Beranda blog Halaman 21

DPRD Tual Gelar Paripurna Istimewa Sambut HUT ke-18 Kota Tual

0

Tual, Maluku.news – DPRD Kota Tual akan menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT ke-18 Kota Tual pada 17 Juli 2025. Paripurna ini menjadi agenda tahunan yang dihadiri pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga Kota Tual.

Informasi yang dihimpun media ini pada 16 Juli 2025 menyebut rapat akan dipimpin Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat, didampingi Wakil Ketua I Ikbal Matdoan dan Wakil Ketua II Jakobus Karmonyanan.

Pemerintah Kota Tual melalui panitia HUT yang dipimpin Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Rini Atbar, telah menyiapkan sejumlah lomba serta konser musik dan hiburan rakyat pada malam puncak 17 Juli 2025.

Paripurna ini diharapkan memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Tual, dan masyarakat dalam membangun kota yang lebih maju.

DPRD Tual Gelar Paripurna Istimewa Sambut HUT ke-18 Kota Tual

0

Tual, Maluku.news – DPRD Kota Tual akan menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT ke-18 Kota Tual pada 17 Juli 2025. Paripurna ini menjadi agenda tahunan yang dihadiri pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga Kota Tual.

Informasi yang dihimpun media ini pada 16 Juli 2025 menyebut rapat akan dipimpin Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat, didampingi Wakil Ketua I Ikbal Matdoan dan Wakil Ketua II Jakobus Karmonyanan.

Pemerintah Kota Tual melalui panitia HUT yang dipimpin Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Rini Atbar, telah menyiapkan sejumlah lomba serta konser musik dan hiburan rakyat pada malam puncak 17 Juli 2025.

Paripurna ini diharapkan memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Tual, dan masyarakat dalam membangun kota yang lebih maju.

DPRD Gelar Paripurna Istimewa Sambut HUT ke-18 Kota Tual

0

Tual, Maluku.news – DPRD Kota Tual akan menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT ke-18 Kota Tual pada 17 Juli 2025. Paripurna ini menjadi agenda tahunan yang dihadiri pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga Kota Tual.

Informasi yang dihimpun media ini pada 16 Juli 2025 menyebut rapat akan dipimpin Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat, didampingi Wakil Ketua I Ikbal Matdoan dan Wakil Ketua II Jakobus Karmonyanan.

Pemerintah Kota Tual melalui panitia HUT yang dipimpin Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Rini Atbar, telah menyiapkan sejumlah lomba serta konser musik dan hiburan rakyat pada malam puncak 17 Juli 2025.

Paripurna ini diharapkan memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Tual, dan masyarakat dalam membangun kota yang lebih maju.

Rapat Bersama Kementerian ATR/BPN, Wagub Harap RTRW Menjadi Ruang Kreatifitas

0

Jakarta, Maluku.news – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menghadiri undangan Rapat Percepatan Penetapan Rencana Tata Ruang yang dilaksanakan oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia yang berpusat di Ruang Rapat Prambanan lantai 1 Direktoral Jendral Tata Ruang, Jl. Raden Patah 1 No. 1, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025)

Selain Pemerintah Provinsi Maluku, Rapat tersebut juga diikuti oleh Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah kabupaten Banyumas, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Dalam pertemuan ini, Vanath menerangkan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku telah menyelesaikan pembahasan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

“sebenarnya kemarin hari senin kita akan melakukan Rapat Paripurna di DPRD Namun saya dan Pak Gubernur masih berada di Jakarta. Tapi kita sepakati untuk menunda dan telah dijawalkan kembali untuk tanggal 18 Juli kita adakan Paripurna” terangnya.

Dirinya menceritakan bahwa pengalamannya sebagai Bupati Dua Periode membantunya memahami tentang dinamika RTRW. Vanath menyoroti tentang transisi RTRW yang dirangcang oleh Pemimpin sebelumnya dan meminta Ruang Kreatifitas bagi pemimpin yang baru untuk menuangkan buah pikirannya di dalam Rancangan RTRW tersebut.

“ruang kreatifitas untuk menuangkan ide dan gagasan kedalam RTRW ini bagi Pemimpin yang baru itu menjadi hal yang penting” tegasnya.

Sebagai informasi, rapat yang digagas oleh Kementrian Agraria Dan Tata Ruang Republik Indonesia dalam rangka melakukan pembinaan kepada Pemerintah Daerah terhadap Percepatan Penetapan Rencana Tata Ruang.

500 Atlet Pencak Silat se-maluku Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Gubernur CUP

0

Ambon, Maluku.news – Sebanyak 500 Atlet Pencak Silat dari berbagai Perguruan Silat di 11 Kab/Kota se Provinsi Maluku mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Gubernur CUP III tahun 2025 yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Maluku, dibuka secara resmi oleh

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Sporthall Karang Panjang. Ambon, Rabu (16/7/2025).

Kejuaraan pencak silat tahun ini bertemakan “Pencak Silat Maluku Maju, Sehat, Tangguh dan Berprestasi”, dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Maluku beserta panitia penyelenggara yang telah berhasil dan sukses menyelenggarakan kejuaraan ini.

“Saya yakin bahwa kejuaraan ini akan menjadi ajang positif bagi para atlet pencak silat untuk menunjukan kemampuan bakat mereka, sekaligus sebagai ajang pengembangan seni bela diri tradisional di Maluku” ucap Lewerissa.

Menurutnya, pencak silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan sejarah sehingga Unesco telah mengakuinya sebagai warisan budaya tak benda (Intangible Cultural Heritage). Pencak silat memiliki sejarah panjang dan kaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Pencak silat Gubernur CUP ke-III tahun 2025 ini sebagai wujud komitmen untuk terus melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang tak ternilai harganya” tegasnya.

Selanjutnya, Lewerissa menyebutkan bahwa kejuaraan ini bukanlah sekedar ajang untuk menunjukan kehebatan, Namun lebih dari itu kejuaraan ini adalah momentum bagi para pecinta pencak silat untuk bersatu, berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen untuk memajukan pencak silat Maluku. Lewerissa pun menyampaikan pesan kepada para peserta kejuaraan pencak silat.

“Tetap junjung tinggi sportivitas dalam bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik saudara-saudara dan mari jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk melahirkan atlet pencak silat Maluku yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun Internasional,” pungkasnya.

Tak lupa, Lewerissa juga berpesan kepada para dewan juri, dan pengadil dilapangan.

“Jalankan tugas dengan professional, jujur dan adil serta jangan ada keterpihakan pada peserta tertentu,” tutup Lewerissa.

Dalam momentum yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maluku melakukan pembagian Kartu BPJS secara simbolik kepada Para Atlet, Wasit dan Panitia yang disaksikan oleh Gubernur Maluku, Walikota Ambon dan Ketua ISPI Maluku.

Untuk menandai pembukaan kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup III Tahun 2025, Hendrik Lewerissa melakukan Pemukulan Gong.

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Walikota Ambon, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anggota DPRD Kota Ambon, Kepala OJK Provinsi Maluku, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Umum IPSI Provinsi Maluku, Pimpinan OPD Provinsi Maluku.

Ketua DPRD Apresiasi Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Tual

0

Tual, Maluku.news – Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat, S.Pd., memberikan apresiasi atas keseriusan Kementerian Sosial RI menindaklanjuti usulan pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Rakyat Transisi di Kota Tual.

Apresiasi itu disampaikan menyusul kunjungan tim BBPPKS Papua–Maluku yang meninjau lokasi pembangunan program pendidikan alternatif tersebut.

“Ini langkah nyata dan wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendidikan dan pembangunan SDM di daerah tertinggal, khususnya di Kota Tual,” ujar Renhoat, Sabtu (12/7/2025).

Ia menegaskan DPRD siap mendukung penuh realisasi program, termasuk dari sisi anggaran dan regulasi.

Dua dokumen usulan resmi sebelumnya telah diserahkan DPRD kepada Kemensos, dan kunjungan ini menjadi sinyal percepatan pembangunan pendidikan inklusif di Kota Tual.

Dino Umahuk: Menjaga Laut, Menjaga Kata

0

Sebuah ruang sederhana, pada sebuah rumah di jantung Ambon. Tumpukan buku, kertas catatan, dan arsip foto tertata rapi di meja kerja. Peta Kepulauan Maluku tergantung di dinding. Ada secarik kertas dengan tulisan tangan: “Laut bukan sekadar lanskap, ia adalah nadi”.

Kalimat itu secara tepat merangkum seluruh napas kreatif lelaki pemilik ruang kerja tersebut. Dialah Dino Umahuk, sastrawan, jurnalis, pencinta alam, aktivis, dan penyaksi zaman dari Timur Indonesia.

Dia pernah dicap tidak normal.  Mahasiswa teknik perkapalan menulis puisi, dianggap sebuah anomali.   Sebagai orang Maluku, mesti jadi penyanyi atau petinju, bukan penyair.  Itu kata dosennya.  Dino tetap bergeming.  Dia tetap menulis puisi semasa kuliah.  Dia buktikan dalam Porseni Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Timur tahun 1995. Mewakili Universitas Darussalam Ambon, Dino meraih medali emas menulis puisi dan medali emas baca puisi.

Laut Sebagai Napas Puisi

Dino Umahuk lahir 1 Oktober 1974 di Capalulu, sebuah kampung di bibir pantai, Maluku Utara. Jejak hidupnya merekam pergulatan panjang antara ingatan kampung, pengalaman konflik, dan cinta pada kata. Sejak awal, puisinya bukan sekadar permainan bahasa, tetapi ruang perlawanan sunyi terhadap kekerasan, keterasingan, dan ketidakadilan.

“Menulis puisi bagi saya seperti kembali ke laut,” ujarnya suatu sore, di sela peluncuran bukunya yang kedelapan, “Betapa Laut Adalah Kamu”, di Ambon, tahun lalu.

Antologi itu, seperti buku-bukunya sebelumnya (Metafora Birahi Laut, Lelaki yang Berjalan di Atas Laut, Mahar Cinta Lelaki Laut, Riwayat Laut, Panggilan Laut Halmahera, Sebelum Laut Merebutku Sepi, Laut Maluku di Lekuk Tubuhmu, dan Betapa Laut adalah Kamu), memotret laut sebagai metafora spiritual dan sosial.

Bagi Dino, laut adalah luka dan penghiburan, perbatasan dan rumah. Ia menulis bukan untuk memisahkan puisi dari realitas, melainkan justru menyeberangkan emosi manusia ke dalam gelombang kata.

Proses kreatifnya dimulai dari berjalan kaki. Berjalan kaki punya kesyahduan tersendiri.  Ada irama langkah, ada perjumpaan, ada perhentian, dan permenungan.

“Saya sering berjalan ke pantai saat senja, hanya untuk melihat perahu datang dan pergi. Lalu menulis. Karena puisi adalah cara saya bertahan,” katanya.

Ketekunannya dalam berpuisi telah membawanya ke berbagai festival sastra nasional maupun internasional, seperti Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF), Pertemuan Penyair ASEAN dan lain sebagainya.

Dari Jurnalis ke Aktivis HAM

Selain menulis puisi, Dino adalah jurnalis yang keras kepala dalam mempertahankan integritas. Ia memulai karier di media lokal Tabloid Patriot pada Tahun 1998, sebelum bergabung dengan detik.com dan Radio Voice of Human Rights di Jakarta. Di sana ia belajar bahwa kata bisa menyelamatkan nyawa, dan berita bisa lebih tajam dari peluru.

Ia kemudian aktif di KontraS dan Imparsial, berjejaring dengan almarhum Munir Said Thalib, tokoh HAM yang menjadi sahabat dan panutannya.
Dalam diskusi buku Mencintai Munir (2023), Dino mengenang betapa Munir mengajarinya satu hal penting: Jangan diam dalam ketakutan.

Kini ia menjabat sebagai Ketua Bidang Jurnalisme Baik di Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Dino menjadi sosok penting dalam mendorong profesionalisme jurnalisme digital di Timur Indonesia. Ia percaya, jurnalis harus berpihak bukan pada kekuasaan, tapi pada kebenaran.

Kata-Kata yang Tak Mau Mati

Di sela kesibukannya mengelola media siber porostimur.com, Dino Umahuk yang pernah belasan tahun menjadi dosen, tetap setia menulis puisi. Ia tahu, menjadi penyair bukan perkara menang lomba atau tampil di panggung-panggung elegan. Bagi Dino, menjadi penyair berarti bertahan dengan luka, menjaga nalar waras, dan menyampaikan yang tak bisa diteriakkan.

“Penyair besar bukan yang paling banyak buku, tapi yang paling sabar. Sabar mendengar kampungnya, sabar mendengar dirinya,” ujarnya.

Warisan yang Sedang Dibangun

Kini, dengan delapan antologi puisi, tiga film dokumenter, ratusan kolom, dan media siber yang dikelolanya, Dino sedang membangun sesuatu yang lebih dari karier. Ia membangun suara Timur yang jujur, puitis, dan penuh kasih sayang.

Dan laut, selalu kembali ke laut. Sebab, seperti katanya dalam salah satu puisinya:

“Aku tak pernah meninggalkan laut. Hanya sesekali duduk di darat, mencatat debur yang terluka”.

Gubernur Apresiasi Award Bagi Komunitas Adat Aru

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memuji komunitas masyarakat adat Aru yang selama ini telah memelihara lingkungannya secara baik. Hal itu disampaikan saat bertemu dua tokoh masyarakat Jargaria Mika Ganobal dan Rosina Gaelagoy, di Jakarta, Selasa (8/7).

“Luar biasa! Saya memberi apresiasi kepada masyarakat adat Aru,” kata Lewerissa dalam pertemuan singkat di Bandara Internasional Cengkareng.

Kepada Maluku.news di Ambon, Kamis (10/7) pagi, Gonabal mengungkapkan, gubernur sangat antusias dan ingin tahu situasi forum internasional di Nepal.  Gonobal dan  Gaelagoy menjelaskan, mereka bertemu dengan masyarakat adat di benua lain, saling berbagi pengalaman.

“Kami bercerita cara-cara cerdas masyarakat adat Aru dalam menjaga dan mengelola alam Aru,” kata Ganobal.

Selain memberi apresiasi tentang award kepada masyarakat adat Jargaria, Gubernur Lewerissa juga tertarik pada potensi kepiting bakau, teripang, dan rumput laut di Aru. Gubernur mengarahkan agar pemberdayaan masyarakat di Aru dapat dilakukan melalui Koperasi Merah Putih.

Ganobal kembali menjelaskan, award yang baru saja diterima dari lembaga internasional Rights and Resource Initiative (RRI) di Nepal, 30 Juni lalu, bukan penghargaan kepada individu-individu. RRI memberi penghargaan kolektif bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-20 dengan tema “20 Tahun Dalam Solidaritas untuk Perubahan”.

“Ini adalah penghargaan kepada masyarakat adat Jargaria,” papar Ganobal.

Dia menjelaskan, pada plakat penghargaan tertulis “In recognition of the indigenous people of Jargaria of the Aru Islands (Sebagai pengakuan terhadap masyarakat adat Jargaria di Kepulauan Aru).

“Nama penghargaan itu sendiri adalah Collective Action Award atau Penghargaan Aksi Bersama,” jelas Ganobal yang hari ini bersama Gaelagoy kembali ke Aru.

Selain sebagai warga masyarakat adat, Ganobal saat ini menjabat sebagai camat. Sedangkan Gaelagoy dikenal sebagai seorang Pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM). Gaelagoy telah memasuki masa pensiun, dan diundang ke Nepal mewakili tokoh perempuan. Ganobal dan Gaelagoy ke Nepal dengan pendamping dari Forest Watch Indonesia (FWI).

PAMA Dukung Pelantikan Ridwan Renwarin sebagai Pj Sekda Kota Tual

0

Tual, Maluku.news – Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) menyatakan dukungan atas pelantikan Ridwan Renwarin sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual. Hal itu disampaikan Ketua Umum PAMA, Rizal Sangadji, Rabu (9/7/2025).

Menurut Rizal, Ridwan adalah birokrat senior yang berpengalaman dan dinilai layak mengemban jabatan tersebut.

Ia meyakini kehadiran Ridwan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat pelaksanaan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual periode 2025–2030.

“Seluruh OPD harus mampu menerjemahkan visi dan misi itu dalam bentuk nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sasi Adat di Kanike, Pendakian Binaya Ditutup

0

Ambon, Maluku.news – Ketua Dewan Adat Kanike, Maluku Tengah, melakukan aksi pasang sasi di negeri itu, Senin (7/7). Dengan begitu, aktivitas pendakian ke Gunung Binaya ditutup.

Sasi tanah dipasang menyusul keberatan warga Kanike atas pembukaan jalur baru pendakian Gunung Binaya. Menurut warga, pihak Balai Taman Nasional Manusela membuka jalur tanpa mengindahkan keberadaan Raja dan Tokoh Adat Kanike.

Ritual pemasangan sasi dilakukan Kepala Adat Alfonsus Lilimau disaksikan Raja Kanike Jorhen Lilimau dan masyarakat setempat.

Selama ini, warga Kanike mengetahui jalur pendakian dari Utara di Wahai, dan dari Barat melalui Roho. Kini, ada lagi jalur pendakian melalui Piliana di sebelah Selatan. Jalur Piliana inilah, menurut warga Kanike, tidak pernah dikomunikasikan Balai Taman Nasional Manusela dengan Raja dan masyarakat adat Kanike.

Dengan sasi adat ini, maka di Taman Nasional Manusela terdapat dua sasi adat. Sasi aday yang lain dipasang 25 Februari lalu. Sasi dilakukan masyarakat adat Pilian. Bedanya, Piliana memasang sasi sebagai bentuk penolakan terhadap pemasangan pal Hutan Produksi Konversi (HPK) oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IX Ambon.
Menurut masyarakat adat Piliana, pal HPK dipasang di atas tanah ulayat yang sudah mereka kuasai secara turun-temurun, jauh sebelum republik ini berdiri.