Beranda blog Halaman 153

DPRD Maluku Minta Kadis DP3A Dipecat, Diduga Lakukan Pelecehan

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku Minta sekretaris Daerah (Sekda) untuk memecat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku DK karena di duga melakukan pelecehan seksual terhadap anak buahnya sendiri.

DK bukan baru pertama kali melakukan perbuatan yang tidak senonoh itu, diduga sudah beberapa kali Dia melakukannya, namun tidak di laporkan.

“Persoalan ini cepat harus di tangani, dan informasi yang kita ikuti saat ini sudah di laporkan kepada Sekda Maluku,” ujar wakil ketua komisi IV DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin di Ambon, Selasa (18/07/2023).

Menurut Afifudin, Sekda Sadali Le tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk ini segera mengambil keputusan memecat DK.

“Saya kira pelecehan terhadap Perempuan ini tidak bisa di selesaikan secara administratif. Tagal itu saya meminta korban untuk melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian dan biar ada efek jerah,” Tegas Afifudin.

Kebiasaan ini lanjutbya adalah kebiasaan yang tidak baik. Apalagi perbuatan tersebut diduga dilakukan oleh seorang kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Dimana Dinas ini benar-benar harus menjaga marwah dan martabat Perempuan, namun diduga Kadis lecehkan perempuan.

“Orang ini tidak bisah di pertahankan , Kalau itu terbukti dan sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian, itu harus di ganti dan bila perlu di proses secara hukum,” Tegas Afifudin.

Songsong HUT Kota Ambon, PKK Kecamatan Baguala Gelar Festival Jukulele

0

Ambon, Maluku.news – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Baguala, Selasa (18/07/2023), menggelar Festival Jukulele menyongsong HUT Kota Ambon yang ke-448 yang jatuh pada 7 September 2023 mendatang.

Kegiatan yang dibuka oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, ini dihadiri oleh Ketua Pj. Ketua TP – PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, para Pimpinan OPD, pada wilayah kerja Kecamatan Baguala, diantaranya Forkopimcam, Raja/Kades, dan Lurah.

Wattimena dalam sambutannya mengakui, melalui koordinasi Pemkot dengan TP-PKK dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-448, maka Festival ini diselenggarakan pada seluruh Kecamatan, dan Baguala yang pertama kali melaksanakannya.

Hal ini menurutnya, menjadi upaya dalam mempertahankan branding City of Music untuk mewujudkan generasi emas Kota Ambon Menyongsong Indonesia emas di Tahun 2045.

“Saya mengajak kita semua dalam kedudukan sama-sama berupaya untuk menghidupkan musik di kota ini,” ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada TP-PKK, yang telah memprakarsai kegiatan dimaksud. Katanya, kemampuan bermusik para siswa-siswi di kota ini tentu dapat diasah dan memiliki hasil yang baik kedepan.

“Terimakasih kepada TP-PKK Kota Ambon, dan Baguala, Ambon Music Office (AMO) selaku mitra kerja, saya berharap kegitan ini terus dilakukan. Kita bangga dengan anak-anak yang sudah mempelajari musik sejak kecil, besok-besok saya yakin akan muncul gitaris-gitaris hebat deri Maluku,” tutur Wattimena.

Wattimena juga meminta kepada dewan Juri dalam festival Jukulele ini, agar dapat menilai para peserta dengan adil sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Saya tidak ragukan penilaian juri sebab mereka dapat menilai dengan baik, objektif, serta memperhitungkan kualitas. Siapa yang hari ini menang nantinya akan mewakili Kecamatan menuju kejuaraan tingkat Kota Ambon,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Festival Jukulele Kecamatan Baguala diikuti oleh 7 (tujuh) Desa/Negeri dan Kelurahan, yang didalamnya terdiri dari komunitas – komunitas dan grup Jukulele sekolah.

9 Fraksi DPRD Kota Ambon Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022

0

Ambon, Maluku.news – 9 Fraksi di DPRD Kota Ambon menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Ambon Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2022 untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) Kota Ambon

Hal itu diketahui dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian kata akhir Fraksi, Selasa (18/07/2023), di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Ambon, Kawasan Belakang Soya, yang dihadiri oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena bersama, Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse dan pimpinan OPD.

“Semua fraksi di DPRD menyetujui Ranperda dan selanjutnya ditetapkan sebagai Perda,” kata Wattimena usai Paripurna.

Disampaikan, meski menerima, ada sejumlah catatan yang diberikan DPRD kepada Pemerintah Kota (Pemkot), terkait ranperda yang telah disampaikan awal bulan ini. Diantaranya, soal peningkatan PAD, pembayaran hutang, tenaga kontrak dan lain-lain.

“Ada banyak catatan tetapi semua itu dalam hubungan kerja sebagai mitra Pemkot dalam meningkatkan kualitas keuangan daerah dan kami menerima dan ditindaklanjuti secara serius, karena itu juga menjadi upaya yang kita lakukan selama ini,” terangnya.

Selain mendengarkan kata akhir Fraksi terhadap Ranperdal Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2022, Wattimena dalam Rapat Paripurna tersebut juga menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Dan Rancangan Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Ambon Tahun 2024.

Diketahui, KUA dan PPAS merupakan dokumen perencanaan keuangan daerah yang memuat target pencapaian kinerja yang terukur dari program-program yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Ambon untuk setiap urusan pemerintahan daerah, dan disertai dengan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan serta asumsi-asumsi yang mendasarinya.

“Berpedoman pada Ketentuan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, maka kepala daerah diwajibkan untuk menyusun kebijakan umum APBD serta PPAS, berdasarkan rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menyampaikannya kepada DPRD untuk dibahas bersama,” tandasnya.

Pemkot Ambon Gelar Upacara HKN, Penjabat Sampaikan Ini

0

Ambon, Maluku.news – Berlangsung pada halaman parkir Balaikota, Senin (17/07/2023), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar upacara Hari Kesadaran Nasional.

Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memimpin langsung upacara tersebut.

Penjabat dalam sambutannya mengatakan Pemkot Ambon melakukan upacara Hari Kesadaran Nasional rutin setiap tanggal 17 bulan berjalan.

“Sekaligus juga kita menerima anak-anak kita Peserta Lomba Tingkat Nasional Untuk Penggalan Pramuka yang berhasil meraih Juara,” ungkapnya.

Penjabat kemudian menyampaikan beberapa hal penting.

“Pertama, tentu memaknai upacara setiap tanggal 17 dimaksudkan untuk terus mengingatkan kita selaku warga negara Indonesia teristimewa Aparatur Sipil Negara agar terus memiliki semangat dan motivasi untuk tetap menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urainya.

Kemudian, soal makna dari Hari Kesadaran Nasional itu sendiri.

“Hari Kesadaran Nasional adalah hari yang ditetapkan untuk kita seluruh ASN memaknai keberadaan kita selaku ,orang-orang yang telah dipercayakan oleh negara untuk melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan,” terang Penjabat.

Yang tak kalah penting, lanjut Penjabat, adalah seluruh ASN harus menjadi alat pemersatu bangsa.

“Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk tetap menjaga dan memelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lewat upaya-upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme yaitu cinta tanah air dan seterusnya. Oleh karena itu setiap tanggal 17 kita diingatkan untuk hal-hal dimaksud,” sambungnya.

Selanjutnya, dalam melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan itulah ASN selalu diminta untuk tetap komitmen dan konsisten untuk melaksanakan tupoksi masing-masing.

Dan, ada banyak tantangan yang sementara dihadapi.

“Oleh karena itu, menghadapi tantangan yang semakin kuat ini kita mesti butuh kekompakan dan kebersamaan antara kita selaku ASN lingkup Pemerintah Kota Ambon,” tandasnya.

“Terima kasih bahwa selama ini kita boleh melaksanakan tugas dengan baik demi Kota Ambon yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

Soal Pungutan Retribusi Sampah, Penjabat : Pemkot Ambon Bekerja Seusai Kewenangan

0

Ambon, Maluku.news – Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya itu bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penegasan tersebut disampaikannya pasca pemberlakuan pungutan retribusi sampah yang kemudian memicu polemik.

“Intinya kami Pemerintah Kota Ambon itu bekerja sesuai dengan aturan dan kewenangan kami,” tegasnya kepada awak media, Senin (17/07/2023).

Kaitannya dengan itu, Pemkot Ambon tidak mau berselisih dengan pihak manapun termasuk Pemerintah Provinsi Maluku.

“Karena yang kami inginkan adalah masing-masing memahami kewenangan sesuai aturan yang berlaku supaya tidak ada lagi persoalan yang terjadi,” harapnya.

“Kami meminta supaya pihak-pihak di luar dari Pemerintah Kota Ambon untuk menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang menunjukan bahwa kita sementara berhadapan-hadapan. Karena apa yang dilakukan bisa membuat situasi masyarakat di daerah ini tidak kondusif,” pintanya.

Penjabat bahkan mengingatkan itu agar pihaknya tidak perlu sampai mengambil langkah yang lebih tegas lagi.

“Saya rasa pernyataan saya beberapa kali itu sudah cukup jelas bahwa kami selaku Pemerintah Kota akan melaksanakan tanggung jawab kami sesuai dengan kewenangan yang kami miliki. Jadi, saya rasa tidak ada persoalan yang begitu besar. Kalau misalnya ada pihak-pihak yang ingin menentang, silakan digugat karena Pemerintah Kota Ambon melaksanakannya sesuai dengan kewenangan,” tegasnya.

Penjabat berharap tidak ada lagi polemik yang terjadi. Dan sebaliknya ia mengajak semua pihak untuk menjaga Kota Ambon ini aman dan damai.

“Saya tidak mau menimbulkan polemik seolah-olah kami ingin menyerobot atau tidak. Kami laksanakan pungutan retribusi sampah sesuai kewenangan kami, seperti itu. Dan saya rasa pada waktunya saya akan ambil keputusan seperti itu dan pungutan retribusi sampah itu berdasarkan Perda dan Perwali Kota Ambon. Silakan kalau yang lain punya dasar,” pungkasnya.

Wattimena: Festival Jukulele Jadi Event Tahunan

0

Ambon, Maluku.news – Festival Jukulele direncanakan akan menjadi event tahunan, yang diikuti oleh seluruh anak-anak pada lima kecamatan yakni Nusaniwe, Sirimau, Leitimur Selatan, Baguala, dan Teluk Ambon.

Demikian disampaikan Ketua Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, di sela-sela festival tingkat kecamatan Baguala, Selasa (18/07/2023).

“Kegiatan ini tidak sampai disini saja, tapi sudah ditetapkan sebagai program dari PKK dan akan berlanjut di setiap tahunnya,” kata Wattimena.

Diungkapkan, pemilihan Jukulele ini sebagai salah satu pengembangan potensi dikarenakan, menjadi salah satu muatan lokal pada kurikulum tingkat dasar.

“Oleh sebab itu seni bermain Jukulele menjadi pilihan kami untuk mengembangkan potensi ini. Kami bersyukur dengan diadakan kegiatan ini semua pihak mensupport terutama Pemerinatah Kota (Pemkot) dan Ambon Music Office (AMO),” ulasnya.

Dirinya akui, kegiatan ini diadakan dalam rangka menyongsong HUT Kota Ambon ke-448 yang jatuh pada 7 September mendatang.

“Dari hasil festival ini, para kontestan yang meraih juara pad lima Kecamatan akan mengikuti perlombaan di tingkat Kota Ambon,” bebernya.

Pj. Ketua TP-PKK berharap, kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak lainnya agar dapat melakukan hal-hal positif dan menjauhi hal negatif yang merugikan diri mereka.

“Harapan saya dengan kegiatan ini memberi motivasi kepada anak-anak untuk lebih banyak bersosialisasi, berkreasi, dan bisa berkarya di bidang seni dan juga memberi peluang kepada mereka untuk melakukan hal-hal positif dan menjauhi hal-hal negatif,” tandasnya.

Sekedar tahu, Festival Jukulele tingkat Kecamatan Baguala dibuka oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dan diikuti 17 grup peserta dari 7 (tujuh) Desa/Negeri dan Kelurahan.

Sekda Maluku Buka Rakor Energi Terbarukan dan Launching Aplikasi Tagepe Biro Perekonomian

0

Ambon, Maluku.news – Untuk membangun dan memperkuat sinergitas kebijakan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam usaha pengelolaan energi terbarukan, yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat tata kelola data ekonomi yang valid, terpadu dan dapat diakses oleh para pemangku kepentingan, maka Pemerintah Provinsi Maluku melalui Biro Perekonomian, menggelar Rapat Koordinasi Energi Terbarukan serta Launching Aplikasi “Data Terintegrasi Pengembangan Ekonomi” (TAGEPE), yang berpusat di Hotel Golden Palace Ambon, pada Senin (17/07/2023).

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si, IPU, yang dihadiri oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Maluku Onesimus Soumeru, Pimpinan OPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Kota, para narasumber, beserta unsur lainnya.

Sekda, atas nama Pemerintah Daerah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini, sebagai bentuk sinergitas antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi ini.

“Apa yang dilakukan oleh Biro Perekonomian ini berdasarkan pada Surat Edaran Gubernur Maluku Nomor 40-087 Tahun 2021, yang isinya setiap OPD minimal punya 1 inovasi.” Ujarnya

Untuk itu dirinya juga mengajak, OPD Provinsi maupun Kabupaten Kota, agar dapat memanfaatkan aplikasi TAGEPE, sebagai suatu sistem pengelolaan data yang terpadu dan dapat memenuhi kaidah tata kelola data ekonomi yang lengkap, valid, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Untuk itu kedepan perumusan kebijakan ekonomi daerah akan berbasis pada data, dan akan menjadi sumber perencaan program untuk meningkatkan ekonomi yang bermuara pada penurunan angka kemiskinan.”tuturnya.

Lailossa : Stunting Adalah Masalah Kemanusiaan

0

Ambon, Maluku.news – Provinsi Maluku dari tahun ke tahun telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk menurunkan masalah kesehatan nasional Stunting.

Berdasarkan arahan Gubernur Maluku Murad Ismail, langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Daerah yakni melakukan konvergensi dengan melibatkan seluruh OPD dan mitra terkait seperti TP-PKK dan Posyandu, ujar Dr. Anton Lailossa saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (14/07/2023).

“Dalam mengatasi stunting di Maluku, dilakukan konvergensi dengan seluruh OPD untuk bersatu menyelesaikan masalah stunting sesuai tupoksinya masing-masing, karena dari sisi kesehatan langkah penurunan stanting oleh pihak kesehatan hanya mampu menangani stunting 30% dan dari non kesehatan sebesar 70%. Karena itu untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah bermitra dengan berbagai pihak yang bisa membantu penanganan stunting sebagaimana pada Pasal 20 ayat (3) Perpres 72 Tahun 2021 bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat provinsi terdiri atas perangkat daerah dan Pemangku Kepentingan, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), disamping itu TP-PKK dan Posyandu juga memiliki salah satu program yakni mengatasi permasalahan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.” Jelas Lailossa.

Ia menjelaskan, kemitraan yang dibangun dengan stake holders salah satunya TP-PKK ini, karena membutuhkan tokoh atau figur yang bisa menggelorakan gerakan penurunan stunting.

“Karena dibutuhkan tokoh yang dapat menggelorakan percepatan penurunan stunting ini, Pemda meminta Ibu Widya Pratiwi Murad selalu ketua TP-PKK Provinsi Maluku untuk menjadi duta parenting yang telah dilantik sejak 3 Juli 2019, dengan tugas tersebut beliau mau turun untuk menggerakan seluruh Kader PKK yang ada di kabupaten/kota dan menjadi role model sampai di tingkat desa, yang kemitraan ini dilakukan sampai sekarang.” Jelasnya.

Lailossa mengatakan, bahwa melalui TP-PKK, digerakan juga kader posyandu melalui Tim Pokjanal, dan diberikan bantuan sesuai arahan dari tingkat pusat, provinsi sampai desa dan dalam kenyataan saat ini pemda juga turut bermitra dengan TNI/Polri, kementrian agama, dll untuk bersama-sama secara terpadu melakukan gerakan bersama termasuk pengarahan kepada kader posyandu.

“Bappeda bertugas untuk, merencanakan, memantau, dan memonitor, oleh karena itu berdasarkan apa yang selama ini dilakukan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku yang juga selaku Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, sejak awal masa pemerintahan saat ini, alasan yang mendasari Ibu Widya melakukan berbagai hal untuk menurunkan angka stunting adalah karena masalah kemanusiaan sekaligus menyukseskan program prioritas nasional” Ujarnya.

Ia menyampaikan, apa yang dilakukan Ibu Widya untuk menurunkan stunting adalah karena ia tidak tega melihat anak-anak Maluku nantinya gagal bersaing akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang.

“Sejak pertama Ibu Widya dilantik menjadi Duta Parenting belum ada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yang menegaskan PKK masuk dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting, tetapi PKK Maluku sudah terlibat lebih dahulu, dan Ibu Widya diundang kemana-mana di daerah lain untuk memberikan sosialisasi tentang apa saja yang dilakukan. Hal ini yang menjadi rool model dan masukan bagi penyusunan Perpres tersebut. Kalau boleh kita bisa katakan bahwa ini merupakan suatu keberhasilan dari ide dan gagasan Ibu Widya selaku Ketua TPP. PKK Provinsi Maluku” Ungkapnya.

Kaban menjelaskan bahwa ketika turun ke daerah-daerah, mereka berjuang dan hampir saja bersinggungan dengan maut meskipun tidak dibayar tetapi para wanita ini (Kader PKK) tidak gentar untuk bisa menuju desa-desa lokus stunting.

“Kita melihat seorang Ibu Widya dari sorotan matanya dan pelukan yang diberikan kepada anak-anak ada ketulusan disana dan saya yakin setiap orang yang turun bersama-sama bisa melihat ketulusan seorang Ibu, yang peduli kepada anak-anak negeri.” Ujarnya.

Lailossa menjelaskan berkat kerja keras, dan konvergensi serta kemitraan yang dibangun selama ini, secara nasional penurunan stunting di Provinsi Maluku sudah terjadi secara konsisten dapat dilihat dari tahun 2018 angkah stunting berada pada angka 34% dan sekarang berada di angka 26%, jika dibandingkan dengan daerah sekitar di Kawasan Indonesia Timur, penurunan ini sangat signifikan.

“Karena stunting adalah masalah kemanusiaan maka kita harus secara bersama-sama menurunkan stunting. Target nasional stunting adalah 14% dan saat ini ada di angka 21%, sementara kita di Maluku berada pada angka 26% dan menuju target 20%. Dikarenakan masih ada bayi dan keluarga yang beresiko stunting jangan sampai kita lengah lelah dan lemah. Mari bersama sama satukan usaha upaya dan pikiran untuk turut mengatasi masalah kemanusiaan ini, sehingga stabilitas sosial dan program pemerintah untuk masyarakat dapat dilakukan dengan baik.” Harapnya

Ia juga mengajak masyarakat dari tingkat paling kecil yakni keluarga bisa peduli dengan apa yang ada di sekitar kita dan dapat mempengaruhi orang terdekat kita untuk memberikan asupan gizi dan memperhatikan sanitasi, serta mendidik untuk menjaga kebersihan sejak dini agar gizi anak dapat terpenuhi dan tidak menyebabkan infeksi berulang.

Pengemudi Angkot Protes Uji Coba Lalin, Dishub Sepakati Hal Ini

0

Ambon, Maluku.news – Uji Coba Rekayasa Jalur Lalu Lintas (Lalin) yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon mulai Senin (17/07/2023) mendapat protes Pengemudi Angkutan Kota (Angkot) yang terdampak perubahan rute, diantaraya trayek Kb. Cengkeh, STAIN, STIA Alaska, dan Galunggung.

Para pengemudi angkot yang merasa pendapatannya menjadi berkurang akibat kebijakan yang diambil Dishub, kemudian melakukan aksi demo di Balai Kota, dan sempat ditemui oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena bersama Kepala Dishub (Kadishub), Robby Sapulette.

Kadishub usai demo, menjelaskan kesepakatan yang dibangunnya dengan para pengemudi, yang dalam aksi tersebut menyampaikan keluhan bahwa pendapatan mereka berkurang hingga dibawah 50 persen.

Olehnya itu, Uji Coba Rekayasa Lalin yang rencananya dilaksanakan selama 10 hari kerja, hingga 28 Juli mendatang akan dipercepat dan jalur Angkot akan dikembalikan pada Selasa (18/07/2023) besok.

“Kita sepakati proses ini kita laksanakan sampai hari Selasa besok, dan fungsikan kembali lewat jalur yang sementara di rekayasa,” ujarnya.

Dikatakan, proses rekayasa ini adalah kebijakan Pemerintah dalam rangka mengkaji jalan Tulukabessy dimana volume kendaraan pada jam puncak sangat tinggi.

“Pemerintah ambil kebijakan strategis kedepan, kalau tidak didukung oleh data konkrit berdasasrkan kajian dan uji coba di lapangan, maka kita tidak memiliki data apa-apa,” bebernya.

Sapulette meminta para sopir untuk saat ini kembali beraktivitas sesuai uji coba yang dilakukan, agar dapat dikaji dan dievaluasi kemacetan yang terjadi di Jalan Tulukabessy pada jam puncak.

“Saya minta para Pengemudi kembali aktivitas karena kami memantau pada jam puncak di Tulukabessy, sehingga menjadi bahan usulan dari Pemkot bahwa kapasitas yang ada, sudah tidak bisa antisipasi pertumbuhan lalu lintas yang mencapai diatas 10 persen setiap tahunnya,” terangnya.

Kepada Para Sopir dan Pengusaha Angkot, Sapulette berharap dapat memaklumi dan bersabar selama proses uji coba dilakukan, sehingga hal ini menjadi bagian dari “Memberi untuk Ambon (Give To Ambon)”.

“Sebagai Kadishub, selaku kepanjangan tangan Pj. Wali Kota dalam menata transportasi di kota ini, saya minta ini peran serta masyarakat kota ini, bagaimana kita memberikan untuk Kota Ambon, karena kita membutuhkan data, berdasarkan kajian dan uji coba di lapangan,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam uji Coba Rekayasa Lalin, sejumlah trayek Angkot yang sebelumnya melewati Jalam Rijali – Cenderawasih – dan Keluar di Tulukabessy dirubah melewati Jalan Rijali – Kakialy – D.I Panjaitan – Slamet Riyadi – Tulukabessy.

Wakili Kwarda Maluku, Pramuka Kwarcab Kota Ambon Kantongi Empat Penghargaan

0

Ambon, Maluku.news – Mewakili Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku ke Lomba Tingkat Nasional, Regu Pramuka Penggalang Tahun 2023, Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Ambon berhasil mengantongi penghargaan, yang diumumkan langsung, dalam upacara Hari Kesadaran Korpri yang dilaksanakan, Senin (17/07/2023) di Halaman Parkir Balai Kota.

Bertindak sebagai inspektur Upacara, Pj.Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, didampingi Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, memberikan apresiasi yang diraih oleh Pramuka Kwarcab Kota Ambon dalam event tingkat nasional.

“Tadi sudah kita saksikan penerimaan peserta Pertemuan Pramuka Tungkat Nasional, kota Ambon mewakili Provinsi Maluku, bersyukur dan berterima kasih bahwa prestasi yang dibawakan oleh anak-anak kita,” ungkapnya.

Lanjutnya, apa yang dilakukan oleh anak-anak ini baik, sehingga dapat sampai ke tingkat nasional, kota ini dapat menunjukkan prestasi, melalui mereka yang diutus untuk mewakili Provinsi ini.

“Kita berharap bahwa prestasi-prestasi seperti ini terus digal oleh setiap utusan Pemkot dalam bidang apa saja, dan dapat memberikan yang terbaik bagi kota ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang adalah pertemuan pramuka penggalang seluruh Indonesia dengan acara kreatif, rekreatif, dan edukasi dalam bentuk perlombaan, pada 17-22 Juni 2023 lalu.

Kwarcab Kota Ambon, melalui Gugus Depan Dr. Kayadoe yang mewakili Kwarda Maluku, berhasil meraih Juara I Lomba Renang Putri atas nama Syeni Passau, dan Juara III Panahan Putra atas nama Rivaldo Pelupessy. Sementara untuk juara Regional, peserta putri mendapat juara I dengan predikat regu berprestasi Tinggi, dan Peserta Putra mendapat juara II dengan prediksi regu berprestasi Baik.