Ambon, Maluku.News – Ribuan warga dari Kota Ambon dan berbagai daerah di sekitarnya berkumpul untuk mengikuti pembukaan kegiatan besar Maluku Bermazmur 2026, di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, pada Kamis (22/10/2026)
Sebuah acara pujian dan penyembahan bertaraf internasional yang dinanti-nantikan masyarakat Maluku.
Hadir dalam pembukaan tersebut jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Bapak-Bapak Rakyat Adat dan Pemangku Adat Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ketua DPRD Kota Ambon, Ibu Wali Kota Ambon, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, para pimpinan Sinode Gereja-Gereja di Maluku, pemimpin rohani dari berbagai denominasi, tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, akademisi, serta ribuan umat dari berbagai latar belakang.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara dan pemimpin rohani internasional dari berbagai negara, antara lain Belanda, Spanyol, Filipina, Inggris, Peru, dan Nigeria. Salah satu tokoh utama yang hadir adalah Dr. Paul Enenche, pendeta senior sekaligus pendiri Dunamis International Gospel Centre asal Nigeria.
Selain dikenal sebagai pemimpin rohani, ia juga seorang dokter medis, penulis, dan penyanyi gospel terkemuka dunia. Kehadirannya di Ambon turut didampingi istrinya, Dr. Becky Paul-Enenche, beserta tim pelayanan mereka.
Kegiatan ini resmi dibuka langsung oleh Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Elka Anakotta, yang mewakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Anakotta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.
“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan, karena hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Maluku Bermazmur dengan tema: ‘The God of Wonders , Allah yang Menghadirkan Keajaiban’,” ujar Anakotta di hadapan ribuan jemaat yang hadir.
Tema tersebut, katanya, mengingatkan umat bahwa Allah yang disembah adalah Allah yang terus berkarya dan menghadirkan keajaiban-Nya di tengah sejarah umat manusia, termasuk di tanah Maluku yang kaya akan iman, budaya, dan semangat persaudaraan.
“Atas nama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, gereja-gereja, lembaga keagamaan, pemerintah daerah, para pemimpin umat, kaum muda, serta seluruh masyarakat Maluku yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan yang luar biasa ini,” tambahnya.
Anakotta menegaskan bahwa keajaiban Tuhan tidak hanya terlihat dalam peristiwa besar, tetapi juga dalam kemampuan manusia untuk menciptakan perdamaian, membangun persaudaraan, dan menghadirkan kasih di tengah keberagaman. Semangat kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Maluku, ujarnya, adalah bentuk nyata dari karya Allah yang ajaib.
“Melalui Maluku Bermazmur, saya mengajak seluruh umat Kristen untuk menjadikan pujian dan penyembahan bukan sekadar ekspresi ibadah semata, melainkan juga kekuatan transformasi sosial. Ketika kita memuliakan Tuhan, kita dipanggil menjadi saksi Kristus yang menghadirkan damai sejahtera, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
“Maluku Bermazmur saat ini menjadi momen bersejarah bagi tanah Maluku,” ungkap Anakotta. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerukunan umat beragama di Maluku, sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam mendorong moderasi beragama dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual yang berdampak nyata bagi pembangunan bangsa.
“Marilah kita bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan keajaiban-Nya bagi Indonesia, khususnya bagi Maluku yang kita cintai,” ajak Anakotta di akhir sambutannya.
Secara resmi, Maluku Bermazmur 2026 dibuka oleh Anakotta dengan harapan agar Tuhan senantiasa memberkati seluruh rangkaian kegiatan, masyarakat Maluku, serta bangsa Indonesia. Seluruh umat diundang untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan ini hingga berakhir.




