BerandaParlementariaHardiknas 2026, Ketua DPRD Maluku Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Hardiknas 2026, Ketua DPRD Maluku Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

AMBON, Maluku.news – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak di Maluku.

Menurut Benhur, Hardiknas tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan peradaban yang maju.

“Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah dasar terbentuknya peradaban yang maju,” kata Benhur kepada wartawan di Ambon, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan harus menjadi prioritas bersama mengingat kualitas sumber daya manusia akan menentukan arah pembangunan Maluku pada masa mendatang.

Sebagai provinsi kepulauan, kata Benhur, Maluku masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan. Kondisi geografis yang terdiri atas ribuan pulau menyebabkan akses pendidikan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya merata.

Karena itu, ia menilai pemerintah harus menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran agar layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, terluar, dan kepulauan.

“Negara harus hadir melalui kebijakan yang mampu memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa dibatasi kondisi geografis,” ujarnya.

Selain tantangan geografis, Benhur juga menyoroti masih terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah daerah. Menurutnya, distribusi tenaga pendidik yang belum merata dan tingginya risiko anak putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Ia menilai pembangunan infrastruktur pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas layanan pendidikan di Maluku semakin meningkat.

Di sisi lain, Benhur memberikan penghargaan kepada para guru yang tetap menjalankan tugas pengabdian di tengah berbagai keterbatasan, khususnya di wilayah kepulauan.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa dan layak memperoleh dukungan melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan dan kompetensi.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian mereka harus dihargai melalui kebijakan yang berpihak, termasuk peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi,” katanya.

Benhur menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, DPRD, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga kalangan pemuda harus memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pembangunan pendidikan di Maluku.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu terus didorong, di antaranya percepatan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah tertinggal, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan distribusi guru, serta penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan daerah.

Selain itu, Benhur menilai sistem pendidikan di Maluku perlu mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya, serta mampu mengelola sumber daya alam secara bijak,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif, lanjut Benhur, DPRD Provinsi Maluku berkomitmen mengawal berbagai kebijakan pemerintah, termasuk dari sisi penganggaran dan regulasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai harus diikuti dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Ia berharap momentum Hardiknas 2026 menjadi penggerak bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya belajar, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun semangat kolaborasi demi menciptakan sumber daya manusia Maluku yang unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Komitmen ini harus terus dijaga demi masa depan generasi penerus Maluku,” tutupnya.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments