Beranda blog Halaman 158

Delegasi Kota Ambon Ikut Fun Bike dan Penanaman Pohon

0

Makassar, Maluku.news – Delegasi Kota Ambon, mengikuti langsung seluruh rangkaian Rapat Kerja (Rakernas) XVI APEKSI 2023, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Rakernas yang digelar sejak 10-14 Juli 2023, dengan 10 rangkaian acara.

Salah satunya adalah Fun Bike dan Penanaman Pohon, yang digelar pada Kamis (13/07/2023) yang diikuti oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Richad Luhukay dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Kota Ambon, Alfredo Hehamahua.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Richad Luhukay, kegiatan Fun Bike dan Penanaman Pohon tersebut, merupakan rangkaian acara dari APEKSI, sehingga Pemkot Ambon wajib untuk mendukung serta mensupport kegiatan-kegiatan itu.

“Ini agenda APEKSI, sehingga kewajiban kita dari seluruh kota yang ada di Indonesia ini untuk ikut serta mensukseskan hal tersebut,” jelasnya usai acara Penanaman Pohon, Kamis (13/7/23).

Luhukay katakan, kegiatan Fun Bike tersebut merupakan target nasional Indonesia harus bugar 2045. Oleh karena target nasional, maka aktivitas-aktivitas olahraga harus dibudayakan dan menjadi lifestyle masyarakat dan bisa menjadi satu contoh kepada masyarakat setempat bahwa olahraga itu penting.

“Bersamaan dengan fun bike tadi pagi, terlihat aktivitas masyarakat di Kota Makassar ternyata memang masyarakat suka berolahraga, karena dilihat ada yang jogging di pagi dan itu bagus sekali. Karena masyarakat sadar akan pentingnya olahraga,” ungkapnya.

Setelah Fun Bike dilanjutkan dengan penanaman pohon yang juga merupakan salah satu program pemerintah secara nasional.

“Karena Indonesia adalah paru-parunya dunia, jadi kita harus giatkan terus penanaman pohon, supaya kita tetap bisa memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia, bahkan negara kita sendiri dan itu penting sekali, sehingga harus tetap dilakukan. Apalagi sebagai pemimpin harus memberikan contoh supaya masyarakat juga bisa melihat kesuksesan pemimpinnya untuk bagaimana bisa mendorong hal itu,” pungkasnya.

Pemerataan Pembangunan dan Provinsi Kepulauan Jadi Isu Strategis Komwil VI APEKSI

0

Makassar, Maluku.news – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI APEKSI 2023, akan mengangkat isu strategis dari masing-masing Komisariat Wilayah (Komwil) APEKSI. Untuk Komwil VI dimana Kota Ambon ada didalamnya, Penjabat Wali Kota, Bodewin M Wattimena ungkapkan, isu strategis yang akan diperjuangkan pada Rakernas XVI APEKSI ini sudah dilakukan pada Komisariat Wilayah VI.

“Jadi kehadiran saya beberapa waktu lalu di Jayapura untuk mengikuti rapat kerja Komisariat Wilayah VI. Disana kita sudah merumuskan saran, masukan, usulan yang akan kita sampaikan dalam Rakernas XVI APEKSI ini.

Karena itu, lewat ketua Komwil sementara dilakukan pleno hari ini,” jelasnya usai pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023, Rabu (12/07/2023) di Upper Hill Makassar.

Wattimena menjelaskan, isu strategis yang diangkat dari Komwil VI yaitu Sulampua (Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua), adalah soal bagaimana pemerataan pembangunan.

“Karena jujur saja bahwa ketimpangan pembangunan antara wilayah barat, tengah dan timur ini masih sangat terasa. Tetapi yang pasti kami semua bersepakat bahwa kita tetap memperjuangkan otonomi daerah. Otonomi daerah tetap menjadi hal prinsip, karena otonomi daerah itulah yang membuat kemandirian daerah dan menciptakan pembangunan yang didasarkan pada karakteristik wilayah masing-masing,” tandasnya.

Terkait dengan isu Provinsi Kepulauan Wattimena akui sudah menyampaikan hal inl pada saat rapat kerja Komwil VI. Saat itu dirinya berharap APEKSI memperjuangkan daerah kepulauan.

“Memang tidak semua anggota APEKSI adalah daerah kepulauan. Tetapi sebagai bagian dari APEKSI, kami banyak yang masuk dalam kategori daerah kepulauan yang mesti mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Pusat. Saya sudah sampaikan dan saya minta itu dimasukkan dalam salah satu rekomendasi daripada Komwil VI kepada Rakernas XVI APEKSI. Soal nanti di akomodir atau tidak, tapi minimal kami menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan kita dari daerah kepulauan yang selama ini tentang Undang-Undang Daerah Kepulauan yang sementara dijalankan, “pungkasnya.

Dia berharap dengan rencana kehadiran tiga calon pemimpin masa depan, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anis Baswedan dalam Rakernas XVI APEKSI 2023 ini, mudah- mudahan dirinya diberikan kesempatan untuk bicara soal Provinsi Kepulauan.

Selain itu, Penjabat tegaskan Komwil VI terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045, melalui membangun generasi muda bangsa yang ada pada kota masing-masing.

“Kita juga membangun kolaborasi antara kota sehingga bisa saling mengisi. Apa kekurangan-kekurangan kita pada kota, misalnya di Kota Ambon, bisa kita replikasi hal-hal positif yang sudah dilakukan pada kota-kota yang lain di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya ungkapkan, tadi penjelasan bahwa kota memegang peran penting. Ini membuatnya merasa senang karena di APEKSI ini tidak hanya datang dan sekedar menghadiri, tapi ada hal-hal positif yang didapatkan, misalnya soal Indonesia City Expo yang dilakukan ini.

“Untuk Indonesia City Expo ini, Kota Ambon menampilkan ciri khas kita. Jadi stan yang dibuat disiapkan untuk mempromosikan Ambon City of Music dan itu sangat luar

biasa. Apalagi respon dari pengunjung sangat luar biasa. Kita berharap bahwa lewat momentum ini minimal Kota Ambon dikenal dan Ambon City of Music itu betul-betul menjadi ikon kita, yang kita jual kepada kota-kota yang lain di Indonesia. Apalagi

Pak Presiden minta masing-masing kota punya brandingnya, kita sudah punya branding. Sekarang bagaimana membangun supaya branding ini bukan hanya sekedar pengakuan Tetapi dia mesti menjadi jiwa hidup kita sebagai masyarakat kota Ambon,” tandasnya.

Target mengikuti Indonesi City Expo ini juga untuk menarik investor. Dengan demikian Kota Ambon memamerkan apa yang dipunyai.

“Produk-produk UMKM yang kita bawa ini bagian daripada upaya kita untuk membuka jejaring. Kalau misalnya Disperindag Kota Ambon bisa berkolaborasi dengan Indag Cilegon dan sebagainya dalam upaya kita membantu UMKM untuk memasarkan produk mereka, saya rasa ini peluang besar bagi kita,”tuturnya.

Jawab Arahan Presiden, Wattimena: ACOM Adalah Branding Kota Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Presiden RI, Joko Widodo dalam arahan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro saat pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023 di Upper Hill- Kota Makasar pada Rabu (12/07/2023) mengatakan, bahwa setiap kota di Indonesia harus memiliki sebuah branding.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena katakan, Kota Ambon telah memiliki branding, yaitu Ambon City of Music.

Terkait adanya branding Ambon sebagai Kota ikan dan Ambon sebagai Kota perdamaian, Pj. Wali Kota katakan, sepertinya branding satu kota itu tidak bisa banyak.

“Bahwa kita sebagai Ambon City of Music, Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace, tapi kita kemukakan, kita dahulukan Ambon City of music. Karena Ambon City of music ini sebagai prioritas. Nanti Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace itu bagian daripada hal yang berkembang seiring dengan berkembangnya Ambon City of music,” tandasnya.

Menurutnya, untuk kesiapan yang selama ini Pemerintah Kota Ambon sudah lakukan memang membuat branding menjadi hal yang membudaya di masyarakat. Hal itu tidak gampang.

“Tapi minimal hari ini kita saksikan bahwa sudah hampir 6000 anak-anak bermain jukulele. Lalu kemudian ada spot-spot yang kita siapkan, kita supaya ketika orang datang, orang akan katakan, oh benar ini Ambon City music, “bebernya.

Penjabat juga jelaskan tentang kegiatan yang dibuat tiap bulan, yaitu Harmoni Sudut Kota, yang dibuat di Pattimura Park. Itu bagian dari kurikulum musik pada 10 sekolah piloting di Kota Ambon.

“Itu bagian yang sementara kita upayakan untuk mendudukkan dasar-dasar Ambon City of Music. Ini merupakan indikator untuk tetap mempertahankan Ambon City of music dari UNESCO dan saya rasa selama kita bisa mempertahankan, kita tetap mempertahankan. Saya rasa kalau dengan apa yang kita lakukan hari ini tidak mungkin branding itu hilang dari kita,”tegasnya.

Oleh karena itu, Wattimena mengajak semua warga Kota Ambon untuk tunjukkan ini bahwa memang orang Ambon itu DNA-nya adalah musik. Musik bahkan menjadi bagian daripada kehidupan masyarakat kota Ambon, karena musik ini berkaitan dengan kreativitas ekonomi.

“Makanya saya bilang, Kota Ambon hari ini sementara berupaya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik. UMKM muncul tapi disitu ada musik. Pariwisata muncul, disitu ada musik. Itulah ekonomi kreatif atau kota kreatif berbasis musik,” ujar Wattimena.

Pemprov Maluku Diminta Perhatikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Leihitu dan Seram

0

Ambon, Maluku.news – Anggota DPRD Provinsi Maluku Halimun Saulatu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk memperhatikan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di Jasira Leihitu Pulau Ambon dan Pulau Seram yang mengalami kerusakan.

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini mengakibatkan jalan dan jembatan yang ada di wilayah Maluku mengalami kerusakan berat, terutama di Pulau Seram dan Jasira Leihitu Maluku Tengah.

“Untuk itu, Pemprov Maluku segera memperhatikan infrastruktur yang rusak di dua wilayah itu,” kata Halimun Saulatu kepada wartawan di Ambon, Selasa (11/07/2023).

Menurutnya, status jalan yang ada di Jasira Leihitu Pulau Ambon adalah jalan provinsi, sehingga Pemprov Maluku harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Akibat musim hujan yang sangat ekstrim akhir-akhir ini, maka banyak jalan dan jembatan yang ada di Jasira Leihitu kondisinya hampir putus.

Jika jalan dan jembatan putus maka tentu akan menghambat aktivitas masyarakat yang akan pergi dan pulang menuju Kota Ambon. Untuk itu, kalau boleh Pemprov Maluku secepatnya memperhatikan hal tersebut.

“Kami sudah sering kali menyampaikan hal ini pada Pemerintah Provinsi Maluku tapi sampai sekarang tidak diperhatikan,” kesalnya.

Halimun Saulatu mengapresiasi Balai Pelaksanaan Jalan Nadional (BPJN) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, yang sangat cepat mengatasi tergerusnya oprit jembatan Wai Tone Tana yang ada di ruas jalan Nasional Liang menuju Waipia Pulau Seram.

Mantan anggota DPRD Malteng dua periode ini juga berharap agar jembatan Kawanua yang menghubungkan Kabupaten Malteng dan Kabupaten Seram Bagian Timur, harus segera diatasi dengan membuat jembatan bailey (darurat) untuk penanganan sementara.

“Karena jembatan Kawanua yang hanyut pada beberapa hari yang lalu itu merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan wilayah Malteng dan SBT yang ada di Pulau Seram,”harapnya.

Tampilkan Ikon Ambon City of Musik di Karnaval dan Pawai Budaya APEKSI 2023

0

Makassar, Maluku.news – Salah satu rangkaian acara Rakernas XVI APEKSI 2023 di Makassar adalah Karnaval dan Pawai Budaya, yang dilakukan pada Rabu (12/07/2023), di Pantai Losari, Kota Makassar.

Acara ini memberikan kesempatan kepada kota-kota yang menjadi anggota APEKSI untuk memperkenalkan atau mempromosikan budaya daerah masing-masing.

Kota Ambon tampil mempesona dengan tetap mengusung branding City of Music

“Untuk Kota Ambon sendiri tampil dengan ikon Ambon City of Music yang lebih menonjol karena di branding oleh UNESCO, kemudian Ambon City of Peace dan Ambon City of Fish,”terang Kabag Pemerintahan Kota Ambon, Alfian Lewenussa usai karnaval dan pawai budaya.

Perwujudan dari ikon tersebut, Kota Ambon tampil dengan tabuhan tifa, totobuang dan rebana, serta pakaian adat dari negeri Nusaniwe, Latuhalat, Hatiwe Kecil dan Halong. Sedangkan peserta lainnya menggunakan baju cele dan baniang.

“Tampilan baju adat dan baju tradisional dari kota Ambon semuanya bercampur menjadi satu, sehingga orang bisa melihat warna adat orang Ambon,”terangnya.

Dia berharap dengan karnaval dan pawai budaya ini, orang bisa lebih mengenal budaya kota Ambon, dan bisa mengingatkan masyarakat Ambon untuk melestarikan budaya yang ada.

“Sebagaimana adat dan budaya kami orang Maluku, orang Ambon, adat budaya harus dilestarikan secara turun menurun. Sama halnya dengan kearifan lokal yang kita miliki menyangkut dengan baju adat istiadat dan baju khas kota Ambon, itu harus selalu dipakai pada event-event tertentu, seperti APEKSI. Hal ini supaya bisa dikenang, diingat dan terus diikuti oleh generasi-generasi penerus, sehingga kalau kita ada pada generasi yang namanya Gen Z ini mereka sekalipun modern tapi tidak meninggalkan kearifan lokal dan adat budaya orang Maluku. Itulah sumber kekuatan kita,”terangnya.

Gubernur Berikan Penghargaan Adiwiyata Kepada Sekolah Berhasil Lakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup

0

Ambon, Maluku.news – Pada Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hiudp sedunia tahun 2023 di Provinsi Maluku, Gubernur Maluku dalam Surat Keputusan nomor 468 tahun 2023 juga memberikan penghargaan Adiwiyata kepada 8 sekolah yang ada di Provinsi Maluku.

Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota kepada sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup disekolah.
Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang berhasil melaksanakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjenjaring dan berkelanjutan dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Adapun 8 sekolah yang berhak menerima Penghargaan Adiwiyata Provinsi tahun 2023 oleh Gubernur Maluku yakni SD Negeri Tiakur, SD Negeri Tual, SD Negeri 20 Tual, SD Negeri 33 Tual, SD Negeri 23 KotaTual, SMP Negeri 2 Kota Tual, SMP Negeri 2 Kota Tual, SMP Kristen Kota Tual,dan SMP Negeri 1 Kota Tual dan diterima secara simbolis oleh 4 Sekolah masing-masing SD Negeri Tiakur, SD Negeri 20 Kota Tual, Negeri 33 Kota Tual dan SMP Negeri 1 Kota Tual.

Bukan itu saja dalam kesempatan itu juga Gubernur Maluku memberikan Proper yang merupakan Program penilaian kinerja perusahan dalam mengelola Lingkungan Hidup yang merupakan isntrumen evaluasi ketaatan dan kinerja penanggungjawab usaha.

Proper dilaksanakan dengan tujuan tujuan untuk meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan sekaligus menimbulkn efek stimulant dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi dan pengembangan masyarakat.

Untuk itu, Dinas LingKungan Hidup Provinsi Maluku melakukan penilaian Poper untuk kinerja tahun 2021 – 2022 pada 19 perusahaan. 17 Perusahaan yang dinilai TAAT diantaranya: Perusahan yang menerima pringkat hijau ada 2 perusahaan yakni PT. Pertamina Wayame dan PT. Pertamina DPPU Pattimura dan 15 diantaranya mendapat peringkat Biru yakni PT. Pertamina Masohi. PT. Pertamina Namlea, PT. Pertamina Saumlaki, PT. Pertamina Tual, PT. Pertamina Bula, PLTD Poka, PLTD Hatiwe Kecil, PLTD Langgur, PLTD Kairatu, PLTD Namlea, PLTD Saparua, PLTD Wamar, CITIC Seram Energy Limited, KALREZ Petroleum Seram Limited dan Semen Tonasa.

Sedangkan Kelompok Program Kampung Iklim TW o1 Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian barat juga menerima bantuan Pencacah Sampah dari Gubernur Maluku

Gubernur Ingatkan Polusi Sampah Ancaman Ekosistem Perairan

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail menghadiri secara langsung puncak perayaan hari Lingkungan Hidup yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku bertempat di Halaman Islamic Center Kelurahah Waihaong, Kota Ambon Selasa 11/07/2023.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Forum komunikasi Pimpinanan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Perwakilan pemerintah Kota Ambon, Para Penerima Penghargaan, Para Penerima Bantuan serta undangan lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dalam sambutannya yang dibacakan langsung Oleh Gubernur Maluku mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni dengan mengusung tema Solusi untuk Polusi Plastik, peringatan ini dimulai ketika Majelis Umum PBB tahun 1972 menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm.

Polusi plastic, Kata Gubernur adalah ancaman nyata yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia. Diproyeksikan oleh UNEP bahwa pada Tahun 2040 akan terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan.

Melalui Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, saya menyerukan semua stakeholders, untuk bersama-sama menemukan dan memperjuangkan solusi untuk polusi plastik ini, “tegasnya.

“ Jadi, Resolusi ini sekaligus menunjukkan komitmen dunia yang bersungguh-sungguh dalam mengatasi permasalahan plastik. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh setiap negara, dan kita tidak punya banyak waktu. Solusinya ada di tangan kita, sejumlah solusi bahkan sudah dan sedang dijalankan. Sisanya tergantung pada kemauan dan komitmen kita”,tuturnya.

Dengan ilmu pengetahuan dan solusi yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, pemerintah, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya harus meningkatkan dan mempercepat tindakan untuk mengatasi krisis ini.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, di tahun 2022 Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah dan sekitar 18,5% diantaranya berupa sampah plastik.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam UU No. 18/2008, produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai sulit terurai oleh proses alam.

Produsen pada sektor Manufaktur, Ritel dan Jasa Makanan dan Minuman wajib melakukan pengurangan sampah yang berasal dari Produk, Wadah dan/atau Kemasan melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), yang dituangkan Dokumen Perencanaan Pengurangan Sampah Kemasannya, dimana implementasinya dilakukan secara bertahap, diharapkan pada tahun 2029 produsen dapat mengurangi sampah wadah/kemasannya sebesar 30% sehingga hal ini dapat mendorong tumbuhnya bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkuler di Indonesia.

Pada akhir tahun 2029 beberapa jenis plastik sekali pakai akan di phase-out, misalnya styrofoam untuk kemasan makanan, alat makan plastik sekali pakai, sedotan plastik, kantong belanja plastik, kemasan multilayer, kemasan berukuran kecil, dll. Hal ini sebagai upaya mengatasi sampah dari wadah/kemasan yang sulit dikumpulkan, tidak bernilai ekonomis dan sulit didaur ulang, serta menghindari potensi cemaran dari wadah/kemasan berbahan PVC dan PS. Pemerintah menargetkan bisa mengurangi sampah sebesar 30% di tahun 2025 dan dapat menangani tumpukan sampah sebelum ada kebijakan ini sebesar 70% pada 2025. KLHK terus mendorong pemerintah daerah untuk memiliki kebijakan dan strategi penanganan sampah mulai dari sumber sampah sampai ke pemrosesan akhir sampah.

sejak 2015, yang didorong oleh para aktivis dan komunitas. Hingga saat ini kita menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan, praktik ekonomi sirkular. Circular economy atau ekonomi sirkular disini tidak hanya sekadar daur ulang sampah. Ekonomi sirkular adalah konsep memaksimalkan nilai penggunaan suatu produk dan komponennya secara berulang, sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang (resource efficiency).
Dalam konteks pengelolaan sampah, praktik sirkular ekonomi bisa diwujudkan melalui praktik pengurangan sampah, desain ulang, penggunaan kembali, produksi ulang, dan daur ulang secara langsung. Hal ini dicapai melalui transfer teknologi dan penerapan model bisnis baru. Ekonomi sirkular pada tingkatan produsen atau badan usaha telah dimulai dengan menerapkan Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas atau Extended Producer Responsibility (EPR). Hingga Desember 2022, sebanyak 15 badan usaha telah menerapkan EPR dengan jumlah sampah terkurangi sebesar 1.145,5 ton. Pemerintah juga tengah melakukan pendampingan teknis peta jalan pengurangan sampah pada 353 badan usaha.

Selain penerapan EPR pada tingkat produsen/badan usaha, potensi ekonomi sirkular juga terdapat pada tingkatan masyarakat. Terdapat 14.457 unit bank sampah dengan jumlah nasabah sebanyak 403.197 orang dengan sampah terkelola rata-rata 460.554,46 ton/tahun. Nilai ekonomi dari tingkatan ini diperkirakan mencapai 5,1 miliar rupiah.

Pada tingkatan industri, jumlah sampah yang telah terkelola misalnya pada 36 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) mencapai 27.886 ton, kemudian pada 75 rumah kompos sebanyak 16.105 ton, pada 22 Pusar Daur Ulang (PDU) diperkirakan 18.689 ton/hari. Selain itu, sampah yang terkelola dengan jumlah yang besar juga terdapat pada suatu fasilitas RDF dengan jumlah kelola sampah sebesar 50.804 ton. Kemudian pada 2 fasilitas ITF dengan 6.036 ton, serta pada 282 TPS3R sebesar 87.574 ton. Pada sektor informal, pekerja yang mencari dan mengumpulkan sampah atau pemulung diperkirakan dapat mengelola sampah sebanyak 10-20 kg/hari/orang. Sedangkan pada tingkatan pengepul, dapat mengelola sampah 200-700 kg/hari. Kewirausahaan sosial-pun memanfaatkan sampah dalam bisnis usahanya. Terdapat 176 mitra yang ratarata dapat mengelola 50 ton sampah setiap bulannya.

“ Sebagai negara dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan dan pendekatan modern inovatif menuju negara yang lebih bersih, hijau dan bebas plastik. Sebagai bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023,”pungkasnya.

Mari kita lakukan pembersihan plastik di pantai-pantai, kawasan konservasi,

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Roy Siauta, M.Si mengatakan Penyelengaraan Hari Lingkungan Hiudp sedunia tahun 2023 di Provinsi Maluku dimulai dengan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya Cosatal Clean Up (Pembersihan pesisir pantai) dilakukan didua lokasi yakni dibawah Jembatan Merah Puti dan Negeri Rumatiga.

Dari hasil Cosatal Clean Up pada 2 lokasi tersebut pihaknya menjaring sampah hampir 4 Ton.

Perlu diketahui, rangkaian yang dilakukan selai dilakukan Cosatal Clean Up pihaknya juga melakukan sosialisasi yang ditujukan keppada masyarakat dan pelaku usaha yang berada di Kota Ambon.

Saat ini, lanjut Siauta, pihaknya sementara melakukan pemasangan alat little traps sampah buatan Clean rivers yang meruapakn Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan salah satu NGO tersebut yang ditempatkan di Wae Batugantung dan Wae Batu Merah dan direncanakan besoak akan dipasankan di Wae Batugajah.

Tujuan dari pemasangan alat tersebut adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga mereka bisa sadar bagaiman cara pengelola sampah, terang Siauta.

“Sampah-sampah yang terbanyak dikota Ambon didapat dari masyarakat itu sendiri, yang berada diskitar pantai Teluk Ambon dan sungai-sungai dan kita juga akan mengikuti arahan Bapak Gubernur Supaya dipasar mardika juga ditempatkan alat produksi sampah agar sampah yang terdapat diperairan di pasar tidak terbawah arus , ujar Siauta.

Kota Ambon Siap Sukseskan Rakernas XVI APEKSI 2023

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon Siap sukseskan Rakernas APEKSI 2023 di Kota Makassar, 10-14 Juli 2023. Hal ini diungkapkan Kabag Pemerintahan Kota Ambon, Alfian Lewenussa kepada Tim Media Center saat penjemputan Pj. Wali Kota Ambon dan delegasi di Bandara Hasanuddin Makassar, Selasa (11/07/2023).

Menurutnya, Rakernas XVI APEKSI 2023 bertemakan Kota Kita Kuat, Indonesia Kita Kuat, memiliki sejumlah agenda yang diikuti Kota Ambon, antara lain gala dinner yang akan dihadiri Pj Wali Kota Ambon di Anjungan City of Makassar – Pantai Losari pada Selasa (11/07/2023) malam.

“Presiden akan membuka Rakernas XVI APEKSI 2023 dan jadi keynote speaker, pada Rabu (12/07/2023),”jelasnya.

Alfian menjelaskan, delegasi Kota Ambon akan mengikuti beberapa agenda penting, yaitu Indonesia City Expo, pagelaran seni, pawai budaya dan karnaval budaya.

“Indonesia City Expo itu penting, karena merupakan pekan promosi kota-kota di Indonesia. Kita punya tiga icon yang jad khas Kota Ambon yaitu City of Musik, City of Fish dan City of Peace. Jadi simbol perdamaian juga, “tandasnya.

Kamis (13/07/2023), delegasi Kota Ambon yang dipimpin Pj Wali Kota Ambon juga akan mengikuti penanaman pohon dan juga Fun Bike.

Selain itu ada juga city tour dan kuliner. “Ada pula acara khusus untuk istri wali kota, yaitu ladies program di Benteng Fort Roterdam, “jelasnya.

Alfian katakan ada acara forum bisnis dan investment dinner pada Jum’at (14/07/2028).

“Kota Ambon siap mensukseskan APEKSI XVI dan mendukung seluruh rangkaian acara bersama dengan 97 kota lainnya di Indonesia,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pj Wali Kota Ambon dan delegasi disambut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Nielma Palamba, Kepala Dinas PU Kota Makassar Zuhaesi Zubir, Dirut PD Parkir Kota Makassar Satriani Ulfiah Mangkasa, Camat Tamalate H.Emil Yudianto TN, Camat Kepulauan Sangkarrang Ramli Lallo, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Pj Wali Kota Ambon Hadiri Gala Dinner APEKSI 2023

0

Makassar, Maluku.news – Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena dan istri, Lisa Wattimena beserta delegasi yang terdiri dari pimpinan OPD ikut gala dinner Rakernas XVI APEKSI 2023 di Pantai Losari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Muhammad Ramadhan Pomanto, sebagai tuan rumah Rakernas XVI APEKSI 2023 katakan, ada sekitar 85 Wali Kota atau Wakil Wali Kota yang hadir dalam Rakernas XVI APEKSI 2023 di Makassar.

“Pertama-tama ijinkan saya bersama Wakil Wali Kota mengucapkan selamat datang di kota Makassar. Sebuah kebanggaan bagi kami berdua bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar, karena kehadiran bapak/ibu adalah kehormatan yang paling tinggi yang kami rasakan. Karena bagi orang Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, begitu empat suku di Kota Makassar selalu bangga menerima tamu, karena tamu itu adalah raja-raja bagi kami di Kota Makassar,”ungkap Pomanto.

Dia berharap dalam perhelatan Rakernas XVI APEKSI yang begitu padat sejak Senin (10/07/2023), hingga selesai bisa berjalan dengan sukses.

“Besok Rabu (12/07/2023) adalah hari terpadat, karena dimulai pembukaan, pleno, dilanjutkan dengan pembukaan Indonesia City Expo, kemudian kita berfoto dengan panorama Makassar, dilanjutkan dengan pembukaan karnaval dan pawai budaya, kami juga akan mengundang bapak-bapak berjalan kaki menuju tempat phinisi. Namun sebelum ke phinisi, kami mengundang bapak-bapak mendatangi prasasti sebagai bagian sejarah bagi kita, sebagai legasi bagi kita semua karena banyak di antara kita yang sudah harus mengakhiri masa jabatan di tahun ini,”tandasnya.

Dia mengakui, saat ini diatas 60 persen daerah-daerah semakin mengkota. Dulu desa, sekarang kota dan kota-kota menjadi bagian pusat perekonomian di setiap provinsi, pusat budaya dan sosial dan juga merupakan pusat suara rakyat.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Makassar yang didampingi Wakil Wali Kota, Hj. Fatmawati Rusdi, berterima kasih kepada semua Wali Kota yang telah hadir.

“Terima kasih kepada teman-teman lewat ketua umum APEKSI, yang telah menunjuk Makassar sebagai tuan rumah Rakernas kali ini, yang sangat bersejarah, karena Rakernas pada masa berakhirnya banyak jabatan,”ucapnya.

Pomanto memberikan apresiasi kepada APEKSI, karena berhasil mengundang, bakal calon presiden untuk menerima aspirasi yang nantinya akan diusulkan menjadi visi misi dari capres-capres ke depan.

“Dengan kehadiran bakal calon presiden ini, diharapkan aspirasi pemerintah kota tersalurkan lewat jalur-jalur politik yang penting,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum APEKSI, Bima Arya memuji Wali Kota Makassar dan masyarakat Makassar yang telah bekerja keras menjadi tuan rumah yang baik, sehingga Rakernas XVI APEKSI 2023 ini bisa sukses.

” Hari ini, malam in kita merasa dimuliakan dan dihormati, serta dilayani oleh Wali Kota Makassar beserta jajarannya, seluruh dewan pengawas, Pj Sekda Sulawesi Selatan, Forkopimda kota Makassar, seluruh ASN dan warga kota Makassar yang berkerja keras sehingga acara bisa tersengara dengan baik.
Saya memuji walikota Makassar karena terampil menyelenggarakan, merajut acara yang sangat memukau,”pungkasnya.

Hadir dalam gala dinner itu,
Pj Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Andi Darmawan Bintang yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan dan Wakil Gubernur Jawa Timur,Emil Elestianto Dardak. Acara gala dinner yang diisi dengan hiburan lagu dan tarian, diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Wali Kota Makassar kepada Wali kota yang hadir.

Diskominfosandi Ambon Gelar Bimtek Pengelolaan Pengaduan SP4N-LAPOR dan Omnichanel

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) pengelolaan pengaduan melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dan Omnichannel.

Bimtek yang dilaksanakan secara daring, pada Senin (10/07/2023) melibatkan pejabat penghubung dan admin LAPOR serta Omnichannel dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekretaris Diskominfosandi, Ronald Lekransy, yang menggantikan Kepala Dinas (Kadis), Joy Adriaansz, dalam arahannya menyatakan kegiatan itu merupakan upaya Pemkot Ambon guna memperluas SP4N-LAPOR, termasuk Omnichannel yaitu sistem yang mengolaborasikan berbagai jenis saluran komunikasi dalam satu platform.

“Diharapkan bahwa pejabat penghubung dan admin LAPOR serta Omnichannel memahami pengelolaan pengaduan yang dimanfaatkan oleh Pemkot,” ujarnya.

Dijelaskan Lekransy, Bimtek itu bertujuan agar peserta dapat mengoptimalisasikan pelayanan publik lewat media digital yang disediakan Pemerintah Pusat (Pempus) sampai ke daerah, termasuk Pemkot Ambon.

“Hal ini menjawab salah satu program prioritas nasional Presiden RI, Joko Widodo, yaitu reformasi birokrasi, mencakup kecepatan melayani dan memberi izin; menghapus pola pikir linier, monoton, dan terjebak di zona nyaman, serta adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, yaitu yang mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat,” bebernya.

Lekransy berharap masing-masing OPD dapat memiliki Website masing-masing guna meng-include widget live chat.

“Mohon partisipasi OPD menginput pengaduan masyarakat ke aplikasi SP4N-LAPOR (informasi yang dioeroleh secara online maupun offline), dan OPD dapat menyiapkan LAPORan before – after dari setiap pengaduan sebagai bukti tindak lanjut. Semua ini butuh control dan pengawasan yang aktif dari Pimpinan OPD, Kecamatan dan kelurahan,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh salah staf Diskominfosandi, Faisol Amir, dimana materi yang disampaikan berkaitan dengan aplikasi SP4N-LAPOR dan Omcihannel.

Dijelaskan, aplikasi yang baru dipergunakan pada awal Februari 2023 ini telah menerima respon baik dari masyarakat, dengan capaian hingga 541 pengaduan (pesan/chat) per hari
Ditandaskan, keunggulan dari kanal pengaduan ini, memfasilitasi komunikasi langsung antara OPD dengan pelapor secara live chat.

Melalui fitur ini, dapat memberikan respons yang cepat dan real-time terhadap pengaduan yang masuk, sehingga mempercepat proses penanganan pengaduan dan meningkatkan kepuasan masyarakat.