Beranda blog Halaman 30

Pemkot Ambon Luncurkan RPJMD 2025–2029, Targetkan Kota Inklusif dan Tahan Bencana

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pekot) Ambon resmi meluncurkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang diharapkan menjadi peta jalan untuk mewujudkan Ambon sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Peluncuran RPJMD ini digelar di Marina Hotel Ambon, Selasa (20/5/2025), dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, jajaran OPD, tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan warga.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa RPJMD bukan hanya dokumen teknis, tetapi komitmen moral pemerintah untuk menghadirkan perubahan nyata bagi warga.

“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi soal bagaimana kita membangun Ambon yang lebih baik, adil, dan ramah lingkungan. Kepentingan warga harus selalu menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sebagai kota di wilayah rawan bencana, Pemkot Ambon menempatkan mitigasi bencana sebagai salah satu prioritas utama. Mulai dari penguatan infrastruktur hingga edukasi masyarakat agar lebih tangguh menghadapi risiko gempa, banjir, dan longsor.

“Kita harus melindungi warga dari risiko bencana. RPJMD ini memuat strategi konkret untuk memperkuat ketahanan kota,” kata Wattimena.

Selain itu, ketimpangan sosial juga menjadi sorotan. Meski angka kemiskinan di Ambon menunjukkan tren penurunan, kesenjangan ekonomi masih menjadi tantangan.

“Indeks kesenjangan kita memang rendah, tapi itu bukan alasan untuk lengah. Pertumbuhan ekonomi harus benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Penguatan Ekonomi Kreatif dan Smart City
Pemkot Ambon memproyeksikan sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM menjadi kunci untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.

“Kita ingin UMKM di Ambon bisa bersaing di era digital. Pemerintah akan memperluas pelatihan dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi,” papar Wattimena.

Sejalan dengan status Ambon sebagai salah satu dari 100 Smart City di Indonesia, transformasi digital juga menjadi prioritas, termasuk perluasan akses teknologi bagi masyarakat.

“Transformasi digital krusial agar pemerintahan dan layanan publik semakin cerdas dan efisien,” tambahnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Pemkot Ambon telah menyusun 17 program prioritas, antara lain:

  • Penataan pasar rakyat dan permukiman kumuh
  • Penyediaan air bersih yang merata
  • Pengelolaan sampah terpadu
  • Pembangunan fasilitas umum ramah disabilitas
  • Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan

Semua dirancang untuk menciptakan lingkungan kota yang sehat, nyaman, dan inklusif.

Wali Kota juga menegaskan pentingnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini PAD Ambon masih sangat bergantung pada dana transfer pusat seperti DAU dan DAK.

“Kita tidak bisa selalu bergantung pada pusat. PAD harus naik agar kita dapat membiayai program strategis secara mandiri,” ujarnya.

Reformasi Birokrasi dan Mal Pelayanan Publik
Sebagai bagian dari reformasi birokrasi, Pemkot menargetkan rampungnya pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) pada akhir 2025. Fasilitas ini diharapkan mempermudah akses layanan publik dengan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

“MPP ini adalah wujud nyata pelayanan publik yang lebih modern dan ramah warga,” kata Wattimena.

Wattimena menekankan bahwa RPJMD tidak hanya lahir dari meja birokrasi, tetapi juga melalui Forum Konsultasi Publik yang melibatkan aspirasi masyarakat.

“Ini bukan formalitas, tetapi kesempatan mendengar suara rakyat. Semua pihak punya peran agar Ambon bisa lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Dengan semangat “Ambon Manis yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan,” RPJMD 2025–2029 diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Ambon menuju kota modern yang tetap menjaga kearifan lokal, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Wali Kota Ambon Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

0

Ambon, Maluku.news – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Ambon dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi curah hujan tinggi yang kerap disertai angin kencang.

Imbauan tersebut disampaikan Wattimena kepada awak media di Balai Kota Ambon, Selasa (20/5/2025). Menurutnya, langkah antisipasi dari masyarakat sangat penting untuk meminimalisir risiko, terutama potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

“Untuk cuaca buruk ini, saya minta seluruh warga kota kita lebih waspada. Curah hujan cukup tinggi dan kadang disertai angin kencang,” ujar Wattimena.

Wali Kota juga mengingatkan warga untuk menghindari area-area rawan, seperti bantaran sungai, lereng gunung, dan area dengan pepohonan besar yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.

“Kita semua harus menjaga jarak dari tempat-tempat berbahaya agar jika terjadi bencana banjir atau longsor, tidak sampai ada korban jiwa,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, selama ini telah berupaya melakukan mitigasi risiko bencana, termasuk menyusun rencana kontingensi dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

“Upaya-upaya melalui mitigasi bencana dan pelatihan masyarakat supaya tangguh bencana mudah-mudahan bisa berpengaruh, sehingga kita terhindar dari korban jiwa,” jelasnya.

Selain upaya dari pemerintah, Wattimena menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Menurutnya, sikap sigap dan saling mengingatkan adalah kunci dalam meminimalkan dampak dari potensi bencana alam.

“Kesadaran kolektif sangat diperlukan. Jika melihat tanda-tanda longsor atau pohon yang rawan tumbang, segera laporkan atau hindari daerah tersebut,” tegasnya.

Di tengah kondisi cuaca buruk, Wattimena juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Kota Ambon agar dijauhkan dari bencana alam. Doa bersama, kata dia, menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi musim hujan ekstrem.

“Mari kita juga berdoa bersama agar kota kita tetap aman dan terhindar dari bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon telah menetapkan status siaga dan menyiapkan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

Tim BPBD juga aktif memantau kondisi wilayah rawan, seperti daerah aliran sungai dan pemukiman yang berada di lereng bukit. Masyarakat pun diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan segera mengungsi ke tempat aman jika situasi memburuk.

Penekanan Wali Kota terhadap mitigasi bukan tanpa alasan. Kota Ambon memiliki topografi perbukitan yang rawan longsor dan jalur sungai yang dapat meluap saat hujan deras.

“Dengan mitigasi dan kesiapsiagaan, kita berharap bencana yang mungkin terjadi dapat dikendalikan, dan yang terpenting: menyelamatkan nyawa,” tandas Wattimena.

Langkah mitigasi yang dilakukan Pemkot meliputi sosialisasi rutin kepada masyarakat, pemeriksaan pohon rawan tumbang, pembersihan saluran drainase, serta pemantauan intensif di titik-titik rawan banjir.

Dengan cuaca yang belum dapat diprediksi secara pasti, Pemerintah Kota Ambon berharap kolaborasi antara pemerintah dan warga dapat menjadi kunci untuk menjaga keselamatan dan ketertiban di musim penghujan ini.

Aksi Sigap! Wali Kota Tual Kerahkan Damkar Bantu Padamkan Kebakaran Pasar Langgur

0

Tual, Maluku.news – Kebakaran hebat melanda Pasar Langgur, pusat aktivitas perdagangan utama di Kabupaten Maluku Tenggara, pada Minggu malam (18/5). Kobaran api yang meluas dengan cepat memicu kepanikan warga dan pedagang.

Meski kejadian berada di luar wilayah administratifnya, Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menunjukkan respons cepat dan kepedulian tinggi. Ia langsung menginstruksikan pengiriman satu armada pemadam kebakaran lengkap dengan 10 personel ke lokasi kejadian.

“Begitu mendapat informasi, Wali Kota memerintahkan kami untuk segera membantu. Kami langsung bergerak ke Pasar Langgur,” ungkap Kepala Dinas Damkar Kota Tual, Jamal Renhoat, Senin (19/5).

Setibanya di lokasi, tim Damkar Tual berkoordinasi dengan personel Damkar Pemkab Maluku Tenggara, dibantu mobil tangki air dari instansi lain. Kolaborasi lintas instansi ini mempercepat proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke bangunan lainnya.

Saat berita ini ditulis, proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Tim Damkar juga berkoordinasi dengan Polres Maluku Tenggara serta para pemilik toko guna menjamin keamanan pascakebakaran.

Langkah cepat Wali Kota Tual mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pejabat setempat. Bantuan dari Kota Tual dinilai sangat krusial dalam meredam potensi kerugian yang lebih besar.

“Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan kepemimpinan lintas wilayah. Respons seperti ini sangat berarti saat kondisi darurat,” ujar Renhoat.

Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya sinergi antardaerah, terutama dalam menghadapi situasi bencana dan kedaruratan.

Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Lima Hari

0

Ambon, Maluku.news – Untuk membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan berlangsung selama lima hari ke depan di sejumlah lokasi strategis di Kota Ambon.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon sebagai langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta menekan inflasi yang memengaruhi daya beli warga.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon yang juga Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, mengungkapkan, kegiatan GPM dijadwalkan dimulai pada Selasa, 20 Mei 2025, dan menyasar beberapa titik berbeda.

“Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya untuk menekan inflasi, tapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap daya beli masyarakat,” ujar Lekransy saat ditemui di Balai Kota Ambon, Senin (19/5/2025).

Lokasi dan jadwal lengkap GPM
Lekransy memaparkan, berikut jadwal lengkap GPM yang akan digelar oleh Pemkot Ambon:

  • 20 Mei 2025: Samping Jembatan Pasar Mardika (Kelurahan Uritetu)
  • 22 Mei 2025: Halaman Kantor Lurah Nusaniwe
  • 27 Mei 2025: Masjid Nur Hidayah, Desa Latta
  • 28 Mei 2025: Masjid Darul Hasanah, Desa Poka
  • 3 Juni 2025: Masjid As Syukur, Lorong Aster

Dengan penjadwalan di lima titik berbeda, Pemkot Ambon berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan program ini, terutama warga di sekitar lokasi yang selama ini cukup terdampak oleh kenaikan harga pangan.

Harga lebih terjangkau
GPM menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini.

Beberapa komoditas yang dijual di antaranya:

  • Cabai rawit: Rp40.000/kg
  • Cabai keriting: Rp35.000/kg
  • Sayuran seperti kangkung, sawi, bayam: Rp5.000/ikat
  • Bawang merah dan putih: Rp25.000/kg
  • Tomat: Rp15.000/kg
  • Beras 5 kg: Rp69.000
  • Telur ayam: Rp51.000 per rak
  • Gula pasir: Rp16.000/kg

“Dengan harga yang lebih murah, kita harapkan masyarakat, terutama keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah, bisa tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Lekransy.

Menurut Lekransy, kegiatan GPM adalah salah satu langkah strategis Pemkot Ambon dalam mengendalikan inflasi daerah, sekaligus menjaga agar stabilitas harga bahan pokok tetap terjangkau.

“Inflasi tidak hanya soal data ekonomi, tapi berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan program ini, kami ingin meringankan beban keluarga, apalagi jelang tahun ajaran baru di mana pengeluaran rumah tangga juga meningkat,” terangnya.

Selain menjadi bagian dari program ketahanan pangan, GPM juga selaras dengan arahan Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena, agar Pemkot proaktif hadir di tengah masyarakat melalui kebijakan konkret, bukan hanya seremonial.

Lebih lanjut, Pemkot Ambon mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Lekransy mengingatkan agar warga datang lebih awal ke lokasi GPM, karena jumlah komoditas disesuaikan dengan daya tampung dan estimasi pengunjung di setiap titik.

“Kami harap masyarakat datang lebih pagi agar bisa mendapatkan semua kebutuhan pokok yang disediakan. Stok disesuaikan agar adil dan bisa menjangkau sebanyak mungkin warga,” imbaunya.

Selain itu, Lekransy juga mengingatkan pentingnya kerjasama semua pihak, termasuk aparat desa, kelurahan, dan kecamatan, untuk membantu menyosialisasikan jadwal dan lokasi GPM kepada masyarakat.

“Informasi ini perlu cepat sampai ke warga, agar mereka bisa mengatur waktu dan ikut merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemkot Ambon ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan pelayan masyarakat.

“GPM ini bukti bahwa kami peduli dan siap turun langsung membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan,” pungkas Lekransy.

Dengan langkah konkret seperti GPM, Pemkot Ambon berharap dapat menjaga daya beli masyarakat tetap stabil, menekan inflasi daerah, dan mendukung terwujudnya Ambon sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Gedung Perpustakaan Rp10 Miliar Dibangun, Pemkot Tual Gaungkan Literasi Kota Maryadat

0

Tual, Maluku.news – Pemerintah Kota Tual resmi memulai pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Daerah senilai Rp10 miliar, sebagai komitmen memperkuat budaya literasi dan membaca di Kota Maryadat.

Peletakan batu pertama dilaksanakan Sabtu (17/5/2025), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI dan Hari Buku Nasional, yang dipusatkan di Kota Tual.

Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, dalam sambutannya menegaskan bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Perpustakaan adalah pilar masyarakat berpengetahuan. Gedung ini kami harapkan menjadi motor penggerak budaya baca dan literasi di Kota Tual,” ujar Rumra.

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis menuju visi “Literasi Kota Maryadat”, dan meminta seluruh jajaran perpustakaan terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Rumra juga mendorong terwujudnya perpustakaan yang inklusif, digital, dan relevan dengan perkembangan zaman, serta mengajak masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar bermanfaat bagi semua kalangan.

Pada kesempatan itu, Rumra memberi apresiasi khusus kepada anak-anak dan generasi muda yang tetap semangat dalam membaca dan menulis.

“Semangat literasi ini harus terus kita kobarkan. Mari jadikan momen ini tonggak menuju Tual yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing,” tutupnya.

Wali Kota Tual: Wujudkan Kota Maritim Maju Lewat Musrenbang Partisipatif

0

Tual, Maluku.news – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan visi Kota Tual sebagai kota maritim yang maju, aman, religius, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Tual dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, yang digelar di Aula Kantor Wali Kota, Sabtu (17/5/2025).

Mengusung tema “Penguatan Fondasi Transformasi Sektor Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” forum ini menjadi ajang konsolidasi arah kebijakan pembangunan Tual ke depan.

“Musrenbang bukan sekadar formalitas. Ini adalah wadah penyelarasan antara rencana pembangunan pemerintah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tegas Renuat.

Ia menjelaskan, proses Musrenbang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kota, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses negosiasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi program prioritas.

“Partisipasi publik bukan hanya diharapkan, tapi menjadi keharusan. Ini penting untuk memastikan keadilan dan keberlanjutan dalam pembangunan,” tambahnya.

Renuat juga menyoroti dinamika capaian pembangunan Kota Tual selama 2024 yang sempat mengalami fluktuasi akibat fokus pada tahapan Pemilu serentak. Meski demikian, beberapa sektor dinilai tetap menunjukkan kemajuan signifikan.

Memasuki tahun pertama periode kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Amir Rumra, ia menegaskan bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan telah dituangkan dalam lima misi strategis dan 19 program prioritas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas level, mulai dari RPJMN, RPJMD Provinsi Maluku, hingga Ranwal RPJMD Kota Tual, agar arah pembangunan lokal tetap sejalan dengan kebijakan nasional dan regional.

“Pembangunan harus berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), agar mampu menjawab tantangan saat ini dan masa depan secara menyeluruh dan inovatif,” pungkasnya.

Wajah Baru Layanan Publik, Pemkot Ambon Bangun MPP di Amplaz

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP). Fasilitas modern ini akan berdiri di kawasan strategis Ambon Plaza (Amplaz), pusat perbelanjaan tertua di Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turun langsung meninjau progres pembangunan proyek tersebut pada Jumat (15/5/2025).

“MPP ini adalah wajah baru pelayanan publik di Ambon. Kami ingin masyarakat dilayani dengan cepat, mudah, dan di satu tempat tanpa harus berpindah-pindah kantor,” kata Wattimena kepada awak media di sela-sela kunjungan.

Menurut Wattimena, kehadiran MPP menjadi salah satu program unggulan dari 17 program prioritas yang telah ditetapkan Pemkot Ambon. Tujuannya tak hanya untuk memudahkan masyarakat, tetapi juga mewujudkan birokrasi yang efisien, transparan, dan akuntabel.

Di dalam MPP nantinya akan terintegrasi berbagai layanan publik, mulai dari perizinan usaha, administrasi kependudukan, pajak daerah, hingga layanan dari instansi vertikal seperti kepolisian, imigrasi, dan kantor pertanahan.

“Kalau sebelumnya masyarakat harus mendatangi banyak kantor, kini cukup datang ke satu gedung. Ini lompatan besar dalam sejarah pelayanan publik kita,” tegasnya.

Menariknya, pembangunan MPP di kawasan Amplaz diharapkan membawa efek ganda, bukan hanya bagi pelayanan publik, tetapi juga bagi sektor ekonomi lokal.

Amplaz, sebagai salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Kota Ambon, telah mengalami penurunan aktivitas beberapa tahun terakhir. Dengan hadirnya MPP, Pemkot memperkirakan akan ada tambahan 100–150 pengunjung setiap hari yang datang untuk mengurus layanan publik.

“Ini ibarat simbiosis mutualisme. Warga dapat pelayanan yang lebih baik dan cepat, sementara aktivitas ekonomi pedagang di Amplaz ikut menggeliat,” kata Wattimena.

Pemkot Ambon juga meyakini bahwa kehadiran MPP akan memicu peningkatan daya tarik kawasan sekitarnya, termasuk membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal.

Proyek pembangunan MPP ini digarap oleh PT Modern Multi Guna, sebagai bagian dari kerja sama pengelolaan dan revitalisasi Ambon Plaza bersama Pemkot Ambon.

Wattimena menargetkan pembangunan selesai pada akhir tahun 2025, sehingga dapat diresmikan dan mulai beroperasi paling lambat Januari 2026.

“Pemerintah pusat sudah menargetkan setiap kabupaten/kota punya MPP. Kita di Ambon siap untuk itu,” ujarnya optimistis.

Pembangunan MPP ini juga sejalan dengan visi Ambon sebagai salah satu Smart City nasional, yang menempatkan pelayanan publik berbasis digital sebagai salah satu pilar transformasi perkotaan.

Wattimena menegaskan, pembangunan MPP bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mempermudah hidup masyarakat.

“Kami ingin birokrasi tidak lagi menjadi beban, melainkan benar-benar melayani. Masyarakat tak perlu antri panjang di banyak kantor, cukup ke MPP dan semua urusan bisa diselesaikan,” katanya.

Selain mempercepat pelayanan, MPP juga diharapkan menjadi simbol perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) di Kota Ambon, agar lebih profesional, ramah, dan transparan dalam melayani masyarakat.

“MPP adalah komitmen moral kami kepada warga kota ini, bahwa pelayanan publik harus berubah menjadi lebih baik,” tambahnya.

Dengan pembangunan MPP di Amplaz, Pemkot Ambon menargetkan hadirnya layanan publik yang lebih modern, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pada akhirnya, kami ingin warga merasakan perubahan nyata. Pemerintah yang lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih cepat dalam bekerja,” pungkas Wattimena.

Jika sesuai rencana, Kota Ambon akan resmi bergabung bersama ratusan daerah lain di Indonesia yang telah memiliki MPP sebagai standar pelayanan publik modern. Hal ini menjadi langkah penting menuju Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

321 Jamaah Calon Haji Asal Ambon Siap Berangkat Menuju Tanah Suci

0

Ambon, Maluku.news – Sebanyak 321 orang jamaah calon haji (JCH) asal Kota Ambon akan bertolak ke Tanah Suci Mekkah pada Jumat, 16 Mei 2025. Mereka akan berangkat melalui Bandara Internasional Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon, Amir Machmud Latar, menjelaskan kepada wartawan, Rabu (14/5/2025), bahwa seluruh jamaah sudah mulai menyerahkan barang bawaan mereka ke Asrama Haji Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon.

“Jamaah akan berangkat dari Asrama Haji Waiheru pada pagi hari menuju Bandara Hasanuddin Makassar, transit sekitar enam jam, dan kemudian terbang ke Arab Saudi,” ujar Amir.

Pelepasan Jamaah oleh Wali Kota Ambon
Sebelum keberangkatan, seluruh calon haji akan mengikuti acara pelepasan yang digelar di pelataran Masjid Raya Al Fatah Ambon, Kamis (15/5/2025) pukul 09.00 WIT. Pelepasan secara resmi akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Setelah itu, jamaah akan diinapkan selama satu malam di Asrama Haji Waiheru untuk mempersiapkan keberangkatan keesokan harinya.

“Pagi tanggal 16 Mei, rombongan menuju Bandara Hasanuddin. Di sana mereka akan menunggu sekitar enam jam sebelum penerbangan lanjutan ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,” terang Amir.

Jamaah asal Kota Ambon tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 22 bersama sejumlah jamaah dari wilayah lain di Maluku, yakni:

  • 46 orang dari Kabupaten Kepulauan Aru
  • 22 orang dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar
  • Sejumlah jamaah dari Kabupaten Maluku Barat Daya
  • Satu orang dari Pulau Buru

Total jamaah dalam kloter ini akan didampingi oleh empat petugas haji, masing-masing:

  • Dua orang petugas dari Kementerian Agama (Kemenag)
  • Satu orang ketua kloter dan pembimbing ibadah
  • Satu dokter dan satu perawat yang bertugas mendampingi jamaah selama perjalanan

Menurut Amir, seluruh paspor dan visa jamaah akan dibagikan oleh panitia setibanya di Asrama Haji Waiheru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dokumen aman dan tidak tercecer selama masa persiapan.

“Jamaah sudah mengumpulkan barang bawaan yang akan diperiksa dan diatur oleh Panitia Penyelenggara Haji Provinsi Maluku. Semua persiapan sudah dilakukan sesuai prosedur,” tambahnya.

Keberangkatan ratusan jamaah calon haji asal Ambon ini menjadi momentum penting, mengingat mereka sudah lama menantikan kesempatan untuk beribadah ke Tanah Suci. Pemerintah Kota Ambon bersama Kemenag berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar, aman, dan jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, juga dijadwalkan memberikan pesan dan doa agar seluruh jamaah selalu dalam keadaan sehat serta dapat kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah mabrur.

Sesuai jadwal, jamaah akan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada dini hari waktu Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan rangkaian ibadah haji bersama jutaan umat Muslim lainnya dari seluruh dunia.

Dengan persiapan yang matang dan pendampingan petugas, diharapkan jamaah haji asal Ambon dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Diduga Terlibat Pengrusakan Makam, Mahasiswa Bursel Geruduk DPRD Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Belasan mahasiswa asal Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli adat dan lingkungan, menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (14/05/25).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan pengrusakan makam leluhur oleh pihak perusahaan PT Wahana Adi Prima .Mandiri Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut untuk segera memanggil Direksi PD Panca karya untuk mencabut ijin PT Wahana Adi Prima Mandiri kami menduga operasi perusahaan secara ilegal.

Mendesak PD Panca karya untuk segera menghentikan segala aktivitas di areal lahan masyarakat adat, karena lokasi tersebut adanya kuburan (Makam) atau keramat tempat sakral masyarakat adat di kecamatan Waisama.

Meminta DPRD Provinsi Maluku untuk segera memanggil Direksi PD Panca karya, agar mengevaluasi kinerja Manager PT Wahana Adi Prima Mandiri, karena telah mengusur kuburan (tempat keramat) masyarakat adat di desa Kayu Putih Kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan.

Mendesak Direksi PD Panca karya untuk bertanggung jawab atas penggusuran kuburan keramat masyarakat adat didesa kayu putih Kecamatan Waisama Kabupaten Bursel.

Menanggapi Aksi Demo tersebut Wakil ketua Komisi III Richard Rahakbauw menjelaskan tuntutan aksi demo intinya berkaitan dengan Pengerusakan kuburan keramat itu oleh PT Wahana Adi Prima Mandiri sehingga kuburan tersebut rusak.

Politisi partai Golkar ini mengaku DPRD Maluku akan menindaklanjuti tuntutan mereka pasti jalan, mengingat saat ini dewan sedang melakukan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah Daerah pada tahun 2024.

Nantinya, setelah mereka kembali kita rapat paripurna 20 Mei 2025 dan menentukan agenda selanjutnya termasuk memabggil direktur PD PancaKarya,”kata Rahakbauw.

Dia memastikan, ketika memanggil Direktur PD Panca Karya, para mahasiswa juga diundang untuk mengikuti rapat bersama.”Jadi tolong tinggalkan nomor handphone agar bisa dihubungi. Kami pastikan aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti,

Dikukuhkan Gubernur dan Wagub Sebagai Upulatu Watubun : Tetap Jaga Etika Budaya

0

Ambon, Maluku.news – Pengukuhan Gubernur dan Wakil Gubernur, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath sebagai Upalatu dan Pati di Maluku mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun.

Hadir dalam pengukuhan di kantor Gubernur, Rabu (14/05/25), Benhur berharap dengan gelar yang diperoleh dari Majelis Latupati Maluk, Lewerissa dan Vanath dapat menjaga sikap, yang dilandasi dengan etika dan budaya dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk rakyat Maluku.

“Jadi sikap yang dilandasi dengan etika dan budaya itu bagian dari kehidupan yang harus menyertai beliau berdua untuk mengambil keputusan terbaik bagi rakyat dan masyarakat Maluku,”pintanya.

Menurutnya, ada beberapa persoalan yang seharusnya menjadi perhatian untuk dapat diselesaikan oleh orang nomor satu dan dua di negeri seribu pulau ini, diantaranya masalah konflik tanah, perbatasan antara desa yang selama ini menjadi pemicu antar pertikaian antar desa.

Persoalan lainnya, menurut Benhur yang juga dapat menjadi perhatian bersama yaitu konflik sosial, bahkan narkoba yang juga menjadi pemicu akan persoalan dimaksud.

Untuk itu, ia berharap Upulatu dan Pati dapat bekerja sama, membangun spirit budaya, sehingga mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

“Karena dengan membangun spirit budaya kita maka saya kira bisa mampu menyelesaikan problem masyarakat dan sosial yang ada ditengah-tengah kita,”tandasnya.

Diakhir pernyataannya, politisi PDIP ini mengucapkan selamat hari Pattimura ke-208. Kiranya lahir jiwa-jiwa Pattimura muda yang terus berjuang untuk rakyat, bangsa dan negara.