Beranda blog Halaman 202

Buka Konferensi Luar Biasa PWI Maluku, Ini Harapan Gubernur Murad Ismail

0

Ambon, MALUKU.News – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Maluku, menyelenggarakan Konferensi Luar Biasa di Ambon Rabu, (28/12/2022). Konferensi yang bertujuan untuk memilih ketua dan pengurus organisasi yang baru itu, dibuka pelaksanaannya oleh Gubernur Maluku Murad Ismail.

Pembukaan konferensi dihadiri Ketua PWI Pusat Attal. S. Depari dan Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Ganni Otto, Sekda Maluku Sadali Ie dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur mengatakan, PWI Provinsi Maluku merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah yang perlu terus didukung dalam upaya membentuk pola pikir masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang dan sesuai fakta, sehingga ikut menciptakan stabilitas pembangunan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya berharap, agar PWI Provinsi Maluku tetap menjaga profesionalitas kewartawanan melalui peningkatan kapasitas dan uji kompetensi, memegang teguh kode etik jurnalistik, sehingga penyajian berita dapat bersifat independen akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk,” harap Gubernur.

Tak hanya itu, mantan Dankor Brimob Polri ini juga mengharapkan konferensi yang berlangsung saat ini, dapat memilih Ketua dan Pengurus PWI Provinsi Maluku yang baru dan memiliki gagasan besar dalam mengembangkan organisasi serta dianggap mampu mengkonsolidasikan serta mengakomodir seluruh kepentingan anggota

Gubernur Murad Tutup Lomba Vocal Group Lagu Natal 2022

0

Ambon, MALUKU.News – Berlangsung selama seminggu, Lomba Vokal Group Lagu-Lagu Natal 2022 dengan tema “Donci Kajadiang” untuk memeriahkan perayaan Natal tahun ini, resmi ditutup oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, di Gedung Islamic Center, Selasa, (27/12/2022).

Glory Five meraih juara I diantara 11 group finalis lainnya dengan raihan nilai 241,5. Disusul group Aroma (Nilai 234) dan Majesty (Nilai 232,5) sebagai juara III. Sedangkan juara harapan I diraih Kasper (Nilai 225,3), harapan II oleh Dinas Pariwisata Provmal (Nilai 220,5) dan New Israel dengan jumlah nilai sebanyak 215,7 mendapat juara harapan III.

Pengumuman keenam kategori juara ini berdasarkan SK Dewan Juri Nomor 02/Donci Kajadiang/12/2022. Ketiga dewan juri yang memberikan penilaian atas nama Ronny Lopies, Butje Tomuluweng dan Cliff Leiwakabessy.

Mengatasnamakan pemerintah daerah, Gubernur Maluku Murad Ismail merasa bahagia karena rangkaian kegiatan Donci Kajadiang 2022 dapat berjalan baik dan lancar, berkat kerjasama serta dukungan berbagai pihak khususnya panitia pelaksana.

“Semoga semua karya kita bernilai ibadah di sisi Tuhan yang Maha Esa, dan berguna untuk membangun peradaban umat dan bangsa ini kedepan,” kata Gubernur.

Gubernur berpesan kepada para pemenang untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan. Sedangkan peserta yang belum mendapat juara untuk tidak kecewa dan berkecil hati. Mengingat, apapun hasil yang diperoleh, wajib mengucap syukur karena telah berusaha tampil maksimal.

Sebagai informasi, pada babak penyisihan lomba, diikuti 22 group. Pada lomba ini, puluhan group memperebutkan piala tetap Gubernur Maluku.

Lomba itu juga sebagai salah satu program untuk mendukung dan mengimplementasikan Kota Ambon sebagai kota musik, sedangkan makna “Donci Kajadiang” sebagai tema lomba. yakni persaudaraan dan cinta kasih karena Natal merupakan wujud dari cinta kasih Allah melalui kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia.

Turut hadir, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, Sekda Maluku Sadali Ie dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon dan undangan lainnya.

Gubernur Lepas Ekspor Ikan Tuna Maluku 40 Ton ke Vietnam dan Thailand

0

Ambon, MALUKU.News – Gubernur Maluku Murad Ismail melepas ekspor 40 Ton Ikan Tuna Maluku milik PT. Harta Samudera ke Vietnam dan Thailand. Kemasan Frozen Tuna Fillet (Tuna Beku) seberat 15 ton di ekspor ke kota terbesar di Vietnam dekat delta Sungai Mekong, yakni Kota Ho Chi Min dengan mahar senilai USD 100.000, dan 25 ton Ikan Tuna Ekor Kuning Beku di ekspor ke kawasan industri Lat Krabang di Thailand, senilai USD 200.000.

Kedua Direct Export komoditas perikanan Maluku ini, dilepas bersamaan dengan komoditas pertanian dan kehutanan sebanyak dua kontainer, yang berlangsung di pelabuhan Kantor Terminal Petikemas TPK. Ambon, Selasa, (27/12/2022).

Kegiatan ekspor menggunakan kontainer 40 Fit.

Turut hadir mendampingi Gubernur pada pelepesan ekspor, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Lotharia Latief, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, Sekda Maluku Sadali Ie, Ketua TGPP Maluku Hadi Basalama dan sejumlah pimpinan BUMN/BUMD.

Gubernur dikesempatan ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT. Pelindo dan pihak terkait, sebagai bentuk sinergitas yang baik sehingga keinginan meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku melalui peningkatan ekspor komunitas unggulan terutama sektor kelautan dan perikanan dapat diwujudkan.

Selain itu, mengenai peresmian Maluku Inovation (MI) Export Center dan Direct Export, kepala daerah menegaskan, tidak merupakan kegiatan seremonial yang dilakukan hanya pada saat ini saja, tetapi harus terus berkelanjutan untuk waktu mendatang, upaya percepatan hilirisasi komoditi ekspor unggulan, dengan dukungan kehadiran investor lokal maupun mancanegara untuk berinvestasi di Maluku.

“Saya berharap agar Direct Export semacam ini dapat juga dilaksanakan melalui pintu keluar lainnya seperti Kota Tual dan Dobo. Untuk itu, Gubernur berharap PT. Pelindo mendukung kesiapan infrastruktur bongkar muat pada pelabuhan-pelabuhan dimaksud. Saya minta para Bupati-Walikota segera mengambil peran sesuai kewenangannya, guna mewujudkan Direct Export pada masing-masing wilayah,” tegas Gubernur.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Hadi Basalama menerangkan, peresmian Maluku Inovation (MI) Export Center dan Direct Export ini, merupakan tindak lanjut dari rapat dalam rangka percepatan peningkatan ekspor Maluku.

“MI Export Center bertujuan untuk menciptakan gerakan percepatan pelayanan dari seluruh OPD, sehingga memberikan iklim usaha dan inovasi yang kondusif bagi para eksportir dan pengusaha terkait SKA Disperindag, PEB, Bea Cukai, HC Karantina Perikanan dan Pertanian, OSS-PTSP dan JOB Slipp (Kartu Eksport),” kata Hadi.

Sebagai informasi, selain kegiatan ekspor Ikan Tuna ke Vietnam dan Thailand, Gubernur juga meresmikan Rumah Kurasi UMKM untuk membantu produk UMKM yang akan di standar dari sisi kualitas dan desainnya untuk kepentingan eksport. Rumah kurasi ini difasilitasi oleh BI, OJK Dinas Koperasi, Disperindag dan Dinas PTSP.

Daniel Toto Sebut Kinerja KPK di Tanah Papua Masih Jauh dari Harapan

0

Jayapura, MALUKU.News – Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Wilayah Tabi, Provinsi Papua, Daniel Toto menilai walaupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka, namun kinerja lembaga antirasuah itu masih jauh dari harapan. Ia mendesak KPK untuk segera melayangkan panggilan ketiga kepada orang nomor satu Papua itu, dan Lukas harus dinonaktifkan dari semua kegiatan pemerintahan.

“Kinerja KPK masih jauh dari harapan. Walaupun Lukas Enembe sudah tersangka, dan sudah dua kali KPK panggil Lukas. Kalau tersangka itu, dia (Lukas Enembe) harus dinonaktifkan dari semua kegiatan-kegiatan pemerintahan walaupun (dugaan korupsinya) belum inkrah. Atau kalau nunggu inkrah dulu, ya kalau begitu, (KPK terbitkan surat) panggilan ketiga,’’ kata di Jayapura, Minggu (25/12/2022).

Daniel yang juga mantan Anggota DPR Kabupaten Jayapura, menyatakan jika membiarkan seorang pejabat daerah yang sudah diberi label tersangka, apalagi tersangka kasus penyalahgunaan wewenang dan menyalahgunakan keuangan negara untuk tetap melakukan aktivitas pemerintahan, adalah hal yang aneh, karena tersangka bisa menghambat penyelidikan KPK.

“Kata Mendagri karena belum inkrah dia (Lukas Enembe) tetap sah sebagai Gubernur Papua, ada apa dengan Mendagri lagi? Membiarkan orang yang sudah dianggap menyalahgunakan keuangan daerah termasuk dana Otsus, tapi dibiarkan? Masyarakat Papua mengharapkan transparansi, negara (KPK) betul-betul bekerja itu tidak tebang pilih. Banyak (oknum pejabat daerah) yang sudah meringkuk di tahanan, terus kenapa yang ini (Lukas Enembe) masih melaksanakan tugas-tugas pemerintahan,” tanya Daniel yang wilayah adatnya meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi ini.

Desakan untuk menonaktifkan Lukas Enembe dari jabatan gubernur sempat ramai diutarakan sejumlah tokoh Papua pada medio Oktober 2022 lalu. Menyikapi desakan itu, Wamendagri John Wempi Wetipo mengatakan, status hukum Lukas Enembe masih belum inkrah. Dari sisi aturan, dengan keadaan yang ada, Lukas Enembe punya kewenangan untuk bisa lakukan apa saja sepanjang proses hukum belum ditindaklanjuti. (Kompas.com, 28 Oktober 2022).

Daniel Toto khawatir, jika Lukas Enembe tetap memimpin urusan pemerintahan di Papua, Lukas dengan kewenangan yang ada bisa mengerahkan jajaran di bawahnya untuk membantu dirinya.

“KPK tidak boleh membiarkan itu berlarut-larut. Jangan terus ke gubernur, bawahannya juga harus diperiksa karena ini satu mata rantai yang bekerja sama untuk bagaimana melakukan penggunaan anggaran secara sah atau tidak sah, ini satu mata rantai. Jadi mesti yang di bawahnya diperiksa juga,” tandasnya.

Daniel juga mendesak kasus korupsi yang menjerat Lukas Enembe seyogyanya dapat dituntaskan sesegera mungkin dengan melakukan panggilan ketiga dan menahan Lukas. Jika terus diulur, Daniel khawatir akan ada intervensi dari partai-partai politik (parpol) untuk kepentingan Pemilu 2024. Bisa saja, parpol memanfaatkan kasus Lukas untuk melakukan bargaining politik untuk pemenangan kader-kadernya ke kursi legislatif maupun Pilkada.

“Kita akan memasuki tahun baru, itu kita masuk situasi politik akan berubah. Partai-partai politik akan bermain di wilayah itu. Itu justru akan menghambat semua proses ini, itu sudah pasti. Oleh sebab itu, KPK harus membuat sesuatu dengan adanya kasus penyalahgunaan keuangan negara, harus menyampaikan kepada pubik, sudah melakukan panggilan ketiga dan lakukan penahanan,” ungkapnya.

Dijelaskan Daniel, kegembiraannya karena KPK juga sudah mulai menelisik penggunaan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menurut Daniel, Gubernur Papua selaku Kepala Pemerintahan di Bumi Cenderawasih ini patut diperiksa keterkaitannya dengan banyaknya keluhan masyarakat Papua seputar penyelenggaraan PON Papua yang masih menyisakan sejumlah persoalan. KPK diimbau menambah jumlah personelnya untuk menangani kasus penyalanggunaan uang negara di Papua.

“Itu pengelolaan dana PON, habis berapa banyak. Kalau memang dana PON terjadi penyelewengan, KPK silahkan periksa, ini bukan uang kecil. KPK punya jaringan banyak, dia tahu siapa yang miliki hotel dimana, aset tanah dimana, kan mereka tahu juga. Siapa yang menangani kasus di PON, siapa yang menangani pelaksanaan dana Otsus dan lain-lain. Jadi, KPK mesti menambah personel, supaya bisa lebih fokus menangani kasus demi kasus. Jangan personel yang sama tangani yang ini belum selesai, pindah tangani yang satu, ujung-ujungnya tidak beres semua,”tegasnya.

Daniel kembali meminta KPK untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam menangani kasus penyalahgunaan uang negara di tanah Papua.

“Sekali lagi sebelum tahun baru, KPK secara tegas untuk menetapkan atau mengeluarkan surat panggilan ketiga kepada Gubernur Papua sebagai tersangka. Itu proses hukum harus jalan, terkait dengan pemeriksaan atau penahanan dan seterusnya. Kalau dia (Lukas Enembe) sudah ditahan, konsekuensinya harus ada pemeriksaan. Kalau dia masih sakit, periksa di rumah, kalau undang-undang menjamin periksa di rumah dengan tidak menunggu. Itu yang kira-kira masyarakat Papua menunggu,”pungkasnya.

Petani Sarmi Harapkan Otsus Jilid Jangan Korupsi Lagi

0

Jayapura, MALUKU.News – Korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat aktif tidak hanya terjadi di wilayah Papua, tetapi hampir di seantero NKRI. Tetapi untuk kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe yang masih aktif menjabat ini, boleh dibilang unik.

Terbilang unik, karena Lukas yang sudah tiga bulan lebih ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih bisa menghirup udara bebas di istana pribadinya di Koya Tengah, Kota Jayapura.

Padahal, mengutip news.detik.com tanggal 6 Oktober 2022, status Lukas sebagai tersangka bukan baru kali ini saja. Enembe yang berasal dari Papua Pegunungan ini, sebelumnya pernah menjadi tersangka Pilkada Tolikara pada 2017, diperiksa dalam kasus penyalahgunaan anggaran Pemprov Papua pada tahun yang sama, dan diperiksa atas dugaan dana beasiswa Papua tahun 2016.

Bahkan yang paling miris adalah adanya indikasi dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengindikasikan Enembe menyetorkan uang senilai Rp 560 miliar ke kasino di luar negeri.

Ayub Yunus Firtar, seorang petani kelahiran Kabupaten Sarmi, di Jayapura, Sabtu (24/12/2022) ketika ditanya apa harapannya untuk Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II, berharap tidak terjadi korupsi lagi.

“Jangan ada korupsi lagi. Yang kami harapkan adalah Otsus Jilid II, bukan kecewa jilid dua,” ujarnya.

Pernyataan Ayub yang juga Ketua Bidang Pertanian Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Philoktov DPP Provinsi Papua (IKKBP) seakan merangkum suara hati orang-orang kecil di kampungnya.

Ayub adalah satu dari jutaan Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi sasaran penerima manfaat dana Otsus Papua.

Suara Ayub dan para petani yang bergabung di dalam IKKBP memang tidaklah se-sexy suara tim penasehat hukum Lukas Enembe yang sekali bicara bisa dirilis puluhan media massa berhari-hari. Tapi keberpihakan Ayub dan kawan-kawannya dalam persoalan korupsi di tanah Papua, sangat jelas, tanpa tedeng aling-aling.

“Kami mendukung pihak KPK. Jika korupsi tidak diberantas dampaknya nanti kita rakyat kecil yang menderita. Harusnya uang (Otsus) dekat sama kita, karena dengan hal-hal begini (korupsi), uangnya jadi menjauh dari kita,” tegasnya.

Dijelaskan Ayub, ‘Jauh’ dan ‘dekat’ yang dimaksudkan adalah tujuan yang ingin dicapai melalui pemberian Otsus, yaitu percepatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua, khususnya OAP. Mereka menggantungkan harapannya kepada KPK agar kesejahteraan itu bisa segera ‘dekat’.

Ayub punya deskripsi yang lebih konkret dan sederhana tentang kesejahteraan, yaitu tersedianya lapangan kerja yang memberikan mereka penghasilan sehingga bisa mencukupi kebutuhan hidup.

“(Mampu memenuhi) kebutuhan sehari-hari dalam keluarga, ada biaya untuk anak sekolah dan lain-lain sebagainya, termasuk biaya kesehatan,” bebernya.

Kepada Kroni-Kroni Lukas Enembe, Tokoh Perempuan Keerom ini Minta KPK Segera Tangkap!!!

0

Keerom, MALUKU.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang gencar-gencarnya mendalami berbagai penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Lukas yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi, kini sedang ditelisik keterlibatannya oleh lembaga antirasuah itu dalam penyalahgunaan dana operasional pimpinan serta pengelolaan dana Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua.

Mengamati perkembangan kasus Lukas Enembe tersebut, tokoh perempuan dari Kabupaten Keerom, Ida Sokoy di Arso, Kamis (22/12/2022) menyatakan, Gubernur Papua itu tentu tidak bertindak sendirian.

“Tetapi patut diduga, Ia dibantu oleh kroni-kroninya yang duduk di posisi-posisi strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Mereka memberikan kontribusi dalam kesalahan yang dibuat Lukas,” katanya.

“Tangkap! Yang bekerja kan kroni-kroninya, bukan Bapak Lukas. Biar bisa memberikan efek jera bagi pejabat-pejabat yang lain,” katanya lagi.

Sokoy yg juga Pengurus Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Provinsi Papua mengapresasi dan mendukung langkah-langkah KPK terhadap Lukas Enembe. karena korupsi bisa dikurangi. KPK tidak akan gegabah menetapkan seseorang menjadi tersangka, jika tidak didukung bukti-bukti yang kuat.

“KPK bukan orang-orang sembarangan. Mereka juga akan berhadapan dengan hukum kalau tangkap orang sembarangan,”tegasnya.

Sokoy meminta Gubernur Lukas Enembe, agar berani tampil di depan umum dan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Bukan melemparkan opini-opini bahwa dirinya benar, tapi sambil bersembunyi.

“Kalau (Lukas) mau menyatakan kebenaran, bahwa tidak ada penyimpangan dalam kepemimpinannya, nyatakan di depan umum, supaya namanya kan jadi baik. Tapi kalau sembunyi begini, apa yang engkau dapat. Orang benar itu berani, orang salah itu bersembunyi, itu saja. Takut karena salah, ada sesuatu yang disembunyikan. Berarti yang benar itu KPK,” tandasnya.

Sokoy berharap, Lukas sebagai pemimpin besar sebaiknya berjiwa besar, berani mengakui kesalahan. Lukas harus menjadi contoh untuk para pemimpin Papua ke depan, bahwa jika ingin menjadi pemimpin besar, tapi jiwanya jangan kerdil.

“Kami tidak mau, nanti seluruh tokoh-tokoh (Papua) dicap, modelnya seperti itu,” kesalnya.

Sokoy juga setuju selama Otonomi Khusus (Otsus) jilid satu bergulir, pengawasan sangat lemah. Dan menyarankan agar sistem pengawasan dibenahi secara sungguh-sungguh.

“Pemerintah agar membentuk tim pengawasan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, distrik, sampai ke kampung-kampung. Libatkan juga tokoh-tokoh adat, gereja, dan tokoh perempuan,” pungkasnya.

Unpatti MoU Riset Ilmiah Dengan Marine Technology Cooperation Research Center

0

Ambon, MALUKU.News – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menandatangani nota kesepahaman riset ilmiah bidang kelautan dan perikanan serta bencana laut dan pesisir dengan Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Korea-Indonesia.

“Kerja sama dilakukan untuk program akademik dan ilmiah bidang ilmu kelautan dan perikanan, bencana laut dan pesisir, penginderaan jauh dan informasi geospasial,” kata Rektor Unpatti Ambon, Martinus J. Sapteno, di Ambon, Kamis (22/12/2022).

Ia membenarkan nota kesepahaman itu telah ditandatanganinya bersama dengan Direktur MTCRC Dr. Hansan Park dan Ivonne M. Radjawane, disaksikan langsung oleh Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ikram Malan Sangadji, di Jakarta pada 19 Desember 2022.

MTCRC Korea-Indonesia adalah pusat penelitian bersama Teknologi kelautan antara Korea yang diwakili oleh Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) atas nama Ministry of Oceans and Fisheries (MOF), dan Indonesia diwakili Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kemenko Marves.

Pendirian MTCRC bertujuan untuk memperkuat dan mempromosikan kerja sama praktis di bidang ilmu dan teknologi kelautan antara kedua negara.

Rektor menyambut gembira kerja sama itu dan berharap perguruan tinggi yang dipimpinnya dapat berkontribusi dalam pengembangan kelautan dan perikanan di Maluku.

“Maluku memiliki sumber daya kelautan yang berlimpah namun pengelolaannya terkendala dengan sumber dana maupun infrastruktur. “Dengan penandatangan kesepahaman ini diharapkan dapat berdampak menghasilkan berbagai riset bidang kelautan dan perikanan dari Maluku,” katanya.

Apalagi menurutnya, Korea merupakan salah satu negara yang sangat maju dan cepat dalam pengembangan teknologi, sehingga diharapkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani berbagai penelitian dapat terlaksana dengan cepat sehingga berdampak menyejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya Maluku.

Direktur MTCRC Korea Hansan Park menegaskan, lembaga yang dipimpinnya memiliki kesamaan minat dengan Unpatti di bidang kelautan dan berbagi visi yang sama untuk mengembangkan sektor Maritim Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan akademik.

“Selain proyek satelit, Maluku memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan beragam dan bernilai ekonomi tinggi. Kami sangat mempertimbangkan menggandeng Unpatti sebagai institusi pendidikan di Maluku menjadi salah satu mitra kami untuk menciptakan kolaborasi dan kerjasama menguntungkan bagi kedua negara, khususnya untuk peningkatan kapasitas Maluku di bidang kemaritiman,” ujarnya.

Kerjasama antara kedua belah pihak diharapkan dapat berkembang dengan baik dan mendukung pembangunan sektor maritim untuk kedua negara.

Direktur MTCRC Indonesia Ivonne M. Radjawane menyatakan, MTCRC aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan perguruan tinggi, guna mendukung kerja sama Indonesia-Korea di bidang kemaritiman.

“Melalui kesepakatan kerjasama ini langkah konkrit juga akan dilakukan untuk membantu memajukan kerjasama yang akan bermanfaat bagi MTCRC dan Unpatti,” katanya.

Melalui kesepakatan itu kedua belah pihak berharap dapat memperkuat dan berbagi ide kolaborasi pada beberapa topik akademik dan penelitian, seperti ilmu kelautan dan perikanan, oseanografi, ilmu bumi, bencana laut dan pesisir, penginderaan jauh, informasi geospasial, dan isu-isu lainnya untuk mempromosikan Ilmu dan teknologi kelautan yang akan bermanfaat bagi kerjasama bilateral Indonesia-Korea melalui Unpati dan MTCRC.

Sedangkan Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves, Ikram Malan berharap kedua belah pihak dapat bersama-sama memperkuat kolaborasi strategis sehingga beberapa riset di wilayah timur Indonesia dapat dikerjasamakan termasuk peningkatan kapasitas.

Aris Kreutha Sebut Pengawasan Jadi Kunci Keberhasilan Otsus Jilid II

0

Jayapura, MALUKU.News – Tokoh pemuda adat Tabi, Aris Kreutha mengatakan sejauh ini pembangunan di wilayah Provinsi Papua belum berjalan efektif meski sudah dikucurkan banyak dana. Salah satu sebabnya adalah tingginya kasus korupsi.

Aktivis senior Papua yang biasa disapa Akre meminta Pemerintah agar sistem pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara di Papua harus lebih ditingkatkan dan menaruh harapan penuh pada Badan Pengarah Papua di bawah pimpinan Wakil Presiden RI untuk menata ulang sistem pengawasan dimaksud, khususnya terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid II.

“Selama ini, sistem pengawasan juga lemah. Mudah-mudahan dengan lembaga yang dibentuk, yang diketuai oleh Wakil Presiden (Badan Pengarah Papua) ini, mungkin bisa (lakukan) pengawasan lebih melekat. Kalau seandainya dana (Otsus) ratusan triliun yang sejak pertama awal turun, kalau digunakan benar-benar untuk kesejahteraan rakyat, pasti rakyat sudah maju,” ungkapnya di Jayapura, Rabu (21/12/2022).

Dijelasan Akre, lemahnya pengawasan memberi peluang kepada oknum-oknum pengelola anggaran pembangunan di tanah Papua leluasa melakukan penyimpangan untuk memperkaya diri. Jika pengawasan sudah dibenahi secara sungguh-sungguh, niscaya dana Otsus Jilid II akan lebih berdaya guna untuk mempercepat kesejahteraan rakyat.

“Jadi pengawasan itu hal yang paling penting, saya sepakat dengan lembaga yang dibentuk oleh Jakarta dalam hal ini Wakil Presiden ini sebagai ketua, mudah-mudahan pengawasan itu terus, sampai turun di tingkat kabupaten/kota. Jadi, Badan ini harus ketat kepada kepala-kepala daerah, dana Otsus peruntukkannya untuk apa, baru itu dipublikasi supaya rakyat tahu, transparan,” tandasnya.

Menurut Akre, penetapan tersangka kepada Gubernur Papua oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta beberapa oknum pejabat di beberapa kabupaten yang pernah berurusan dengan lembaga antirasuah itu adalah indikasi maraknya kasus korupsi di Bumi Cenderawasih ini.

“Kami dari aktivis mungkin minta bagaimana supaya ada kerja sama dari Pak Lukas Enembe (Gubernur Papua) sendiri untuk mempertanggungjawabkan itu secara gentle di depan KPK. Itu harapan kami semua. Bagaimanapun juga, korupsi ini harus diberantas apalagi di Papua. Ini uang triliunan rupiah diturunkan dari Jakarta datang di Papua, penggunaannya yang tidak bertanggung jawab, rakyat yang menderita,” Katanya.

“Akibat korupsi pembangunan manusia Papua sepanjang Otsus Papua bergulir, boleh dibilang gagal. Itu sebenarnya bukan kesalahan Jakarta, tapi yang lebih saya lihat dari satu sisi bahwa ini kesalahan kita orang asli Papua yang disebut ahli politik Papua. Menggunakan jabatan yang dititipkan oleh Tuhan dan rakyat, tidak pakai hati. Ada hak-hak rakyat dikebiri, dikadalin, rakyat dibuat bingung. Terakhir, lempar tanggung jawab itu ke Jakarta, ini kan kurang profesional. Ini fakta empiris di Papua sejak 20-an tahun otonomi khusus,” katanya menambahkan.

Ketum Laskar Pemuda Merah Putih Dukung KPK Usut Penggunaan Dana PON Papua

0

Jayapura, MALUKU.News – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah satu tahun berlalu. Namun penggunaan dana PON disinyalir masih menyisakan masalah. Karena itu, Ketua Umum (Ketum) Laskar Pemuda Merah Putih Provinsi Papua, Rudi Samori menyambut baik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik penggunaan dana PON tersebut.

“Bukan saya saja pribadi, tetapi seantero masyarakat Papua pada umumnya mereka sudah tahu bahwa dana yang digelontorkan untuk kegiatan PON di tanah Papua itu, sampai harinya telah selesai PON, masih banyak hal-hal yang belum diselesaikan,” ungkap Rudi di Jayapura, Selasa (20/12/2022).

Sebagaimana diberitakan, selain memeriksa dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua, penegak hukum juga tengah mendalami dugaan korupsi dana operasional pimpinan dan pengelolaan dana PON yang dilakukan oleh Gubernur Lukas Enembe.

Rudi menyebutkan, urusan pembiayaan PON yang menurutnya masih dikeluhkan masyarakat dan sempat muncul di media massa antara lain hak-hak relawan yang bertugas memperlancar kegiatan di berbagai arena PON ada yang belum terima, ada yang terima tapi kurang.

“Bahkan beberapa penginapan, hotel, juga sampai belakangan ini kami mendengar bahwa ada yang belum diselesaikan. Jadi, yang perlu kami pertanyakan, dana itu sebenarnya dikemanakan,” tanya Rudi.

Di wilayah Kabupaten Jayapura, Rudi pernah menyaksikan, usai PON ada kelompok warga pemilik hak ulayat yang melakukan pemalangan di venue olahraga hoki di Doyo Baru, Sentani.

“Itu sempat terjadi pemalangan di jalan oleh beberapa kepala suku dan Ondoafi masalah hak ulayat. Entah sudah diselesaikan atau belum, saya kurang tahu, karena saya tahu pemalangan di jalan itu sampai hari ini masih terjadi,” ungkap Rudi.

Dijelaskan Rudi, total APBN yang sudah dihabiskan untuk mendukung pelaksanaan PON XX Papua adalah sebesar Rp 10,43 triliun untuk keperluan pembangunan infrastruktur baru, terutama sarana dan prasarana olahraga sejumlah cabang olahraga, dan juga untuk biaya pelaksanaan PON itu sendiri.

“Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah berujar, dana APBN sebesar Rp10,43 triliun itu, penyalurannya dilakukan lewat berbagai skema, baik belanja langsung kementerian lembaga maupun transfer ke APBD Provinsi Papua. Pencairannya sudah dilakukan semenjak tahun 2018 hingga 2021,” katanya.

“Sebenarnya kalau sudah betul-betul diselesaikan atau belum, tolong Pemprov Papua buka ke publik, transparan ke masyarakat, biar masyarakat Papua ini tahu bahwa PON telah sukses di Provinsi Papua, lain-lainnya juga harus sukses termasuk pertanggung jawabanan penggunaan anggarannya,” katanya lagi.

Dengan perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe itu, Rudi menilai Lukas sudah semakin terpojok.

Puluhan saksi yang dipanggil KPK tentu sudah mengungkap banyak indikasi-indikasi penyimpangan Lukas yang selama ini belum diketahui publik. Barang bukti juga sudah semakin banyak dikumpulkan lembaga antirasuah itu.

Maka, Rudi meminta Lukas, lebih baik kooperatif supaya kelak hukumannya bisa diringankan, daripada terus bertahan dan berkelit yang ujung-ujungnya hanya sekedar untuk mengulur waktu.

Gubernur Murad Lauching Gerai Baileo UMKM Maluku Di Bandara Pattimura

0

Ambon, MALUKU.News – Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail secara resmi melaunching Gerai Baileo UMKM Maluku di Bandara Pattimura Ambon, pada Selasa (20/12/2022), bertempat di Ruang Tunggu Lantai II, Bandar Udara Pattimura Ambon.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TGPP Provinsi Maluku Hadi Basalamah, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Forkopimda Provinsi Maluku, Pimpinan Perbankan, BUMN/BUMD, Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, Pelaku UMKM, beserta unsur terkait lainnya.

Dalam laporannya Ketua TGPP Provinsi Maluku Basalamah menyampaikan ide dari pembangunan Gerai ini, dating dari pelaksanaan Maluku Baileo Exhibition dan Forum Investasi Februari lalu di Makassar, yang mana potensi produk Maluku terlihat sangat kompetitif dan cukup bersaing sehingga berdasarkan arahan Gubernur Maluku dan Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, yang diasistensi oleh Sekretaris Daerah Maluku, maka UMKM perlu dikembangkan, melalui pembangunan Gerai.

“Seluruh proses pembangunan gerai ini menggunakan dana Corporate Social Responsibility yang didukung oleh BNI dan Dirut Bank Maluku-Maluku Utara yang total anggarannya berkisar sekitar Rp.1 milyar, karena pelaku umkm itu adalah tanggung jawab pemerintah” ujar Basalamah.

Ia juga mengatakan seluruh proses pada gerai UMKM ini dikelola secara profesional, dimana ada 38 UMKM multiproduk yang berdasarkan uji coba dari bulan September telah mendapat omset lebih dari Rp.100juta, yang mana diharapkan nanti aksesibilitas penerbangan, dapat meningkatkan pengunjung dan mengangkat derajat dan ekonomi UMKM.

“Disini produk UMKM sudah ada ijin oss yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku, dengan seluruh proses pelayanan investasi yang sudah memiliki iso 9001 dan 37001.” Tambahnya.

Ketua TGPP Promal ini juga mengatakan, bahwa sudah ada blueprint UMKM Maluku Satu Data, dan juga ada proses untuk mendukung Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam bentuk gerai yang memanfaatkan dana PMK 134 sesuai arahan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku yang akan diserahkan secara simbolis dengan kurang lebih 120 spot gerai, yang berkualitas cukup baik.

“Diharapkan program ini bisa melahirkan spot-spot baru untuk UMKM Maluku yang mana apa yang diharapkan Gubernur Maluku bisa diwujudkan bersama-sama seperti kata Gubernur kolaborasi itu menjadi penting.” Tutupnya.

Sementara itu dalam sambutannya Gubernur Maluku, mengatakan keberadaan gerai ini memberikan dampak terhadap pemberdayaan UMKM ke arah yang lebih profesional dalam mengembangkan usahanya, sebagai ajang promosi produk UMKM unggulan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta terciptanya jejaring Kerjasama antar umkm dengan BUMN/BUMD dan pengusaha besar.

“Saya mengajak para tamu undangan untuk singgah di gerai dan membeli oleh-oleh buat keluarga serta kerabat tercinta saat berangkat ke daerah lain.” Tambahnya.

Menutup sambutannya Gubernur Maluku Murad Ismail atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada PT. Angkasa Pura Bandar Udara Pattimura, PT. BNI, dan PT. Bank Maluku-Maluku Utara yang telah mendukung serta memfasilitasi pembangunan gerai ini.

Dalam kesempatan tersebut juga turut diserahkan bantuan untuk Destinasi wisata Leti Moa, desa wisata Mamala, Morela dan Negeri Hila dengan total jumlah 120 gerai sumber pendanaan APBD Provinsi Maluku TA 2022 berupa penanganan dampak inflasi dan dana insentif daerah, Bantuan CSR 330 Juta yang diserahkan kepada koordinator gerai UMKM, dan Gerai Pariwisata dalam rangka penguatan kapasitas pelaku usaha UMKM dan Ekonomi Kreatid pada lokasi Destinasi Wisata Hunimua, Desa Wisata Namalatu, Desa Wisata Mamala, Morela, Namalatu, Desa Hila.