Beranda blog Halaman 250

Pengawasan Di Kabupaten SBB, Komisi II Tinjau Program Distan Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Sejak 11 Maret, empat komisi di DPRD Provinsi Maluku sudah mulai melakukan pengawasan tahap I.

Daerah yang menjadi tujuan pertama pengawasan yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), seperti yang dilaksanakan Komisi II.

Ada beberapa lokasi yang dijadikan sampel pengawasan, salah satunya Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, dimana terdapat program Dinas Pertanian Maluku dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2021, yaitu embung dan rumah pengeringan kopra.

Dari hasil pengawasan, Ketua Komisi II Saoda Tethol, mengakui pembangunan embung yang dilakukan Dinas Pertanian Maluku berdampak baik terhadap petani

“Untuk lahan disana seluas 15 hektar untuk dari 15 orang, luamayan hasil dari embung bisa mengairi tanaman holtikutural seperti jagung, ketimun dan sebagainya. Program Ini bagus kalau juga dibuat untuk daerah lain dimana lahannya cukup tetapi airnya sulit,”ujat Saoda di Ambon, selasa (15/03/2022).

Kemudian program rumah pengeringan kopra secara higienis, juga dirasakan baik oleh masyarakat sekitar. Dimana kopra tidak perlu lagi diasar, tetapi melalui rumah pengeringan ini kopra langsung dibelah, dicuci, kemudian dikeringkan. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas kopra, sehingga bisa keluar negeri. Apalagi disaat harga kopra yang saat ini meningkat dari Rp6.000 menjadi Rp11.000.

“Program dibangun dengan anggaran Rp91 juta cukup merangsang petani kita untuk kembali berusaha di bidang kopra apalagi dengan adanya kenaikan harga. Apalagi selama ini petani kopra sudah berhenti karena harga anjlok dengan cara kopra begitu sulit, tetapi dengan adanya rumah pengeringan kopra ini mempermudah petani,”ucapnya.

“Ekspornya ke luar negeri makanya harga naik menjadi 11 ribu, kopra juga putih, tidak hitam seperti sebelumnya, karena tidak diasar di api, tetapi di keringkan di rumah pemgeringan sehingga higienis dan kualitas bagus,”sambungnya.

Saoda berharap kedepan Dinas Pertaniam Maluku dapat memprogramkan rumah pengeringan ini ke semua desa-desa yang memiliki potensi kopra.

DPRD Maluku Gelar Buka Puasa Bersama

0

Ambon, MALUKU.News – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, menggelar buka puasa bersama dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah di balai rakyat, karang panjang, Ambon, rabu (13/04/2022).

Buka puasa bersama dan salat berjamaah kali ini, merupakan agenda penting yang dilaksanakan setiap tahun sebelum memasuki bulan Ramadan.

Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan buka bersama di bulan suci Ramadhan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan silaturahmi diantara pimpinan, anggota dengan seluruh pegawai di sekretariat DPRD Provinsi Maluku.

Wattimmury menyadari, jika dalam melaksanakan kerja-kerja dewan, tanpa ada kerjasama, koordinasi, dukungan pegawai, maka apaa yang dilakukan pimpinan anngggota dewan semua menjadi sia-sia.

“Karena itu, pelaksanaan buka bersama ini untuk kembali merapatkan persaudaraan, kebersamaan, hidup orang basudara sebagai bagian dari akar budaya kita di Maluku,”ujarnya.

wattimury berharap, melalui buka bersama ini memberikan motivasi untuk seluruh jajaran DPRD provinsi Maluku dalam melaksanakan agenda dewan dengan sebaikn-baiknya.

“Karena itu kita butuh satu kekuatan yang penuh untuk melaksanakan apa yang menjadi harapan dan dambaan dari masyarakat,”tandasnya.

Souhaly Terpilih Jabat Ketua IJTI Pengda Maluku, Berikut Susunan Pengurusnya

0

Ambon, MALUKU.News – Imanuel Alfed Souhaly terpilih menjadi Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Maluku, periode 2022-2026. Noel sapaan akrabnya mengungguli rivalnya, Christ Belseran.

Souhaly mengantongi 11 suara, sedangkan Christ hanya mendapat dukungan 8 suara dari total 24 anggota pemegang hak suara, yang hadir dalam Musyarawah Daerah (Musda) IJTI Maluku ke-III di Ambon, Sabtu 12 Maret 2022.

Souhaly yang menjabat Kepala Biro Kompas TV Ambon itu, terpilih menggantikan Juhry Sarmanery, Ketua IJTI Pengda Maluku dua periode.

Souhaly dan para pengurus dilantik oleh Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, sesuai Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nomor: 003/SK/Int/IJTI/III/2022.

Souhaly menyatakan, Musda IJTI Pengda Maluku telah usai dengan demikian kontestasi juga berakhir, saatnya merangkul semua anggota untuk bersama-sama memajukan organisasi profesi ini kedepan.

“Perbedaan itu biasa dalam kontestasi, jika sudah berakhir kita harus melebur dan cair guna memajukan organisasi profesi ini,” ujarnya di Ambon, Minggu (13/03/2022).

Souhaly menambahkan, sesuai visi-misinya yang akan menjadikan IJTI Maluku sebagai rumah bersama tanpa perbedaan. Hal itu dimulai dari kepengurusan, komposisinya adalah senior dan junior yang menduduki posisi-posisi strategis.

“Jadi setelah saya bicara langsung melakukan, dengan ini komposisi maka saya yakin dapat membawa IJTI Maluku lebih lagi, ditengah beragamnya tangan,”bebernya.

Sementara itu, Sekretaris IJTI Pengda Maluku Jaya Barends mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat kerja.

“Tujuannya guna mendistribusikan gagasan dari visi-misi Ketua IJTI Pengda Maluku di masing-masing bidang,” katanya.

“Utama dari program IJTI Pengda Maluku dalam kepengurusan kali ini, salah satu prioritas tetap mengkampanyekan kemerdekaan pers,”katanya menambahkan.

Berikut susunan Pengurus Daerah IJTI Maluku periode 2022 – 2026.

  • Ketua : Imanuel Alfred Souhaly
  • Wakil Ketua I : Bachtiar Heluth
  • Wakil Ketua II : Kurniawan Soewarno
  • Sekretaris : Muhammad Jaya Barends
  • Wakil Sekretaris: Erdi Rizal Tualepe
  • Bendahara : Frida Rayman
  • Koordinator Bidang Organisasi: Hamja Tomia
  • Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi : Pani Letahiit
  • Koordinator Bidang Kesejahteraan : Christine Sipahelut
  • Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga : Said Hatala
  • Bidang Multimedia dan dokumenter : Muhammat Sanaky
  • Bidang Kesekertariatan : Edison Waas
  • Bidang Kepemudaan dan Olahraga : Muhammad Yahya Latin.

Letakkan Batu Penjuru Pembangunan Gereja Latahol Haria, Wagub Orno Tekankan 4 Hal

0

Saparua, MALUKU.News – Wakil Gubernur Barnabas Orno resmi meletakkan batu penjuru pada pembangunan gedung Gereja Latahol, Jemaat GPM Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (13/3/2022).

Pelaksanaan peletakan batu penjuru ini, juga diselingi dengan pemancangan tiang bermula gedung gereja.

Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Gereja senilai Rp3,6 miliar.

Salah satu tujuan pembangunan Gereja Latahol, agar Jemaat GPM Haria dapat memiliki sebuah gedung yang layak dipakai, demi menunjang kebutuhan peribadahan maupun pelayanan keumatan lainnya, serta dapat menjawab rentang kendali pelayanan dan jarak tempuh dari gedung gereja induk.

Wagub Orno, pada kesempatan itu, menyampaikan selamat dan memberikan apresiasi kepada Jemaat GPM Haria yang berketetapan hati, untuk membangun rumah Tuhan sebagai tempat memuji dan membesarkan nama Tuhan.

Di era globalisasi saat ini, fungsi dan peranan institusi agama semakin strategis dalam menciptakan harmonisasi dinamika kehidupan.

“Kita menyadari bahwa seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman, tantangan dan cobaan semakin sensitif yang berkembang di tengah masyarakat, dapat berpotensi menimbulkan gejolak dan konflik yang rawan akan berpecahan dan pertentangan,” katanya.

Menurut Wagub Orno, gereja dan agama dalam kiprahnya di tengah dunia, terpanggil dan memiliki peran penting dan strategis dalam pembentukan karakter untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui tempaan dan bimbingan dari Gereja beserta seluruh perangkat pelayanannya, maka kualitas kehidupan umat akan semakin baik imannya, yang akan berdampak terhadap perilaku umat.

“Dengan demikian, suasana kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antar sesama umat beragama akan terus terjaga,” ujar Orno.

Sehubungan dengan hal tersebut, mantan Bupati Kabupaten MBD itu menyampaikan beberapa hal.

Pertama, Gereja adalah sebuah persekutuan dan kehidupan religius bersama Allah yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.

Mencermati pentingnya makna keberadaan Gereja tersebut, maka pembangunan Gereja tentunya tidaklah hanya dimaknai sebatas pada pembangunan saja, namun menjadi wahana pembinaan dan pengembangan mental spiritual umat Kristiani, yang berakar pada persekutuan dalam membangun iman dan jati diri orang percaya.

Kedua, sebagai mitra kerjasama pemerintah dalam membangun bangsa, Gereja diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan jemaat secara berkelanjutan sesuai agenda kerja GPM.
Hal ini untuk membentuk karakter jemaat agar memahami kedudukannya sebagai anggota jemaat dan warga negara, yang bertanggung jawab dan memiliki tingkat partisipasi terhadap berbagai program dan kebijakan pemerintah.

Ketiga, meskipun gedung Gereja masih dalam proses pembangunan, namun hendaknya keberadaan jemaat dapat berkembang dalam persekutuan antar sesama jemaat maupun jemaat tetangga, sehingga dapat menghasilkan jemaat yang tangguh beriman sesuai amanat agung kristus.

Ke empat, dalam beberapa waktu belakangan ini sering terjadi konflik antar negeri di wilayah kerja Klasis Pulau-Pulau Lease. Namun, Pemerintah Provinsi Maluku tetap mendorong upaya perdamaian.

Wagub Orno berharap, Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar lebih proaktif dalam menyelesaikan berbagai sengketa antar warga di wilayahnya.

Ia juga berharap, warga Jemaat GPM Haria, dapat bekerjasama membangun rumah Tuhan.

“Saya berharap kepada saudara pendeta dan jemaat serta jajaran klasis pulau-pulau lease, berperan sebagai agen perdamaian serta menyebarkan ajaran hukum kasih Kristus kepada seluruh masyarakat, melalui mimbar khutbah pada ibadah minggu, ibadah sektor, ibadah unit dan lain sebagainya,” harap Wagub.

Turut hadir, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Ketua Komisi III Richard Rahakbauw beserta anggota komisi Anos Yeremias, Wakil II MPH Sinode Pendeta Hendrik Hetharie, jajaran Klasis GPM Pulau-Pulau Lease, jemaat GPM Haria beserta perangkat pelayanan, pemerintah Negeri Haria dan Siri-Sori Islam dan undangan lainnya.

DPRD Maluku Sepakat Bentuk Tim Pemulangan Warga Kariu

0

Ambon, MALUKU.News – DPRD Provinsi Maluku sepakat untuk membentuk tim pemulangan warga Kariu yang sampai saat ini masih mengungsi di Negeri Aboru, pasca konflik sosial dengan Dusun Ory-Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah beberapa waktu lalu.

Kesepakatan ini disampaikan dalam rapat Kerja Komisi I DPRD Maluku bersama 10 mitra terkait di baileo rakyat, karang panjang, Ambon, kamis (10/03/2022).

“Nanti akan dibentuk tim, untuk melakukan kajian langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, termasuk pikiran Kapolda dan Pangdam untuk undang raja-raja di sekitar tokoh agama, tokoh masyarakat di sekitar wilayah kedua negeri untuk membicarakan hal ini,”ujar Ketua Komisi Amir Rumra.

Dijelaskan Rumra, Hasil kerja tim akan disampaikan dan dibahas bersama Gubernur, Bupati Tengah, Kapolda dan Pangdam, untuk dirumuskan kembali berupa aksi nyata dalam rangka pemulihan dan pemulangan masyarakat Kariu ke negeri asalnya.

“Harus ada langkah maju terkait persoalan ini, lebih baik kita mengeluarkan Rp5 miliar untuk menyelesaikan ini, dari pada kita terlambat merespon bisa menimbulkan pengeluaran anggaran lebih besar dari itu lagi,”ucapnya.

Ditempat sama, Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif mengakui sudah melakukan pra rekonsiliasi bersama Kodam XVI Pattimura pasca konflik sosial kedua negeri bertetangga ini.

“Nanti akan ada tahapan lagi supaya nanti ketika semua sudah bisa menerima kita duduk sehingga menjadi pedoman bersama dalam penanganan persoalan ini,”ucapnya.

Untuk proses perdamaian, kata Kapolda masih terus diupayakan, mengingat ada beberapa syarat yang diajukan kedua negeri.

“saya kira harus ada semangat damai, sehingga persyaratan yang diajukan bisa temukan jalan keluar. Saling menerima, dan solusi sehingga saudara kita bisa kembali ke negerinya,”tuturnya.

Terkait penegakan hukum, ia mengakui masih dilakukan penyelidikan, mulai dari tahapan mengumpulkan bukti, keterangan saksi, ahli, surat petunjukan dan bukti-bukti dilapangan.

“Itu sementara beproses,”cetusnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap pelaku penyebar hoax.

“Hal ini yang harus dicegah, karena persoalan ini tidak selesai kalau hoax terus memanasi, kemudian memberikan informasi palsu. Saya berpikir untuk hal ini harus dihukum berat, supaya tidak terulang lagi.

Gubernur Maluku Panen Raya Padi di Seram Utara

0

Seram Utara, MALUKU.News – Gubernur Murad Ismail melakukan panen raya padi pada lahan seluas 1.816 hektar di Desa Wai Asih, Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (10/3/2022).

Selain panen raya, Gubernur melakukan pencanangan Indeks Pertanaman (IP) tipe 400 seluas 2 250 hektar sebagai upaya meningkatkan produksi beras di Maluku.

Saat panen, Gubernur didampingi sang isteri Widya Pratiwi Murad Ismail, Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekda Maluku Tengah dan sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemprov dan Kabupaten Maluku Tengah.

Pada kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para kelompok tani dan penyuluh, yang telah bekerja keras dalam meningkatkan produktivitas padi guna mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar Maluku.

Ia berharap kawasan seram Utara dapat menjadi salah satu sentra produksi beras yang potensial di wilayah Maluku.

“Dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah maka Provinsi Maluku telah menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain peningkatan IP 400, integrasi pertanian melalui program Maluku Integration Farming (MI-Farming), yakni kolaborasi peternakan dengan tanaman pangan perkebunan dan hortikultura, mengoptimalkan peran komando strategis pembangunan pertanian di wilayah/ daerah dan kecamatan dan peningkatan realisasi KUR bagi petani, cakupan asuransi usaha tani padi dan usaha ternak sapi serta mendorong pembentukan korporasi petani,” jelas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur berharap, Dinas Pertanian Provinsi Maluku selaku dinas teknis agar melakukan pendampingan terhadap kelompok tani binaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani.

Selain menghadiri panen raya, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan bagi petani untuk perluasan tanaman pala seluas 100 Ha, rehabilitasi tanaman cengkeh 100 Ha, paket bibit sayur, alat pengolahan sagu 1 unit, 6 unit mesin cocofiber, benih padi dan pupuk NPK sebanyak 44 ton.

Bantuan lainnya yang diserahkan berupa modal usaha bagi 425 wirausaha pemula. Bantuan bagi runah ibadah yakni bantuan bagi Masjid Baitul Makmur dan Gereja Imanuel serta 600 paket makanan tambahan bagi anak.

Komisi III DPRD Maluku Rampungkan Data Sebelum Pengawasan Tahap I

0

Ambon, MALUKU.News – Komisi III DPRD Provinsi Maluku sementara merampungkan data dan dokumen bersama mita sebelum pengawasan tahap I.

“Kami sementara rampung data, karena itu dokumen dari mitra paling terlambat besok sudah ada, “ujar Wakil Ketua Komisi III, Hatta Hehanusa usai rapat bersama mitra di ruang paripurna DPRD Maluku, Ambon, Rabu (09/03/2022).

Dikatakan, dokumen yang diperlukan berupa rencana anggaran biaya (RAB) maupun kerangka acuan kerja dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

Hal ini dimaksudkan agar pengawasan kegiatan APBD tahun anggaran 2021 betul-betul efektif dan sejalan dengan RAP.

Dijelaskan, pengawasan yang dilaksanakan menindaklanjuti keputusan Badan Musyawarah (Bamus) akan mulai berlangsung 11 maret,k dimulai dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Adapun fokus pengawasan di bidang infrastruktur baik fisik, maupun non fisik (administrasi), dalam hal ini belanja rutin dan lain sebagainya.

“Contohnya lelang terhadap proses tender, supaya kita tahu betul pelaksanaan kegiatan dilapangan hasilnya berdampak terhadap kebutuhan masyarakat dan kualitas betul-betul terjamin sesuai RAB, “pungkasnya.

Kolatlena : Pemda Maluku Harus Menyusun “Plain B” Pasca Ditundanya Pembangunan LIN dan ANP

0

Ambon, MALUKU.News – Pemerintah Pusat telah menunda pembangunan Ambon New Port (ANP) dan Lumbung Ikan Nasional (LIN), yang rencananya dibangun di negeri Waai-Liang, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.

Penundaan itu disampaikan Anggota DPR RI Dapil Maluku, Hendrik Lewerissa menindaklanjuti pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhu Binsar Panjaitan.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab pemerintah pusat menunda mega proyek ini, selain masih terdapat bekas peningalan perang seperti bom dan ranjau, juga disebabkan karena masih ada penolakan dari masyarakat setempat.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komiso I DPRD Maluku, Alimudin Kolatlena mendesak Pemerintah Daerah Maluku agar segera membuat perencanaan baru atau rencana B dari rencana kedua proyek dimaksud, dalam hal pengalihan pembangunan pembangunan ke daerah lain.

“Kalau agenda ini dianggap penting untuk kepentingan masyarakat di Maluku, pemerintah sudah harus menyusun rencana plain B. Maluku bukan cuma pulau Ambon, tetapi ada Maluku Tenggara yang dari sisi infrastruktur sudah memadai bisa dialihkan kesana. Kemudian pulau seram bisa menjadi titik lokasi baru dalam perencanaan pemerintah,”ungkapnya di Ambon, Rabu (09/03/2022).

Menurut Kolatlena, sembari menyusun perencanaan, pemerintah juga harus memperkuat posisi lobi di pemerintah pusat.

“Jadi Pemda Maluku sudab harus mengevaluasi apa yang dilakukan, sehingga posisi bergening dan lobi di pemerintah pusat harus diperkuat. Dua hal tersebut sebenarnya menjadi perhatian Pemda,”pintanya.

Komisi I DPRD Maluku Rapat Bersama Mitra Tindaklanjuti Kerjasama Pemprov Jatim

0

Ambon, MALUKU.News – Komisi I DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat bersama mitra terkait, membahas perjanjian kerjasama yang telah dibangun antara Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Rapat yang berlangsung di baileo rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (08/03/2022), dipimpin ketua Komisi I, Amir Rumra. Dihadiri Kepala Biro Pemerintahan setda Maluku Boy Kaya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Jasmono, sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia tidak hadir.

usai rapat, Ketua Komisi I Amir Rumra kepada wartawan menjelaskan dari sembilan konsep kerjasama yang dibangun Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hanya dua konsep yang rencananya dibicarakan dalam rapat, salah satunya asesmen aparatur sipil negara (ASN), termasuk digitalisasi pelayanan sipil.

“Sebenarnya kita rencananya dua perjanjian kerjasama yang dibahas, tapi karena pimpinan OPD yang satunya tidak ada jadi kami sepakat hanya satu yang dibahas,”ucapnya.

prinsipnya, kata Rumra kerjasama yang dibangun kedua daerah ini harus saling menguntungkan baik dari sisi pendapatan, maupun kemudahan dari sisi pelatihan dan lain sebagainya.

“Jadi kita juga melihat dari sisi itu, jangan sampai mengakibatkan dari sisi aspek keuangan merugikan, jadi harus saling menguntungkan dan pemerintah jatim sangat meresponi dan mereka siap juga kalau ada pelatihan dan lain sebagainya,”ucapnya.

Sebagai tindaklanjut, setiap tiga bulan sekali pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap semua konsep kerjasama Maluku-Jatim. Hal ini dimaksudkan, agar jangan sampai kerjasama yang telah dibangun tidak ada progres apapun bagi Maluku.

“Pengalaman kemarin di sulawesi selatan, teman-teman hadir ternyata hanya sekedar formal, jadi kita akan mengevaluasi setiap tiga bulan terkoat semua kerjasama. Jangan sampai membuat beban bagi daerah,”tandasnya.

DPRD Maluku Bakal Lakukan Pengawasan Ke 11 Kabupaten/Kota Pekan Ini

0

Ambon, MALUKU.News – Dalam minggu ini DPRD Provinsi Maluku sudah mulai melaksanakan pengawasan ke 11 Kabupaten/Kota.

Pengawasan dimaksud guna memantau setiap pelaksanaan peraturan daerah yang sudah disepakati bersama dengan pimpinan daerah, serta mengawasi penggunaan anggaran yang sudah disahkan sebelumnya dalam APBD, termasuk program APBN Tahun Anggaran (TA) 2021.

“Dari hasil kesepakatan Badan Musyawarah pengawasan ke daerah sudah mulai berjalan pekan depan,”ungkap Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut di Ambon, selasa (08/03/2022).

Dikatakan, dalam pelaksanaannya pengawasan di bagi dalam dua tahap. Tahap I enam daerah, tahap II lima daerah.

“Jadi misalnya tahap I ada enam daerah, maka sekali jalan seluruh komisi, begitu juga tahap II,”ucapnya.

Menurut Sairdekut, langkah tersebut diambil, selain efesiensi anggaran, agar koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota lebih mudah.

Adapun sasaran pengawasan, yaitu realisasi APBD 2021, termasuk program bantuan dari pemerintah pusat.

“Intinya kita akan menemukan apa yang terjadi dilapangan, dengan laporan pertanggungjawaban Gubernur TA 2021 yang nantinya akan diserahkan kepada DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda,”pungkasnya.