Beranda blog Halaman 83

Pimpin Apel, Pj. Wali Kota Ingatkan Dua Hal Penting

0

Ambon, Maluku.news – Terdapat dua hal penting yang harus dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Hal tersebut disampaikan Penjabat (PJ) Wali Kota, Dominggus N. Kaya, saat memimpin apel pagi di Unit Layanan Administrasi (ULA), Rabu (19/06/2024).

Hal-hal penting itu antara lain, loyalitas ASN, dan Kebersihan lingkungan kerja yang mencitrakan jargon terkenal yang di miliki kota ini, yakni “Ambon Manise”.

“Guna menjadi bawahan yang baik, harus menjaga hubungan relasi antara pimpinan dan bawahan daam koridor-koridor yang benar,” ungkapnya, saat ditemui usai mempin apel pagi.

Dirinya menegaskan, sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, kinerja, prestasi, loyalitas terhadap pimpinan, dan tidak menjadi ASN yang pembangkang dalam menjalani tugas, merupakan tanggung jawab sebagai abdi negara.

“Jangan menjadi ASN yang meninggalkan banyak masalah dalam bekerja, karena kita bekerja untuk banyak orang, kalau kita sendiri bermasalah maka pekerjaan kita terhadap pelayanan kepada orang lain juga bermasalah,” tandasnya.

Lanjutnya, selain loyalitas, dirinya juga meminta para ASN agar tetap menjaga kebersihan lingkungan kantor, guna memberikan kenyamanan saat bekerja.

“Saya sudah melakukan kunjungan ke beberapa OPD, yang menjadi bahan evaluasinya adalah perlu dilihat kembali kebersihan kantor. Agar kita terus mewujudkan icon yang ter sematkan sejak dulu yakni ‘Ambon Manise’,” pungkasnya.

Kembangkan Perpustakaan Berbasis Inklusi, Dinas Perpustakaan Gelar Bimtek

0

Ambon, Maluku.news – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang konsep transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial kepada pengelola Perpustakaan Desa/Negeri dan Kelurahan, maka Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Rabu (19/06/2024) di Hotel Grand Avira Batumerah.

Pj. Wali Kota Ambon dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse saat membuka kegiatan dimaksud menegaskan 2 (dua) hal penting untuk menjadi perhatian bersama.

Pertama, perpustakaan Desa/negeri dan kelurahan, pintanya, harus dikembangkan secara optimal untuk menjadi pusat belajar dan aktifitas masyarakat.

“ada 50 Desa/Negeri dan Kelurahan di Kota Ambon dan masing masing memiliki perpustakaan, tapi apakah perpustakaan tersebut sudah dikelola dengan baik sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi, sekaligus menjadi pusat belajr masyarakat? Untuk itulah berbagai kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelola perpustkaan harus dilakukan secara maksimal,” jelasnya.

Sejalan dengan optimalisasi tersebut maka pengelola perpustkaan harus mau mengupgrade kapasitas diri sehingga mampu mengelola perpustkaan sesuai dengan standar pengelolaan.

“Olehnya itu Bimtek pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah bagian Intgral untuk melakukan proses pembinaan pada satu sisi dan peningkatan kapasitas pada sisi lain,” ungkapnya.

Kedua, Perpustakaan Desa/Negeri dan kelurahan harus bersifat Inklusif atau terbuka untuk masyarakat umum, dengan kata lain dapat bermanfaat bagi seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali

“Sudahkan perpustakaan dimanfaatkan penggunaannya oleh petani, nelayan, pedagang, ibu rumah tangga, anak sekolah, mahasiswa, pencari kerja dan semua komponen masyarakat yangada di desa/negeri dan kelurahan?” tanyanya.

Ditandaskan, kedua hal yang disampaikan diatas adalah esensi dari Bimtek yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai lembaga pembina perpustakaan di kota Ambon.

Pendampingan tersebut harus terus dilakukan sehingga tujuan perpustakaan Desa/Negeri dan kelurhaan menjadi pusat belajar dan aktifitas masyarakat di kota Ambon dapat terwujud.

MT Al-Madinah Pemkot Gelar Pembagian Hewan Kurban

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Majelis Taklim (MT) Al-Madinah melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban kepada masyarakat, yang berlangsung, Selasa (18/06/2024) di Halaman Parkir Balai Kota.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya, Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse, Pj. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, Dessy Kaya, bersama pimpinan OPD lingkup Pemkot.

Kaya menyampaikan, sebanyak 2 (dua) ekor sapi telah disumbangkan Pemkot dan dikoordinir Majelis Taklim Al – Madinah bagi kaum dhuafa, guna memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas dalam memperingati hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

“Kami berharap ini bagian dari kebersamaan kita, tapi juga memupuk rasa solidaritas, dan rela berkorban bagi kota dan negeri ini tetapi juga memperhatikan sesama,” katanya.

Dikatakan, dalam perayaan Idul Adha menjadi momen yang baik untuk berbagi dengan sesama, apalagi di tengah – tengah kondisi ekonomi yang sulit yang dialami kota Ambon juga daerah – daerah lainnya di Indonesia.

“ini menjadi moment yang baik untuk berbagi di tengah ekonomi yang sulit, bukan hanya di kota Ambon tetapi juga di daerah lainnya,” tambahnya.

Pj. Wali Kota berharap pembagian hewan kurban ini dapat digunakan secara baik dan masyarakat dapat menikmati Idul Adha dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Wakil Ketua MT Al-Madinah, Supatmawati, selaku ketua panitia menyatakan sebanyak 130 kotak daging kurban dibagikan kepada masyarakat maupun ASN yang berhak menerima, dengan moto “Satu Kurban Sejuta Kebaikan”

Proses penyembelihan hewan kurban ini dilaksanakan di Kantor Baznas Kota Ambon, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe.

Hadiri Penyembelihan Hewan Kurban, Sekkot: Hidup Saling Membantu dan Menolong

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse menghimbau kepada masyarakat untuk saling membantu dan menolong satu dengan yang lainnya.

Hal tersebut disampaikannya, ketika mewakili Pj. Wali Kota Ambon dalam acara Penyembelihan Hewan Kurban saat Perayaan Idul Adha 1445 H yang berlangsung di Masjid Sultan Khairun Djamil, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (17/06/2024).

“Kita melalui momen perayaan Hari Raya Idul Adha ini dapat saling mengasihi, saling menolong dan berkorban satu kepada vang lain.” pinta Ririmasse.

Dalam sambutannya, Sekkot juga berharap agar pembagian hewan kurban baik dikawasan Negeri Laha maupun di wilayah lain di Kota Ambon dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan peruntukkannya.

“Pembagian hewan qurban saat Hari Raya Idul Adha, dilihat dari maknanya adalah sebagai bentuk kebersamaan dan ajaran untuk berbagi terhadap sesama manusia. kepada siapa harus berbagi? baiknya kita berbagi kepada Kaum Dhuafa, Fakir Miskin dan Masyarakat yang kurang mampu. karena itu, saya berharap semua proses dalam momen perayaan yang baik ini dapat berjalan juga dengan baik serta dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kota ini,” harap Sekkot.

Ririmasse saat menghadiri acara penyembelihan kurban tersebut didampingi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon, Hanne Ririmasse dan beberapa pimpinan OPD lingkup Kota Ambon.

“Sedianya momen spesial ini juga dihadiri oleh Bapak Dominggus N. Kaya selaku Penjabat Wali Kota Ambon, namun dikarenakan pada waktu yang bersamaan, Bapak Penjabat juga menghadiri acara yang sama di beberapa Masjid di Kota Ambon, sehingga saya selaku Sekretaris Kota Ambon dimintakan untuk mewakili Bapak Penjabat dalam acara ini,” demikian Sekkot.

Diketahui, Masjid Sultan Khairun Djamil Negeri Laha juga termasuk salah satu Masjid yang menerima bantuan 1 ekor sapi dari Pemerintah Kota Ambon yang berlangsung pada hari sabtu kemarin.

Sekkot Ririmasse Serahkan Bantuan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, Sabtu (15/06/2024) menyerahkan bantuan hewan kurban kepada umat Muslim di Kota Ambon, jelang perayaan Idul Adha 1445 Hijriah.

Bantuan hewan kurban tersebut berupa Sapi dan Kambing, ada yang berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, juga dari pribadi Ririmasse sendiri.

“Hari ini Pemkot melalui Pj. Wali Kota dan saya berserta jajaran, memberikan bantuan kepada warga Muslim, baik itu Sapi dan Kambing, dan saat ini saya menyerahkan seekor sapi untuk diberikan kepada umat di hari raya kurban nanti,” ungkapnya di Masjid An- Nur, Batumerah.

Dikatakan, satu ekor sapi juga telah diserahkannya kepada majelis taklim Al Hikrah, sementara di waktu bersamaan, Pj. Wali Kota Dominggus N. Kaya juga turut menyerahkan satu ekor Sapi di Masjid Raya Al-Fatah

“Semoga penyerahan bantuan hewan kurban ini menjadi amal ibadah dan berkah bagi umat Muslim di Kota Ambon,” imbuhnya.

Ririmasse menambahkan, dirinya juga menyerahkan bantuan satu ekor Sapi dari Pemkot kepada Masjid yang berlokasi di Kawasan Jalan Baru. Bantuan tersebut diterima oleh Ketua MUI Kota Ambon, Muhammad Rahanyamtel.

“Selain dari Pemkot, saya secara pribadi juga menyerahkan bantuan 10 (Sepuluh) ekor kambing kepada warga di beberapa lokasi. Ini bukan persoalan Sapi atau Kambing, tetapi bagaiamana perhatian kita terhadap warga yang merayakan idul Adha,” pungkasnya.

Ketua DPRD Maluku Serahkan Hewan Kurban untuk Masjid Al-fatah Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun menyerahkan satu ekor sapi untuk di kurbankan pada hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah/Tahun 2024.

Hewan kurban tersebut diserahkan kepada Masjid Raya Al-Fatah Ambon, dan diterima langsung Imam Masjid, K.H.R.R. Hasanussi, Sabtu (15/06/2024).

Ketua DPRD Benhur Watubun mengatakan, penyerahan hewan kurban merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama manusia guna mewujudkan kebahagiaan bersama, khususnya masyarakat kurang mampu yang akan merayakan Idul Adha.

Dengan berkurban juga, berarti mengikhlaskan segala-galanya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Ini bentuk dari pada ketakwaan kita dimana kita menyerahkan semua dimiliki. Dan semua berharap ini menjadi inspirasi bagi kita dalam menjaga kerukunan dan kedamaian untuk masyarakat Maluku,”tuturnya.

Benhur juga meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Maluku, agar seluruh tahapan agenda politik kedepan dapat berjalan dengan baik.

“Kita minta doa dari pada bapak imam untuk mendoakan Maluku ini damai, dan menyelenggarakan semua agenda pemerintahan dan pelayanan publik paling penting melayani masyarakat secara baik,”pungkasnya.

Sementara itu, Imam Masjid ALl-fatah Ambon, K.H.R.R. Hasanussi, memberikan apresiasi kepada DPRD Maluku yang turut berkurban di hari raya Idul Adha.

Menurutnya, Hewan kurban diserahkan nantinya bukan hanya dibagi untuk umat Muslim saja, tetapi untuk semua umat.

Hasanusi berharap kerukunan yang terjaga selama ini dapat dipertahankan dan dijaga dalam rangka membangun Maluku maju, damai, aman, sejahtera.

“Insya Allah Allah jaga dan rukunkan Katong semua dengan Katong punya pengorbanan seperti ini. Saling menghormati supaya pemerintah dan masyarakat di kota semua berjalan dengan baik,”pungkasnya

Jubir Pemkot Bantah Pakaian Dinas Pj Wali Kota Rp. 400 Juta.

0

Ambon, Maluku.news – Menyikapi pemberitaan pada beberapa Media terkait dengan Anggaran Pakaian Dinas Pj. Wali Kota Ambon di tahun 2023, Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon Ronald H. Lekransy, selaku Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, membatah hal tersebut.

“Tidak benar bahwa pakaian Dinas Pj. Wali Kota Ambon itu satu pasang Rp. 400 juta. Bahwa Pemkot memfasilitasi pejabat daerah terkait pakaian Dinas itu benar, karena UU menjamin terkait fasilitas untuk kepala daerah, baik terkait gaji dan tunjangan, biaya sarana dan prasarana, sarana mobilitas dan biaya operasional,” ungkapnya, Sabtu (15/6/24) di Ambon.

Menurut Lekransy, semua tahapan pengusulan program/kegiatan dan anggaran di Pemkot sudah prosedural, karena melalui suatu tahapan pembahasan Bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Ambon sebelum ditetapkan menjadi Anggaran Pendapatan Dan belanja Daerah (APBD) tahun berjalan.

“Artinya bahwa usulan anggarannya sudah melalui verifikasi rancangan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) satuan kerja perangkat daerah,” ujarnya.

Lagipula, penjelasan atau klarifikasi terkait anggaran Pakaian Dinas Pj. Wali Kota ini sudah pernah disampaikan ke publik, sehingga tidak perlu lagi ada pihak yang membuat opini, diluar fakta yang sebenarnya. Karena setiap pemanfaatan anggaran pemerintah itu ada tahapan – tahapan pemeriksaan Normatif yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK); dan fase ini telah dilewati oleh Pemkot.

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya oleh kepala Bagian Umum Setda Kota Ambon, Herman Tetelepta, khusus untuk anggaran Penyediaan Pakaian Dinas Dan Atribut Kelengkapan Kepala Daerah, ada 2 (dua) item belanja, yang

terdiri atas pertama adalah belanja jahit pakaian dinas dan atribut kepala daerah, dan kedua adalah belanja kain, yaitu berupa bahan.

Belanja kain ini, diantaranya belanja kain di UMKM atau para pengrajin. Misalnya kelompok tenun ikat Mayar di Wayame, itu yang menjadi penyedia kain tenun. Selain itu saat melakukan kunjungan, pameran atau Expo di luar daerah, ada kain khas dari daerah tersebut yang dibeli, selain untuk kenang-kenangan, nantinya juga akan dibuatkan pakaian untuk kepala daerah.

Dari 2 (dua) item ini, selanjutnya dirincikan Tetelepta bahwa Belanja Penyediaan Pakaian Dinas Dan Atribut Kelengkapan Kepala Daerah, berjumlah Rp.197.321.848, sementara untuk belanja kain sebesar Rp.74.353.342 untuk kepentingan expo dan lain sebagainya, sehingga totalnya mencapai Rp.272.676.290. Angka tersebut, sudah termasuk PPH dan PPn. Sehingga tidak menghabiskan pagu anggaran yg tersedia sebesar Rp. 400 jt.

Ditandaskan Lekransy, semua pihak pasti sepakat bahwa bahwa Kepala daerah merupakan representasi atau citra dari Pemerintah sehingga dalam penampilannya di hadapan publik harus rapi, baik, dan sopan. Sehingga untuk mendapatkan penampilan seperti itu maka kualitas pakaian dan atribut kepala daerah perlu diperhatikan, dan sudah pasti akan berpengaruh pada anggaran yang disediakan.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak benar pakaian dinas yang diadakan untuk pejabat kepala daerah Kota Ambon Tahun 2023 senilai Rp. 400 juta untuk satu pasang,” tegasnya.

Lekransy berharap, penjelasan ini dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat supaya tidak ada salah tafsir terhadap pemanfaatan anggaran dimaksud.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menaruh perhatiannya bagi penyelenggaraan pemerintahan di kota ini, sehingga ke depan dapat bersinergi membangun kota Ambon lebih baik.

Pj.Wali Kota Lepas 900 Peserta PAUD Menuju SD

0

Ambon, Maluku.news – 900 siswa peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilepas Pj. Wali Kota, Dominggus N. Kaya menuju kelas awal Sekolah Dasar (SD).

Transisi PAUD ke SD secara menyenangkan ini, dilaksanakan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Ambon, di Ballroom Maluku City Mall (MCM) Tantui, Sabtu (15/06/2024).

Pj. Wali Kota dalam sambutan singkatnya, menyatakannya apresiasi yang tinggi sebab peserta PAUD yang akan transisi ke SD tahun ajaran 2024/2025 adalah anak-anak yang lincah dan memiliki kecerdasan luar biasa.

“Transisi PAUD ke SD harus menyenangkan sebab sejalan dengan pola baru yang mulai berlaku tahun ajaran depan. Jadi anak-anak tidak diharuskan bisa Baca, Tulis, Hitung (Calistung), namun bagaimana mereka diajar menjadi cerdas dan mengembangkan potensi diri sendiri,” ungkap Kaya.

Diakuinya, perbedaan antara metode pendidikan di eropa, dan di negara maju, dan di Indoensia sangat berbeda, sebab anak – anak tidak diharuskan tahu Calistung.

“Kedepan kita juga mengikuti pola itu, sebab anak – anak harus dididik sesuai potensi dan kemampuan masing masing,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dindik Kota Ambon, F. Taso, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah adalah melarang pelaksanaan tes Calistung saat masuk SD. Selain itu anak – anak yang sudah transisi dari PAUD ke SD harus memenuhi persyaratan umur yakni diprioritaskan 7 (tujuh) tahun.

“Kebijakan pemerintah melarang penyelenggaraan Calistung berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Paud Dikdasmen Nomor 0759/C/HK/04.01/2023 tentang Penguatan Transisi PAUD Ke Sekolah Dasar Kelas Awal. Ini yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse, serta Pj. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, yang juga Bunda PAUD Kota Ambon, Dessy Kaya.

Pemkot Bagikan 73 Ekor Hewan Kurban

0

Ambon, Maluku.news – Jelang Perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membagikan bantuan 73 ekor hewan kurban yang terdiri dari 38 ekor Sapi dan 35 ekor Kambing.

Pembagian hewan Kurban tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pj. Wali Kota Ambon, Domiggus N. Kaya, didampingi Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse, Pj. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, Dessy Kaya, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hanne Ririmasse, kepada perwakilan penerima di Pelataran Balai Kota, Sabtu (15/06/2024) pagi.

Kaya dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk perhatian dan partisipasi pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan keagamaan di kota Ambon.

“Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian sosial, meneladani nilai – nilai pengorbanan dan keimanan, serta mempererat hubungan antara pemerintah

dan masyarakat, khususnya umat Islam guna mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religi,” ujarnya.

Pj. Wali Kota mengingatkan agar dalam melaksanakan tugasnya seluruh panita Penyembelihan kurban dapat melaksanakan tugas dengan amanah dan penuh rasa tanggungjawab.

“Pastikan agar setiap kelompok masyarakat miskin, kaum dhuafa, dan para mustahik lebih diutamakan dalam pembagiannya, sehingga setiap manfaat dari kurban bernilai ibadah bagi orang yang telah berkurban,” pintanya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Ambon Fenly Masawoy, menjelaskan, semua hewan kurban yang dibagikan dalam kondisi sehat telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh Dokter Hewan serta memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam.

Ambon, Kota Pertama Asia Tenggara Disinggahi Plastic Odyssey

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon menjadi kota pertama di Asia Tenggara dan Indonesia yang disinggahi kapal Ekspedisi Plastic Odyssey dalam rangka memberikan solusi terhadap persoalan sampah plastik di negeri ini.

Kehadiran para kru kapal yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Tantui, Jumat (14/06/2024) ini disambut oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), A. Hehamahua, mewakili Pj. Wali Kota Ambon.

Hehamahua mengatakan, kehadiran Plastic Odyssey ini menjadi jawaban terkait penanganan sampah di kota Ambon yang masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan oleh

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hingga saat ini.

“Sampai hari ini persoalan masih menjadi bagian pergumulan bersama di kota ini, sebab kota ini menghasilan 220 ton per hari dan sampai hari ini baru bisa terangkut ke TPA 180-185 ton per hari,” ujarnya.

Dirincikan, setidaknya ada 7 (tujuh) penyebab persoalan sampah, pertama jumlah sampah yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, karena aktivitas kota ini sebagai ibukota, sehingga hampir setiap hari penduduk bermutasi ke kota ambon untuk aktivitas pekerjaan dan perdagangan tetapi juga pola konsumtif masyarakat.

“Kedua kita juga terbatas dalam sarana dan prasarana yang dimiliki, Ketiga; masyarakat kita belum sepenuhnya berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara baik karena belum mengetahui caranya,” katanya.

Selanjutnya, Pemkot juga diperhadapkan dengan regulasi dengan memberikan sanksi tegas kepada mereka yang melanggar, sebab Pemkot masih kurang dalam sarana dan prasarana yang dimiliki. Kelima, kota Ambon juga dihadapkan dengan persoalan sampah perbatasan dimana masyarakat dari kabupaten maluku tengah tidak dilayani oleh angkutan sampah sehingga mereka kerap membuang sampah di area yang berbatasan dengan kota Ambon.

“Ke enam; kita juga memnghadapi persoalan sampah di laut, karena ada 104 saluran terbuka, sungai kecil, yang bermuarа di Teluk Ambon dan itu berdampak. Serta yang terakhir; topografi kota Ambon yang membuat armada sampah tidak dapat melayani masyarakat di beberapa tempat sehingga turut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Sampah,” jelasnya.

Hehamahua berharap dengan kehadiran kapal plastic Odyssey dapat membantu kota Ambon sebab pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dalam mencari solusi terhadap persoalan sampah saat ini.

Sementara itu, Co-Founder & Head Of Communication Plastic Odyssey, Alexandre Deschelotte menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan baginya dan para kru, sebab ini pertama kalinya kehadiran mereka di Indonesia.

“Ambon menjadi kota pertama dari rencana dari 5 (lima) kota yang disinggahi, selama 2 (dua) bulan kami berada di Indonesia. Oleh sebab itu langkah pertama ini sangat penting bagi kami, dalam melanjutkan perjalanan berikutnya,” terangnya.

Deschelotte, membeberkan sampah plastik telah menjadi menjadi persoalan global dan mendesak untuk diatasi, sebab sampah plastik dapat sampai ke laut, tidak terurai, sehingga dimakan oleh ikan yang menjadi bahan konsumsi masyarakat.

“Di dunia ini setiap menit hampir 300 ribu ton sampah plastik yang masuk di laut menjadi mikro partikel yang mencemari laut dan biota laut. Problem ini yang coba kita atas lewat eksepedisi ini, dimana kita mengembangkan solusi skala kecil, dengan peralatan yang murah serta dapat direplikasi oleh Pebisnis lokal sehingga dapat mengatasi persoalan sampah sekaligus menjadikannya bernilai ekonomis bagi masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui expedisi Plastic Odyssey ini telah dimulai sejak 2022 lalu, dengan membawa perlatan pengolahan sampah plastik yang diubah menjadi barang – barang bernilai ekonomis, seperti furnitur, meja, kursi, paving block, bahan bangunan, serta diubah menjadi bahan bakar.