Beranda blog Halaman 176

Gubernur Letakan Batu Pertama Pembangunan Pastori Jemaat GPM Kamarian

0

SBB, Maluku.news – Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail didampingi Istri Widya Pratiwi Murad beserta rombongan menghadiri secara langsung Acara Peletakan Batu Penjuru Pastori I Jemaat GPM Kamarian, pada Jumat (5/5/2023).

Hadir juga pada kesempatan itu Penjabat Bupati Seram Bagian Barat dan Istri, Sekda Maluku dan Istri, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Dalam laporan Ketua Klasis GPM Kairatu Pdt. Zeth J. Sahertian, dirinya menyampaikan acara ini telah direncanakan sejak tahun 2021 yang lalu namun diperhadapkan dengan situasi pandemi covid-19.

“Di kamarian punya 3 pastori, dan ini adalah pastori 1, yang pembangunannya berada pada lokasi bangunan lama pastori Tua Negeri Kamarian, dengan rencana konstruksi bangunan 2 lantai, dengan luas 395,525m2, dan diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1. 025.000.000.” jelasnya.

Sahertian menyadari sungguh bahwa ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, dan juga bukan sebuah beban, tetapi hal ini adalah tanggung jawab yang harus dijalani dengan sukacita.

Sementara itu Gubernur dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku dan pribadi, ia menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat dan Panitia Pembangunan Gedung Pastori, serta seluruh anggota Jemaat GPM Kamarian yang sudah memiliki niat mulia dalam pembangunan gedung pastori.

“Saya berharap proses pembangunan ini akan berjalan lancar dan sukses sebagai upaya pengembangan kualitas pelayanan dan pembinaan jemaat di wilayah ini.” Harap MI.

Murad juga menyampaikan, rumah pastori ini tidak semata digunakan sebagai tempat tinggal pendeta, tetapi berfungsi juga sebagai tempat konseling bagi umat, agar hamba Tuhan dijemaat ini pintu rumahnya senantiasa terbuka menyambut kehadiran umat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan dengan baik.

Kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu penjuru Pastori I Jemaat GPM Kamarian oleh Gubernur Maluku, Penjabat Bupati SBB, Raja Negeri Kamarian, Ketua Panitia Pembangunan, dan Kepala Tukang Pembangunan.

Wagub Orno Buka Sosialisasi Sensus Pertanian Tahun 2023

0

Ambon, Maluku.news– Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, pada Jumat (05/05/2023) menggelar Sosialisasi Sensus Pertanian 2023, yang bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon.

Kegiatan yang dilaksanakan di bawah Sorotan Tema “Potret Potensi Pangan Lokal dan Masa Depan Petani Maluku”, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno, yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Turut hadir juga pada kesempatan itu Fungsional Statistisi Ahli Utama BPS Adi Lumaksono, Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, SE., M.Si, perwakilan OPD Lingkup Pemerintahan Provinsi Maluku, Asosiasi Pertanian dan perwakilan perusahaan, Kepala Bagian Umum dan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno menyampaikan atas nama pemerintah daerah Provinsi Maluku, dirinya menyambut baik kegiatan sosialisasi sensus pertanian dengan harapan meningkatkan kualitas pelayanan pertanian di daerah ini.

“Sensus Pertanian 2023 adalah pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi para petani. Data registrasi petani merupakan gabungan dari Kementerian dan Dinas yang membawahi bidang pertanian yakni kementerian pertanian, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, serta kementerian kelautan dan perikanan. Data yang dikumpulkan diantaranya yaitu pertanian, sumber daya alam, modal produksi, dan produktifitas sumber daya manusia pertanian, hingga sumber daya teknologi.” Jelasnya.

Wagub juga menyampaikan, penetapan data yang dihasilkan sensus pertanian 2023 selain membuka peluang pemanfaatan yang luas juga akan mendukung program pemberdayaan petani.

“Selain itu sensus pertanian 2023 menjadi Langkah strategis yang tepat dalam membangun dan memulihkan Indonesia di sektor pertanian pada umumnya serta Maluku pada khususnya.” Terangnya.

Orno mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut bukanlah hal yang mudah, namun sensus pertanian 2023 merupakan upaya hasil pencapaian komitmen untuk kolaborasi para pemerintah, asosiasi pertanian, akademisi, Lembaga elemen masyarakat, termasuk rekan pers.

“Kami harapkan seluruh rekan pers yang hadir saat ini dapat menyalurkan aspirasi dan memberikan masukan bagi pelaksanaan sensus pertanian.” Ungkapnya.

Dirinya juga mengharapkan, agar pelaku usaha pertanian dapat membantu petugas dan turut menyebarluaskan informasi sensus pertanian ini kepada semua pihak.

“Berikanlah jawaban yang sebenarnya sesuai kondisi usaha pertanian, karena jawaban bapak/ibu menentukan arah dan kebijakan yang diambil dalam memajukan perekonomian di Maluku.” Ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Plakat dan Piagam dari Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno kepada Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, SE., M.Si.

Kunjungi Posyandu, Pj. Ketua TP-PKK Harap Pelayanan Ditingkatkan

0

Ambon, Maluku.news – Mengunjungi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pada kecamatan terakhir yakni Leitimur Selatan (Leitisel), Pj. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, Lisa Wattimena berharap semakin ada perubahan, dan memiliki peningkatan dalam hal melayani masyarakat.

“Harapan saya, bahwa posyandu-posyandu yang ada di 5 (lima) kecamatan ini setelah dikunjungi semakin ada perubahan, pelayanannya semakin ditingkatkan,” ungkapnya, usai memantau proses pelayanan Posyandu di Negeri Hukurila, Jumat (5/5/2023).

Lima Kecamatan tersebut antara kain, Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Teluk Ambon, Baguala, dan Leitisel yang berada di bawah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Selain harap yang besar terhadap peningkatan pelayanan, dirinya juga meminta perhatian khusus dari Pemerintah terhadap Posyandu. Diyakininya, tempat ini menjadi ujung tombak pemberantasan Stunting.

“Kepada Pemerintah mulai sekarang punya perhatian khusus, karena kita tahu sendiri Posyandu ujung tombak penanganan Stunting. Oleh sebab itu kader-kadernya harus kita mantapkan,” terangnya.

Lanjutnya, beberapa waktu lalu telah ada kunjungan yang dalakukan oleh pihaknya bersama dengan Pemkot, ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dari hasil kunjungan itu banyak hal dipelajari termasuk intervensi dan kolaborasi dalam rangka memerangi Stunting, sehingga, dirinya berupaya kedepan hasil kunjungan tersebut dapat terealisasi.

“Harapan saya, apa yang kami dapat di Sumedang bisa kami terapkan di Kota Ambon. Dengan kunjungan dan intervensi yang PKK lakukan semakin ada perubahan, paling tidak bisa menurunkan angka Stunting,” pungkas Wattimena.

Kunjungan ke Posyandu di Hukurilla tersebut, sekaligus pemberian bantuan berupa nutrisi tambahan bagi anak resiko, dan ibu hamil.

Untuk diketahui, sebelumnya sejak awal tahun 2023 TP-PKK bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) serta Dinas Kesehatan Kota Ambon dengan telah melakukan kunjungan pada Posyandu-Posyandu, dimulai dari Kecamatan Nusaniwe, sampai dengan hari ini memasuki Negeri Hukurila, Kecamatan Leitisel.

Gelar Paripurna, DPRD Kota Ambon Beri Rekomendasi LKPJ Wali Kota

0

Ambon, Maluku.news – Sejumlah rekomendasi berisi catatan korektif, usul dan saran diberikan oleh DPRD Kota Ambon terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Ambon tahun 2022.

Rekomendasi DPRD tersebut disampaikan dalam rapat Paripurna yang digelar, Jumat (5/5/2023) di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Ambon, Kawasan Belakang Soya.

Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena usai Paripurna menyampaikan rekomendasi tersebut sangat penting, dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di kota Ambon.

“Betapa pentingnya rekomendasi DPRD, bukan saja kepada saya tetapi kepada OPD terkait, sebab itu Pimpinan OPD mesti hadir, duduk, dan mencatat apa yang direkomendasikan, lalu mengambil langkah-langkah aksi untuk menjawab rekomendasi tersebut,” ujarnya.

Wattimena juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Ambon, sebab dari proses pembahasan ada banyak catatan yang diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang tentunya akan menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Rekomendasi tersebut bakal dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan setahun kedepan, agar minimal bisa menjawab seluruh kekurangan yang ada di tahun ini,” terangnya.

Pj. Wali Kota berharap dalam hubungan Pemkot dengan DPRD kedepan akan terjalin kerja-kerja kolaboratif dan sinergitas dalam rangka perbaikan kota.

“Kita berharap dalam hubungan Pemkot dengan DPRD terjalin kerja kolaborasi, sinergaitas, supaya sama-sama kita perbaiki kota ini,” tandasnya.

Sebelumnya dalam sambutannya, Wattimena sampaikan,

catatan rekomendatif DPRD terkait drainase dan ruas sungai,

mitigasi dan penanggulangan bencana, pengelolaan persampahan, penetapan raja defenitif, penataan sistem transpotasi dan pengelolaan benteng Victoria sebagai salah satu cagar budaya nasional akan menjadi perhatian dan prioritas untuk ditangani.

Pemkot Ambon, lanjutnya, juga akan berupaya menjadikan kota Ambon sebagai kota yang mandiri secara fiskal dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), berkoordinasi secara insentif dengan Pemerintah Provinsi dalam penataan pasar dan terminal Mardika, serta mempermudah pelayaanan perizinan.

Sedangkan pada sisi belanja, Pemkot, urainya, akan lebih fokus untuk mengalokasikan belanja daerah sesuai prioritas daerah seperti peningkatan pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan.

Siswa/Siswi Peserta OSN Kota Ambon Diberi Penguatan Kapasitas

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena memberi penguatan kapasitas kepada para siswa/siswi SD dan SMP yang akan mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kota Ambon tahun 2023.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon, menggandeng PT Lembaga Olimpade Pendidikan Indonesia (LOPI) berlangsung Kamis (04/05/2023), di Hotel Manise.

Wattimena dalam sambutan menyatakan kebanggaannya karena siswa/siswi ini merupakan utusan terbaik dari satuan pendidikan masing-masing, yang telah berhasil lolos seleksi untuk olimpiade tingkat kota Ambon.

“Saya bangga karena inilah generasi muda harapan kota ini, mereka adalah yang terbaik yang telah mengikti seleksi sebelumnya, dan terpilih diantara ribuan siswa/siswi lainnya untuk mewakili kota Ambon pada ajang Olimpiade Sains,” ujarnya.

Diakuinya, dalam pelaksanaan OSN beberapa tahun terakhir, Kota Ambon belum dapat mengukir prestasi di tingkat nasional. Kondisi ini, lanjutnya, menandakan ada hal – hal yang perlu dibenahi agar kualitas siswa/siswi dibidang Sains dapat ditingkatkan.

“Hal ini menjadi bahan perenungan kita bersama, menjadi evaluasi sekaligus mencari solusi terhadap peningkatan kualitas Pendidikan. Saya tidak ragu dengan kemampuan anak-anak di Ambon, tetapi jika terus diasah, dibimbing, dibina dengan tepat maka kita tidak kalah berprestasi dengan daerah lainnya,” ungkapnya.

Dalam kerangka itu, jelasnya, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalu Dinas Pendidikan menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi para peserta.

“Hari ini Dinas Pendidikan dan LOPI memberikan penguatan kapasitas bagi peserta OSN, harapannya agar para siswa/siswi semakin memiliki kapasitas dalam mengikuti lomba, menguasi materi apa yang menjadi bidang minat, sehingga dapat berkompetisi pada bidang dimaksud,” kata Wattimena.

Dirinya optimis, bahwa dengan kegiatan ini maka akan lahir anak-anak kota Ambon yang dapat menjuarai ajang OSN di tingkat nasional.

“Kalau itu bisa terjadi, maka semua kita yang terlibat, sudah memberikan sesuatu bagi kota yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan Penguatan Kapasitas peserta OSN, diikuti sebanyak 228 siswa/siswi dengan perincian tingkat SD, 128 orang dan SMP, 100 orang.

Tingkatkan Keterampilan, DWP Kota Ambon Gelar Pelatihan

0

Ambon, Maluku.news – Guna meningkatkan keterampilan para anggotanya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Kecap Manis dengan berbahan dasar ikan.

“Kita mau mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan skill dari pada Ibu-ibu Dharma Wanita supaya bisa juga membuat olahan ikan dengan kreasi baru yaitu membuat kecap yang berbahan dasar ikan,” ungkap Ketua DWP Kota, Hane Ririmasse, di Rumah Jabatan Sekretaris Kota Ambon, kepada tim Media Center, Rabu (03/05/2023).

Dikatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan dimaksud adalah mendorong anggotanya, agar lebih kreatif dalam menyikapi situasi ekonomi yang saat ini mengalami resesi. Sebab, perempuan berperan sangat penting dalang meningkatkan roda perekonomian khususnya di masa sulit ini.

“Kepada pengurus DWP yang telah berkolaborasi menyelenggarakan sosialisasi yang bertema ‘Pembuatan Kecap Berbahan Dasar Ikan’ saya berikan apresiasi. Sebab tujuannya jelas yakni; mendorong para ibu-ibu anggota agar terus aktif, kreatif, dan memanfaatkan peluang ekonomi serta mengembangkan kemampuannya di era digitalisasi dalam masa resesi,” urainya.

Kegiatan yang merupakan gaweaan Bidang Ekonomi DWP Kota Ambon ini, menghadirkan Dr. Ir. Venda Pical selaku narasumber, pemberi materi, sekaligus mendemonstrasikan cara pembuatan kecap manis berbahan dasar ikan.

Disinggung terkait dengan bahan utamanya, Ririmasse mengatakan, Provinsi Maluku termasuk Kota Ambon didalamnya termasuk daerah penghasil ikan meski tidak sebesar Kota/Kabupaten lainnya, tetapi, dapat menyediakan bahan utama pembuatan kecap ini.

“Kita sementara ini menggunakan ikan sebagai bahan dasarnya karena ikan merupakan salah satu sumber daya alam (SDA) yang ada di Kota Ambon, untuk jenisnya sendiri sementara kita pakai ikan Tuna,” tandasnya.

Gubernur Saksikan Pernyataan Sikap Perdamaian Antara Ohoi Elat & Hoar Ngutru

0

Malra, Maluku.news – Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail, secara langsung menyaksikan Pernyataan Sikap Perdamaian antara masyarakat Ohoi Elat dan Masyarakat Hoar Ngutru (Ohoi Wakol, Ngurdu, Soinrat, Wermaf, Bombay, Elralang, Watsin, Sirbante dan Ohoi Ngat) di Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara, pada Rabu (3/5/2023).

Turut serta juga pada kesempatan itu Pangdam XVI/Pattimura, Kabinda Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara dan Kecamatan se-Wilayah Kei Besar, Danrem 151/Binaiya, Sekretaris Daerah Maluku, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Para Rat Lorsiu, Lorlim, pada Kepala Ohoi se-Wilayah Kei Besar, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama, dan pihak lainnya.

Pernyataan sikap tersebut terdapat 2 poin, yang pertama, kedua belah pihak telah bersepakat, bahwa mulai hari ini menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap manusia, barang, harta benda, profokasi, berita hoax, dan menjalin kembali hubungan Ain Ni Ain sebagai orang basudara di Nuhu Evav Ni Kilkilun Kabupaten Maluku Tenggara dan menyerahkan sepenuhnya persoalan kriminal terhadap para korban dari kedua belah pihak kepada pihak berwajib untuk penegakkan hukum.

Sementara untuk poin yang kedua, dijelaskan bahwa, mulai hari ini akses lalu lintas laut dan darat masuk keluar Ohoi Elat dan seluruh wilayah Hoar Ngutru normal kembali seperti sedia kala, dan apabila ada yang sengaja mencegah, memalang jalan termasuk masuk keluar Pelabuhan untuk naik kapal atau Tindakan lain yang mengganggu kamtibmas di Ohoi Elat dan Ohoi-Ohoi yang berada di Kawasan Hoar Ngutru, maka akan menjadi tanggung jawab sendiri (persoalan pribadi) dan akan berurusan dengan pihak berwajib (dalam hal ini TNI dan Polri).

Untuk diketahui Dokumen Pernyataan Sikap tersebut ditandatangani oleh 16 orang dari kedua belah pihak Perwakilan Masyarakat Ohoi Elat dan Perwakilan Masyarakat Hoar Ngutru.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan Prosesi Adat Vadukung Il Fangnanan Bok-Bok Ain ni Ain oleh para Rat Lor Siu Lor Lim.

Thaher Hanubun : Berkat Rekomendasi Gubernur Maluku & Keprihatinan Masyarakat, Dorong Perjuangan RS. MTH

0

Langgur, Maluku.news – Dalam acara Peletakan Batu Pertama Pertama Rumah Sakit Pratama MTH Elat Kei Besar, pada Rabu (3/5/2023), yang dihadiri oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun menjelaskan, sebagai daerah perbatasan dan daerah terluar, Pulau Kei Besar awalnya masih cukup tertinggal, permasalahan paling mendasar adalah rendahnya kapasitas infrastruktur, pelayanan dasar, akses konektivitas jalan dan jembatan, akses rumah layak huni, air bersih dan sanitasi, hingga akses pelayanan Pendidikan dan Kesehatan belum maksimal.

“Tetapi saudara masyarakat Kei Besar boleh lihat apa yang sudah ada sekarang, buka mata, buka hati, bahwa Kei Besar telah terjadi perubahan-perubahan besar.” Ujarnya.

Hanubun menyampaikan, sejak Maluku Tenggara berdiri 22 desember 1952 sampai sekarang sudah lebih dari 70 tahun, Pulau Kei Besar tidak memiliki Rumah Sakit, masyarakat harus dirujuk dari Puskesmas di Pulau Kei Besar menuju ke RSUD di Kota Langgur.

“Walaupun ada puskesmas yang dibangun cukup bagus, namun berkat rekomendasi Gubernur Maluku, dan keprihatinan sekaligus kerinduan warga masyarakat yang mendorong kami memperjuangkan pembangunan Rumah Sakit terutama di Pulau Kei Besar.” Jelasnya.

Ia mengatakan, sejak 2019, hal ini diperjuangkan, dan keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Sekali lagi saya atas nama Pemerintah Daerah dan Rakyat Maluku Tenggara, tidak ada kata lain kecuali mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Maluku, atas dukungan dan fondasi Gubernur, selaku wakil Pemerintah Pusat maka usaha-usaha kami menjadi lebih mudah. Dana transfer yang kami terima dari Pemerintah Pusat secara perlahan lahan meningkat dari tahun ke tahun yang sebelumnya kurang lebih Rp. 600miliar termasuk tahun 2023, dan fisik yang kami terima sebesar Rp. 231.930.207.000 dan jika dibandingkan dengan 10 kabupaten kota lain kalah dari Maluku Tenggara. Itu berkat rekomendasi Gubernur, para tokoh agama, sehingga dimudahkan perjalanannya.” Ungkapnya.

Hanubun menjelaskan, di dalam alokasi Rp. 231.930.207.000 didalamnya ada Rp. 74.585.143.199, untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama MTH di Elat.

“Setuju tidak setuju, pembangunan ini pasti jalan, untuk itu tenaga teknis Dinas Kesehatan dan Bapa Raja saya mohon dengan kerendahan hati bisa menjaga, jangan lagi ada yang datang pasang sasi di tempat ini. Pembangunan Gedung Rumah Sakit, pengadaan prasarana, pengadaan alat Kesehatan jadi Rp.40 miliar fisik bangunan dan Rp.30miliar lebih untuk alat Kesehatan.” Terangnya.

Bupati juga menegaskan bahwa lokasi pembangunan adalah lahan milik Pemerintah Daerah.

“Elat dan Pulau kei besar akan mampu berkembang termasuk pembangunan rumah sakit ini akan berjalan lancar jika kondisi kamtibmas terkendali tidak ada hambatan dan gangguan.” Ujarnya.

Ia juga melaporkan, pembangunan di Pulau Kei Besar ini memerlukan semangat juang, dan saat ini di Kei Besar bidang telekomunikasi sinyal 4g sudah masuk sehingga ujian sudah bisa berlangsung di sekolah masing-masing, listrik dan air bersih sudah teratasi, meskipun belum 100%, selain itu juga stunting sudah menurun di Kei.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh, Pangdam XVI/Pattimura, Bupati Maluku Tenggara, Wakapolda Maluku, Kabinda Maluku, Danrem 151/Binaiya, Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku tenggara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.

Gubernur Murad Letakan Batu Pertama RS Pratama MTH Elat

0

Malra, Maluku.news – Melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Maluku Tenggara, Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail melakukan Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit Pratama MTH Elat Kei Besar, pada Rabu (3/5/2023).

Setibanya di Elat, Gubernur didampingi istri dan rombongan disambut oleh Camat Kei Besar, yang ditandai dengan pengalungan bunga dan diiringi tarian oleh Vat-Vat Ohoi Wulurat.

Hadir juga pada kesempatan itu, Pangdam XVI/Pattimura, Bupati Maluku Tenggara, Wakapolda Maluku, Kabinda Maluku, Danrem 151/Binaiya, Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku tenggara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan 3 hal penting, yang pertama atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Maluku, ia memberikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran yang memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia, melalui layanan Kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Semoga proses pembangunan RS Pratama MTH Elat ini akan berjalan lancar dan sukses sebagai upaya pembangunana kualitas pelayanan Kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara.” Ujarnya.

Murad juga mengatakan, tantangan pembangunan di bidang Kesehatan Provinsi Maluku sangatlah kompleks, mulai dari terbatasnya akses transportasi, informasi dan komunikasi antar wilayah sehingga menyebabkan akses pelayanan Kesehatan terhambat.

“Kita merasa bersyukur karena hari ini, dengan dibangunnya Rumah Sakit Pratama di Kei Besar, yang menunjukan perhatian Pemerintah Pusat kepada Maluku perlahan-lahan mulai meningkat.” Ungkapnya.

Gubernur menyampaikan, untuk itu ketersediaan sarana prasarana di Wilayah Maluku terutama di Maluku Tenggara sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik sekaligus menjawab tantangan pelayanan kesehatan di Negeri Raja-Raja ini

“Saya berharap pembangunan Rumah Sakit Pratama ini juga diiringi dengan peningkatan kualitas tenaga Kesehatan yang menjalankan fungsinya sebagai pelayan Kesehatan.” Tutupnya.

Untuk diketahui bahwa anggaran pembangunan Rumah Sakit Pratama MTH Elat sebesar Rp. 74.585.143.199 yang bersumber dari dana transfer dari Pemerintah Pusat tahun anggaran 2023.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Bantuan Peduli Maluku dan Bantuan Sosial Bencana Alam oleh Gubernur Maluku.

Pemkot Canangkan 1000 NIB Bagi Pelaku Usaha

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), mencanangkan penerbitan 1000 Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di kota Ambon.

Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena usai pencanangan, Rabu (3/5/23) di Hotel Grand Avira-Batumerah, menyatakan pencanangan tersebut bertujuan agar pelaku usaha mikro dan kecil di kota Ambon terus tumbuh dan berkembang, karena memiliki legalitas usaha yang dibutuhkan.

“Banyak usaha-usaha kecil yang tumbuh di kota Ambon tapi kemudian tidak diteruskan karena tidak memiliki perijinan,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Dikatakan, NIB merupakan nomor induk penganti Surat Ijin Usaha Perorangan (SIUP) yang diperlukan bagi pelaku UMK, salah satunya untuk mendapatkan kemudahan dalam aspek pendanaan.

Olehnya itu, untuk membantu legalitas UMK, maka selama bulan Mei – Juni, 1000 pelaku usaha di Kota Ambon bisa mendapatkan NIB dari DPM- PTSP Kota Ambon.

Wattimena membeberkan, selain melakukan pencanangan penerbitan NIB, DPM-PTSP Kota Ambon juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis implementasi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, serta membuka Klinik Online Single Submission (OSS).

“Hal ini dilakukan dalam rangaka peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta menjawab keluhan para pelaku usaha di Kota Ambon, yang mengalami kesulitan meski sudah menggunakan layanan perizinan secara online,” terangnya.

Wattimena menandaskan, pada saatnya nanti semua yang dilakukan oleh Pemkot melalui DPM -PTSP akan diintegrasikan dalam Mall Pelayanan Publik, yang rencananya akan dibangun pada lantai IV Gedung Pusat Perbelanjaan Ambon Plaza.