Beranda blog Halaman 261

Gubernur Maluku Resmi Miniatur Toleransi Agama di Kota Tual

0

Tual, MALUKU.News – Tiga miniatur rumah ibadah yakni Masjid, Gereja Katolik dan Protestan, diresmikan Gubernur Maluku Murad Ismail, Minggu (2/1/2022).

Peresmian berlangsung di lapangan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, sebagai
simbol toleransi umat beragama.

Peresmian ketiga rumah ibadah ini, ditandai penekanan tombol sirine yang dirangkai dengan penandatanganan prasasti Masjid Agung Al-Huriah / Gereja Katolik Fransiskus Xaverius / Gereja Protestan Maranatha disertai pelepasan tiga ekor Burung Merpati oleh kepala daerah.

Gubernur di momen itu memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual yang telah membangun miniatur toleransi umat beragama dan tiga rumah ibadah.

Program kerja ini, menurutnya, menunjukkan adanya rasa kebersamaan sesama umat beragama di Kota Tual dalam menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif.

Selain itu, acara ini merupakan momentum strategis untuk mewujudkan rasa persaudaraan, kebersamaan, sekaligus menjadi teladan bagi pembangunan peradaban bangsa.

“Melalui peresmian ini, saya mengajak kita semua umat beragama untuk tampil di garda
terdepan dalam mewujudkan toleransi umat beragama dengan bersandar pada akar budaya Maluku yaitu semangat Siwalima dan Falsafah Hidup Orang Basudara (Bersaudara), sebagaimana tercermin dalam kecerdasan lokal seperti budaya Pela Gandong, Larvul Ngabal, Ain ni Ain, Ikapela dan sebagainya,” ajak Gubernur.

Menurutnya, Tuhan telah menciptakan manusia beragam etnis, suku, agama dan golongan,
pendidikan, sosial, budaya dan sebagainya.

Semuanya memberikan gambaran, bila keragaman adalah bagian penting dalam kehidupan. Ibarat menjadi penerang, maka jika ada persoalan kemanusiaan (Keberagaman), maka tengoklah ke tempat (Rumah) ibadah.

“Di tempat yang bebas nilai ini, akan memberikan contoh tentang saling menghormati dalam keberagaman. Dengan begitu saya yakin, landasan pluralisme (Kkeragaman) dan solidaritas antar umat beragama, akan terbangun dengan baik dalam kehidupan kita,” kata Gubernur yakin.

Ia menjelaskan, bukan perkara mudah untuk hidup dalam perbedaan. Terutama perbedaan
pendapat yang ada di tengah masyarakat, karena setiap perbedaan dapat memicu timbulnya perselisihan.

Karena itu, keberadaan agama di tengah masyarakat sangatlah penting. Sebab, agama dapat menjaga serta mengatur tentang saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Dan agama juga mampu menciptakan kerukunan dalam kultur masyarakat yang majemuk.

Gubernur menambahkan, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, agama memiliki fungsi yang vital yakni sebagai salah satu sumber hukum atau dijadikan sebagai norma.

“Agama juga telah mengatur tentang gambaran kehidupan sosial yang ideal sesuai fitrah
manusia,” jelasnya.

Agama juga telah memberikan contoh konkrit mengenai kisah-kisah kehidupan sosio-kultural pada masa silam yang dapat dijadikan contoh bagi kehidupan bermasyarakat.

“Karena itu, sejatinya agama-agama di Maluku harus dapat memainkan peran penting sebagai sumber inspirasi pembangunan perdamaian kesejahteraan dan kemakmuran untuk sesama di daerah ini,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge yang hadir mewakili Wali Kota Adam Rahayaan, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas sumbangsih bantuan pembangunan rumah-rumah ibadah di daerah mereka.

Menurutnya, ketiga miniatur tersebut akan dijadikan sebagai ikon wisata di kota mereka.
Tujuannya, agar Kota Tual bisa menjadi kota toleransi di daerah (Maluku) yang diakui
secara nasional maupun mancanegara.

“Miniatur ini sebagai simbol toleransi umat beragama. Miniatur ini bukan saja sebagai
slogan, namun dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan sesuai dengan falsafah, yakni
berbeda-beda tapi kita tetap satu keluarga dan satu keturunan,” tutup Wawali.

Selain Gubernur dan Wawali Tual, turut hadir dalam acara peresmian tersebut Ketua TP-PKK Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad, Plh. Sekda Maluku Sadli Ie, sejumlah pimpinan OPD Pemkot Tual, para tokoh agama/adat/perempuan dan tamu undangan lainnya.

BPBD Maluku Mengecek Dampak Gempa di Timur Ibu kota Kabupaten MBD

0

Ambon, MALUKU.News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku masih mengecek dampak gempa dengan magnitudo 7,3 yang terjadi pada Kamis pukul 01.25 WIB di sekira 132 km arah timur Kota Tiakur, ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kepala BPBD Provinsi Maluku Henri Far Far berusaha menghubungi pejabat penanggung jawab upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Maluku Barat Baya.

“Namun jaringan telepon sangat terganggu dan tidak bisa terhubung,” kata Henri di Ambon, Kamis (30/12/2021).

Henry juga menghubungi Camat Damer di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk meminta keterangan mengenai dampak gempa di wilayah tersebut.

Menurut dia, Camat Damer John Mose masih mengecek dampak gempa di desa-desa yang ada di wilayahnya.

“Nomor kontak para kepala desa di Pulau Damer juga ada, tetapi sangat sulit menghubungi mereka, tidak bisa terkoneksi,” kata Henri.

Menurut Jonathan Maalette, seorang warga yang tinggal Pulau Wonreli-Kisar di Kabupaten Maluku Barat Daya, guncangan akibat gempa bumi pada Kamis dinihari terasa sangat kuat di daerah tempat tinggalnya.

“Semua orang yang sementara tertidur dikagetkan dengan guncangan tersebut, sehingga lari berhamburan ke luar rumah dan mencari halaman yang terbuka,” kata Jonathan saat dihubungi dari Ambon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa dengan magnitudo 7,3–dimutakhirkan dari sebelumnya 7,4– terjadi pada pada Kamis pukul 01.25 WIB di sekira 132 km arah timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Gempa yang pusatnya berada di laut pada kedalaman 182 km itu getarannya dirasakan di Kota Tiakur pada skala intensitas V-VI MMI, Tepa pada skala IV-V, Saumlaki pada skala IV MMI, serta Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, dan Sumba pada Skala III-IV MMI. Dampak gempa juga dirasakan hingga di Raja Ampat dan Kota Sorong, Papua Barat, pada skala II MMI.

Pada skala II MMI getaran akibat gempa hanya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta bisa menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang dan barang besar bergoyang. Getaran pada skala VI MMI dirasakan oleh semua penduduk, membuat kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Rektor Unpatti Terima Penghargaan Dari UI GreenMetric 2021

0

Ambon, MALUKU.News – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), M. J. Saptenno secara simbolis menerima Penghargaan dari UI GreenMetric 2021 atau UI GreenMetric World University Rangkings Awards 2021 – the 2021 Most Active University in UI GreenMetric World University Rangkings Network – Indonesia yang berlangsung di Ambon, Selasa (21/12/21).

Ketua GreenMetric Unpatti, Dr. Netty Siahaya, M.Si mengatakan, pemberian Award itu merupakan bagian dari universitas yang aktif terhadap lingkungan hijau.

“Pemberian Award ini juga berasal dari GreenMetric dunia yang merupakan bagian dari universitas-universitas di Indonesia yang sangat konsisten terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Siahaya, Tim GreenMetric Universitas Pattimura merupakan bagian dari UI GreenMetric di Indonesia tetapi juga di dunia. Universitas Pattimura di tahun 2021 diberikan Penghargaan sebagai kampus penghijauan yang sangat konsisten terhadap lingkungan.

“Penghargaan yang diberikan merupakan kerja kami sebagai Tim GreenMetric di Universitas Pattimura dan kedepan program-program GreenMetric Campus akan kami lakukan sebagai wujud dari kampus yang hijau dan bersih sesuai dengan semboyan Universitas Pattimura yaitu HOTUMESE yang artinya Berkembang Dalam Tantangan yang merupakan milik bersama melalui GreenMetric,”bebernya.

Siahaya berharap kedepan Unpatti menjadi kampus yang hijau dan ramah sehingga orang lain dapat memiliki kampus karena kebersihan lingkungan, tetapi juga penghijauan keberlanjutan terhadap lingkungan itu sendiri.

Sekedar diketahui, UI GreenMetric adalah salah satu program dari Universitas Indonesia yang menilai berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

Keluarga Besar Kementerian PUPR Maluku Gelar Ibadah Syukur Natal 2021

0

Ambon, MALUKU.News – Keluarga Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Maluku menggelar ibadah syukur Natal Mengusung tema “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”, momen perayaan tersebut berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan yang luar biasa. Perayaan tersebut digelar di Baileo Oikumene, Gereja Maranatha Ambon, Sabtu (18/12/2021).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala BPJN XVI Maluku, Ir. Jon Sudiman Damanik, Kepala Dinas PUPR Maluku Ir. Muhammad Marssabesy SP, MThec, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Maluku Abdul Halil Kastela, Kepala Seksi Sakter dan seluruh pegawai Kementerian PUPR Maluku.

Dalam Refleksi Natal yang diangkat dari bagian firman Tuhan yakni 1 Petrus 1 : 22, Pdt. S Gaspesz, mengajak seluruh staf Kementerian PUPR Maluku untuk bersama-sama meneladani pengorbanan Tuhan Yesus sebagai Putra Natal yang datang untuk membawa damai dan sukacita bagi orang-orang yang menderita dan lemah serta yang kehilangan pengharapan maupun yang tertindas.

“Dengan kedatangan dan kelahiran sang Juruselamat dapat menyelamatkan setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya,” tandasnya.

Ketua Panitia Perayaan Natal Kristus, Keluarga Besar Kementerian PUPR Maluku, Toce Leuwol, ST, M.Tech, dalam sambutannya mengatakan meski kondisi pandemi Covid-19 masih mengancam kehidupan umat manusia namun atas kasih dan anugerah Tuhan, semua dapat berkumpul dalam susana sukacita perayaan Natal di malam ini.

“Sebagaimana tema Natal kali ini, maka dengan cinta kasih Kristus kita dapat membangun Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai. Dan dengan rasa persaudaraan dan saling membantu maka akan memakmurkan diri kita dikemudian hari,” tandasnya.

Leuwol tak lupa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh seluruh tim panitia perayaan Natal.

“Walaupun dalam kesibukan masin-masing, namun bisa mengambil bagian dan terlibat dalam perayaan Natal kali ini,” pungkasnya.

Dalam pesan dan kesan Natal, Kepala BPPW Maluku Abdul Halil Kastela mengajak semua yang hadir mensyukuri momen berkumpul dan merayakan Natal Kristus di saat ini mengingat pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda seluruh dunia.

“Sebenarnya kegiatan-kegiatan selama pandemi kita tidak saling bertemu, namun kali ini kita bisa bertemu dan bisa mengenal satu sama lain dalam perayaan Natal Keluarga Besar Kementerian PUPR Maluku,” urainya.

Kepada seluruh lembaga Kementrian PUPR yang ada di Provinsi Maluku, Kastela mengajak untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur di daerah ini.

“Seluruh jajaran Kementrian PUPR di Maluku harus siap melayani,” ajaknya.

Kastela menegaskan pula bahwa persaudaraan yang erat merupakan ikatan hubungan yang kuat untuk menjaga hubungan antara sesama dengan tidak memandang pangkat atau jabatan.

“Marilah kita saling melihat satu dengan yang lain, dengan kerja iklas, jujur, dan saling menghargai satu sama lain,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Maluku Ir. Muhammad Marasabessy mengatakan perayaan Natal kali ini merupakan momentum untuk intropeksi diri.

“Apakah hubungan kita dengan Tuhan sudah menjadi lebih baik dan apakah hubungan kita dengan sesama sudah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Walaupun perayaan Natal yang dilakukan dengan penuh kesederhanaan, Marasabessy mengajak semuanya untuk bersyukur atas seluruh tugas dan tanggung jawab yang telah dilaksanakan selama setahun serta telah berjalan dengan baik dan lancar.

Dia juga mengapresiasi kerja Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Balai Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang turut terlibat dalam kerja bersama-sama Pemerintah Provinsi Maluku.

Dalam perayaan Natal Keluarga Besar Kementerian PUPR Maluku, juga diisi dengan puji-pujian Natal oleh beberapa musisi setempat.

Acara Natal ditutup dengan pembagian bingkisan Natal kepada para security, sopir dan tenaga cleaning service yang bertugas pada beberapa instansi Kementerian PUPR yang ada di Provinsi Maluku.

Oknum TNI Adu Jotos Dengan Polantas Dalam Pengawasan Panglima Diproses Hukum

0

Panglima TNI : Proses Rekruitmen Akan Memprioritaskan Anak Daerah

0

Ternyata Ini Penyebab Anggota KPU Kabupaten Maluku Tenggara Diperiksa DKPP

0

Ambon, MALUKU.News – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Kembali menggelar sidang virtual pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk perkara nomor 162-PKE-DKPP/IX/2021 pada Kamis (9/12/2021) pukul 08.00 WIB atau 10.00 WIT.

Dalam rilis DKPP yang diterima media ini di Ambon, Jumat (10/12/2021) menyebutkan perkara nomor 162-PKE-DKPP/IX/2021 diadukan oleh Jumadi Rahayaan yang memberikan kuasa kepada M. Hanaf Rabrusun, Wahyudin lngratubun, dan Damianus lnuhan. ·

Sementara Teradu dalam perkara itu adalah Anggota KPU Kabupaten Maluku Tenggara, Arif Rahakbauw. la diadukan karena diduga telah menjalin hubungan tidak wajar di luar nikah dengan istri dari Pengadu.

Sesuai ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum, sidang akan dipirpin oleh Anggota DKPP dan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Maluku.

Rencananya, sidang akan dilakukan secara virtual dengan Ketua Majelis di Jakarta dan semua pihak berada di daerah masing-masing.

Sekretaris DKPP, Yudia Ramli, mengatakan agenda sidang tersebut yakni mendengarkan keterangan Pengadu dan Teradu serta Saksi-saksi atau Pihak Terkait yang dihadirkan.

“DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” ungkapnya sembari menambahkan sidang kode etik DKPP bersifat tertutup karena berkaitan dengan asusila.

Selama Lima Hari Pertamina Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah Di Mimika

0

Ambon, MALUKU.News – PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar di Kabupaten Mimika selama 5 hari, dimulai pada tanggal 6 hingga 11 Desember 2021 untuk memastikan pelayanan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah di pasaran sampai ke konsumen.

Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku menyatakan operasi pasar dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku-Jobber Timika bekerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Mimika dengan sasaran warga atau masyarakat konsumen pengguna minyak tanah, dan merupakan agenda rutin tahunan menjelang hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun baru.

“Kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku-Jobber Timika mulai hari ini, Senin tanggal 6 Desember 2021 sampai dengan tanggal 11 Desember 2021 melaksanakan operasi pasar untuk produk Minyak Tanah, yang menjadi sasaran operasi pasar ini yakni Warga/ masyarakat Mimika, dengan tujuan operasi pasar sebagai agenda rutin mendekati natal dan tahun baru,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima media ini di Ambon, Senin (06/12/2021).

Dijelaskan Edi, untuk operasi pasar kali ini, Minyak Tanah yang dialokasikan dalam operasi pasar sebanyak 120 KL, dimana pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika telah menetapkan titik-titik dilakukannya operasi pasar agar masyarakat konsumen minyak tanah dapat langsung menjangkau lokasi tersebut.

“Untuk titik-titik lokasi operasi pasar sebagai teknis penentuan yang ditetapkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yakni di 24 Titik yang tersebar di 6 Distrik kabupaten Mimika. Untuk hari ini operasi pasar minyak tanah dilaksanakan di gereja Tiga Raja, Solafide dan Gereja Marthen Luther,” ungkapnya.

Edi menghimbau pihak kepolisian dan Disperindag kabupaten Mimika agar dapat melakukan pengawasan dan penindakan secara tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan penimbunan terhadap BBM subsidi.

“Bagi Pertamina jika ditemukan keterlibatan lembaga Penyalur yang ikut bermain mata, dengan siapa saja untuk menimbun dan menjual Minyak Tanah dengan harga diluar harga resmi, maka kami akan menindak dengan tegas bila perlu hingga pada Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” pungkasnya.

Ayah Dan Anak Ditemukan Selamat Di Perairan Tanjung Tamedan

0

Ambon, MALUKU.News – Nasib baik masih menyertai Baharudin Ohoirenan (51), dan Jihad Ohoirenan (20) yang sempat dinyatakan hilang sejak kapal kayu yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin, sabtu pukul 19.00 WIT malam, keduanya akhirnya ditemukan Tim Rescue Pos SAR Tual terombang-ambing di Perairan Tanjung Tamedan, Maluku Tenggara, Minggu (05/12/2021) pukul 02.00 WIT.

Kepala Basarnas Ambon Mustari mengungkapkan, hilangnya Baharudin dan Jihad yang diketahui merupakan ayah dan anak itu setelah pihaknya mendapat informasi dari Ketua DPRD Kota Tual bahwa adanya Kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara.

Pukul 01.07 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tual beserta Unsur Potensi SAR dikerahkan menuju LKK guna melaksanakan Ops SAR Menggunakan KN Catamaran 507 BAKAMLA Tual. Tim SAR Gabungan bergerak menunju titik koordinat 5°30’34.99″ S – 132°48’4.96″ E, dan Heading -+ 22,94° Arah Timur Laut dari Pos SAR Tual.

“setelah satu jam Pencarian Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Kapal kayu tersebut pada pukul 02.15 WIT sedang terombang-ambing di Perairan Tanjung Tamedan Maluku Tenggara. Selanjutnya kedua korban selamat dievakuasi menuju Kota Tual guna mendapat perawatan. Pukul 0430 WIT, Tim SAR Gabungan tiba dan sandar di Pelabuhan PSDKP Tual selanjutnya kedua korban diserahkan ke pihak keluarga,”ungkapnya.

Diketahui kedua korban Berangkat dari Dobo, kabupaten Kepulauan Aru pada tanggal 3 desember tujuan Kota Tual. Namun sesampainya di Perairan Maluku Tenggara 4 Desember pukul 21.00 WIT Kapal mengalami Kerusakan mesin dan terombang-ambing selama sehari sebelum berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan.

Ini Penyebab Edwin Huwae Dibebastugaskan Dari Jabatan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Kebijakan DPP PDI Perjuangan yang menggantikan Sekretaris DPD PDIP Maluku dari Edwin Huwae kepada Benhur Watubun periode 2019-2024 akibat adanya persialan internal partai di tubuh DPD.

“Pergantian ini merupakan proses internal dan membutuhkan waktu cukup panjang dari berbagai peristiwa internal yang terjadi pada beberapa waktu lalu,” ujar Sekretaris DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun di Ambon, Minggu (05/12/2021).

Benhur katakan, seluruh kader diperiksa dan kemudian DPP menjatuhkan keputusan dengan proses membebastugaskan Edwin Huwae sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku.

“Menurut saya, Edwin adalah seorang kakak yang juga senior, dimana tentunya kita selalu hormati. Hanya saja, keputusan DPP PDI Perjuangan merupakan sesuatu yang harus kita laksanakan dalam tanggungjawab berpartai,” ungkapnya.

Pengangkatan Sekeretaris DPD PDIP Maluku yang baru berdasarkan surat keputusan DPP PDI Perjuangan nomor 182/Kpts/DPP/XI/2021 tanggal 29 November 2021.

Menurut Benhur, pilar utama perjuangan dan konsolidasi untuk setiap jenjang kepengurusan dalam rangka memenangkan kekuasaan pada seluruh tingkatan adalah partai politik.

“Kemarin sudah melakukan rapat dan dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Murad Ismail dan ada tiga agenda penting yang telah ditetapkan antara lain masalah konsolidasi, rencana rapat kerja nasional pertengahan Desember 2021, serta kegiatan pendidikan kader pratama untuk seluruh cabang di Provinsi Maluku,” katanya.

Dijelaskan Benhur, dalam konsolidasi itu salah satu pointnya adalah telah diumumkan secara resmi kepada publik Sekretaris DPD PDI Perjuangan yang baru sesuai SK DPP yang diterbitkan tanggal 29 November 2021, dan secara deklaratori disampaikan pada 4 Desember 2021 dalam rapat DPD.

“Pergantian ini harus disampaikan DPD dalam pertemuan resmi sehingga pengurus maupun kader mengetahui pengumuman resmi ini dari DPP yang diwakili Ketua DPD,” tandasnya.

Benhur menegaskan, pergantian posisi adalah dinamika yang wajar dalam kepemimpinan atau kepengurusan partai, dan hal seperti itu juga pernah terjadi pada saat Bito S. Temar digantikan posisinya oleh Evert Kermite sebagai Plt Sekretaris DPD PDIP Maluku.

“Bito dulunya diganti karena tidak menandatangani surat pengajuan pasangan calon kepala daerah Herman Koedoeboen – Daud Sangaji sebagai Balon Gubernur dan Wagub Maluku pada 2013,” pungkasnya.