua Kwartir Daerah Maluku, Kak Widhya Pratiwi Murad, dilantik menjadi Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2023-2028 sebagai Koordinator Wilayah Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara Pelantikan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara secara hybrid.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2023-2028 Komjen Pol (Purn) Budi Waseso dilantik langsung dari Istana Negara bersama 12 pimpinan lainnya, sedangkan pengurus lainnya di Auditorium Kwarnas, Senin (05/04/2024).

“Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan untuk kaum muda yang sangat penting untuk mendidik karakter, kecakapan hidup, dan rasa kebangsaan yang kuat,” ujar Kak Widya Pratiwi Murad.

“Sebagai pengurus Kwarnas, saya berkomitmen untuk terus mengembangkan Gerakan Pramuka di Provinsi Bali , NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara, serta berkontribusi dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berwawasan kebangsaan,” tambahnya.

Pelantikan ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar bagi Kak Widya Pratiwi Murad.

Selamat kepada Kak Widya Pratiwi Murad atas pelantikannya sebagai Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka Korwil Prov. Bali, NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara.

DPRD Bakal Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail- Barnabas Orno periode 2019-2024 maka DPRD Maluku akan menggelar rapat Paripurna LKPJ Gubernur Maluku .

Hal ini dimaksudkan untuk menerima laporan pertanggungjawaban Gubernur Maluku terhadap pengelolaan anggaran selama tahun anggaran 2023 dan pelaksanaan pelayanan publik di tahun 2024.

” Rencananya hari Kamis, kita gelar Paripurna LKPJ Gubernur Maluku tahun anggaran 2023″ ujar Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun. Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (04/04/2024).

Menurut Watubun, saat ini agenda DPRD Maluku adalah pengawasan terhadap penggunaan anggaran APBN maupun APBD tahun anggaran 2023 di kabupaten kota yang masuk pada tahap pertama.

Tak hanya itu, DPRD memakai waktu disaat anggota DPRD selesai dengan pengawasan tahap pertama dan sebelum melanjutkan dengan tahap II.

” Kita akan menerima LKPJ Gubernur kemudian anggota akan berproses mulai dari komisi ” jelasnya.

Seperti diketahui, DPRD Maluku telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno dipimpin oleh Rovik Akbar Afifudin dan Sekretaris Edison Sarimanella .

Pemkot Salurkan Dana Stimulan Korban Kebakaran

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan berupa Dana Stimulan bagi korban bencana sosial (Kebakaran) kepada 21 Kepala Keluarga (KK).

Kegiatan ini berlangsung pada Kantor Dinas Sosial, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kamis (04/04/2024), dan diberikan secara langsun oleh Kepala Dinas, Sirjhon Slarmanat.

“Kami merasa prihatin dengan saudara-saudara yang merupakan korban kebakaran ini. Saya berharap Bapak/Ibu sekalian tabah dan tawakal dalam menerima cobaan karena semua itu sudah menjadi kehendak dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Pemberian bantuan ini juga merupakan wujud kehadiran Pemkot Ambon bagi masyarakat yang mengalami musibah, paling tidak dapat meringankan beban yang dihadapi.

“Kami berharap agar bantuan dimaksud dapat dimanfaatkan secara baik untuk kepentingan membangun kembali rumah- rumah yang pernah terbakar agar keluarga dapat memiliki pemondokan yang layak guna ditempati kembali,” pungkas Slarmanat.

Untuk diketahui, bantuan yang diberikan kepada 21KK ini meliputi korban bencana sosial di Kelurahan Benteng 10 KK, Kelurahan Wainitu 1 (satu) KK, Kelurahan Batu Meja 2 (dua) KK, Kelurahan Pandan Kasturi 7 (tujuh) KK, Negeri Batu Merah 1 (Satu) KK, dan penyerahan santunan kepada satu (1) orang ahli waris warga kelurahan Kudamati Korban kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

TP – PKK Kota Ambon Gelar Syukur HKG Ke 52

0

Ambon, Maluku.news – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon, menggelar Syukur Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 52 Tahun 2024, di Sari Gurih Beach Resto, Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala, Kamis (04/04/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena yang dalam sambutannya menyampaikan 3 (tiga) hal penting kepada TP – PKK Kota Ambon. Yakni, yang pertama; seluruh pengurus dan anggota PKK harus tetap membangun komitmen dalam memastikan program PKK dapat berkalan dengan baik.

“PKK bekerja tanpa bayaran tanpa gaji tanpa insentif Ini mesti menjadi komitmen dari seluruh pengurus dan anggota PKK membangun kota ini tidak harus dibayar, tapi dengan keikhlasan, kita jadi tidak perlu patah semangat,” ujarnya.

Kedua, dikatakan Pemerintah mesti bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan program PKK berjalan dengan baik.

“Selama ini kita masih belum melakukan itu, ya ada peluang untuk kita membantu lewat setiap opd-opd terkait program kegiatan opd bisa bersinergi dengan PKK untuk menyelesaikan banyak persoalan diantaranya di DP3AMD, DPPKB, Dinas Perikanan dan yang lain-lainm,” lanjutnya.

Yang ketiga, diakui Wattimena, Pemerintah bisa memberikan hibah sepanjang tidak melanggar aturan, dengan tujuan agar berbagai Program Kerja yang dicanangkan PKK dapat tercapai.

“Kita bisa membantu PKK untuk melaksanakan berbagai program kerja yang telah ditetapkan demi dan untuk memberdayakan keluarga-keluarga yang ada di kota Ambon,” tandasnya.

Wattimena berharap dukungan dan kerja bersama antara PKK dan Pemerintah agar dapat menyelesaikan semua persoalan, dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, merencanakan, mengerjakan, dan menggerakkan potensi keluarga untuk hal-hal yang positif.

Perlu diketahui, Syukur Peringatan HKG ke 52 Tahun 2024 dilaksanakan dibawah sorotan tema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju”. Kegiatan ini turut dirangkai dengan Buka Puasa Bersama.

Buka Forum Rkpd, Sekda : Arahan Presiden Jadi Tanggung Jawab & Perhatian Bersama

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah Tahun 2024 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Maluku Tahun 2025, pada Kamis (04/04/2024) bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur yang dilaksanakan secara hybrid.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, IPU, yang dihadiri oleh Plt. Asisten II Sekda Maluku, Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku, Kepala Bappeda Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota, serta Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Sekda dalam sambutannya menjelaskan, Forum Lintas Perangkat Daerah ini, merupakan forum sinkronisasi pelayanan urusan program, maupun kegiatan antar perangkat daerah, dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Forum ini juga merupakan forum sinergitas prioritas pembangunan daerah antar OPD, untuk itu diminta seluruh pimpinan OPD memahami dan mengikuti isu-isu strategis yang dihadapi dalam menentukan kinerja yang akan dicapai dalam rencana kerja tahun 2025.” Ungkap Sekda.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2025, Jelas Sekda, merupakan tahun pertama dalam implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Maluku 20 tahun kedepan.

“Dalam upaya mewujudkan misi pembangunan, ada beberapa target yang telah ditetapkan antara lain pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5.26 – 5.11%, tingkat kemiskinan turun pada kisaran 13.01-13.51, tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 5.64-6.03, Indeks Modal Manusia antara 0.52, serta gini ratio antara 0.282-0.292 poin.” Jelas Sadali.

Untuk mencapai target-target tersebut, Sekda mengatakan, telah ditetapkan Tema Pembangunan RKPD Tahun 2025, yakni Penguatan Fondasi Transformasi Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dengan Beberapa Prioritas Pembangunan Daerah.

“Kita sedang memasuki era transformasi menuju visi pembangunan jangka panjang Maluku dan Indonesia Emas di tahun 2045, untuk itu RKPD tahun 2025 menjadi bagian dari tahapan penguatan fondasi transformasi atau tahapan jangka menengah pertama dalam RPJPD Provinsi Maluku tahun 2025-2045.” Terangnya.

Dengan demikian, Sekda menyatakan, prioritas-prioritas pembangunan Tahun 2025 merupakan bagian integral penguatan fondasi transformasi.

“Sesuai arahan presiden yang masih menjadi perhatian bersama, yakni Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan inflasi, mengentaskan angka kemiskinan ekstrem, penurunan angka prevalensi stunting, peningkatan investasi, serta mengutamakan belanja-belanja produk dalam negeri.” Ujar Sadali.

Sekda mengatakan, untuk itu semua arahan Presiden ini menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama.

“Guna mencapai prioritas pembangunan daerah tersebut bukan hal yang mudah kita harus bersinergi dan bekerja keras dengan seluruh pemangku kepentingan serta membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran pemerintahan.” Harapnya.

Untuk itu, Sekda menyampaikan program kegiatan maupun sub kegiatan yang disusun harus satu muara, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam berbagai indikator pembangunan yang menggambarkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku sehingga visi pembangunan daerah bisa dicapai.

DPRD Terima Dokumen LKPJ Pemprov Maluku

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku menerima dokumen Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2023.

Dokumen yang diserahkan Wakil Gubernur, Baranabas Orno diterima oleh Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun dalam rapat paripurna di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, kamis (04/04/2024).

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengatakan dalam penyelenggaraan pemerintahan salah satu mekanisme yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD adalah penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur.

Dirinya mensyukuri penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Maluku pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik, meskipun diperhadapkan dengan berbagai persoalan. Namun atas kerja keras semua unsur dan perkenaan Allah Maluku mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Hal ini tergambar dari capaian beberapa indikator antara lain, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, upaya penurunan gas rumah kaca, laju pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.

“Berbagai capaian indikator tersebut menunjukan bahwa apabila seluruh komponen pembangunan bekerjasama secara sinergis maka berbagai kemajuan yang diharapkan dapat terwujud,”ujarnya.

Orno berharap Dokumen LKPJ 2023 yang diserahkan akan dibahas secara internal oleh Dewan, kemudian melahirkan rekomendasi yang konstruktif sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan.

Sementara itu, Ketua DPRD Benhur Watubun menyampaikan apa yang disampaikan Wakil Gubernur bahwa Maluku mengalami perubahan signifikan, hal ini perlu diuji dalam kinerja pemerintah daerah dalam LKPJ.

“Dokumen yang disampaikan masih perlu dibahas bersama Dewan sesuai mekanisme yang berlaku, dan pada waktunya akan melahirkan rekomendasi oleh DPRD maluku, terhadap laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur,”ucapnya.

Benhur juga mengingatkan pimpinan OPD, terkhususnya Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Insum Sangadji agar hadir dalam setiap proses pembahasan LKPJ.

“Kami Ingatkan Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak alpa dalam proses pembahasan, begitu juga pimpinan OPD lain yang ada dalam komisi lain, mereka selalu menyampaikan izin tergantung izin. karena itu kami ingatkan kembali ke saudara-saudara bahwa amanat yang kita laksanakan ini berdasarkan UU, kita harus patuh karena kita diatur oleh UU,”tegasnya

Pemkot Ambon Terima Kunker DPRD Kota Tual

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon disambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tual, guna melaksankan kunjungan kerja, yang diterima langsung oleh Asisten III Setda, Roby Sapulette, di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota, Rabu (03/04/2024).

Kunjungan kerja ini berfokus pada pengembangan Pariwisata, Pengelolaan Retribusi, Pendapatan Daerah, dan Permasalahan Lingkungan Hidup.

Sapulette dalam penyambutan ya menyampaikan, guna menjawab kebutuhan ini maka Pemkot menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang bersinggungan langsung.

“Bapak/Ibu inginkan informasi-informasi berkaitan dengan OPD-OPD teknis yang kami hadirkan sore ini untuk nantinya menjadi akan referensi dan kembali ke Tual dapat disampaikan ketika rapat-rapat evaluasi, sebagai masukan- masukan guna membangun kota Tual kedepan,” ungkapnya.

Sapulette menandaskan, sampai dengan saat ini Kota Ambon masih membenahi diri agar menjadi layak untuk disebut sebagai kota yang maju dan berkembang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Ali Mardana, berharap melalui kunjungan kerja ini dapat memberikan dampak baik bagi pengembangan Kota Tual kedepan.

“Semoga kegiatan ini bisa berdampak untuk bagaimana Kota Tual minimal kedepannya bisa mengalami kemajuan dengan mengambil Kota Ambon sebagai contoh,” pungkasnya.