Beranda blog Halaman 232

Pendaftar Program Subsidi Tepat Di Papua-Maluku Tembus Lebih Dari 9.000 Kendaraan

0

Jayapura, MALUKU.News – Tingginya antusiasme masyarakat dalam pendaftaran Program Subsidi Tepat di beberapa kota wilayah Indonesia Timur sejak pertengahan Juli 2022, membuat Pertamina terus melakukan sosialisasi dan edukasi pendaftaran subsidi tepat.

Hal itu menambah rasa optimisme Pertamina dalam pendataan Program Subsidi Tepat melalui website dan aplikasi MyPertamina.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku, Edi Mangun menjelaskan, untuk wilayah Indonesia Timur sendiri, saat ini telah lebih dari 9.000 unit kendaraan yang sudah terdaftar,

“Hingga tanggal 12 Agustus kemarin, di wilayah Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku telah terdaftar sebanyak lebih dari 9.000 unit kendaraan dimana 5.000 diantaranya berada di wilayah Maluku,” ujarnya dalam siara pers yang diterima media ini di Ambon, Sabtu (13/08/2022).

Edi mengingatkan, meskipun implementasi belum dilakukan bahwa seluruh konsumen yang mengonsumsi produk BBM Pertalite dan Solar Subsidi sebaiknya melakukan pendaftaran kendaraan.

“Bagi kendaraan yang tidak mengonsumsi pertalite dan solar subsidi tentunya tidak perlu melakukan pendaftaran. Kami berterima kasih dan mengapresiasi konsumen yang telah membeli produk selain pertalite dan solar subsidi karena kedua produk tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang layak disubsidi”ungkapnya.

Menurut Edi, ada masa pendaftaran dan transisi ini masyarakat masih tetap bisa membeli pertalite dan solar seperti biasa, namun kami tetap mendorong masyarakat agar segera mendaftarkan kendaraan dan identitasnya.

“Kami juga infokan bahwa pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri pada website subsiditepat.mypertamina,”katanya. .

Edi juga memastikan pelaksanaan pendaftaran melalui website maupun aplikasi MyPertamina bukan untuk menyulitkan masyarakat, namun untuk melindungi masyarakat yang sebenarnya berhak untuk menikmati subsidi energi.

“Tujuan dari adanya pendataan ini tidak lain adalah untuk melindungi masyarakat rentan, untuk memastikan subsidi energi yang tepat sasaran sehingga anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah benar-benar dinikmati yang berhak,” katanya.

“Kedepannya kami berharap data ini bisa digunakan untuk menetapkan kebijakan energi bersama pemerintah serta dapat mencegah terjadinya potensi penyalahgunaan atau kasus penyelewengan BBM subsidi di lapangan,”katanya lagi.

edi menambahkan, jumlah kendaraan yang sudah terdata di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara berjumlah lebih dari 9.000 Kendaraan.

“Diantaranya di Provinsi Maluku & Maluku Utara memegang jumlah kendaraan terbanyak dengan jumlah 5.345 Kendaraan, kemudian di susul oleh Provinsi Papua dan Papua Barat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai Kepmen ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 Pertalite ditetapkan sebagai BBM Penugasan oleh Pemerintah. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran subsidi tepat sasaran menggunakan sistem MyPertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 serta sosial media resmi @ptpertaminapatraniaga dan @mypertamina.

Gubernur Murad : Visi Pembangunan Telah Jadi Jati Diri PAN Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Gubernur Murad Ismail merasa yakin, bila visi misi pembangunan Provinsi Maluku telah menjadi jati diri dan komitmen Partai Amanat Nasional (PAN), untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat setempat dalam konteks Indonesia yang bermartabat.

“Saya yakin visi pembangunan provinsi Maluku telah menjadi jati diri dan komitmen PAN,” demikian kata Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda Sadli Ie, pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-1 PAN Provinsi Maluku, yang berlangsung di Grand Avira Hotel, Sabtu, (13/8/2022).

Gubernur menyampaikan atas nama Pemerintah daerah, dirinya mengapresiasi pelaksanaan Rakerwil ke-1 tersebut.

Pelaksanaan Rakerwil itu, dalam rangka membangun konsolidasi sekaligus mengevaluasi program kerja Partai kedepan.

“Menjadi sebuah partai besar, ditengah konstruksi negara demokrasi tidaklah muda. Sebab, selain dihadapkan pada berbagai realitas politik yang ada, juga dibutuhkan seni dalam melengkapi cita-cita perjuangan partai itu sendiri, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemandirian bangsa,” urainya.

Sebagai partai modern, sambung Gubernur, PAN terus berkembang di tengah dinamika zaman.

Pengalaman dan kematangan berpolitik partai ini, sudah teruji dalam melakukan tanggung jawabnya secara prinsipil dan substansial, dengan menjalankan amanat demokrasi dalam konteks pembangunan daerah yang lebih berkualitas.

Gubernur berharap, Rakerwil ke-1 ini akan membahas dan mendiskusikan berbagai persoalan mendasar kepartaian, dalam rangka memperjuangkan kemajuan Maluku dalam segala aspek. Kemajuan yang dimaksudkan adalah akan ada banyak agenda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang harus dikerjakan secara bersama-sama.

“Apa yang saya sampaikan merupakan refleksi bersama dengan seluruh elemen politik di daerah ini, teriring disampaikan terima kasih atas dedikasi dan dukungan partai ini,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPW PAN Maluku Wahid Laitupa menerangkan, pelaksanaan Rakerwil ini merupakan tindak lanjut dari Rakerda PAN se-Maluku, perihal materi-materi yang disampaikan masing-masing Dewan Pimpinan Daerah (DPD) setempat.

“Hari ini harus selesai, sebelum diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam rangka kegiatan Rakernas,” terang Wahid.

Usai pelaksanaan Rakerda dimaksud, ujar Wahid, DPW PAN Maluku menyimpulkan beberapa catatan, diantaranya rekomendasi capres dan cawapres termasuk program internal/eksternal yang akan ditindaklanjuti pada Rakerwil, yaitu berkaitan dengan persiapan verifikasi, pencalonan dan rekrutmen saksi.

Dinsos Maluku Salurkan Bantuan ke Pengungsi Kariu, Sempat Terkendala Ini

0

Ambon, MALUKU.News – Dinas Sosial Provinsi Maluku menyalurkan sejumlah bantuan pangan logistik kepada pengungsi Kariu di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Bantuan yang disalurkan Dinsos Maluku melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Maluku ini terlaksana pada Kamis (28/7/2022) lalu.

Kepada Dharapos.com, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan Komnas HAM RI di Ambon beberapa waktu lalu.

Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat khususnya pengungsi Kariu yang ada di Negeri Aboru.

“Kami telah menyalurkan bantuan pangan kepada pengungsi Kariu. Bantuan ini baru bisa kami salurkan pada tanggal 28 Juli 2022 kemarin, sebab pada hari sebelumnya itu terhalang dengan keadaan laut yang tidak memungkinkan kami untuk menyalurkan bantuan,” ungkap Sartono di Ambon, Kamis (11/8/2022).

Dikatakan, hampir setiap hari pihaknya mengecek kondisi laut agar lebih cepat merespon kebutuhan warga pengungsi Kariu.

“Kini bantuan sudah tersalurkan sesuai dengan kondisi ketersediaan logistik yang ada di Dinsos Maluku,” ujarnya.

Sartono menjelaskan, bantuan yang diberikan itu berupa makanan, peralatan evakuasi, perlengkapan keluarga, dan perlengkapan sandang.

Untuk bantuan makanan itu terdiri dari makanan siap saji 120 paket, lauk pauk 120 paket, beras 3 ton, dan makanan anak 2021 tambahan. Sedangkan untuk peralatan evakuasi terdiri dari tenda gulung merah 2021 sebanyak 20 lembar, kasur merah 10 dan matras 576 50 lembar.

“Perlengkapan keluarga itu kami berikan kids ware sebanyak 25 paket, dan untuk peralatan sandang itu kami salurkan selimut merah 2021 sebanyak 30 lembar, dan pembalut wanita 50 paket,” tandas Sartono.

Dengan demikian, diharapkan bantuan ini dapat digunakan masyarakat pengungsi Kariu guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Diduga Ada Keterlibatan Aparat Keamanan, Umasugi Desak Gunung Botak Dilegalkan

0

Ambon, MALUKU.News – Sejak beroperasi secara ilegal sejak 2011, banyak persoalan yang ditemukan di tambang emas, Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru. Selain menimbulkan korban akibat konflik antar penambang, juga menimbulkan kerusakan lingkungan. Bahkan di tahun 2018, hewan ternak milik warga tiba-tiba mendadak mati lantaran limbah merkuri dan sianida dibuang begitu saja, hingga tercecer dan masuk mengaliri sungai-sungai yang mengarah ke laut Pulau Buru.

Terhadap peristiwa tersebut, aparat Keamanan bersama Pemerintah kemudian mengambil langkah menutup tambang emas rakyat itu. Namun sayangnya, langkah ini hanya bersifat sementara, pasalnya hingga saat ini masih terlihat aktivitas penambangan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar gunung botak kembali tercemar, seperti yang terjadi baru-baru ini di sungai Hanahoni yang berubah warna menjadi biru.

Menurut peneliti Universitas Pattimura Ambon Dr. Yusthinus Male berubahnya air di sungai Hanahoni menjadi biru,, akibat reaksi kimia sianida dan ion besi di dalam tanah, atau yang biasa disebut Heksasiano. Sianida yang mencemari sungai diduga berasal dari bak rendaman yang dingunakan penambang untuk memisahkan emas dari material tanah.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Ikram Umasugi menduga ada permainan dari aparat keamanan dalam memback-up pendistribusian limbah B3 ke gunung botak.

“Ini bukan barang baru lagi, pasti ada oknum-oknum yang terlibat disana,”ucapnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada Kapolda dan Pangdam untuk segera mengusut tuntas keterlibatan anggota dalam membantu pendistribusian limbah Bahan Berbahay Beracun (B3).

“Jika hal ini dilakukan, dan proses penagakan hukum di gunung botak berjalan dengan baik, maka kedepan tidak akan lagi terjadi peristiwa seperti ini,”ucapnya.

Tak hanya itu, Umasugi juga menilai pemerintah lalai. Seharusnya pemerintah menyiapkan perangkat aturan untuk melegalkan Gunung Botak, sehingga dapat terkelola dengan baik.

“Gunung bukan persoalan baru, selama ini seakan-akan ada pembiaran, atau pemerintah lalai. Jadi melihat kondisi disana, maka pemerintah dapat menyiapkan ruang ini untuk melegalkan gunung botak, sehingga persoalan pencemaran bisa diminimalisir sekian mungkin sehingga masyarakat diberikan kesempatan untuk bekerja,”tuturnya.

Kedepan, Umasugi berharap adanya koordinasi lintas sektoral pemerintah, aparat keamanan, dan DPRD dalam menyelesaikan persoalan gunung botak.

“Saya rasa kalau tidak sama-sama maka dipastikan sampai kapanpun persoalan ini tidak bisa diselesaikan,”pungkasnya.

BUMD Maluku Belum Berkontribusi Dalam Peningkatan PAD

0

Ambon, Maluku posting.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah salah satu badan usaha yang seharusnya memiliki peran sangat penting dalam perputaran ekonomi sebuah daerah. BUMD didirikan oleh pemerintah daerah dengan beragam tujuan. Salah satunya adalah bisa menjadi profit center bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penerimaan dividen. Pemerintah daerah sebagai pemilik BUMD tentu mengharapkan adanya pemasukan dari BUMD untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun sayangnya, harapan besar dengan hadirnya BUMD dalam peningkatan PAD belum berjalan baik di Maluku. Dari empat BUMD dibawah naungan Pemerintah Provinsi Maluku, yaitu Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya, PT Dok Waiame, PT Bank Maluku Maluku Utara dan, PT Maluku Energi Abadi (MEA) belum memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan PAD.

“Memang dari sisi kinerja bagus, namun sayangnya belum memberikan kontribusi baik dalam PAD,”ungkap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw di Ambon, rabu (10/08/2022).

Terhadap hal tersebut, pihaknya akan mengundang keempat PD untuk mempertanyakan hal tersebut, mulai dari progres pekerjaan, maupun pengembangan ekspansi usahanya seperti apa.

“Kita akan panggil masing-masing PD, dalam rangka mendengar progres pekerjaan dan pengembangan espansi usaha seperti apa. Itu mesti diketuai komisi, sehingga dilakukan proses pengawalan. karena terkait pengembangan usaha, mereka juga harus berkontribusi. Karena semakin besar pengembangan usahanya, maka semakin besar juga kontribusi bagi peningkatan PAD, apalagi saat ini maluku masih berada nomor 4 termiskin di Indonesia. untuk itu, seharusnya memberikan kontribusoi nyata bagi peningkatan PAD dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,”tuturnya.

Dari rapat tersebut, kata Richard komisi akan masing-masing PD untuk berinovasi sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam hal ini defiden bagi Maluku.

“Kontribusi PAD bukan hanya dari pajak dan retribusi, tetapi bagaimana upaya dan daya dorong dari BUMD dalam rangka meningkatkan daya kerja mereka. Kalau hanya tinggal penyertaan modal, tapi kemudian mereka tidak memberikan kontribusi ini juga patut dipertanyakan, dari pada rugi lebih baik ditutup,”tegasnya.

Walaupun demikian, ungkap Rahakbauw dari empat BUMD, hanya PD Panca Karya yang memiliki perkembangan usaha, sedangkan lainnya masih jauh dari harapan.

“Yang kita lihat maju PD PAnca KArya dalam pengembangan usaha, dengan PAD. Hal ini harus tetap dipertahankan dalam pengembangan usaha yang baik dan meningkatkan PAD untuk kepentingan rakyat,”pintanya.

Rapat Evaluasi Penanganan Konflik Kariu – Pelauw Digelar, Pj Sekda Maluku Sampaikan Ini

0

Ambon, MALUKU.News – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Forkopimda Provinsi Maluku melakukan pertemuan, dalam rangka mengevaluasi penanganan konflik antara Negeri Kariu dan Negeri Pelau, Kecamatan Pulau Haruku.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Gubernur Maluku, Rabu (10/8/2022) ini dihadiri, Pejabat Sekda Maluku, Sadli Ie, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa dan juga Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif.

“Kita berharap persoalan ini segera terselesaikan dan pengungsi bisa kembali ke tempat tinggalnya, serta semua persoalan bisa berjalan dengan damai,” ungkap Pejabat Sekda Provinsi Maluku, Sadli Le kepada Wartawan.

Dikatakan, hidup berdampingan antara satu dengan yang lain merupakan wujud dari slogan orang Maluku yakni potong di kuku rasa di daging.

“Orang Maluku harus hidup berdampingan seperti slogan orang Maluku, yakni katong samua basudara, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, dan sagu salempeng patah dua,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil evaluasi, ia mengaku rekonsiliasi tim semuanya bergerak, baik dari Pemerintah Provinsi, Pemkab, TNI, maupun Polri.

“Semuanya bergerak mencari solusi yang terbaik,” ucapnya.

Menurutnya, ada langkah-langkah maju, karena dari negeri Pelau telah menunjukan respon yang baik sehingga rekonsiliasi bisa berjalan.

Dan untuk negeri Kariu, sementara ini pemerintah akan melakukan pendekatan agar penanganan ini bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, terkait tuntutan utama masyarakat Kariu yakni pulang ke tempat tinggalnya, Sekda mengaku hal tersebut tidak semudah membalik telapak tangan.

“Pengembalian Negeri Kariu ke tempat tinggalnya tidak semuda membalik telapak tangan, karena yang diharapkan adalah ketika Kariu balik persoalan selesai dan tidak menimbulkan konflik,. Yang jelasnya hari ini kita evaluasi yang mengarah untuk pengembalian pengungsi Kariu” pungkasnya.

Pansel Tetapkan Jadwal Seleksi 3 Calon Sekda Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekda Maluku telah menetapkan pelaksanaan jadwal seleksi.

Penetapan ini disampaikan Ketua Pansel Calon Sekda Maluku, Prof. M Sapteno kepada awak media di Ambon, Rabu (10/8/2022).

“Proses seleksi sudah harus terlaksana paling cepat Tanggal 20 Agustus 2022, selanjutnya pada Tanggal 23-24 Agustus berkasnya sudah dikirim ke Jakarta sesuai jadwal yang dibuat oleh Pansel,” ungkap Sapteno

Dikatakan, alasan dikirimnya berkas pada 23-24 Agustus, sebab pada 17 dan 19 Agustus merupakan HUT Kemerdekaan RI, sehingga akan disesuaikan dengan jadwal yang disepakati tim seleksi.

Adapun tiga (3) nama calon Sekda Yang dipaparkan Ketua Pansel yakni Pejabat Sekda Maluku Sadli Lie, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Jasmono, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku Hadi Sulaiman.

“Dari ketiga calon tersebut tidak diperpanjang waktu lagi karena sudah memenuhi syarat minimal pelaksanaan proses seleksi,” tegasnya.

Sapteno menandaskan, hingga sekarang ini pansel terus melaksanakan rapat dalam rangka menyiapkan seluruh instrumen dan juga tema yang akan disampaikan terkait dengan apa yang harus disiapkan ketiga calon tersebut.

“Rapat lanjutan akan dilaksanakan pada hari Jumat Ini” tukasnya.

DPRD Maluku Desak Aparat Keamanan Usut Pelaku Pencemaran Sungai Hanahoni

0

Ambon, MALUKU.News – Pencemaran linkungan disekitar lokasi tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, seperti yang terjadi baru-baru ini di sungai Hanahoni, bukanlah yang pertama, melainkan sudah berulang kali sejak beroperasi secara ilegal dari tahun 2011.

Bahkan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak tersebut sudah dilakukan, salah satunya dengan penutupan tambang emas ini oleh aparat kepolisian. Namun upaya ini terkesan seremonial belaka, pasalnya sampai saat ini masih ada sekelompok masyarakat yang secara diam-diam melakukan penambangan.

Untuk itu, DPRD Provinsi Maluku meminta kepada aparat keamanan untuk segera melakukan proses penegakan hukum, seiring tercemarnya sungai Hanahoni.

“Kita akan bikin surat segera untuk aparat keamanan menindaklanjutinya,”ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Lewerissa di Ambon, senin (08/08/2022).

Dikatakan, pencemaran yang terjadi di sungaiu Hanahoni sudah termasuk dalam tindak pidana, karena melanggar Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 pasal 60 dan 104 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Itu memang kesengajaan orang yang menggunakan zat-zat kimia berbahaya sehingga mencemari sungai, itu pidana dengan hukuman 3-9 tahun dan denda Rp3-9 miliar,”ucapnya.

Menurut Lewerissa, penanganan terhadap hal ini perlu dilakukan secepatnya, karena akan berdampak luas, baik kepada lingkungan maupun masyarakat setempat.

“Ini menyangkut kehidupan banyak orang disitu, apalagi airnya mengalir sampai ke laut, tentunya boita laut juga akan rusak, ikan-ikan juga akan mati, masyarakat juga kan mencari ikan untujk di kosumsi, tentunya akan berdampak kepada masyarakat. Sudah tentu harus secepatnya ditangani,”pintanya.

Lewerissa juga akan berjanji akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku untuk membicarakan hal ini, sehingga bisa diambil langkah upaya selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta dikonfirmasi mengenai hal ini, tidak mau memberikan statement apapun, karena menurutnya sebagai upaya telah dilakukan, termasuk penutupan oleh aparat keamanan, namun masih saja ada proses penambangan secara ilegal.

Pemprov Apresiasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik Ombudsman Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Ombudsman RI Provinsi Maluku melakukan kegiatan pendampingan pada penilaian penyelenggaraan pelayanan publik.

Kegiatan pendampingan yang ditekankan kepada perangkat daerah yang menjadi locus penilaian ini dibuka Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno, Senin (8/8/2022), bertempat di Swissbel Hotel, Ambon.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekda SBT, Jafar Kwairumaratu, Sekda Maluku Tenggara, A. Yani Rahawarin dan Kepala Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Maluku, Suryadi Sabirin serta kepala Perwakilan Ombudsman provinsi Maluku, Hasan Slamet

Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Wagub Orno memberikan apresiasi yang tinggi serta memberikan dukungan atas kegiatan pendampingan penilaian penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman di tahun ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, saya memberikan apresiasi yang tinggi, kepada perwakilan Ombudsman RI Provinsi Maluku, yang telah menginisiasi kegiatan pendampingan penilaian penyelenggaraan pelayanan publik, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Maluku,” terangnya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku yang telah melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelayanan publik oleh Pemprov Maluku, dimana jika terdapat keluhan-keluhan masyarakat, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, dalam peningkatan penyelenggaraan pelayanan publik di daerah ini.

Lanjutnya, momentum pendampingan ini, tentunya merupakan langkah strategis, guna memahami pentingnya penilaian penyelenggaraan pelayanan publik.

Untuk itu, Gubernur menegaskan kepada seluruh OPD terkait, untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan, dalam penilaian penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga proses penilaian dapat berjalan dengan baik, serta hasil yang ditetapkan masuk dalam kategori tingkat kepatuhan tinggi atau zona hijau.

”Apapun hasil penilaian yang akan diberikan, dalam penilaian penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2022, hendaknya dapat kita terima dan dijadikan sebagai bahan evaluasi, guna peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Provinsi Maluku,” tandasnya.

Pemprov Maluku Gelar Baksos di Leihitu HUT ke 77 Tahun

0

Ambon, MALUKU.News – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku ke-77 yang jatuh pada tanggal 19 Agustus mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Desa Hila – Kaitetu dan Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (7/8/2022).

Kegiatan Baksos diawali di Desa Hila – Kaitetu, di depan Benteng Amsterdam.

Baksos yang diselenggarakan yakni, pengobatan masal yang melibatkan 40 dokter umum, 20 dokter spesialis dengan target sebanyak 500 orang.

Pengobattan massal ini merupakan kerjasama antara Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kegiatan lainnya yaitu, penyerahan bantuan berupa paket sembako kepada Korban Bencana Banjir / Longsor, dengan target sebanyak 124 orang, di Desa Hila – Kaitetu dan 9 orang di Negeri Lima.

Dengan Dinas Sosial Pemprov Maluku sebagai penanggung jawab.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Meikyal Pontoh mengatakan, bakti sosial atau dikenal dengan sebutan Baksos merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia.

“Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini, pemerintah dan masyarakat dapat merapatkan kekerabatan,” kata Pontoh.

Untuk itu, dirinya berharap kegiatan ini dapat di manfaatkan oleh masyarakat.

“Kehadiran kita disini, tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena selain pengobatan masal, juga ada penyerahan bantuan sosial. Lebih tepatnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakatnya,” ungkap Pontoh.

Lanjutnya, bakti sosial merupakan suatu bentuk kepedulian kepada pihak sosial, atau dalam hal ini adalah masyarakat terutama golongan yang berhak untuk menerimanya, atau kepada masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Jadi, kalau ada anggota masyarakat yang tidak bisa bangun karena sakit, mungkin perlu diinformasikan agar bisa kita kunjungi. Mobil ambulance disiapkan untuk dapat mengangkut atau melayani langsung di rumah. Kalau ada tindakan operasi, kita akan melakukannya di rumah sakit. Jadi mohon kerjasamanya, agar diberitahu kepada masyarakat yang belum tahu tentang pelaksanaan kegiatan ini,” imbaunya.

Sementara itu, Camat Leihitu, Amin Sopaliu menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memilih wilayah kerjanya sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial. Harapannya, dengan adanya pelaksanaan Baksos, program kerja pemerintah tentang masyarakat sehat bisa terwujud secara bertahap.

“Olehnya itu, saya ajak masyarakat untuk datang di kegiatan ini sehingga kita semua sehat,” tandas Sopaliu.