BerandaLintas PeristiwaJelang Nataru BPOM Ambon Umumkan Hasil Intenfikasi Olahan Pangan

Jelang Nataru BPOM Ambon Umumkan Hasil Intenfikasi Olahan Pangan

Ambon, MALUKU.News – Balai pengawasan obat dan makanan Kota Ambon kembali menggelar hasil intensifikasi pangan olahan menjelang Natal dan tahun Baru (Nataru) 2022-2023 di Provinsi Maluku.

Intensifikasi pengawasan pangan olahan sendiri dilakukan dalam 5 tahap, yang dimulai pada tanggal 01/12/2022 dan akan berakhir pada 05/12/2023.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam rangka guna memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk memastikan produk pangan di peredaran masyarakat aman dan bermutu.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hermanto, S.Si, Apt, MPPM mengatakan, pelaksanaan intensifikasi pengawasan tersebut turut didampingi oleh Tim Satgas pangan, Tim koordinasi BPOM daerah dan Tim pengawasan bahan beredar diantaranya Disperindag Kota Ambon, Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon.

“Adapun dalam pemeriksaan pada 128 fasilitas distribusi pangan olahan, ada 111 fasilitas yang memenuhi ketentuan dan 17 fasilitas tidak memenuhi ketentuan,”ujar Hermanto kepada media saat konferensi pers, di Aula BPOM Ambon, Senin (19/12/2022).

Sementara itu, dijelaskan Hermanto dari 64 fasilitas distribusi pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan terdapat 96 total item temuan, dimana ada sebanyak 2.537 kemasan dengan nilai Rp. 14.132.100

“Kepada 64 fasilitas tersebut diberikan sanksi administratif berupa pembinaan pada 10 fasilitas distribusi, sementara untuk produk olahan pangan yang tidak memenuhi ketentuan akan diberikan surat peringatan, kemudian dilakukan pemusnahan oleh pemilik fasilitas pangan olahan dan disaksikan petugas,”jelas Hermanto.

Hermanto menambahkan, BPOM akan terus melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan secara mandiri dan terpadu, bersama 5 lintas sektor terkait sampai dengan pada tanggal 05/12/2023.

“Dirinya juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat maupun para stakeholder kami menghimbau agar terus melakukan CEK KLIK yaitu cek kemasan, label dan izin serta kadaluarsa sebelum membeli dan atau menggunakan produk pangan olahan dan makanan”.

Sementara itu, Jenis fasilitas yang diperiksa terdiri dari 15 distributor (24%), sisanya adalah 20 ritel modern (31%) dan 29 ritel tradisional (45%). Pangan kedaluwarsa yang ditemukan sebanyak 96 item (2.537 kemasan) dengan nilai Rp. 14.132.100

Untuk diketahui, berikut adalah jenis pangan kedulawarsa : Minuman ringan, biskuit, mie instan, minuman serbuk, makanan ringan, BTP, minuman berkarbonasi, wafer, susu, makaroni, bumbu, saus, sambal, kental manis, permen, sirup, kerupuk, kecap, sayur kaleng, yougurt.

Selain itu, Jenis pangan dengan temuan kadaluwarsa terbanyak, minuman ringan 1.087 kemasan, makanan ringan 284 kemasan, dan susu 157 kemasan.

Sedangkan untuk, Pangan Rusak (kemasan sobek/bocor) sebanyak 12 item (120 kemasan) dengan nilai Rp. 2.030.000 yaitu jenis pangan rusak, saus, makanan ringan, coklat, bihun, laksa, yougurt dan uht.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments