Beranda blog Halaman 236

DPRD Terima Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 Dari Pemprov Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – DPRD Provinsi Maluku menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggunjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran (TA) 2021 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat.

Ranperda dimaksud diserahkan langsung oleh Gubernur Murad Ismail, dan diterima Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala selaku pimpinan sidang di ruang rapat paripurna baileo rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (19/07/2022).

Turut didampinggi Wakil Gubernur Barnabas Orno, Ketua DPRD Lucky Wattimury, Wakil Ketua DPRD Melkianus Sairdekut dan Effendi Latuconsina. Serta dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku.

Gubernur Murad Ismail dalam sambutannya, mengatakan berdasarkan amanat Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara dan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2021 kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa BPK RI selabat-lambatnya enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Laporan keuangan tersebut meliputi laporan realisasi anggaran neraca, laporan arus khas, laporan operasional, laporan saldo, anggaran lebih, laporan perubahan equitas dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan keuangan Pemprov Maluku TA 2021 merupakan wujud pertanggungjawaban atas penggunaan keuangan daerah sekaligus menjadi instrumen pengukuran kinerja pemerintah pada setiap akhir tahun.

“Pemprov mengucapkan rasa syukur karena selama tiga tahun berturut-turut 2019-2021 Pemprov Maluku meraih opini WTP dari BPK RI,”ucapnya.

Dijelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Maluku nomor 10 tahun 2020 tengang APBD TA 2021 dan Perda nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan APBD TA 2021, maka dapat dijelaskan pendapatan daerah dianggarkan Rp.3,31 triliun, terealisasi sampai tahun anggaran Rp.3,27 triliun atau 98,78 persen.

Realisasi pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp550,81 miliar, pendapatan transfer atau dana hibah Rp.2,715 triliun, dan pendapatan daerah lainnya Rp.1,56 miliar.

Kemudian, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp.4,15 triliun, terealisasi sampai akhir tahun anggaran Rp.3,82 triliun atau 91,91 persen. Realisasi belanja daerah tersebut terjadi atas belanja operasi Rp.2,53 triliun, belanja modal Rp.1,01 triliun, belanja tak terduga Rp.63,05 miliar dan belanja transfer Rp.219,73 miliar.

Belanja pembiayaan daerah bersumber dari penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp.852,39 miliar, terealisasi Rp.851,69 miliar atau 99,92 persen. Sementara pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp.6 miliar, terealisasi sampai tahun anggaran Rp.6 miliar atau 100 persen.

Terkait hal tersebut, menurut Gubernur bila diperhadapkan antara realisasi penerimaan pembiayaan daerah dengan pengeluaran pembiayaan daerah maka diperoleh pembiayaan neto Rp.845, 69 miliar.

Dengan demikian, secara keseluruhan realisasi pendapatan daerah Rp.3,27 triliun, jika diperhadapkan realisasi belanja daerah Rp3, 82 triliun, maka dihasilkan defisit APBD TA 2021 sebesar Rp550.749.906.119.

“Defisit APBD tersebut, bila ditambahkan dengan pembiayaan neto sebesar Rp845, 59 miliar maka dihasilkan sisa lebih perhitungan anggaran atau silva TA 2021 sebesar Rp294.939.158.239,” ujarnya.

Selanjutnya neraca pemerintah provinsi Maluku merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemprov Maluku per 31 2021 yang terdiri atas total aset sebesar 6,511 triliun, total kewajiban Rp829,82 miliar dan total equitas Rp5,682 triliun.

“Saya akan menyerahkan laporan ini, untuk selanjutnya dibahas dan mendapatkan persetujuan DPRD Maluku dalam waktu tidak terlalu lama,”terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Maluku, Azis Sangkala mengatakan agenda ini akan dingunakan sebaik mungkin untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pelaksanaan APBD Provinsi Maluku selama satu tahun anggaran, berdasarkan indikator capaian yang sudah disepakati bersama.

Sesuai ketentuan perundang-undang, Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, yang memuat laporan keuangan, laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus khas, catatan atas laporan keuangan, serta laporan kinerja telah diperiksa oleh BPK.

Dengan demikian, dalam ranperda telah terangkum secara jelas seluruh kebijakan pemerintahan daerah terkait pelaksanaan APBD Maluku TA 2022.

“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan tiga tahun berturut-turut mendapatkan predikat WTP oleh BPK. Kami menghimbau untuk terus membangun kolaborasi bersama Pemda dan Forkopimda untuk memajukan Maluku yang kita cintai,”pungkasnya.

Sinode GPM Gelar Evaluasi Program Yayasan Sagu Salempeng, Wagub Orno Sampaikan Pesan Gubernur

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menghadiri kegiatan Evaluasi Program Kerja Tahunan 2021-2022, di Swiss Bell – Hotel Ambon, Selasa (19/7/2022).

Pelaksanaan evaluasi program ini diselenggarakan Yayasan Sagu Salempeng Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan pesan dan harapan Gubernur Maluku Murad Ismail.

Pertama, kegiatan evaluasi merupakan salah satu mata rantai manajemen program, guna memastikan pencapaian tujuan organisasi.

Melalui proses evaluasi yang komprehensif dan terukur, maka akan ditemukan berbagai capaian kegiatan dan masukkan untuk menata sebuah organisasi, agar memiliki performa dan kinerja yang lebih baik. Dalam kaitan itu, kegiatan ini patut diapresiasi dan didukung.

“Kami menyampaikan selamat kepada pengurus yang telah bekerja keras untuk melaksanakan visi misi yayasan ini. Semoga capaian yang ada, makin memberi dampak positif secara internal maupun eksternal untuk mewujudkan kesejahteraan perdamaian dan kemaslahatan bersama,” kata Gubernur.

Kedua, kegiatan evaluasi program kerja tahunan ini perlu menegaskan kembali core bisnis dari yayasan dalam rangka merajut kohesi sosial lintas suku dan agama, memperkuat harmoni sosial yang dinapasi nilai-nilai budaya dan kehidupan lokal. Mengingat, realitas sosial selalu bersifat dinamis dan fluktuatif.

Sementara di sisi lain, masyarakat Maluku bukanlah masyarakat statis yang selalu mengalami perubahan di bidang sosial, budaya, ekonomi, politik dan ekologis.

“Berbagai problem sosial muncul dengan skala dan dampak yang bervariasi. Terhadap masalah-masalah yang muncul itu, diperlukan tindakan sosial yang presisi yang disinkronkan dengan basis nilai budaya yang fungsional dan transformatif,” sambung Gubernur.

Ketiga, falsafah hidup orang Maluku perlu digali dan difungsikan untuk memperkuat integrasi sosial dan nasional. Falsafah sagu selempang merupakan metafora kaya makna dan pesan kultural. Sebab, Sagu merupakan tanaman endemik masyarakat Maluku.

“Pada lain sisi, budaya sagu salempeng dibagi dua merupakan bahasa metafor yang meningkatkan masyarakat Maluku, apapun latar belakang agama dan sukunya mesti saling peduli dan berbagi satu sama lain,” jelasnya.

Keempat, pentingnya membangun kerjasama dan sinergitas antara pemerintah dan lembaga-lembaga sosial. Kerjasama dalam skala lokal, nasional bahkan internasional merupakan kebutuhan mutlak saat ini.

Untuk itu, kerjasama internasional yang dibangun yayasan perlu terus diperkuat dan ditingkatkan.

“Kerjasama dalam skala lokal, nasional dan internasional merupakan kebutuhan mutlak saat ini. Untuk itu, kerjasama internasional yang dibangun yayasan ini perlu terus diperkuat dan ditingkatkan,” tukas Gubernur.

DPRD Maluku Minta Pemkot Tual Pro Aktif Atasi Bentrok Antar Pemuda

0

Ambon, MALUKU.News – Persoalan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtimbas) marak terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Maluku, salah satu Kota Tual. Bentrokan antar Pemuda di bumi maren ini bahkan menimbulkan korban luka, tiga diantaranya dari pihak kepolisian, salah satunya Wakapolres Tual, Kompol Syahrul Awab.

Perwira dengan satu melati dipundak itu kini telah dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Polri akibat terkena anak panah menancap tepat pada paha kanan, yang dilayangkan pemuda yang berkonflik itu.

Menyikapi bentrokan antar pemuda yang marak terjadi, Ketua Fraksi Kebangsaan DPRD Provinsi Maluku, Mu’min Refra di Ambon, Selasa (18/07/2022) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tual untuk lebih pro aktif melaksanakan pembinaan kepada masyarakat melalui satu penanganan intens di lingkup RT/RW.

“Sehingga kaum muda benar benar dididik, agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan orang lain, atau kepentingan umum karena salah paham atau hal sensitif lainnya,” ungkapnya.

Menurut Refra, upaya tersebut perlu ada kerjasama semua pihak, termasuk Kepolisian. Sehingga ada langkah perventif dalam menangani persoalan bentrok antar pemuda.

“Terkait bentrokan sekeliling anak muda di kota Tual, kita berharap pasca bentrok pemerintah daerah punya mindset untuk melakukan pembinaan di lingkup kelompok kelurahan RT/RW, dengan melibatkan kepolisiam, sehingga kerawanan sosial bisa diminimalisir,”pintanya.

Terhadap Wakapolres Tual dan dua anggotanya yang menjadi korban saat mengamankan bentrokan, Wakil Rakyat dari Dapil VI mengaku prihatin, serta mendesak agar siapapun aktor dibalik pertikaian bentrok agar diproses hukum.

“Kita sangat prihatin dan sekaligus mengapresiasi kinerja polres kota tual dalam penanganan, berbagai konflik sosial sampai pada tingkat bentrok antar warga. Kita berharap soal siapapun yang dianggap melakukan tindak yang merugikan, maka langkah hukum harus ditempuh siapapun dia, sehingga ini menjadi suatu kesadaran bersama,”tegasnya.

Komisi I DPRD Maluku Sambangi Kejagung, Ini Hasilnya

0

Ambon, MALUKU.News – Salah satu pekerjaan rumah yang seharusnya menjadi perhatian bersama seluruh pihak, yaitu nasib masa depan putra-putri daerah Maluku. Dalam berbagai penerimaan, sebut saja penerimaan calon Jaksa lebih banyak didominasi dari putra-putri luar daerah Maluku, sementara putra-putri asli Maluku tidak diakomodir.

Hal inilah kemudian menimbulkan gejolak sosial dan kereasahan dari rakyat Maluku, yang menganggap dianaktirikan atau tidak diperhatikan oleh negara. Persoalan ini, kemudian menjadi bahan penyampaian aspirasi DPRD Maluku ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra mengungkapkan dari hasil penyampaian aspirasi, Kejagung merespon baik hal ini, dan akan menjadi masukan untuk dikemudian hari.

“Kami ke Kejagung dan diterima langsung Kepala Biro Kepegawaian mereka sangat merespon. Mudahan menjadi masukan penting, karena mereka sementara melakukan kajian karena memang dari Kemenpan-RB membatasi CPNS di kejaksaan termasuk jaksa,” ungkap Amir kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, senin (18/07/2022).

Dikatakan, untuk mendukung perjuangan ini, diperlukan campur tangan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, lewat surat resmi dari Gubernur ke pemerintah pusat.

Hal ini menurut kader PKS ini, perlu dilakukan secepatnya, mengingat dalam waktu dekat akan ada dua kantor Kejaksaan baru di Maluku. Tentu dengan surat dukungan Gubernur, bisa menjadi pertimbangan Pempus untuk memprioritaskan putra-putri Maluku menjadi calon Jaksa, baik ditempatkan pada dua kantor baru tersebut, bahkan di daerah lainnya di Maluku.

“Ternyata selama ini rekrut calon Jaksa untuk anak daerah hanya satu atau dua saja. Untuk itu, kami minta kalau bisa ada surat dari Gubernur, seperti hal yang dilakukan Papua sehingga ada kekhususan terhadap hal ini,” ucapnya.

Perjuangan ini, ungkap Amir harus dibicarakan lagi bersama Kementerian Aparatur Sipil Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Namun surat yang dilayangkan DPRD belum direspon

“Ini juga akan disampaikan ke kemenpan-RB termasuk honorer kalau bisa diberi waktu diundur dulu, dikarenakan banyak persoalan yang terjadi di daerah, termasuk menjadi skala prioritas dalam rekrutmen P3K. Cuma karena kemenpan belum memberikan respon untuk ketemu,”pungkasnya.

Pemprov Maluku Akan Bantu Pengembangan Perbankan Syariah

0

Ambon, MALUKU.News – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Maluku, Meikyal Pontoh, membuka dengan resmi kegiatan Shari’a Local Economic Festival (Salam Fest) Road to restart Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2022, di Hotel Santika Ambon, Kamis (15/7/2022).

Turut hadir dalam pembukaan, Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku One Yusril Fikar, para pimpinan perbankan/BUMN/BUMD, Ketum Habitren Indonesia Moh. Hasib Wahab Chasbullah, Ketum Pusat Habitren Abu Imam Abdur Rohim Rumabara, sejumlah pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Maluku dan jajaran perbankan.

Sebagaimana diketahui, festival yang digelar oleh Kantor BI Perwakilan Maluku ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan memperkuat literasi dan edukasi masyarakat Maluku tentang bank syariah.

Gubernur Murad Ismail dalam sambutannya yang disampaikan Asisten II Sekda Maluku Meikyal Pontoh memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan dimaksud.

“Gagasan kegiatan ini tentu sangat membantu semakin bertumbuhnya perekonomian Maluku,” ungkapnya.

Dijelaskan Gubernur, di sisi lain, edukasi dan literasi Bank Syariah menjadi penting oleh karena 90 persen adalah umat Islam di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku.

“Populasi inilah sebagai modal utama diberikan edukasi tentang pentingnya memanfaatkan berbagai produk bank syariah kepada mereka,” ujarnya.

Untuk itu, dengan potensi yang ada, maka sebagai Pemerintah daerah akan terus mendukung perkembangan Bank Syariah di Maluku.

“Pemerintah Provinsi Maluku akan juga membantu memberikan dorongan dan dukungan agar perbankan syari’ah di Maluku terus berkembang. Karena saya juga meyakini sungguh dengan berbagai potensi populasi umat yang besar dan sumber daya alam (sda) yang tersebar di seluruh wilayah negeri Maluku, maka kehadiran perbankan syariah dengan berbagai produknya, akan membawa ‘maslahat’ bagi peningkatan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Maluku,”imbuhnya.

Dirinya berharap, kegiatan ini akan terus berkelanjutan sehingga dapat mengembangkan dan terus menawarkan gagasan-gagasan ekonomi umat yang semakin kreatif dan inovatif di era digital dan minat warga masyarakat pada produk perbankan syari’a semakin meningkat, sehingga perekonomian daerah Maluku semakin berkembang.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus harian himpunan ekonomi bisnis pesantren (hebitren) periode 2022-2027 yang dirangkaikan dengan pembukaan festival Salam Fest road to restart Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Saya meyakini sungguh saudara-saudara akan membantu ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi daerah tumbuh secara signifikan,” tandasnya.

Wagub Orno Buka Monev SP4N Lapor Pemprov Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Gubernur Barnabas Orno membuka secara resmi kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Layanan Apresiasi Pengaduan Online (SP4N-Lapor) Pemerintah Provinsi Maluku yang digelar Kementerian Dalam Negeri bertempat di kantor Gubernur setempat, Kamis (14/7/2022).

Gubernur Maluku dalam sambutannya yang di bacakan oleh Wagub Orno mengatakan, bahwa SP4N-Lapor merupakan sistem pengaduan yang dibentuk oleh Pemerintah sebagai salah satu wujud komitmen dalam mendukung prinsip pemerintahan terbuka serta meningkatkan kualitas Pelayanan Publik.

Dijelaskannya, seperti tertuang dalam amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan penyelenggara negara untuk menyelenggarakan Pelayanan Publik sesuai dengan tujuan pembentukan, dimana salah satunya meliputi pengelolaan pengaduan masyarakat.

Untuk itu pengelolaan pengaduan Pelayanan Publik tidak dapat lagi dilakukan secara manual tetapi berbasis online dengan menggunakan Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau LAPOR! sebagai aplikasi yang dipergunakan untuk mengelola pengaduan Pelayanan Publik nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Dengan adanya kemajuan teknologi, melalui aplikasi lapor kita sudah dapat secara online melakukan pengaduan pelayanan publik dengan mudah” terang Orno.

Perlu diketahui, secara kelembagaan, Pemerintah Provinsi Maluku telah membentuk Tim Koordinasi pengelolaan pengaduan berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku Nomor : 78a Tahun 2018, tanggal,28 Maret 2018, tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Pengaduan dan Petugas Administrator pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Maluku yang bertujuan untuk memastikan adanya keterhubungan dalam proses pengelolaan pengaduan, dan memastikan pengaduan dapat terselesaikan dalam kurun waktu singkat.

“Saya mewakili Pak Gubernur Maluku memberikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman RI, Kemenpan RB dan Kemenkominfo RI yang telah berinisiatif dalam melakukan Monev di hari ini,” tandasnya.

DPRD Minta BPJN IX dan Pemprov Maluku Optimalkan Monitoring

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Ketua DPRD Maluku, Azis Sangkala meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk optimalkan monitoring hal itu menindaklanjuti cuaca ekstrem yang terus melanda.

“Kami berharap balai jalan terus memonitoring jalan nasional yang ada khususnya jalan trans seram yang memang selalu di musim penghujan terjadi longsoran dan kerusakan, begitu juga Pemprov melalui Dinas PUPR terhadap jalan provinsi,”ungkapnya di Ambon, Rabu (13/07/2022).

Dikatakan, monitoring perlu dilakukan agar akses tranportasi di ruas jalan rawan longsor bisa berjalan dengan baik, termasuk distribusi bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Jika ada kerusakan segera ditangani, agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat selalu pengguna jalan,” ucapnya.

Kepada masyarakat, dirinya menghimbau agar selalu waspada saat melakukan perjalanan disituasi ektrem saat ini, terutama saat berada di ruas jalan yang rawan longsor.

“Ingat keselamatan yang paling utama, karena itu masyarakat harus selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja,”pintanya.

Alkatiri : Pemerintah Komitmen Atasi Persoalan Bencana Di Werinama

0

Ambon, MALUKU.News – Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan kebencanaan yang terjadi di desa Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Komitmen ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Maluku, Fauzan Alkitiri usai rapat koordinasi bersama BWS Maluku, OPD terkait, dan tokoh masyarakat Werinama di baileo rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (12/07/2022).

Sebagai tindaklanjut, kata Fauzan BWS Maluku bersama OPD terkait akan melakukan upaya tanggap darurat, guna mememinimalisir kerusakan maupun korban dari bencana.

“Tadi sudah ada jaminan dari Balai Wilayah Sungai agar segera melakukan langkah, dari Dinas juga siap berkooperatif, bahkan masyarakat yang ada di Werinama seperti yang hadir tadi dalam rapat ada tokoh-tokoh masyarakat, siap mengambil langkah-langkah partisipatoris untuk menangani bencana yang terjadi,”tuturnya.

Menurut Fauzan, banjir yang terjadi Werinama menghilangkan sejumlah makam di TPU Wailisa merupakan kejadian berulang.

Untuk itu, Pemerintah seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat, sehingga membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini secara tegas sudah diamanatkan dalam undang-undang nomor 22 Tahun 2007.

“Pemerintah tidak boleh tuli, tidak boleh bisu dan berdiam diri. Perlu upaya penanganan terhadap pinggiran sungai Waillisa agar tidak terjadi lagi abrasi yang bisa menghilangkan makam-makam yang ada disana,”pungkasnya.

Pemerintah Pusat Didesak Tunda Kebijakan Penghapusan Honorer

0

Benhur: Jika Dilakukan Akan Terjadi Ledakan Pengangguran

Ambon, MALUKU.News – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun mendesak Pemerintah Pusat (Pempus) menunda kebijakan penghapusan tenaga honorer pada 2023 mendatang.

“Kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dikhawatirkan akan terjadi ledakan pengangguran,” ujarnya di Ambon, selasa (12/07/2022).

Menurut Watubun, Kebijakan itu akan menganggu stabilitas politik, dan keamanan. Mengingat honorer baru diproses penghentian pada tahun 2025 setelah pemilu.

“Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan secara baik, sesuai tuntutan pemerintah daerah,” tandasnya.

Watubun menambahkan, dari sisi partai, sesuai rekomendasi eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP, juga dimintakan untuk menunda penghapusan tenaga honorer.

“Untuk itu, saya berharap Pempus melalui Kemenpan-RB dapat mempertimbangkan hal ini secara baik, sebelum terjadi gejolak dikalangan masyarakat akibat kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Ini Pernyataan Kadis Kominfo Maluku Terkait Insiden Kunjungan Gubernur di Buru

0

Ambon, MALUKU.News – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Drs. Titus F. L. Renwarin. M.Si didampingi Kepala Bidang Layanan dan Komunikasi, John A. Rumlawang. S.Sos, M.Si menggelar jumpa pers terkait kunjungan kerja Gubernur Murad Ismail di Pulau Buru, Sabtu (9/7/2022).

Jumpa pers bertempat di aula kantor Dinas Kominfo setempat, Senin (11/7/2022).

Dihadapan wartawan, Renwarin menjelaskan, terkait insiden kunjungan Gubernur Maluku di Namlea – Kabupaten Buru, pihaknya telah melihat perkembangan itu dan telah dikonfirmasikan langsung dari teman teman disana antara lain Penjabat Bupati Buru dan tokoh masyarakat yang saat itu ada di sekitar kejadian.

“Jadi memang benar bahwa ada reaksi spontanitas pak Gubernur terhadap sikap dari para pendemo atau mahasiswa yang meneriakkan namanya,” ungkapnya.

Renwarin menyampaikan bahwa spontanitas seperti ini bagi orang yang mengenal Murad Ismail hal ini pasti dianggap biasa, tetapi belum tentu bagi orang orang diluar (lawan politik) pasti akan bereaksi dan memviralkan ini. Dan ini menjadi titik lemah, karena jabatan Murad Ismail adalah Gubernur Maluku.

“Jadi, sebetulnya itulah yang terjadi dalam sikap pak Gubernur terhadap mereka ini. Nah, setelah diingatkan dari teman-teman, baik itu kolega maupun undangan yang hadir, beliau kembali tenang dan acarapun dilanjutkan,” jelasnya.

Renwarin juga mengatakan bahwa artinya hal ini juga jangan dilihat sebagai titik lemah tertentu lalu mengabaikan tujuan baik Gubernur yang hadir di Kabupaten Buru meresmikan proyek-proyek sekaligus memberi bantuan dan sebagainya.

“Inilah titik baik beliau berkunjung kesana, tetapi dihadang oleh insiden itu dan secara pribadi manusia kita ini kelemahan itu ada, begitu pak Gubernur yang juga manusia biasa,” akuinya.

Di akhir kegiatan, Renwarin didepan para wartawan secara pribadi dan atas nama Pemda Maluku menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas semua insiden dan kekurangan-kekurangan ini.

“Atas nama Pemda Maluku saya menyampaikan permohonan maaf. Saya berharap insiden ini tidak dimaknai untuk saling menjatuhkan tapi kita melihat ini sebagai dinamika yang berlangsung untuk kita saling maaf-memaafkan. Mari kita satukan hati, bulatkan tekad untuk membangun Maluku kedepan.” tukasnya.