Ambon, Maluku.News – Lautan manusia memadati Lapangan Mandala, Karang Panjang, Ambon, Jumat (23/10/2026). Sebanyak 20.000 jemaat dari Kota Ambon dan daerah sekitarnya berdatangan untuk mengikuti penutupan kegiatan rohani bertaraf internasional Maluku Bermazmur 2026. Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat terasa luar biasa, ribuan jiwa hadir untuk memuji kebesaran Tuhan sekaligus mengalami kuasa penyembuhan melalui pelayanan Dr. Pastor Paul Enenche.
Ketua Panitia Penyelenggara Maluku Bermazmur, Grisly Berhitu, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus deretan mukjizat yang disaksikan langsung oleh jemaat selama kegiatan berlangsung.

“Begitu banyak kesaksian yang luar biasa terjadi — kesembuhan yang nyata, yang dapat kita saksikan sendiri,” ungkap Grisly dengan haru.
Berbagai peristiwa penyembuhan dialami oleh jemaat yang hadir. Di antaranya adalah mereka yang selama ini mengalami gangguan penglihatan, yang perlahan namun pasti mulai dapat melihat dengan jelas setelah menerima doa. Penyembuhan juga dialami penderita gondok yang telah bertahun-tahun diderita, yang tiba-tiba mengecil dan hilang sepenuhnya. Tidak hanya itu, jemaat yang menderita benjolan tumor merasa keluhannya hilang, sementara mereka yang berjuang dengan sakit paru-paru merasakan napas menjadi jauh lebih lega dan ringan.
Salah satu kisah yang paling menyentuh hati adalah seorang pemuda yang dibawa keluarganya dalam keadaan terbaring lemah dan bahkan sempat kehilangan kesadaran. Namun saat Dr. Paul Enenche berdoa, pemuda itu berdiri tegak bersama keluarganya di depan, dalam keadaan sadar penuh dan begitu gagah. Ia beserta keluarganya secara langsung mengucapkan syukur karena Tuhan telah menyembuhkannya.
“Masih begitu banyak peristiwa penyembuhan lainnya yang terjadi di tengah kita, terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Sungguh kuasa Tuhan bekerja secara nyata di antara kita,” tambah Grisly.
Kehadiran jemaat bahkan melampaui ketersediaan tempat duduk. Sebanyak 11.200 kursi yang disiapkan terisi penuh, ditambah sekitar 1.000 anggota paduan suara dan 1.000 pelayan yang berdiri di tribun kiri dan kanan. Secara keseluruhan, sekitar 20.000 orang memenuhi lokasi kegiatan, banyak yang rela berdiri dari awal hingga acara selesai demi merasakan kehadiran Tuhan.
Grisly berharap keberkahan yang dialami selama dua hari ini tidak berakhir saat acara ditutup. “Kiranya kegiatan ini tidak hanya menjadi berkat selama dua hari ini, tetapi membawa dampak yang kekal — bagi kemuliaan Tuhan, perubahan hidup, dan berkat yang berlimpah bagi Kota Ambon, Provinsi Maluku, bahkan bagi seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Dr. Pastor Paul Enenche sekaligus pengharapan untuk masa depan. “Biarlah Maluku dan Kota Ambon menjadi tanah tempat kehadiran Tuhan senantiasa dialami, dan biarlah orang-orang Maluku, orang Ambon, serta bangsa Indonesia dipakai Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa di dunia. Kita berdoa, semoga Tuhan memberkati, dan kita dapat kembali bertemu di Maluku Bermazmur tahun 2027,” tutupnya.




