Ambon, Maluku.news – Di tengah situasi Jakarta yang penuh asap politik, empat tokoh Maluku diterima di Direktorat Sejarah Kemenbud RI, Senin (8/9). Pada kesempatan itu, mereka menyampaikan data dan bukti Sejarah Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura.
“Kami bawa data dan bukti Sejarah Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura, anak Negeri Hulaliu,” kata Thomas Matulessy yang dihubungi di Jakarta, hari ini, Selasa (9/9).
Keempat tokoh tersebut adalah Thomas Matulessy, Semuel Matulessy, Stevy Hani Matulessy,
dan Desy Matulessy. Thomas mewakili keluarga Matulessy di Hulaliu, sedangkan tiga lainnya dari Pulau Saparua. Mereka diterima Direktur Sejarah Kemenbud RI Agus Hermanto dan sejumlah stafnya.
Pada kesempatan itulah Keluarga Matulessy menyampaikan sejumlah data dan bukti, antara lain Hasil Seminar Perjuangan Pattimura di Ambon, 1993;
Hasil Seminar Asal usul Thomas Matulessy oleh Forum Dosen Indonesia Maluku di Ambon, 2018; Hasil Mubes I Keluarga Matulessy di Ambon, 2022; dan Buku Sejarah Asal-Usul Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura Anak Negeri Hulaliu.
Dalam diskusi di Kemendikbud, keluarga Matulessy juga menyampaikan tentang Nama Pahlawan yang tertulis dalam SK Presiden Tahun 1973. Di situ hanya menyebutkan Gelar Kapitan Pattimura tanpa menyebut nama Thomas Matulessy.
“Kami usulkan nama Pahlawan ini adalah Thomas Matulessy Kapitan Pattimura,” kata Thomas Matulessy,.
Selanjutnya, katanya, Keluarga Matulessy juga minta pemerintah menindaklanjuti hasil Seminar 1993 untuk penelitian terhadap silsilah Thomas Matulessy. Dalam Seminar Nasional di Ambon, tahun 1993, Tim Perumus diketuai Mus Huliselan. Seminar merekomendasikan agar pemerintah Indonesia memfasilitasi penelitian independen tentang Sejarah Asal Usul Thomas Matulessy. Sudah 32 tahun, penelitian yang direkomendasikan, tidak pernah ada.
Menurut Thomas Matulessy, kedatangan mereka ke Kemendikbud dan penyerahan dokumen data dan bukti, semua itu demi penulisan ulang Sejarah Indonesia.
“Kami harap, narasi Sejarah Perjuangan Pahlawan Nasional Thomas Matulessy Kapitan Pattimura dapat dimurnikan dan diselaraskan Kebenarannya menjadi pencerahan bagi generasi penerus sehingga tidak terlena dengan narasi pikiran sempit,” paparnya.
Pada intinya, kata Thomas Matulessy, kami berharap Pemerintah dapat memperhatikan dan memurnikan sejarah Perjuangan Thomas Matulessy. Dengan begitu, dirinya yakin generasi muda Indonesia akan mewarisi semangat para Leluhur yang suci dan murni saat membebaskan bangsa ini dari perbudakan.
“Jangan sampai dilupakan oleh sejarah bangsa ini,” pesan Thomas Matulessy.
Ia menambahkan, Keluarga Matulessy akan membentuk sebuah Forum Komunikasi untuk menampung semua aspirasi Anak cucu Matulessy di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Selain menerima dokumen data dan bukti dari Keluarga Matulessy, Direktur Sejarah Kemenbud RI Agus Hermanto juga menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi Keluarga Matulessy.
Agus berterima kasih atas masukan dokumen tersebut, dan berjanji menindaklanjuti sesuai tugas pokok dan fungsi mereka.




