Beranda blog Halaman 14

Gubernur HL Serahkan Remisi Kemerdekaan RI ke-80

0

Ambon, Maluku.news – Suasana haru dan syukur menyelimuti Lapas Kelas IIA Ambon, Minggu (17/8/2025), saat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan langsung remisi kemerdekaan kepada para warga binaan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Mengantongi Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor: 4-130.PK.05.03 Tahun 2025 tentang Pemberian Remisi Umum Tahun 2025 kepada Narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Umum Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan serentak oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku.

Di Maluku, sebanyak 977 warga binaan memperoleh Remisi Umum, yang terdiri dari Remisi Umum I dan Remisi Umum II (langsung bebas) sebanyak 5 orang. Remisi ini tersebar di Lapas Ambon 271 orang, Piru 90 orang, Tual 63 orang, LPKA Ambon 21 orang, LPP Ambon 34 orang, Rutan Masohi 83 orang, Lapas Saparua 9 orang, Banda 17 orang, Namlea 78 orang, Wahai 32 orang, Geser 8 orang, Dobo 68 orang, Saumlaki 103 orang, dan Wonreli 11 orang. Sementara untuk anak binaan, diusulkan pengurangan masa pidana sebanyak 14 orang.

Selain remisi umum, momentum kemerdekaan kali ini juga memberikan Remisi Dasawarsa (remisi khusus per sepuluh tahun kemerdekaan) kepada 1.042 warga binaan, terdiri dari Remisi Dasawarsa I untuk 1.004 orang, Remisi Dasawarsa II (langsung bebas) 4 orang, Remisi Dasawarsa Pidana Denda I 32 orang, dan Remisi Dasawarsa Pidana Denda II (langsung bebas) kepada 2 orang. Sebanyak 23 narapidana juga menerima remisi tambahan atas kontribusi mereka sebagai pemuka pembinaan di dalam lapas.

Membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Gubernur Hendrik menegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar bentuk pemotongan masa pidana, melainkan wujud apresiasi negara kepada warga binaan yang telah berjuang memperbaiki diri.

“Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju” harus menjadi semangat yang turut dihidupi warga binaan. Kemerdekaan ini adalah milik semua anak bangsa tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dikatakan, pemerintah akan terus memberikan dukungan pembinaan terbaik agar warga binaan bisa kembali menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan diterima di masyarakat. “Jadikan remisi ini sebagai motivasi untuk terus menunjukkan perilaku baik, mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum di masa depan,” pesan Gubernur.

Usai upacara, suasana bahagia tak terbendung. Sejumlah warga binaan tampak meneteskan air mata haru, berpelukan, seraya berikrar untuk memulai lembaran hidup baru. Momentum kemerdekaan ini menjadi oasis pengharapan, bahwa dari balik jeruji besi pun, kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri senantiasa terbuka.

“Selamat berjuang menjadi insan yang lebih baik. Lawamena Haulala – maju terus pantang mundur demi Maluku dan Indonesia,” tutup Gubernur Hendrik dengan semangat membara.

Wagub Kobarkan Semangat Juang di Renungan Suci TMP Tantui

0

Ambon, Maluku.news – Di bawah derasnya hujan malam yang membasahi bumi Pattimura, dan dalam cahaya obor yang menyala syahdu, Pemerintah Provinsi Maluku menggelar apel kehormatan dan renungan suci untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Kegiatan sakral ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha Tantui, Ambon, Minggu dini hari (17/08/2025).

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath, bertindak selaku Inspektur Upacara. Ia hadir bersama Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan OPD, serta petinggi TNI dan Polri. Seluruh peserta tampak mengenakan pakaian dinas upacara lengkap, berdiri dalam barisan rapi meski diguyur hujan malam yang tak kunjung reda.

Dalam suasana hening yang menggugah nasionalisme, upacara diawali dengan penyalaan obor sebagai simbol semangat juang yang tak pernah padam. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah renungan suci, yang memuat penghormatan kepada 641 personel TNI dan Polri, 11 pegawai sipil, dan 7 pahlawan tak dikenal, yang telah memberikan hidup mereka untuk kemerdekaan bangsa.

“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan. Kami bersumpah dan berjanji, perjuanganmu adalah perjuangan kami pula, dan jalan yang telah kau tempuh, adalah jalan yang akan kami lanjutkan,” demikian petikan renungan suci yang dibacakan Wagub dalam upacara tersebut.

Dalam renungannya, Wagub menyampaikan penghormatan yang mendalam kepada para pahlawan, baik yang telah diketahui namanya maupun yang tidak dikenal. Beliau menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya.

Walau diselenggarakan secara sederhana, upacara malam suci dengan rintih hujan begitu menggetarkan, membangkitkan kembali semangat persatuan, pengorbanan, dan tekad seluruh anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian terbaik.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIT, seluruh peserta menundukkan kepala sejenak dalam doa dan hening cipta. Sesekali, suara isak tertahan terdengar di antara barisan peserta yang larut dalam suasana haru mengenang jasa para kusuma bangsa.

Rangkaian kegiatan malam itu kemudian ditutup peletakan bunga di pusara para pahlawan sebagai ungkapan kasih dan penghormatan, sebelum seluruh peserta apel kembali meninggalkan TMP dengan penuh kesadaran akan amanat sejarah yang harus terus dijaga dan diteruskan.

“Merdeka bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tugas suci mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, persatuan, dan pengorbanan,” pesan Wagub dalam renungan tersebut.

Gubernur Maluku Temui Para Veteran, Pejuang dan Warakawuri

0

Ambon, Maluku.news – Usai mengikuti Puncak Perayaan HUT RI ke-80 Tahun 2025 di Lapangan Merdeka Ambon, Gubernur Maluku berkesempatan melakukan silaturahmi bersama Veteran, Pejuang dan Warakawuri bertempat di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Minggu ( 17/8/2025).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya mengatakan moment ini untuk memupuk serta menperkuat komitmen jati diri anak bangsa dalam menghargai jasa-jasa para sesepuh dan Tokoh Juang.

Kehadiran para sesepuh dan tokoh juang akan menjadi kekuatan, spirit dan sekaligus motivasi sebagai generasi penerus bangsa dalam mengenang kembali serta menghormati jas para pahlawan sebagai pejuang kemerdekaan dan menanamkan kembali pentingnya arti nilai-nilai kepahlawanan di Provinsi Maluku, jelas Lewerissa.

Apalagi sebagai bangsa yang berbudaya lanjut Lewerissa, sudah selayaknya memberikan penghormatan atas jasa para pejuang perintis kemerdekaan walaupun tidak sebanding dengan pengorbanan yang diberikan untuk meraih kemerdekaan.

” Saya mengajak kita jangan sekali- kali meninggalkan sejarah atau Jas Merah, semboyan yang diucapakan oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno dalam pidato terakhir tanggal 17 Agustus 1966 untuk itu sebagai penerus kita jangan sekali-kali melupakan sejarah itu”, tutur Lewerissa.

Untuk itu, sebagai Gubernur ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus bagi para pejuang, perintis kemerdekaan, veteran, Warakawuri yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

” Bagi para pejuang, veteran dan Warakawuri yang masih bersama – sama saat ini, semoga diberikan umur panjang, kemudahan, kekuatan dan kesehatan untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita Proklamasi bagi Negara Indonesia dan Provinsi Maluku yang kita cintai”, ungkap Lewerissa.

Hadir dalam acara tersebut yakni Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Gubernur, Sekda Maluku, Komandan Kodaeral IX Ambon, Komandan Lanud Pattimura, Ketua dan Pengurus Lembaga Veteran, Pejuang dan Warakawuri, Para Veteran, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tamu Undangan lainnya.

Gubernur Maluku Perdana Pimpin Upacara HUT RI kE-80

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Minggu (17/8/2025)

Upacara dimulai pukul 10.05 WIT, ditandai dengan bunyi sirene, dilanjutkan pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Gubernur.

Kolonel Danden Ika Drajat, Komandan Secaba Rindam XV/Pattimura, bertugas sebagai komandan upacara. Prosesi pengibaran bendera berlangsung lancar meskipun diguyur hujan deras. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Maluku menjalankan tugas dengan baik dan penuh disiplin.

Letda CKU Reggy Anjaspa Ramadhan S.Tr (Han), perwira dari Kodam XV/Pattimura, memimpin tim Paskibraka. Pembawa baki bendera dipercayakan kepada Putri Khumairah Tuhuleley, siswi SMA Negeri 2 Ambon. Ia didampingi oleh Etus Benektus (SMA Negeri 1 Ambon), Ode Afgan (SMA Negeri 2 Buru), dan Michael Rianekuay (SMA Negeri 4 Maluku Tengah).

Setelah pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan penampilan aubade dari siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Ambon yang membawakan lagu-lagu nasional seperti “Tanah Airku”, “Hari Merdeka”, dan “Dari Sabang Sampai Merauke”.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80 di tingkat Provinsi Maluku berlangsung khidmat dan tertib. Hadir dalam upacara ini antara lain Pangdam XV Pattimura, Kapolda Maluku, Danlantamal IX Ambon, Danlanud Pattimura, Kepala BIN Maluku, Ketua DPRD Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Pimpinan instansi vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, para veteran, tokoh agama, dan undangan lainnya.

Gubernur HL Serahkan Remisi Kemerdekaan RI ke-80

0

Ambon, Maluku.news – Suasana haru dan syukur menyelimuti Lapas Kelas IIA Ambon, Minggu (17/8/2025), saat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan langsung remisi kemerdekaan kepada para warga binaan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Mengantongi Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor: 4-130.PK.05.03 Tahun 2025 tentang Pemberian Remisi Umum Tahun 2025 kepada Narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Umum Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan serentak oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku.

Di Maluku, sebanyak 977 warga binaan memperoleh Remisi Umum, yang terdiri dari Remisi Umum I dan Remisi Umum II (langsung bebas) sebanyak 5 orang. Remisi ini tersebar di Lapas Ambon 271 orang, Piru 90 orang, Tual 63 orang, LPKA Ambon 21 orang, LPP Ambon 34 orang, Rutan Masohi 83 orang, Lapas Saparua 9 orang, Banda 17 orang, Namlea 78 orang, Wahai 32 orang, Geser 8 orang, Dobo 68 orang, Saumlaki 103 orang, dan Wonreli 11 orang. Sementara untuk anak binaan, diusulkan pengurangan masa pidana sebanyak 14 orang.

Selain remisi umum, momentum kemerdekaan kali ini juga memberikan Remisi Dasawarsa (remisi khusus per sepuluh tahun kemerdekaan) kepada 1.042 warga binaan, terdiri dari Remisi Dasawarsa I untuk 1.004 orang, Remisi Dasawarsa II (langsung bebas) 4 orang, Remisi Dasawarsa Pidana Denda I 32 orang, dan Remisi Dasawarsa Pidana Denda II (langsung bebas) kepada 2 orang. Sebanyak 23 narapidana juga menerima remisi tambahan atas kontribusi mereka sebagai pemuka pembinaan di dalam lapas.

Membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Gubernur Hendrik menegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar bentuk pemotongan masa pidana, melainkan wujud apresiasi negara kepada warga binaan yang telah berjuang memperbaiki diri.

“Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju” harus menjadi semangat yang turut dihidupi warga binaan. Kemerdekaan ini adalah milik semua anak bangsa tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dikatakan, pemerintah akan terus memberikan dukungan pembinaan terbaik agar warga binaan bisa kembali menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan diterima di masyarakat. “Jadikan remisi ini sebagai motivasi untuk terus menunjukkan perilaku baik, mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum di masa depan,” pesan Gubernur.

Usai upacara, suasana bahagia tak terbendung. Sejumlah warga binaan tampak meneteskan air mata haru, berpelukan, seraya berikrar untuk memulai lembaran hidup baru. Momentum kemerdekaan ini menjadi oasis pengharapan, bahwa dari balik jeruji besi pun, kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri senantiasa terbuka.

“Selamat berjuang menjadi insan yang lebih baik. Lawamena Haulala – maju terus pantang mundur demi Maluku dan Indonesia,” tutup Gubernur Hendrik dengan semangat membara.

Wagub Maluku Pimpin Penurunan Bendera Sang Merah Putih Di Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Hujan yang mengguyur Lapangan Merdeka Ambon, tak menyurutkan khidmatnya pelaksanaan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Di bawah langit kelabu yang sesekali ditingkahi derasnya rintik, putra-putri terbaik Maluku berdiri tegak mengawal detik-detik sakral turunnya Sang Duaja Merah Putih.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, selaku Inspektur Upacara. Ia tampak mengenakan setelan putih lengkap, berwibawa, memberikan hormat ketika bendera perlahan diturunkan dari pucuk tiang tertinggi di Lapangan Merdeka, sebuah simbol kedaulatan sekaligus penanda 80 tahun perjalanan bangsa Indonesia merajut kemerdekaan.

Komandan Upacara dipercayakan kepada seorang putra daerah terbaik Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Daniel Andreas Dharmawan, lulusan Akademi Kepolisian 2021 yang kini menjabat Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Maluku. Dengan aba-aba tegas, ia memimpin jalannya prosesi agar tetap tertib, meski lapangan mulai becek oleh genangan air hujan.

Sorotan utama tertuju pada tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) “Indonesia Bersatu”. Sebagai penggerek bendera, bertugas menurunkan Sang Merah Putih, Ibrahim Yamani Attamimi (MAN Ambon), Muhammad Flores (SMAN Buru Selatan), dan Baraki Jauply (SMAN 5 Maluku Barat Daya).

Sementara itu, tugas mulia pembawa baki dipercayakan kepada siswi terbaik Maluku Tenggara, Rachel Gaby Angelia Renwarin dari STM Langgur. Dengan langkah tegap penuh percaya diri, ia menjemput bendera merah putih yang telah diturunkan, untuk kemudian diserahkan kembali ke Inspektur Upacara.

Meski pakaian para peserta upacara basah kuyup dan sepatu mereka terbenam dalam lumpur tipis, tak satu pun pasukan bergeming. Semangat juang Lawamena Haulala – maju tak gentar sebelum menyerah – seolah menyatu dalam ritme gerakan mereka. Sorak kagum dan tepuk tangan meriah dari para undangan yang memadati tenda kehormatan pun pecah kala bendera berhasil diturunkan sempurna dalam balutan gerak baris-berbaris yang presisi.

Momentum nasional ini turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, veteran serta ribuan warga Ambon yang antusias menyaksikan secara langsung.

Prosesi penurunan bendera ini sekaligus menutup rangkaian peringatan HUT ke-80 RI di Provinsi Maluku tahun 2025, yang sejak pagi dimulai dengan Upacara Pengibaran Bendera. Lapangan Merdeka Ambon kembali menjadi saksi bagaimana semangat kemerdekaan tetap membara di setiap dada anak bangsa tak lekang oleh waktu, tak layu oleh hujan.

BPJN Maluku Bantah Tuduhan Media Soal Proyek Jalan Rp24 Miliar

0

Diduga Akibat Tidak Ditanggapi Permintaan Bayar Kos-kosan Oknum Wartawan “GB” Serang BPJN Maluku

Ambon, Maluku.news – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku membantah tudingan adanya masalah pada proyek preservasi jalan Saleman–Besi–Wahai dan Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, senilai Rp24 miliar.

Kepala Satker II PJN Maluku, Toce Lewol, dalam keterangan resmi, Jumat (15/8/2025), menyatakan tuduhan yang dimuat salah satu media online tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menyebut pemberitaan tersebut merupakan informasi yang menyesatkan.

“Proyek jalan Saleman–Besi–Wahai dan Pasahari sudah tuntas. Tidak benar ada persoalan sebagaimana diberitakan,” tegas Lewol.

Ia menjelaskan, paket pekerjaan preservasi tersebut bersumber dari APBN 2023 dengan nilai pagu/HPS Rp24,078 miliar. Tender berlangsung sejak 27 Februari hingga 28 Maret 2023, dengan pemenang PT Aiwondeni Permai. Kontrak ditandatangani pada 3 Mei 2023 senilai Rp23,784 miliar, atau lebih rendah Rp294 juta dari pagu/HPS.

Menurut Lewol, selisih nilai kontrak dengan pagu/HPS merupakan hal yang lumrah dalam proses pengadaan. Ia menambahkan, tudingan yang menyebut proyek bermasalah tidak memiliki dasar yang kuat.

“Informasi yang tidak sesuai fakta dapat merugikan institusi pemerintah sekaligus menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Lewol juga mengungkapkan adanya dugaan motif pribadi di balik pemberitaan tersebut. Ia menuding wartawan Postambon.com bernama Gilbert Pasalbessy (GB) sebagai penulis berita dimaksud.

Menurutnya, Gilbert sebelumnya sempat meminta bantuan dana pribadi yang tidak terpenuhi, sehingga kemudian melampiaskan kekecewaan melalui pemberitaan.

“Jurnalis semestinya bekerja profesional, bukan menjadikan pemberitaan sebagai alat tekanan. Tugas jurnalis adalah menyajikan fakta dan informasi yang akurat,” tambah Lewol.

BPJN Maluku mengingatkan insan pers agar tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan prinsip verifikasi informasi. “Kami berharap rekan-rekan media menjaga kepercayaan publik dengan berita yang sesuai data,” kata Lewol.

Sebelumnya, media Postambon.com menulis adanya dugaan persoalan dalam proyek jalan di Pulau Seram tersebut. Namun pihak BPJN Maluku menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek telah dilaksanakan sesuai aturan dan saat ini dinyatakan selesai.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Postambon.com Gilbert Pasalbessy belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

Gubernur Kukuhkan 54 Paskibraka Maluku 2025

0

Ambon, Maluku.news  – Dalam suasana khidmat penuh semangat kebangsaan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Maluku Tahun 2025 di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (15/8/2025).

Upacara sakral ini turut dihadiri Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Sekda Sadali Ie, Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala, serta unsur Forkopimda Maluku.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih dan pemasangan kendit (ikat pinggang) oleh Gubernur, kepada perwakilan Paskibraka sebagai simbol penerimaan amanah dan kesiapan mengemban tugas negara pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Minggu, 17 Agustus 2025 di Lapangan Merdeka Ambon.

Sebanyak 54 anggota Paskibraka, terdiri dari 27 putra dan 27 putri terbaik perwakilan kabupaten/kota se-Maluku, yang telah melewati masa karantina dan disiplin pelatihan fisik, mental, serta nasionalisme selama 16 hari di Balai Diklat Perikanan Poka. Usai dikukuhkan, seluruh anggota langsung memasuki masa tenang di hotel sebelum menjalankan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih pada Minggu pagi.

Gubernur menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya pemuda-pemudi Maluku yang diyakini mampu menjadi pelopor perubahan menuju masa depan daerah yang lebih baik.

“Kalian bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Hari ini kalian menjadi simbol harapan Maluku, generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan bangsa,” kata Gubernur.

Ia menegaskan, pengukuhan Paskibraka bukan hanya seremoni, melainkan penyerahan tanggung jawab mulia yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

“Merah Putih itu bukan kain biasa, di dalamnya ada darah para pahlawan, jerih payah para pendiri bangsa, dan harapan dari seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, kibarkanlah bendera dengan penuh kehormatan, disiplin, dan integritas,” tegasnya.

Di  Jambore Pencinta Alam Maluku, Watubun Serukan Perlawanan

0

Ambon, Maluku.news – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Benhur G. Watubun hadir di arena Jambore Pencinta Alam Maluku, di Kampus Universitas Darussalam Ambon,  Kamis (14/8).  Di hadapan lebih 200 peserta, Ia menyerukan perlawanan kepada segala kebijakan pemerintah yang merusak lingkungan dan hajat hidup orang banyak.

“Kalau kebijakan pemerintah ternyata merusak lingkungan hidup dan merugikan rakyat,  mari kita lawan. Katakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Watubun.

Watubun memaparkan materinya bertajuk “Positioning pemuda pencinta alam Maluku dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dan Olahraga Wisata Minat Khusus di Maluku Berbasis Kearifan Budaya”.

Ia menyebut positioning pemuda-mahasiswa pencinta alam sangat  penting, sebab pencinta alam bukan sekadar pendaki gunung dan penjelajah hutan.

“Pencinta alam adalah duta lingkungan, agen perubahan, dan penjaga warisan budaya alam,” papar Watubun.

Watubun mengurai, sebagai duta lingkungan, pencinta alam harus terus menyuarakan pentingnya merawat alam.  Sedangkan sebagai agen perubahan,  pencinta alam perlu mengubah pola pikir masyarakat agar menjadi lebih ramah lingkungan

Ditambahkan, sebagai penjaga warisan budaya alam, pencinta alam memastikan kearifan lokal tetap hidup dan relevan.

“Jadi jika orang mendengar nama pencinta alam Maluku, maka yang mereka pikirkan adalah anak-anak muda yang berwawasan luas, berjiwa sosial, dan punya aksi nyata untuk lingkungan,” papar Watubun.

Diungkapkan, Maluku adalah berkah Tuhan dengan gugusan pulau eksotis, pasir putih, laut biru yang memikat dunia. Gunung, hutan, dan keanekaragaman hayati yang memesona, budaya maritim yang kuat dengan tradisi dan kearifan lokal.

Akan tetapi, menurut Watubun, dengan dalih pembangunan dan atas nama program strategis nasional, ternyata banyak kebijakan pemerintah telah mengorbankan rakyat. Eksplorasi tambang di mana-mana termasuk di Maluku disebutnya sebagai potret telanjang pembangunan.

Dalam situasi lingkungan hidup yang terus-menerus mengalami degradasi dan mengancam kehidupan di masa depan, Watubun mengajak peserta jambore merumuskan kebijakan pelestarian alam sekaligus berani melawan kebijakan pemerintah yang merugikan kehidupan masyarakat.

Jambore Pencinta Alam Maluku tahun ini merupakan penyelengaraan ke-27.  Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Darussalam Mahasiswa Pencinta Alam (Darmapala) bertindak selaku tuan rumah. Kegiatan akan berlangsung sampai 18 Agustus.  Jambore dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadli Ie, mewakili Gubernur Maluku.

Sadli menyatakan, Pemerintah Provinsi Maluku sangat mendukung kegiatan para pencinta alam yang berkarya membela lingkungan.

Wagub Tinjau Gladi Kotor Upacara HUT RI kE-80

0

Ambon, Maluku.news — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, meninjau langsung proses gladi kotor upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon pada Kamis pagi, pukul 08.00 WIT.(14/8/2025)

Gladi kotor ini melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, Bakamla, Basarnas, dan Satpol PP sebagai bagian dari persiapan menjelang upacara resmi pada 17 Agustus mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Karo ESDM Polda Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku, serta Wakil Asisten Operasi Kodam 15/Pattimura. Kegiatan berlangsung sesuai jadwal dan berjalan tertib.

Rangkaian persiapan akan dilanjutkan dengan gladi bersih yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025, di lokasi yang sama. Gladi bersih ini akan menjadi simulasi terakhir sebelum pelaksanaan upacara puncak.

Dalam gladi kali ini, turut ambil bagian kelompok paduan suara yang terdiri dari pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku serta perwakilan siswa-siswi dari sejumlah SMA di Kota Ambon.

Evaluasi teknis dilakukan usai gladi untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan tingkat Provinsi.