BerandaHeadlineGubernur Apresiasi Award Bagi Komunitas Adat Aru

Gubernur Apresiasi Award Bagi Komunitas Adat Aru

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memuji komunitas masyarakat adat Aru yang selama ini telah memelihara lingkungannya secara baik. Hal itu disampaikan saat bertemu dua tokoh masyarakat Jargaria Mika Ganobal dan Rosina Gaelagoy, di Jakarta, Selasa (8/7).

“Luar biasa! Saya memberi apresiasi kepada masyarakat adat Aru,” kata Lewerissa dalam pertemuan singkat di Bandara Internasional Cengkareng.

Kepada Maluku.news di Ambon, Kamis (10/7) pagi, Gonabal mengungkapkan, gubernur sangat antusias dan ingin tahu situasi forum internasional di Nepal.  Gonobal dan  Gaelagoy menjelaskan, mereka bertemu dengan masyarakat adat di benua lain, saling berbagi pengalaman.

“Kami bercerita cara-cara cerdas masyarakat adat Aru dalam menjaga dan mengelola alam Aru,” kata Ganobal.

Selain memberi apresiasi tentang award kepada masyarakat adat Jargaria, Gubernur Lewerissa juga tertarik pada potensi kepiting bakau, teripang, dan rumput laut di Aru. Gubernur mengarahkan agar pemberdayaan masyarakat di Aru dapat dilakukan melalui Koperasi Merah Putih.

Ganobal kembali menjelaskan, award yang baru saja diterima dari lembaga internasional Rights and Resource Initiative (RRI) di Nepal, 30 Juni lalu, bukan penghargaan kepada individu-individu. RRI memberi penghargaan kolektif bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-20 dengan tema “20 Tahun Dalam Solidaritas untuk Perubahan”.

“Ini adalah penghargaan kepada masyarakat adat Jargaria,” papar Ganobal.

Dia menjelaskan, pada plakat penghargaan tertulis “In recognition of the indigenous people of Jargaria of the Aru Islands (Sebagai pengakuan terhadap masyarakat adat Jargaria di Kepulauan Aru).

“Nama penghargaan itu sendiri adalah Collective Action Award atau Penghargaan Aksi Bersama,” jelas Ganobal yang hari ini bersama Gaelagoy kembali ke Aru.

Selain sebagai warga masyarakat adat, Ganobal saat ini menjabat sebagai camat. Sedangkan Gaelagoy dikenal sebagai seorang Pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM). Gaelagoy telah memasuki masa pensiun, dan diundang ke Nepal mewakili tokoh perempuan. Ganobal dan Gaelagoy ke Nepal dengan pendamping dari Forest Watch Indonesia (FWI).

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments