Ambon, MALUKU.News – Komisi II dan Komisi III DPRD Maluku menggelar rapat gabungan dengan Pertamina dan OPD terkait untuk membicarakan soal ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut menyatakan dalam rapat tersebut membicarakan soal pengantisipasian lonjakan kebutuhan stok BBM, sehingga menjelang lebaran nanti maupun pada ujung tahun diperayaan natal itu, tidak ada kepanikan dari masyarakat soal ketersediaan BBM di Maluku, “beber Sardekut.
“Untuk itu kami akan menyampaikan soal kebutuhan provinsi Maluku ini ke BPH Migas. Karena sebelum ke BPH Migas Kami ingin mendengarkan penjelasan dari pihak Pertamina dan dinas terkait,”ungkapnya di Ambon, Rabu (06/04/2022) usai rapat gabungan.
Sairdekut menegaskan, hal itu dilakukan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak, yang harus ditindaklanjuti oleh anggota DPRD Maluku sebelum benar-benar terjadi kelangkaan.
“Untuk itu kami telah mendengarkan penjelasan dari pihak pertamina tadi, soal ketersediaan BBM di Maluku,” katanya.
Sairdekut menambahkan, kesimpulan dari rapat tadi adalah untuk meminta Pemprov, segera menyurati BPH Migas.
“Menyurati berkaitan dengan kuota ataupun penambahan kuota dari pemerintah provinsi Maluku atau di 11 Kabupaten Kota,”pungkasnya.
Sementara itu dikesempatan yang sama Sales Manajer Pertamina, Wilson menyatakan, apabila terjadi temuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur di dalam kontrak.
“Seperti yang kami dengarkan bersama Wakil Ketua DPRD Maluku bahwa, kita berkonsolidasi untuk mencari jalan keluar yang terbaik,” katanya.
“Dan kami sampaikan kepada masyarakat Maluku bahwa tidak perlu panik, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar baik BBM maupun elpiji akan terpenuhi,”katanya lagi.
Wilson menandaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon agar menyurati, kalau memang memungkinkan SPBU bisa dioperasionalkan selama 24 jam.
“Sehingga dalam 24 jam itu masyarakat lebih tenang bisa mendapatkan BBM,”tegasnya.




