Beranda blog Halaman 38

Soal Korupsi, Gubernur Lewerissa Bilang Tidak Pegang Tongkat Musa

0

Ambon, Maluku.news – Sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) di Maluku telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Sebagian mereka menjalani hukuman penjara, sebagian lagi dalam proses hukum.

Bagaimana Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Abullah Vanath mencegah perilaku korupsi di lingkup ASN se-Maluku? Apakah lima tahun ke depan, bisa dijamin Maluku bebas korupsi?

Ditanya begitu ketika hendak meninggalkan Gedung DPRD Maluku, Rabu (5/3) malam, Gubernur Lewerissa menyatakan, dirinya dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath tidak memimpin dengan tongkat Musa.

“Gubernur dan Wakil Gubernur tidak pegang Tongkat Musa untuk kendalikan itu. Namun kalau ada yang berani lakukan, tentu ada konsekwensinya,” kata Lewerissa yang baru selesai pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPRD Maluku, di Karangpanjang Ambon, petang kemarin.

Menurut gubernur, tidaklah mudah mengendalikan ASN yang begitu banyak di Maluku. Akan tetapi dia berharap setiap PNS dapat bekerja profesional melayani masyarakat.

“Misalnya saja datang tepat waktu, pulang tepat waktu,” paparnya saat dicecar para wartawan.

Lewerissa juga mengaku sudah berpesan kepada para ASN dalam apel perdana, agar jangan cari muka dengan puja-puji gubernur dan wakil gubernur.

“Puja-puji dengan cara tunjukkan kinerja yang profesional,” tegasnya.

Menjawab para wartawan, Gubernur Lewerissa berjanji tidak akan membiarkan Pemerintah Provinsi Maluku bermasalah dalam hal keuangan. Hal-hal menyangkut pembayaran hak-hak ASN, ditegaskan, selama keuangan daerah memungkinkan maka harus dituntaskan.(Maluku.news)

 

Noach: MBD Sangat Butuh Tenaga Dokter dan Fasilitas dari Provinsi

0

 

Ambon, Datamaluku.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku Yan Zamora Noach, menegaskan bahwa tenaga dokter sangat dibutuhkan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih kekurangan tenaga medis.

Oleh karena itu, ia meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah tersebut.Selain tenaga medis, keterbatasan fasilitas kesehatan juga menjadi tantangan besar.

“Alat kesehatan (Alkes) yang tersedia masih jauh dari cukup, begitu pula dengan ketersediaan ambulans yang belum memadai untuk melayani masyarakat,” ujar Noach di Ambon, Kamis (06/03/2025).

Menurut Noach, Sebagai wilayah yang termasuk dalam kategori daerah Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T), MBD membutuhkan perhatian khusus baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Dirinyapun berharap, ada solusi konkret untuk mengatasi persoalan ini demi peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di MBD yang di sebut Kalwedo itu.

MBD Sangat Butuh Tenaga Dokter dan Fasilitas dari Provinsi

0

Ambon, Maluku.news – Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil KKT dan MBD, Yan Zamora Noach, menegaskan bahwa tenaga dokter sangat dibutuhkan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih kekurangan tenaga medis.

Oleh karena itu, ia meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah tersebut.Selain tenaga medis, keterbatasan fasilitas kesehatan juga menjadi tantangan besar.

“Alat kesehatan (Alkes) yang tersedia masih jauh dari cukup, begitu pula dengan ketersediaan ambulans yang belum memadai untuk melayani masyarakat,” ujar Noach saat ditemui di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (06/03/2025).

Menurut Noach, Sebagai wilayah yang termasuk dalam kategori daerah Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T), MBD membutuhkan perhatian khusus baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Dirinyapun berharap, ada solusi konkret untuk mengatasi persoalan ini demi peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di MBD yang di sebut Kalwedo itu.

Bahasa Kei Dalam Rapat DPRD Maluku, Ternyata Diminta Gubernur Lewerissa

0

Ambon, Maluku.news – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Pidato Perdana Gubernur Maluku berlangsung di Gedung Dewan Karangpanjang Ambon, Rabu (5/3) petang ini. Suasana kultural mewarnai kegiatan tersebut.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa didampingi Ny Maya Lewerissa sedangkan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath didampingi Ny Rohani Vanath. Rombongan kepala daerah bersama Forkompimda memasuki ruang rapat utama DPRD Provinsi Maluku tepat pukul 17.00 WIT. Paduan suara nan merdu menyambut kedatangan rombongan dengan lagu “Oh Maluku” gubahan musisi legendaris George de Fretes.

Hadirin yang penuh sesak di ruang rapat utama nampak terpana mendengar dua bahasa sekaligus. Dua pewara perempuan silih berganti menyapa hadirin dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Kei.

Gubernur Lewerissa dan Wagub Vanath disapa sebagai Dir U Ham Wang. Ny Maya Lewerissa dan Ny Rohani Vanath disapa Nen Dit. Kedua pewara terus memandu acara demi acara dalam dwi bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Kei.

Rapat dimulai dengan penandatanganan berita acara Serah Terima Jabatan. Penandatanganan dilakukan Plt Sekda Maluku Sadli Ie, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun, dan Direktur Produk Hukum Daerah Dirjen Otda Dra Imelda MAP mewakili Mendagri.

Setelah membuka rapat, Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun mengundang Gubernur Lewerissa menyampaikan pidato perdananya di hadapan para anggota DPRD, dan para undangan.

Ihwal penggunaan Bahasa Kei oleh kedua pewara akhirnya tertungkap ketika Watubun hendak menutup rapat. Menurut Watubun, penggunaan Bahasa Kei tersebut memang sengaja dilakukan atas permintaan Gubernur Lewerissa.

“Gubernur sendirilah yang meminta penggunaan Bahasa Kei. Mungkin karena Ketua DPRD Maluku orang Kei,” ungkap Watubun.

Watubun akhirnya menutup seluruh rangkaian rapat dengan mengutip dua peribahasa Kei. Pertama, foing fo kud ain mehe, fau fo banglu watu. Kedua, U welwel, ai rangrang. Kedua peribahasa sangat populer di Kei, berisi pesan agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan, serta keteladanan para pemimpin. (Maluku.news)

Pidato Perdana Gubernur Maluku Pada Rapat Paripurna DPRD

0

Ambon, Maluku.news – Lewerissa menyampaikan Pidato pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Pidato Perdana Gubernur Maluku untuk Masa Jabatan 2025-2030, di Kantor DPRD Provinsi Maluku, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Acara tersebut dirangkai dengan serah terima jabatan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang dihadiri oleh Direktur Produk Hukum Daerah, Dra. Imelda. MPA, Forkopimda Provinsi Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Se Provinsi Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan juga tokoh masyarakat yang menyaksikan langsung momen penting dalam perjalanan pemerintahan Provinsi Maluku.

Dalam pidatonya, Gubernur menyampaikan Keprihatinannya tentang Maluku yang telah menjadi refleksi pribadinya, Bahwa Maluku adalah daerah yang kaya namun kita masih saja terjerembab dalam situasi kemiskinan.

“Kita adalah daerah yang diberkahi dengan kekayaan Alam yang melimpah mulai dari hasil laut yang memberi kontribusi besar terhadap pendapatan Ikan Nasional, Pariwisata Bahari yang eksotis hingga keberagaman Budaya yang memukau” ucap Lewerissa.

Lanjut Lewerissa, dengan setumpuk masalah yang ia sadari dan kemudian menjadi keresahan serta kesadaran kritis, ia telah memupuk kepercayaan diri bersama dengan Bapak Abdullah Vanath untuk maju mencalonkan diri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku masa jabatan 2025-2030.

Lewerissa juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Maluku dari kota hingga pelosok negeri atas mandat dan Amanah yang sangat besar kepada kami untuk membawa Maluku ke arah yang lebih baik, keluar dari belenggu kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kita semua.

Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan dari berbagai persoalan yang ditemuinya dilapangan pada saat Kampanye menjadi dasar untuk menyusun berbagai Agenda perubahan yang disebut sebagai Sapta Cita Lawamena untuk memimpin Maluku Kedepan.

“Sapta Cita Lawamena adalah pilihan diksi yang menggambarkan spirit dan strategi pembangunan yang menjadi landasan kita semua dalam mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera dan berkeadilan” tegas Gubernur.

Dalam Sapta Cita-nya, lewerissa-Vanath akan memastikan Aparatus Sipil Negara pemerintah Provinsi Maluku harus menjadi Ujung Tombak bagi pelayanan masyarakat dan pembangunan oleh karena itu harus memiliki kemampuan, karakter yang baik dan memiliki dedikasi yang Tinggi untuk dikontribusikan secara Produktif untuk kemajuan daerah Maluku.

Dari segi pengentasan Kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran, Gubernur dan wakil gubernur akan melakukan Upaya untuk membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan ketrampilan kerja dan mendorong Investasi yang berpihak pada kepentingan Rakyat Maluku.

” Kita memang membutuhkan Investasi untuk membuka lapangan Pekerjaan bagi banyak Putra Putri kita yang mencari pekerjaan, tetapi Investasi yang kami butuhkan di Maluku adalah investasi yang Taat Aturan, etis dan responsive. Karena investasi yang kita harapkan adalah Investasi yang memberdayakan baik rakyat maupun kemajuan Maluku” sambung lewerissa.

Selanjutnya Gubernur dan wakil Gubernur juga memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memperbaiki kualitas Pendidikan, kesehatan dan prestasi olahraga dan juga memperhatikan kesetaraan gender, penguatan peran perempuan, pemuda serta penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah.

Masalah pendidikan yang sampai saat ini masih terjadi soal defisit tenaga pengajar, distribusi tenaga pengajar yang tidak merata di pulau pulau serta kondisi infrastruktur pendidikan juga tak luput dari perhatian Gubernur Maluku.

“soal pendidikan serta infrastruktur pendukungnya harus menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Maluku” ujar lewerissa.

Wattimury Soroti Kurangnya Mutu Pendidikan di Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, mutu pendidikan di Maluku kurang dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia yang tergolong sudah maju.

Rendahnya mutu pendidikan di Kota Ambon, terlihat dari kurangnya sarana dan prasarana, seperti ruang belajar, laboratorium, kurangnya tenaga guru, kesejahteraan guru yang masih rendah, serta rendahnya kualitas pengelolaan manajemen pendidikan.

“Untuk memperbaiki pendidikan di Maluku dengan fokus pada daerah 3T pada hakekatnya kami mendukung. Karena bagaimana pun wajah 3T harus sejalan sebanding dengan pengembangan pendidikan di daerah lainnya di Indonesia.

Namun kalau mau prioritas disana tidak apa-apa, tapi ingat bahwa pendidikan tidak bisa dipetakan-petakan daerah ini penting dan ini tidak penting. Tetapi pendidikan harus diletakan dan dibahas secara komprehensif.

Hanya dengan begitu kita mendapat kualitas SDM yang baik di Maluku,”tutur Wattimury kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Senin (03/03/2025).

Sayangnya dalam penanganan permasalahan terjadi, Pemerintah Daerah Maluku terkesan lebih memfokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Merespon hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Lucky Wattimury menilai untuk meningkatkan mutu pendidikan, seharusnya tidak hanya difokuskan semata pada daerah 3T, tetapi harus dilihat secara menyeluruh.

Meski begitu hal ini dikarenakan, sekolah yang berada di pusat kota seperti di Kota Ambon, dan Kabupaten Maluku masih banyak yang belum tersentuh, dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks. Baik dari sisi keberadaan Guru, kualitas dan kapasitas Guru, infrastruktur pendidikan, baik itu ruang belajar, laboratorium dan lain sebagainya.

Dalam upaya penanganan politisi PDIP ini menyarankan agar perlu dilakukan identifikasi masalah pendidikan secara menyeluruh. Hal ini yang perlu dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, sehingga program yang dijalankan tersistem selaras dengan permasalahan yang terjadi di setiap daerah.

Apalagi menurutnya, dengan keterbatasan APBD yang hanya Rp.3,3 triliun, dimana 60 persen diantaranya habis pakai untuk biaya belanja birokrasi, termasuk pembayaran hutang pinjaman PT SMI setiap tahun Rp.137 miliar, ditambah efesiensi anggaran yang dilakukan selama tiga tahap. Sudah tentu anggaran untuk pembangunan, secara penyelesaian pendidikan dan lain sebagainya akan semakin minim.

Untuk itu, kata Wattimury perlu dilakukan terobosan atau kebijakan lainnya oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk melobi ke Pemerintah Pusat untuk adanya tambahan biaya.

“Saya usul, beliau dekat dengan Presiden mestinya mengambil langkah dan berbicara dengan Pempus, itu diluar APBD. Entah itu apa namanya anggaran itu, harus kita lakukan seperti itu. Kalau cuma berharap APBD, saya percaya betul, tidak akan pernah menyelesaikan masalah pendidikan di Maluku,”pungkasnya.

DPRD Maluku Tunggu Usulkan Partai Golkar PAW Alm Effendy Latuconsina

0

Ambon, Maluku.news – Hingga kini DPD Golkar Maluku belum juga mengusulkan pergantian antara waktu (PAW) Alm Effendy Latuconsina. Proses pengajuan PAW biasanya melibatkan penunjukan calon pengganti oleh partai politik yang bersangkutan, kemudian diajukan ke DPRD untuk diproses lebih lanjut

Apalagi sesuai peraturan perundang-undangan proses pergantian merupakan kewenangan partai politik untuk mengusulkan ke dewan. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun di Ambon, Selasa (25/02/2025

“Jadi kita kembalikan ke partai untuk mengusulkan. Karena aturan mengatakan bahwa yang menggantikan itu adalah caleg dari Dapil yang sama, yang memperoleh suara dibawah atau terbanyak kedua setelah yang meninggal dunia,”ucapnya.

Atas usulan tersebut, barulah dewan memproses ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku untuk melakukan verifikasi dokumen atau berkas calon PAW.

“Kalau sudah ada keputusan partai bahwa penggantinya si A, maka kewenangan DPRD ialah melanjutkan kepada KPU untuk melakukan verifikasi dokumen atau berkas calon PAW,”cetusnya.

Lanjut Watubun , jika hasil verifikasi dinyatakan lengkap, maka KPU akan mengusulkan surat keputusan pengganti dan disampaikan ke DPRD, untuk selanjutnya disampaikan ke Menteri Dalam Negeri, melalui Gubernur.

Prinsipnya, ia memastikan Dewan tidak mempersulit, jika usulan dari partai telah disampaikan ke dewan, maka akan langsung diproses untuk secepatnya dilakukan PAW.

“Jadi DPRD pada prinsipnya tidak mempersulit, hanya saja masih menunggu kira-kira dari internal partai Golkar memutuskan siapa.Karena kalau tidak diganti, tentu ada batas waktu pemberian gaji kepada almarhum kepada keluarganya, sesudah itu dikembalikan ke negara,”tandasnya.

Rovik: Kepala Dinas Pendidikan Harus Profesional Bukan ABS

0

Ambon, Maluku.news – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari dapil kota Ambon.Rovik Afifudin menegaskan seorang kepala dinas Pendidikan atau dinas yang lain ibarat seorang manajer yang harus memiliki kemampuan manajerial dalam mengelola institusi, termasuk dinas yang dipimpinnya.

Apalagi, dalam proses penilaian kepala dinas, aspek yang paling utama adalah kebutuhan pemimpin, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur, agar dapat bekerja sama dalam mewujudkan visi dan misi LAWAMENA.Ujar Afifudin kepada wartawan di Ambon, Senin (24/02/25)

Menurutnya semua orang memiliki kesempatan yang sama, namun yang lebih penting adalah profesionalitas dalam bekerja, bukan sekadar mengikuti kehendak atasan atau bermental “ABS (Asal Bapa Sanang)” seperti yang terjadi dalam birokrasi lima tahun terakhir.

“Selain melakukan pembenahan birokrasi dan memenuhi syarat-syarat administratif, yang lebih penting adalah bagaimana kepala dinas sesuai dengan kebutuhan pemimpin. Saya kira kewenangan sepenuhnya ada pada Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Afifudin.

Tak hanya itu mentalitas semacam itu harus dihilangkan dan pejabat yang dipilih harus benar-benar memiliki kompetensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Kewenangan tetap ada pada Gubernur dan Wakil Gubernur. Tetapi, mereka yang dipilih harus benar-benar loyal kepada tugas, bukan kepada atasan. Loyal kepada tugas berarti ketika ada permintaan yang di luar koridor, mereka harus mengingatkan, bukan malah mencari-cari cara untuk membenarkan hal tersebut,” tegasnya.

Dia mengatakan pentingnya kaderisasi dalam lingkup Maluku, karena selama ini banyak potensi lokal yang kurang diberdayakan, sementara justru banyak orang dari luar yang masuk ke dalam birokrasi.

Meski begitu, hal ini secara psikologis kurang baik, sehingga perlu adanya pemberdayaan bagi sumber daya manusia (SDM) lokal yang masih ada.

Mestinya kepala dinas tidak hanya harus menguasai satu bidang tertentu, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial yang sesuai dengan visi dan misi LAWAMENA.

Hal ini terutama berkaitan dengan pemerataan tenaga pendidik serta peningkatan infrastruktur pendidikan yang belum merata di Maluku.

“Yang paling penting adalah memahami visi dan misi LAWAMENA, terutama Sapta Cinta. Jangan sampai ada pejabat yang tidak memahami visi tersebut”.

Pemkot Ambon Harap KAMMI Jadi Motor Penggerak Perubahan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berharap Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menjadi motor penggerak perubahan di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi kota ini.

Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Ronald Lekransy, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) KAMMI Ambon, Sabtu (22/2/2025), di Ambon. Ia hadir mewakili Wali Kota Ambon.

Lekransy mengajak seluruh kader dan pengurus KAMMI menjadikan Musda sebagai momentum refleksi, konsolidasi, dan perumusan arah kebijakan organisasi ke depan. Ia menekankan pentingnya adaptasi KAMMI terhadap perubahan zaman yang kian cepat.

“Perubahan berlangsung begitu cepat. Maka KAMMI harus menyusun visi dan misi yang tidak hanya membangun kader unggul, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata dalam menjawab persoalan rakyat. Itulah esensi organisasi mahasiswa,” tegasnya.

Dalam konteks Kota Ambon, Lekransy menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, antara lain pendidikan, kesehatan, lingkungan, penanggulangan bencana, penguatan UMKM, pengendalian inflasi, hingga penanganan gepeng (gelandangan dan pengemis) serta ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

Menurutnya, KAMMI perlu ambil peran strategis mendukung 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon. “Ini saat yang tepat bagi organisasi mahasiswa untuk tampil konkret dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Lekransy juga menegaskan, kontribusi KAMMI harus dilandasi nilai-nilai keislaman, keimanan, dan ketakwaan yang kokoh. Dengan begitu, KAMMI diharapkan bukan hanya tampil militan secara ideologis, tetapi juga mampu bersinergi membangun Ambon dan Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kader KAMMI harus jadi mahasiswa Muslim sejati: kritis, solutif, dan konstruktif,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, turut hadir dalam Musda tersebut. Ia menyerukan pentingnya kesungguhan dalam berorganisasi. Menurutnya, KAMMI adalah wadah pembentukan karakter kepemimpinan masa depan.

“Kalau ingin memimpin bangsa, mulailah dari sekarang. KAMMI tempatnya. Asah karakter, perluas wawasan, bangun jejaring. Jangan setengah hati,” pesan politisi PKS itu.

Musda KAMMI Ambon 2025 diikuti puluhan kader dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon. Agenda utama meliputi restrukturisasi kepengurusan dan penyusunan program kerja strategis organisasi ke depan.

Jelang Ramadan, Pemkot Tual Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Terjangkau

0

Tual, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang bulan suci Ramadan 1446 H. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), langkah-langkah strategis telah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat yang diperkirakan meningkat hingga 30 persen.

Kepala Disperindag Kota Tual, Darnawaty Amir, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan perusahaan pelayaran untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, mengingat sebagian besar pasokan berasal dari luar daerah.

“Distribusi yang lancar sangat penting agar tidak terjadi kelangkaan. Kami sudah pastikan kapal pelayaran langsung seperti rute Tual–Surabaya (Tanto) tetap beroperasi untuk menjamin kelancaran pasokan,” ujarnya di Tual, Selasa (18/2/2025).

Ia menyebutkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan terhadap distributor utama untuk menjamin ketersediaan komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, serta bahan pangan segar seperti cabai, tomat, dan sayuran lainnya.

Darnawaty mengakui sebagian komoditas, seperti cabai dan tomat, tersedia dari produksi lokal namun belum mencukupi kebutuhan konsumsi Kota Tual dan Maluku Tenggara. Karena itu, pasokan dari luar daerah masih sangat diperlukan.

Mengenai komoditas perikanan, ia menyebutkan fluktuasi harga sempat terjadi akibat cuaca buruk yang mengganggu aktivitas nelayan. Namun, membaiknya kondisi laut diperkirakan akan menstabilkan harga ikan seperti tongkol, baronang, kakap, mubara, dan layang dalam waktu dekat.

Untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat, Pemkot Tual telah menyiapkan sejumlah skema subsidi, termasuk subsidi bahan pokok berisiko tinggi dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) seperti beras dan gula pasir. Selain itu, pemerintah juga akan menggelar pasar murah menjelang Idul Fitri dan program Gerakan Pangan Murah bersama Dinas Ketahanan Pangan.

Terkait pasokan protein hewani, Disperindag memastikan stok ayam beku maupun segar mencukupi, sementara konsumsi daging sapi dinilai masih relatif rendah, namun tetap tersedia melalui jalur distribusi resmi.

Untuk kebutuhan energi rumah tangga, Pemkot Tual juga telah mengajukan penambahan kuota minyak tanah sebesar 200 ton, guna memastikan kelancaran distribusi selama bulan Ramadan.

“Kami optimistis dengan koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan, seluruh kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi secara lancar dan stabil,” tegas Darnawaty.