Beranda blog Halaman 177

Sekda Maluku Launching Aplikasi Srikandi Provinsi Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis Penatausahaan Arsip Dinamis pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) Provinsi Maluku Tahun 2023, yang bertempat di hotel Grand Avira, pada Kamis (11/5/2023).

Aplikasi Srikandi tersebut dilaunching oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si, IPU, yang dilakukan secara digital.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah sorotan Tema “Akselerasi Implementasi Aplikasi SRIKANDI dalam menunjang Transformasi Birokrasi Berbasis Digital”.

Dalam laporan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku Poppy Bachmid, dirinya menyampaikan bahwa, tujuan dari terlaksananya kegiatan ini adalah untuk mempercepat penerapan aplikasi SRIKANDI di seluruh OPD di Provinsi Maluku.

“Diharapkan aplikasi ini dapat meningkatkan kualitas dan akuntabilitas dalam kearsipan, serta menjadi memori politik bangsa, karena pengelolaan informasi berbasis digital dapat terekam dengan baik dan memudahkan koordinasi antar pemerintah, mewujudkan keterpaduan dan efisiensi pengelolaan kearsipan dinamis dan berbasis elektronik ,serta mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel.” Ujarnya.

Pada Kesempatan itu juga Sekda dalam sambutannya, mengucapkan atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, dirinya memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini, yang nantinya akan membawa Pemerintahan di Provinsi ini lebih maksimal dalam kearsipan.

“Menyimak dari Mars kearsipan, selain merupakan jati diri bangsa, arsip juga berperan untuk menjaga warisan budaya bangsa, dan kegiatan dihari ini akan memberikan manfaat positif bagi penatausahaan kearsipan di pemerintah Provinsi Maluku.” Tambah Sekda.

Sadali berharap, peserta bimtek yang akan menjadi admin di seluruh OPD dapat mengfungsikan apa yang diterima dalam penatausahaan kearsipan di unit kerja masing-masing, untuk mewujudkan good governance di Provinsi Maluku.

Sementara itu Rudi Anton Direktur Kearsipan Daerah I Arsip Nasional Republik Indonesia, berharap implementasi SRIKANDI dapat menyasar ke semua unit kerja yang ada di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, baik di tingkat OPD maupun UPT yang ada di lingkungan Provinsi Maluku.

“Kami berharap juga bahwa harus dijaga konsistensi penerapan implementasi SRIKANDI di daerah Provinsi Maluku, dan pasca penerapan implementasi SRIKANDI ini masing maisng OPD harus segara melakukan penataan arsip tekstual yang tercipta sebelum aplikasi SRIKANDI ini diterapkan.” Tutupnya

Hadir juga pada kesempatan itu pihak Arsip Nasional RI, pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, dan 45 pesreta bimtek dari setiap OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Tingkatkan Pemahaman, Kesbangpol Kenalkan Ular Tangga Pancasila

0

Ambon, Maluku.news – Guna meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai Pancasila yang merupakan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan “Belajar Implementasi Nilai-nilai Pancasila Melalui Permainan (Game) Ular Tangga Pancasila”.

Permainan Ular Tangga Pancasila ini, disasarkan pada perwakilan siswa kelas III (tiga) Sekolah Dasar (SD) lingkup Pemkot, dan dilaksanakan pada Ruang Pertemuan Biz Hotel Ambon, Kamis (11/5/2023).

Kegiatan yang dihadiri oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena ini, bertujuan untuk membina dan pemberdayaan sikap serta jati diri yang tangguh sebagai generasi muda berbangsa dan bernegara dalam menjamin kesatuan.

“Pancasila menjadi bagian terpenting untuk dijaga, diamalkan dan dilestarikan dalam kehidupan kita sebagai warga Negara Indonesia,” ungkap Wattimena saat membuka kegiatan dimaksud.

Lanjutnya, Pemerintah, Guru, dan Orang Tua memiliki tantangan yang besar terkait dengan pengenalan nilai-nilai Pancasila pada era globalisasi.

“Karena itu kita memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing, mengasuh anak-anak kita, generasi muda bangsa, supaya memahami nilai-nailai Pancasila sebagai Ideologi serta menangkal mereka dari pengaruh negatif,” tandasnya.

Dirinya berpesan kepada para peserta agar makna dari permainan ini dapat dipahami dengan benar melalui pendampingan yang dilakukan oleh guru dan orang tua.

“Kita tidak bisa mengharapkan para guru sendiri tetapi orang tua juga memiliki peran penting untuk membingkai mereka agar terhindar dari hal-hal negatif,” pungkas Wattimena.

Perkokoh Keharmonisan, Pemkot Gelar Halal Bi Halal

0

Ambon, Maluku.news – Dalam rangka memperkokoh keharmonisan antar Aparatur Sipil Negara (ASN), maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Halal Bi Halal 1444 Hijriah, pada Rabu (10/5/2023).

Kegiatan yang digelar di Gedung Islamic Center, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe tersebut dibuka langsung oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang didampingi Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse.

Wattimena dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya memberi atensi positif terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejateraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Kota Ambon ini.

“Selaku Penjabat Wali Kota, saya menyambut gembira pelaksanaan Halal Bi Halal Pemkot. Kegiatan ini bertujuan dalam upaya mewujudkan Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius sehingga momentum ini bukan saja menjadi event tahunan tetapi menjadi momentum yang tepat untuk membangkitkan semangat kerja dan merajut kebersamaan,” ungkapnya.

Dalam momentum tersebut, dirinya juga merefleksikan kembali tugas dan tanggung jawab yang telah dijalankan selama 352 hari, guna merealisasikan 11 program prioritasnya, memperbaiki kota ini.

“Dalam menjalani satu tahun tugas saya sebagai pemimpin di kota ini, sadari bersama guna menunjang 11 program prioritas tidak terlepas dari dukungan serta kerja sama seluruh perangkat dan ASN Pemkot, dukungan TNI/Polri, Pimpinan Umat Beragaa Seluruh Komponen masyarakat,” tuturnya.

Sehingga dirinya berharap, seluruh komponen masyarakat dapat terus menjalankan tanggung jawab bersama guna membangun kota ini menjadi lebih baik kedepan.

“Sesuai dengan tema Halal Bi Halal hari ini, “Dengan Mempererat Silaturahmi, Kita Tingkatkan Soliditas dan. Solidaritas untuk Kasih Voor Ambon” saya mengajak kita semua serta seluruh komponen masyarakat di Kota Ambon untuk tetap bersatu padu, terus perkokoh kerjasama, dan kebersamaan kita dapa tugas kita termasuk persiapan pemilu yang demokratis, aman dan damai,” pungkas Wattimena.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut sekaligus diisi pelantikan Pengurus Majelis Taklim Al-Madinah Pemkot Masa Bakti 2023-2026, serta dihadiri oleh Forkopimda Kota, Perwakilan Kabinda, Kapala Kantor Kemenag, Tokoh Agama, Pj. Ketua TP-PKK, dan Ketua DWP.

DiskominfoSandi- BPS Gelar Rapat EPSS

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DiskominfoSandi), bersama dengan Bappeda Litbang, dan DP3AMD, melaksanakan Rapat sekaligus sosialisasi terkait dengan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), pada ruang rapat Command Center, Balai Kota, Rabu (10/5/2023).

Kedatangan para perwakilan masing-masing dinas terkait dan BPS, disambut langsung oleh Kepala Diskominfo Sandi,” Joy Adriaansz. Dalam sambutannya disampaikan, kegiatan tersebut merupakan proses penilaian secara sistematis melalui verifikasi dan validasi informasi terhadap hasil penilaian mandiri dalam tujuan mengukur kematangan penyelenggaraan statistik tim sektoral.

“EPSS bertujuan untuk mengukur capaian kemajuan penyelenggaraan statistik sektoral pada instansi pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), meningkat akan kualitas penyelenggaraannya, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang statistik,” urainya.

Lanjut Adriaansz, tahapan EPPS terdiri atas penilaian mandiri, dokumen, interview, dan visitasi. Guna menjalankannya pada lingkup Pemkot maka diawali dengan membentuk tim penilaian internal (TPI) yang melibatkan dua dinas yakni DiskominfoSandi dan Bappeda Litbang.

“Tim ini akan melakukan evaluasi mandiri terhadap dua OPD yang melakukan kegiatan statistik maksimal dua tahun sebelumnya,” tandas, Adriaansz.

Sehingga dirinya berharap dukungan dari tim EPSS agar tetap solid, bekerja maksimal.

Sementara itu, perwakilan BPS Ambon, Barbalina Masela mengungkapkan dirinya berharap melalui pertemuan hari ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mempercepat pembentukan Forum satu data Indonesia (SDI) guna mempercepat proses kerja TPI.

“Iya harus seperti itu, evaluasi ini diharapkan supaya pembentukan forum itu bisa dilaksnakan secepatnya sehingga mempengaruhi proses kedepannya,” harapnya.

Untuk diketahui, Masela, didampingi oleh Aruesta Saraswati, dan Angelia Saiya guna menyampaikan materi saat rapat sosialisasi EPSS.

Widya Launching Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri di Negeri Batu Merah

0

Ambon, Maluku.news – Duta Perangi Stunting (Duta Parenting) Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, pada Rabu (10/5/2023), melaunching Pojok Peduli TBC- Stunting Mandiri di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Hadir juga pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si, IPU, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Penjabat Ketua TP-PKK Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Pemerintah Negeri Batu Merah, Pengurus PKK Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta kader perangi stunting dan TBC.

Wattimena dalam sambutannya mengatakan, Pembentukan Desa Peduli TBC Stunting Mandiri menjadi salah satu solusi dan motivasi bagi kita untuk meningkatkan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah-masalah Kesehatan dimaksud.

“Desa peduli TBC stunting mandiri merupakan desa yang pemerintahan dan penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah masalah-masalah kesehatan dalam hal ini masalah penyakit TBC dan stunting secara mandiri di daerah ini.” Jelas Wattimena.

Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Wattimena menyambut dengan gembira dan berterimakasih dengan adanya pembentukan desa Peduli TBC Dan Stunting Mandiri saat ini di Wilayah Kota Ambon setelah sebelumnya dilakukan juga di negeri Laha.

“Kami berharap masyarakat kota ambon dapat ikut aktif berpartisipasi untuk memutuskan mata rantai penularan TBC serta perbaikan gizi untuk menurunkan angka stunting di Kota Ambon.” Ungkapnya.

Wattimena juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Maluku khususnya kepada Ketua TP-PKK Provinsi Maluku sekaligus Duta Prenting Provinsi Maluku yang terus mengupayakan segala sesuatu yang terbaik bagi masyarakat Kota Ambon.

“Kami sudah banyak menerima bantuan dan dukungan, karena itu kami bersyukur memiliki Ibu Ketua TP-PKK, yang sangat peduli untuk membantu kami masyarakat warga Kota Ambon.” Tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, dalam Sambutan tertulis Gubernur Maluku Murad Ismail yang dibacakan oleh Sekda, dirinya mengharapkan agar kegiatan ini dapat menambah kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan TBC.

“Kegiatan ini juga merupakan upaya penanggulangan penyakit TBC yang sistematis dan komprehensif sekaligus mendukung program pemerintah dalam eliminasi TBC di tahun 2030” Tambahnya.

Gubernur dalam sambutannya juga berharap masyarakat dapat bergerak bersama pemerintah dan stakeholder lainnya untuk berperan aktif dalam memutuskan mata rantai penularan TBC, serta perbaikan gizi, guna menurunkan angka prevalensi pasien TBC dan stunting di Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada Duta Parenting dan Mama Parenting 11 kabupaten kota yang telah bekerja keras menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Maluku yang telah mengalami penurunan menjadi 26% dan target untuk 2024 sebesar 20% untuk menjawab realisasi nasional 14%.” Jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Balai Paru Provinsi Maluku dengan kegiatan yang dilaksanakan ini, dan telah berupaya keras untuk mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat termasuk penurunan angka pasien TBC dan penderita stunting di Provinsi Maluku dan Kota Ambon.

“Sinergitas dan kolaborasi harus terus ditingkatkan melalui program dan kegiatan lintas sektor yang komprehensif menuju Maluku Sehat.” Ungkapnya.

Di tempat yang sama juga Widya selaku Duta Perangi Stunting dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, menyambut baik dan memberikan apresiasi dengan dilakukannya pencanangan pojok peduli TBC dan Stunting Mandiri di Negeri Batu Merah, sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka penderita TBC dan Stunting serta meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat di Provinsi Maluku.

“Dengan adanya pojok peduli TBC dan stunting mandiri ini akan dapat menambah pemahaman masyarakat tentang pencegahan serta penanggulangan TBC dan stunting.” Ungkap Widya.

Ia menambahkan, langkah yang dilakukan hari ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk penurunan angka stunting dan pasien TBC di Negeri Batu Merah sekaligus mendukung program pemerintah dalam eliminasi TBC tahun 2030 dan pencapaian nasional target prevalensi stunting 14% di tahun 2024 yang akan datang.

Negeri Batumerah Dicanangkan Sebagai Desa Peduli TBC – Stunting

0

Ambon, Maluku.news – Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, sebagai Desa Peduli TBC-Stunting.

Pencanangan tersebut ditandai dengan persemian Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri di kantor Negeri, Rabu (10/5/23), oleh Ketua TP-PKK, sekaligus Duta Parenting Maluku, Widya Pratiwi Murad, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali le, didampingi Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena.

Pj. Wali Kota Ambon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini, dimana sebelumnya Neegri Laha, Kecamatan Teluk Ambon juga telah dilakukan hal yang sama.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyambut gembira atas pembentukan Desa Peduli TBC dan Stunting di Batumerah, setelah sebelumnya dilakukan di Laha. Kami berharap masyarakat dapat berpartipasi dalam eliminasi TBC dan perbaikan gizi untuk pernurunan Stunting,” kata Wattimena.

Dirinya menjelaskan, TBC masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di masyarakat, yang mana angka penderita di kota Ambon terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Jumlah kasus TBC di Kota Ambon dalam 3 (tiga) tahun terakhir cenderung meningkat. Pada tahum 2020 kasus barul TBC sebanyak 316 penderita, 2021; 961 penderita dan 2022; 1296 penderita. Sementara jumlah kematian karena TBC pada 2020 sebanyak 32 kematian, 2021; 23 kematian dan 2022; 23 kematian,” bebernya.

Wattimena menambahkan, terpilihnya Batumerah sebagai Desa Peduli TBC-Stunting bukannya tanpa alasan, sebab negeri tersebut termasuk salah satu kawasan yang tertinggi kasus TBC di kota Ambon yakni tahun 2021 sebanyak 177 kasus, 2022 (264 kasus) dan 2023 hingga bulan Mei (66 kasus).

“Data ini walau mengindikasikan peningkatan kinerja dalam penemuan kasus baru agar segera diobati, namun juga menunjukan bahwa tingkat penularan TBC masih tinggi. Karenanya, kita harus berupaya keras dan bekerja cerdas ntuk menekan kesakitan dan kematian akibat TBC, agar kota Ambon dapat mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030,” terangnya.

Sedangkan terkait Stunting, dirinya katakan, kota Ambon merupakan kabupaten/kota yang paling rendah angka Stunting di Maluku. Namun demikian upaya penurunan angka Stunting melalui intervensi terus dilakukan, bukan saja oleh Pemprov dan Pemkot tetapi juga melibatkan stakeholder agar dapat mencapai target nasional dibawah 14 persen tahun 2024.

“Oleh sebab itu, pembentukan Desa Peduli TBC-Stunting diharapkan menjadi solusi dan motivasi untuk meningkatkan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan, karena pemerintah dan penduduknya memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan, serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan dalam hal ini TBC dan Stunting secara mandiri,” harap Wattimena.

Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj. Wali Kota : Biarlah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Masyarakat Yang Menilai

0

Ambon, Maluku.news – Terhitung kurang 14 hari lagi, Bodewin M. Wattimena akan mengakhiri tugasnya sebagai Pj. Wali Kota Ambon sejak dilantik oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail pada 24 Mei 2022 lalu.

Diperpanjang atau tidak, hal itu masih menanti keputusan Menteri Dalam Negeri atas usulan yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur Maluku dan DPRD Kota Ambon serta penilaian kinerja oleh Kemendagri.

Sejak awal memimpin, Wattimena yang juga menjabat Sekretaris DPRD Provinsi Maluku itu, diharapkan melakukan perbaikan-perbaikan, serta melanjutkan keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon sebelumnya.

Agar kinerjanya maksimal dan terarah, Wattimena selanjutnya merumuskan 11 Kebijakan Prioritas yang akan dikerjakan bersama seluruh ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Dalam beberapa kesempatan, dirinya mengklaim bahwa kebijakan prioritas tersebut bukanlah hal yang muluk untuk dikerjakan.

Kini jelang akhir masa jabatannya, 11 Kebijakan Prioritas tersebut diyakininya telah terlaksana, meski ada yang belum maksimal.

“Semua sudah terlaksana, tapi menurut saya ada yang belum sampai maksimal, misalnya kebijakan prioritas untuk Perwujudan Ambon Bersih. Saya sudah jelaskan kenapa sampai menyebabkan belum bisa maksimal, hal itu tentu bukan berarti tidak ada progres,” ujar Wattimena di sela-sela acara Halal Bi Halal Pemkot, Rabu (10/5/2023) di Islamic Center, Waihaong.

Diketahui, selama 11 bulan 16 hari kepemimpinannya, Penjabat Walikota sudah menyelesaikan beberapa permasalahan dalam masyarakat yang selama ini belum terselesaikan.
Sebagai contoh pelantikan 3 Raja yakni Raja Urimesing, Raja Latuhalat dan Raja Laha.

“Ada juga program WAJAR atau Walikota Jumpa Rakyat, yang dilakukan dan merupakan kali pertama bagi masyarakat Kota Ambon dari berbagai kalangan, untuk datang dan berdialog langsung dengan Kepala Daerah, yang didampingi semua pimpinan OPD. Hal tersebut saya lakukan, untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat, dan kita kerjakan, kita berusaha untuk menyelesaikan setiap masukan, kiritikan dan saran demi kepentingan masyarakat,” kata Penjabat.

Selain persoalan sampah, kebijakan lainnya yang sampai hari ini belum terlaksana adalah Konsolidasi Internal Birokrasi yang berujung pada Penataan birokrasi.

Dijelaskan, Penaatan Birokrasi di tubuh Pemkot belum dapat dilaksanakan, karena belum mengantongi pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) padahal pengusulannya ke Pemerintah Pusat telah dilaksanakan sejak Desember tahun lalu dan telah mengantongi izin Kemendagri dan KASN. Pemkot melalui BKPSDM juga telah menggelar Job Fit bagi pejabat Eselon II.

“Persoalannya kalau hari ini belum terjadi bukan lagi bicara kebijakan yang belum dilaksanakan, tapi implementasi yang menjadi tanggungjawab dari OPD teknis, sebab Job Fit sudah dilakukan,” ungkapnya.

Menurut Wattimena, terlepas dari hal-hal yang belum terlaksana, namun ada banyak kemajuan pembangunan yang telah dicapai di kota Ambon. Itu berarti dirinya telah melaksanakan tugas sebagai Pj. Wali Kota Ambon dengan baik.

“Menurut saya, saya sudah melakukan semua tugas sebagai Pj. Wali Kota dengan baik, berdasarkan penilaian indikator yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kalau itu menunjukan penilaian yang baik saya bersyukur,” terangnya.

Dirinya berharap, kinerjanya sebagai Pj. Wali Kota, biarlah Tuhan yang Maha Kuasa dan Masyarakat Kota Ambon yang menilai. Sebab, tidak mungkin upaya memajukan dan mensejahterahkan kota ini, dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat.

“Dalam waktu singkat, tidak mungkin saya buat semua hal jadi baik, tapi paling tidak, ada hal kecil yang telah saya lakukan untuk memperbaiki kekurangan di kota ini,” tutupnya.

Ketika disinggung tentang gejolak politik jelang pemilihan serentak tahun 2024 mendatang, Pj. Walikota Ambon menegaskan dirinya akan tetap berada pada batasan serta tanggung jawab yang diemban, dan tidak akan terkontaminasi dengan politik praktis.

“Saya dalam beberapa kesempatan, baik itu dalam apel pagi, maupun pertemuan bersama seluruh ASN yang pernah dilakukan, selalu menegaskan kepada para pegawai Pemerintah Kota Ambon untuk senantiasa jaga netralitas ASN. Dan saya harus komit dengan apa yang saya katakan. Kita bertanggung jawab untuk bekerja dalam pemerintahan, menjaga integritas, serta terus meningkatkan pelayanan publik demi kepentingan masyarakat,” akunya.

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan politik belakangan ini, lanjutnya, sama sekali tidak mempengaruhi tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang Penjabat Walikota.

“Jika saya pernah mengeluarkan statement Matahari Hanya Satu di Maluku, itu semata-mata mengacu pada posisi Pak Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku, yang adalah Wakil Pemerintah pusat di daerah. Karena Penjabat Walikota bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Maluku. Hasil kerja saya selaku Penjabat, dinilai oleh Gubernur bukan oleh partai politik atau yang lain, dan tidak ada kaitannya dengan partai politik. Pada prinsipnya, tugas seorang birokrat adalah patuh, loyal dan taat kepada pemerintah diatasnya. Sama seperti semua warga negara yang taat dan patuh pada Presiden sebagai Kepala Negara,” demikian Wattimena.

Kouta Menurun, Sarimanela : Penerimaan Calon Praja IPDN Prioritaskan Putra-Putri Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Pemda Maluku diingatkan agar dalam penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2023, dapat memprioritaskan putra-putri asli daerah.

“IPDN anak daerah harus menjadi prioritas,” tegas Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, rabu (10/05/2023).

Dikatakan, keberpihakan terhadap putra-putri daerah dalam penerimaan Calon Praja IPDN merupakan hal lumrah, karena hampir semua daerah menerapkan hal tersebut, termasuk di Papua.

“Kouta hanya 11, jadi harus diprioritaskan untuk Putra- putri daerah. Kualitas dan kompetensi anak-anak kita juga sangat baik, sehingga layak untuk diprioritaskan,” ucapnya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian Pemda Maluku, kata Sarimanela kouta IPDN, yang terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

“Kalau terjadi penurunan dari 40, terus 26, dan tahun ini hanya 11, itu sangat besar. Kita tidak boleh berdiam diri, Pemda harus mengambil terobosan akan hal ini,”pintanya.

Politisi Partai Hanura itu juga meminta Pemda Maluku untuk melakukan evaluasi, dan terobosan dalam memperjuangkan kembali kouta IPDN.

“Pemda Maluku harus melakukan evaluasi penyebab menurunya kouta IPDN. Kita di DPRD siap berkoordinasi dalam memperjuangkan kouta IPDN, agar bisa meningkat dari tahun ini,” pungkasnya.

Tingkatkan Ketahanan Website Pemda, Diskominfo Gelar Bimtek Cyber Drill Test

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Bimbingan Teknis Cyber Drill Test, yang bertempat di Aula Kantor Dinas Kominfo Provinsi Maluku, pada Selasa (9/5/2023).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Drs. Melkias Mozes Lohy, MT yang dihadiri oleh narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara Achmad Ridho,S.Tr.TP, Kepala Bidang Keamanan dan Persandian Dinas Kominfo Provinsi Maluku Dra. Nureny Tuarita, M.Si, beserta perwakilan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Dalam laporannya Tuarita, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam mengidentifikasi dan menganalisis, seberapa jauh kerentanan dan ketahanan sebuah aplikasi atau website bagi ASN dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sebagai pengelola web atau portal Pemerintah Daerah di Instansi masing-masing, dimana bimtek ini akan dilaksanakan selama 2 hari, yakni dari tanggal 9-10 Mei 2023.

Sementara itu dalam sambutannya Lohy, menyampaikan banyak situs website milik Pemerintah yang menjadi korban dari serangan web, sehingga dapat mengganggu layanan dan kredibilitas instansi Pemerintah pemilik website tersebut.

“Untuk itu Pemerintah baik pusat maupun daerah harus memberikan perhatian serius terhadap resiko yang ditimbulkan oleh serangan dimaksud, mengingat banyak sekali informasi yang tersebar lewat media sosial dan berdampak terhadap unsur-unsur propaganda atau merusak sistem informasi penyelenggaraan Pemerintahan baik pusat maupun daerah.” Tambahnya.

Lohy mengatakan, oleh sebab itu Pemerintah Daerah Provinsi Maluku melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku melakukan Kerjasama dengan BSSN sebagai instansi Pemerintah yang bergerak di bidang pengamanan informasi untuk melakukan kegiatan cyber drill test agar bersama belajar dan berlatih untuk siap dan menanggulangi insiden keamanan siber di Pemerintah.

“Kegiatan ini perlu dilakukan, karena semakin majunya teknologi, semakin maju juga cara oknum untuk menyerang data digital. Melihat tingginya resiko terhadap serangan siber, maka penting bagi Pemerintah untuk melaksanakan kegiatan ini dalam rangka untuk membangun kapasitas penanggulangan dan pemulihan insiden siber, serta sebagai upaya untuk mendorong ketahanan nasional di bidang keamanan siber.” Ujarnya.

Kadis Kominfo itu juga menambahkan, melalui kegiatan ini, kita semua diberi pemahaman dan pelatihan untuk mengidentifikasi dan menganalisis seberapa jauh kerentanan dan ketahanan infrastruktur maupun aplikasi milik Pemerintah Provinsi Maluku, terhadap serangan dari luar, salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan cyber drill test ini.

Ditunjuk Pimpin DPD PDIP Maluku, Ini Pernyataan Watubun

0

Ambon, Maluku.news – Benhur G Watubun resmi ditunjuk sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku menggantikan Murad Ismail yang baru saja dibebastugaskan.

Pasca penunjukkan dirinya, Benhur mengaku telah siap membenahi PDI-P Maluku lebih baik ke depan.

Pernyataan ini sampaikan kepada sejumlah wartawan, di kantor DPD PDI-Perjuangan Maluku, Karang Panjang, Ambon, Selasa (09/05/2023).

“Yang perlu saat ini kita urusi adalah konsolidasi karena masa kepemimpinan hanya sampai Agustus 2024,” tegasnya.

Konsolidasi, kata Benhur,
merupakan perintah partai yang sudah seharusnya dilakukan.

Selain itu, pihaknya juga akan segera menunaikan tugas-tugas konstitusional partai, mengingat tahun Pemilu sudah dekat.

“Setelah daftar di KPU, kita langsung bekerja dan tidak boleh lagi duduk cari kutu lalu bilang yang ini salah, ini benar,” tegasnya mengingatkan.

Mengenai penunjukan dirinya sebagai Ketua DPD PDI-P Maluku, Benhur menekankan bahwa hal itu merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat.

“Jadi intinya punya kewenangan untuk memberhentikan atau mengangkat adalah Dewan Pimpinan Pusat. Jadi merekalah yang bisa menafsirkan dan memberi keputusan terhadap sebuah kebijakan partai, termasuk pergantian dan pengangkatan kita sebagai ketua dan sekertaris DPD,” pungkasnya.