Beranda blog Halaman 203

Widya Pratiwi Buka Bimtek Pencegahan Stunting

0

Ambon, MALUKU.News – Ketua TP PKK Provinsi Maluku yang juga selaku Duta Parenting, Widya Pratiwi Murad Ismail membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Stunting melalui Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Keluargga di Aula kantor BKSDM Provinsi Maluku, Selasa (20/12/2022).

Hadir dalam acara pembukaan, Pj. Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala BKSDM Provinsi Maluku Hadi Sulaiman, Ketua TP PKK Kota Ambom, Lisa Wattimena Ambon, Kepala Ojk Provinsi Maluku, Perwakilan Bank Indonesia, para Pengurus PKK Provinsi dan Kota Ambon.

Bimtek diikuti sebanyakb 150 peserta dari kalangan ibu.

Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi dalam arahannya menyampaikan, selaku Ketua TP-PKK sekligus Dura Perangi Stunting menyambut baik kegitan pembinaan teknis Pencegahan Stunting Melalui Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Keluargga.

Isteri Gubernur ini berharap para peserta mengikuti bimbingan yang diberikan Narasumber dengan agar para dapat memahami dan mengaplikasikan di kehidupan sehari -hari demi menunjang Ekonomi keluargganya.

“Saya harapkan kepada para ibu -Ibu atau peserta Bimtek dapat mengikuti kegitan ini dengan serius agar ilmu yang di dapat hari ini bisa menjadi bekal untu membuka usaha demi menambah kesejahteraan perekonomian keluarganya.

Karena Semangat kita adalahb bersama untuk bagaimana menekan angka stunting tidak tambah tapi menurunkan agka stanting,” tandas Widya.

Sementara itu, PJ. Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, stunting merupakan isu strategis yang penting, bukan saja di Provinsi Maluku, tetapi secara nasional, dimana bapak Presiden RI Joko Widodo telah menganggap ini sebagai kebijakan strategis untuk ditindaklanjuti oleh seluruh komponen warga bangsa ini, termasuk Pemerintah Daerah.

“Untuk itu, pencegahan dan penurunan stunting mesti kita fokuskan melalui pembinaan keluarga, karena keluargalah yang akan dapat membantu kita untuk menurunkan angka Stunting itu sendiri, karena peran keluarga, sangat penting khususnya para ibu-ibu karena ibu-ibu punya tanggung jawab untuk merawat memelihara bayi, bukan saja setelah dilahirkan tetapi pada saat masih dalam kandungan bahkan sampai 1000 hari pertama kehidupan,” imbaunya.

Dijelaskan, saat ini Pemerintah Kota Ambon tengah berupaya untuk melakukan sosialisasi pembinaan bimbingan kepada keluarga-keluarga melalui peran ibu-ibu agar dapat membantu dalam mengupayakan pencegahan dan menurunkan angka stanting di Kota Ambon.

“Dapat kami laporkan kepada ibu ketua tim penggerak PKK khusus Kota Ambon sendiri kami masih memiliki angka frekuensi stunting yang cukup tinggi. Hasil survei tahun 2021 Kota Ambon masih ada di angka 21,8.
Untuk dapat menurunkan angka stunting ini, kami komitmen melakukan percepatan penurunan secara holistik integratif tematik dan spasial serta mengedepankan kualitas pelaksanaan melalui koordinasi Sinergi dan sinkronisasi di antara desa kelurahan,” tadasnya.

Sadali Le Resmi Jabat Sekda Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Ir. Sadali Ie, M.Si, akhirnya resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Senin (19/12/2022) di Aula !antai VII Kantor Gubernur Maluku.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku ini diambil sumpah dan dilantik oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI nomor 145/TPA Tahun 2022 tanggal 01 Desember 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Makuku.
Sebelumnya, jabatan definitif Sekda Provinsi Maluku kosong sejak Juli 2021.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Maluku, dimana rotasi kepemimpinan adalah sesuatu yang wajar dan alamiah di level organisasi manapun.

“Bahkan selaku umat beragama, kita percaya setiap pemimpin sudah ditetapkan oleh Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa sesuai waktu dan zaman-nya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan tiga hal penting. Pertama, tiga tugas utama seorang Sekda sesuai UU Nomor 23 tahun 2014, yaitu membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, koordinasi pelaksanaan tugas perangkat daerah dan pelayanan administratif harus benar-benar menjadi fokus kerja kedepan.

“Dalam semangat kemitraan, saudara harus membangun relasi kerja yang sinergis dan harmonis dengan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku. Komunikasi ke-dalam dan keluar secara efektif dengan pemerintah pusat, antar pemerintah provinsi, juga pemerintah kabupaten/kota dan stake holder lainnya,” ungkap Gubernur.

Kedua, tantangan kita bersama secara nasional adalah menghadapi ancaman krisis global dibidang ekonomi, energi, pangan dan kesehatan.
Terkait masalah ini, Gubernur meminta Sekda mengkoordinasikan secara efektif seluruh perangkat daerah untuk bekerja ekstra, kreatif dan inovatif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi perayaan Ntal dan Tahun Baru.

“Capaian indikator kinerja seperti pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2022 sebesar 6,01 persen; tingkat kemiskinan yang turun signifikan menjadi 15,97 persen, pengangguran terbuka turun menjadi 6,88 persen dan angka indeks pembangunan manusia berada pada 70,22 point, telah mendorong maluku beralih ke kategori “tinggi”, setelah 12 tahun berada di kategori “sedang”. Semua itu harus kita pertahankan, bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” kata Gubernur mengingatkan.

Mengakhiri sambutannya, terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap terpelihara dengan baik, mantan Dankor Brimob Polri ini mintakan agar terus membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan jajaran keamanan TNI/Polri.

Peringati Hari Ibu, TP PKK Gelar Parade Kebaya dan Kampanye Anti Kekerasan Perempuan

0

Ambon, MALUKU.News – Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad Ismail beserta pengurus, Ketua Bhayangkari Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny Evi Latif beserta pengurus, Ketua Korcab IX Daerah Jalasenastri Armada III Ny. Widiya Said Latuconsina, Ketua Pia Ardhya Garini Cab.7/D.III Lanud Pattimura Ny Nota Tiopan Hutapea, Ketua Persit Chandra Kirana diwakili Isteri Danrem, Ny Maulana Ridwan, Ketua IAD wilayah Maluku Ny Edward Kaban, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, hadiri Parade Berkebaya dan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, bertempat di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Senin (19/12/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke 94 juga turut dihadiri Gubernur Maluku Murad Ismail, Sekda Maluku, Sadali Ie, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena dan sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon. Parade juga dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran TP PKK, Dharma Wanita serta Organisasi Wanita yang ada di Kota Ambon.

Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad dalam sambutannya mengatakan, hakikat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya merupakan suatu bentuk apresiasi tethadap seluruh perempuan di Indonesia, atas dedikasi dan kontribusi perempuan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

”Kegiatan peringatan Hari Ibu Tahun 2022 mengusung Tema ” Perempuan Berdaya Indonesia Maju” yang digelar untuk memaknai kembali semangat petempuan dalam mengambil peran dalam mengisi pembangunan sebagai bentuk pengakuan serta penghargaan atas perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa,”ujarnya.

Pada peringatan hari ibu ke-94 ini, kata Widya, TP PKK Provinsi Maluku mengadakan kegiatan Parade Berkebaya dengan tujuan untuk mrmbudayakan dan mempertahankan serta melestarikan berkebaya untuk mengingatkan kita kembali bahwa kebaya merupakan warisan budaya tak benda milik Indonesia yang mengandung nilai filosofi tinggi.

Selain parade berkebaya di peringatan Hari Ibu ke-94 ini, TP PKK Provinsi Maluku juga, jelas Widya, mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, dimana kampanye anti kekerasan terhadap perempuan itu dilaksanakan setiap tahunnya di tanggal, 25 November -10 Desember dengan tema tahun ini, “Bersatu Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan”.

“Tentunya dengan harapan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap perempuan tahun 2022 ini, perempuan bersatu dalam upaya memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan, yang sampai saat ini masih menjadi tantangan kita bersama untuk sinergi dan kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan ini,” harap isteri Gubernur Maluku ini.

Ia pun berharap, kegiatan- kegiatan yang dilakukan saat ini, kedepan akan dapat menginspirasi kaum perempuan dan generasi muda Indonesia untuk tetap mempertahankan warisan bidaya bangsa dan berjuang untuk bersatu melawan kekerasan terhadap perempuan.

Wagub Resmikan Gedung Gereja Maranatha Jemaat GPM Honitetu Klasis Kairatu

0

Piru, MALUKU.News – Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno, meresmikan penggunaan Gedung Gereja Maranatha Jemaat GPM Honitetu Klasis Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu, (18/12/2022).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti didampingi Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. E.T. Maspaitella.Tahapan peresmian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Ketua MPH sinode GPM, Pdt. E.T. Maspaitella. Wagub dan isteri, Ibu Pdt, Beatrix Orno Soumeru, yang dilanjutka dengan ibadah bersama seluruh jemaat.

Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, Wagub menyampaikan selamat atas peresmian gedung Gereja Maranatha jemaat GPM Honitetu. Hal ini membuktikan, bila jemaat dan Gereja Tuhan di Honitetu terus tumbuh dan semakin berkembanng.

“Atas nama Pemda Provinsi Maluku saya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat pelayanan GPM yang telah melakukan tugas dan tanggung jawab pembinaan mental dan spiritual bagi warga jemaat GPM di wilayah Maluku dan Maluku Utara,” ungkap Wagub.

Saat ini, kata Wagub, Pemerintah Provinsi Maluku terus berupaya untuk mewujudkan visi pembangunan.

“Olehnya itu, saya mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat termasuk warga jemaat dan masyarakat Honitetu, untuk mendukung tugas dan tanggung jawab yang sementara pemerintah laksanakan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku,” harap Wagub.

Wagub pada kesempatan itu, menyampakan, sekarang sudah menjelang Natal dan Tahun Baru, dimana ini waktu yang terindah dalam perjumpaan yang selalu akan menjadi kenagan manis untuk kita semua.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat merayakan sukacita Natal 25 Desember 2022 dan selamat memasuki Tahun bBaru 1 Januari 2023, semoga kasih dan kebahagian melingkupi kita semua, Tuhan memberkati,”tandas Wagub.

Turut meghadiri acara peresmian, Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten SBB, D. J. De Fretes, S.Sos, Camat Ina Mosol, Ketua Badan Pekerja Klasis dari Seram Barat dan Klasis Kairatu, Barat, Ketua Majelis Jemaat se-Klasis Seram Barat, Ketua Majelis Jemaat Gereja Maranatha Pdt. Gwendy Mailissa, sejumlah tokoh agama.

Jelang Nataru BPOM Ambon Umumkan Hasil Intenfikasi Olahan Pangan

0

Ambon, MALUKU.News – Balai pengawasan obat dan makanan Kota Ambon kembali menggelar hasil intensifikasi pangan olahan menjelang Natal dan tahun Baru (Nataru) 2022-2023 di Provinsi Maluku.

Intensifikasi pengawasan pangan olahan sendiri dilakukan dalam 5 tahap, yang dimulai pada tanggal 01/12/2022 dan akan berakhir pada 05/12/2023.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam rangka guna memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk memastikan produk pangan di peredaran masyarakat aman dan bermutu.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hermanto, S.Si, Apt, MPPM mengatakan, pelaksanaan intensifikasi pengawasan tersebut turut didampingi oleh Tim Satgas pangan, Tim koordinasi BPOM daerah dan Tim pengawasan bahan beredar diantaranya Disperindag Kota Ambon, Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon.

“Adapun dalam pemeriksaan pada 128 fasilitas distribusi pangan olahan, ada 111 fasilitas yang memenuhi ketentuan dan 17 fasilitas tidak memenuhi ketentuan,”ujar Hermanto kepada media saat konferensi pers, di Aula BPOM Ambon, Senin (19/12/2022).

Sementara itu, dijelaskan Hermanto dari 64 fasilitas distribusi pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan terdapat 96 total item temuan, dimana ada sebanyak 2.537 kemasan dengan nilai Rp. 14.132.100

“Kepada 64 fasilitas tersebut diberikan sanksi administratif berupa pembinaan pada 10 fasilitas distribusi, sementara untuk produk olahan pangan yang tidak memenuhi ketentuan akan diberikan surat peringatan, kemudian dilakukan pemusnahan oleh pemilik fasilitas pangan olahan dan disaksikan petugas,”jelas Hermanto.

Hermanto menambahkan, BPOM akan terus melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan secara mandiri dan terpadu, bersama 5 lintas sektor terkait sampai dengan pada tanggal 05/12/2023.

“Dirinya juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat maupun para stakeholder kami menghimbau agar terus melakukan CEK KLIK yaitu cek kemasan, label dan izin serta kadaluarsa sebelum membeli dan atau menggunakan produk pangan olahan dan makanan”.

Sementara itu, Jenis fasilitas yang diperiksa terdiri dari 15 distributor (24%), sisanya adalah 20 ritel modern (31%) dan 29 ritel tradisional (45%). Pangan kedaluwarsa yang ditemukan sebanyak 96 item (2.537 kemasan) dengan nilai Rp. 14.132.100

Untuk diketahui, berikut adalah jenis pangan kedulawarsa : Minuman ringan, biskuit, mie instan, minuman serbuk, makanan ringan, BTP, minuman berkarbonasi, wafer, susu, makaroni, bumbu, saus, sambal, kental manis, permen, sirup, kerupuk, kecap, sayur kaleng, yougurt.

Selain itu, Jenis pangan dengan temuan kadaluwarsa terbanyak, minuman ringan 1.087 kemasan, makanan ringan 284 kemasan, dan susu 157 kemasan.

Sedangkan untuk, Pangan Rusak (kemasan sobek/bocor) sebanyak 12 item (120 kemasan) dengan nilai Rp. 2.030.000 yaitu jenis pangan rusak, saus, makanan ringan, coklat, bihun, laksa, yougurt dan uht.

Widya Pratiwi Buka Monev Deseminasi Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon

0

Ambon, MALUKU.News – Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad, membuka resmi pelaksanaan kegiatan Monitoring, Evaluasi (Monev) dan Desiminasi Percepatan Penurunan Stunting, di lantai V Kantor DPRD Maluku, Sabtu, (17/12/2022), yang diselenggarakan TP-PKK Kota Ambon.

Sebagai narasumber, Kepala Bappeda Maluku Anton Lailossa, yang menyamoaikan materi terntang kerangka pikir implementasi 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah. Sedangkan Kepala Bappeda Kota Ambon, Enrico, Rudolf Matitaputty menyampaikan tentang tindak lanjut rekomendasi monev percepatan penurunan Stunting di Kota Ambon.

Pada kesempatan itu, Widya Pratiwi selaku Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku engatakan, salah satu tujuan pelaksanaan Monev adalah mengetahui intervensi apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan serta melakukan rencana tindak lanjut penanganan Stunting yang tepat sasaran.

“Sebagai Ina Latu Maluku, saya mempunyai mimpi agar anak-anak Kota Ambon dapat tumbuh sehat, cerdas dan berkualitas, sehingga memiliki masa depan yang gemilang. Dan impian ini dapat terwujud ketika kita semua yang ada disini dapat melaksanakan tugas dan peran kita dengan baik,” kata Widya

Ia mengatakan, peran keluarga dalam tumbuh kembang anak, serta pembentukan karakter generasi bangsa, menempati posisi yang mendasar dan esensial. Sebab keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat anak belajar dan berperan sebagai makhluk sosial, sehingga dimasa depan anak dapat tumbuh sehat baik jasmani, jiwa dan rohaninya.

“Kekuatan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas berakar pada elemen keluarga sebagai komunitas mikro dalam masyarakat, dimana keluarga sejahtera dan berkualitas merupakan pondasi dasar bagi keutuhan, kekuatan dan keberlanjutan masa depan generasi kita,” katanya.

Isteri Gubernur ini mempunyai harapan, agar anak-anak Maluku termasuk anak-anak yang ada di Kota Ambon terbebas dari masalah Stunting.

Olehnya itu, ia telah menghimbau kepada seluruh TP-PKK di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku, agar menjadi garda terdepan dan berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan Stunting.

“Dari data yang ada, di Kota Ambon masih ada 510 anak yang terindikasi Stunting,” harapnya.

Saat ini, sambung Widya, selain pimpinan OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon, tim pakar-pendamping keluarga, para Camat/ Lurah, para kepala desa-raja, semua kader KB dan tokoh agama, akan menjadi kekuatan besar untuk menyelesaikan permasalahan Stunting di Kota Ambon.

“Dari hasil Audit Kasus Stunting di kota Ambon, terlihat penyebab Stunting adalah masalah ekonomi, jumlah anggota keluarga dalam rumah yang terlalu banyak, rendahnya ASI Eksklusif, asupan gizi yang kurang baik, dan lingkungan yang tidak sehat,” terangnya.

Ditempat yang sama, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena menerangkan, untuk dapat mencegah dan menurunkan angka Stunting, maka peran keluarga sangatlah penting terutama peran ibu dalam menjaga serta merawat bayinya mulai dari dalam kandungan, hingga bayi itu berusia dua tahun atau yang lebih dikenal dengan istilah 1000 HPK seribu hari pertama kehidupan). Krena jika tidak diperhatiakn dengan baik, maka yang terjadi adalah bayi atau anak akan mengalami kekurangan gizi kronis, sehingga mempunyai dampak yang sangat besar di masa yang akan datang, karena akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktifitas anak.

“Untuk mewujudkan target yang diharapkan, sambung Wattimena, dibutuhkan koordinasi dan komitmen dari bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai yaitu sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita,” terang Wattimena.

Pemkot Ambon, kata Wattimena, punya beberapa strategi yang perlu dioptimalkan dalam menurunkan angka Stunting, antara lain menurunkan prevalensi Stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Semua ini dilakukan agar anak-anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat dan cerdas serta memberi harapan yang baik akan masa depan mereka, sehingga Kota Ambon dan provinsi Maluku maupun bangsa Indonesia akan memiliki generasi akan datang yang berkualitas. Saya berharap agar kemitraan dan berbagai sinergi koordinasi lintas sektor yang telah dibina selama ini dapat terus dibina dan ditingkatkan,” harap Wattimena.

Kegiatan Monev dihadiri Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa, Kadis Ketahanan Pangan Maluku Luthfi Rumbia dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon.

Sebagai informasi dalam kegiatan Monev ini, Widya bersama Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ny. Lisa M. Wattimena, menyerahkan bantuan, diantaranya kepada perwakilan anak Stunting, kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tahun 2022 kepada penerima manfaat (Keluarga Benteng, Kecamatan Nusaniwe berupa paket sembako sebesar Rp. 30 juta), dan bantuan BKB KIT Stunting kepada Kelompok BKB.

TP-PKK – BAZNAS Maluku Teken Kerjasama tentang Penanggulangan Stunting

0

Ambon, MALUKU.News – TP-PKK Provinsi Maluku dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku, menandatangani perjanjian kerjasama tentang penanggulangan Stunting, di lantai I Hotel The City, Sabtu, (17/12/2022).

MoU ini ditandangani Ketua TP-PKK Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad dan Plt. Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Arsal Rizal Tuasikal yang disaksikan Karo Kesra Setda Maluku, Aji Muhammad dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maluku, Nita Sadali.

Perjanjian penandatanganan tersebut merupakan rangkaian dari sosialisasi zakat dan Stunting bagi penyuluh agama se-Pulau Ambon.

Widya dikesempatan itu menjelaskan, Stunting merupakan masalah global dan juga menjadi masalah yang harus diselesaikan karena tingkat prevalensinya tergolong tinggi.

“Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota se-Maluku, dan juga kunjungan kami di berbagai desa dan dusun di Maluku. Dan alhamdulillah, berkat kerja keras dari semua pihak dan stakeholder terkait bersama Duta Parenting, prevalensinya dari tahun 2019 sampai 2022 semakin menurun,” jelas Widya.

Ia menilai, penyelesaian masalah Stunting membutuhkan komitmen bersama dari lintas sektor termasuk BAZNAS Provinsi Maluku, karena kualitas anak Maluku yang mumpuni harus didukung oleh kualitas kesehatan yang terjamin.

Setelah penandatanganan ini, Widya berharap, BAZNAS Maluku dapat bersama-sama melakukan langkah strategis dalam rangka memerangi Stunting di Maluku.

“Sebagai Duta Parenting, selalu mendukung penuh penyelesaian masalah stunting dan menyatakan perang terhadap stunting. Saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Maluku, yang memiliki kepedulian memerangi Stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” harap Widya.

Sementara itu, Plt. Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Arsal Rizal Tuasikal mengatakan, penandatanganan perjanjian kerjasama bukan hal yang baru karena BAZNAS memang menginstruksikan untuk bisa bekerja sama dengan semua stakeholder dalam memerangi Stunting. Mengingat, Maluku merupakan daerah kepulauan yang menjadikan rentang jangkauan gizi anak-anak semakin berat.

“Itulah kenapa kampanye yang dilakukan Bunda Widya untuk penanggulangan Stunting sudah menjadi niat kami dan alhamdulillah hari ini (Kerjasama) bisa terealisasi,” kata Tuasikal.

Dikatakan, BAZNAS dalam pelayanan penanggulangan Stunting bukan hanya untuk umat Islam saja, mereka melayani seluruh umat beragama. Masyarakat non muslim juga mendapat pelayanan prioritas yang sama seperti pelayanan yang diterima umat Islam.

“Terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran pasar, bencana alam, tanggap darurat, perlakuannya sama,” tandas Tuasikal.

Polresta Ambon Gelar Ibadah Kebaktian Natal

0

Ambon, MALUKU.News – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Polda Maluku, gelar Ibadah Kebaktian Natal, Sabtu (17/12/2022).

Ibadah yang dilangsung di salah satu restoran di kawasan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon itu, Kapolresta Ambon, Kombes (Pol) Raja Arthur Lumongga Simamora, S.Ik, selaku penangung jawab.

Ibadah Kebaktian Natal oleh Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini, turut di hadiri penjabat Walikota Ambon, Boediwin M. Wattimena, Kajari Ambon, Dian Fris Nalle, Wakil Uskup Amboina Wilayah Ambon, RD Amandus Oaratmangun, Pdt. Mell Otock.

Seluruh pejabat utama (PJU) Polresta Ambon. Perwakilan Komunitas AMKAY Maluku, tamu undangan dan personil Polresta Pulau Ambon yang berjumlah kurang lebih 200 orang.

Juru Bicara Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Moyo Utomo, katakan ibadah Kebaktian Natal Polresta Pulau Ambon dengan Mengusung Tema; Dengan Semangat Kemurnian Hati Menyambut Kedatangan Kristus Melalui Peran Tugas Polri yang Presisi, Berintegritas, Mengasihi dan Melayani. “Dan bapak Kapolrsta selaku penanggung jawab kegiatan ibadah kebangkitan natal terbut,” ucapa Moyo.

Moyo, PS Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease itu juga mastikan, kata Dia dalam momen ibadah kebaktian Natal itu ada persembahan pujian oleh VG SPKT Polresta Ambon, pujian dari Jean Christy Kadir, dan persembahan pujian dari group Ukulele anak anak Galala dan Hative Kecil.” Termasuk juga da pemberian tali asih,” tambah Moyo.

Speedboat Tujuan Haria Terbalik, Dua Orang Penumpang Meninggal

0

Ambon, MALUKU.News – Perairan Maluku kembali menelan korban jiwa. Speedboat dari pulau Ambon tujuan pulau Saparua terbalik dihantam gelombang tinggi. Dilaporkan Dua orang tewas dalam insiden itu.

Speedboat dengan nama labung Borahai dikemudikam Yakob Souhoka dengan 5 orang penumpang ini terbalik diperairan depan Negeri (desa) Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), pada Jumat (16/12/2022) sore sekira pukul 16.00 WIT.

Akibat kecelakaan itu, Dua orang penumpang asal Negeri (desa) Porto, Kecamatan Saparua, Malteng, bernama Mada Sahertian dan Ata Wattimury meninggal dunia. Sementara Satu warga asal Negeri Sirisori Salam, kritis dan sementara mendapat perawatan medis di RSUD Saparua.

Sedangkan korban selamat, Yakob Souhoka, Pengemudi, asal Negeri Haria, Yakob Ohoiwutun, warga desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, dan Doris Latul, warga desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon

PS Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Moyo Utomo, menyampaikan pada pukul 16.00 WIT speedboat di kemudikan Yakob Souhoka bertolak dari pelabuhan Tulehu, pulau Ambon menuju ke palabuhan Haria, Pulau Saparua.

Tiba diperairan batu kapal, pulau Haruku, kata Moyo, dari keterangan saksi tiba-tiba cuaca buruk dengan angin kencang disertai gelombang besar menghantam speedboat. Speedboat tersebut tidak bisa berbalik arah dan melaju terus ke arah negeri Naria.

“Dan sekira pukul 16.30 speedboat tepat berada di perairan Aboru, dihantam gelombang besar dan terbalik dangan arah berlawanan ombak,” ujar Moyo, Sabtu (17/12/2022).

Mantan Wakapolsek Leihitu ini, juga menyampaikan berdasarkan keterangan Pengemudi, Yakob Souhoka, pasca kejadian kurang lebih 30 menit kemudian mereka baru mendapat pertolongan.

Pertolongan dari warga Aboru, dan juga satu unit bodi trans dari Nusalaut dan satu unit speedboat dari negeri Haria.” Dua orang penumpang meninggal, sedangkan satu lagi sementara di rawat di RSUD Saparua,” jelas Moyo.

Bupati Aru Launching Program “BAKU SAPA” Untuk Dapatkan Aspirasi Masyarakat

0

Dobo, MALUKU.News – Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga menyatakan, program Bupati Kumpul Lapisan Masyarakat (BAKU SAPA) merupakan salah satu program Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan Misi Kabupaten Kepulauan Aru 2021 – 2026 yakni “Masyarakat Aru Yang Sejahtera, Adil Dan Bermartabat Melalui Pemantapan Pendidikan, Infrastruktur Perhubungan Dan Ekonomi Kerakyatan”.

“Program ini perlu dilakukan langkah-langkah strategis kreatif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan layanan yang efektif, efisien dan akuntabel serta memberikan kemudahan bagi masyarakat kecil untuk menyampaikan usul/saran/kritik/laporan terkait pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkapnya di Dobo Jumat (16/12/2022) saat melaunching Program BAKU SAPA.

Bupati Gonga katakan, tujuan program BAKU SAPA untuk mendapatkan aspirasi masyarakat Aru sehingga pihaknya benar-benar tahu keluhannya.

“Untuk kebutuhan masyarakat secara langsung maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru akan melaksanakan Program BAKU SAPA sebagai media komunikasi dan informasi terbuka sekaligus kontrol sosial bagi Pemerintah,” katanya.

“Dan untuk menunjang pelaksanaan Program itu, maka program Satu Jam BAKU SAPA akan mulai dilaksanakan hari ini Jumat tanggal 16 Desember 2022. Selain itu program ini akan berlangsung di depan Kantor Bupati dan Lokasi lainnya pada setiap hari Jumat (Minggu berjalan) yang dimulai pukul 10.00-11.00 WIT,” katanya lagi.

Bupati Gonga berharap, dalam kegiatan tersebut para Staf Ahli, Asisten dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah wajib mendampingi dirinya dalam meresponi kebutuhan layanan, kritik atau saran yang disampaikan masyarakat.

“Tidak mengagendakan kegiatan lain selama Program BAKU SAPA berlangsung, kecuali atas seizin pimpinan dan diwakili oleh Sekretaris Dinas/ Badan atau Kasubag Umum. maka wajib mengikuti dalam rangka percepatan perbaikan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Aru,”tegasnya.

Bupati Gonga menambahkan, kegiatan BAKU SAPA harus tetap dijalankan walaupun dirinya sewaktu-waktu melaksanakan tugas di luar daerah.

“Program ini harus dilakukan, walaupun saya melaksanakan kegiatan diluar daerah tetapi tetap dilaksanakan oleh Wakil Bupati, sekda atau pimpinan OPD lainnya dan tidak melekat kepada saya sendiri,” bebernya.

Sekedar diketahui, Program “BAKU SAPA” merupakan salah satu inovasi dari Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kepulauan Aru Erens Pieter M. Kalorbobir yang merupakan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Tahun 2022.