BerandaHeadlineTutur Tanah, Alih Wahana Cerita Rakyat Kaitetu oleh Bengkel Sastra Maluku

Tutur Tanah, Alih Wahana Cerita Rakyat Kaitetu oleh Bengkel Sastra Maluku

Ambon, Maluku.news – Bengkel Sastra Maluku (BSM) menggelar rangkaian acara sastra di Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Program bertajuk “Tutur Tanah: Alih Wahana & Publikasi Cerita Rakyat” berpuncak pada malam pagelaran seni di Halaman Rumah Upu Negeri, Sabtu (1/11/2025).

Pagelaran seni diawali sambutan Upu Negeri Kaitetu M. Amin Lumaela. Upu menyampaikan penghargaan kepada BSM yang telah melakukan program Tutur Tanah di Negeri Kaitetu. Menurut Upu, program ini sangat bermanfaat karena mengangkat dan memperkenalkan kembali cerita-cerita rakyat Negeri Kaitetu dan juga melibatkan banyak generasi muda sebagai penerus budaya.

Pembina Bengkel Sastra Maluku Morika Tetelepta membuka pagelaran seni, sedangkan Imam Negeri Kaitetu Yusuf Yahehet memanjatkan doa.

Morika menyampaikan rasa bangga melihat antusias warga Kaitetu yang dengan hati terbuka menyambut pelaksanaan program ini.

“Banyak orang kota sudah lupa bahwa akar identitas kita itu di kampung.   Kita semua berasal dari kampung.  Kita akan masuki Indonesia Emas 2045, jadi generasi muda perlu disiapkan.  Perjumpaan melalui sastra seperti ini, sangat penting untuk merawat hidup orang basudara,” papar Morika.

Setelah itu, silih berganti tarian, pembacaan puisi, stand up comedy, musik, cerita anak, teater, instalasi visual, dan pemutaran video musik lagu anak. Kegiatan ini adalah hasil alih wahana yang diangkat dari cerita rakyat Negeri Kaitetu.

Tarian lokal oleh Kelompak Mahina Atetu membuka pertunjukan seni Tutur Tanah. Masyarakat Kaitetu antusias dan gembira menyaksikan pertunjukan seni tersebut.

Selain tarian lokal, ada juga tim musik ukulele dan tim musik lagu anak dari Luma Ana Studio, kelompok teater Luma Atetu Kreatif yang menampilkan cerita Poi Siti & Poi Raja, Pembacaan Cerita Anak oleh Mamace Hatuwe, dan instalasi visual oleh seniman visual, Remzky Nikijuluw.

Di akhir acara, Ketua Bengkel Sastra Maluku Marthen Reasoa menyampaikan apresiasi kepada para penampil yang sudah terlibat sejak awal program hingga acara puncak pertunjukan seni malam itu. Reasoa juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah dan masyarakat Negeri Kaitetu yang dengan segenap keramahan telah menyambut kehadiran tim Bengkel Sastra Maluku untuk melaksanakan program Tutur Tanah di Negeri Kaitetu.

Ketua BSM Reasoa juga merasa senang karena program ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa melihat anak-anak muda tampil dengan sangat baik. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi ruang pembelajaran dan ruang jumpa antara seniman, musisi, penulis dan masyarakat umum, sekaligus melalui kegiatan ini cerita rakyat Negeri Kaitetu dapat didokumentasi dengan baik dan dinikmati melalui seni dan sastra.

Program Tutur Tanah: Alih Wahana & Publikasi Cerita Rakyat difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Sastra Tahun 2025.

Program ini dimulai dengan pengumpulan cerita rakyat, transkripsi dan penyuntingan naskah.   Cerita rakyat inilah yang kemudian dijadikan sumber data bengkel alih wahana, pembuatan musik lagu anak, perekaman lagu dan cerita anak, pembuatan video musik lagu anak, dan diakhiri dengan pertunjukan seni.

Bengkel penulisan puisi difasilitasi oleh Eko Poceratu, bengkel penulisan lagu anak oleh Edwin Titahalawa, bengkel penulisan cerita anak oleh Lommie Ephing, bengkel teater oleh Achmad Munir Wael. Sementara pembuatan musik lagu anak oleh Ardelony Imlabla, dan pembuatan video musik lagu anak oleh Edi Likumahua.

Semua rangkaian kegiatan dilakukan di negeri Kaitetu, Maluku Tengah dari bulan September hingga November 2025. Bengkel Sastra Maluku, sebagaimana dijelaskan Reasoa,  diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas usia dan latar belakang, serta memperkuat apresiasi terhadap sastra dan seni lokal melalui pendekatan inklusif, kontekstual, dan berbasis komunitas.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments