Beranda blog Halaman 196

Widya Murad : Tim Ina Latu Malika akan turun ke Kampung Mahia – Kota Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional Pos Pelayanan Terpadu (POKJANAL Posyandu) Tahun 2023, dan Launching Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan (INA LATU MALIKA), Rabu (1/2/2023) bertempat di Hotel Santika Ambon.

Turut hadir Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku yang juga merupakan Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, Bupati/Walikota se-Maluku, Asisten 2 Setda Maluku, Asisten 3 Setda Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan Lembaga Vertikal, Ketua TP-PKK Kab/Kota se-Maluku, unsur TNI/Polri, beserta unsur terkait lainnya, dan diikuti secara virtual oleh Kasubdit Fasilitasi Kelembagaan Pendukung Perangkat Desa Dirjen Bina Pemdes Kemendagri Dra. Lisbetty Tambunan, M.Si.

Duta Parenting Provinsi Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad dalam mengatakan, Pembentukan dan Optimaliisasi Pokjanal di tingkat Provinsi hingga ke tingkat Desa menjadi hal penting untuk dilaksanakan dalam rangka memperkuat kelembagan Posyandu.

Bukan itu saja, rapat ini juga diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi yang implementatif di Tahun ini dan Kota Ambon akan dijadikan pilot projec, Kata Widya.

Untuk diketahui, ditahun ke-4 sebagai Duta yang perangi Stunting dan telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan stunting secara terintegrasi dan konfergensi sehingga berhasil menurunkan refalansi stunting dari 34,1 persen di tahun 2018 menjadi 26,1 persen di Tahun 2022, jelas Widya.

“ Kita harus kerja keras lagi, untuk menurunkan stunting menjadi 20 persen di tahun 2024, dan itu diperlukan strategi baru dalam upaya pencapaian target dimaksud dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk melakukan pendampingan, Pembinaan dan supervisi bagi Kabupaten/Kota dalam rangka penguatan Pokjanal Posyandu serta peningkatan kapasitas kader PKK dan kader posyandu”, pinta Widya.

Dijelaskan lagi, kondisi geografis Provinsi Maluku mengharuskan adanya inovasi agar pelayanan Kesehatan yang berkualitas dapat dirasakan oleh semua masyarakat secara merata hingga ke daerah terpencil.

“ Saya selaku Ina Latu Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Ikatan Dokter Indonesia wilayah Maluku, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia wilayah Maluku mencetuskan program yang akan dilaunching yakni Ina Latu Maluku Peduli Kesehatan (Inalatu Malika) dengan Motto: Menjangkau yang tak terjangkau untuk Maluku sehat dan kerja kami yang pertama Bersama tim turun ke Kampung Mahia Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon”, turur Widya.

Panen Hasil Budidaya Ikan Kolaborasi TP PKK-SUPM Waiheru, Ini Harapan Widya Murad

0

Ambon, Maluku.news – Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, melakukan panen budidaya ikan sistem keramba jaring apung, Selasa (31/01/23) di Kampus SUPM/Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku, Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Saat melakukan panen, Widya didampingi Kepala SUPM Waiheru Ambon/Pimpinan Politeknik KP Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, ST, M.Si, Ketua Dharma Wanita Persatuan Maluku, Nita Bin Umar, Kabid Perikanan Budidaya Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (P2HP) Maluku, Karolis Iwamony dan Sekretaris TP PKK Maluku, Diana Padang.

Sebanyak 24 petak keramba jenis ikan kerapu, bobara dan kakap putih merupakan kolaborasi antara TP PKK Provinsi Maluku bersama Kampus SUPM Waiheru/Poltek Kelautan dan Perikanan Maluku untuk melatih siswa/siswi menjadi wirausaha muda di sektor kelautan dan perikanan.

“Bulan Februari tahun 2022 yang lalu saya datang juga di SUPM ini, untuk menyebar bibit dan alhamdulillah hari ini, saya datang kembali disini untuk memanen hasil dari budi daya siswa SUPM ini,” ucap Widya dengan sumringah.

Widya yang juga selaku Ketua Forikan Maluku ini, menyampaikan terima kasih, dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada SUPM Waiheru Ambon dan seluruh jajaran, yang selama ini telah bekerja keras melatih para siswa SUPM dalam membudidayakan ikan dengan Keramba Siswa Jaring Apung Latih.

Prospek budidaya ikan, kata Widya sangat menjanjikan. Masyarakat membutuhkan makanan yang memiliki gizi yang baik. Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber salah satunya adalah dari ikan. Permintaan ikan disetiap daerah selalu meningkat. Budidaya ikan konsumsi juga sangat potensial.

“Oleh karena itu, pengembangan budidaya ikan yang dilakukan saat ini, harus terus didorong agar berkesinambungan, sehingga kedepan bisa membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat, melalui pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan, yang tentunya akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Maluku,” tandas Widya.

Ina Latu Maluku, Widya MI Dikukuhkan Sebagai Ibu Taruna Politeknik KP Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Ina Latu Maluku, Widya Pratiwi Murad dikukuhkan sebagai Ibu Taruna Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku, Selasa (31/1/2023) di Aula SUPM Waiheru, Ambon.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan selendang Ibu Taruna oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru, Ambon, Anita Lating dan disaksikan Kepala SUPM Waiheru Ambon/Pimpinan Politeknik KP Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, ST, M.Si serta seluruh jajaran civitas akademika.

Dalam sambutannya, Widya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terimakasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya sebagai ibunya taruna/taruni di Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku. INn amanah dan tanggung jawab saya sebagai Inalatu Maluku, ibunya orang orang Maluku untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Maluku melalui sinergitas kita bersama,” ungkap Widya.

Ketua TP PKK Maluku ini mengakui, begitu banyak jabatan yang menjadi amanah yang ia iemban diantaranya, selaku Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Duta Perangi Stunting, Ketua Forum Gemar Makan Ikan atau Forikan, Bunda Literasi Maluku dan Bunda PAUD.

“Begitu banyak amanah dan tanggungajawab yang saya emban.
Mengapa ibu mau menjabat begitu banyak jabatan ini. Semua ini karena Maluku. Semua ini untuk Maluku. Ini sebuah amanah dan tanggungjawab saya sebagai ibunya orang Maluku,” ujarnya.

Sebagai ibunya Taruna, Widya pun berpesan agar para taruna/taruni
lebih giat lagi belajar, bekerja keras, karena tidak semua sisw bisa mendapatkan kesempatan memperoleh biaya pendidikan secara gratis, sehingga pada saatnya nanti jika sudah keluar/lulus, sudah memiliki keterampilan yang bisa di implementasikan di masyarakat.

“Dan kepada SUPM Waiheru/Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku saya berharap agar terus memberikan motivasi, bimbingan kepada siswa siswi sehingga mereka benar-benar memiliki pengetahuan yang cukup di bidang perikanan,” tandas Widya.

Gubernur Murad Dan Isteri Hadiri Resepsi Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi isteri Ibu Widya Pratiwi Murad menghadiri resepsi Puncak Satu Abad Nahdatul Ulama (NU), Selasa (31/1/2023) yang dipusatkan di Pelataran Masjid Raya Al’Fatah, Ambon.

Resepsi puncak acara dihadiri pimpinan pusat NU yakni, Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Mustofa. Sederet pejabat Forkopimda Maluku juga tampak hadir diantaranya, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Lotharian Latief, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI. Ruruh A.Setyawibawa, Kasdam XVI/Pattimura, Sekda Maluku, sadali Ie, Dir Intel Polda Maluku, Kabid Humas Polda Maluku, Kemenag Provinis Maluku, Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Imam Besar Masjid Alfatah Ambon, KH. Hassan Nusi, Habib Rifqy bin Idris Alhamid.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan selamat hari jadi ke-100 tahun atau satu abad Nahdlatul Ulama.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku, saya menyampaikan selamat hari jadi ke-100 tahun, semoga NU senantiasa konsisten, memperjuangkan nilai-nilai Islam Aswaja, yang Rahmatan lil ‘Alamin yang berbasis pada kearifan lokal, dalam konteks indonesia yang multikultural,” ucap Gubernur.
Dikatakan, NU lahir dari para pemuka agama/kiai, yang bertujuan untuk berkhidmat kepada agama dan tanah air, seperti tertera dalam slogan NU “Habbul Wathon Minal Iman artinya cinta agama dan tanah air bagian dari iman”.

“Momentum satu abad bagi NU sebagai organisasi ini juga sekaligus merupakan momentum untuk menunjukan kepada dunia, kalau 100 juta kader NU itu benar adanya, dan bukan sekedar omongan, ini organisasi tertata yang bertahan hingga 100 tahun,” ujarnya.

Untuk itu, mantan Dankor Brimob Polri ini berharap kepada seluruh warga NU, untuk selalu konsisten berkhidmah kepada agama dan tanah air, karena NU merupakan kebangkitan para intelektual, yang mampu membaca gerak zaman,”tandas Gubernur.

Depresi, Nelayan Asal Dusun Keramat Akhiri Hidupnya

0

Ambon, Maluku.news – Muhamad Jen, nelayan berusia 22 tahun beralamat Dusun Karamat, Negeri (desa) Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tergantung dalam rumahnya sendiri.

Korban diduga depresi hingga memilih untuk mengakhirinya hidup dengan cara gantung diri. Insiden ini terjadi, Minggu (29/1/2023), sekira pukul 17.00 WIT, tepat di kamar tidur korban.

PS Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Moyo Utomo, membenarkan insiden dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri itu.

Menurut Moyo, berdasarkan keterangan Wa Niati, ibu kandung korban menerangkan bahwa sekitar pukul 16.30 saksi mencari korban disekitar rumah — rumah tetangga dengan tujuan memanggilnya korban untuk makan.

Namun saat itu saksi tidak menemukan korban dan kembali ke rumah. Saksi kemudian mencoba untuk membuka pintu kamar depan yang sedang tertutup.

” Namun saat itu juga pintu kamar tersebut dikunci dari dalam kamar,” kata Moyo, mengisahkan keterangan saksi kepada pihak Kepolisian.

Setelah itu, saksi kemudian berusaha membuka pintu dengan cara mendorong hingga pintu kamar tersebut terbuka.” Saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung (gantung diri),” jelas Moyo.

Korban gantung diri dengan menggunakan sehelai kain pintu berwana putih yang terikat pada palafon kamar.

Melihat itu, saksi kemudian bergegas memanggil adik korban untuk membantu menurunkan korban yang sementara tergantung di bantu warga setempat membuka ikatan pada leher dan menurunkan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Temuan ini, kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Salahutu. Tindak lanjutnya, sekita pukul 19.30 WIT piket SPKT Polsek Salahutu datangi lokasi kejadian (TKP).

Atas kejadian gantung diri yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini, pihak keluarga telah mengikhlaskan dan tidak ingin melakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan.

Korban, kata Moyo, diketahui juga tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan kesehariannya beraktifitas normal seperti biasa.

“Akan tetapi korban masi sering memikirkan istri korban yang mana telah meninggal dunia mendahului korban. Korban meninggal dunia dengan meninggalkan 1 orang anak laki-laki berusia 1 tahun,” jelas Moyo.

Gubernur Harap Kehadiran IKA-UNHAS Maluku Jadi Kekuatan Progersif Dorong Pembangunan Daerah

0

Ambon, Maluku.news – Pengurus Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA-UNHAS) Wilayah Maluku Periode 2022-2026 resmi dilantik. Prosesi pelantikan dipusatkan di Gedung Kantor Pemeliharaan Jembatan Merah Putih, Ambon, Sbtu (28/1/2023), dipimpin Wakil Ketua PP IKA Unhas, Andi Irwan Pattawari.

Pelantikan tersebut didasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Nomor : 012/SK/IKA-UH/XI/2022, tentang penetapan susunan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Provinsi Maluku Periode 2022-2026. Ir. Ismail Usemahu, MT, terpilih untuk menahkodai masa lima tahun kedepan.

Turut hadir pada acara Pelantikan, Gubernur Maluku Murad Ismail, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, Sekda Maluku Sadali Ie, Kasdam XVI/ Pattimura, Brigjen TNI Asep Abdurachman, PJ Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dan Rektor Umpatti, M.J. Sapteno.

Dalam sambutannya, Gubermur Maluku, Murad Ismail mengapresiasi kehadiran IKA-UNHAS di Maluku.

” Atas nama Pemerintah Daerah, saya sangat mengapresiasi kehadiran IKA-UNHAS di Maluku. Dan selamat atas pelantikan ini, semoga dalam masa kepengurusannya lebih dapat mempererat kerjasama baik internal, IKA UNHAS maupun Pemerintah Daerah demi kemajuan Pembangunan di Maluku,” ucapnya.

Mantan Dankor Brimob ini pun berharap, kehadiran IKA-UNHAS di Maluku, menjadi kekuatan progresif dalam mendorong pembangunan daerah, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia di berbagai bidang, serta dapat berkontribusi secara maksimal dalam rangka pengelolaan dan pengembangan potensi sumber daya alam.

“Maluku memiliki potensi SDA yang melimpah, namun disadari bahwa potensi-potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal , sehingga dalam upaya mewujudkan visi tersebut, maka pemerintah daerah harus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan serta memanfaatkan berbagai sumber daya manusia termasuk IKA-UNHAS Wilayah Maluku,” tandas Gubernur.

Gubernur Murad Lantik KONSPERAM Dalam Perjuangkan Kepentingan Masyarakat Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku, Murad Ismail melantik Dewan Pimpinan Pusat Konsorsium Pemuda Seram (DPP KONSPERAM) masa bakti 2023-2025, Sabtu, (28/1/2023).

Pelantikan yang berlagsung di Auditorium Unpatti Ambon tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Silaturahmi Akbar Masyarakat Seram Raya bertajuk “Mempererat Solidaritas dan Eksistensi Pemuda Seram Dalam Menghadapi Masa Depan,” itu turut dihadiri Ketua TP PKK Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad, Sekda Maluku Sadali Ie beserta isteri, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena, Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku dan Anggota DPRD Maluku, para tokoh adat/agama dan masyarakat Seram.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengaku menaruh harapan besar kepada Pengurus KONSEPRAM yang memiliki semangat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku, khususnya yang bermukim di Pulau Seram.

Ia pun mengajak KONSPERAM untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam membangun daerah untuk mewujudkan Maluku yang tetkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamim dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan.

“Bangkit bersama-sama dengan saya (Pemerintah daerah), saya bantu kalian, yang penting untuk memajukan Maluku,” ajak Gubernur.

Baginya, harapan yang ia utarakan sejalan dengan tujuan pembentukan KONSPERAM yang merupakan organisasi kemasyarakatan dalam mengemban tugas untuk meneruskan kelanjutan hidup berbangsa dan bernegara.

“Harapan saya kepada para pengurus untuk bekerja lebih keras lagi dalam menggerakkan roda organisasi, melakukan konsolidasi internal, bekerja sama dan membangun komunikasi secara intens dengan seluruh pemangku kepentingan. Para pengurus harus memiliki kepekaan agar mampu mendengar aspirasi yang berkembang sebagai referensi dalam mengembangkan organisasi,” harap Gubernur.

Ia juga mengingatkan, agar pembentukan organisasi KONSPERAM dilakukan sesuai aturan yang memiliki fungsi sejalan dengan hajat masyarakat Seram.

Kapolresta Ambon Bersama Masyarakat Jasirah Leihitu, Gelar Jumat Curhat

0

Ambon, Maluku.news – Kapolresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes (Pol) Raja Arthur Lumongga Simamora,S.I.K., menggelar Jumat Curhat bersama masyarakat di Jasirah Leihitu, Kapubaten Maluku Tengah (Malteng).

Kegiatan yang merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku, Irjen (Pol) Lotharia Latif, itu dilangsungkan di Musolah Al-Hakim, Polsek Leihitu, Jumat (27/01/2023).

Hadir mendampingi Kapolresta Ambon, Kabag Ops Kompol Syariffudin, Kasat Binmas, AKP Sarah Lessil, Kasat Intelkam, AKP Hasanuddin, Kapolsek Leihitu, Iptu Adriyan Muhidin.

Dari tokoh masyarakat adat setempat yang hadir yakni, Raja Negeri Hitu Lama, Salhana Pellu, Raja Negeri Wakal, Ahaja Suneth, Raja Negeri Morella, Fadil Sialana.

Serta tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat Jasirah Leihitu, dan personil BKO Polsek Leihitu berjumlah kurang lebih 50 orang hadir dalam kegiatan itu. Sementara untuk pembacaan Do’a dibawakan Ustad Sagiri.

Kapolresta Ambon dalam amanatnya, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari perencanaan Mabes Polri untuk setiap pimpinan di kewilayahan melaksanakan kunjungan ke masyarakat yang dikemas dalam bentuk Jumat Curhat.

“Saya sering bilang kepada anggota saya kalau menjadi Polisi harus siap menjadi keset kaki ketika kami diinjak-injak, di caci maki tetap kita welcome karena itu sudah menjadi bagian dari tugas kita sebagai pelayan Masyarakat,” ujar Kapolresta Ambon di kesempatan itu.

Untuk tidak terkesan tatap muka satu arah, Raja Arthur Lumongga Simamora, mantan Kapokres Maluku Tengah inipun mepersilahkan masyarakat yang hadir menyampaikan keluh kesah dari masyarakat Jazirah Leihitu.

Dikesempatan itu, Raja Negeri Wakal, Ahaja Suneth, menyampaikan terkait dengan keberadaan polsek.” Secara pribadi Saya meminta agar dapat melakukan razia Miras (minuman keras), teruma Miras tradisional Sopi,” kata Ahaja Suneth.

Karena, ditegaska Ahaja Suneth, salah satu pemicu terjadinya masalah di kecamatan Leihitu berawal dari konsumsi Miras.” Anggota Polsek disini harus sering lakukan Patroli pada wilayah wilayah yang memang rawan terjadi ganguan Kamtibmas,” saran Raja Wakal.

Sementara penyampaian tokoh adat Negeri Hitu Messing, Saleh Slamat, berharapan agar perlu dilakukan penambahan personil anggota Polsek Leihitu, karena personilnya sangat minim, serta perlu ditingkatkan pelaksanaan patroli.

Sementara salah satu staf negeri Hitu Lama, Idris Ruhunussa, mengatakan selama kejadian-kejadian ganguan Kamtibmas yang terjadi di Jazirah Leihitu, jika sudah terjadi konflik tindakan yang diambil harus menunggu perintah dari pimpinan baru dilakukan tindakan.

” Kepada Raja di jazirah dalam konsep pemerintah Negeri, terdapat dua tipe kepemimpinan, ada Raja yang diakui oleh masyarakat dan ada Raja yang tidak diakui oleh masyarakat hal ini yang menjadi kendala saat terjadi Caos antar Negeri kelompok masyarakat yang tidak mengakui Raja inilah yang sering membuat masalah,” ucap Idris Ruhunussa.

Penyampaian Raja Negeri Hitu Lama, berharap agar dapat dikoordinasikan dengan Kapolda Maluku, mendorong penambahan pasukan. Kendati demikian, Ia juga menyentil sebanyak apapun personil pengamanan jika tidak ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri, kata Dia, semuanya percuma.

” Hampir sebagian besar persoalan yang terjadi di wilayah Jazirah Leihitu berawal dari persoalan pribadi sehingga peran dari tokoh – tokoh yang berada pada Negeri sangat penting dalam menyikapi permasalahan.” Di Setiap Negeri ini harus ada aparat – aparat lokal, sehingga ketika ada permasalahan pada negerinya agar aprat-aparat inilah yang dapat membantu menenangkan masyarakat,” kata Dia.

Sedangkan kepala Pemuda Negeri Wakal, Hasan Wael, menyarankan agar ketika ada persoalan sekecil apapun dilaporkan ke Polsek, persoalan tersebut harus ditindak lanjuti, karena persoalan – persoalan besar yang terjadi ini berawal dari masalah kecil.

” Kalau ada terjadi masalah pelakunya langsung diserahkan jangan dilindungi, masa harus mengorbankan orang banyak untuk perbuatan orang per orang,” keluh Hasan Wael.

Sementara Sekertaris Negeri Lima, Imran Soamena, dalam kesempatan itu, mengapresiasi anggota Polresta Ambon yang ditugaskan sebagai Babinkamtibmas di Negeri Lima atas kinerjanya.” Selalu stay di Negeri – negeri binaannya,” kata Imran.

Menurut Imran, bahasa yang sering muncul saat terjadi masalah sering sekali menggunakan bahasa membawa massa, profokatif. Justru bukan bahasa yang menuju ke perlakuan orang per orang tapi membawa bahasa yang menggerakan massa kampung.

“Persoalan yang terjadi pada seluruh Negeri, dimulai dari Medsos maupun Miras, sehingga harapan kami agar Bapak Kapolresta dapat melakukan Sosialisasi Pencerahan Penyuluhan Hukum kepada Anak – anak, baik yang masih bersekolah pada tingkat SD sampai SMA,” harap Imran.

Menanggapi, keluh-kesah masyarakat Jasirah Leihitu di kesempatan Jumat Curhat itu, Kapolresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, menegaskan konsep pengamanan suatu daerah bukan cuma tanggung jawab TNI-Polri tapi juga kewajiban semuah lapisan masyarakat untuk bersama sama menjaga Keamanan.

“Bagaimana kita membangun sistim keamanan di lingkungan Negeri, seperti Pos Siskamling, peran Tokoh pemuda dalam mendidik Warganya. Kemudian bagaiman kita mengedepankan unsur TNI-Polri, makanya di TNI ada Unsur Bhabinsa dan di Polri ada Bhabinkamtibmas,” ujar Kapolresta Ambon, merespon keluhan masyarakat dalam pertemuan itu.

Sehingga Babinsa dan Babinkamtibmas dapat memberi edukasi ke masyarakat, agar berhati hati dalam penggunaan Sosial Media. Diman di era modern sekarang ini kekuatan media sosial sangatlah kuat untuk menggerakan masyarakat.

“Ada kontak aduan kepada Kapolsek, Kapolresta maupun pejabat pejabat di lingkungan Polresta akan kita share kepada masyarakat,” cetus Kapolresta Ambon, lagi.

Kemudian, paradigma Polmas (Polisi Masyarakat) harus lebih diutamakan, dalam hal ini peran Bhabinkamtibmas harus lebih diutamakan dan ditingkatkan.

“Seberapa banyakpun kasus yang kita ungkapkan tetap saja lebih banyak kasus juga yang kita terima, oleh karena itu peran dan kinerja Bhabinkamtibmas pada tiap Negeri harus maksimal, sehingga permasalahan permasalahan yang bisa diselesaikan di Negeri dapat langsung diselesaikan tidak perlu dibawa lagi ke Polsek untuk penyelesaian masalah,” pesan Arthur.

Kembali ditegaskan, Polda Maluku sejogjanya harus lebih ditingkatkan di Tingkat Nasional, Anggaran Negara saat ini berfokus kepada agenda politik 2023 dan 2024.

Setiap Anggota Polri harus bisa melekat namanya Diskresi Kepolisian dalam pengambilan Keputusan, sehingga pengambilan Keputusan di lapangan tidak perlu menunggu perintah.

Peran orang tua kepada Anak juga sudah mulai turun, rusaknya anak – anak saat ini disebabkan karena pergaulan.

“Harapan kami dilingkungan kita harus membuat tatanan Kemasyarakatan yang tertata rapi beserta perannya di negeri – negeri yang ada di Jazirah Leihitu. Percaya saya bukan sebagai Kapolresta tapi sebagai unsur Polrestanya biarkan masalah ini saya yang ambil alih, setiap proses Penyelidikan terkait dengan permasalahan akan kami laporkan,” ujar Arthur.

Penegasan Kapolresta Ambon ini menyinggung soal penanganan hukum pelaku penganiyaan salah satu warga beberapa waktu lalu yang berujung masyarakat Wakal dan Hitu sempat tegang.

Olehhnya, diharapkan agar Upulatu (Raja) maupun tokoh masyarakat yang masih melindungi menyimpan agar dapat dilaporkan guna proses tindak lanjut kepada para pelaku secara cepat dan terukur, jangan melindungi 1 orang dan mengorbankan banyak orang.

” Mari kita rubah Image, Maluku bukan sebagai Negeri Konflik lagi tapi menjadi Negeri yang nyaman dan Harmonis,” harapnya.

Evaluasi untuk Bhabinkamtibmas, agar kami serahkan kepada Negeri Binaan. Saat ini, kata Kapolresta Ambon, Bhabinkamtibmas telah dibuat program 5.1 (Lima hari kerja satu hari dikantor).

“Kenapa seperti itu karena kewajiban Bhabinkamtibmas untuk setiap minggu membuat laporan untuk dipertanggung jawabkan pekerjaannya. Saya Perintahkan untuk para Kapolsek Wajib hadir disekolah, karena anak sekolah selalu menjadi potensi bibit bibit kenakalan remaja,” pungkasnya.

Buka Turnamen Gawang Mini Ina Latu Cup 2023, Widya Berharap Jadi Pemain Berkualitas

0

Ambon, Maluku.news – Ina Latu Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail resmi membuka Turnamen Sepak Bola Gawang Mini memperebutkan Ina Latu Cup 2023, Kamis, (26/1/2023), di Stadion Mawar Sharon, Benteng Atas, Kota Ambon.Turnamen yang dilaksanakan bertajuk “Olahraga Menyatukan Katong (Kita),”.

Pembukaan ditandai dengan tendangan bola ke gawang oleh Gubernur Maluku Murad Ismail selaku Ketua KONI Maluku dan Ina Latu Widya Pratiwi Murad.

Turut hadir, dalam acara pembukaan, Sekda Maluku Sadali Ie beserta isteri, Nita Bin Umar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sandi Wattimena, Kapolsek Nusaniwe Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, IPTU Johan Anakotta, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika (APMA) Alham Valeo dan warga setempat.

Turnamen diikuti sebanyak 160 tim dari Kota Ambon. Laga pembuka mempertemukan ABMI Fc vs Granat 03.

Saat opening ceremony, Widya menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap gelaran turnamen tersebut.

Menurutnya, tujuan diselenggarakannya event ini adalah untuk mengembangkan olahraga Gawang Mini di Maluku, khususnya Kota Ambon, sekaligus menjadi sarana dalam rangka pembinaan generasi muda di Maluku.

Ia pun berharap, olahraga ini menjadi sarana untuk mencari tim dan pemain-pemain sepak bola gawang mini yang berkualitas dan unggul, yang nantinya akan mampu berprestasi pada tingkat provinsi maupun nasional.

“Junjung tinggi sportifitas dan fair play dalam olahraga, serta menjadikan olahraga ini sebagai ajang silaturahmi untuk memupuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara seluruh generasi muda Maluku,” tandas Widya.

Kader TP-PKK dan Posyandu Berperan Wujudkan Efektifitas Penurunan Stanting

0

Ambon, Maluku.news – Salah satu garda terdepan dalam penanganan Stunting di pedesaan adalah kader TP-PKK dan Posyandu melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kader.

“Mereka harus memahami apa itu Stunting dan cara penanganannya, sebelum memberikan penjelasan kepada masyarakat yang masih belum memahami tentang Stunting. Olehnya itu, peningkatan kapasitas SDM kedua kader ini perlu ditingkatkan ” demikian hal ini disampaikan Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Maluku, di ruang rapat lantai II Kantor Gubernur, Kamis, (26/1/2023).

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut sebaiknya disisipkan dalam program kerja prioritas TP-PKK Maluku dan pemerintah daerah untuk mendukung pemerintah pusat yang lebih dulu telah menetapkan Stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Setelah pertemuan hari ini, kedepan kita lakukan Rakor di kabupaten/kota dan hal ini akan menjadi penekanan agar kader-kader TP-PKK dan posyandu di kabupaten/kota sampai di kecamatan dan desa mesti kita bekali. Caranya seperti apa, kita akan sinergikan dengan para pimpinan OPD terkait,” jelas Widya.

Ia menilai, saran tentang peningkatan kapasitas yang ia utarakan ini sangat relevan dengan hasil kunjungan TP-PKK Provinsi Maluku ke kabupaten/kota dalam beberapa tahun terakhir. Hasil itu menunjukkan, bila mayoritas kader posyandu masih belum memahami apa itu Stunting.

“Setiap kali kita turun ke desa, saya langsung mengobrol dengan kader posyandu. Saya tanya apa itu Stunting, mereka masih bingung karena belum paham. Padahal tim kesehatan telah mensosialisasikan tentang Stunting dan cara penanganannya. Saya ingin, apa yang sudah kita buat di provinsi, nantinya ditiru kabupaten/kota. Apa sasaran kita tahun lalu? diharapkan dapat tercapai. Dan kedepan, harus ada pola baru, target baru, inovasi baru, sehigga target angka prevalensi stunting 14 persen oleh pemerintah di tahun 2024 tercapai,” tandas Widya.

Ditempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Meikyal Pontoh mengatakan, peningkatan kapasitas yang disarankan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku sudah sesuai Rancangan Strategis. Dengan begitu, kader posyandu dan TP-PKK sebaiknya harus ada di bawah satu kelembagaan yaitu Pokjanal dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

“Fungsi dari Pokjanal ini untuk mengawasi pelayanan di Posyandu. Sebagai penggerak dari Posyandu adalah kader. Nah kader ini yang harus ditingkatkan kapasitasnya,” jelas Pontoh.

Terkait kurangnya pemahaman kader posyandu maupun TP PKK dalam memaksimalkan perannya dalam penanganan stunting, Pontoh akui, akibat kelembagaan belum berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pelatihan yang dilaksanakan dinas kesehatan baik di tingkat provinsi, kabupaten/ kota maupun desa tidak berjalan maksimal.

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Maluku ini dihadiri di as/i stansi terkait, yskni, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku, Fibra Breemer, Kepala Bappeda Maluku, Anton Lailossa, Kadis Kesehatan, dr. Zulkarnaen, Kadis Lingkungan Hidup, R. Syiauta, Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, Erawan Asikin dan beberapa perwakilan pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku terkait lainnya.