Beranda blog Halaman 265

Telkomsel Telah Perbaiki Gangguan Jaringan Internet Di Leihitu

0

Ambon, Maluku.NewsManager Network Service Telkomsel Ambon, I Wayan Widastra menyatakan pihaknya telah memperbaiki layanan akses telekomunikasi di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang sempat terganggu dan berdampak pada penurunan kualitas jaringan fourth-generation technology (4G) selama dua hari.

“Telkomsel bersama Telkom Group telah melakukan percepatan pemulihan dan kini akses layanan internet di jaringan 4G telah dapat diakses dengan normal kembali,” ujarnya di Ambon, Sabtu (23/10/2021).

Menurut Widastra, penurunan kualitas akses internet pada jaringan 4G di Kecamatan Leihitu terjadi sehubungan dengan adanya perbaikan perangkat telekomunikasi Telkomsel yang berada di wilayah itu pada Rabu, 20 Oktober 2021, pukul 21.10 WIT hingga Kamis, 21 Oktober 2021, pukul 5.00 WIT.

“Saat ini akses layanan internet untuk jaringan 4G di Leihitu telah kembali normal dan bisa diakses seperti biasanya oleh pelanggan mereka. Telkomsel meminta maaf karena ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan mereka akibat gangguan jaringan yang terjadi di wilayah Kecamatan Leihitu dan sekitarnya. Apresiasi kami sampaikan kepada pelanggan atas kesetiaannya untuk tetap menggunakan layanan Telkomsel,”bebernya.

Sekedar diketahui, sebelumnya laporan gangguan jaringan internet Telkomsel di Kecamatan Leihitu terjadi pada 20 Oktober 2021. Hal itu menyebabkan akses internet yang sebelumnya 4G hanya mampu menangkap sinyal 2G atau Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE).

Sebagai satu-satunya layanan provider telepon selular di wilayah itu, gangguan jaringan internet Telkomsel sempat mengakibatkan aktivitas warga di sana juga ikut terganggu, salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar dan perkuliahan secara daring.

Widya: TP PKK Mitra Pemerintah Tingkatkan Taraf Hidup Keluarga

0

Piru, Maluku.News – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail menyatakan organisasi PKK adalah mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kehidupan keluarga menuju masyarakat yang maju dan sejahtera.

“Dalam konteks inilah TP PKK sebagai suatu gerakan, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan. Hal tersebut, sejalan dengan 10 Program Pokok PKK, yang merupakan kegiatan pokok yang sangat strategis, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan saat melantik isteri Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Christina Nanlohy/Akerina sebagai Ketua TP PKK Kabupaten setempat Sisa Masa Bhakti 2017-2022.

Menurut Widya, pelantikan yang dilakukan saat terbut membuktikan komitmen dan konsistensi pemerintah untuk terus mendorong dan mendukung gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga sebagai gerakan Nasional yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan perempuan sebagai motor penggeraknya, menuju terwujudnya keluarga sehat, sejahtera, lahir dan batin.

“Momentum Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten SBB, hendaknya menginspirasi semua perempuan di daerah ini, untuk menjadi garda terdepan dalam upaya peningkatan ketahanan keluarga dan masyarakat, melalui koordinasi dan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Daerah sebagai mitra Tim Penggerak PKK di Kabupaten SBB,” katanya.

”Kami mengharapkan setelah pelantikan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB pada hari ini, maka tugas utama yang harus dilakukan yaitu mengadakan konsolidasi gerakan PKK Kabupaten SBB dalam melanjutkan program kerja dan administarsi. Sehubungan dengan itu, saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku menghimbau agar setiap program kerja Tim Penggerak PKK perlu dilaksanakan secara proporsional,” katanya lagi.

Widya menegaskan, keberhasilan Gerakan PKK sangat tergantung kepada Ketua sebagai motor penggerak, termasuk Kabupaten SBB, sehingga harus terus berinovasi dan berkreasi dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat, serta mempunyai konsep dalam menggerakkan PKK sesuai Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten setempat.

”Sebagai pengurus PKK kita harus berdisiplin, beretika dan mempunyai etos kerja dan juga perlu adanya kekompakan dalam melaksanakan 10 program pokok PKK dari tingkat kabupaten sampai ke Desa,”tandasnya.

Widya juga meminta agar TP PKK Kabupaten SBB turut berperan aktif untuk terlibat mensukseskan salah satu program Nasional dari Presiden RI, Joko Widodo yang harus ditindaklanjuti, yaitu Stunting. Apalagi Kabupaten tersebut merupakan salah satu Lokus Stunting di Provinsi Maluku.

“Yang mana angka penurunan Stunting di Kabupaten SBB telah menunjukan angka penurunan yang signifikan. Semuanya itu dicapai tentunya atas kerja keras dan kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar program tersebut dapat dicapai sesuai target yang diharapkan Pemerintah,” pungkasnya.

PN Ambon Vonis Risman Soulissa Delapan Bulan Penjara

0

Ambon, Maluku.News – Terdakwa Risman Soulissa yang merupakan aktivis salah satu anggota organisasi kemahasiswaan di Kota Ambon divonis delapan bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon karena dinilai menyebarkan kabar berita bohong yang dapat membuat keonaran masyarakat.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 14 ayat (2) UU RI nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, dalam Dakwaan alternatif ketiga,” kata Ketua Majelis Hakim PN Ambon Lucky Rombot Kalalo didampingi dua hakim anggota di Ambon, Jumat (22/10/2021).

Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong.

Ada pun hal yang memberatkan terdakwa dihukum penjara karena telah menyebarkan berita bohong, sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Ambon Chrisman Sahetapy yang dalam persidangan sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 bulan penjara.

Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui tim penasihat hukumnya Imanuel Risto, Hamid Fakaubun, dan Arsad Souwakil menyatakan pikir-pikir.

Risman Soulissa ditangkap di sekitaran pertigaan bundaran patung Dr J Leimena, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 19.20 WIT.

Dia diduga telah melakukan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian melalui media elektronik dan atau penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau penyebaran berita bohong. Tindakan Risman dilakukan dengan cara mengunggah dua gambar berisi seruan aksi unjuk rasa di akun Facebook-nya tanggal 21 Juli 2021.

Unggahan itu bertuliskan ajakan unjuk rasa atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat oleh pemerintah yang dirasa semakin menyusahkan masyarakat. Tampak dalam unggahan itu juga tertulis tagar mencopot Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku, dan Wali Kota Ambon.

Kasus Terbaru Penularan HIV di Ambon Empat Tahun Terakhir 190 kasus

0

Ambon, Maluku.News – Manajer Program Komisi Penaggulangan Aids (KPA) Provinsi Maluku, Chris Hutubessy menyatakan angka kasus penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Ambon, dalam empat tahun terakhir (2018 hingga Juni 2021) tercatat sebanyak 190 kasus.

“Selama empat tahun terakhir ini kasus terbaru penularan HIV di Kota Ambon yang terdata dari layanan, Puskesmas dan rumah sakit ada 190 kasus, ini belum terhitung dengan yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya di Ambon, Jumat (22/10/2021).

Menurut Hutubessy, dari 190 kasus penularan HIV yang terjadi di Kota Ambon pada 2018 hingga Juni 2021, terbanyak berada di Kecamatan Nusaniwe, yakni 79 kasus yang jika dirunut 34 kasus HIV ditemukan pada 2018, kemudian menurun menjadi 19 kasus pada 2019, 15 kasus pada 2020 dan 11 kasus pada Januari-Juni 2021.

“Berada di urutan kedua terbanyak adalah Kecamatan Sirimau sebesar 64 kasus, disusul Kecamatan Baguala 38 kasus, kemudian Kecamatan Teluk Ambon sebesar delapan kasus dan Kecamatan Leitimur Selatan hanya satu kasus. Kecilnya angka penularan HIV, bukan karena kasus HIV menurun tapi banyak yang tidak terlapor,” katanya.

“Karena ibarat gunung es, kasus HIV/Aids yang tercatat hanya bagian atasnya sedangkan yang dibawah belum terdata, sehingga program penjangkauan kepada penderita harus digencarkan lagi. Tahun 2020 dan 2021 cenderung menurun karena fokus Dinas Kesehatan teralihkan oleh kasus COVID-19, sehingga program-program penjangkauan cenderung tidak berjalan maksimal seperti biasanya,” katanya lagi.

Dijelaskan Hutubessy, terdapat 22 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Kota Ambon, dan semuanya telah dilengkapi dengan layanan voluntary counseling and testing (VCT).

“Tes ini merupakan rangkaian pemeriksaan, termasuk tes darah untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif tertular HIV,” ungkapnya.

Hutubessy menambahkan, dari 22 Puskesmas yang ada, dua di antaranya yakni Puskesmas Waihaong di Kecamatan Nusaniwe dan Puskesmas Karang Panjang di Kecamatan Sirimau telah dikembangkan menjadi layanan perawatan, dukungan, pengobatan (PDP) HIV/Aids.

“Untuk rumah sakit rujukan bagi penderita HIV/Aids di Maluku saat ini RSUD dr M Haulussy dan RS Sumber Hidup. Kami sementara mengusahakan juga agar RSUP Leimena bisa menjadi salah satu rumah sakit rujukan,” pungkasnya.

Catatan BI Pengguna QRIS di Provinsi Maluku Terus Meningkat

0

Ambon, Maluku.News – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat pengguna quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai standar penggunaan QR Code yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia terus meningkat di Maluku sejak 2019 hingga akhir Juli 2021.

“Sejak diperkenalkan pada tanggal 17 Agustus 2019, awalnya terdapat 3.357 merchant pengguna QRIS di Maluku, ternyata hingga bulan Juli 2021 jumlah tersebut meningkat mencapai 20.094 merchant, sebagian besar atau 77,81 persen merchant pengguna QRIS berlokasi di Kota Ambon,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Noviarsano Manullang di Ambon, Jumat (22/10/2021).

Saat ini penggunaan QRIS oleh Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik perbankan maupun non bank sudah diwajibkan sejak tanggal 1 Januari 2020. Dengan demikian seluruh QR Code yang diterbitkan di Indonesia harus menggunakan standar QRIS.

Sebelum adanya QRIS dalam satu merchant/pedagang dapat memiliki lebih dari satu Code dari berbagai PJSP. Hadirnya QRIS diharapkan dapat meminimalisir penggunaan berbagai macam QR Code tersebut yang kurang efisien bagi ekosistem pembayaran di Indonesia.

Dia mengatakan, terdapat dua jenis QR Code yang berbeda saat ini yaitu, yang pertama Statis,dimana QR bersifat tetap, pengisian nominal transaksi dilaksanakan oleh konsumen, dan cenderung memiliki biaya investasi yang rendah , yang kedua yakni Dinamis, dimana QR dibuat secara “real-time” sehingga berbeda satu sama lain, pengisian nominal transaksi dilaksanakan oleh merchant,dan memiliki biaya investasi yang lebih tinggi karena membutuhkan pengadaan alat.

Metode penggunaan QRIS terdapat dua jenis yaitu CPM (Customer Presentet Mode) dimana QR5 Code yang dipindai adalah QR Code customer, dan MPM, dimana QR Code yang dipindai adalah QR Code merchant. Adapun metode MPM merupakan metode penggunaan QRIS yang paling umum bagi masyarakat di ProvinsiMaluku.

Kpw BI Maluku terus berupaya melaksanakan program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan penggunanaan QRIS (termasuk peningkatan merchant penggunana QRIS) serta mempersiapkan ekosistem pembayaran non tunai di Provinsi Maluku.

Dia mengatakan, beberapa program yang telah dilaksanakan oleh Kpw BI Provinsi Maluku terkait hal tersebut antara lain, melaksanakan sosialisasi kepada mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus generasi yang akrab dengan kemajuan teknologi harus dapat menjadi contoh dan mensosialisasikan perkembangan QRIS baik kepada rekan-rekan sesama mahasiswa maupun masyarakat di sekitarnya.

Melaksanakan sosialisasi dan on-boarding kepada masyarakat berbasis komunitas. Hingga triwulan II 2021 ini telah dilaksanakan sosialisasi antara lain kepada komunitas Koperasi Angkatan Darat Kartika Pattimura.

“Komunitas kuliner di pusat jajanan serba ada atau Pujasera Masariku, dan komunitas pasar tradisional di pasar Passo. Kedepannya program berbasis komunitas ini akan terus dilanjutkan,” katanya.

Berkoordinasi dan komunikasi dengan (PJSP) Perbankan maupun non bank terkait perkembangan ekspansi QRIS yang dilaksanakan masing-masing PJSP.

Murad: Pemerintah dan Masyarakat Maluku Siap “Keku” Siapapun Yang Ingin Bangun Daerah

0

Ambon, Maluku.News – Gubernur Maluku Murad Ismail menegaskan, pemerintah dan masyarakat siap “keku” (mengusung barang di kepala) terhadap aktivitas atau siapa pun yang berniat membangun daerah itu.

“Peringatan Bulan pengurangan risiko bencana (PRB) 2021 ini sangat luar biasa, apalagi Maluku ditunjuk sebagai tuan rumah. Karena itu kita ‘keku’ sama-sama untuk menyukseskannya,” ujarnya saat memberikan penghargaan kepada 44 komunitas peduli sungai (KPS) Maluku oleh Kepala BNPB Ganip Warsito, di kampus IAIN Ambon, Selasa (20/10/2021).

Murad menegaskan, tema peringatan Bulan PRB 2021 yakni “Baku Keku Raih Ketangguhan” sangatlah tepat karena menggambarkan sifat kegotong royongan orang Maluku dalam menyukseskan sebuah kegiatan atau acara besar.

“Keku itu deng usung (mendukung) itu hanya baku (saling) dukung itu hanya sekedar saja. Tetapi kalau dikeku di kepala berarti itu sebuah penghargaan yang luar biasa,” katanya.

Murad yang merupakan mantan Komandan Korps Brimob Mabes Polri menyatakan, filosofi menggotong atau memikul orang di atas kepala bagi orang Maluku adalah sebuah penghormatan dan rasa hormat yang mendalam terhadap orang tersebut. Hal itu mengindikasikan orang Maluku dalam menolong sesama tidak setengah hati, tetapi dilakukan dengan sepenuh hatinya.

“Karena itu penunjukkan Maluku sebagai tuan rumah peringatan Bulan PRB 2021, adalah sesuatu yang sangat berharga bagi pemerintah dan seluruh masyarakat di Maluku, terutama untuk membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di masa mendatang,” ungkapnya.

Beranjak dari tema dan filosifi orang Maluku itu, Gubernur menegaskan, mendukung sepenuhnya penyelenggaraan peringatan Bulan PRB yang dihadiri pimpinan BPBD dari seluruh daerah di tanah air.

“Tentu kami mendapatkan banyak manfaat dari peringatan ini, terutama membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana, karena wilayah kita sangat rawan akan gempa bumi dan tsunami,” katanya.

Murad mengajak semua pihak untuk saling mendukung untuk mewujudkan berbagai langkah terbaik demi kelangsungan hidup bersama di Maluku di masa mendatang.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat saya mengapresiasi kehadirian seluruh unsur pentaheliks untuk menyatukan pikiran dan upaya untuk pengurangan risiko bencana, sekaligus mewujudkan Indonesia sebagai negara yang tangguh menghadapi segala ancaman bencana,” bebernya sembari mengutip kalimat bijak yakni “jangan tinggalkan air mata untuk anak cucu kita, tetapi tinggalkanlah mata air untuk mereka”.

“Dalam konteks pelestarian alam dan lingkungan berkelanjutan, kalimat tesebut, dirasakannya memiliki makna sangat mendalam, karena mengingatkan semua pihak untuk mewarisi sesuatu yang baik untuk generasi penerus di masa mendatang,” pungkasnya.

ISSI Maluku Kirim Dua Atlet Ikut Kejurnas ICF 2021

0

Ambon, Maluku.News – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Maluku mengirimkan dua atlet mereka untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda yang digelar oleh Indonesian Cycling Federation (ICF) di Cimahi dan Garut, Jawa Barat pada 23-31 Oktober 2021.

“Kami memberangkatan dua atlet ikut Kejurnas Balap Sepeda 2021 untuk road race nomor individual time trials,” kata Wakil Ketua II Pengprov ISSI Maluku, H Sjamsiar di Ambon, Selasa (20/10/2021).

Kejurnas Balap Sepeda Cimahi-Garut 2021 mempertandingkan kategori Elite, Under 23 dan Junior yang terdiri dari lima nomor lomba, yakni road race, BMX, freestyle, trial, track dan mountain bike. Khusus road race akan melombakan tiga nomor, yakni individual time trials, individual road race dan criterium.

Sjamsiar mengatakan dua atlet balap sepeda asal Maluku yang diberangkatkan adalah Fazrin Nurdin yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Ambon, dan Rayvo Michelle Picauria, siswa kelas tiga SMA Negeri 2 Ambon. Keduanya dipilih usai mengikuti lomba gowes 40 kilometer yang digelar untuk memperingati ulang tahun Ditlantas Polda Maluku pada September 2021.

Fazrin Nurdin akan bertanding di Kejurnas ICF 2021 kategori Under 23 untuk nomor lomba road race individual time trials 65 kilometer, sedangkan Rayvo Michelle Picauria pada kategori junior road race individual time trials 13 kilometer. Keduanya dijadwalkan berangkat ke Jawa Barat pada 21 Oktober 2021.

Keikutsertaan atlet asal Maluku, kata Sjamsiar, menjadi sejarah bagi olahraga balap sepeda di Maluku, karena sebelumnya provinsi itu tidak pernah mengirimkan wakilnya untuk berpartisipasi di kejurnas balap sepeda.

“Kami juga sudah menyurati Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku mengenai keberangkatan dua atlet ini, tapi sampai saat ini belum ada respon dari mereka. Mungkin dengan ini mereka bisa melihat keseriusan kami,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, Pengprov ISSI Maluku tidak menargetkan medali maupun kemenangan yang harus diraih oleh Fazrin Nurdin dan Rayvo Michelle Picauria, karena waktu persiapan kedua atlet muda tersebut cukup singkat, hanya satu bulan setelah dipilih untuk mewakili Maluku.

Kendati demikian, keduanya tetap dibekali dengan matang melalui pelatihan intensif oleh beberapa pesepeda di Ambon, seperti teknik mengatur pernapasan, menjaga stamina tetap stabil saat bertanding dan trik khusus lainnya.

“Target kita tidak terlalu muluk-muluk karena ini baru pertama kali dan mereka memang awalnya bukan atlit, jadi betul-betul bakat alam dan kuat. Kita tidak butuh juara tapi pengalaman bagi mereka, kalau pun juara alhamdulilah,” ucap Sjamsiar.

Rayvo Michelle Picauria dalam kesempatan yang sama mengatakan meski ia awalnya menggeluti balap sepeda khusus BMX, mengikuti pertandingan road race tidak terlalu sulit baginya karena ia sering melakukan aksi bersepeda tur lintas wilayah puluhan kilometer.

Demi mewakili Maluku, Rayvo mempersiapkan dirinya dengan gowes dan menjaga kesehatannya agar staminanya tetap terjaga saat bertanding nanti.

“Kalau lomba biasanya saya ikut BMX, tapi saya tidak melihat balap sepeda dari jenisnya karena sepeda adalah seni. Sebagai atlit, target saya untuk kejuaraan ini adalah mengharumkan nama Maluku, menang dan kalah belum tahu pasti tapi mesti berusaha,” kata Rayvo Michelle Picauria.

Peparnas XVI di Papua, NPC Maluku Andalkan Enam Cabor

0

Ambon, Maluku.News – Pembina Organisasi National Paralympic Commite (NPC) Maluku, Ferry Nahusona menyatakan pihaknya mengandalkan enam cabang olahraga (cabor) pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke XVI di Papua.

“Enam cabang olahraga yang menjadi andalan itu yakni bulu tangkis, atletik, tenis meja, renang, catur, dan menembak. Kalau di Peparnas XV Jabar kita tidak mengikutsertakan cabang menembak, tetapi di Papua kita menyiapkan atlet menembak,” ujarnya di Ambon, Selasa (19/10/2021).

Nahusona katakan, 33 atlet difabel telah disiapkan untuk bertanding di enam cabang olahraga itu dan sesuai rencana akan berangkat ke Papua pada 2 November 2021.

“Saat ini 33 atlet menjalani pelatihan secara mandiri, sebagian diantaranya merupakan atlet yang telah mengikuti Peparnas Jabar,” tandasnya.

Ia mengakui, pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang terkonsentrasi hanya cabang atletik di Stadion Mandala Ambon, sedangkan lainnya di venue masing- masing.

“NPC Maluku menargetkan perolehan 10 medali emas pada Peparnas XVI. Target kita agak realistis. Kalau di Jabar kita bisa meraih sembilan emas, kali ini kita targetkan 10 medali emas,” ungkapnya.

Nahusona menambahkan, Maluku memiliki empat atlet elite yang berlaga di ajang internasional Paralimpiade Tokyo 2020 dan sementara ini disiapkan untuk Asian Paragames 2021 di Hanoi, Vietnam.

“Dua atlet elite yang berlaga di ajang internasional Paralimpiade Tokyo 2020 yakni Adyos Astan dari tenis meja dan Elvin Elhudia Sesa dari atletik,” katanya sembari menambahkan empat atlet elit lainnya sementara ini menjalani pelatnas di Solo untuk mengikuti Asean Paragames 2021 yakni Pia Rumbaru untuk renang dan Erens Sabandar dari cabang atletik.

Tingkat Inflasi Maluku Triwulan III-2021 Di Bawah Tiga Persen

0

Ambon, Maluku.News – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang menyatakan pihaknya memproyeksikan tingkat inflasi Provinsi Maluku pada triwulan III-2021 di bawah tiga persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.

“Tetap rendahnya inflasi Provinsi Maluku pada triwulan III 2021 tersebut antara lain disebabkan terbatasnya tekanan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring dengan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat dan tiga sepanjang Juli – Agustus 2021 yang menahan daya beli masyarakat khususnya di Kota Ambon,” ujarnya, di Ambon, Senin (18/10/2021).

Menurut Manullang, kondisi tersebut terkonfirmasi pada hasil Survei Konsumen (SK) Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku pada Agustus 2021. Berdasarkan hasil survei tersebut, lanjutnya, terjadi penurunan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang ditunjukan oleh penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) hingga dibawah treshold optimisnya (indeks-100).

“Pada triwulan III 2021 inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau diperkirakan cenderung menurun. Inflasi kelompok tersebut pada triwulan III 2021 diperkirakan menurun disebabkan oleh volatilitas permintaan dan penawaran subkelompok makanan, terutama pada komoditas pertanian dan beberapa sub-komoditas perikanan,” ungkapnya.

Dijelaskan Manullang, harga beberapa komoditas hortikultura seperti cabai merah dan cabai rawit diperkirakan menurun pada triwulan III-2021 sejalan dengan masuknya masa panen raya. Dari sisi permintaan, lanjutnya, penerapan PPKM level empat di awal triwulan tersebut diperkirakan menahan permintaan masyarakat danberdampak pada penurunan harga komoditas bahan makanan.

“Di sisi lain potensi kenaikan harga masih terdapat pada inflasi inti seperti emas. Kenaikan harga emas masih dapat terjadi ditengah masih tingginya perekonomian global akibat Pandemi. Potensi kenaikan harga juga terdapat pada beberapa komoditas perikanan sejalan dengan prakiraan curah hujan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Curah hujan di Provinsi Maluku umumnya disertai dengan angin kencang yang dapat menghambat nelayan untuk melaut,” bebernya.

Manullang katakan, inflasi kelompok pakaian dan alas kaki diperkirakan akan tumbuh pada triwulan III 2021. Inflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki utamanya akan disebabkan oleh pakaian pria, pakaian wanita, dan onngkos jahit. Tren inflasi kelompok pakaian dan alas kaki pada triwulan III-2021 yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun kebelakang.

“Ada pun inflasi pakaian dan alas kaki pada bulan Juli 2021 terpantaua meningkat sebesar 2,75 persen (yoy) yang didukung oleh pertumbuhan harga pada sepatu wanita yang naik 8,80 persen, kemeja pendek katun pria (10,39 persen) dan celana dalam wanita (19,98 persen),” katanya.

Manullang menambahkan, inflasi kelompok transportasi pada triwulan III 2021 diperkirakan mulai meningkat namun masih tetap rendah. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,63 persen (yoy) pada Juli 2021 yang didukung oleh inflasi pada komoditi angkutan udara sebesar 1,80 persen.

“Inflasi angkutan udara diperkirakan meningkat sejalan dengan efisiensi operasional maskapai yang mengurangi jumlah frekuensi penerbangan. Selain itu inflasi angkutan udara diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kemajuan dalam upaya pengendalian pandemi COVID-19 melalui percepatan vaksinasi serta pembukaan akses wisatawan asing masuk ke wilayah Provinsi Maluku,” pungkasnya.

DPRD – Pemprov Maluku Rapat Kerja Bahas Raperda Rancangan Umum Energi Daerah

0

Ambon, Maluku.News – Ketua Komisi II DPRD Maluku, Santhy Tehtol menyatakan pihaknya menggelar rapat kerja bersama Pemprov setempat yang diwakili Dinas ESDM dan Biro Hukum dalam rangka mencari masukan untuk penggodokan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rancangan Umum Energi Daerah.

“Rapat bersama Pemprov Maluku ini baru masuk tahap pertama berupa mendapatkan daftar isian masalah (DIM), karena ini merupakan Raperda inisiatif DPRD,” ujarnya di Ambon, Senin (18/10/2021).

Menurut Tethol, DPRD perlu mendapatkan masukan tentang apa saja yang menjadi permasalahan energi agar kedepannya dijadikan tambahan dalam rancangan Perda dimaksud.

“Sebab naskah akademis dan Raperdanya memang sudah disiapkan, dan kini tinggal mendapatkan lampiran dan dokumen dari Pemprov Maluku,” katanya.

“Sekarang perubahan RUPTL ini sudah selesai maka pembahasan tahap berikutnya dilakukan dengan meminta penjelasan Kanwil Kemenkum HAM soal Raperdanya untuk diketahui dan ada perubahan-perubahan yang perlu ditambahkan,”katanya menambahkan.