Beranda blog Halaman 154

Untuk Kemajuan Rakyat, DPRD Siap Bangun Komunikasi Bersama Pemprov Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Para pimpinan DPRD Provinsi Maluku, telah berusaha mengkomunikasikan berbagai niat dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan seluruh agenda Rancangan Pembahasan Peraturan Daerah (Ramperda) dalam Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah (LPJ) Tahun 2022.

Dalam kaitan itu, pimpinan DPRD Provinsi Maluku berusaha mengkomunikasi semua agenda itu dengan pihak pemerintah daerah Maluku.

“Seluruh pentahapan dan agenda itu disusun menurut jadwal yang telah disepakati di Badan Musyawarah DPRD Provinsi Maluku dan karena itu sebagai pimpinan DPRD kami terus berusaha untuk mengkonsolidasikan seluruh agenda ini,”ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkias Sairdekut di Ambon, Senin (17/07/2023).

DPRD Maluku secara kelembagaan lanjut Sairdekut, melalui rapat pimpinan DPRD Maluku, ketua fraksi dan ketua komisi punya niat dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan Renperda ini.

“Niat dan tekad itu terkonfirmasi ketika rapat pimpinan dewan ketua komisi dan ketua fraksi itu menugaskan pimpinan DPRD untuk mengkomunikasikan keputusan rapat kita dengan pemerintah daerah Maluku supaya agenda dan pentahapan pembahasan LPJ ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tata tertib DPRD,”ujar Sairdekut seraya menegaskan, kalau pembicaraan dengan ketua badan anggaran pemerintah daerah karena mendapat legitimasi penugasan dari pimpinan DPRD Maluku.

“Saya mendapat penugasan hari itu kebetulan pak ketua melaksanakan tugas di luar daerah dan saya ditunjuk sebagai pelaksana tugas, maka sebagai pelaksana tugas dan pimpinan DPRD Maluku tanggujawab saya adalah menyampaikan niat dan tekad kuat itu melalui ketua tim anggaran pemerintah daerah yaitu Sekda dan menyampaikan seluruh apa yang menjadi keputusan rapat pimpinan DPRD, pimpinan Komisi dan Ketua Fraksi itu adalah bagian dari komunikasi politik yang dilakukan oleh pimpinan DPRD sebagai penanggungjawab di kantor ini dengan tim anggaran pemerintah daerah Maluku karena ini berkaitan dengan LPJ,”tandas Sardekut. Sekaligus menangkal isu media soal menjual hak kesulungan.

“Hanya saja semacam pemberitaan yang menyajikan berkaitan dengan jual hak kesulungan itu tidak seperti itu.

Tanggungjawab kita adalah menyampaikan keputusan pimpinan DPRD, pimpinan fraksi dan pimpinan Komisi atas seluruh agenda yang hari ini sementara kita bahas. Jadi kurang lebih posisi DPRD itu hari ini seperti begitu.

“Kita akan terus berkonsolidasi dengan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi dalam menyikapi seluruh proses progres pembahasan LPJ tahun 2022. Jadi komunikasi itu kita tetap lakukan sebagai ikhtiar dari niat DPRD,”kata Sairdekut.

Dishub Kota Ambon Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas, Berikut Lokasinya

0

Ambon, Maluku.news – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon akan melakukan Uji Coba Rekayasa Jalur Lalu Lintas mulai Senin (17/07/2023) depan.

Kepala Dishub (Kadishub) Kota, Robby Sapulette kepada Tim Media Center, Sabtu (15/07/2023) di Ambon, menjelaskan, uji coba tersebut dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang biasa terjadi di Jalan Tulukabessy pada jam puncak.

Rekayasa jalur tersebut yakni, yang sebelumnya arus lalu lintas dari Jalan Rijali (Belakang Soya), masuk ke Jalan Cendrawasih (Soya Kecil) kemudian ke Jalan Tulukabessy dirubah menjadi sebaliknya dari Jalan Tulukabessy – Jalan cenderawasih – Jalan Rijali untuk tujuan ke kawasan Skip dan Batu Meja.

“Jadi kendaraan tujuan Jalan Rijali (Belakang Soya), Skip, Batu Meja dan Sekitarnya dari Tulukabessy atau Simpang Josiba, diarahkan belok kanan masuk ke jalan Cenderawasih, dan keluar di Jalan Rijali, namun tidak diperbolehkan belok ke kiri atau melakukan crossing ke arah karang Panjang (Lin V),” ungkapnya.

Menurut Kadishub, pada saat jam puncak, arus lalu lintas dari arah Halong Mardika yang melalui jalan ex. Hotel Josiba keluar di Jalan Tulukabessy akan ditutup. Jalur tersebut akan dibuka kembali setelah melewati jam puncak.

“Jadi kalau sudah tidak ada kendaraan yang crossing dari jalan Cendrawasih – Tulukabessy, dan dari Mutiara – Tulukabessy maka arus lalu lintas akan berjalan lanar sesuai harapan, walupun volume kendaraan dari Rijali ke Cenderawasih akan diarahkan masuk kembali ke pusat kota,” jelasnya.

Dengan perubahan tersebut, lanjutnya, maka trayek angkutan kota (angkot) yang sebelumnya melewati Jalan Rijali masuk ke Cenderawasih akan diarahkan melewati Jalan Kakialy (Tanah Tinggi) – Jalan W.R Supratman (Pegadaian) belok kanan menuju Jalan D.I Panjaitan – Jalan Tulukabessy.

“Namun apabila pada jam puncak dimana Jalan D.I Panjaitan dan Jalan Slamet Riyadi menuju Jalan Tulukabessy padat, maka Dishub akan menutup crossing DI Panjaitan dan arus lalu lintas diarahkan menuju Jalan Wem Reawaru – Sultan Hairun – Slamet Riyadi – D.I Panjaitan – Tulukabessy,” jelasnya.

Ditambahkan Sapulette, Selain rekayasa arus lalu lintas, ada sejumlah angkot yang rutenya berubah diantaranya Angkot Passo dan Laha yang sebelumnya melewati jalan Kakialy – WR Supratman – D.I Panjaitan- Tulukabessy, dialihkan menjadi Kakialy – Benteng Kapahaha – Kapitan Ulupaha – Sultan Hairun – Slamet Riyadi – D.I Panjaitan – Tulukabessy.

Dirinya berharap masyarakat kota Ambon dapat menyesuaikan dengan proses uji coba rekayasa lalu lintas yang akan berlangsung selama 10 (sepuluh) hari kerja yakni 17-28 Juli 2023.

“Setelah masa uji coba, maka akan dievaluasi oleh Dishub Kota dan Sat. Lantas Polresta Pulau Ambon dan PP. Lease. Apabila terbukti dapat mengurai kemacetan maka perubahan tersebut akan dipatenkan,” tandasnya.

Waspada Dan Siaga Dalam Menghadapi Cuaca Ekstrem Di Wilayah Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Waspada dan Siaga dalam menghadapi Cuaca Ekstrem di Wilayah Maluku, dihimbau kepada seluruh masyarakat selalu waspada.

Beberapa hari belakangan ini, wilayah Maluku terus diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Hal ini membuat sejumlah wilayah di Kota Ambon diterjang bencana banjir dan tanah longsor.

Tak hanya itu, cuaca ekstrim ini disertai dengan angin kencang, mengakibatkan gelombang cukup tinggi di perairan seribu pulau ini.

Untuk itu, masyarakat Maluku dihimbau untuk selalu waspada dalam menyikapi cuaca ekstrim saat ini.

“Kondisi cuaca ekstrim, hujan, angin, dan gelombang tinggi untuk itu kami menghimbau masyarakat terus waspada, dan menaati himbauan dari BMKG,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Azis Sangkala kepada wartawan di Ambon, Jum’at (14/07/2023).

Dirinya juga meminta kepada Dinas Perhubungan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Maluku untuk terus memantau pelabuhan penyebrangan laut, terutama speed boa, karena minim fasilitas safety.

“Ini juga menjadi catatan agar kemudian pemerintah terus mengevaluasi semua pengusaha transportasi laut terutama speed boat untuk safety seperti pelampung untuk mengatasi sesuatu yang kemungkinan bisa saja terjadi,” ujar Azis.

Azis Sangkala juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk intens berkoordinasi dengan BMKG, mengupdate semua informasi cuaca untuk disampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui perkembangan cuaca dari waktu ke waktu.

“Kami berharap, semua pihak untuk membantu mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat, mulai dari Muspica, Kapolsek, Danramil, sampai Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar bisa ikut bersama Pemdes mengingatkan warga, kalau ada peringatan untuk tidak melaut harus menahan diri, sehingga terhindar dari bahaya,” harapnya.

DPRD Maluku Usul Jembatan Kawanua Gunakan Bailey

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku mengusulkan agar penanganan awal jembatan Kawanua penghubung ruas jalan nasional trans seram Tehoru, yang ambruk menggunakan jembatan Bailey.

Sekedar tahu, jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel.

Usulan tersebut telah disampaikan DPRD Maluku, pasca ambruknya dua bentangan jembatan Kawanua, 10 Juni lalu.

“Kami telah meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk menggunakan jembatan portabel atau jembatan Bailey,”ujar Anggota Komisi III DPRD Maluku, Anos Yermias kepada wartawan di Ambon, kamis (13/07/2023).

Dikatakan, dari usulan tersebut, kepala BPJN Maluku, S. Bambang Widyarta telah berjanji, setelah air sungai surut langsung dilakukan pemasangan.

“Sesuai janji kepala Balai, air surut langsung dipasang, dan sekarang semua sudah siaga di lokasi,”ungkapnya.

Selain itu, kata Anos BPJN juga telah melakukan penanganan darurat terhadap jembatan Wai Tone di Waipia yang mengalami pergeseran.

Alhasil, Jalan penguhubungan Kairatu, Kabupaten SBB menuju Masohi, Kabupaten Maluku Tengah maupun sebaliknya sudah bisa dilewati.

“Hari ini masyarakat dari Kairatu-Masohi maupun sebaliknya sudah menggunakan Jalan itu dengan baik,”ucapnya.

Terhadap langkah cepat yang dilakukan BPJN Maluku dalam melakukan penanganan bencana di sejumlah ruas jalan maupun jembatan, atas nama Pimpinan dan Komisi III DPRD Maluku, Anos ucapkan Terima kasih, karena sudah membantu masyarakat Maluku.

“Kami apresiasi kesigapan Balai Jalan 24 jam bisa komunikasi, dan itu bisa dapat dibuktikan dari jembatan Wae Tone yang tergerus air, kami langsung koordinasi jam 12 malam langsung direspon kepala balai dan kasatker Balai Jalan. Itu artinya Balai Jalan sangat sigap mengantisipasi situasi bencana banjir dalam 24 jam, dan itu kami apresiasi,”pungkasnya.

Perusahaan Kelas Dunia Direncanakan Akan Berinvestasi di Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Dalam rangka membangun kerjasama/investasi di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan dengan PT. Comextra Majora, maka dilaksanakan pertemuan yang berpusat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, pada Kamis (13/7/2023)

Pertemuan yang difasilitasi oleh Ketua TGPP Provinsi Maluku Hadi Basalamah tersebut, dipimpin oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si, IPU, yang dihadiri langsung oleh Jimmy Wisan selaku Direktur Utama PT. Comextra Majora, Penjabat Bupati Maluku Tengah, Pimpinan Lembaga Vertikal, dan Pimpinan OPD terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah.

Sekda atas nama pemerintah Provinsi Maluku, pada kesempatan itu menyambut baik, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, kepada PT. Comextra Majora, yang memiliki rasa kepedulian tinggi, bagaimana turut bertanggungjawab untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di bumi raja-raja.

“Kehadiran Pak Jimmy selaku pimpinan, telah membuktikan adanya keseriusan perusahaan ini mau mendorong perkembangan komoditas perkebunan khususnya pertanian jambu mete di Maluku, dengan memberikan bibit gratis sebagai wujud CSR PT. Comextra Majora, yang mana kesiapan lahan akan disesuaikan dengan lahan yang disediakan pemerintah Kabupaten.” Jelasnya.

Sadali menjelaskan bahwa selain memberikan bibit gratis pihak PT. Comextra Majora juga akan melakukan pendampingan dan pendekatan melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Di tempat yang sama Basalamah mengatakan bahwa, PT. Comextra Majora adalah perusahaan skala dunia yang masuk dengan kategori ekspor sekitar 4rb kontener dan berdasarkan instruksi Gubernur untuk investasi masuk di Maluku dan kedepan direncanakan perusahaan ini dapat membangun pabrik industri mete di Maluku berskala dunia.

Jimmy pada kesempatan itu juga menegaskan bahwa pihaknya siap berapapun lahan yang akan disediakan pemerintah daerah, dan dirinya akan memberikan bibit secara gratis dan pembinaan melalui tenaga teknis, jika hasil pertanian nantinya mencapai 20rb ton, baru direncanakan PT. Comextra Majora akan membuka pabrik.

Untuk diketahui PT. Comextra Majora adalah perusahaan dalam sektor hasil bumi baik hasil export maupun produk lokal, yang memiliki csr kesejahteraan petani, dengan komitmen mendorong kesejahteraan petani melalui pendapatan petani mete.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen peluang investasi perikanan dan pertanian dari Sekda Sadali kepada Jimmy Wisan.

Gubernur Murad Dukungan Antikorupsi dan Pencanangan WBBM

0

Ambon, Maluku.news – Mendukung Gerakan Antikorupsi dan untuk Pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), maka kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku, menggelar Coffee Morning di Gedung Keuangan Negara, pada Kamis (13/07/2023).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku Djaka Kusmartata, SE., MM, yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Murad atas nama Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Wilayah Maluku, atas pelaksanaan kegiatan ini, sebagai wujud komitmen bersama, dalam mendukung pencegahan korupsi di wilayah Provinsi Maluku.

“Saya mintakan kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah ini, untuk dapat bersinergi dalam upaya pencegahan korupsi, dengan mengedepankan pengawasan dan monitoring yang efektif, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku” Pinta Gubernur.

Ia juga berharap, sosialisasi ini dapat berjalan dengan baik, para peserta mampu mengaplikasikannya dalam ruang lingkup kerjanya masing-masing.

Turut hadir pada kesempatan itu, Forkopimda Provinsi Maluku, Sekda Maluku, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di Kota Ambon, Pimpinan Lembaga Vertikal, Pimpinan Perbankan di Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Para pengguna Jasa Importir/Eksportir/Asosiasi, Pimpinan BUMN, Pimpinan Media di Kota Ambon, serta jajaran terkait.

Hujan dan Angin Kencang Akibatkan 6 Pohon Tumbang

0

Ambon, Maluku.news – Cuaca Ekstrim berupa Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang yang terjadi di kota Ambon sejak sabtu (08/07/2023) hingga Rabu (12/07/2023) kemarin, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Laporan BPBD Kota Ambon, lewat update Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana (Pusdalops PB) yang diterima Tim Media Center, Rabu (12/07/2023) malam menyebutkan setidaknya ada 6 (enam) titik pohon tumbang.

Ke 6 titik tersebut yakni, di Kecamatan Sirimau, Kelurahan Batu Gajah, Lorong Dolorosa RT 001/RW 002; di Kecamatan Nusaniwe, Kampung Siwang, Negeri Urimessing, Jemaat Kezia, RT 003/RW 007; dan di Kecamatan Teluk Ambon, Desa Tawiri RT 001/RW 005.

Selanjutnya di Kecamatan Baguala, Lorong Optik, Halong Baru dan Kelurahan Lateri, serta Pohon Tumbang Kecamatan Teluk Ambon, Desa Hative Besar.

Plt. Kepala pelaksana BPBD Kota Ambon, Fahmi Sallatalohy menjelaskan, terkait dengan kejadian pohon tumbang telah dilakukan pemotongan dan pembersihan oleh Pusdalops PB di bantu Damkar, TNI/Polri, dan PLN.

“Salah satunya Pohon tumbang yang terjadi di Desa Hative Besar, sempat menyebabkan akses jalan menuju Bandar Udara Pattimura terhambat, namun sudah ditangani oleh Petugas BPBD,” ujarnya kepada Tim Media Center.

Ditambahkan, selain menyebabkan akses jalan terhambat, ada pula rumah warga rusak akibat tumbangan pohon, yakni di Kelurahan Batu gajah dan Kampung Siwang.

“Sebelumnya, terhadap peristiwa Pohon tumbang yang menimpa rumah warga ini juga Telah dilakukan penanganan berupa pemangkasan bagian pohon,” lanjutnya.

Menurut Sallatalohy, Cuaca Ekstrim sejak pekan lalu di Ambon, juga turut menyebabkan Longsor dan Banjir. Tercatat ada 8 (delapan) titik Longsoran, dan 1 (satu) titik banjir di Desa Tawiri dan yang berdampak pada terganggunya aktivitas 10 Unit Rumah di kawasan tersebut.

Terkait dengan Bencana yang diakibatkan Cuaca Ekstrim, dirinya meminta masyarakat agar tetap waspada.

Diakuinya, BPBD Kota Ambon bersama Dinas Sosial telah melakukan upaya penanganan kepada warga yang terdampak bencana.

“BPBD Kota Ambon turun ke lokasi longsor dan memberikan bantuan logistik, sedangkan Dinas Sosial memberikan bantuan makanan kepada warga,” ungkapnya.

Ditandaskan, pihaknya juga melakukan antisipasi dengan membagikan update informasi cuaca dari BMKG, serta bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Ambon dalam memantau CCTV pada 5 (lima) sungai maupun pada jalan- jalan protokol di Kota Ambon.

Delegasi Kota Ambon Ikut Fun Bike dan Penanaman Pohon

0

Makassar, Maluku.news – Delegasi Kota Ambon, mengikuti langsung seluruh rangkaian Rapat Kerja (Rakernas) XVI APEKSI 2023, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Rakernas yang digelar sejak 10-14 Juli 2023, dengan 10 rangkaian acara.

Salah satunya adalah Fun Bike dan Penanaman Pohon, yang digelar pada Kamis (13/07/2023) yang diikuti oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Richad Luhukay dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Kota Ambon, Alfredo Hehamahua.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Richad Luhukay, kegiatan Fun Bike dan Penanaman Pohon tersebut, merupakan rangkaian acara dari APEKSI, sehingga Pemkot Ambon wajib untuk mendukung serta mensupport kegiatan-kegiatan itu.

“Ini agenda APEKSI, sehingga kewajiban kita dari seluruh kota yang ada di Indonesia ini untuk ikut serta mensukseskan hal tersebut,” jelasnya usai acara Penanaman Pohon, Kamis (13/7/23).

Luhukay katakan, kegiatan Fun Bike tersebut merupakan target nasional Indonesia harus bugar 2045. Oleh karena target nasional, maka aktivitas-aktivitas olahraga harus dibudayakan dan menjadi lifestyle masyarakat dan bisa menjadi satu contoh kepada masyarakat setempat bahwa olahraga itu penting.

“Bersamaan dengan fun bike tadi pagi, terlihat aktivitas masyarakat di Kota Makassar ternyata memang masyarakat suka berolahraga, karena dilihat ada yang jogging di pagi dan itu bagus sekali. Karena masyarakat sadar akan pentingnya olahraga,” ungkapnya.

Setelah Fun Bike dilanjutkan dengan penanaman pohon yang juga merupakan salah satu program pemerintah secara nasional.

“Karena Indonesia adalah paru-parunya dunia, jadi kita harus giatkan terus penanaman pohon, supaya kita tetap bisa memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia, bahkan negara kita sendiri dan itu penting sekali, sehingga harus tetap dilakukan. Apalagi sebagai pemimpin harus memberikan contoh supaya masyarakat juga bisa melihat kesuksesan pemimpinnya untuk bagaimana bisa mendorong hal itu,” pungkasnya.

Pemerataan Pembangunan dan Provinsi Kepulauan Jadi Isu Strategis Komwil VI APEKSI

0

Makassar, Maluku.news – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI APEKSI 2023, akan mengangkat isu strategis dari masing-masing Komisariat Wilayah (Komwil) APEKSI. Untuk Komwil VI dimana Kota Ambon ada didalamnya, Penjabat Wali Kota, Bodewin M Wattimena ungkapkan, isu strategis yang akan diperjuangkan pada Rakernas XVI APEKSI ini sudah dilakukan pada Komisariat Wilayah VI.

“Jadi kehadiran saya beberapa waktu lalu di Jayapura untuk mengikuti rapat kerja Komisariat Wilayah VI. Disana kita sudah merumuskan saran, masukan, usulan yang akan kita sampaikan dalam Rakernas XVI APEKSI ini.

Karena itu, lewat ketua Komwil sementara dilakukan pleno hari ini,” jelasnya usai pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023, Rabu (12/07/2023) di Upper Hill Makassar.

Wattimena menjelaskan, isu strategis yang diangkat dari Komwil VI yaitu Sulampua (Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua), adalah soal bagaimana pemerataan pembangunan.

“Karena jujur saja bahwa ketimpangan pembangunan antara wilayah barat, tengah dan timur ini masih sangat terasa. Tetapi yang pasti kami semua bersepakat bahwa kita tetap memperjuangkan otonomi daerah. Otonomi daerah tetap menjadi hal prinsip, karena otonomi daerah itulah yang membuat kemandirian daerah dan menciptakan pembangunan yang didasarkan pada karakteristik wilayah masing-masing,” tandasnya.

Terkait dengan isu Provinsi Kepulauan Wattimena akui sudah menyampaikan hal inl pada saat rapat kerja Komwil VI. Saat itu dirinya berharap APEKSI memperjuangkan daerah kepulauan.

“Memang tidak semua anggota APEKSI adalah daerah kepulauan. Tetapi sebagai bagian dari APEKSI, kami banyak yang masuk dalam kategori daerah kepulauan yang mesti mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Pusat. Saya sudah sampaikan dan saya minta itu dimasukkan dalam salah satu rekomendasi daripada Komwil VI kepada Rakernas XVI APEKSI. Soal nanti di akomodir atau tidak, tapi minimal kami menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan kita dari daerah kepulauan yang selama ini tentang Undang-Undang Daerah Kepulauan yang sementara dijalankan, “pungkasnya.

Dia berharap dengan rencana kehadiran tiga calon pemimpin masa depan, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anis Baswedan dalam Rakernas XVI APEKSI 2023 ini, mudah- mudahan dirinya diberikan kesempatan untuk bicara soal Provinsi Kepulauan.

Selain itu, Penjabat tegaskan Komwil VI terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045, melalui membangun generasi muda bangsa yang ada pada kota masing-masing.

“Kita juga membangun kolaborasi antara kota sehingga bisa saling mengisi. Apa kekurangan-kekurangan kita pada kota, misalnya di Kota Ambon, bisa kita replikasi hal-hal positif yang sudah dilakukan pada kota-kota yang lain di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya ungkapkan, tadi penjelasan bahwa kota memegang peran penting. Ini membuatnya merasa senang karena di APEKSI ini tidak hanya datang dan sekedar menghadiri, tapi ada hal-hal positif yang didapatkan, misalnya soal Indonesia City Expo yang dilakukan ini.

“Untuk Indonesia City Expo ini, Kota Ambon menampilkan ciri khas kita. Jadi stan yang dibuat disiapkan untuk mempromosikan Ambon City of Music dan itu sangat luar

biasa. Apalagi respon dari pengunjung sangat luar biasa. Kita berharap bahwa lewat momentum ini minimal Kota Ambon dikenal dan Ambon City of Music itu betul-betul menjadi ikon kita, yang kita jual kepada kota-kota yang lain di Indonesia. Apalagi

Pak Presiden minta masing-masing kota punya brandingnya, kita sudah punya branding. Sekarang bagaimana membangun supaya branding ini bukan hanya sekedar pengakuan Tetapi dia mesti menjadi jiwa hidup kita sebagai masyarakat kota Ambon,” tandasnya.

Target mengikuti Indonesi City Expo ini juga untuk menarik investor. Dengan demikian Kota Ambon memamerkan apa yang dipunyai.

“Produk-produk UMKM yang kita bawa ini bagian daripada upaya kita untuk membuka jejaring. Kalau misalnya Disperindag Kota Ambon bisa berkolaborasi dengan Indag Cilegon dan sebagainya dalam upaya kita membantu UMKM untuk memasarkan produk mereka, saya rasa ini peluang besar bagi kita,”tuturnya.

Jawab Arahan Presiden, Wattimena: ACOM Adalah Branding Kota Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Presiden RI, Joko Widodo dalam arahan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro saat pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023 di Upper Hill- Kota Makasar pada Rabu (12/07/2023) mengatakan, bahwa setiap kota di Indonesia harus memiliki sebuah branding.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena katakan, Kota Ambon telah memiliki branding, yaitu Ambon City of Music.

Terkait adanya branding Ambon sebagai Kota ikan dan Ambon sebagai Kota perdamaian, Pj. Wali Kota katakan, sepertinya branding satu kota itu tidak bisa banyak.

“Bahwa kita sebagai Ambon City of Music, Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace, tapi kita kemukakan, kita dahulukan Ambon City of music. Karena Ambon City of music ini sebagai prioritas. Nanti Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace itu bagian daripada hal yang berkembang seiring dengan berkembangnya Ambon City of music,” tandasnya.

Menurutnya, untuk kesiapan yang selama ini Pemerintah Kota Ambon sudah lakukan memang membuat branding menjadi hal yang membudaya di masyarakat. Hal itu tidak gampang.

“Tapi minimal hari ini kita saksikan bahwa sudah hampir 6000 anak-anak bermain jukulele. Lalu kemudian ada spot-spot yang kita siapkan, kita supaya ketika orang datang, orang akan katakan, oh benar ini Ambon City music, “bebernya.

Penjabat juga jelaskan tentang kegiatan yang dibuat tiap bulan, yaitu Harmoni Sudut Kota, yang dibuat di Pattimura Park. Itu bagian dari kurikulum musik pada 10 sekolah piloting di Kota Ambon.

“Itu bagian yang sementara kita upayakan untuk mendudukkan dasar-dasar Ambon City of Music. Ini merupakan indikator untuk tetap mempertahankan Ambon City of music dari UNESCO dan saya rasa selama kita bisa mempertahankan, kita tetap mempertahankan. Saya rasa kalau dengan apa yang kita lakukan hari ini tidak mungkin branding itu hilang dari kita,”tegasnya.

Oleh karena itu, Wattimena mengajak semua warga Kota Ambon untuk tunjukkan ini bahwa memang orang Ambon itu DNA-nya adalah musik. Musik bahkan menjadi bagian daripada kehidupan masyarakat kota Ambon, karena musik ini berkaitan dengan kreativitas ekonomi.

“Makanya saya bilang, Kota Ambon hari ini sementara berupaya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik. UMKM muncul tapi disitu ada musik. Pariwisata muncul, disitu ada musik. Itulah ekonomi kreatif atau kota kreatif berbasis musik,” ujar Wattimena.