Beranda blog Halaman 150

Pemkot Ambon Gelar Penyusunan Rencana Kontingensi Hadapi Banjir Bandan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Penyusunan Rencana Kontingensi Banjir Bandang Tahun 2023-2026.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin (07/08/2023) hingga Rabu (09/08/2023).

Dibuka secara resmi pada Senin (07/08/2023) oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Dalam sambutan yang disampaikan, kegiatan yang dilakukan saat ini bertujuan untuk menyiapkan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam, termasuk banjir bandang.

“Tujuan kegiatan ini, pemerintah masyarakat dan stakeholder lainnya dapat menghadapi bencana. Sebab masyarakatlah yang akan terkena dampak langsung,” ujar Wattimena.

Mengingat hal tersebut juga mesti menjadi perhatian khusus Desa/Negeri/Kelurahan, guna menyusun rencana kontingensi penanggulangan agar pemerintah melalui dinas teknis dapat mengintervensi kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum terjadi bencana.

Selain itu dirinya menambahkan, perlu ada sinergitas antar dinas teknis guna menghindarkan warga kota ini dari kejadian-kejadian buruk yang diakibatkan oleh bencana alam.

“Karena itu paling penting adalah bekerja sama, Dinas PUPR harus menormalisasi sungai, selanjutnya PRKP sebelum menerbitkan IMB untuk pembangunan supaya disurvei terlebih dahulu, dari kegiatan ini akan dihasilkan dokumen perencanaan yang terintegrasi supaya jauh kita sudah mempersiapkan antisipasi,” tandasnya.

Dirinya berharap melalui kegiatan ini dapat menambah pemahaman, serta meningkatkan kapasitas para peserta dalam menyinkronisasi siaga tangguh bencana.

“Saya berharap kegiatan ini pada waktu ya dapat memberikan pemahaman meningkatkan kapasitas kita semua, para peserta dalam upaya untuk koordinasi guna sinkronisasi, agar kita siap siaga tangguh bencana,” pungkasnya.

Wattimena Buka Pesparawi Tingkat Kecamatan

0

Ambon, Maluku.news – Pejabat (Pj) Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena secara resmi membuka Lomba Banding Nyanyi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kecamatan Baguala, Sabtu (05/08/2023) di Ambon.

Dalam sambutannya Pj. Wali Kota meminta agar para juara yang berhasil dari tingkat Kecamatan Baguala terus berlatih untuk bertanding di tingkat Kota Ambon.

“Minimal secara internal kita bergereja, dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas umat lewat bernyayi, tetapi secara eksternal mampu memberikan kesempatan generasi muda Gereja mengikuti lomba hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

Diakuinya kegiatan Pesparawi merupakan sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang seni budaya yang bernafaskan kekristenan, sehingga di dalam ajang ini juara menjadi nomor dua. Tetapi yang penting bagaimana memuliakan Tuhan lewat Kidung Pujian.

“Lewat talenta suara dan bakat yang dikarnuniakan kepada kita, kita muliakan Tuhan, itu yang utama. Berikutnya mengikuti lomba dan jadi juara,” kata Wattimena.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, kata Wattimena terus berupaya mewujudnyatakan branding kota Ambon City Of Music yang sejak 31 oktober 2019 lalu diberikan oleh UNESCO.

Pengakuan ini ujarnya, disambut dengan luar biasa, tetapi upaya hendaknya bahwa kota ini layak mendapatkan pengakuan itu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi semua.

“Membangun ekosistem ekonomi kreati berbasis musik tidak hanya dilakukan pemerintah, butuh dukungan kerjasama seluruh elemen masyarakat di kota Ambon, termasuk oleh Lembga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD),” jelasnya.

Oleh karena itu, dengan dimulainya pelaksanan Pesparawi tingkat Kecamatan yang dimulai dari Kecamatan Baguala, diharapkan yang jadi harapan warga kota ambon yakni Ambon sebagai kota Musik Dunia, dapat terus terimplementasikan.

“Kita berupaya tunjukan berlahan-lahan mewujudkan apa yang menjadi keinginan warga kota ambon tetapi juga kepada UNESCO kita layak menjadi City Of Music. Semoga Pesaprawi Kecamatan Baguala dapat menghasilkan para pemenang yang berkualitas,” Aujar Wattimena.

Sementara itu, Ketua LPPD Kecamatan Baguala, Pendeta A. Latue, menyampaikan Tema Pesparawi tahun ini adalah “Bernyanyilah Bagi Tuhan Sebagai Orang Yang Diselamatkan,”

“Tema ini dipilih diharapkan dapat memebrikan motivasi dan dorongan keada kita sebagai orang yang diselamatkan untut terus bangun persekutauan bersaksi memuji dan memuliakan Tuhan disepanjang hembusan nafas,” ungkap Latue.

Ditandaskan Latue, dalam Pesparawi Tingkat Kecamatan dilombakan 10 kategori yakni ; paduan Suara Dewasa Campuran (4 Peserta); Paduan Suara Pria (2); Paduan Suara Remaja/Pemuda Campuran (4), Paduan Suara Anak (2); Solo Anak 6-8 Tahun (4) Solo Anak 9-12 Tahun (8); Solo Remaja/Pemuda (2); Solo Remaja/Pemuda Putri (4); Vocal Grup (1) dan Musik Pop Gereja (1).

DWP Kota Ambon Gelar Sosialisasi Etika Berbusana dan Berbicara

0

Ambon, Maluku.news – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon menggelar kegiatan Sosialisasi Etika Berbusana dan Berbicara, Sabtu (05/08/2023) di Elisabeth Hotel.

Pj. Ketua TP – PKK, Lisa Wattimena yang dalam sambutannya memberikan apresiasi, sebab menurutnya kegiatan ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk tetap menjaga budaya dan tata krama, sopan santun, rasa hormat kepada orang lain, menghargai norma sosial serta mencerminkan nilai yang positif.

Diakuinya, dalam Kehidupan bermasyarakat etika dan tata krama merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan, namun pada kenyataannya nilai-nilai tata krama dan sopan santun generasi saat ini, sudah mulai terkikis seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

“Oleh sebab itu pengetahuan tentang etika, tata krama, dan sopan santun, perlu ditingkatkan lagi sebagai citra diri kita sebagai seorang perempuan, dimana dengan etika berbusana dan berbicara yang baik merupakan bagian dari cara kita berinteraksi dengan orang lain,” ungkapnya.

Dijelaskan, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya perempuan, yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Diperlukan peningkatan kualitas sumber daya perempuan sehingga nantinya dapat terlibat langsung dalam setiap proses pembangunan,” tambahnya.

Lanjut Wattimena, peningkatan kualitas perempuan sebagai pelaku pembangunan merupakan sebuah pendekatan untuk membangun kesadaran perempuan terhadap potensi yang dimiliki, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya berharap, para peserta sosialisasi ini dapat menjadi motor penggerak dalam membudayakan etika berbicara dan berbusana yang baik, dalam kerja dan tugas mendampingi suami maupun dalam setiap hal yang dilakukan,” harapnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengurus DWP dan TP- PKK Kota Ambon, dengan narasumber ketua Pusat studi Pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak Universitas Pattimura, Prof. A.M Sahusilawane, serta praktisi pendidikan karakter dan etika, Dra. B. Pattiselano. Penutupan kegiatan ini dilakukan oleh Ketua DWP Kota Ambon, Hane Ririmasse.

Ribuan Siswa TK/SD se-Kota Ambon Ikut Lomba Mewarnai Menjelang HUT RI

0

Ambon, Maluku.news – Sebanyak 1500 siswa TK/PAUD dan SD se-Kota Ambon guna mengikuti lomba mewarnai yang digelar Komunitas Peduli Generasi Muda, Sabtu (05/08/2023) di Mall Ambon City Center (ACC) Passo,

Kegiatan dilaksanakan untuk menyongsong perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. dibuka secara resmi oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Dalam sambutannya dikatakan, Pemerintah bersama komunitas bertanggungjawab untuk menyiapkan anak-anak kota Ambon menjadi anak-anak yang dapat menggapai masa depan mereka di kemudian hari.

“Oleh sebab itu berbagai kesempatan dan peluang mesti kita berikan untuk meningkatkan kreativitas serta menunjukkan tingkat perkembangan mereka dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Menurutnya hal ini untuk memprioritaskan peningkatan kualitas SDM dalam rangka menyambut Indonesia Emas di tahun 2045.

“Anak-anak ini kalau sekarang berumur 7-9 tahun, maka 22 tahun kemudian tahun 2045 mereka akan menjadi tulang punggung kota Ambon, Provinsi maluku dan Indonesia. Oleh karena itu kegiatan seperti ini memberikan ruang yang cukup bagi anak-anak berkreasi meningkatkan kemampuan mereka. Itu yang sangat kita butuh kan di kota ini,” jelasnya.

Kepada para orang tua, Wattimena ingatkan agar terus memberikan bimbingan dan kepedulian kepada anak-anak agar bisa bertumbuh menjadi anak-anak yang hebat.

Selain itu, orang tua juga diharapkan memberikan perlindungan bagi anak-anak karena Kota Ambon dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) telah naik peringkat dari Pratama ke Madya.

“Kota ini terus berupaya memberikan ruang yang cukup kepada anak-anak dalam menumbuhkan minat, bakat, dan kreativitas. Bahkan semua kita terus berikan perlindungan kepada anak-anak. Karena itu mari kita jaga anak-anak kita jangan lakukan kekerasan, intimidasi, jangan sakiti hati mereka. Kalau kita tidak melakukan yang terbaik jangan harap Kota Ambon 20-30 tahun kedepan akan maju, karena merekalah yang menjadi generasi penerus,” bebernya.

Kepada anak-anak Wattimena berharap agar mewarnai menurut imajinasi masing-masing-masing.

“Mewarnai itu tidak harus juara, berkreativitas mengeluarkan imajinasi kita itu yang penting. Siapapun yang jadi juara selamat, yang tidak juara tidak usah berkecil hati karena masih banyak kesempatan ke depan,” tandasnya.

Pj. Wali Kota Lepas Pramuka Kwarcab Kota Ambon Menuju Raimuna Nasional

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melepaskan secara resmi Kontingen Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Ambon, guna mengikuti Pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Nasional (Raimuna Nasional). Di Ambon, Jum’at (04/08/2023).

Saat memberikan arahan, kepada kontingen yang terdiri atas 32 peserta didik penegak dan pandega, 2 (dua) orang pimpinan kontingen cabang, 2 pembina pendamping dan 7 (tujuh) orang Tim Advan ini, Wattimena meminta kepada peserta agar mampu menunjukkan kualitas yang dimiliki.

“Harus menunjukkan kualitas, juga menunjukkan sikap perilaku yang baik selama mengikuti kegiatan Raimuna Nasiona, karena nama baik kota ini di bawah oleh adik-adik,” paparnya.

Katanya, prestasi yang nantinya akan ditorehkan oleh 32 peserta nantinya akan menjadi bonus. Namun mempersiapkan skil serta kemampuan dalam mengikuti event nasional ini perlu dilakukan dengan matang oleh mereka dan didampingi oleh para pembina serta pembimbing.

“Tunjukkan yang terbaik, lakukan yang terbaik saja soal nanti dapat penghargaan, bonus, dan prestasi itu adalah bagian dari kerja keras, upaya yang kita lakukan,” tandas, Wattimena.

Lanjutnya, guna mewujudkan generasi emas tahun 2045 mendatang, persiapan terkait kesiapan penerus bangsa dalam menghadapi tersebut perlu dilakukan sejak dini, termasuk dengan apa yang dilakukan saat ini oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yang melibatkan seluruh kwartir cabang seluruh Indonesia termasuk Kota Ambon.

“Pemkot akan terus mendukung kegiatan-kegiatan Gerakan Pramuka pada Cabang Kota Ambon, meski dengan keterbatasan yang dimiliki, tapi saya yakin kami saat ini sangat konsen, dan pengembangan kualitas generasi muda, oleh sebab itu kami akan terus mendorong melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” tuturnya.

Dirinya berharap, para peserta dapat menjaga kesehatan selama proses Raimuna Nasional yang dilaksanakan pada Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta), Cibubur, Jakarta.

“Harapan besar Pemkot Ambon, Kwarcab Kota Ambon bahkan mungkin Kwartir Daerah (Kwarda) dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan baik, serta adik-adik harus jaga kesehatan dengan baik, sebab kesehatan lebih penting,” harap, Wattimena.

Untuk diketahui, Pramuka Kwarcab Kota Ambon akan melakukan perjalanan menuju Jakrata pada 6 Agustus untuk mengikuti Kegiatan Raimuna Nasional yang berlangsung pada 12-21 Agustus 2023 mendatang.

Kegiatan Evaluasi Hasil Penilaian EPSS Statistik Sektoral Kota Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Tim Penilai Internal Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPPS) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buru Selatan melakukan Penilaian Interview tentang hasil Penilaian Pelaksanaan Statistik Sektoral.

Kegiatan ini dilaksanakan secara Hybird di ruang Rapat Commad Center, Balai Kota Ambon, Jumat (04/08/2023), dan dibuka oleh Kepala BPS Kabupaten Buru Selatan Herthy. D. Soumokil, Kepala Dinas Kominfo dan persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon Drs. Joy. R. Adriaansz, M.Si, seryta dihadiri oleh OPD Selaku Produsen Data yaitu Dinas Perikanan dan Dinas Perindag.

Kepala Diskominfosandi Kota Ambon, katakan EPPS secara rutin dilakukan setiap tahun guna mengukur Pelaksanaan Statistik Sektoral pada OPD lingkup Pemkot Ambon.

“Hasil Penilaian Internal telah direview oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru Selatan Selaku Tim Penilai Badan dan selanjutnya dilakukan visitasi di minggu kedua bulan Agustus 2023,” terangnya.

Diungkapkan ada beberapa tahapan yang telah dilakukan terkait EPSS di Kota Ambon diantaranya, Sosialisasi EPSS dari BPS Kota Ambon, Pembentukan Tim Penilai internal (TPI) EPSS Pemkot ambon, Penentuan 2 (dua) OPD sampel (dinas perikanan dan dinas perindag) utk mengikuti EPSS dan Bimtek cara pengisian penilaian mandiri oleh BPS kota Ambon.

“Selain itu dilakukan Rapat penilaian mandiri TPI terkait penjelasan 38 indikator dan 5 (lima) domain EPSS, pengumpulan bukti dukung dari 2 OPD, Verifikasi bukti dukung oleh TPI, Pengisian penilaian di aplikasi SIMBATIK oleh Operator Tim, Verifikasi data pengisian oleh supervisor dan Submit hasil penilaian mandiri,” tambah Adriaansz.

Untuk diketahui, EPPS adalah suatu proses penilaian secara sistematis melalui verifikasi dan validasi informasi terhadap hasil penilaian mandiri untuk mengukur tingkat kematangan. penyelenggaraan Statistik Sektoral.

Tujuannya antara lain, untuk mengukur capaian kemajuan penyelenggaraan Statistik Sektoral pada Instansi Pusat dan Pemerintahan Daerah; meningkatkan kualitas penyelenggaraan Statistik Sektoral dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang statistik pada Instansi Pusat dan Pemerintahan Daerah.

“Dalam EPPS dilakukan penilaian mandiri; penilaian dokumen; penilaian interview serta penilaian visitasi,” kata Adriaansz.

Dirinya menandaskan, Penilaian interview dilakukan untuk meyakinkan validitas dan kesesuaian bukti dukung hasil penilaian mandiri dimana dalam hal ini BPS Maluku melakukan sistem penilaian silang antar Kabupaten/Kota sehingga Kota Ambon dinilai oleh BPS Kabupaten Buru Selatan.

Fraksi Golkar Ungkap Sejumlah Kegagalan Gubernur Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku membongkar sejumlah kegagalan dan ketidakberhasilan realisasi visi dan misi Gubernur Maluku dalam kepemimpinannya selama kurang lebih 4 tahun.

Kegagalan realisasi visi dan misi gubernur itu di sampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias saat penyampaian kata akhir Fraksi-fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Gubernur Tahun 2022, Jum’at (04/08/2023).

Menurut Yeremias, beberapa hal yang dianggap gagal oleh Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku, antara lain:

-Pemindahan Ibu kota Provinsi Maluku dari Kota Ambon ke Makariki Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah dan Percepatan Pembangunan Perkantoran Provinsi,

-Rekruitmen PNS dan Pejabat berdasarkan Kompotensi dan Pertimbangan Keterwakilan Suku, Agama, dan Kewilayahan,

-Penerapan Sistem E-Government dan E-Budgeting untuk Transparansi dan percepatan Pelayanan Publik, Harga sembako stabil dan murah, Mewajibkan Perusahaan di Maluku mempekerjakan 60% anak Maluku, Biaya Pendidikan Gratis untuk SMU-SMK di Maluku,

-Kartu Beasiswa Maluku untuk Mahasiswa berprestasi yang kurang mampu, Pembangunan RSUD menjadi RSUD Pusat bertaraf Internasional, Meningkatkan status Puskesmas biasa menjadi Puskesmas Rawat Inap di daerah terpencil dan terjauh,

Kartu Maluku Sehat untuk berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit, Pengembangan Provinsi Kepulauan dan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, Pembangunan Smart City di pusat Kabupaten/Kota di Maluku, Maluku Terang dengan Listrik masuk Desa dan Revitalisasi Lembaga-lembaga adat.

Dengan bersandar pada berbagai hal kegagalan dalam inplementasi visi dan misi itu, Fraksi Partai Golkar menyatakan dengan tegas juga “MENOLAK” Laporan Pertanggungjawaban Keungan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Tahun 2022.

“Penolakan kami atas laporan keuangan Pemerintah Daerah tahun 2022, bukan sekedar bisik-bisik. Kami wujudkan ini demi kesejahteraan Maluku. Harapan kami agar benar dan transparan tampil di depan muka,” ungkap Yermias.

Mari bersama-sama menjaga integritas dan transparansi, agar masa depan Maluku cerah dan penuh harapan yang khas.

Ribuan Ton Beras Impor dari Vietnam Tiba di Ambon

0

Ambon, Maluku.news – com – Ribuan ton beras impor asal Vietnam masukmelalui pelabuhan Yos sudarso. Berdasarkan data dari PT Pelindo per hari ini beras impor asal Vietnam yang sudah masuk ke Ambon 4.750 ton, yang diimpor langsung oleh Perum Bulog Maluku

Hal ini di sampaikan oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena di Ambon, Kamis (03/08/2023).

“Tentu Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersyukur dan berterimakasih kepada Bulog, tetapi juga atas kerja dan kolaborasi semua pihak, baik dari Bea Cukai, Pelindo, Pelni, KSOP, Kepolisian. Ini pertanda seluruh kita bersama – sama berupaya minimal memenuhi ketahanan pangan di Ambon khusus beras,” ucap Wattimena

Dirinya mengungkapkan, selain untuk ketahanan pangan, impor beras ini juga sangat berdampak bagi pengendalian inflasi di kota ini. Dimana pada bulan Juni kenaikan inflasi di Ambon, selain dari persoalan transportasi, cukai rokok, dan salah satunya beras.

“Syukurlah KaBulog dan jajaran terus membantu Pemkot minimal menyediakan stok yang cukup, melakukan operasi pasar, dan terus menjual beras dibawah harga pasar, supaya minimal untuk pengendalian harga pasar yang memicu inflasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, dengan impor beras Bulog ini meski ketersediaan stok beras telah terjamin, namun Pemkot akan melakukan pengawasan kepada distributor nakal yang melakukan penimbunan.

“Ini tugas berat kita, sebab sekalipun Bulog impor beras masuk di kota Ambon, tetapi apabila ada pelaku penimbunah beras membuat kelangkaan dan harga terus naik. Oleh sebab itu nanti Satgas pasar yang berusaha melakukan pengawasan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Maluku, Saldi Adrin, menerangkan Beras yang dimpor pihaknya dari Vietnam sebanyak 4750 ton dengan type Medium Plus, akan khsusus didistribusikan untuk kota Ambon saja.

“Nanti akan kita tampung di gudang kami di Halong, dan distribusi hanya untuk kota Ambon, untuk menjaga inflasi,” ungkapnya.

Kabulog menandaskan, dengan impor beras ini akan mencukupi kebutuhan pangan di kota Ambon hingga dua sampai tiga bulan kedepan.

Pemkot Ambon Lakukan diseminasi Penyebab Stunting Pada 5 Kecamatan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melakukan diseminasi kasus stunting pada lima (5) Kecamatan di Kota Ambon, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab risiko stunting di daerah itu.

Pj. Ketua TPP – PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, menjelaskan tujuan diseminasi kasus stunting untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab risiko stunting.

“Dari hasil identifikasi dan analisis yang dilakukan tersebut dapat memberikan rekomendasi sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan,” ujar Wattimena di Ambon, Kamis (03/08/2023).

Terkait hasil diseminasi yang dilakukan, Wattimena akui ada beberapa penyebab dominan stunting diantaranya Pola Asuh yang salah, Sanitasi, dan Faktor Ekonomi.

“Dari hasil yang kami temui, penyebab Stunting itu sendiri diantaranya pola asuh yang salah, sanitasi, dan faktor ekonomi rendah menjadi masalah yg paling dominan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, perlu kerja keras, sinergitas dan kolaborasi untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Wattimena.

Selaku Wakil Ketua TPPS, Wattimena berharap, dari kegiatan ini memberikan peluang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk dapat memberikan intervensi yg tepat sasaran dan tentunya berdampak positif bagi penurunan angka stunting.

Di samping itu, Kepala DPPKB, J. W Patty, mengungkapkan, Kegiatan Diseminasi Kasus Stunting yang dilakukan turut melibatkan Camat, aparatur Desa/Negeri, Puskesmas, Dokter Anak, Obgyn, Psikolog, Tenaga Gizi, Penyuluh KB dan PKK kecamatan, Desa/Negri.

“Turut terlibat Babinsa dan Babinkamtibmas, sehingga kolaborasi ini turut memberikan motivasi bagi Desa/Negeri dan Kelurahan untuk meningkatkan partisipasi anak-anak dalam Posyandu,” terang Patty.

Ditambahkan dari desiminasi yang dilakukan, ada rekomendasi dari pakar yakni tenaga gizi klinik, dokter anak, psikolog, dan dokter Obgyn yang diberikan kepada Pj. Wali Kota.

Apresiasi Rabu – rabu Market, Wattimena: Mengatasi Pengangguran

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena memberi apresiasi atas Pagelaran Bazar Kreatif Rabu – rabu Market yang diikuti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pattimura Park, Kamis (03/08/2023).

Wattimena katakan event yang berlangsung hingga 5 Agustus mendatang tersebut merupakan hasil dari kreativitas anak-anak muda di kota Ambon yang sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.

“Kita upayakan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif, yang ditujukan menggali potensi kreativitas anak muda, menjadi produk yang bisa dijual dan berdampak ekonomi bagi kota aAmbon,” kata Pj. Wali Kota didampingi Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat ditemui di sela-sela event.

Dirinya menjelaskan, melalui pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, seperti yang dilakukan Rabu-rabu Market, diharapkan dapat menjadi jawaban bagi angka pengangguran yang cukup tinggi di kota ini.

“Setiap tahun ada tambahan tiga hingga empat ribu pengangguran intelektual. Pemkot terbatas dalam menyediakan lapangan kerja, oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah menciptakan kemandirian mereka,” bebernya.

Diakuinya Pemkot sangat mendukung penuh UMKM yang telah terbukti tetap eksis di tengah dampak resesi ekonomi. Dukungan itu antara lain diberikan lewat penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Bahkan hari ini Pemkot sementara memberikan NIB gratis kepada pelaku usaha di kota ambon untuk memacu semangat generasi muda di kota Ambon pelaku UMKM. Kami coba lakukan pendampingan, menyediakan rumah kemasan, dan membantu pemasaran dengan meminta tanggungjawab sosial jaringan retail modern untuk menerima produk UMKM,” ungkapnya.

Wattimena beharap dengan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif untuk mengatasi masalah pengangguran, pemerintah dapat menyediakan tempat yang representatif, bagi UMKM yang rencananya akan ditempatkan pada kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wainitu.