Beranda blog Halaman 204

Widya Pratiwi Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Maluku Tenggara

0

Langgur, MALUKU.News – Duta Perangi Stunting (Parenting), Widya Pratiwi Murad Ismail, Jumat (16/12/2022), membuka kegiatan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang berlangsung di Stadion Maren, Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, Duta Parenting Kab Malra, Eva Eliya Hanubun, sejumlah pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku dan Kab. Malra serta jajatan TP PKK Provinsi/Kabupaten Malra.

Selain senam bersama, kegiatan kampanye juga dilakukan dengan memberikan tablet tambah darah oleh Duta Parenting kepada
kepada 20 orang perwakilan siswa SMP dan SMA, yang diikuti secara serentak sekitar 1.500 siswi remaja putri berusia 15 tahun ke atas dari 14 SMP dan 12 SMA.

Saat memberikan arahan isteri Gubernur Maluku ini mengatakan, Germas merupakan Instruksi Presiden yang harus didukung bersama.

Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan warga sekolah tentang pentingnya Tablet Tambah Darah, Olahraga/aktivitas fisik, dan konsumsi gizi seimbang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan komitmen sekolah agar melaksanakan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin, melalui kolaborasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya terkait penyelenggaraan Aksi Bergizi di Sekolah.

“Saya sebagai istri Gubernur, Duta Perangi Stunting, dan sebagai Ina Latu Maluku, Ibunya anak-anak Maluku hadir di sini untuk bersama-sama mensukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Aksi Bergizi. Gerakan ini merupakan salah satu implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 yaitu pemenuhan dan edukasi Gizi bagi masyarakat,” jelas Widya.

Ia mengatakan, kasus anemia di Indonesia masih tinggi dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil, sampai lanjut usia. Hasil penelitian kementerian kesehatan menunjukkan bahwa 32% remaja putri usia 15-24 tahun mengalami anemia.

Anemia dapat menjadi pemicu terjadinya masalah kesehatan lain, diantaranya stunting. Ibu hamil dengan anemia, jelas Widya, akan berpotensi melahirkan bayi stunting.

“Oleh sebab itu ibu hamil harus minum tablet tambah darah paling sedikit 90 tablet selama masa kehamilannya, karena kasus anemia erat kaitannya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), khususnya pada remaja putri dan ibu hamil,” imbau Widya.

Ia berharap, Gerakan Aksi Bergizi perlu di lakukan dan terus dikampanyekan di Provinsi Maluku.

“Tahun ini, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting bersama lintas sektor terkait dilakukan Gerakan Nasional Aksi Bergizi secara serentak di seluruh Indonesia. Sebagai Duta Perangi Stunting Maluku, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud peran serta kita dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai,” tandas Widya.

Gencar Perangi Stunting, Widya Pratiwi Kunker di Desa Tamendan

0

Tual, MALUKU.News – Duta Perangi Stunting (Parenting) Maluku, Widya Pratiwi Murad, melakukan kunjungan kerja di Desa Tamendan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Kamis (15/12/2022).

Desa Temendan merupakan salah satu lokasi fokus (lokus) stunting yang berada di wilayah Kota Tual. Kunjungan langsung Duta Parenting ke lokus stunting di sejumlah kabupaten/kota dimaksud sebagai upaya percepatan penurunan stunting pada Balita yang menjadi program prioritas Pemerintah sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024, dimana target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14%.

“Kunjungan saya ke desa ini merupakan rangkaian kerja saya sebagai Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku dan juga sebagai bentuk kerinduan saya untuk melihat langsung anak-anak yang ada di daerah Kota Tual terkhusus di Desa Tamendan,” ungkap Widya.

Sebagai Ina Latu Maluku, ibunya anak-anak Maluku, Widya mengungkapkan telah mengunjungi banyak desa lokus stunting di semua kabupaten/kota di Maluku.

“Khusus untuk Kota Tual, untuk pertama kalinya saya mengunjungi desa lokus stunting dalam kapasitas saya sebagai Duta Perangi Stunting,” kata Widya.

Dalam kunjungan ini, Widya mengajak semua pihak bekerja untuk Perangi Stunting melalui percepatan berbagai upaya-upaya penurunan Stunting. Mengingat, Stunting, gizi buruk ataupun masalah gizi lainnya, memiliki penyebab dan dampak yang sama, yakni menciptakan generasi-generasi Maluku dengan kualitas SDM yang rendah dan tidak produktif.

Widya menghimbau, perangi stunting harus di mulai dari dalam keluarga. Bermula dari proses awal kehamilan selama 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa emas seorang anak, sampai kepada pola asuh, pola pemberian makan serta kepedulian terhadap pendidikan anak.

“Di dalam semua proses itu, isilah dengan kasih sayang dalam keluarga serta kepedulian suami dan isteri untuk melihat anak sebagai aset berharga yang harus dijaga dan dipastikan kebaikan masa depannya, termasuk masa depan yang bebas dari stunting,” pesan Widya.

Widya berharap, Kepala Desa sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di desa, perlu memperhatikan agar ibu-ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatannya secara rutin di Puskesmas maupun di posyandu.

“Begitu juga anak – anak balita harus dibawa ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya dan mendapat imunisasi dasar lengkap,” imbaunya.

Posyandu, kata isteri Gubernur Maluku ini merupakan ujung tombak percegahan stunting. “Jika di posyandu didapati masalah kesehatan pada ibu hamil atau pada anak balita, maka harus segera dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” kata Widya mengingatkan.

Ia juga mengatakan, masalah stunting begitu kompleks sehingga membutuhkan kerjasama dengan semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Di Maluku, masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, dan masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan. Faktor faktor tersebut juga memegang andil penyebab tingginya angka stunting di suatu daerah.

Oleh sebab itu, Widya juga berharap peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak dan juga mencegah kehamilan yang tidak diinginkan serta mencegah pernikahan dini.

“Saat melakukan konseling pra nikah, tokoh agama dapat mempersiapkan pasangan agar kelak melahirkan anak yang sehat,” tandasnya.

Turut mendampingi kunjungan bersama Duta Parenting ke lokus stunting Desa Temendan, Isteri Walikota Tual, Ketua Pokja III TP PKK Maluku, Nita Bin Umar dan sejumlah pimpinan OPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi Maluku serta jajaran TP PKK provinsi dan Kota Tual.

Benhur Watubun Akan Di lantik Menjadi Ketua DPRD Maluku Senin Besok

0

Ambon, MALUKU.News – DPRD Provinsi Maluku akan menggelar sidang paripurna pelantikan Benhur G Watubun menjadi Ketua DPRD Senin besok.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi Maluku (Sekwan), Bodewin Wattimena kepada sejumlah awak media, Kamis (15/12/2022).

“Jadi, Senin besok tanggal 19/12/2022 pukul 16.00 Wit, DPRD Provinsi Maluku akan menggelar pelantikan saudara Benhur Watubun sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku,” ujar Sekwan.

Dikatakan, penetapan tanggal tersebut telah disetujui Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Ambon, Erwin Mangatas Manau dan juga Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Untuk itu penundaan atau pengalihan pelantikan tidak ada, kita menunggu karena Ketua Pengadilan Tinggi juga baru saja tiba di Ambon. Sehingga tadi Ketua PT (Erwin) sudah setujui kalau hari senin akan dilaksanakan pelantikan dan juga Gubernur Maluku mengiyakan”.

Oleh karena itu, dirinya mengatakan bahwa tidak pernah ingin menyampaikan kapan pelantikan, setelah semua sepakat dengan waktu pelantikan baru kita sampaikan.

Ia menambahkan, bahwa kebijakan tersebut telah menjadi kesepakatan bersama.

“Dan kita juga harus menyesuaikan dengan waktu para petinggi,”ujar Wattimena.

Untuk diketahui, Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang telah diterima DPRD Maluku dengan Nomor 100. 2.1.4-6224 Tahun 2022 telah ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian sejak 02 Desember 2022.

Widya Kukuhkan Ketua TP-PKK Kota Tual sebagai Bunda GenRe

0

Tual, MALUKU.News – Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad mengukuhkan Ketua TP-PKK Kota Tual, Ny. Wa Wuhia Rahayaan sebagai Bunda GenRe Kota Tual, Kamis, (15/12/2022).

Acara pengukuhan dihadiri Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar, Sekda Kota Tual, A.Yani Renuat, sejumlah Pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku dan Kota Tual serta Pengurus dan Anggota TP PKK Kota Tual

Prosesi pengukuhan dimaksud merupakan salah satu bagian dari rangkaian kunjungan kerja Widya, selaku Ina Latu dan Bunda Parenting Maluku di Kota Tual.

Menurut Widya, pengukuhan Bunda GenRe tersebut adalah tugas mulia yang diemban dalam rangka pendampingan dan pembinaan kepada remaja/generasi muda, perihal perencanaan masa depan yang berkualitas, mulai dari perencanaan pendidikan maupun merencanakan kehidupan keluarga ideal dan melakukan pencegahan stunting dari hulu, sehingga diharapkan tidak ada lagi lahir stunting-stunting baru.

“Salah satu misi dari Program GenRe adalah pendewasaan usia perkawinan. Ini sangat relevan dengan pencegahan stunting dari hulu, karena usia saat menikah dan hamil menjadi salah satu faktor risiko yang dapat melahirkan anak stunting. Makin muda usia ibu saat hamil dan melahirkan, makin berisiko melahirkan anak yang stunting,” kata Widya.

Ia menilai, momen pengukuhan tidak hanya dijadikan sebagai seremonial tetapi benar-benar diimplementasikan di kalangan masyarakat serta pendampingan dan memberikan edukasi pada masyarakat khusunya bagi generasi muda, agar benar-benar dapat menyiapkan diri untuk menjadi generasi muda yang berkualitas di Kota Tual.

Widya menjelaskan, Bunda GenRe sebagai “Mama” dari remaja-remaja generasi muda di berbagai tingkatan wilayah, memiliki peran penting dalam pengasuhan dan pendampingan tumbuh-kembang remaja, termasuk dalam mendukung upaya pendewasaan usia. Peran tersebut sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) guna menjadi remaja tangguh, dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa,” jelasnya.

Salah satu harapan adanya keberadaan Bunda Genre, sambung Widya, adalah untuk menekan maraknya permasalahan remaja seperti seksualitas. Olehnya itu, GenRe memegang peran penting untuk mensosialisasikan bila keluarga adalah segala-galanya, dan GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda.

“Ijinkan kami menyampaikan penghormatan kepada Duta Parenting dan juga tugas baru sebagai Bunda GenRe Kota Tual. Besar harapan kami, melalui peran penting Bunda Genre sebagai Duta Penurunan Stunting, target penurunan stunting menjadi 20 persen di provinsi Maluku tahun 2024 dapat tercapai,” ujar Widya.

Ia berharap jajaran pengurus TP-PKK Kota Tual untuk terus bersinergi, berkolaborasi dalam memerangi stunting melalui penguatan pola asuh anak dan remaja, penguatan ekonomi keluarga serta pemanfaatan pekarangan untuk bahan pangan, sehingga bisa menghasilkan menu beragam, bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

“Dengan adanya Bunda Genre, maka dapat memberikan perhatian dan pembinaan kepada para remaja agar mereka menjadi orang tua yang cerdas, sehat berkualitas, dan berkarakter baik,” harapnya.

Widya Pratiwi Hadiri Rakor Percepatan Penurunan Stunting Harap

0

Tual, MALUKU.News – Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad, menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kota Tual, Kamis, (15/12/2022). Rakor ini untuk membahas program prioritas nasional yaitu program percepatan penurunan stunting.

Mengenai hal diatas, Widya selaku Duta Perangi Stunting Maluku dan juga sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Maluku, berharap ada kerjasama yang baik serta kesungguhan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan, dan melakukan intervensi yang tepat agar prevalensi standar di Kota Tual dapat turun sesuai target yang ditetapkan.

“Kami ingin mengingatkan, bila TP-PKK sebagai mitra pemerintah perlu memaksimalkan perannya menjadi motivator, dan penggerak masyarakat bersama kadar Posyandu untuk melakukan pencegahan stunting,” kata Widya mengingatkan.

Menurutnya pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Menurut data riset dan survei Kementerian Kesehatan bervalensi stunting Maluku secara konsisten menurun dari 34, 02 persen pada tahun 2018 menjadi 28,7 persen pada tahun 2021.

Sejak dikukuhkan menjadi Duta Perangi Stunting pada tahun 2019, Widya mengaku telah mengunjungi beberapa desa-desa lokus Stunting di semua kabupaten kota se-Maluku, dan juga telah mengukuhkan seluruh ketua TP- PKK kabupaten/kota untuk menjadi Ibu Perangi Stunting di masing-masing daerahnya, termasuk Ketua TP-PKK Kota Tual dengan sebutan Renad Kota Tual. Sesuai dengan tugasnya diharapkan dapat berperan optimal dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah masing-masing.

“Urgensi pelaksanaan kegiatan rakor ini adalah untuk peningkatan konvergensi penanganan stunting. Konvergensi yang dimaksud bukan hanya antar OPD atau lembaga yang ada dalam TPPS Kota Tual, tetapi juga perlu melakukan konvergensi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa,” ujar Widya.

Konvergensi dilakukan melalui koordinasi-koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan yang ada di pusat, daerah dan desa. Hal ini sesuai strategi nasional yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Untuk itu, pada peserta baik kepala desa, camat TP-PKK desa dan kecamatan, tokoh agama /masyarakat serta lintas sektor lainnya yang hadir saat ini, saya ajak untuk kita bekerja sama berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting,” tutup Widya.

BAZNAS Provinsi Maluku Lakukan Sosialisasi Zakat Secara Berjenjang dan Terstruktur

0

Ambon, MALUKU.News – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) antar BAZNAS se-Provinsi Maluku, yang berlangsung di lantai 5 Hotel Avira, Kamis, (15/13/2022), mengusung tema “Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI”.

Pembukaan Rakorda ditandai dengan pemukulan tifa oleh Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie bersama-sama Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum.

Peserta Rakorda berasal dari anggota BAZNAS Kabupaten Buru, Bursel, Kota Tual, SBB, Malteng, SBT dan Kepulauan Tanimbar.

Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutan tertulis yang disampaikan, Pj. Sekda Maluku Sadali Ie mengatakan, manfaat zakat sangat penting. Ia pun menghimbau kepada pengurus BAZNAS Provinsi Maluku, pengurus unit, pengumpul zakat pada dinas instansi sipil TNI/Polri, BUMN-D, lembaga pendidikan serta berbagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak dalam pengelolaan dan pengumpulan zakat, agar bekerja sungguh-sungguh sebagai tugas yang bernilai ibadah.

“Saya mengharapkan kepada pengurus BAZNAS se-Provinsi Maluku untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi zakat kepada seluruh masyarakat secara berjenjang dan terstruktur, sehingga kegiatan zakat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” harapnya.

Ia pun memberikan apresiasi atas pelaksanaan rapat koordinasi tersebut, yang tentunya merupakan amanat organisasi dan menjadi momentum strategis dalam rangka meningkatkan peran serta eksistensi BAZNAS Maluku, untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak di daerah ini.

Tujuan pemerintah membentuk BAZNASm kata Gubernur, sebagai lembaga pemerintah non struktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada presiden melalui Menteri Agama, yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

“Sedangkan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi BAZNAS di tingkat pusat, ditopang oleh BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dalam struktur hirarkis. Oleh karena itu, koordinasi dan sinkronisasi antara BAZNAS pusat dan daerah, perlu mendapat perhatian dan penguatan dari waktu ke waktu. Di sisi lain, pemerintah yang memiliki kewenangan membina, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan zakat pada BAZNAS semakin dituntut untuk melakukan peningkatan pengelolaan zakat yang berorientasi pada kepentingan umat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini pemerintah sedang giat-giatnya melaksanakan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk pengentasan kemiskinan, sekaligus mencegah adanya kesenjangan sosial di dalam masyarakat. Penguatan BAZNAS sebagai Amil menyangkut SDM yang memiliki integritas pribadi yang kuat, amanah dan profesional. Selain itu, juga harus memiliki pengetahuan tentang zakat dan manajemennya yang memadai serta memiliki waktu yang cukup.

“Begitu pula dengan program pendayagunaan zakat yang tepat sasaran, baik konsumtif maupun produktif skala prioritas program yang sejalan dengan penguatan mustahik di daerah masing-masing peserta, perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program yang dilakukan secara tepat juga penguatan regulasi dan aturan tentang pengelolaan zakat,” tandasnya.

Turut menghadiri pembukaan Rakorda , Anggota DPD RI Dapil Maluku, Rostina, Kadis Koperasi dan UMKM Maluku Natsir Kilkoda, Plt. Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Arsal Rizal Tuasikal, Danpom Lantamal IX Ambon, Letkol Laut (PM) Raka Momon Saputra, Asisten II Bidang Ekonomi Pemba­ngunan Sekretariat Kota Ambon, Fahmi Salatalohy dan undangan lainnya.

Sekda Maluku Buka Seminar Nasional tentang Bela Negara

0

Ambon, MALUKU.News – Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertanung jawab dan untuk membangun persepsi dan upaya melindungi para seniman dan budayawan, Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Peran Nilai-Nilai Budaya dalam rangka Bela Negara, di Aula Lantai II Gedung Rektorat Unpatti, Kamis, (15/13/2022).

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie itu, akan dilaksanakan live streaming selama dua hari secara nasional untuk membangun persepsi masyarakat dan pemerintah tentang bela negara.

Seminar tersebut dipandu John Pasalbessy, dengan pesertanya adalah dari kalangan mahasiswa, sedangkan Staf Ahli Pangdam XVI / Pattimura, Syarifuddin Sara hadir sebagai Keynote speaker. Seminar ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala, Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin Rahawarin dan sejumlah undangan lainnya.

Mengenai seminar diatas, Pj. Sekda Maluku Sadali Ie menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pimpinan Unpatti Ambon beserta jajaran, yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar sebagai langkah strategis untuk melakukan kajian menyangkut peran seni dan budaya dalam membangun kesadaran bela negara.

Menurutnya, isu tentang ketahanan nasional dan bela negara sering ditafsirkan secara sempit dan hanya dihubungkan dengan aspek pertahanan keamanan yang menjadi domain alat pertahanan negara. Kewajiban bela negara menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia di mana setiap warga negara berkewajiban untuk melakukan upaya bela negara sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Dinamika kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada generasi milenial saat ini perlu dicermati, oleh karena besarnya pengaruh budaya, pandangan hidup, sistem politik, tata nilai dan sistem ekonomi yang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat global, tidak sepenuhnya sesuai dengan tata nilai bangsa Indonesia,” kata Pj. Sekda.

Ia menilai, pengaruh ini sulit dicegah sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat, yang secara perlahan dapat memudarkan rasa kebangsaan terutama di kalangan generasi muda. Dengan demikian, proses pembinaan kesadaran bela negara perlu dilakukan secara simultan, terpadu dan komprehensif untuk membangun karakter bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan para patriotisme, serta memiliki ketahanan nasional yang tangguh guna menjamin tetap tegaknya negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945.

“Bidang seni dan budaya memiliki keterkaitan langsung dengan aspek bela negara, dalam rangka membangun ketahanan nasional. Kita semua tentunya menyadari, bila kekayaan seni dan budaya Indonesia sangat beragam dan selama ini telah menjadi unsur pemersatu dan kekuatan dari persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujar Pj. Sekda.

Oleh karena itu, sambungnya, seluruh pemangku kepentingan harus berupaya untuk mempertahankan seni dan budaya Indonesia sebagai perwujudan bela negara dan cinta tanah air. Melalui penguatan seni dan budaya Indonesia, tentunya akan berimbas dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas individu dalam upaya bela negara.

“Bahwa seni dan budaya di Maluku sangatlah beragam dan selama ini telah berkembang serta menjadi wahana pemersatu masyarakat Maluku,” tutur pPj. Sekda.

Di akhir pidatonya, Pj. Sekda menghimbau kepada para seniman, artis, aktivis kebudayaan serta pelaku seni dan budaya di Maluku harus memahami eksistensi dirinya dengan baik, sebagai bagian dari upaya bela negara melalui karsa, karya dan cipta berbagai kreativitas seni dan budaya, sehingga mampu membangun kesadaran nasional yang tercermin dari sikap dan perilaku setiap warga negara, yang menikmati karya seni dan budaya Indonesia, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan.

“Seminar nasional ini diharapkan dapat menggugah dan membangun kesadaran serta memberikan pemahaman kepada kita semua, tentang pentingnya hakikat dan makna dari nilai-nilai prinsip seni dan budaya dalam upaya bela negara. Selain itu, melalui Seminar ini dapat disusun sebuah draft akademik dalam rangka pembentukan peraturan daerah, tentang ekosistem seni dan budaya di Maluku sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan visi pembangunan profesi Maluku 2019-2024,” tutup Pj. Sekda.

Ditempat yang sama, Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno menerangkan, seminar tersebut digagas dalam rangka membangun pemahaman tentang apa itu bela negara yang mencakup aspek ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, hukum dan keamanan maka sebagai civitas akademika termasuk masyarakat pada umumnya, juga kelompok di bidang seni dan budaya, perlu memahami hakikat bela negara.

“Sebab mungkin saja, ada pemahaman di luar bahwa bela negara itu menjadi tanggung jawab dari TNI/Polri saja, padahal bela negara itu adalah suatu kewajiban konstitusional yang harus dilakukan oleh seluruh warga negara dan juga pemerintah, sesuai tugasnya masing-masing,” kata Rektor menerangkan.

Menurutnya, sebagai seniman maupun budayawan, mereka juga telah berkiprah di bidangnya masing-masing dan menghasilkan karya-karya besar, mengangkat nama bangsa dan negara di tataran lokal, nasional maupun internasional.

“Yang menjadi persoalan, adalah ketika mereka mencuat ke permukaan, membawa nama negara sebagai wujud membela negara, mereka dipuja. Tetapi ketika mereka tidak lagi populer, mereka menjadi orang-orang yang tidak diperhatikan dan akhirnya hidup tunggal langgang, tidak mempunyai kepastian,” ujar Rektor.

“Kami mau mencoba membangun ekosistem perlindungan pada seniman dan budayawan supaya ada dasar hukumnya. Ujung dari seluruh kegiatan seminar ini, akan lahir satu draft akademik dan juga peraturan daerah provinsi Maluku yang akan menjamin hak-hak seniman dan budayawan di Maluku, dan mungkin itu akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” tutup Rektor.

Benhur G Watubun Akan Di lantik Menjadi Ketua DPRD Maluku Jum’at Besok

0

Ambon, MALUKU.News – DPRD Maluku akan menggelar sidang paripurna pelantikan Benhur G Watubun menjadi Ketua DPRD Provinsi Maluku Jum’at besok.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Seketaris DPRD Maluku, Fahratun Rabiah Samal, S.Sos M.Si kepada sejumlah media, Rabu (14/12/2022).

“Jadi, Jumat besok akan dilakukan pelantikan Ketua DPRD Maluku Benhur G Watubun yang menggantikan Lucky Wattimury, sisa masa jabatan 2019-2024“.

Menurut Samal, pelantikan Watubun, Akan di gelar tanggal 16 Desember 2022 pukul 15.00 Wit, yang digelar melalui sidang Paripurna dan Pengambilan Sumpah Janji DPRD Maluku.

“Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Pimpinan Pengadilan Tinggi Negeri Ambon Erwin Mangatas Manau, yakni salah satu hakim senior, maka diputuskan pelantikan tersebut akan di gelar hari Jum’at,”tegas Samal.

Ia menambahkan, bahwa selama ini segala proses untuk menuju pelantikan terkendala, akibat pimpinan dari Pengadilan Tinggi Negeri Ambon yang masih sementara dijabat oleh pelaksana harian.

Selain itu, dikabarkan bahwa pada tanggal 15 Desember pimpinan definitif yang baru akan tiba dari lokasi tugasnya di luar daerah,”ungkap Samal.

Untuk diketahui, bahwa Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang telah diterima DPRD Maluku dengan Nomor 100. 2.1.4-6224 Tahun 2022 telah ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian sejak 2 Desember 2022.

DWP Maluku Gelar Perayaan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-23

0

Ambon, MALUKU.News – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Maluku memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-23, di lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Rabu, (14/12/2022). HUT tahun ini mengusung tema “Membangun Perempuan Cerdas untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital”.

Di kesempatan ini, Ketua Umum DWP Franka Makarim dalam sambutannya yang dibacakan Ketua DWP Provinsi Maluku Ny. Nita Sadali mengucapkan dirgahayu ke-23. Di hari ulang tersebut, Franka mendoakan DWP Maluku mendapat semangat baru untuk melanjutkan kiprah dan pengabdiannya di waktu yang akan datang.

“Baru-baru ini, saya tersentuh ketika membaca sebuah narasi atau cerita perjuangan perempuan Indonesia di masa lalu yang berorganisasi, bergotong-royong untuk menyatukan visi sehingga mereka mampu mewujudkan kongres perempuan pertama. Pertemuan di saat itu adalah pertemuan akbar yang dihadiri berbagai organisasi perempuan di seluruh Indonesia,” kata Franka.

Untuk merefleksikan narasi tersebut, Franka menyampaikan beberapa hal.

Pertama, upaya emansipasi untuk perempuan telah berlangsung dari dulu sejalan dengan upaya memperoleh kemerdekaan NKRI. Oleh karena itu, pada ulang tahun ini, Franka mengajak pengurus DWP Provinsi dan kabupaten/kota untuk kembali mengingat landasan awal terbentuknya organisasi, untuk memberikan ruang bagi perempuan berhimpun, saling belajar dan berkontribusi besar bagi keluarga, karena DWP adalah penggerak keluarga dan masyarakat.

Kedua, salah satu cara agar organisasi bisa melanjutkan semangat ini adalah dengan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas masing-masing pengurus. Selaku anggota DWP, pengurus harus terus mengingat bila ibu yang hebat dan perempuan yang cerdas adalah penentu kualitas keluarga dan masyarakat.

Ketiga, tantangan yang dihadapi sekarang berbeda dengan tantangan yang dihadapi para perempuan di masa lalu. Namun, tetap semangat gotong royong untuk mewujudkan emansipasi dan kekuatan perempuan di dalam keahlian di berbagai bidang kehidupan.

Di tempat yang sama, selaku Penasehat DWP DPW Provinsi Maluk, Ny. Widya Pratiwi Murad mengatakan, kondisi wilayah Provinsi Maluku adalah kepulauan sehingga dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas sehingga pelayanan organisasi dapat dirasakan ke seluruh pelosok Maluku. Bagaimana DWP Maluku dapat berkontribusi dalam melindungi memberdayakan dan membangun ketahanan perempuan di daerah Maluku, layanan kesehatan yang belum terjangkau merata serta kesejahteraan yang belum merata.

Di sisi lain, sebut Widya, adanya tuntutan era globalisasi, persaingan yang semakin kompetitif, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang berkembang pesat dan mengharuskan DWP untuk meningkatkan kualitas diri dan kualitas keluarga sehingga mampu bersaing. Belum lagi ancaman salah pergaulan generasi muda anak-anak seperti kenakalan remaja, ancaman HIV/AIDS narkoba dan sebagainya yang harus diantisipasi.

“Untuk itu, saya berharap, DWP Provinsi Maluku dan kabupaten/kota tidak berjalan sendiri, namun bermitra secara sinergis dengan lembaga swadaya masyarakat, komponen masyarakat lainnya dan pemerintah daerah. Kemitraan yang baik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, akan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di Maluku,” harap Widya.

HUT ke-23 DWP turut dihadiri Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, Asisten Semmy Huwae, Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, pengurus DWP Provinsi Maluku dan pengurus DWP Kabupaten/Kota secara virtual.

Widya Pratiwi Sambangi Korban Kebakaran Kawasan Lorong Tahu dan Pasar Mardika

0

Ambon, MALUKU.News – Peristiwa kebakaran ratusan kios dan rumah di kawasan Lorong Tahu hingga ke arah Mardika pantai, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat (09/12/2022) dini hari lalu, mendapat perhatian dari isteri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad.

Bersama jajaran TP PKK Provinsi Maluku, Ina Latu Maluku ini mendatangi lokasi kebakaran untuk memberi penguatan dan menyerahkan ratusan paket sembako kepada para korban sebagai bentuk keprihatinan.

Ketua TP PKK Maluku ini terlihat menyapa ibu-ibu korban kebakaran, dekat Hotel Wijaya, di Mardika, Rabu, (14/12/2022). Dalam pertemuan tersebut, Widya memberikan 300 paket sembako kebutuhan mendesak sebagai bentuk kasih sayang kepada korban berupa, beras, gula, telur, daun teh, susu, sarimi, biskuat dan minyak goreng.

“Hari ini saya datang tidak bisa memberikan sesuatu yang besar tapi bentuk kasih sayang, cinta kasih, kepedulian dan perhatian saya untuk ibu-ibu semua, saudara-saudara semua. Jangan liat apa yang saya beri, tidak ada artinya. Tapi ini bentuk kasih sayang. Mudah-mudahan apa yang saya berikan hari ini, paling tidak bermanfaatlah untuk ibu dan sekeluarga,” kata Widya.

Mewakili TP-PKK Maluku dan keluarganya, Widya mengaku prihatin. Ia berpesan kepada para korban untuk tidak lagi saling menyalahkan atas terjadinya penyebab kebakaran.

“Tentunya saya, pak Gubernur dan keluarga ikut perihatin, sedih. Kita semua tidak mau seperti ini. Saya datang kesini untuk memberikan penguatan. Walaupun kita susah. Jangan menyalahkan siapa-siapa. Ikhlas, Insha Allah ada hikmah,” pesan Widya.

Menurutnya, kepedulian kepada para korban merupakan semangat dan motivasi agar mereka dapat kembali bangkit atas musibah yang terjadi. Ia pun mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah kebakaran dan bencana lainnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Ibu-ibu sabar, tawakal, ikhlas. Pasti ada rencana yang lebih baik pastinya dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, untuk ibu-ibu semua, walaupun kita semua tidak nyaman,” ujar Widya.

Ia berharap, dibalik musibah ini terdapat hikmah terbaik dari Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Dan para korban bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Mohon maaf saya baru bisa ada disini karena tadi pagi baru tiba dari Jakarta. Tapi saya dari jauh melihat bapak ibu semua. Yang sabar ya, Insha Allah akan ada jalan keluar yang baik. Saya sebagai ibu, punya anak dan keluarga. Saya datang justru karena saya merasakan yang ibu-ibu rasakan,” tutup Widya.

Di tempat yang sama, Ketua APMA Alham Valeo memberikan apresiasi atas kepedulian seorang isteri Gubernur yang telah meluangkan waktu menyambangi dan memberikan bantuan kepada para korban. Pihaknya, kata Valeo akan mendistribusikan bantuan tersebut kapada para korban dengan tepat sasaran.

“Kami berikan apresiasi kepada beliau, bukan karena bantuan tapi juga untuk mengobati luka para pedagang akibat lapak dan dagangan mereka yang terbakar,” kata Alham.

Sebagai informasi, selain bantuan paket sembako yang diberikan Widya, sejumlah LSM, anggota APMA, paguyuban Terminal A/B Mardika (Dibawah naungan APMA) dan Bank Mandiri, turut memberikan bantuan.