Beranda blog Halaman 11

PMB Desak DPRD Maluku Tuntaskan Jalan Lingkar Ambalau

0

Ambon, Maluku.news – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Maluku Bergerak (PMB) mendesak DPRD Provinsi Maluku, perjuangkan percepatan pembangunan jalan lingkar Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, sepanjang 24 kilometer yang tak kunjung rampung meski sudah belasan tahun berjalan.

Hingga 2025, progres jalan hanya 10 kilometer beraspal, 7 kilometer berkerikil, dan lebih dari 6 kilometer masih berupa tanah. Padahal, jalur itu diproyeksikan menjadi urat nadi konektivitas serta penopang ekonomi masyarakat.

“Jalan lingkar Ambalau adalah sentral utama bagi masyarakat. Keterlambatan ini memperpanjang penderitaan rakyat, membuat Ambalau tetap terisolasi. Kami mendesak DPRD Maluku menjadikan pembangunan ini prioritas, bahkan kalau perlu dialihkan statusnya ke provinsi atau BPJN agar dibiayai APBN,” kata Koordinator Aksi, Arman Lesilawang. senin (22/09/25).

PMB menilai, keterbatasan APBD Kabupaten Buru Selatan menjadi biang mandeknya proyek. Karena itu, mereka mendorong pengalihan kewenangan agar pembiayaan lebih besar dan terkontrol, termasuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Tuntutan mereka: DPRD Maluku proaktif mengawal pembangunan agar diprioritaskan BPJN, mendesak percepatan pengalihan status jalan, memanggil Pemkab Buru Selatan menuntaskan berkas peralihan, hingga melakukan kunjungan langsung ke lapangan.

Massa ditemui anggota Komisi III DPRD Maluku, Rofik Afifudin. Ia menegaskan pembangunan tetap bisa diperjuangkan, meski statusnya jalan kabupaten. “Kalau lewat Inpres Jalan Daerah, APBN bisa masuk tanpa harus naik status jadi jalan nasional. Tinggal political will, apakah pemerintah kabupaten dan provinsi serius memperjuangkan atau tidak,” ujarnya.

Rofik menambahkan, DPRD akan mengusulkan agar proyek itu masuk APBD 2026 jika belum tersentuh Inpres Jalan Daerah. “Anggarannya tidak sampai ratusan miliar. Apalagi masyarakat sudah menyerahkan lahan. Kalau jalan ini dibuka, bukan hanya akses sekolah yang mudah, tapi ekonomi Ambalau akan bergerak maju,” katanya.

Aksi tersebut menunjukkan kesabaran warga Ambalau sudah habis. Kini, DPRD dan pemerintah daerah ditunggu: menindaklanjuti desakan rakyat, atau membiarkannya kembali terpendam dalam janji.

Fraksi Gerindra DPRD Maluku Desak Penuntasan Kasus SPPD Fiktif Dikbud

0

Ambon, Maluku.news – Fraksi Partai Gerindra DPRD Maluku meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk serius menangani dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

Fraksi Gerindra menilai, kasus yang tengah mencuat ini sangat merugikan masyarakat Maluku. Mereka menekankan agar Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda Maluku tidak berhenti hanya pada wacana.

“Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sudah jelas menginstruksikan agar aparat tegas terhadap para koruptor. Jangan sampai masalah yang merugikan masyarakat hanya jadi isu tanpa tindak lanjut hukum yang nyata,” tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku Suanthie John Laipeny kepada wartawan di DPRD Maluku, Senin (22/09/25).

Menurutnya, hingga kini belum ada penetapan tersangka dalam kasus-kasus yang disorot publik di Maluku. Karena itu, aparat diminta mempercepat proses hukum.

“Kalau sudah ada bukti yang cukup, segera umumkan tersangka. Kalau belum, cari lagi alat bukti dan saksi. Jangan biarkan kasus ini berlarut,” ujarnya.

Fraksi Partai Gerindra juga menyatakan akan terus memantau jalannya penegakan hukum di Maluku. Jika aparat dinilai tidak serius, mereka siap melaporkan langsung ke pimpinan partai, baik di tingkat provinsi maupun pusat di Jakarta.

“Kami adalah perpanjangan tangan partai. Kami siap memberikan informasi tambahan terkait kinerja aparat hukum di Maluku, termasuk di 11 kabupaten/kota. Penegakan hukum harus nyata, bukan sekadar janji,” ungkapnya

Gelombang Keracunan MBG Guncang Maluku: Anak-Anak Jadi Korban, Negara Ke Mana?

0

KERACUNAN 2142387229

Penulis: F. M. B. Rahaor-Ambon

Awal September 2025, publik Maluku dikejutkan oleh gelombang kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan MBG. Peristiwa ini mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Di Ambon, belasan siswa SD Inpres 35 Passo harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan MBG pada 19 September. Beberapa hari sebelumnya, 30 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) juga mengalami hal serupa pada 11 September. Tak lama berselang, giliran 17 siswa SD Negeri 19 Tual masuk rumah sakit akibat keracunan pada 18 September.

Rangkaian kasus ini memperlihatkan pola yang serius. Bukan kebetulan, melainkan darurat kemanusiaan yang menunjukkan lemahnya pengawasan pangan serta lambannya respons negara. Pertanyaannya, negara ke mana ketika anak-anak menjadi korban?

Hingga kini, publik hanya mendengar pernyataan resmi tanpa langkah nyata. Kepolisian belum mengumumkan hasil penyelidikan yang jelas, sementara Pemerintah Provinsi Maluku terkesan lebih sibuk menjaga citra dibanding memastikan keselamatan warga. Padahal, dalam situasi krisis, rakyat tidak membutuhkan retorika, melainkan tindakan.

Ada tiga langkah mendesak yang harus segera dilakukan. Pertama, Polisi Daerah Maluku wajib mengusut kasus ini secara tuntas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Masyarakat berhak tahu penyebab utama dan siapa yang harus bertanggung jawab. Kedua, Pemprov Maluku harus membentuk tim khusus darurat kesehatan. Posko medis harus segera hadir di wilayah terdampak, dan korban dijamin mendapat layanan maksimal serta kompensasi yang layak. Ketiga, unsur independen perlu dilibatkan. Akademisi, tokoh masyarakat, dan organisasi sipil harus ikut mengawal agar proses ini berjalan transparan dan akuntabel.

Tragedi keracunan MBG ini bukan hanya soal kesehatan, melainkan menyangkut hak dasar manusia untuk hidup sehat dan aman. Jika aparat dan pemerintah terus lamban, itu sama artinya dengan membiarkan rakyat mati perlahan. Diam dalam kasus ini adalah bentuk pembiaran.

Sebagai akademisi Universitas Pattimura sekaligus Aktivis Ormas Pemuda Katolik Komisariat Daerah Maluku, saya menegaskan: nyawa rakyat Maluku bukan angka statistik. Mereka adalah martabat manusia yang wajib dijaga. Gelombang keracunan ini harus menjadi peringatan keras: negara wajib hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata.

Penulis adalah Akademisi Universitas Pattimura dan Aktivis Ormas Pemuda Katolik Komisariat Daerah Maluku

Richard Rahakbauw Gelar Reses di Tanah Tinggi

0

Ambon, Maluku.news – Aggota DPRD Maluku dari dapil Kota Ambon, Richard Rahakbauw, menggelar reses masa sidang ke III bersama warga RT 003/RW 04 Tanah Tinggi, Kota Ambon pada Kamis malam (18/09/25).

Kehadiran Rahakbauw, mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sebagai wakil rakyat dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan warga Tanah Tinggi, Kelurahan Uritetu yang selama ini memberikan suara dalam pemilihan legislatif.

Karena itu, reses kali ini menjadi kesempatan dirinya mendengar langsung keluhan warga tanpa memberikan janji kosong.

“Saya tidak mau memberi janji kosong, karena itu, kalau saya bisa penuhi maka saya akan menyetujui tapi kalau tidak maka saya akan menyatakan tidak bisa, ” ujarnya.

Dalam percakapan bersama warga maka diketahui keluhan utama yang masih terus berulang, yakni persoalan banjir yang setiap tahun mengganggu aktifitas.

Sebab itu warga meminta agar dapat melakukan pengerukan perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai Waitomu serta penyediaan mesin pompa penyedot air agar bisa mengatasi persoalan banjir .

Warga juga menyoroti kondisi jalan sepanjang 130 meter di kompleks RT 003/RW 04 Tanah Tinggi, yang mengalami rusak parah dan rawan kecelakaan.

Selain infrastruktur, warga juga menyinggung soal kebutuhan dan perhatian terhadap kegiatan gereja yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial mereka.
Meski begitu, warga memberikan apresiasi terhadap kehadiran dan konsistensi Rahakbauw dalam mendengarkan aspirasi masyarakat.

Rahakbauw mengakui bahwa masalah yang disampaikan warga merupakan masalah yang sudah berlangsung lama dan memang belum tuntas ditangani.

Ia menyebutkan pernah berkoordinasi dengan Balai Sungai terkait pengerukan sungai Waitomo, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.

“Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku maka saya akan berkoordinasi untuk mengundang pihak Balai Sungai ke untuk bicara secara tuntas. Ini kepentingan rakyat, yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegasnya.

Untuk persoalan pintu air, Rahakbauw berjanji akan segera meninjau langsung lokasi dan menyiapkan alat komunikasi guna mempermudah koordinasi di lapangan.

Sementara soal perbaikan jalan, Rahakbauw menjelaskan bahwa jalan yang dikeluhkan warga merupakan kewenangan Pemerintah Kota Ambon.

Kendati begitu, ia memastikan akan memfasilitasi untuk berkoordinasi antara Pemkot, Balai Sungai, Dinas PUPR, dan Ketua RT untuk mencari solusi terbaik.

“Saya memang ketua tim pemenangan walikota, tapi saya tidak bisa menjamin langsung. Yang bisa saya lakukan adalah koordinasi dengan pihak berwenang supaya ada solusi nyata bagi warga Tanah Tinggi,” pungkas Rahakbauw.

Ratusan Anak Ramaikan Gebyar TK: HUT ke-450 Kota Ambon

0

AMBON, Maluku.news – Suasana meriah terlihat di Hotel Elisabeth saat kegiatan Gebyar Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Ambon digelar, Rabu (10/9/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-450 Kota Ambon.

Acara dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, yang juga menjabat Ketua TP-PKK Kota Ambon. Ia tampak antusias menyaksikan anak-anak menampilkan berbagai bakatnya. Berbagai lomba digelar, antara lain Fashion Show, Senam Anak Indonesia Hebat, dan Menyanyi Tunggal Lagu Ambon.

Sebanyak 200 anak mengikuti lomba Fashion Show yang menampilkan kreativitas dan keceriaan mereka dalam berpakaian, sementara lomba Senam Anak Indonesia Hebat diikuti 12 regu, masing-masing beranggotakan 6 anak. Lomba Menyanyi Tunggal Lagu Ambon diikuti oleh 47 peserta yang menunjukkan kemampuan vokal dan penghayatan lagu tradisional Ambon.

Para pemenang lomba telah diumumkan, di antaranya Fashion Show, Juara 1 TK Xaverius, Juara 2 TK Adhyaksa, Juara 3 PAUD Yeriho Nazaret.

Senam Anak Indonesia Hebat, Juara 1 TK Aisyiyah I, Juara 2 TK Fastart Start, Juara 3 TK Kristen Passo

Menyanyi Tunggal Lagu Ambon, Juara 1 TK Kasih Ibu, Juara 2 TK Fastart, Juara 3 TK Anugerah

Lisa Wattimena mengapresiasi partisipasi semua anak dan mengingatkan pentingnya kegiatan seperti ini untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan kerjasama sejak usia dini. “Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak agar semakin mencintai budaya dan pendidikan sejak kecil,” ujarnya.

Kegiatan Gebyar TK dijadwalkan akan ditutup pada Jumat (12/9/2025), dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan sesi foto bersama seluruh peserta. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian perayaan HUT ke-450 Kota Ambon di sektor pendidikan anak usia dini.

Kemenbud RI Terima Data dan Bukti Thomas Matulessy Anak Negeri Hulaliu

0

Ambon, Maluku.news – Di tengah situasi Jakarta yang penuh asap politik, empat tokoh Maluku diterima di Direktorat Sejarah Kemenbud RI, Senin (8/9). Pada kesempatan itu, mereka menyampaikan data dan bukti Sejarah Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura.

“Kami bawa data dan bukti Sejarah Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura, anak Negeri Hulaliu,” kata Thomas Matulessy yang dihubungi di Jakarta, hari ini, Selasa (9/9).

Keempat tokoh tersebut adalah Thomas Matulessy, Semuel Matulessy, Stevy Hani Matulessy,
dan Desy Matulessy. Thomas mewakili keluarga Matulessy di Hulaliu, sedangkan tiga lainnya dari Pulau Saparua. Mereka diterima Direktur Sejarah Kemenbud RI Agus Hermanto dan sejumlah stafnya.

Pada kesempatan itulah Keluarga Matulessy menyampaikan sejumlah data dan bukti, antara lain Hasil Seminar Perjuangan Pattimura di Ambon, 1993;
Hasil Seminar Asal usul Thomas Matulessy oleh Forum Dosen Indonesia Maluku di Ambon, 2018; Hasil Mubes I Keluarga Matulessy di Ambon, 2022; dan Buku Sejarah Asal-Usul Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura Anak Negeri Hulaliu.

Dalam diskusi di Kemendikbud, keluarga Matulessy juga menyampaikan tentang Nama Pahlawan yang tertulis dalam SK Presiden Tahun 1973. Di situ hanya menyebutkan Gelar Kapitan Pattimura tanpa menyebut nama Thomas Matulessy.

“Kami usulkan nama Pahlawan ini adalah Thomas Matulessy Kapitan Pattimura,” kata Thomas Matulessy,.

Selanjutnya, katanya, Keluarga Matulessy juga minta pemerintah menindaklanjuti hasil Seminar 1993 untuk penelitian terhadap silsilah Thomas Matulessy. Dalam Seminar Nasional di Ambon, tahun 1993, Tim Perumus diketuai Mus Huliselan. Seminar merekomendasikan agar pemerintah Indonesia memfasilitasi penelitian independen tentang Sejarah Asal Usul Thomas Matulessy. Sudah 32 tahun, penelitian yang direkomendasikan, tidak pernah ada.

Menurut Thomas Matulessy, kedatangan mereka ke Kemendikbud dan penyerahan dokumen data dan bukti, semua itu demi penulisan ulang Sejarah Indonesia.
“Kami harap, narasi Sejarah Perjuangan Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura dapat dimurnikan dan diselaraskan Kebenarannya menjadi pencerahan bagi generasi penerus sehingga tidak terlena dengan narasi pikiran sempit,” paparnya.

Pada intinya, kata Thomas Matulessy, kami berharap Pemerintah dapat memperhatikan dan memurnikan sejarah Perjuangan Thomas Matulessy. Dengan begitu, dirinya yakin generasi muda Indonesia akan mewarisi semangat para Leluhur yang suci dan murni saat membebaskan bangsa ini dari perbudakan.

“Jangan sampai dilupakan oleh sejarah bangsa ini,” pesan Thomas Matulessy.

Ia menambahkan, Keluarga Matulessy akan membentuk sebuah Forum Komunikasi untuk menampung semua aspirasi Anak cucu Matulessy di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Selain menerima dokumen data dan bukti dari Keluarga Matulessy, Direktur Sejarah Kemenbud RI Agus Hermanto juga menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi Keluarga Matulessy.

Agus berterima kasih atas masukan dokumen tersebut, dan berjanji menindaklanjuti sesuai tugas pokok dan fungsi mereka.

Dari Ambon, Band Given Rilis EP Perdana Dream Love Life

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon tak pernah kering kreativitas musik.  Hari ini, Selasa (9/9), Given, sebuah kelompok band alternative pop-rock Kota Manise ini merilis Extended Play (EP) alias album mini perdana.  Judulnya, Dream Love Life. EP Dream Love Life sudah tersedia di seluruh digital streaming platform.

Album mini ini berisi lima lagu pilihan karya mereka sendiri sejak akhir 2022 hingga 2025. Lagu-lagunya adalah Carry On, Run or Hide, Stone Heart, Girl with Interesting Face, dan The Reason

Seluruh lagu ditulis oleh Sang Vokalis Given Apriliano Kainama.  Dua personil lain menopang musiknya yakni Johen Siwalette (gitar) dan Rinto Far-Far (bass).  Dalam proses rekaman, mereka juga melibatkan sesama musisi sebagai additional player.

Menurut Rinto Far-Far yang merangkap manajer, sahabat musisi yang terlibat dalam mini album ini adalah Mckhen Leinussa, Nur Solaeta, Roland de Fretes,  dan Endy Diasz.

Dalam rilis yang diterima Maluku.News siang ini, Given menyebutkan, pernah merilis dua single sebelumnya, Never Be The Same dan Obsessed, pada tahun 2022. Kini  mereka ingin memperluas perjalanan musikal mereka lewat karya yang dirasa lebih matang.

Melalui Dream Love Life, Given ingin menghadirkan refleksi atas mimpi, cinta, dan kehidupan yang mereka jalani, baik sebagai individu maupun sebagai band. Seluruh lagu ditulis oleh Yano (vokalis), dengan sentuhan khas dari setiap personel yang turut memperkuat warna musik Given.

Proses kreatif lahirnya album mini ini berlangsung melalui serangkaian workshop, rekaman demo, hingga proses rekaman penuh yang tidak selalu mudah. Beberapa materi sempat direkam ulang bahkan ada yang akhirnya tidak digunakan, namun dari sekian banyak pilihan, Given memutuskan lima lagu terbaik untuk merepresentasikan identitas musik mereka.

Album mini Dream Love Life menjadi penanda penting dalam perjalanan Given sebagai band yang lahir dari semangat berkarya di tanah Ambon. Given berharap karya mereka dapat menjangkau pendengar yang lebih luas dan memberi warna baru di kancah musik Indonesia.

 

DPRD Maluku Soroti Masalah Air Bersih dan Listrik di Kepulauan Aru

0

Ambon, Maluku.news – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan VI yang meliputi Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kota Tual, Welem Kurnala, menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.

Dalam keterangan seusai reses, Selasa (09/09/25), Kurnala menyebutkan bahwa akses air bersih, ketersediaan listrik, dan perumahan rakyat menjadi perhatian utama selama dirinya turun langsung ke lapangan.

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku itu, kondisi perumahan warga di sejumlah desa di Aru masih jauh dari layak huni. “Banyak rumah warga yang tidak layak dihuni. Ini membutuhkan perhatian serius, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten,” ujarnya.

Kurnala menambahkan, dari dialog dengan masyarakat dan kepala desa, diketahui bahwa alokasi dana desa (ADD) tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan rumah-rumah tersebut. Ia mendorong keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), agar menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap program perumahan dari Kementerian PUPR dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil seperti Aru, sehingga rumah tidak layak huni bisa diperbaiki dan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Kurnala.

Ia juga menekankan perlunya pendataan menyeluruh terkait rumah tidak layak huni di Maluku. Dengan demikian, setiap program dari pemerintah pusat bisa tepat sasaran.

Pemkot Tual Siapkan Beasiswa dan Asrama untuk Mahasiswa Kurang Mampu

0

Tual, Maluku.news – Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, mewakili Wali Kota, menyampaikan sejumlah program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Tual untuk peningkatan SDM dalam pembukaan PKKMB Universitas Uningrat Tual, Senin (8/9/2025).

Ia menjelaskan, Pemkot memprogramkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun jumlah penerima menurun akibat kondisi keuangan negara dan daerah.

Wali Kota bahkan menargetkan setiap kecamatan dapat menghasilkan satu dokter melalui program beasiswa.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah untuk memperkuat kualitas SDM Kota Tual,” ujarnya.

Selain beasiswa, Pemkot menyiapkan pembangunan asrama bagi mahasiswa dari pulau-pulau. Program ini tertunda karena APBD sudah ditetapkan sebelum pemerintahan berjalan, namun ditargetkan terealisasi tahun berikutnya.

Pemkot juga menyiapkan pemanfaatan lahan tidur sebagai kebun pangan guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemanfaatan lahan ini penting agar kebutuhan pangan untuk MBG—sekitar 16 ribu peserta didik—tidak membebani APBD,” jelasnya sembari menambahkan Pemerintah berharap kampus turut mendukung berbagai program pengembangan daerah melalui kolaborasi dan inovasi bersama.

DPRD Maluku Soroti Penanganan Sampah di Pasar Mardika

0

Ambon , Maluku.news – Anggota DPRD Maluku, Ari Sahertian, menyoroti penumpukan sampah yang masih terjadi di kawasan Pasar Mardika, Ambon. Ia menilai persoalan tersebut muncul akibat lemahnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon.

“Masalah sampah ini kerap menjadi polemik karena kewenangan dua pemerintah berbeda. Hari ini kebijakan diambil pemerintah kota, besok provinsi ikut mengambil langkah dengan kapasitasnya. Akibatnya terjadi tumpang tindih dan sampah pun tetap menumpuk,” kata Anggota DPRD Maluku Ari, Sahertian senin(08/09/25).

Menurutnya, perbedaan kewenangan justru memperburuk kondisi lapangan, khususnya di Pasar Mardika yang menjadi pusat aktivitas warga.

Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi dan kota segera membangun koordinasi yang lebih baik agar kebijakan penanganan sampah bisa selaras.

“Harapan kami, kedua instansi ini dapat duduk bersama, menyatukan langkah, agar masalah sampah di Pasar Merdeka dapat segera diatasi,” ujarnya.