Beranda blog Halaman 234

IAKN Ambon Gelar Wisuda Periode I, Wagub Maluku Sampaikan Harapannya

0

Ambon, MALUKU.News – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana periode I tahun 2022, bertempat di aula kampus setempat, Jumat (29/7/2022).

Adapun tema yang diusung “Membangun SDM Unggul Memperkuat Indonesia Tangguh”.

Total pada periode ini sebanyak 57 mahasiswa yang diwisudakan.

Para wisudawan tersebut terdiri dari satu orang Doktor (S3) Program Studi Pendidikan Agama Kristen , enam orang Magister (S2) Program Studi Pendidikan Agama Kristen, satu orang Magister (S2) Program Studi Musik Gerejawi, 32 orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Agama Kristen, 8 orang Sarjana (S1) Program Studi Bimbingan Konseling Kristen, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, 3 orang Sarjana (S1) Program Studi Pastoral Konseling, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Agama dan Budaya, satu orang Sarjana (S1) Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama serta 3 orang Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Seni Musik.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Barnabas Orno dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada para wisudawan/i dan segenap jajaran civitas akademika, yang terus membentuk generasi muda Maluku untuk Indonesia Maju.

“Kinerja ini merupakan persiapan jelang tahun 2045. Sebab di tahun itu, Maluku dan Indonesia akan genap berusia 100 tahun, masyarakat bisa menikmati kemajuan yang signifikan dari sektor ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan,” urainya.

Namun demikian, pertanyaan sederhananya, apakah SDM Maluku bisa kompetitif dan mampu menjadi tuan rumah atau sekedar penonton di rumah sendiri?

Pasalnya, berdasarkan data BPS Maluku per Agustus 2021, menyebutkan sebanyak 42,86 persen penduduk Maluku yang bekerja masih didominasi lulusan SMP ke bawah, sisanya 19,32 persen adalah sarjana dan diploma.

“Itu artinya, tenaga kerja ahli masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan di berbagai sektor,” ungkap Wagub.

Dikatakan, dari 140 juta angkatan kerja per 2021, 9 juta diantaranya masih pengangguran karena pandemi. Jumlah ini, belum dihitung dengan penduduk usia produktif yang siap di dunia kerja sebanyak 1,8 juta dari SMA dan 1,7 juta dari lulusan perguruan tinggi.

“Sementara di sisi lain, lapangan kerja yang tersedia hanya sekitar 3,6 juta. Sedikitnya lapangan kerja dari jumlah pencari kerja yang terus meningkat, memaksa lembaga pendidikan kita termasuk IAKN harus mendidik mahasiswa yang bisa menciptakan lapangan kerja menuju Indonesia maju,” paparnya.

Wagub menyebutkan, komitmen inilah yang membuat pemerintah pusat telah merumuskan kriteria SDM unggul, antara lain berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, toleran, jujur, berhati Indonesia, berideologi Pancasila, berakhlak mulia, bekerja keras, berdedikasi dan menguasai keterampilan serta ilmu pengetahuan.

“Saya berharap, momentum ini dapat merefleksikan posisi IAKN dalam memproduksi SDM unggul dan terpercaya. Saya meyakini itu, sebab sumbangan kampus ini amat sangat besar terutama dalam membangun persepsi masyarakat. Kita harus berani berkata bahwa kemiskinan di Maluku itu soal masa lalu, kerja keras dan cerdas adalah soal masa kini yang harus dikeluarkan di tengah kekayaan alam Maluku yang melimpah. Caranya harus hidup disiplin dan optimis,” tegasnya.

Masih menurut Wagub, memang pengangguran dan kemiskinan selalu berbanding lurus. Olehnya itu, dibutuhkan kerjasama perguruan tinggi dengan pemerintah dalam mengatasinya.

Lanjutnya, IAKN pun harus memperteguh komitmennya untuk berkontribusi mewujudkan SDM unggul dan terpercaya.

“Keberhasilan seorang lulusan perguruan tinggi di dalam masyarakat, ditentukan oleh kemampuan menyesuaikan diri, mencapai target dan menjawab tantangan. Sebab, kompetisi yang ketat dalam dunia kerja tidak bisa dihindari. Artinya, wisuda ini bukan akhir kita belajar melainkan harus tekun dalam mengembangkan kemampuan analisa dan memecahkan masalah kemasyarakatan/kemanusiaan, karena permasalahan di dunia nyata bersifat holistik serta multi dimensional,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Rektor IAKN, Dr. Yance Z. Rumahuru MA, menyampaikan harapannya agar para wisudawan menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Wisudawan juga harus siap menjadi pemimpin yang adil dan mensejahterakan.

Rektor pun meminta mereka untuk tidak mudah putus asa saat ditempa berbagai masalah. Sebab, salah satu syarat agar bisa menjadi manfaat bagi masyarakat adalah menjadi pribadi yang kuat dan terus mengasah serta memperbaiki diri.

“Harapann kami, mereka tidak menjadi pribadi yang pasif, namun bisa menciptakan pekerjaan melalui bidang keilmuan mereka masing-masing. Dan kurikulum kami sudah dirancang sehingga selain memiliki skill IT, juga diimbangi dengan karakter dan etika yang baik,” tandasnya.

Turut hadir, Kakanwil Kemenag Maluku H. Yamin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Semmy Huwae dan undangan lainnya.

Widya Pratiwi Apresiasi Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan di Aru

0

Dobo, MALUKU.News – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Provinsi Maluku, Ny.Widya Pratiwi Murad Ismail, membuka dengan resmi Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan di Gugus Pulau IX, Kota Dobo, Kabupaten Aru, Rabu (27/7/2022).

Pelatihan bertempat di Gospel Cafe Dobo.

Kegiatan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku itu, turut dihadiri Sekda dan Ketua TP PKK Kepulauan Aru, para pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Aru, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Gugus Pulau IX serta anggota TP PKK Provinsi Maluku.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kelautan Provinsi Maluku, Dr. Ir. Erawan Asikin, M.Si menyampaikan, pelatihan diversifikasi pengolahan hasil perikanan ini diikuti 30 peserta ibu-ibu yang berasal dari kelompok pengelola dan pemasaran hasil perikanan.

Erawan mengatakan tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini, untuk pengembangan SDM dalam memanfaatkan hasil perikanan, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan daya saing pasar.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan diversifikasi produk hasil perikanan dalam membangun ekonomi keluarga,” jelas Erawan.

Sementara itu, Widya Pratiwi mengatakan Maluku yang merupakan provinsi kepulauan memiliki luas wilayah 712.479,65 km2 yang terdiri dari luas lautan 658.294,69 km2 (92,4%) dan luas daratan 54.185 km2 (7,60%) dengan potensi sumber daya ikan sebesar 4,3 juta ton per tahun atau 36,52% dari potensi nasional.

Provinsi Maluku juga memiliki potensi lahan untuk pengembangan budidaya perikanan dilaut seluas 183.000 Ha

Besarnya potensi yang dimiliki tidak akan mencapai hasil maksimal jika tidak diimbangi dengan pelatihan dan pendampingan mengenai teknik pengolahan produk perikanan. Karena dengan teknik pengolahan yang baik dan benar, tentu saja akan berpengaruh terhadap respon pasar.

Begitu pun, pengembangan hasil olahan perikanan tidak hanya memperhatikan rasa atau minat dari konsumen, tetapi juga mutu dan gizi yang terkandung didalamnya, sehingga tak jarang bahwa produk yang di diversifikasikan memiliki value added atau nilai tambah pada produk olahannya.

“Maka itu, dalam melakukan inovasi pengolahan hasil perikanan, para pelaku usaha dituntut agar memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan agar produk olahannya diterima dan dapat dipasarkan secara luas,” urainya.

Lanjut Widya, untuk mencapai pasar yang lebih luas dan mendapatkan kepercayaan konsumen, para pengolah harus memiliki izin dan sertifikat pengolahan serta harus memperhatikan kemasan yang digunakan.

Untuk itu, terkait kegiatan pelatihan dalam rangka pengembangan SDM pelaku usaha perikanan ini, dirinya memberikan apresiasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, yang dinilai sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolah hasil perikanan dalam melakukan diversifikasi produk hasil perikanan.

Widya menambahkan, pelatihan yang digelar saat ini, tentunya sangat mendukung Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2019 – 2024 yakni, Maluku yang terkelola Secara Jujur, Bersih dan Melayani, Terjamin Dalam Kesejahteraan dan Berdaulat atas Gugus Kepulauan” serta mendukung misi ke 6 yaitu Mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) yang profesional, kreatif, mandiri dan berprestasi, maka peningkatan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian sebagai pelaku utama dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perikanan yang ada merupakan langkah strategis yang harus ditempuh sehingga pemanfaatan sumberdaya perikanan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Untuk itu, besar harapan saya, semoga melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menganekaragamkan produk-produk olahan hasil perikanan yang bernilai tambah dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap ikan dan yang terutama dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tandas Widya.

Dalam mendukung usaha para pelaku perikanan, pada kesempatan itu juga, Ketua FORIKAN Maluku, Widya Pratiwi Murad berkesempatan menyerahkan bantuan peralatan olahan hasil perikanan kepada 6 kelompok peserta pelatihan.

Masing-masing kelompok yakni, kelompok Lestari Wangel, Kelompok Kakap, Kelompok Scombridae, Kelompok Nur Rezky, Kelompok WKRI dan Kelompok PKK Kab, Kep. Aru.

Kukuhkan Bunda Genre Aru, Ini Pesan Tegas Widya Pratiwi

0

Dobo, MALUKU.News – Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad mengukuhkan Bunda GenRe Kabupaten Kepulauan Aru, di Aula Gedung BPKAD Pemda Aru, Kota Dobo, Rabu (27/7/2022).

Pengukuhan, ditandai dengan penyematan selempang kepada Cherly Gonga sebagai Bunda GenRe Kepulauan Aru, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan.

usai pengukuhan, Widya menyampaikan selamat bertugas kepada Cherly Gonga yang juga isteri Bupati Kep.Aru Johan Gonga selaku Bunda GenRe Kab.Aru yang baru saja dikukuhkan.

Dirinya berharap, kehadiran Bunda GenRe Kepulauan Aru dapat mempresentasikan kehadiran dan dukungan orang tua dalam mendukung keberhasilan remaja.

“Bunda GenRe akan menjadi contoh, teladan dan panutan bagi orang tua untuk mengarahkan, membimbing dan mendukung para remaja di Maluku dalam meningkatkan kualitas hidup meraka,” pesan Widya.

Dikatakannya, program GenRe, merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa, karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan napza (narkotika, psikotropika dan zat aditif), guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Lanjutnya, melalui program GenRe, remaja diajak untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP), sehingga mampu melangsungkan Pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus Kesehatan reproduksi.

Oleh karena itu, pemahaman stunting bisa dimulai sejak dini, sejak usia remaja atau calon pengantin, sehingga anak yang dilahirkan bisa terhindar dari bahaya stunting.

Ina Latu Maluku dan Duta Parenting ini berharap, pengukuhan ini tidak dipandang sebagai sebuah acara seremonial belaka, namun sejatinya ada amanah dan tanggungjawab mulia yang harus diemban dalam rangka pendampingan dan pembinaan kepada remaja/generasi muda agar mereka dapat merencanakan masa depan yang berkualitas.

Bunda GenRe sebagai “mama” dari remaja remaja generasi muda di berbagai tingkatan wilayah, kata Widya, memiliki peran penting dalam pengasuhan dan pendampingan tumbuh kembang remaja, termasuk dalam mendukung upaya pendewasaan usia.

Tambahnya, peran tersebut sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, ijinkan kami menyampaikan penghormatan kepada Bunda GenRe Kepulauan Aru sebagai Duta Penurunan Stunting. Besar harapan kami melalui peran penting Bunda GenRe sebagai Duta Penurunan Stunting, target penurunan stunting menjadi 20 persen di Provinsi Maluku di tahun 2024 dapat tercapai, “ harap Widya.

Ketua Tim penggerak PKK provinsi ini juga berharap, Bunda GenRe di Kepulauan Aru dapat berperan bersama, bekerjasama, bersinergi bersama, dengan para generasi muda untuk menjadi pendamping dan motivator bagi sesama remaja agar menjadi generasi muda yang sehat dan berkualitas.

“Bunda GenRe juga harus dapat berkolaborasi dengan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, terlebih dengan BKKBN dalam mendukung program pemerintah yang menyasar para remaja. Sebagai Bunda GenRe, kami akan mendukung upaya promosi dan sosialisasi program GenRe di seluruh wilayah Kepulauan Aru,” tandas Widya.

11 Ahli Waris Korban KM Cahaya Arafah Terima Santunan Jasa Raharja

0

Ternate, MALUKU.News – Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana menyerahkan santunan kepada 11 ahli waris korban kecelakaan kapal motor Cahaya Arafah.

Menurut Dewi, seluruh korban terjamin Jasa Raharja sesuai Undang-Undang No. 33 Tahun 1964, tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum. Hal tersebut, merupakan salah satu bentuk kehadiran negara melalui penjaminan asuransi sosial korban kecelakaan.

“Sebagaimana hasil laporan pencarian dari Tim SAR gabungan, dari 77 korban, 66 dinyatakan selamat, 10 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dinyatakan hilang, namun telah teridentifikasi,” ungkapnya di Ternate, Selasa (26/07/2022) usai melakukan penyerahan santunan kepada ahli waris korban.

Dijelaskan Dewi, dari hasil pendataan itu Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada 11 ahli waris korban yang sah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017.

“Kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,”ujarnya.

Sekedar diketahui, KM Cahaya Arafah dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan saat berlayar dari Ternate menuju Gane Barat. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin sekitar pukul 08.30 WIT dan dilaporkan tenggelam sekitar pukul 18.12 WIT.

Pencarian korban telah dilakukan selama 7 hari, dalam mendukung pencarian korban, Tim SAR gabungan telah mengerahkan 18 armada, diantaranya KN SAR 237 Pandudewanata, KP Gamalama XXX-3002, KAL Tidore III-14-11, KRI 527 Teluk Wondama, KRI 853 Tatihu, KRI 854 Layaran, KRI 867 Albakora, KNP 358.

Jasa Raharja juga turut terlibat dalam tim gabungan, guna melakukan pendataan korban dan ahli waris korban. Sehingga, diharapkan santunan sebagai hak korban maupun ahli waris dapat diproses dan diserahkan secepat mungkin.

Jasa Raharja merupakan BUMN yang diberikan amanah untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas melalui UU No. 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan. Adapun, besaran santunan yang diberikan telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.15 dan No.16 Tahun 2017.

Widya Pratiwi Hadiri Rakor – Monev Percepatan Penurunan Stunting di Aru

0

Dobo, MALUKU.News – Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad menghadiri Rapat Kordinasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Percepatan Penurunan Stunting yang di selenggarakan di Aula BPKAD, Kota Dobo, Kabupaten Aru, Selasa (26/7/2022).

Saat memberikan arahan pada acara Monev Stunting, Widya mengatakan, ini merupakan kali ketiga dirinya melakukan kunjungan di Kabupaten Aru dalam rangka percepatan rpenurunan stunting.

Kunjungan pertama Duta Parenting di tahun 2019, selain melakukan Rakor Percepatan Penurunan Stunting, juga dilakukan kunjungan ke desa lokus stunting yaitu, Desa Wakua. Dilanjutkan pada September 2021 untuk melakukan Monev dan kunjungan ke salah satu desa lokus stunting yaitu, Desa Tunguwatu.

“Setelah dilakukan kunjungan lapangan dan diskusi serta dialog interaktif percepatan penurunan stunting yang melibatkan Pemda Provinsi Maluku, Pemda Kab Kep Aru maka telah diserahkan sebuah rekomendasi,” terang Widya.

Dirinya mengaku gembira, prevalensi stunting menurun di Kab Kep Aru, dari 39 persen pada tahun 2019 menjadi 35,8 persen di tahun 2021.

Penurunan ini juga tentunya, memberikan kontribusi terhadap penurunan stunting di Maluku, dimana data riset dan survey Kementerian Kesehatan, sejak tahun2018 prevalensi stunting Maluku secara konsisten menurun, dari 34% menjadi 28,7% pada tahun 2021.

“Sebagai Duta Parenting, tentunya saya merasa bahagia, karena upaya dan kerja keras yang kita lakukan bersama tidak sia-sia. Harapan kami, prevalensi stunting terus turun hingga mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah bagi Kabupaten Kepulauan Aru, yaitu sebesar 20,03% pada tahun 2024,” ujarnya.

Untuk dapat menurunkan prevalensi stunting, pemerintah telah menetapkan target-target indikator intervensi spesifik dan sensitive yang harus dicapai. Jika seluruh intervensi spesifik seperti, ASI Eksklusif, imunisasi, semua remaja dan ibu hamil minum tablet tambah darah pemberian makanan tambahan, baik kepada ibu hamil maupun balita dapat mencakup seluruh sasaran dan dengan intervensi yang lengkap, maka stunting akan turun dengan cepat.

“Intervensi spesifik dan sensitif harus dilakukan secara lengkap dan terpadu, karena akan percuma jika memberikan PMT, Obat cacing, Vitamin A, Tablet tambah darah, jika sanitasinya buruk, tidak akan bermanfaat,” ucapnya .

Pada kesempatan itu, Widya juga menjelaskan, persoalan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru, bukan terletak pada tidak adanya program, tetapi lebih kepada pelaksanaan program yang tidak terkoordinasikan dan tidak konvergen.

“Kita sepakat bahwa konvergensi di seluruh tingkatan wilayah, baik dari provinsi sampai ke desa menjadi sesuatu yang penting. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program juga harus dilakukan secara konvergen agar setiap masalah dapat dipecahkan bersama-sama, untuk memastikan bahwa intervensi yang sedang dilakukan sudah tepat sasaran,” tegasnya.

Untuk itu, dibutuhkan strategi yang tepat dan penajaman kegiatan untuk menjamin pelaksanaan percepatan penurunan stunting berlangsung dengan baik.

“Saya juga berharap kegiatan Monev percepatan penurunan stunting dapat memberikan umpan balik bagi kebutuhan program, sehingga semua percepatan penurunan stunting akan menuju kepada titik yang sama atau konvergen,” tandas Widya.

Mengakhiri arahannya, tak lupa, Widya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Inang Parenting serta Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang sudah berusaha dan bekerja keras berupaya Bersama memerangi stunting.

“Kami yakin dengan bekerja sama secara terintegrasi dan konvergen upaya percepatan penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik, sehingga apa yang kita harapkan untuk membebaskan anak-anak kita dari stunting dapat tercapai, dengan demikian anak-anak Bumi Jargaria memiliki masa depan yang baik,” tandas Widya

Di kesempatan itu, Widya juga menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya kepada PAUD Terpadu Penabur, Kec. PP Aru, PAUD Terpadu Sumbet Kasih Desa Marbali dan PAUD KB Goyar Mizpa Kelurahan Siwalima, masing-masing sebesar Rp.7,5 juta yang berasal dari Biro Kesra Setda Maluku.

Selain itu, bantuan timbangan bayi digital dan bantuan bagi 2 BumDes masing-masing sebesar Rp.20 juta dari Dinas Pemdes Provinsi Maluku.

Bantuan paket peralatan olahan sagu yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.

Bantuan kepada dua orang perwakilan perempuan kepala keluarga dan penyintas kekerasan dari Dinas PPPA Provinsi Maluku. Bantuan peralatan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal jagung w paket kepada dua dasawisma yang berasal dari Dinas Pertanian Provmal.

Bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil dari Dinas Kesehatan Provmal.

Dinsos Maluku Beberkan Sejumlah Kendala Penyaluran Logistik Pangan ke Pengungsi Kariu

0

Ambon, MALUKU.News – Adanya cuaca ekstrim serta kondisi laut yang tidak memungkinkan untuk berlayar dilaporkan menjadi hambatan bagi Dinas Sosial Provinsi Maluku menyalurkan bantuan logistik pangan kepada pengungsi Negeri Kariu yang berada di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining, di Ambon, Selasa (26/7/2022) menindaklanjuti hasil temuan Komnas HAM RI beberapa hari lalu.

“Saya ikut pertemuan juga. Itu kan hasil temuan yang didapat bahwa mereka masih punya kebutuhan, jadi waktu itu saya sudah menjelaskan penanganan sudah sesuai SOP (Standard Operating Procedure). Pada prinsipnya tidak ada masalah, karena kemarin Komnas HAM RI sudah menerbitkan rekomendasi,” ungkapnya.

Dikatakan Sartono, bantuan yang akan disalurkan tidak ada masalah dan sudah disiapkan dengan buffer stock yang ada.

Akan tetapi, yang menjadi problem bagi Dinas Sosial Provinsi Maluku adalah kondisi lautan yang tidak memungkinkan untuk berlayar serta tidak adanya kapal feri atau kapal penyeberangan.

“Untuk barang sudah ready dan tidak ada masalah. Kita sudah siapkan beras dengan yang lainnya sesuai dengan buffer stok kita yang ada. Problem kita, penyeberangan feri itu tidak ada sekarang karena di booking. Yang kedua kita mau menyeberang laut namun diinformasikan kondisi laut belum memungkinkan,” tuturnya.

Dipastikan, jika dalam kurun waktu satu atau dua hari kedepan kondisi laut sudah memungkinkan untuk berlayar maka bantuan tersebut akan segera disalurkan ke pengungsi Negeri Kariu.

“Mudah-mudahan satu dua hari ini kondisi sudah baik maka kita langsung bawa bantuan logistik kesana,” harapnya.

Untuk diketahui, bantuan yang akan disalurkan berupa beras sebanyak tiga ton, terpal, serta komponen-komponen lain.

Mabicab – Kwarcab Aru Masa Bakti 2022-2027 Resmi Dilantik

0

Dobo, MALUKU.News – Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwarcab Kepulauan Aru masa bakti 2022-2027, resmi dilantik.

Pelantikan dilakukan langsung Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku Widya Pratiwi Murad bertempat di aula BPKAD Aru, Dobo, Selasa (26/7/2022).

Bupati Johan Gonga dikukuhkan sebagai Ketua Mabicab Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Aru.

Pelantikan dihadir unsur Forkopimda Aru, sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku dan Pemkab Kepulauan Aru serta para pengurus Gerakan Pramuka provinsi dan kabupaten.

Widya dalam sambutannya mengatakan, pada prinsipnya dirinya sangat memahami eksistensi Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Aru sebagai upaya gerak cepat dalam berbenah diri menuju terwujudnya revitalisasi gerakan pramuka yang gemilang demi pembangunan bangsa dan negara.

“Bagi saya, eksistensi serta semangat kakak-kakak dalam mengembangkan gerakan Pramuka khususnya di tingkat Kwarcab sejalan dengan ikhtiar Pemerintah yang dituangkan dalam bentuk Undang-Undang No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka,” ungkapnya.

Untuk itu, berkaitan dengan pelantikan ini, atas nama Kwarda Gerakan Pramuka Maluku Widya menyampakan ucapan selamat kepada Pengurus Mabicab – Kwarcab dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kepulauan Aru masa bakti 2022-2027.

Teruntuk kepengurusan yang lama, tak lupa Ketua TP PKK Maluku ini juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabadian yang telah diberikan terhadap perkembangan Kwarcab Kepulauan Aru.

“Keberhasilan ini merupakan langkah awal yang baik bagi Bumi Jargaria dalam membentuk kader Pramuka yang nasionalis, tidak hanya loyal dan berdedikasi namun juga mampu mengemban amanat sesuai Satya Dharma Pramuka sehingga pada gilirannya nanti makin memantapkan jati diri Gerakan Pramuka sebagai organisasi pembentuk karakter anak bangsa,” ungkap Widya.

Lanjutnya, tanggung jawab organisasi yang dimaksudkan disini harus dimulai dari keiikutsertaan Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Aru menjaga kekompakkan dilingkungan internal organisasi, menggalang kerjasama dengan segala lini serta membangun hubungan yang harmonis dengan Kwarda dan Kwarcab lainnya.

“Atas dasar itu, dimungkinkan kegiatan mengintegrasikan tugas-tugas kedepan dapat digerakkan secara berdayaguna dan berhasilguna,” ujar Widya.

Dirinya juga mengingatkan, untuk terus perkokoh jalinan hubungan antar setiap tingkatan Kwartir. Seluruh jajaran pengurus kwartir diminta memantapkan jati diri dengan berpedoman pada nilai etika dan kaidah agama.

“Saya optimis Mabicab Kwarcab Gerakan Pramuka Aru sebagai tulang punggung gerakan pramuka lebih menitikberatkan perhatian pada program fasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan mengingat Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang membangun kepribadian dengan mengembangkan potensi diri serta memiliki akhlak mulia demi tercapainya kesejahteraan masyarakat,” terang Widya.

Tak lupa ia memberikan apresiasi, dimana suksesnya pelantikan kepengurusan ini juga mencerminkan kwarcab semakin dewasa dalam menyikapi serta memahami pentingnya upaya sinergitas dari seluruh komponen kwartir. Karena sekaranglah waktu yang paling tepat untuk bersatu padu menghasilkan karya positif sebagai orang muda yang suka berkarya.

Dalam kurun waktu bersamaan Kwarda Gerakan Pramuka Maluku sedang menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah Tahun 2022 dengan mengambil tema “Tingkatkan Konsolidasi Gerakan Pramuka di Daerah Maluku menuju Arika Bercirikan Siwalima”.

“Ini juga merupakan implementasi rencana strategis Kwarda Gerakan Pramuka Maluku yang semakin disesuaikan dengan paradigma baru, sehingga mendorong terciptanya insan muda dengan semangat nasionalisme tinggi,” tandasnya.

Akses Jalan Hattu – Ambon Putus Akibat Luapan Air Sakula

0

Ambon, MALUKU.News – Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya. Akibatnya Air Sakula, di Negeri Hattu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan meluap, sehingga akses jalan ke Hattu ke Kota Ambon terputus.

Kasie Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Moyo Utomo dalam keterangan yang diterima media ini, Selasa (26/07/2022) menyatakan, sejumlah personil dari Polsek Bandara bersama Polsek Lehitu Barat telah dikerahkan ke lokasi banjir.

“Banjir besar hingga menutup ruas jalan utama menuju Desa Hatu. Saat ini, personil sudah di TKP,”ujarnya.

Dijelaskan Moyo, personil Polses yang ada di lapangan sedang melakukan koordinasi dengan BPDP Propinsi Maluku untuk melakukan langkah pencegahan.

“Diimbau kepada Masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke arah laha dan kota Ambon, dari arah leihitu barat untuk sementara tidak melakukan perjalanan sampai air surut,” ungkapnya.

Moyo menambahkan, pihaknya tetap stand by dengan masyarakat setempat serta memantau luapan air didaerah itu.

“Sampai dengan saat ini situasi di lokasi banjir tepatnya di air Sakula masih diguyur hujan hingga air terus meluap ke jalan utama yang mengakibatkan putusnya akses transportasi,” pungkasnya.

Gubernur Maluku dan Bupati Malra Panen Raya Rumput Laut di Ohoi Evu

0

Langgur, MALUKU.News – Menggunakan perahu karet milik Pangkalan SDKP Tual, Gubernur Maluku Murad Ismail membuka pelaksanaan Panen Raya Rumput Laut di Teluk Hoat Sorbay, Ohoi Evu, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (23/7/2022).

Ohoi Evu yang terletak di Teluk Hoat Sorbay, merupakan salah satu sentra produksi perikanan budidaya rumput laut.

Teluk Hoat Sorbay telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan budidaya sesuai keputusan Bupati Maluku Tenggara Nomor 167 Tahun 2020 tentang Kawasan Budidaya dengan luas lahan potensial sebesar 14.138.86 Ha.

Sebagai gambaran bahwa luas lahan potensial budidaya laut sebesar 14.138.86 Ha tersebar pada 11 kawasan. Potensi lahan jaring apung 586.46 Ha, potensi lahan budidaya rumput laut 8.662.23 Ha, potensi lahan budidaya mutiara 3.407.96 Ha, potensi lahan budidaya laut dan lainnya 1.482.21 Ha.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur Murad Ismail menyampaikan apresiasi kepada para petani rumput laut yang melaksanakan panen. Sebab, budidaya rumput laut selain mudah dan murah, pasar laut sampai saat ini masih terbuka lebar.

Ini tentunya, sambung dia, merupakan peluang lapangan pekerjaan kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan yang akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

“Mari kita jadikan rumput laut sebagai potensi perikanan unggulan di Maluku. Kepada para pimpinan OPD terkait lingkup provinsi dan kabupaten untuk menaruh perhatian dalam membantu dan membimbing kelompok usaha masyarakat agar mampu menghasilkan rumput laut yang berkualitas,” tandas Gubernur.

Di tempat yang sama, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menerangkan, kawasan budidaya Hoat Sorbay memiliki luas lahan sebesar 1.346.41 Ha yang terdiri dari 543.30 Ha untuk budidaya rumput laut, dan sisanya seluas 803.11 Ha untuk budidaya laut lainnya seperti Kepiting Bakau, Tambak dan Keramba Jaring Apung.

“Dari total luas lahan budidaya rumput laut sebesar 543.30 Ha. Saat ini telah dimanfaatkan seluas 370.69 Ha atau 68.22 persen untuk budidaya rumput laut,” terang Bupati.

Hanubun berujar, Ohoi (Desa) Evu, Letvuan dan Arso, yang berada dalam kawasan budidaya Hoat Sorbay, telah ditetapkan sebagai Kampung Rumput Laut sesuai Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

“Secara umum pada tahun 2021 Kecamatan Hoat Sorbay memberikan kontribusi produksi rumput laut sebesar 10.266.93 ton atau 32.65 persen dari total produksi Rumput Laut Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 31.442.60 ton. Jumlah pembudidaya sebanyak 722 orang dengan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) sebanyak 393 RTP,” ujar Hanubun.

Usai memanen rumput laut, Gubernur berkesempatan meletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Pastoran Stasi Evu, Paroki Santo Petrus dan Paulus Namar, Gereja Katolik St. Antonius Padua Evu, Paroki Petrus Paulus Namar, Wilayah Kei Kecil, Keuskupan Amboina, Ohoi Evu, Kecamatan Hoat Sorbay.

Selanjutnya, batu pertama diletakkan Ibu Widya Pratiwi Murad, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Wakil Ketua DPRD Azis Sangkala, Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, Kakanwil Kemenag Maluku H. Yamin.

Setelah, Gubernur dan rombongan meninjau kondisi Gereja Katolik St. Antonius Padua Evu yang masih dalam tahap pengerjaan. Berdasarkan pantauan, pembangunan gedung Gereja telah rampung 90 persen.

Turut hadir Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Wakil Ketua DPRD Azis Sangkala, Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov dan Pemkab Maluku Tenggara, Camat Kei Kecil C. Rettob, Pj. Ohoi Dunwahan Darius Lefteuw dan jajaran, sejumlah tokoh masyarakat/adat/agama.

Ini Sikap DPRD Maluku Terkait Hasil Panen Petani Pulau Buru Tidak Dibeli Bulog

0

Ambon. MALUKU.News – Buntut hasil panen padi masyarakat di Pulau Buru yang ternyata tidak dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) membuat DPRD Maluku menggelar rapat bersama beberapa mitra yankni dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Bulog untuk membahas hal tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Lewerissa mengatakan, dalam rapat tersebut penjelasan dari Bulog bahwa hasil panen masyarakat Kabupaten Buru tidak dibeli karena kadar airnya tinggi mencapai 13-14 persen.

“Disatu sisi Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan no. 24 tahun 2020, pasal 4 mengatakan, menyangkut dengan kualitas hasil panen, harus mendapat keputusan dan arahan dari kementerian teknis, untuk itu kita minta bulog meminta penjelasan dengan persoalan yang terjadi,” ujarnya di Ambon, JUmat (22/07/2022).

Menurut Lewerissa, dinas pertanian sudah maksimal dalam memberikan pendampingan kepada petani untuk meningkatkan produktifitas dan sebagainya namun Bulog tidak membelinya akibat peralatan tidak ada, di Maluku juga tidak memiliki laboratorium untuk menguji hasil produksi pertanian.

“Kendalanya tidak memiliki laboratorium untuk menguji hasil pertanian. Kalau kita uji diluar berarti kualitas menurun karena jaraknya terlalu jauh,” tandasnya.

Dijelaskan Lewerissa, komisi II DRPD Maluku telah bertemu Badan Ketahanan Pangan Nasional untuk segera meminta pembangunan Laboratorium uji hasil produk pangan di Maluku, agar jangan berharap lagi daerah lain.

“Jadi Proposalnya sudah kita ajukan, olehnya itu harus ada kerjasama lintas sektor agar bisa mendapat solusi yang terbaik,” imbunya.

Dijelaskan Lewerissa, berdasarkan data ketahanan pangan nasional menunjukkan Maluku statusnya rawan pangan, namun bukan berarti tidak tersedianya pangan namun banyak faktor antara lain transportasi bahkan sumberdaya manusia.

“Kesimpulan rapat tadi Kita dalam waktu dekat jika berkaitan meminta keputusan pemerintah dalam hal ini kementerian terkait Bulog Pusat maupun kementerian perdagangan terkait persoalan yang dialami petani di Buru maka kami akan berangkat ke Jakarta meminta penjelasan dari kementerian,” pungkasnya.