Beranda blog Halaman 15

Sadali : Pembentukan Jejaring Laboratorium, Langkah Awal Wujudkan Sistem Kesehatan

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara Forum Konsultasi Pembentukan Jejaring Laboratorium di Provinsi Maluku tahun 2025 secara Hybrid ( Luring -Daring) bertempat di Kantor Balai POM Ambon, Kamis (14/8/2025).

Mengawali sambutannya Sadali mengatakan temu Konsultasi Pembentukan Jejaring Laboratorium sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas terutama yang berkaitan dengan keamanan pangan dan perdagangan serta dapat memfasilitasi Kerjasama dalam pengujian dan pemantapan mutu.

Selain itu, laboratorium pengujian memiliki fungsi dalam memastikan kualitas produk, keamanan konsumen, dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku serta berperan dalam pengembangan produk baru dan memastikan produk yang beredar dipasaran aman, bermutu, dan berkualitas, hasil pengujian yang akurat dan valid dapat menjamin/meningkatkan kepercayaan dan Kesehatan konsumen.

“ Saya mengajak kepada seluruh peserta temu konsultasi untuk aktif berpartisipasi, berbagi pengalaman dan merumuskan langkah strategis yang akan menjadi landasan bagi terbentuknya Jejaring Laboratorium yang solid”, katanya lagi.

Untuk itu, jadikan pertemuan Konsultasi Pembentukan Jejaring Laboratorium sebagai awal dari kolaborasi yang berkelanjutan demi terwujudnya sistem Kesehatan yang berkelanjutan demi terwujudnya sistem Kesehatan yang lebih baik di Provinsi Maluku, jelas Sadali.

“ Dengan terbentuknya jejaring Laboratorium ini dapat menjawab berbagai kebutuhan lokal maupun pemenuhan persyaratan ekspor terhadap komoditas unggulan daerah ( Perkebunan dan Perikanan) sehingga tidak perlu dikirimkan sampel keluar daerah”, harap Sadali.

Gubernur Maluku Buka Pringatan Hari Veteran Nasional 2025

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menghadiri sekaligus membuka acara Hari Veteran Nasional Tahun 2025 yang bertempat di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku pada Kamis, (14/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Lewerissa menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada Bapak/Ibu Veteran atas pengabdian yang tulus serta keterlibatannya dalam pembangunan Bangsa dan Negara khususnya Provinsi Maluku.

Dirinya menyampaikan, dengan semangat Tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa” menunjukan dedikasi yang tulus tanpa pamrih dalam memberikan kontribusi positif.

“Sebagai bentuk penghormatan Negara atas jasa para pejuang, Presiden melalui Kepres No.30 2024 tentang hari Veteran Nasional tanggal 10 Agustus ini menunjukan Negara menghormati Perjuangan para Pahlawan dan Veteran” Ucapnya.

Lewerissa juga mengingatkan bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati jasa Pahlawannya.
“Ungkapan ini mengandung makna, suatu bangsa yang memiliki kemajuan dan martabat adalah bangsa yang menghormati dan mengenang jasa serta pengorbanan pahlawannya” ucap Lewerissa

Dirinya berpesan kepada generasi penerus Muda Bangsa untuk memaknai arti pengorbanan para pahlawan guna meraih kemerdekaan.

“Lewat perjuangan merebut kemerdekaan itu kita mengenang dan menghormati jasa para veteran bangsa. Karena kebebasan yang kita Nikmati disaat ini merupakan hadiah dari perjuangan para Pahlawan dan Veteran” tutup Lewerissa

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Maluku, Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Ketua 1 DPD Legiun veteran RI Provinsi Maluku Kolonel (Purn) Chirs Tanasale, Bapak Ibu Legiun Veteran Provinsi Maluku, Staff Ahli Gubernur dan asisten Sekda serta Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Gubernur dan Pemkab SBB Rapat Bahan PT. SIM

0

Ambon, Maluku.news – Terkait masalah sengketa lahan yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat antara masyarakat dan PT. Spice Island Maluku (SIM), akhirnya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengundang Bupati beserta Tim untuk mencari solusi terkait dengan polemik tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gubernur Maluku, Kasrul Selang usai mengikuti rapat antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupat Kabupaten Seram Bagian Barat Asri Arman bersama Tim bertempat di lantai 2 kantor Gubernur Maluku, Kamis (14/8/2025).

Menurut Selang, saat ini pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kabupaten sangat membuka “Karpet Merah” terhadap para Investor salah satunya PT. SIM, serta melindungi hak -hak dari masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati telah meminta waktu untuk melakukan mediasi guna menyelesaikan permasalan yang terjadi , prinsipnya investasi tetap didukung oleh Pemerintah sepanjang tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Asri Arman mengatakan sebagai Pemerintah Daerah dirinya tidak ada upaya untuk menghalangi para investor dan itu sudah disampaikan kepada Gubernur.

“ Memang kami pernah menerima surat dari PT. SIM, dan isi surat itu menjelaskan bahwa mereka mengundurkan diri, kalau surat pengunduran diri tetapi kita tidak memberikan izin dan kalau kita tanggapi juga salah karena surat pengunduran diri tersebut harus ditujukan kepada yang mengeluarkan izin yaitu kementerian”, terang Arman.

Terkait dengan data konsesi PT. SIM seluas 2.445 hektar, yang terdiri dari Hatusua 930 ha, Nuruwe 710 ha, Kawah 805 ha, dan di Pelita Jaya kurang lebih 1.500 ha dan masih banyak lahan yang belum digarap.

“ Di Hatusua, Kawah Nuruwe tidak terlalu nampak, tapi yang nampak hanya di Pelita Jaya, dan kami dari Pemda dan DPRD terus melakukan peninjauan di lapangan guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi, dan akan kami laporkan lagi kepada Pak Gubernur kalau permasalahan mediasi yang kami lakukan sudahg selesai”, terang Arman.

Enam Bulan Menjabat, Gubernur Maluku Resmi Tempati Rumah Dinas

0

Ambon, Maluku.news  –  Setelah enam bulan memimpin Maluku, Gubernur Hendrik Lewerissa bersama istri, Maya Baby Lewerissa/Rampen, dan anak-anak akhirnya resmi menempati Rumah Dinas Gubernur di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Kamis (14/8/2025) malam.

Nuansa sukacita bersemi di setiap sudut kediaman, seolah udara pun ikut tersenyum. Cahaya kasih kehidupan memancar lembut, membelai hati yang penuh syukur. Halaman rumah berbalut merah putih, dalam harmoni, menyatu dengan semangat menyongsong HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Langkah Gubernur bersama keluarga menapaki Rumah Dinas disambut hangatnya doa syukur yang dipimpin Pdt. T.H. Werinussa. Lantunan paduan suara, vokal grup, dan suara tunggal mengalun lembut, menorehkan suasana khidmat yang berbaur indah dengan sukacita, seakan setiap nada menjadi doa yang terbang tinggi ke langit.

Dalam refleksi firman Tuhan, Mikha 6;8, Pdt Werinussa mengajak semua pihak untuk bertindak adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah.

Ia menegaskan, Rumah Dinas Gubernur bukan sekadar fasilitas negara, melainkan ruang kehidupan tempat perjumpaan pemimpin dengan Allah dan masyarakat.

“Rumah ini jangan tertutup, tapi pintunya selalu terbuka untuk siapa saja, mama-mama papalele, tukang becak, sopir, maupun pejabat. Biar semua merasa diterima. Malam ini adalah wujud anugerah kasih Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur bisa menempati rumah tersebut sesuai protokol sebagai kepala daerah. Namun baginya, rumah itu bukan sekadar tempat tinggal jabatan.

“Saya ingin menjadikannya Rumah Inspirasi Par Maluku Pung Bae. Tempat bertukar pikiran, merancang ide, membangun sinergitas, dan merajut persaudaraan demi Maluku tercinta,” tegasnya.

Ia mengaitkan makna rumah dalam tradisi Maluku sebagai tempat hati bertemu. “Di negeri-negeri adat, setiap orang yang masuk rumah disambut dengan senyum, doa, bahkan sekadar makanan sederhana. Yang penting kehangatan dan rasa kekeluargaan hadir. Itulah suasana yang ingin saya hadirkan di sini,” katanya.

Lewerissa juga berkomitmen menjaga rumah ini sebagai simbol keterbukaan untuk masukan, ide, saran, aspirasi, bahkan sekadar silaturahmi. “Membangun Maluku tidak bisa sendirian, kita harus bergandengan tangan,”ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. “Rumah ini hanya akan saya tempati selama menjabat, tapi selama itu, setiap keputusan harus lahir dari suara rakyat dan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Terkait renovasi rumah, Gubernur menjelaskan bahwa kondisinya memang membutuhkan perbaikan besar. “Biaya renovasi memang tidak sedikit, tapi tidak sebesar yang diberitakan media. Itu hiperbolis dan tidak objektif,” ujarnya.

Meski menghadapi kritik, ia mengaku sudah terbiasa. Sebagai pemimpin, ia siap menerima cercaan atau hinaan. Yang penting, apa yang dilakukan benar dan untuk kepentingan banyak orang, bukan pribadi atau golongan.

Gubernur Pimpin Gerakan Tanam 100 Ribu Anakan Cabai Serempak

0

Leihitu, Maluku.news – Di bawah langit cerah Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, hamparan tanah seluas 1,5 hektare menjadi saksi awal sebuah gerakan yang diharapkan mampu menekan laju inflasi di Bumi Raja-Raja.

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pertanian, bersama 11 kabupaten/kota se-Maluku secara daring, melakukan penanaman Cabai Serempak dipimpin langsung Gubernur, Hendrik Lewerissa, Rabu (13/08/2025). Sebanyak 100 ribu anakan cabai ditanam serentak, mengirim pesan bahwa Maluku siap mengubah tantangan menjadi peluang. Sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu mengubah peta ketahanan pangan daerah.

Hadir langsung Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Rampen, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Muhamad Latief, para pimpinan OPD, Penyuluh dan para petani.

Gubernur, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap gerakan ini. Sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan.

“Cabai selama ini menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi pada inflasi. Dengan menambah luas tanam, kita mendorong produksi dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan sesuai data, inflasi Maluku per Juli 2025 berada pada posisi 2,91 persen (year to date), relatif terkendali. Namun, cabai merah dan cabai rawit tetap menjadi penyumbang inflasi berulang. Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai terus merangkak naik.

Untuk itu, langkah tanam serempak ini adalah solusi konkret untuk menambah luas tanam, mendorong produksi, dan mengendalikan harga. Terlebih, program ini diiringi inovasi Digital Farming yang lahir dari kolaborasi Dinas Pertanian Maluku, Bank Indonesia, dan kelompok tani.

“Saya memberi apresiasi kepada BI Maluku yang telah aktif membangun pertanian kita. Semoga kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkembang,” tambahnya.

Gubernur juga mengajak seluruh bupati/wali kota memperkuat strategi 4K; keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, demi menekan inflasi pangan.

Dukungan kepada petani, katanya, adalah wujud nyata komitmen pemerintah terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Sapta Cita Pemerintah Provinsi Maluku.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Maluku, Muhamad Latief, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penanaman cabai, tapi perubahan pola pikir.

“Cabai merah sudah lima kali menjadi penyumbang inflasi, cabai rawit tiga kali. Ini bukti kita rentan karena belum swasembada. Gerakan ini mengajak masyarakat beralih dari konsumen menjadi produsen,” ujarnya.

Sejak tiga tahun terakhir, BI Maluku membina enam kelompok tani dengan teknologi Digital Farming. Hasilnya nyata, produktivitas meningkat, dan petani makin percaya diri mengelola lahannya dengan data dan pemantauan berbasis teknologi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, dalam laporannya mengutarakan bahwa GNPIP adalah bentuk kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan 1.350 peserta dari 11 kabupaten/kota, mulai dari OPD, penyuluh, kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Selain 100 ribu anakan cabai, acara ini juga diwarnai penyerahan 1 unit perangkat Digital Farming bantuan BI untuk petani binaan Dinas Pertanian Maluku. 22 ribu anakan cabai dan sarana produksi untuk petani. 5.500 anakan cabai untuk program Gerakan Sekolah Menanam di 11 SMA di Ambon dan Maluku Tengah. 5.000 anakan cabai untuk kelompok binaan TP-PKK Provinsi Maluku. Serta 38.000 anakan cabai untuk petani dan masyarakat umum sebagai tindak lanjut gerakan ini.

Acara ini diisi dengan telekonferensi bersama seluruh Pemerintah kabupaten/kota yang dipimpin Asisten II Kasrul Selang.

Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Kepala BI, dan rombongan juga menyempatkan meninjau Smart Farming kelompok tani Telaga Beni serta kebun percontohan jagung milik TP-PKK Maluku.

Rakor Bapenda Gubernur Maluku Tekankan Pentingnya Kamandirian Fiskal

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah Se-Provinsi Maluku. Kegiatan ini diadakan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku di Hotel Swissbell Ambon pada Rabu (13/08/2025).

Gubernur Maluku menyampaikan terima kasih serta memberikan apresiasi kepada PLH Dirjen Bina Keuangan daerah Kemendagri RI bersama Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kmenkeu RI atas kehadirannya yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Selanjutnya, Lewerissa menyampaikan bahwa Kemandirian Fiskal merupakan fondasi utama dari pembangunan yang berkelanjutan, namun fakta menunjukkan bahwa maluku masih sangat bergantung pada dana transfer Pemerintah Pusat.

“Kita benar-benar berada di persimpangan jalan. Disatu sisi kebutuhan Pembiayaan Daerah semakin tinggi, disisi lain transfer dari pusat semakin selektif dan berbasis kinerja” Ucapnya.

Dirinya menyoroti pola ketergantungan tersebut menjadi tidak memadai ditengah Dinamika Ekonomi Global, Tekanan Fiskal Nasional serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi dan kompleks.

“Dalam situasi ini kemampuan daerah untuk membiayai dirinya sendiri menjadi sebuah keniscayaan” ungkap Lewerisa.

Lewerissa mengajak seluruh komponen yang menghadiri rapat koordinasi untuk dapat menyatukan langkah, membangun sinergi untuk merumuskan strategi yang lebih progresif dan responsif. Lewerissa juga mengingatkan beberapa poin yang harus menjadi fokus bersama.

“Yang pertama, kita perlu merumuskan strategi strategi inovatif yang mampu menjawab tantangan global dan lokal. Kedua, era baru pengelolaan pendapatan daerah, sinergi antar pemangku kepentingan adalah faktor penentu keberhasilan. Ketiga, Optimalisasi pendapatan daerah melalui mekanisme Opsen Pajak secara tepat dan konsisten. Keempat, sinergi antar Pemerintah Daerah” ucapnya.

Menutup sambutannya, Lewerissa berharap agar setiap ide dan masukan dari Rakor dapat dirumuskan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

“Dengan PAD yang tumbuh Optimal dan Berkelanjutan kita akan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendorong pembangunan Ekonomi” ucapnya.

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, PLH Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Direktur Pajak Dan Retribusi Daerah DJPK Kemenkeu RI, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Bupati Walikota Se-Provinsi Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan BUMD Provinsi Maluku, Kepala Bapenda Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku, SKALA.

Pengibaran Merah Putih di Laut Tulehu, Gubernur Maluku Kumandangkan Kejayaan Maritim Indonesia

0

Tulehu, Maluku.news – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ikut ambil bagian dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih bawah laut yang digelar di Pantai Batu Kuda, Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, Selasa (12/8/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu momen istimewa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Pantai Batu Kuda, yang dikenal dengan pesona batu karangnya, pasir putih, dan laut biru jernih, menjadi latar khidmat sekaligus megahnya prosesi. Sebanyak 44 personel gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan ibu-ibu Persit terlibat langsung.

Upacara dimulai dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, kepada tim pengibar bendera bawah laut.

Bersama Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, dan Kepala BIN Daerah Maluku, Gubernur Lewerissa mengenakan perlengkapan scuba diving dan menaiki perahu Landing Craft Rubber (LCR) menuju titik penyelaman. Lokasi pengibaran dipilih berdekatan dengan area penanaman terumbu karang, menyiratkan pesan pelestarian laut bersamaan dengan perayaan kemerdekaan.

Di bawah komando Inspektur Upacara Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, prosesi berlangsung khidmat. Aba-aba pluit panjang menjadi tanda dimulainya pengibaran. Saat bendera berkibar anggun di dasar laut, formasi latar angka “80” dibentuk sebagai penanda usia kemerdekaan.

Di tengah hamparan laut biru dan gugusan karang indah, Gubernur Lewerissa menyampaikan rasa bangganya bisa ikut serta dalam prosesi unik yang memadukan semangat kemerdekaan dengan identitas kemaritiman Maluku.

“Kami hadir dalam rangka pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih di bawah laut. Kami merasa sukacita sekali, saya senang berada di sini dan dapat merasakan semangat menyongsong 80 tahun kemerdekaan RI,” ujarnya.

Menurut Gubernur, prosesi ini bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung makna penting bagi jati diri bangsa Indonesia.

“Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut merupakan sesuatu yang penting, menunjukkan bahwa kita adalah bangsa maritim, bangsa yang berjaya di laut. Merdeka!” tegasnya..

Pengibaran bendera bawah laut di Pantai Batu Kuda tahun ini tak hanya menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga mengukuhkan kebanggaan Maluku sebagai garda depan kejayaan maritim Indonesia.

Lebih Peringatan HUT RI di Maluku dan HUT Provinsi ke-80 Sudah Final

0

Ambon, Maluku.news – Walikota Ambon Bodewin Wattimena selaku Ketua Panitia HUT RI ke-80 Tahun 2025 memimpin rapat evaluasi dalam rangka kesiapan pelaksanaan Upacara Bendera yang akan berlangsung 17 Agustus mendatang bertempat diruang rapat lantai VI kantor Gubernur Maluku, Selasa (12/8/2025).

Menurut Wattimena usai melakukan rapat evaluasi mengatakan pada prinsipnya panitia siap mensukseskan Peringatan ke- 80 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, sejauh ini kesiapan yang sudah dilakukan dimulai dari Apel Kehormatan, renungan suci yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus mendatang.

Pada tanggal 15 Agustus nanti, lanjut Wattimena akan dilakukan pengukuhan Paskibraka, dilanjutkan dengan upacara kenaikan bendera pada tanggal 17 Agustus dan Penurunan bendera pada sore harinya serta dilanjutkan dengan Pemberian Remisi bagi penghuni Lapas Kelas IIa Ambon dan pertemuan dengan para region Veteran.

“ Panitia bersepakat melaksanakan tugas dengan baik, karena ini merupakan kepercayaan bagi kita, karena ini juga merupakan sebuah kehormatan bagi kami selaku panitia pelaksana HUT ke- 80, karena itu hal -hal yang belum sempurna akan disempurnakan seiring dengan waktu lewat koordinasi antar sesama panitia”, kata Wattimena.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie selaku ketua Panitia HUT Provinsi ke- 80 usai melakukan rapat evaluasi mengatakan, Perayaan HUT Provinsi tahun 2025 ini, tidak kalah penting dengan perayaan HUT RI ke-80 karena ini merupakan tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Untuk itu, kesiapan pelaksanaan HUT Provinsi Maluku harus kita matangkan, agar tidak ada celah dalam pelaksanaan perayaan HUT Provinsi Maluku.

“ Kita berharap semua Masyarakat Maluku berdoa, agar perayaan HUT ke- 80 lahirnya Provinsi Maluku bis akita laksanakan secara baik aman dan lancar”.

Dikatakan lagi, untuk kesiapan HUT RI dan HUT Provinsi ke- 80 Tahun 2025 sudah final dan terkait dengan tempat pelaksanaan HUT kali ini akan dilaksanakan di Kota Ambon selaku Ibukota Provinsi Maluku, tutup Sadali.

DPRD Maluku Tetapkan RPJMD 2025–2029 Jadi Perda

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penetapan dilakukan lewat rapat paripurna di Gedung DPRD Maluku, Ambon, Senin malam (11/08/2025).

Sidang dipimpin Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun. Ia menegaskan RPJMD penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“Ketentuan ini mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Implementasinya adalah penyampaian Ranperda RPJMD oleh Pemerintah Daerah kepada DPRD untuk dibahas dan disetujui,” jelas Watubun.

Pembahasan Ranperda RPJMD dilakukan secara komprehensif oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD bersama pemerintah daerah. Sesuai Pasal 160B Peraturan DPRD Maluku Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib, Pansus telah melaporkan hasil kerja dalam Rapat Paripurna VII, termasuk pendapat akhir fraksi.

Berdasarkan laporan tersebut, sembilan fraksi di DPRD Maluku secara bulat menyatakan persetujuan.

“Persetujuan ini adalah keputusan politik DPRD yang dituangkan dalam keputusan lembaga,” tegas Watubun.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Pansus RPJMD, atas kerja keras dan pemikiran yang dicurahkan selama proses pembahasan.

“RPJMD ini adalah dokumen pembangunan lima tahunan yang memuat arah kebijakan, prioritas, target, dan sasaran strategis daerah. Persetujuan ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi komitmen bersama kepada masyarakat,” kata Lewerissa.

Ia menegaskan, visi dan misi yang tercantum dalam RPJMD merupakan aspirasi masyarakat Maluku, selaras dengan tujuan nasional menuju Indonesia Maju 2045, yang dijabarkan dalam Sapta Cipta.

Gubernur mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti Perda ini dengan menyusun rencana strategis (Renstra) yang selaras, serta memastikan setiap rupiah belanja daerah memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Kesuksesan pembangunan hanya akan terwujud jika seluruh komponen masyarakat terlibat. Komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD akan menjadi modal berharga untuk melanjutkan program-program yang sudah disepakati,” pungkasnya.

Seluruh Fraksi DPRD Maluku Setuju RPJMD 2025–2029

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Persetujuan itu disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Maluku,
yang dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun didampingi Wakil ketua Fauzan Rahawarin dan Abulllah Asis Sangkala Senin (11/08/2025),

Watubun mengatakan, RPJMD memiliki arti strategis sebagai pedoman pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan jangka pendek dan menengah. Dokumen tersebut menjadi dasar kebijakan dan penganggaran daerah sesuai visi dan misi kepala daerah selama lima tahun ke depan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ranperda RPJMD diserahkan Pemerintah Provinsi Maluku kepada DPRD pada 5 Agustus 2025. Setelah melalui pembahasan oleh panitia khusus (pansus) dan konsultasi lintas pihak, seluruh fraksi DPRD menyatakan setuju untuk disahkan.

“Dengan persetujuan seluruh fraksi, penetapan Perda RPJMD 2025–2029 akan dilakukan pada rapat paripurna malam ini pukul 19.30 WIT,” ujar Benhur.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota pansus yang telah menuntaskan pembahasan dokumen strategis tersebut. Menurutnya, RPJMD ini akan menjadi pijakan pembangunan Maluku dalam lima tahun mendatang.