AMBON ,Maluku.News – Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ambon, Desy Kosita Hallauwmelantik Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di lima kecamatan se-Kota Ambon, Sabtu (26/9/2026). Bertempat di Ruang Vlisingen Balai Kota Ambon, kegiatan bertema “Pulihkanlah Bangsa Kami” berdasarkan Mazmur 85 ini digelar sebagai puncak Musyawarah Dewan Pimpinan Anak Cabang (Musancab) sekaligus masa perkenalan anggota.

Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Desy Kosita Hallau, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pemberian amanah dan tanggung jawab.
“Janganlah melihat jabatan sebagai tempat berdiri lebih tinggi, melainkan sebagai kesempatan merendahkan hati dan melayani sesama. Kepemimpinan yang sesungguhnya bukan diukur dari banyaknya pengikut, melainkan dari berapa banyak kehidupan orang yang menjadi lebih baik karena kehadiran kita,” ujar Dessy.
Mengutip Markus 10:45, ia mengingatkan: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” Ia mengajak kader tidak bertanya apa yang didapat dari organisasi, melainkan apa yang dapat diberikan. Menurutnya, kader GAMKI harus hadir di tengah masyarakat memberi bantuan, menyuarakan aspirasi, dan membuka ruang bagi generasi muda.
GAMKI Kota Ambon menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Ambon untuk mewujudkan visi “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, dengan menekankan pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Samuel Ritiauw, memberikan apresiasi tinggi kepada GAMKI Kota Ambon yang disebut paling maju di antara 11 DPC se-Maluku. Ia menegaskan GAMKI berakar pada dua hal: gereja — lintas denominasi Protestan maupun Katolik — dan bangsa-negara, yang melahirkan semangat advokasi nyata.
Samuel menyampaikan sejumlah langkah nyata yang telah dan akan terus dijalankan:
– Pengobatan gratis direncanakan bulan depan, dimulai dari Kecamatan Nusaniwe menjangkau wilayah lain;
– Bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran di Batu Merah;
– Advokasi masalah tanah di Nusaniwe yang terus didalami hingga ke tingkat pusat;
– Tanggap cepat di Patahuwe — laporan dikirim ke Mabes Polri pada malam hari, bantuan sudah disalurkan pagi berikutnya.

“Pembangunan Kota Ambon tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan seperti GAMKI,” ujar Rustam.
Ia berharap DPAC yang baru tidak hanya aktif di ruang rapat, tetapi turun ke lapangan, melihat kebutuhan warga, dan berkontribusi nyata.
Kegiatan diakhiri dengan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik menjaga persaudaraan, integritas, dan iman menjadi teladan sebagaimana tertulis dalam 1 Timotius 4:12.




