Beranda blog Halaman 150

Apresiasi Konfercab Ke-34 GMKI Ambon Tingkatkan Kedamaian dan Demokrasi

0

Ambon, Maluku.news – Penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-34 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon, Kamis (27/07/2023) di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), diberi apresiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Agenda Konfercab sangat penting dalam dinamika GMKI sebagai organisasi, sebab disini akan dibahas dan dibicarakan secara berbagai program dan kebijakan strategis organisasi ke depan. Oleh sebab itu kami menyampaikan apresiasi,” ujar Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, yang mewakili Pj. Wali Kota.

Dijelaskan, organisasi GMKI terus berjuang membangun kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi indonesia dengan dua spirit dasar yakni nasionalisme dan oikumenisme.

Spirit nasionalisme membuat GMKI tetap lekat dan menunjukan eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah kepelbagaian suku bangsa, ras, budaya, dan agama di indonesia termasuk di Maluku dan Kota Ambon.

Sedangkan, pada aspek oikumenis membuat GMKI tetap tegar dan kokoh dalam memperjuangkan keesaan gereja dan sejumlah problematika yang dialami gereja.

“Kedua aspek ini yakni nasionalisme dan oikumenisme memilki kaitan yang erat dan keduanya tidak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan ide dasar yang menyatu dalam GMKI,” ujar Ririmasse.

Diharapkan, sebagai organisasi kepemudaan, harus dapat mewujudkan visi GMKI yaitu terwujudnya kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi di indonesia berdasarkan kasih.

“Dalam kondisi riil sekarang, upaya mewujudkan visi tersebut dirasakan sangatlah mustahil dapat dicapai dalam waktu singkat, mengingat tantangan yang dihadapi sangatlah kompleks. Namun saya yakin dan percaya saudara-saudara dapat melaksanakan tugas yang diemban tersebut,” harap Sekkot.

Ririmasse meminta GMKI dapat mendukung dan mensuport semua program pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan publik yang berlangsung di kota ini dengan tetap menjaga stabilitas keamanan, dan ketentaraman, saling menghormati dan menghargai dalam berbagai keperbedaan yang ada.

“Hindari setiap situasi, kondisi dan keadaan yang bisa memicu konflik dan pertikaian diantara kita, serta bina terus kerukunan dan persaudaran antar umat beragama yang ada, karena kita semua adalah sesama anak bangsa indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Konfercab ke 34 GMKI Ambon dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Jefry Gultom, didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Artinus Hulu, serta turut dihadiri oleh Ketua Mejelis Jemaat GPM Hukurila, Raja Hukurila, Ketua Cabang Ambon serta Plt Ketua Panitia Konfercab.

Delapan Negeri Adat di Ambon Belum Diakui Pempus

0

Ambon, Maluku.news – Negeri-negeri adat yang berada di bawah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sampai dengan saat ini belum juga diakui oleh Pemerintah Pusat (Pempus) lantaran banyak persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita di Kota Ambon belum ada negeri adat yang ditetapkan oleh Pempus sebagai negeri adat di Maluku. Kita masih terus berupaya untuk memenuhi persyaratan yg diminta sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya, saat memberi sambutan, pada acara peresmian Baileo, Negeri Hative Kecil, Kamis (27/07/2023).

Diakuinya, salah satu persyaratan yang sampai dengan saat ini sulit untuk dipenuhi adalah kepemilikan raja definitif. Dimana di Kota ini, terdapat enam negeri adat yang belum memiliki upu latu (Raja) di negerinya.

“Harus bersepakat, karena itu negeri-negeri lain yang belum bersepakat (menentukan raja sesuai dengan mata rumah parentah),” ungkapnya.

Kedua, selain raja, pranata-pranata (lambang-lambang) adat seperti Baileo, harus dimiliki negeri adat. Dan yang berikut, badan Saniri, Marinyo, dan lain sebagainya yang merupakan ciri khas serta karakteristik negeri adat.

“Bagi negeri-negeri yang hari ini belum memiliki raja definitif apa yang ditunggu? Bagi kami tidak masalah, penyelenggaraan Pemerintah tetap berjalan namun masyarakat adat tentunya gagal untuk melestarikan apa yang dipertahankan leluhur sampai dengan saat ini,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap 8 (Delapan) negeri yaitu, Tawiri, Seilale Amahusu, Naku, Hative Besar, Passo, Rumah Tiga, Batu Merah, dapat mempercepat kesepakatan guna menetapkan Raja Definitf.

“Hal ini bertujuan agar kita tidak hanya mengakui diri sendiri namun mendapat pengakuan dari negara sehingga dalam segala hal tidak dipermasalahkan atau ditanyakan,” harap Wattimena.

Hadiri Panas Pela dan Peresmian Baileo, Ini Harapan Wattimena

0

Ambon, Maluku.news – Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menyelenggarakan Panas Pela dan Peresmian Baileo, yang diberi apresisi tinggi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lantaran adat-istiadat budaya masih dipertahankan, dijaga, dan dilestarikan.

“Atas dua peristiwa besar (Panas Pela dan Peresmian Baeleo) Negeri Hative Kecil, Pemkot memberi apresiasi, berterimakasih, dan menyampaikan ucapan selamat dan sukses,” ungkap Penjabat Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat meresmikan Rumah Adat Baileo, di Negeri Hative Kecil, Kamis (27/07/2023).

Lanjutnya, masyarakat di kota ini harus mengerti, dan menghargai adat. Sebab, dirinya meyakini adanya sebuah negeri lantaran kesepakatan bersama antara satu dengan yang lain, sehingga budaya diwariskan kepada kita dan generasi selanjutnya.

“Hari ini kita saksikan bahwa apa yang diwariskan itu masih terus dijaga oleh lima negeri (Hative Kecil, Hitumesing,Hative Besar, Haria, dan Desa Galala) ini cara kita menghargai apa yang diwariskan oleh leluhur kita Panas Pela inilah cara kita untuk tetap menjaga melestarikan adat-istiadat/budaya,” ulasnya.

Dirinya berharap melalui kegiatan tersebut, tentu dapat menjaga kehidupan hidup masyarakat umat beragama agar terjalin lebih baik dan solid.

Tak hanya itu, lanjut Wattimena, hari ini juga dilaksnakan Peresmian Rumah adat Baileo, tempat yang memiliki fungsi untuk prosesi rapat dan sejumlah kegitan adat lainnya bagi negeri ini.

“Hari ini kami akan meresmikan Baileo, tempat untuk bermufakat, tempat pemangku-pemangku kepentingan berbicara dan bermusyawarah,” pungkas, Wattimena.

Sementara itu, Upu Latu (Raja), Josias Muryani, menuturkan dirinya berterimakasih kepada Pemkot yang telah membantu berjalannya proses Panas Pela dan Peresmian Rumah Adat. Termasuk dengan keterlibatan semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dan bekerja sama dengan pihaknya.

“Baileo ini dibuat dengan ADD, kami sangat berterimakasih dengan banyak topangan hari ini sudah dapat diresmikan. Atas nama Pemerintah Negeri Hative Kecil saya menguncupkan terimakasih kepada Pemkot dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu,” pungkasnya.

Gelar Sosialisasi, Pemkot Akan Fasilitasi Pengurusan Ijin Pelaku Usaha

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Perikanan menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang – Undangan Bidang Perikanan Tahun 2023 kepada nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha Perikanan di Kota Ambon.

Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena saat membuka kegiatan tersebut, Kamis (27/07/2023) di Manise Hotel menjelaskan, bahwa sejak diberlakukan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah (Otda) maka Pemerintah daerah diberikan kewenangan, hak dan kewajiban mengatur sebagian urusan pemerintahan yang kemudian dimanfaatkan secara baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemberian kewenangan terimplementasi dalam banyak aturan yang dibuat termasuk bagimana kita menyusun regulasi yang tidak bertentangan dengan regulasi pusat, dalam rangka memanfaatkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Diakuinya, potensi perikanan yang dimiliki kota Ambon dan provinsi Maluku hingga saat ini belum dikelola dengan maksimal, Oleh sebab itu Pemerintah sementara berupaya agar dapat dimaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan bagi Maluku dan kota Ambon.

“Karena itu berbagai Aturan yang dibuat, mesti pro rakyat artinya menyusun kebijakan yang mudah diikuti tidak memberatkan nelayan dan pelaku usaha, dan terintergrasi antar seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Wattimena menjelaskan dalam tujuan tersebut ada 3 (tiga) impelementasi peraturan perundangan- undangan yang disosialisasikan dalam rangka meuwjudkan pelaku usaha perikanan yang tangguh dalam kemajuan globalisasi yang dinamis saat ini.

Diantaranya yakni Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pembuatan Tanda Daftar Kapal perikanan, dan Pembuatan Pas Kapal Perikanan.

“Jadi pemkot hari ini melalui Dinas Penanaman Modal – PTSP, menargetkan 1000 NIB diberikan kepada pelaku usaha bidang apapun termasuk usaha perikanan, Karena NIB ini memberikan kepastian kepada para pelalu usaha dalam menjalankan usahanya,” jelas Wattimena.

Selain NIB, Tanda Daftar Kapal Perikanan dan Pas Kapal Perikanan juga diperlukan sebagai ijin untuk melaut.

“Intinya harus memiliki persyartatan dalam berusaha kalau melaut, jika tidak memiliki dapat dikenakan denda,” imbuhnya.

Watimena berharap dengan daya sosialisasi ini maka kapasitas para nelayan akan meningkat dalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pemkot melalui OPD terkait, ujarnya akan memfasilitasi pengurusan izin dimaksud bagi para nelayan, pelaku usaha dan pembudidaya.

“Agar masyarakat dapat berusaha dengan tenang, kami berusaha memberikan kepastian bagi pelaku usaha, mempermudah ketika mengurus izin, termasuk menjaga stabilitas keamanan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 115 peserta yang merupakan pelaku usaha perikanan pada 5 (lima) kecamatan di Kota Ambon.

Kanidya Christandira Tuhumury Terpilih Jadi Putri Pariwisata Maluku 2023

0

Maluku Tengah, Maluku.news – Ina Latu Maluku Widya Pratiwi Murad, membuka secara langsung, Malam Puncak Pemilihan Putri Pariwisata Maluku 2023, yang berpusat di The Natsepa Resort and Confference Center Ambon, pada Rabu (26/7/2023).

Mengusung Tema : “Tourism and Green Investment”, Ajang Pemilihan Putri Pariwisata tahun ini diikuti oleh 15 Finalis dari 8 Kabupaten dan 7 Perguruan Tinggi yang ada di Maluku.

Pada kesempatan itu Ina Latu dalam sambutannya, menyambut baik terselanggaranya pemilihan Putri Pariwisata ini.

“Ajang seperti ini saya harap menjadi ajang bagi Putri Maluku untuk menyalurkan bakat dalam jalur prestasi.” Ujarnya

Ia berharap ajang ini dapat melatih para finalis, untuk terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam bidang promosi dan sosialisasi Pesona Pariwisata Daerah Maluku.

“Pemilihan Putri Pariwisata Maluku Tahun 23 yang diselenggarakan di Provinsi Maluku, untuk menyeleksi dan mendapatkan generasi muda wanita Maluku yang memiliki kemampuan bukan hanya secara tampilan, tetapi juga memiliki kemampuan bukan hanya sevara tampilan, tetapi juga kemampuan intelektual dan kepribadian yang terbaik dan menunjukan ciri khas Maluku yang sama-sama kita banggakan dan nantinya menjadi wakil dari Provinsi Maluku untuk bertanding di Ajang Putri Pariwisata Indonesia” Harapnya.

Melalui tema Tahun ini, Widya berharap ajang ini dapat memotivasi seluruh peserta untuk lebih dinamis, menjadi panutan, teladan, dan kreatif sebagai garda terdepan Promosi Pariwisata dan Investasi secara berkelanjutan dalam rangja mendorong dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas di Provinsi Maluku.

“Pemilihan Putri Pariwisata Maluku Tahun 2023 ini juga diharapkan dapat memotivasi para peserta, untuk ikut memajukan sektor pariwisata yang berkelanjutan, mendukung peningkatan investasi dalam penghijauan sektor pariwisata, sekaligus ikut memajukan pembangunan di bumi Maluku yang kita cintai” Ujar Widya.

Pada kesempatan itu Ina Latu Maluku juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi yang telah diberikan oleh seluruh pihak dan sponsor demi terselenggaranya acara ini.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi yang telah diberikan oleh seluruh pihak dan sponsor demi terselenggaranya acara ini.” Ujar Ina Latu.

Ia juga menyampaikan, yang terpenting bukan siapa yang menjadi pemenang, namun proses pembelajaran dan pengalaman yang didapat selama masa karantina untuk menjadikan kalian sebagai Duta Pariwisata yang tidak hanya Good Looking, namun memiliki kualitas, kapabilitas dan kompetensi untuk mempromosikan Pariwisata Maluku pada skala Nasional, Regional dan Global” Tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan babak penyisihan, hingga pengumuman pemenang.

Pada tahun ini Perwakilan dari Kota Ambon Kanidya Christandira Tuhumury terpilih menjadi Putri Pariwisata Maluku Tahun 2023, Runner Up Perwakilan dari Selfesina L. J. Letlora, dan Second Runner Up Perwakilan dari Buru Selatan Christivania F. Dodolang, yang ditandai dengan Crowning dan Penyematan Sash.

Turut hadir pada kesempatan itu Penjabat Walikota Ambon, Penjabat Bupati Buru, Penjabat Kabupatem Kepulauan Tanimbar, Staf Ahli, Asisten Sekda, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan Organisasi Wanita, Pimpinan Lembaga Vertikal/BUMN/BUMD, Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi, Para Dewan Juri, beserta unsur lainnya.

Tuhumury Terpilih Jadi Putri Pariwisata Maluku 2023

0

Ambon, Maluku.news – Putri Pariwisata Kota Ambon, Kanidya Tuhumury, terpilih sebagai Putri Pariwisata Maluku 2023. Atas keberhasilan ini, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena optimis Tuhumury dapat berbicara di ajang yang sama tingkat Nasional.

“Dewan juri yang menilai sangat profesional, mereka melihat dari seluruh aspek, karena itu kami optimis bahwa Putri Pariwisata Kota Ambon yang menjadi juara 1 Putri Pariwisata Maluku akan bisa berbicara di level nasional,” kata Wattimena di sela-sela Malam pemilihan Putri Pariwisata Maluku, Rabu (26/07/2023) di The Natsepa Hotel, Suli – Kabupaten Maluku Tengah.

Untuk itu, Wattimena berharap, Tuhumury dapat dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi, karena akan mewakili Maluku di ajang Putri Pariwisata Nasional di bulan Agustus.

“Kita berharap nanti sisa waktu ini, dia bisa terus di bina, dibimbing sehingga pada waktunya dapat berprestasi di level nasional,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, tambahnya, konsep yang musti disampaikan kepada Kanidya Tuhumury adalah pertama rasa memiliki pariwisata, itu yang paling penting.

“Karena ini bicara soal pariwisata, yang dikembangkan dengan sektor-sektor lain. Misalnya Tourism and green investment, itu adalah pariwisata yang dikembangkan hari ini. Jadi bagimana kita mengembangkan pariwisata dengan tidak merusak lingkungan, mengembangkan pariwisata dengan terus memanfaatkan potensi-potensi alam yang sudah tersedia,” bebernya.

Parwisata Kota Ambon sendiri, ujar Wattimena, saat ini sudah dikolaborasikan dengan budaya dan musik.

“Jadi pariwisata budaya dan musik itu yang kita sementara kembangkan, untuk green investment yang memang terus dijaga di Kota Ambon. Kita mau mengembangkan tempat wisata destinasi wisata tanpa merubah lingkungan alam yang sudah ada, karena ini kuncinya sesuai dengan tema,” terangnya.

Wattimena yakin, dengan kelebihan yang dimiliki, Tuhumury dapat menjalankan tugas dengan baik untuk mempromosikan Pariwisata Maluku.

“Nanti tinggal bagaimana nanti peran Kanidya Tuhumury sebagai Puteri pariwisata untuk mempromosikan pariwisata Maluku sebab kemampuannya dari sisi atitude, inteligensi, serta kemampuan Berbahasa Inggris juga sangat baik,” tandasnya.

Wattimena: Tutup Pelatihan Berhitung Dengan Metode Gasing

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Watimena menutup pelatihan pembelajaran matematika metode gasing yang dilaksanakan di SMP Negeri 14 Ambon, Rabu (26/07/2023).

Dalam arahannya menjelaskan, Metode GASING dipilih untuk meningkatkan Numerasi (kemampuan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) yang kian menurun pada siswa, akibat dampak pandemi COVID -19. Hal ini, ujarnya, turut berpengaruh pada mutu pendidikan di Indonesia termasuk di Kota Ambon.

“Kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk bidang matematika, yakni meningkatkan angka numerasi melalui program GASING. Ini merupakan arahan Presiden, Menko, Mendagri, kepada semua kepala daerah,” jelasnya.

Setelah mendapat arahan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lanjutnya langsung berhubungan dengan Prof. Yohanes Surya dari Surya Institute guna melatih para Guru dan Siswa agar mahir metode GASING, dan pada tahap pertama ada 32 Guru dan 64 siswa yang dilatih, dengan rincian 1 Orang Guru melatih 2 siswa.

“Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan kemampuan yang luar biasa dari para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan tahap I, sehingga kita putuskan untuk lanjutkan tahap ke Il atau Batch 2, yang artinya sudah masuk pengimbasan. Jadi yang tahap pertama berimbas kepada tahap berikutnya,” ungkap Wattimena.

Dirinya memberkan, hasil dari Pelatihan tahap I dan II sudah ada 332 Guru yang mahir dalam metode Gasing. Sebab itu, Wattimena optimis target semua siswa SD dan SMP di Kota Ambon pandai Berhitung dapat tercapai.

“Oleh sebab itu Kepala Sekolah (Kepsek) manfaatkan guru yang telah mengikuti pelatihan ini, kita akan koordinasi dengan kementerian, sehingga diatur jadwalnya agar seluruh siswa SD dan SMP mendapatkan pengimbasan,” terangnya.

Wattimena berharap dengan menguasai metode GASING, maka daya tangkap para siswa akan meningkat, juga ada perubahan dalam sikap, perilaku, cara berkomunikasi hingga kemampuan sosial lainnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso melaporkan, kegiatan pelatihan Batch 2 di SMP Negeri 14 Ambon, telah berlangsung selama 15 hari, yakni sejak 10 Juli hingga penutupan di hari ini.

Hadiri Pelantikan DPD LDII, Wali Kota Apresiasi Seluruh Program Kebijakan Pemkot

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena turut menyaksikan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) masa bakti 2023-2028 di Ambon, Rabu (26/08/2023).

Dirinya berharap sinergitas dapat dibangun guna menjalankan seluruh program kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kedepan.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri, kerja-kerja kolaborasi membangun sinergitas antara satu elemen masyarakat supaya kekurangan, kelemahan, keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota bisa dibantu, ditutupi oleh elemen masyarakat yang lain,” ungkapnya,

Wattimena dalam sambutannya menyampaikan, Pemkot Ambon memberikan apresiasi, berterimakasih serta mendukung sepenuhnya kepengurusan yang baru saja dibentuk dan dilantik oleh LDII.

Dikatakan, selama ini LDII telah membantu Pemkot dengan semua program-program yang notabenenya sama dengan tujuan pembentukan lembaga ini. Sehingga dirinya berterimakasih, serta berharap kedepan kepengurusan yang baru ini dapat membantu tugas dan kerja Pemkot kedepan.

“Saya berterimakasih karena LDII selama ini membantu Pemkot mendukung program-program yang dilakukan oleh Pemkot. Saya baca tujuan dari LDII ini sangat luar biasa tidak berbeda dengan apa yang menjadi tanggung Pemkot bagaimana membangun kualitas keimanan, ketakwaan umat, bagaimana berupaya menghadirkan kesejahteraan. Karena itu mari kita bekerja sama bergandengan tangan untuk mewujudkan itu pasti hasilnya besar,” pinta Wattimena.

Ditegaskannya, dengan sinergitas yang dilakukan antara Pemkot dan LDII, maka hal tersebut menjadi perwujudan dari “Berikan untuk Ambon/Kase voor Ambon”.

“Pemkot mengharapkan dukungan penuh LDII untuk menjalankan seluruh program kebijakan pembangunan yang kami buat, lakukanlah apa yang menjadi tanggung jawab kita masing-masing dalam pelaksanaan tugas kedepan,” harap Wattimena.

Festival Jukulele Letisel Dibuka Pj. Wali Kota: Kembangkan Bakat dan Talenta

0

Ambon, Maluku.news – Jukulele sebagai alat musik khas Maluku harus terus dikembangkan bukan hanya sekedar untuk dimainkan, tapi juga untuk pengembangan kemampuan bakat dan talenta anak.

Hal ini disampaikan oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena, ketika membuka Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Selasa (25/07/2023) di SMP Negeri 8 Hutumuri.

“Kita mendorong Jukulele dimana-mana, ini menjadi cara kita membangun bakat dan talenta di kota Ambon. Dampaknya bukan kemahiran memainkan alat musik, saja, tetapi membangun kemampuan kognitif, afektif, motorik, semua ikut berkembang bahkan membangun kerjasama, menahan keegoisan, bersabar dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dikemukakan, festival Jukulele yang dilaksanakan oleh TP- PKK bersama Dinas Pendidikan dan Ambon Music Office (AMO) pada 5 (lima) kecamatan, memberikan ruang bagi peningkatan kreatifitas anak, sekaligus ajang untuk anak – anak bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas mereka dalam bermusik.

“Percuma kita dorong anak-anak main Jukulele, tapi tidak ada lomba-lomba seeprti ini maka tidak ada target yang ingin dicapai. Tanpa target tidak mungkin ada peningkatan skill dan kualitas,” terang Wattimena.

Menurutnya, peningkatan kualitas anak-anak dalam bermusik juga tidak lepas dari penerapan kurikulum musik sebagai muatan lokal dalam pendidikan dasar serta menengah di kota Ambon, yang telah diterapkan pada 10 Sekolah sebagai piloting project, termasuk SMP Negeri 8 Hutumuri.

Olehnya itu, dari peningkatan kualitas tersebut, dapat digunakan untuk mendukung sektor pariwisata di Kota Ambon, dimana kecamatan Leitisel masih menyimpan potensi besar pariwisata.

“Leitisel punya potensi besar. Sehingga pengelolaan pariwista tidak dilakukan dengan cara konvensional tetapi dengan Artifisial Tourism, yakni Pariwisata yang dipadukan dengan musik. Sehingga kompetisi yang kita buat untuk peningkatan kualitas, pada waktunya akan mengembangkan Parisiwata sebagai sektor andalan dan juga musik sebagai icon kita hari ini,”tandasnya.

Untuk diketahui, Festival Jukulele Kecamatan Leitisel, menjadi ajang yang terakhir dilaksanakan tingkat kecamatan, menyongsong HUT Kota Ambon ke 448 pada 7 September mendatang. Kegiatan ini dalam penyelenggaraanya turut didukung oleh para Raja negeri-negeri yang ada di kecamatan tersebut.

Pj. Wali Kota Ambon Buka Musrembang Anak

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat Desa (P3AMD), bersama Forum Anak Kota Ambon menggelar “Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Anak” yang digelar di Ambon, Selasa (25/07/2023).

Kegitan ini dibuka oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang didampingi, Pj. Ketua TP-PKK, Lisa Wattimena, Kepala Dinas P3AMD, Meggy Lekatompessy, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) F. Taso, serta Kepala Bappeda-Litbang, Enrico Matitaputty.

“Mudah-mudahan lewat Musrembang anak Kota Ambon, ini mereka bisa diberikan ruang untuk berdiskusi menyampaikan suara hati yang kemudian diakomodir untuk nanti dibuat dalam sebuah kebijakan yang pro kepada kepentingan anak- anak di kota ini,” tutur Wattimena dalam sambutan.

Dikatakan, guna melibatkan anak-anak dalam proses pembangunan Kota ini kedepan, Pemkot mesti memberi ruang yang cukup bagi mereka, supaya anak dapat menyalurkan aspirasinya dan menyampaikan keutuhan yang harus dipenuhi.

“Apa yang mereka rasakan menjadi bagian dari pada pengambilan kebijakan yang dilakukan pemerintah pada wilayah kerjanya masing-masing,” terangnya.

Olehnya itu, lanjut Wattimena, hal ini menegaskan bahwa sudah waktunya anak-anak dijadikan sebagai subjek dalam seluruh proses perencanaan dan turut terlibat dalam berbagai pelaksanaan kebijakan di kota ini.

“Kita memandang bahwa Musrembang Anak Kota Ambon ini adalah cara Pemerintah untuk membebaskan anak dalam merencanakan dan merekam kebutuhan mereka, agar nanti akan dibawa saat mereka hadir bersama dalam Musrembang RKPD Tahun 2024 mendatang,” pungkasnya.

Wattimena juga memberikan apresiasi kepada Kota Ambon yang telah menduduki Kota Layak Anak dengan predikat Madya, serta menjadi Forum Anak terbaik di Wilayah Indonesia Timur.

Untuk diketahui, peserta kegiatan tersebut merupakan pengurus dan anggota Forum Anak kota Ambon, fasilitator teman-teman SLB Negeri kota Ambon, baik secara on-site maupun virtual.