Beranda blog Halaman 153

Pemkot Akan Sediakan Rumah Singgah, Lindungi Korban Kekerasan Terhadap Anak

0

Ambon, Maluku.news – Dalam rangka mengobati luka psikis dan demi keamanan korban kekerasan terhadap anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menyediakan rumah singgah untuk korban.

Hal ini disampaikan Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam Perayaan Hari Anak Ke-39 Tingkat Kota Ambon yang dilaksanakan Dinas Pemberdaayan Perempuan Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) di Ambon, Sabtu (29/07/2023).

“Pemerintah kota berupaya memfasilitasi khusus kepada korban kekerasan dan anak-anak yang ditelantarkan orang tua, bahkan mendapat perlakuan tidak adil karena disuruh bekerja menjadi pengemis. Ini merupakan ancaman bagi anak – anak di kota Ambon, sehingga nanti kita segera buat rumah singgah,” katanya.

Dijelaskan, penyediaan rumah singgah yang rencananya dibangun di kawasan Passo Kecamatan Baguala, menjadi perhatian pemerintah, sebab jumlah kekerasan terhadap anak terus meningkat. Hal ini juga menjadi salah satu dari 20 poin suara Anak kota Ambon yang dibacakan pada kegiatan tersebut.

“20 Poin Suara Anak kota Ambon mesti menjadi catatan penting untuk dapat dipenuhi. Kita sadari memenuhi tuntutan itu tidak mudah, karena tidak semua dapat kita dipenuhi dalam waktu singkat tetapi hal yang bisa segera dilakukan itu mesti kita lakukan supaya anak-anak tahu kita peduli kepada mereka, dansetiap upaya mereka dalam meminta perlindungan kita responi dengan baik” bebernya.

Selain rumah singgah, Pemerintah, lanjut Wattimena, akan berupaya menyediakan ruang bermain bagi anak, yang dilengkapi sarana bermain seperti perosotan, jungkat- jungkit dan lain sebagainya.

“Ada beberapa tempat yang masih bisa kita bangun ruang bermain bagi anak, dengan sarana bermain yang cukup, agar minimal menggambarkan bahwa kita bisa fasilitasi mereka dengan ruang bermain yang cukup. Pemerintah akan mendorong itu, dan kita tentu berharap peran aktif dari stakeholder yang lain teristimewa dunia usaha untuk mewujudkannya,” ungkapnya

Wattimena berjanji 20 poin suara anak kota Ambon akan ditindaklanjuti dengan membangun kesadaran seluruh pihak.

“Soal kekerasan terhadap anak, misalnya, pemerintah tidak mungkin awasi semua orang tua, tapi kita himbau orang- orang dekat minimal bisa menjamin perlindungan terhadap anak,” tambahnya.

Dirinya pun berharap Perayaan Hari Anak di Kota Ambon akan menjadi momentum bagi orang tua, pemerintah, dunia usaha, dan pers, dalam memberikan ruang yang cukup dan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik secara fisik, mental, maupun sosial.

“Kita berharap anak-anak kita bertumbuh berkembang menjadi anak-anak yang memiiki karakter mental yang baik, terlindungi dari kekerasan seksual dan tindak kekerasan lainnya, bahkan perlakuan sewenang-wenang dari orang. tua agar mereka bisa bertumbuh menjad generasi emas kota Ambon yangmendukung pencapaian generasi emas Indonesia tahun 2045,” pungkasnya.

Perayaan Hari Anak ke 39 tahun 2023 Tingkat Kota Ambon, dibawah sorotan tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” turut dihadiri oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, Para pimpinan OPD lingkup Pemkot, Pj. Ketua TP- PKK, Lisa Wattimena, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hanne Ririmasse, perwakilan LSM, Dunia usaha, Pers, serta perwakilan anak-anak kota Ambon yang tergabung dalam Forum Anak.

Pejabat Wali Kota Ambon : Setiap Orang Harus Saling Menghargai

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena meminta warga Kota Ambon, terkhusus para orang tua agar dapat memberikan edukasi mengenai perilaku saling menghargai kepada anak-anak atau generasi muda.

Hal ini disampaikan Wattimena, menanggapi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu putra Ketua DPRD Kota Ambon dan menyebabkan korban meninggal dunia, pada minggu (30/07/2023) lalu.

“Para orang tua diminta memberikan edukasi pengayoman, pembinaan, mengenai perilaku saling menghargai, saling menyayangi satu sama lain, sehingga tidak ada tindakan (penganiayaan) seperti itu,” ujar Wattimena di sela-sela kegiatan yang berlangsung di Pasific Hotel, Rabu (02/08/2023).

Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kota Ambon, dirinya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, seraya berharap peristiwa ini dapat diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tentu semua kasus yang terjadi, kita berharap dilakukan proses penegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Siapapun dia yang melakukannya, sama dan sederajat dimata hukum,” ungkap Wattimena.

Agar peristiwa seperti ini tidak terulang di kemudian hari, selaku pemimpin di kota ini, dirinya meminta warga kota Ambon tidak langsung menjustifikasi wilayah tempat tinggalnya sebagai wilayah yang ketika dikunjungi harus meminta izin kepada warga sekitar, karena semua termasuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam hal ini, kita ada di wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia, dimana siapa saja, bisa bebas kemana saja,” ungkapnya.

Terhadap kasus yang video amatirnya viral di media sosial ini, Wattimena menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dan tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

“Saya himbau mari kita tetap jaga stabilitas keamanan.dan ketertiban di Kota Ambon,” tandasnya.

Asosiasi Supir Sebagai Mitra Diskusi Tidak Berhak Atur Dishub

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena meminta Dinas Perhubungan (Dishub) agar mendudukan posisi asosiasi sopir yang ada di kota Ambon sebagai mitra diskusi dalam kebijakan transportasi.

“Mari kita dudukan sesuai tanggungjawab masing-masing. Asosiasi sopir ada sebagai mitra diskusi, tapi tidak berwenang untuk mengatur apa yang sudah ditetapkan oleh Dishub,” ujar Wattimena dalam Program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) Jumat (28/07/2023).

Menurutnya, yang terjadi selama ini, terkesan bahwa kebijakan yang diambil Dishub harus mendapat restu dari Asosiasi, padahal telah melalui pertimbangan teknis yang matang, misalnya untuk Uji Coba Rekayasa lalu Lintas beberapa waktu lalu.

“Kami diprotes seolah-olah kami harus minta ijin, harus berkoordinasi, narasi- narasi ini yang harus dirubah. Kami akan meminta pertimbangan sebelum melakukan kebijakan, tetapi kalau pemerintah sudah putuskan, tidak perlu ijin dari asosiasi atau dari manapun, karena mitra kami dalam pengambilan kebijakan hanya DPRD, yang lain hanya memberi masukan untuk kita pertimbangkan,” bebernya.

Terkait dengan asosiasi, dikemukakan Wattimena bahwa, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan kembali mengatifkan Organsiasi Angkutan Darat (Organda) yang merupakan gabungan dari pengusaha – pengusaha angkutan.

“Organda ini asosiasi resmi terkait dengan perhubungan darat, sehingga mitra kita nantinya ada Asosiasi Sopir dan Organda yang bisa memberikan masukan kepada Pemkot,” tandasnya.

Untuk diketahui dalam program WAJAR Jumat ini, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat diantaranya terkait ljin Trayek, IMB, Bantuan Bencana Alam, maupun Raja Defenitif.

Apresiasi Konfercab Ke-34 GMKI Ambon Tingkatkan Kedamaian dan Demokrasi

0

Ambon, Maluku.news – Penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-34 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon, Kamis (27/07/2023) di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), diberi apresiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Agenda Konfercab sangat penting dalam dinamika GMKI sebagai organisasi, sebab disini akan dibahas dan dibicarakan secara berbagai program dan kebijakan strategis organisasi ke depan. Oleh sebab itu kami menyampaikan apresiasi,” ujar Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, yang mewakili Pj. Wali Kota.

Dijelaskan, organisasi GMKI terus berjuang membangun kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi indonesia dengan dua spirit dasar yakni nasionalisme dan oikumenisme.

Spirit nasionalisme membuat GMKI tetap lekat dan menunjukan eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah kepelbagaian suku bangsa, ras, budaya, dan agama di indonesia termasuk di Maluku dan Kota Ambon.

Sedangkan, pada aspek oikumenis membuat GMKI tetap tegar dan kokoh dalam memperjuangkan keesaan gereja dan sejumlah problematika yang dialami gereja.

“Kedua aspek ini yakni nasionalisme dan oikumenisme memilki kaitan yang erat dan keduanya tidak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan ide dasar yang menyatu dalam GMKI,” ujar Ririmasse.

Diharapkan, sebagai organisasi kepemudaan, harus dapat mewujudkan visi GMKI yaitu terwujudnya kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi di indonesia berdasarkan kasih.

“Dalam kondisi riil sekarang, upaya mewujudkan visi tersebut dirasakan sangatlah mustahil dapat dicapai dalam waktu singkat, mengingat tantangan yang dihadapi sangatlah kompleks. Namun saya yakin dan percaya saudara-saudara dapat melaksanakan tugas yang diemban tersebut,” harap Sekkot.

Ririmasse meminta GMKI dapat mendukung dan mensuport semua program pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan publik yang berlangsung di kota ini dengan tetap menjaga stabilitas keamanan, dan ketentaraman, saling menghormati dan menghargai dalam berbagai keperbedaan yang ada.

“Hindari setiap situasi, kondisi dan keadaan yang bisa memicu konflik dan pertikaian diantara kita, serta bina terus kerukunan dan persaudaran antar umat beragama yang ada, karena kita semua adalah sesama anak bangsa indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Konfercab ke 34 GMKI Ambon dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Jefry Gultom, didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Artinus Hulu, serta turut dihadiri oleh Ketua Mejelis Jemaat GPM Hukurila, Raja Hukurila, Ketua Cabang Ambon serta Plt Ketua Panitia Konfercab.

Delapan Negeri Adat di Ambon Belum Diakui Pempus

0

Ambon, Maluku.news – Negeri-negeri adat yang berada di bawah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sampai dengan saat ini belum juga diakui oleh Pemerintah Pusat (Pempus) lantaran banyak persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita di Kota Ambon belum ada negeri adat yang ditetapkan oleh Pempus sebagai negeri adat di Maluku. Kita masih terus berupaya untuk memenuhi persyaratan yg diminta sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya, saat memberi sambutan, pada acara peresmian Baileo, Negeri Hative Kecil, Kamis (27/07/2023).

Diakuinya, salah satu persyaratan yang sampai dengan saat ini sulit untuk dipenuhi adalah kepemilikan raja definitif. Dimana di Kota ini, terdapat enam negeri adat yang belum memiliki upu latu (Raja) di negerinya.

“Harus bersepakat, karena itu negeri-negeri lain yang belum bersepakat (menentukan raja sesuai dengan mata rumah parentah),” ungkapnya.

Kedua, selain raja, pranata-pranata (lambang-lambang) adat seperti Baileo, harus dimiliki negeri adat. Dan yang berikut, badan Saniri, Marinyo, dan lain sebagainya yang merupakan ciri khas serta karakteristik negeri adat.

“Bagi negeri-negeri yang hari ini belum memiliki raja definitif apa yang ditunggu? Bagi kami tidak masalah, penyelenggaraan Pemerintah tetap berjalan namun masyarakat adat tentunya gagal untuk melestarikan apa yang dipertahankan leluhur sampai dengan saat ini,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap 8 (Delapan) negeri yaitu, Tawiri, Seilale Amahusu, Naku, Hative Besar, Passo, Rumah Tiga, Batu Merah, dapat mempercepat kesepakatan guna menetapkan Raja Definitf.

“Hal ini bertujuan agar kita tidak hanya mengakui diri sendiri namun mendapat pengakuan dari negara sehingga dalam segala hal tidak dipermasalahkan atau ditanyakan,” harap Wattimena.

Hadiri Panas Pela dan Peresmian Baileo, Ini Harapan Wattimena

0

Ambon, Maluku.news – Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menyelenggarakan Panas Pela dan Peresmian Baileo, yang diberi apresisi tinggi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lantaran adat-istiadat budaya masih dipertahankan, dijaga, dan dilestarikan.

“Atas dua peristiwa besar (Panas Pela dan Peresmian Baeleo) Negeri Hative Kecil, Pemkot memberi apresiasi, berterimakasih, dan menyampaikan ucapan selamat dan sukses,” ungkap Penjabat Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat meresmikan Rumah Adat Baileo, di Negeri Hative Kecil, Kamis (27/07/2023).

Lanjutnya, masyarakat di kota ini harus mengerti, dan menghargai adat. Sebab, dirinya meyakini adanya sebuah negeri lantaran kesepakatan bersama antara satu dengan yang lain, sehingga budaya diwariskan kepada kita dan generasi selanjutnya.

“Hari ini kita saksikan bahwa apa yang diwariskan itu masih terus dijaga oleh lima negeri (Hative Kecil, Hitumesing,Hative Besar, Haria, dan Desa Galala) ini cara kita menghargai apa yang diwariskan oleh leluhur kita Panas Pela inilah cara kita untuk tetap menjaga melestarikan adat-istiadat/budaya,” ulasnya.

Dirinya berharap melalui kegiatan tersebut, tentu dapat menjaga kehidupan hidup masyarakat umat beragama agar terjalin lebih baik dan solid.

Tak hanya itu, lanjut Wattimena, hari ini juga dilaksnakan Peresmian Rumah adat Baileo, tempat yang memiliki fungsi untuk prosesi rapat dan sejumlah kegitan adat lainnya bagi negeri ini.

“Hari ini kami akan meresmikan Baileo, tempat untuk bermufakat, tempat pemangku-pemangku kepentingan berbicara dan bermusyawarah,” pungkas, Wattimena.

Sementara itu, Upu Latu (Raja), Josias Muryani, menuturkan dirinya berterimakasih kepada Pemkot yang telah membantu berjalannya proses Panas Pela dan Peresmian Rumah Adat. Termasuk dengan keterlibatan semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dan bekerja sama dengan pihaknya.

“Baileo ini dibuat dengan ADD, kami sangat berterimakasih dengan banyak topangan hari ini sudah dapat diresmikan. Atas nama Pemerintah Negeri Hative Kecil saya menguncupkan terimakasih kepada Pemkot dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu,” pungkasnya.

Gelar Sosialisasi, Pemkot Akan Fasilitasi Pengurusan Ijin Pelaku Usaha

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Perikanan menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang – Undangan Bidang Perikanan Tahun 2023 kepada nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha Perikanan di Kota Ambon.

Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena saat membuka kegiatan tersebut, Kamis (27/07/2023) di Manise Hotel menjelaskan, bahwa sejak diberlakukan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah (Otda) maka Pemerintah daerah diberikan kewenangan, hak dan kewajiban mengatur sebagian urusan pemerintahan yang kemudian dimanfaatkan secara baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemberian kewenangan terimplementasi dalam banyak aturan yang dibuat termasuk bagimana kita menyusun regulasi yang tidak bertentangan dengan regulasi pusat, dalam rangka memanfaatkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Diakuinya, potensi perikanan yang dimiliki kota Ambon dan provinsi Maluku hingga saat ini belum dikelola dengan maksimal, Oleh sebab itu Pemerintah sementara berupaya agar dapat dimaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan bagi Maluku dan kota Ambon.

“Karena itu berbagai Aturan yang dibuat, mesti pro rakyat artinya menyusun kebijakan yang mudah diikuti tidak memberatkan nelayan dan pelaku usaha, dan terintergrasi antar seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Wattimena menjelaskan dalam tujuan tersebut ada 3 (tiga) impelementasi peraturan perundangan- undangan yang disosialisasikan dalam rangka meuwjudkan pelaku usaha perikanan yang tangguh dalam kemajuan globalisasi yang dinamis saat ini.

Diantaranya yakni Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pembuatan Tanda Daftar Kapal perikanan, dan Pembuatan Pas Kapal Perikanan.

“Jadi pemkot hari ini melalui Dinas Penanaman Modal – PTSP, menargetkan 1000 NIB diberikan kepada pelaku usaha bidang apapun termasuk usaha perikanan, Karena NIB ini memberikan kepastian kepada para pelalu usaha dalam menjalankan usahanya,” jelas Wattimena.

Selain NIB, Tanda Daftar Kapal Perikanan dan Pas Kapal Perikanan juga diperlukan sebagai ijin untuk melaut.

“Intinya harus memiliki persyartatan dalam berusaha kalau melaut, jika tidak memiliki dapat dikenakan denda,” imbuhnya.

Watimena berharap dengan daya sosialisasi ini maka kapasitas para nelayan akan meningkat dalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pemkot melalui OPD terkait, ujarnya akan memfasilitasi pengurusan izin dimaksud bagi para nelayan, pelaku usaha dan pembudidaya.

“Agar masyarakat dapat berusaha dengan tenang, kami berusaha memberikan kepastian bagi pelaku usaha, mempermudah ketika mengurus izin, termasuk menjaga stabilitas keamanan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 115 peserta yang merupakan pelaku usaha perikanan pada 5 (lima) kecamatan di Kota Ambon.

Kanidya Christandira Tuhumury Terpilih Jadi Putri Pariwisata Maluku 2023

0

Maluku Tengah, Maluku.news – Ina Latu Maluku Widya Pratiwi Murad, membuka secara langsung, Malam Puncak Pemilihan Putri Pariwisata Maluku 2023, yang berpusat di The Natsepa Resort and Confference Center Ambon, pada Rabu (26/7/2023).

Mengusung Tema : “Tourism and Green Investment”, Ajang Pemilihan Putri Pariwisata tahun ini diikuti oleh 15 Finalis dari 8 Kabupaten dan 7 Perguruan Tinggi yang ada di Maluku.

Pada kesempatan itu Ina Latu dalam sambutannya, menyambut baik terselanggaranya pemilihan Putri Pariwisata ini.

“Ajang seperti ini saya harap menjadi ajang bagi Putri Maluku untuk menyalurkan bakat dalam jalur prestasi.” Ujarnya

Ia berharap ajang ini dapat melatih para finalis, untuk terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam bidang promosi dan sosialisasi Pesona Pariwisata Daerah Maluku.

“Pemilihan Putri Pariwisata Maluku Tahun 23 yang diselenggarakan di Provinsi Maluku, untuk menyeleksi dan mendapatkan generasi muda wanita Maluku yang memiliki kemampuan bukan hanya secara tampilan, tetapi juga memiliki kemampuan bukan hanya sevara tampilan, tetapi juga kemampuan intelektual dan kepribadian yang terbaik dan menunjukan ciri khas Maluku yang sama-sama kita banggakan dan nantinya menjadi wakil dari Provinsi Maluku untuk bertanding di Ajang Putri Pariwisata Indonesia” Harapnya.

Melalui tema Tahun ini, Widya berharap ajang ini dapat memotivasi seluruh peserta untuk lebih dinamis, menjadi panutan, teladan, dan kreatif sebagai garda terdepan Promosi Pariwisata dan Investasi secara berkelanjutan dalam rangja mendorong dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas di Provinsi Maluku.

“Pemilihan Putri Pariwisata Maluku Tahun 2023 ini juga diharapkan dapat memotivasi para peserta, untuk ikut memajukan sektor pariwisata yang berkelanjutan, mendukung peningkatan investasi dalam penghijauan sektor pariwisata, sekaligus ikut memajukan pembangunan di bumi Maluku yang kita cintai” Ujar Widya.

Pada kesempatan itu Ina Latu Maluku juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi yang telah diberikan oleh seluruh pihak dan sponsor demi terselenggaranya acara ini.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi yang telah diberikan oleh seluruh pihak dan sponsor demi terselenggaranya acara ini.” Ujar Ina Latu.

Ia juga menyampaikan, yang terpenting bukan siapa yang menjadi pemenang, namun proses pembelajaran dan pengalaman yang didapat selama masa karantina untuk menjadikan kalian sebagai Duta Pariwisata yang tidak hanya Good Looking, namun memiliki kualitas, kapabilitas dan kompetensi untuk mempromosikan Pariwisata Maluku pada skala Nasional, Regional dan Global” Tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan babak penyisihan, hingga pengumuman pemenang.

Pada tahun ini Perwakilan dari Kota Ambon Kanidya Christandira Tuhumury terpilih menjadi Putri Pariwisata Maluku Tahun 2023, Runner Up Perwakilan dari Selfesina L. J. Letlora, dan Second Runner Up Perwakilan dari Buru Selatan Christivania F. Dodolang, yang ditandai dengan Crowning dan Penyematan Sash.

Turut hadir pada kesempatan itu Penjabat Walikota Ambon, Penjabat Bupati Buru, Penjabat Kabupatem Kepulauan Tanimbar, Staf Ahli, Asisten Sekda, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan Organisasi Wanita, Pimpinan Lembaga Vertikal/BUMN/BUMD, Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi, Para Dewan Juri, beserta unsur lainnya.

Tuhumury Terpilih Jadi Putri Pariwisata Maluku 2023

0

Ambon, Maluku.news – Putri Pariwisata Kota Ambon, Kanidya Tuhumury, terpilih sebagai Putri Pariwisata Maluku 2023. Atas keberhasilan ini, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena optimis Tuhumury dapat berbicara di ajang yang sama tingkat Nasional.

“Dewan juri yang menilai sangat profesional, mereka melihat dari seluruh aspek, karena itu kami optimis bahwa Putri Pariwisata Kota Ambon yang menjadi juara 1 Putri Pariwisata Maluku akan bisa berbicara di level nasional,” kata Wattimena di sela-sela Malam pemilihan Putri Pariwisata Maluku, Rabu (26/07/2023) di The Natsepa Hotel, Suli – Kabupaten Maluku Tengah.

Untuk itu, Wattimena berharap, Tuhumury dapat dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi, karena akan mewakili Maluku di ajang Putri Pariwisata Nasional di bulan Agustus.

“Kita berharap nanti sisa waktu ini, dia bisa terus di bina, dibimbing sehingga pada waktunya dapat berprestasi di level nasional,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, tambahnya, konsep yang musti disampaikan kepada Kanidya Tuhumury adalah pertama rasa memiliki pariwisata, itu yang paling penting.

“Karena ini bicara soal pariwisata, yang dikembangkan dengan sektor-sektor lain. Misalnya Tourism and green investment, itu adalah pariwisata yang dikembangkan hari ini. Jadi bagimana kita mengembangkan pariwisata dengan tidak merusak lingkungan, mengembangkan pariwisata dengan terus memanfaatkan potensi-potensi alam yang sudah tersedia,” bebernya.

Parwisata Kota Ambon sendiri, ujar Wattimena, saat ini sudah dikolaborasikan dengan budaya dan musik.

“Jadi pariwisata budaya dan musik itu yang kita sementara kembangkan, untuk green investment yang memang terus dijaga di Kota Ambon. Kita mau mengembangkan tempat wisata destinasi wisata tanpa merubah lingkungan alam yang sudah ada, karena ini kuncinya sesuai dengan tema,” terangnya.

Wattimena yakin, dengan kelebihan yang dimiliki, Tuhumury dapat menjalankan tugas dengan baik untuk mempromosikan Pariwisata Maluku.

“Nanti tinggal bagaimana nanti peran Kanidya Tuhumury sebagai Puteri pariwisata untuk mempromosikan pariwisata Maluku sebab kemampuannya dari sisi atitude, inteligensi, serta kemampuan Berbahasa Inggris juga sangat baik,” tandasnya.

Wattimena: Tutup Pelatihan Berhitung Dengan Metode Gasing

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Watimena menutup pelatihan pembelajaran matematika metode gasing yang dilaksanakan di SMP Negeri 14 Ambon, Rabu (26/07/2023).

Dalam arahannya menjelaskan, Metode GASING dipilih untuk meningkatkan Numerasi (kemampuan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) yang kian menurun pada siswa, akibat dampak pandemi COVID -19. Hal ini, ujarnya, turut berpengaruh pada mutu pendidikan di Indonesia termasuk di Kota Ambon.

“Kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk bidang matematika, yakni meningkatkan angka numerasi melalui program GASING. Ini merupakan arahan Presiden, Menko, Mendagri, kepada semua kepala daerah,” jelasnya.

Setelah mendapat arahan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lanjutnya langsung berhubungan dengan Prof. Yohanes Surya dari Surya Institute guna melatih para Guru dan Siswa agar mahir metode GASING, dan pada tahap pertama ada 32 Guru dan 64 siswa yang dilatih, dengan rincian 1 Orang Guru melatih 2 siswa.

“Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan kemampuan yang luar biasa dari para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan tahap I, sehingga kita putuskan untuk lanjutkan tahap ke Il atau Batch 2, yang artinya sudah masuk pengimbasan. Jadi yang tahap pertama berimbas kepada tahap berikutnya,” ungkap Wattimena.

Dirinya memberkan, hasil dari Pelatihan tahap I dan II sudah ada 332 Guru yang mahir dalam metode Gasing. Sebab itu, Wattimena optimis target semua siswa SD dan SMP di Kota Ambon pandai Berhitung dapat tercapai.

“Oleh sebab itu Kepala Sekolah (Kepsek) manfaatkan guru yang telah mengikuti pelatihan ini, kita akan koordinasi dengan kementerian, sehingga diatur jadwalnya agar seluruh siswa SD dan SMP mendapatkan pengimbasan,” terangnya.

Wattimena berharap dengan menguasai metode GASING, maka daya tangkap para siswa akan meningkat, juga ada perubahan dalam sikap, perilaku, cara berkomunikasi hingga kemampuan sosial lainnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso melaporkan, kegiatan pelatihan Batch 2 di SMP Negeri 14 Ambon, telah berlangsung selama 15 hari, yakni sejak 10 Juli hingga penutupan di hari ini.