Beranda blog Halaman 233

DPRD Maluku Minta TPP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Harus Segera Dibayarkan

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rovik Afifudin meminta Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku harus segera dicairkan.

Menurut Afifudin, beberapa waktu lalu telah disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Maluku, Zulkifli Anwar, bahwa TPP aparatur sipil negara (ASN), mulai dibayarkan bagi ASN yang sudah melengkapi data maupun dokumen.

“Tambahan penghasilan ini harus segera dibayarkan, apalagi sudah masuk bulan Agustus dimana kebutuhan semakin banyak, mendesak Pemprov Maluku segera melunasi hak-hak pegawai,”ujarnya di Ambon, Jumat (05/08/2022).

Afifudin menambahkan, jika tidak dibayarkan di bulan ini sungguh sangat disayangkan, apalagi menghadapi tahun ajaran baru, anak-anak masuk sekolah, masuk kuliah, maka TPP sangat membantu kebutuhan yang dimaksudkan.

“Jika kendalanya ada pada data-data kepegawaian atau kendala pada BPKAD segera selesaikan, dan terus terang kepada yang mempunyai hak, agar meminimalisir keluhan yang terjadi karena TPP sangat dibutuhkan oleh ASN bagi kepentingan keluarga dekatnya,” pungkasnya.

Pemprov Maluku Dukung Gerakan Bagi-bagi 10 Juta Merah Putih

0

Ambon, MALUKU.News – Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke 77 tahun 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mendukung Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, yang merupakan program nasional.

Hal itu, sebagaimana isi surat Nomor 003.1/4397/SJ yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro.

Dalam surat tersebut dijelaskan, gerakan ini dilandasi pemikiran bahwa bendera merah putih merupakan identitas, simbol dan alat pemersatu masyarakat Indonesia, yang selama bulan kemerdekaan akan berkibar di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah daerah dihimbau untuk melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi lainnya, serta menugaskan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai koordinator pelaksanaan.

Adapun Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih ini dilaksanakan dengan menggalang partisipasi dan swadaya masyarakat secara pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintahan maupun swasta.

Olehnya itu, sebagai bentuk dukungan program nasional dimaksud, Gubernur Maluku Murad Ismail melalui Penjabat Sekretaris Daerah Sadli Ie, menyerahkan bendera Merah Putih kepada lima organisasi kepemudaan, yakni BKPRMI, KNPI, AM-GPM, WKRI dan PMKRI, di Tribun Lapangan Merdeka, Jumat, (5/8/2022), yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda mengatakan, gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih merupakan program nasional. Hal itu didasari pemikiran, Bendera Merah Putih merupakan identitas simbol dan alat pemersatu bagi masyarakat Indonesia.

Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan dengan menggalang partisipasi dan swadaya masyarakat secara pribadi, kelompok, organisasi masyarakat, unsur pemerintah maupun swasta.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, kita semua di seluruh instansi pemerintahan, perbankan, swasta, masyarakat, dapat mengibarkan bendera Merah Putih selama bulan Agustus tahun ini. Atau pun berpartisipasi secara swadaya, membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Gubernur, pengibaran bendera ini tidak hanya berlangsung secara seremonial. Namun, kegiatan ini dimaknai sebagai momentum untuk memupuk rasa cinta dan bangga terhadap negara. Dengan tumbuhnya rasa itu, diharapkan bakal menuntun semangat dalam memberikan kontribusi masyarakat terhadap negara melalui peran masing-masing.

“Kita sebagai bangsa yang lahir dan hidup di bumi Indonesia terpanggil untuk mengibarkan bendera merah putih pada bulan Agustus. Mengibarkan bendera merah putih menjadi wujud cinta kita kepada negara Indonesia,” ujarnya.

Usai menyerahkan bendera secara simbolis kepada lima organisasi kepemudaan, Sadli bersama sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, membagikan bendera kepada masyarakat didepan Tribun Lapangan Merdeka.

DPRD Provinsi Maluku Apresiasi Bupati Malra Dan Wali Kota Tual Tanggap Cepat Konflik

0

Ambon, MALUKU.News – Komisi I DPRD Maluku mengapresiasi Bupati Maluku Tenggara (Malra) dan Wali Kota Tual dalam penanganan tanggap cepat konflik di Ohoi Ohoibun Atas dan Ohoi Ohoibun Bawah, Ohoi Ohoitel dan Ohoi Ohoitahit, Kota Tual.

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra, menyampaikan apresiasi Bupati Malra serta Wali Kota Tual karena bisa tanggap dan cepat menyelesaikan konflik di daerah yang dipimpinnya.

“Beda dengan kepala daerah lain, contoh Kariu-Pelauw sampai hari ini belum selesai, karena Bupatinya tidak kooperatif. Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Malra. Bupati Malra telepon saya langsung untuk hadir. Kita meresponi untuk tahu secara langsung juga,”ujarnya di Ambon, Kamis (04/08/2022).

Rumra berharap, pemerintah provinsi ikut merespon penyelesaian konflik antar warga di dua daerah itu. Apalagi sistim kewenangan penting, tapi koordinasi terkait kewenangan pusat maka diteruskan oleh Pemprov.

“Pemkab Malra sampaikan kebutuhan, Rp1,2 miliar. Tadi kami sampaikan ke Pemprov, masuk dana tak terduga atau masuk APBD perubahan. Kita tahu penyelesaian konflik didua daerah itu tidak merembes ke daerah lain. Kalau daerah lain sudah merembes ke daerah lain,”tandasnya.

Rumra menambahkan, pihaknya akan koordinasi dengan Sekda agar dana tak terduga difransfer untuk bangun rumah yang rusak dan fasilitas lain.

“Begitu juga di TNI dan Polri di Kota Tual dan Malra. Soal pembangunan Polres Malra, nanti saat penyampaian aspirasi ke Mabes Polri kami akan sampaikan,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, Roy Pattiasina menyatakan, menjadi pemimpin harus selalu ditengah masyarakat baik suka maupun duka, seperti dilakukan Bupati Malra.

“Kita butuh pemimpin yang selalu hadir ditengah masyarakat. Kalau dimaki dan dilempari itu biasa. Jadi memang kita apresiasi Bupati Malra,”tegasnya.

Pattiasina yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, juga mengapresiasi Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku, turun langsung mendamaikan warga bertikai Malra dan Kota Tual.

“Saya berharap, Babinsa dan Babinkamtibmas selalu melakukan patroli di masyarakat. Kalau ada yang minum minuman keras tolong dibubarkan. Ini yang biasa memicu bentrok,”pungkasnya.

DPRD Provinsi Maluku Sesalkan Persoalan Jasa Medis RSUD Haulussy

0

Ambon, MALUKU.News – Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Justina Renyaan mengaku sangat menyesalkan persoalan jasa medis RSUD Haulussy yang berimbas bagi pelayanan kesehatan.

“Ketidakadilan pembagian jasa pelayanan medis RSUD Haulussy yang diduga ikut berimbas pada pelayanan kesehatan yang tidak maksimal terhadap pasien. Ini kan soal jasa, saya mau tanya struktural ini ada gaji atau tidak, kenapa menuntut terlalu banyak. Ini kerja cari motivasi uang atau melayani dengan hati kalau motivasi uang cari tempat lain,”ujarnya di Ambon Rabu (03/08/2022)

Menurut Renyaan, Direktur dan jajaran struktural lainya sepantasnya tidak perlu mempersoalkan presentasi pembagian jasa pelayanan yang telah dibagi sesuai dengan mekanisme pembagian yang selama ini berlaku dilingkungan RSUD Haulussy.

“Selama kurang dua periode atau sepuluh tahun menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku komisi IV persolaan yang ditangani hanya berasal dari RSUD Haulussy dan tidak ada rumah sakit lain padahal RSUD Haulussy merupakan rumah sakit rujukan masyarakat Maluku,” katanya.

“Untuk itu kita minta direktur untuk dapat menyelesaikan permasalah ini, Kita mengharapkan kedatangan Direktur supaya membenahi rumah sakit tetapi justru terjadi masalah seperti ini lagi dan lagi,” katanya menambahkan sembari meminta direktur RSUD Haulussy kembali merangkul tim jasa yang telah mengundurkan diri.

“Karena yang diperjuangkan tim jasa terkait dengan hak mereka bukan gaji sehingga harus segera diselesaikan dengan baik,”pungkasnya.

DPRD Provinsi Maluku Minta Calon Sekda Harus Mampu Koordinir Semua OPD

0

Ambon, MALUKU.News – Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra menyatakan calon Sekertaris Daerah (Sekda) diharapkan mampu mengkoordinir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengimplementasikan visi maupun misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

“Sekda Maluku kedepan harus mampu untuk mengkoordinir semua OPD Lingkup Provinsi Maluku dalam rangka membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka mengimplementasikan Visi dan Misi,”ujarnya di Ambon, Selasa (03/08/2022).

Dijelaskan Rumra, posisi Sekda sendiri cukup strategis yaitu sebagai kepala kantor yang menahkodai seluruh OPD Lingkup Provinsi Maluku. Selain itu, Jabatan Sekda juga punya kewenangan yang diberikan oleh Gubernur dalam rangka membantu dan memfasilitasi Pemerintah Daerah, terkait dengan persoalan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), juga menyangkut dengan persoalan-persoalan Pemerintahan yang lain.

“Oleh karena itu, calon Sekda harus benar-benar memiliki kapasitas dan memahami betul tata kelola pemerintahan, maka Gubernur pastinya akan menentukan orang-orang yang memenuhi kriteria kemudian diusulkan ke Mendagri,”pungkasnya.

DPRD Maluku Minta Tenaga Honorer Siapkan Diri Ikut P3K pasca Tahun 2023 Dihapuskan Honorer

0

Ambon, MALUKU.News – Seluruh tenaga honorer baik lingkup Pemerintah Provinsi Maluku maupun kabupaten/kota diminta untuk menyiapkan diri mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Atappary kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (02/08/2022), menyusul kebijakan penghapusan tenaga honorer di tahun 2023 secara nasional oleh Pemerintah Pusat.

Sekedar diketahui, penghapusan tenaga honorer ini ditandai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K.

Setelah Peraturan Pemerintah (PP) tentang penghapusan tenaga honorer dikeluarkan, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo juga mengeluarkan surat yang ditujukan ke seluruh kepala daerah di Indonesia.

Surat MenPAN-RB Tjahjo Kumolo yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah ini berisi aturan membuat struktur birokrasi di instansi pusat dan daerah hanya ada pegawai negeri sipil (PNS) dan P3K.

“Nah atas dasar itu, sampai dengan Desember 2023 diseluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah itu tidak lagi ada tenaga honorer. Pertanyaannya, tenaga-tenaga honor yang begitu banyak di Maluku ini saja ada ribuan, kalau kita ambil dari Provinsi 11 Kabupaten Kota ini jika mereka dirumahkan pasti memiliki dampak sosial,”tuturnya.

Namun demikian, lanjut Atapary peraturan ini tidak secara otomatis merumahkan tenaga honorer tersebut. Pasalnya, pemerintah mengambil kebijakan untuk dialihkan ke PPPK tapi dengan proses seleksi dan tes.

“Kalau lolos, honor berubah menjadi pegawai P3K, statusnya sama dengan ASN, gaji dan tunjangannya sama, tetapi dia dikontrak dan tidak mendapat pensiun. Jika tidak lolos dalam tes P3K berarti statusnya dirumahkan,” paparnya.

Sementara untuk Guru, dirinya menjelaskan bahwasannya tidak menjadi masalah, karena mendapat jatah kuota sebanyak 1 juta.

“Untuk Guru sebenarnya tidak terlalu problem karena jatah seluruh Nasional itu 1 juta, dan sampai sekarang juga baru kurang lebih 20 persen yang terisi dari kuota 1 juta. Jadi peluang Guru untuk menjadi ASN itu sangat besar, ada 3 kali tes, tergantung guru tersebut mau menyiapkan diri atau tidak,” jelasnya.

Ia menegaskan, dalam menghadapi tes PPPK diperlukan kesiapan dari masing-masing peserta tes, karena jika tidak menyiapkan diri dalam menghadapi tes PPPK tersebut, pastinya tidak akan lolos.

Apalagi, jika diberikan 3 kali kesempatan namun tidak lolos, maka tentu bisa dikatakan tidak layak untuk mengajar.

“Tes P3K ini sistemnya online, soal-soalnya juga seputar kebangsaan, psikologi, intinya berisi pengetahuan umum. Untuk usia, tadinya tidak ada batasan namun saat ini masih digodok dan mudah-mudahan tidak pakai batas usia,” tutupnya.

Percepat Penurunan Stunting, Pemprov Maluku Gelar Penilaian Kinerja dan Aksi Konvergensi

0

Ambon, MALUKU.News – Penilaian Kinerja dan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Maluku Tahun 2022 resmi digelar.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku ini berlangsung di Hotel Manise Kota Ambon, Selasa (2/8/2022).

Turut hadir, Ketua TP – PKK Maluku Widya Murad Ismail, Pejabat Sekda Sadli Ie, Pejabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa, Wakil Bupati Seram Bagian Timur Idris Rumalutur dan Kepala Bapedda Provinsi Maluku Anthon A. Lailossa.

Dalam sambutannya, Ketua TP- PKK Provinsi Maluku Widya MI mengaku, semenjak dirinya di kukuhkan menjadi Duta Perangi Stunting (Parenting) hingga saat ini, sudah 11 Kabupaten/Kota yang dikunjunginya bersama tim.

Kunjungan ini tentu untuk melihat segala permasalahan yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota.

“Kami selalu datang untuk bersama sama melihat permasalahan di masing masing Kabupaten/Kota. Kami senang, dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang selama ini ketika saya bersama Tim dan dinas terkait turun di beberapa Kabupaten, kami benar benar disambut ,” ungkap Widya.

Dikatakan, sebagai Ibunya anak-anak Maluku, dirinya ingin bersama-sama Pemerintah daerah membuat program yang dapat membantu mengatasi permasalahan stunting di Maluku.

“Sejak saya dikukuhkan, saya sudah berjanji dengan Dinkes dan Pemda, saya tidak mau hanya jadi Duta-dutaan saja. Saya ingin kita bersama-sama membuat program bersama, karena permasalahan stunting ini perlu kita atasi bersama,” tegasnya.

Dengan demikian, Ina Latu Maluku ini meyakini, lewat kerjasama yang baik, angka stunting di Provinsi Maluku dapat menurun.

“Kita sama-sama tahu bahwa Pak Jokowi mengharapkan di 2024 prevalensi stunting menjadi 14 persen. Walaupun kita masih di 28 persen, pastinya bukan kita bicara sulit untuk mencapai 14 persen kita harus yakin dan optimis InsyaAllah Provinsi Maluku bisa 20 persen,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Pj. Sekda Maluku, Sadli Ie menegaskan, pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk membebaskan setiap anak Indonesia dari resiko terhambatnya perkembangan otak, yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.

“Kami menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Kota agar terus mendorong Percepatan Penurunan Stunting di daerah, melalui berbagi intervensi program dan kegiatan, baik secara spesifik maupun sensitif, sehingga target kinerja preferensi stunting yang telah di tetapkan dapat tercapai,” tandasnya.

Wagub Maluku Canangkan Kegiatan Perayaan HUT Promal ke 77

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Gubernur Barnabas Orno membuka secara resmi Pencanangan Rangkaian Kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku ke 77 Tahun 2022 bertempat di tribun lapangan Merdeka, Kota Ambon, Selasa (2/8/2022).

Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad, Forkopimda Provinsi dan Kota Ambon, pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Rangkaian Acara Peringatan HUT Promal ke 77 Tahun 2022, dr. Meikal Pontoh, M.Kes dalam laporannya mengatakan, dasar dari kegiatan ini berdasarkan keputusan Gubernur Maluku nomor: 569 tanggal 19 Juli tahun 2022 dan juga pelaksanaan kegiatan merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku, TP. PKK Provinsi Maluku, dan Dekranasda Provinsi Maluku.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai bagian dalam memelihara Nasionalisme, Meningkatkan penganekaragaman pemanfaatan pangan lokal dan menumbuh kembangkan penghargaan serta kebanggaan terhadap seni tradisional,” jelasnya.

Untuk diketahui, rangkaian pelaksanaan HUT Provinsi akang berlangsung sejak dimulai pencanangan dengan agenda kegiatan Bakti Sosial, Pemecahan Rekor Muri sajian makanan olahan terbanyak dari bahan sagu yang akan menampilkan 500 resep pangan berbahan dasar sagu dan gelar pangan lokal serta pameran UMKM yang melibatkan 50-75 UMKM dan Pagelaran Seni dan Budaya .

Lanjutnya, kegiatan Bhakti Sosial terdiri dari Kegiatan Deteksi Dini Kanker Rahim/Iva Test dengan melibatkan Istri ASN dan ASN Perempuan Golongan I dan II Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dengan target 774 orang.

Disampaikannya, kegiatan donor darah akan berlangsung selama 2 hari, 4 – 5 Agustus 2022 bertempat di RSUP dr. Leimena dengan menargetkan 50 – 100 orang pendonor.

Selain itu, dua agenda lainnya akan dilaksanakan di Kabupaten Maluku Tengah diantaranya kegiatan Pengobatan masal dengan target 500 orang dan penyerahan bantuan untuk korban bencana banjir/longsor dengan menargetkan 29 KK/124 jiwa untuk masyarakat Desa Hila – Kaitetu dan 3 KK/9 Jiwa Warga Desa Negeri Lima bertempat di balai Desa Hila 7 Agustus mendatang.

Untuk kegiatan Bibir Sumbing akan dilaksanakan tanggal 12-13 Agustus dengan target 15-30 orang bertempat di RSUD dr. Ishak Umarela Tulehu.

Kegiatan senam bersama ASN di lingkup Provinsi Maluku yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2022 bertempat Lapangan Merdeka Ambon.

Puncak dari kegiatan tersebut yakni Pemecah Rekor Muri sajian olahan terbanyak dari bahan sagu akan mengikutsertakan 50-75 UMKM dan malamnya akan mengelar Seni Budaya dan fashion show dengan target 1000-1500 orang.

Wagub dalam arahan singkatnya mengatakan ,semoga di usia ke 77 tahun ini Maluku akan lebih baik dan maju .

“semoga Maluku di 77 tahun ini, semakin maju, semakin baik dan kita semakin sehat untuk bersama-sama membangun Maluku,” harapnya.

Ini Pesan Widya Pratiwi kepada Pengurus MT Al-Istiqomah

0

Ambon, MALUKU.News – Pembina Majelis Tak’lim Provinsi Maluku, Ny. Hj. Widya Pratiwi Murad, menghadiri pelantikan pengurus MT. Al-Istiqomah RW 02 / RT 07, 08, 09, Desa Nania periode 2022-2027, Kecamatan Baguala, di pekarangan Masjid Al-Muhajirin, desa setempat, Senin (1/8/2022).

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon Nomor 398 Tahun 2022, tentang Pembentukan Pengurus MT Al-Istiqomah itu, mengusung tema “Kiprah MT Istiqomah sebagai Wadah Belajar dan Membentuk Kepribadian Muslimah yang Sholehh Tangguh, Kreatif dan Inovatif dalam menghadapi Tantangan Zaman”.

Selaku Pembina dan sekaligus Ketua Umum MT Nur Asiah Provinsi Maluku, Widya menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik.

Dirinya berujar, silaturahmi MT. Al-Istiqomah dengan MT. Nur Asiah Maluku harus tetap terjaga kedepan.

“Saya merasa bangga, bisa hadir disini bersama ibu-ibu majelis taklim dalam rangka pelantikan pengurus, sekaligus menjadi sarana silaturahm. Harapan saya, semoga kita selalu Istiqomah dan silaturahmi kita tetap terjaga,” ujar Widya.

Diterangkannya, sebagai lembaga pendidikan informal, kumpulan ibu-ibu muslimah diharapkan agar keberadaan MT dapat memberikan sumbangsih pemikiran positif bagi pembinaan umat, terutama anak dan generasi muda dalam keluarga dan di lingkungan pemukiman masing-masing.

“Mari kita bekerjasama, berkomitmen, berkoordinasi dan berkolaborasi untuk menjadikan Majelis Tak’lim sebagai suatu kekuatan yang mampu berbuat banyak untuk kepentingan dan kemaslahatan umat, dan bukan untuk kepentingan tertentu,” terangnya.

Widya menegaskan, selaku pembina dan juga Ketum MT. Nur Asiah Provinsi Maluku, dirinya akan memfasilitasi penyusunan Buku Panduan tentang Mekanisme Organisasi dan Manajemen Pengelolaan MT di Provinsi Maluku, dengan melibatkan perwakilan provinsi, kabupaten/kota se-Maluku agar menjadi acuan organisasi.

Lanjutnya, saat ini banyak permasalahan dan tantangan umat (Bangsa) yang perlu ditangani secara bersama-sama, antara lain masalah menyangkut peredaran narkoba, kekerasan sosial / seksual, ujaran kebencian dan fitnah di media sosial.

“Menghadapi semua permasalahan ini, saya mengajak keluarga besar MT. Al-Istiqomah untuk peka dan harus punya gagasan yang solutif dan transformatif, sebagai wadah perjuangan pendidikan Islam, lembaga dakwah maupun ormas perempuan,” tutup Widya.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba Tumpeng Muharram dan pelelangan Kaligrafi untuk pembangunan Masjid Al-Muhajirin.

Pemprov Maluku Gelar Kegiatan Hingga Pemecahan Rekor MURI Sambut HUT ke 77

0

Ambon, MALUKU.News – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku (Promal) ke 77 Tahun 2022 kali ini agak berbeda dari momen sebelumnya.

Sebab, Pemprov telah menetapkan sejumlah kegiatan sosial, seni dan budaya, serta pemecahan rekor MURI olahan terbanyak dari Sagu.

Kegiatan yang digelar Pemprov ini bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, yaitu, deteksi dini kanker/Iva Test dan bantuan sosial, donor darah, pengobatan massal dan penyerahan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor, operasi bibir Sumbing, senam bersama, rekor MURI Sajian Makanan olahan dari Bahan Sagu dan gelar pangan lokal, pameran UMKM, serta pagelaran seni dan budaya ditambah fashion show.

Penjabat Sekda Maluku, Sadli Ie memaparkan, latar belakang digelarnya berbagai kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan pangan lokal, pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan guna melestarikan seni dan budaya daerah serta memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Maluku.

“HUT Provinsi Maluku yang berdekatan dengan HUT Proklamasi, merupakan momen berbagi dan refleksi, berbagi kasih dengan sesama dan refleksi kecintaan dan bangga menjadi orang Maluku dari NKRI,” ungkapnya, kepada pers dikantor Gubernur setempat, Senin (1/8/2022).

Ikut mendampingi, Ketua Panitia HUT Provinsi Maluku yang juga Asisten II Setda Maluku, Meykal Pontoh, Kadis Pendidikan Maluku, Insun Sangadji, Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Lutfi Rumbia, dan Kadis Kominfo Maluku, Titus Renwarin.

“Tujuan digelar sejumlah kegiatan untuk memperkokoh Persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari memelihara nasionalisme, meningkatkan keanekaragaman dan pemanfaatan pangan lokal, menumbuhkan penghargaan dan kebanggaan terhadap kekayaan seni dan budaya tradisional Maluku,” jelasnya.

Adapun tema HUT Provinsi Maluku ke-77 kali ini, yakni “Baku Gandeng, Maluku Bisa” !.

Dikatakannya , dengan semangat persatuan dan kesatuan, Maluku bisa mengatasi segala tantangan dalam mencapai tujuan pembangunan dan mampu bersaing dengan Provinsi lainya di Indonesia

Dijelaskannya , deteksi dini kanker/Iva Test dan bantuan sosial, donor darah, digelar di lapangan Merdeka Ambon, target test 100 sampai 150 orang dan bantuan sosial kepada 774 ASN Provinsi Maluku golongan I dan II, dilaksanakan Selasa (2/8/2022) hingga Rabu (3/8/2022).

Donor darah digelar di RSUP dr Leimena, target 50 orang sampai 100 orang, digelar Kamis (4/8/2022) hingga Jumat (5/8/2022).

Pengobatan masal dan penyerahan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor, digelar Minggu (7/8/2022) di Balai Desa Hila, target pengobatan masal 500 orang, sementara bantuan bencana 29 kepala keluarga (Hila-Kaitetu) ditambah 3 kepala keluarga di Negeri Lima.

Kegiatan operasi bibir sumbing, digelar Jumat, (12/8/2022 hingga Sabtu (13/8/2022) di RSUD dr Ishak Umarela-Tulehu, ditargetkan 15 orang sampai 30 orang. Senam bersama digelar Selasa (16/8/2022) di lapangan mereka Ambon, peserta seluruh ASN Pemprov Maluku.

Rekor MURI sajian makanan olahan dari bahan Sahu dan gelar pangan lokal, digelar Sabtu (20/8/2022) pagi di lapangan Merdeka Ambon target 500 resep. Pameran UMKM, digelar Sabtu (20/8/2022) di lapangan Merdeka Ambon.

“Sekitar 50 UMKM hingga 75 UMKM dilibatkan,” sebutnya.

Sementara pegelaran seni dan budaya ditambah fashion show, lanjut Sadli, digelar Sabtu (20/8/2022) malam, tempat Sport Hall Karang Panjang Ambon.

”Jadi memang perayaan HUT Provinsi Maluku, kali ini beda dengan perayaan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Ditekankannya, sejumlah kegiatan yang digelar menerapkan protokol kesehatan.

“Kita berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. Kita juga berharap ditengah cuaca ekstrim kita semua menjaga kesehatan dengan baik. Tentu protokol kesehatan diperhatikan dengan baik,” sambungnya.

Ketua Panitia HUT Provinsi Maluku, Meykal Pontoh menuturkan, selama perayaan HUT provinsi selama ini tidak pernah melibatkan masyarakat.

“Biasanya lomba kebersihan dan senam. Tapi kali ini, libatkan masyarakat. Jadi masuk dalam kepanitiaan, semua pimpinan OPD dalam hal ini kepala dinas. Jadi tidak ada kepala Bidang atau kepala seksi,” kata Pontoh.

Lanjutnya , tanggal 19 Agustus 2022 mendatang upacara peringatan dan acara puncaknya pada 20 Agustus 2022.

Ketika ditanya, tujuan Rekor MURI sajian makanan olahan dari bahan Sagu dan gelar pangan lokal, diakuinya, Maluku kaya akan pangan lokal.

“Jadi kita tidak hanya tergantung pada beras saja. Tapi banyak sumber makanan seperti Sagu,” ingatnya.

Ternyata, jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku ini, pangan sagu ternyata bisa diolah 500 resep.

“Nanti diuji coba. Jadi kedepan masyarakat Maluku tidak lagi kedepan akan krisis pangan. Banyak sumber daya alam disekitar kita. Oleh sebab itu, di pasar mahal ada Cili dan bawang mahal. Tapi kalau pakai pangan lokal kita terpenuhi,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kadis Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia mengatakan, rekor MURI Sajian Makanan olahan dari bahan Sagu dan gelar pangan lokal akan melibatkan kelompok ibu-ibu.

“Jadi terserah mereka beli bahan Sagu di pasar atau di mana saja. Jadi memasak itu sekian kelompok. Jadi ada ibu A buat 10 resep, ibu B buat resep lainya. Kita siapkan meja untuk dinilai pihak Rekor MURI, “paparnya.

Soal pagelaran seni dan budaya, Kadis Pendidikan Maluku, Insun Sangadji mengatakan, pagelaran seni dan budaya tidak hanya mendatangkan dari 11 Kabupaten dan kota, tapi warga kota Ambon berasal dari 11 Kabupaten dan kota bisa dilibatkan.