Ambon, MALUKU.News – Komisi I DPRD Maluku mengapresiasi Bupati Maluku Tenggara (Malra) dan Wali Kota Tual dalam penanganan tanggap cepat konflik di Ohoi Ohoibun Atas dan Ohoi Ohoibun Bawah, Ohoi Ohoitel dan Ohoi Ohoitahit, Kota Tual.
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra, menyampaikan apresiasi Bupati Malra serta Wali Kota Tual karena bisa tanggap dan cepat menyelesaikan konflik di daerah yang dipimpinnya.
“Beda dengan kepala daerah lain, contoh Kariu-Pelauw sampai hari ini belum selesai, karena Bupatinya tidak kooperatif. Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Malra. Bupati Malra telepon saya langsung untuk hadir. Kita meresponi untuk tahu secara langsung juga,”ujarnya di Ambon, Kamis (04/08/2022).
Rumra berharap, pemerintah provinsi ikut merespon penyelesaian konflik antar warga di dua daerah itu. Apalagi sistim kewenangan penting, tapi koordinasi terkait kewenangan pusat maka diteruskan oleh Pemprov.
“Pemkab Malra sampaikan kebutuhan, Rp1,2 miliar. Tadi kami sampaikan ke Pemprov, masuk dana tak terduga atau masuk APBD perubahan. Kita tahu penyelesaian konflik didua daerah itu tidak merembes ke daerah lain. Kalau daerah lain sudah merembes ke daerah lain,”tandasnya.
Rumra menambahkan, pihaknya akan koordinasi dengan Sekda agar dana tak terduga difransfer untuk bangun rumah yang rusak dan fasilitas lain.
“Begitu juga di TNI dan Polri di Kota Tual dan Malra. Soal pembangunan Polres Malra, nanti saat penyampaian aspirasi ke Mabes Polri kami akan sampaikan,” tegasnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, Roy Pattiasina menyatakan, menjadi pemimpin harus selalu ditengah masyarakat baik suka maupun duka, seperti dilakukan Bupati Malra.
“Kita butuh pemimpin yang selalu hadir ditengah masyarakat. Kalau dimaki dan dilempari itu biasa. Jadi memang kita apresiasi Bupati Malra,”tegasnya.
Pattiasina yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, juga mengapresiasi Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku, turun langsung mendamaikan warga bertikai Malra dan Kota Tual.
“Saya berharap, Babinsa dan Babinkamtibmas selalu melakukan patroli di masyarakat. Kalau ada yang minum minuman keras tolong dibubarkan. Ini yang biasa memicu bentrok,”pungkasnya.




