Beranda blog Halaman 144

Juarai Turnament E-sport, Gubernur Serahkan Trophy Dan Biaya Pembinaan

0

Ambon, Maluku.news – Masih dalam suasana peringatan HUT Republik Indonesia dan Provinsi Maluku ke-78 Tahun, Pemerintah Provinsi Maluku bekerjasama dengan Pengurus E-Sports Seluruh Indonesia Maluku, menggelar Turnamen Esports Freefire Gubernur Maluku Cup 2023, yang berpusat di Islamic Center Ambon.

Turnamen tersebut telah berlangsung selama 5 hari, dimana pada babak kualifikasi dilakukan secara online pada tanggal 17-19 Agustus 2023, dan lomba offline pada 23-24 Agustus 2023, dimana pada hari ini Kamis (24/8/2023) merupakan babak Grand Final.

Kabinda dalam laporannya mengatakan bahwa, turnamen ini merupakan event Esport Tingkat Provinsi yang pertama kali dilakukan dan diikuti oleh 312 peserta yang tergabung dalam 78 tim asal Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara.

“Melalui turnamen ini semoga dapat menghasilkan atlet-atlet berbakat yang dapat mewakili Provinsi Maluku di tingkat nasional maupun internasional.” Harapnya.

Ia juga mengatakan, event ini menjadi salah satu kesempatan bagi para atlet muda dan ajang try out atlet esport, yang akan mewakili Provinsi Maluku dalam Pekan Olahraga Nasional Tahun 2024 di Sumatera Utara dan Aceh.

“Event yang dilakukan ini selain sebagai sarana silaturahmi dan kompetisi, juga disiapkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan dan piala bergilir Gubernur Maluku yang akan dipertandingkan setiap tahunnya, dan menjadi kalender tahunan ESI Provinsi Maluku.” Terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Anton atas nama pengurus esport dan panitia penyelenggara, menyampaikan terimakasih sebesar-besarnnya kepada Gubernur Maluku yang telah memberikan perhatian yang luar biasa untuk kemajuan Esport dan berkenan menyaksikan match terakhir Grandfinal, sekaligus menutup dan memberikan piala kepada Tim Terbaik dan Pemain Terbaik The Predator pada turnamen ini.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, sekaligus Ketua KONI Provinsi Maluku, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia penyelenggara turnamen.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kompetens maupun kompetisi Esport di wilayah Maluku, baik dari segi teknik maupun kemampuan lainnya, sehingga kedepan Maluku dapat memiliki atlet-atlet esport yang unggul menuju Maluku bisa.” Ungkapnya.

Apresiasi dan penghargaan yang sama juga, Ia sampaikan kepada para peserta yang telah menjunjung tinggi sportifitas dalam melaksanakan pertandingan ini.

“Selamat kepada para juara di turnamen ini, dan yang belum memperoleh predikat juara janganlah kecewa, teruslah berlatih, jadikan ini sebagai motivasi untuk lebih berprestasi di masa-masa yang akan datang.” Ujar Gubernur.

Kepada pengurus Esport Provinsi Maluku, Ketua Koni Maluku ini berharap agar, terus mengoptimalkan potensi SDM yang ada di daerah ini melalui berbagai inovasi, dengan melakukan turnamen secara berjenjang mulai dengan tingkat Kabupaten Kota, hingga provinsi sebagai bekal para atlet untuk bertanding pada level nasional hingga internasional.

Untuk diketahui pada turnamen tersebut keluar sebagai Juara I Tim Extrada La yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 10.000.000, Juara II Tim Betaracer Of yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 8.000.000, dan Juara III Tim Seylga yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 6.000.000. (Diskominfo)

Pj. Wali Kota, Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon sebagai ibukota provinsi Maluku telah tumbuh menjadi pusat perekonomian, pusat pendidikan, dan pusat pemerintahan. Hal ini telah menarik keinginan banyak orang dari luar Ambon untuk datang dan menetap di kota ini.

Demikian disampaikan Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutan ketika membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik Kota Ambon tahun 2023, yang digelar Badan Kesbangpol Kota Ambon, Rabu (23/8/2023).

“Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, yakni lebih dari 350 ribu jiwa dan terdiri dari masyarakat heterongen, maka akan menjadi potensi sekaligus tantangan. Sebab, konflik selalu menjadi bagian hidup manusia bersosial dan berpolitik,” ujarnya.

Menurut Wattimena dengan jumlah penduduk yang begitu besar, maka beban sosial akan semakin berat, demikian juga tanggungjawab perekonomian serta pemenuhan hidup masyarakat, yang menimbulkan kerawanan konflik.

“Tantangan kita cukup besar, perbedaan suku, agama, ras yang harus kita kelola dengan baik. Soal agama kita sudah tuntas, namun suku, dan wilayah tempat tinggal masih menjadi kerawanan,” ungkapnya.

Pemkot, lanjutnya, dalam peringatan HUT ke-448, pada 7 September mendatang mengangkat tema “Ambon Par Samua” guna membangun kesadaran dan tanggungjawab masyarakat sebagai bagian integral untuk menjaga kota ini, dari berbagai potensi konflik.

Sejalan dengan itu, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dilakukan dengan beberapa cara yakni, pertama; melakukan komunikasi dan koordinasi dengan unsur forkopimda dan stakeholder lainnya untuk mendeteksi kemungkinan konflik yang terjadi. Kedua; penguatan peran peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, ketiga; meningkatkan pendidikan politik masyarakat, lewat sosialisasi, peningkatan kapasitas, bimbingan teknis dan lain sebagainya, serta keempat; optimalisasi dan harmonisiasi sosial.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan adanya kesadaran bersama, orang-orang mengerti dan memahami tetang hidup dalam keberagaman, toleransi, moderasi beragama, untuk terus menjaga situasi dan kondisi bahkan membina masyarakat menghindari hal-hal yang tidak baik, berita hoax, radikalisme, terorisme, dan unjuk rasa yang disetting oleh pihak tertentu,” bebernya.

Wattimena berharap dukungan semua pihak untuk mencipatakan stabilitas keamanan yang kondusif, sehingga Pemkot dapat berkonsentrasi dalam pembangunan untuk membenahi dan melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih kurang di kota ini.

Untuk diketahui, peserta kegiatan Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik Kota Ambon Tahun 2023, adalah perwakilan dari masing-masing Desa, Negeri, kelurahan se-kota Ambon yang tergabung dalam Agen Kesbangpol Kota Ambon serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dilantik oleh Pj. Wali Kota Ambon beberapa waktu lalu.

BMKG Jadikan Ambon Pilot Project FGD Akibat Sering Terjadi Bencana

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon, dijadikan pilot project pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Matrix Risiko Bencana Banjir dan Tanah Longsor dalam Implementasi Impacta Abses Forecast and Warning Services di Kota Ambon”, oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, yang dilaksanakan pada Ruang Rapat Vlisingen Balai Kota, Rabu (23/08/2023).

Wattimena, memberikan ungkapan terimakasih karena kota ini dijadikan tempat pertama kali pelaksanaan setiap giat penting yang diselenggarakan oleh BMKG, yang mana sebelum pelaksnaan giat hari ini, telah dilaksanakan susunan rencana kontigensi Bencana Alam Tsunami dengan melibatkan Desa Galala dan Negeri Hative Kecil.

“Saya sangat berterimakasih kepada BMKG, beberapa kegiatan dilakukan bersama, dan kota Ambon dijadikan tempat penyelenggaraannya kami benar-benar sangat bersyukur,” tuturnya.

Wattimena berharap sinergutas antara pihak Pemkot dan BMKG terus terjali dengan baik guna memberi rasa aman kepada warga kota ini dalam mengahadapi setiap bencana alam yang terjadi.

“Sinergitas ini harus terus dijaga sampai ke masyarakat karena mereka sangat membutuhkan informasi terkait dengan dampak cuaca yang akan dialami. Dengan kerja sama yang baik akan terwujud kota yang siap menghadapi bencana,” tandas, Wattimena.

Hal yang sama yang diungkapkan oleh, Plt. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Pusat, Andri Ramadani. Katanya Kota Ambon, dijadikan sebagai pilot project guna mengimplementasi penyusunan Matrix risiko bencana banjir dan tanah longsor.

“Kalau saya bilang ini pertama kali, pilot project kita. Kedepan ini sebagai strategi, informasi cuaca nantinya akan dibarengi dengan dampak dari cuaca tersebut,” katanya.

Sehingga, dirinya berharap melalui kegiatan ini peserta dapat menyusun langkah kongkrit terkait dengan penyusunan Matrix resiko bencana banjir dan tanah longsor yang tentunya berguna bagi warga kota ini.

“Kami harap tersusun langkah kongkrit terkait sesuai dengan judul tersebut Matrix Risiko Banjir dan ini akan diaplikasikan juga pada wilayah-wilayah lain. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian sesi dengan baik sehingga bermanfaat bagi kita semua,” harap Andri.

Tindakan Kriminal, Pj. Wali Kota Kecam Perusakan Terhadap Fasilitas Umum

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengecam tindakan kriminal terhadap fasilitas umum yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Menurutnya, itu salah satu alasan kota ini sulit untuk maju.

Usai membuka kegiatan di Ambon, Selasa (22/08/2023) Wattimena, membeberkan bahwa beberapa waktu lalu Rumah Kemasan yang dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, dengan menggunakan DAK Kementerian Perindag 2021, telah dibobol oleh pencuri.

“Ada oknum yang tidak bermoral, merusak kantor, mencuri peralatan-peralatan yang berada pada rumah kemasan tersebut. Di satu sisi adanya rumah kemasan untuk membantu masyarakat tapi ada orang yang ingin mencuri untuk kepentingan pribadinya,” ungkap Wattimena.

Katanya, modus pencurian terhadap gedung yang berlokasi kawasan di Jl. Upua Baguala, Transit Passo, Kecamatan Baguala, dengan menghancurkan kaca-kaca, dan mengangkut satu unit komputer, televisi, dan alat-alat sablon.

Dikatakan, meski gedung tersebut memang tidak memiliki pengamanan khusus selama 24 jam, namun hal terpenting adalah bagaimana meningkatakan kesadaran masyarakat, guna menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dipersiapkan oleh Pemkot.

“Paling penting adalah masyarakat sadar sungguh, bahwa bahwa fasilitas umum adalah milik bersama, yang Pemkot buat untuk kepentingan masyarakat khususnya Pelaku UMKM, oleh sebab itu agar dijaga semuanya,” tandasnya.

Lanjutnya, kasus tersebut saat ini telah ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Dirinya berharap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman yang seberat – beratnya agar tidak terjadi lagi kejadian yang sama.

“Kepolisian sudah mencari pelaku, saya berharap secepatnya ditangkap itu harus dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

DWP Kota Ambon Bersama PMI Gelar Aksi Donor Darah

0

Ambon, Maluku.news – Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon bersama Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menggelar Kegiatan Donor Darah, pada Selasa (22/8/2023) di Ambon.

Ketua DWP Kota Ambon, Hane Ririmasse, mengakui kegiatan ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan pihaknya, sebagai aksi sosial dan bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Ini kali ketiga DWP laksanakan aksi donor darah. Yang pertama di bulan Maret kemudian Juni, dan saat ini di bulan Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ke 78 RI dan menyambut HUT ke 448 Kota Ambon,” ungkapnya di sela- sela kegiatan.

Menurutnya, sesuai dengan tema yang diusung yakni “Setetes darah dapat menyelematkan banyak orang,” dan Tema HUT Kota Ambon,” Ambon Par Samua” kegiatan ini diharapkan dapat membangun rasa kebersamaan, soliditas dan cinta kasih. Sehingga, dalam kegiatan donor darah kali ini DWP bersama PMI Kota Ambon menargetkan 100 kantong darah.

“Target kegiatan ini, kami sangat berharap mencapai 100 kantong, walau cuaca hujan, tapi kami optimis bisa capai target,” tambah Ririmasse.

Optimisme tersebut bukannya tanpa alasan, sebab kata Ririmasse, DWP juga menggandeng TNI/Polri dan organisasi wanita lainnya agar cakupan angka pendonor lebih besar.

“Diharapkan agar semua kantong darah yang diperoleh dari kegiatan ini tifsk rusak dan dapat disumbangkan kepada Rumah Sakit yang membutuhkan,” bebernya.

Ditandaskan, kegiatan Donor darah ini akan menjadi kegiatan Rutin yang dilakukan DWP dan puncaknya akan dilaksanakan kembali pada bulan Desember mendatang pada momentum HUT DWP.

Rekon Bencana Gempa Bumi dan Tsunami, Pemkot Ambon Gelar Semiloka

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya untuk membangun kesiapan yang sistematis dan terpadu dalam hal penyelenggaraan kebencaanaan khususnya yang menitik beratkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan.

Demikian disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III, Rina Purmiasa, ketika membuka kegiatan “Semiloka Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Kota Ambon”, Selasa (22/8/2023) di Ruang Rapat Vlissingen Balai Kota.

“Kesiapsiagaan itu sendiri tidak semata hanya pekerjaan rumah bagi instansi pemerintah yang berkewenangan mengatasi masalah kebencanaan, namun harus dipandang sebagai tugas bersama sebagai pemerintah, masyarakat dunia usaha, akademisi dan media,” ujarnya.

Dikatakan, pelaksanaan kegiatan Semiloka hari ini, merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Rencana Kontigensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tahun 2023 yang diinisiasi oleh Indonesia Disaster Resilence Initiatives Project (IDRIP) pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Disamping itu, Semiloka ini juga menjadi sarana uji publik terhadap dokumen Rencana Kontingensi yang telah disusun, dan akan disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dalam urusan penanggulangan, sebagai pedoman penanggulangan bencana Tsunami yang diakibatkan oleh Gempa Bumi

“Semiloka ini dilaksanakan guna mematangkan kembali kesepakatan yang sudah tersusun dalam rencana kontingensi serta untuk mendapatkan pemahaman yang baik oleh semua pihak terkait dalam hal ini OPD di Lingkup Pemkot serta pihak-pihak lain yang terlibat,” jelasnya.

Olehnya itu, diharapkan keseriusan semua peserta dalam mengikuti Semiloka ini sehingga menghasilkan dokumen akhir Rencana Kontingensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang bermanfaat bagi Pemkot dan masyarakat Kota Ambon.

Pemkot Ambon, lanjutnya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNPB yang telah menetapkan kota Ambon dan 30 kabupaten/Kota untuk pelaksanaan Program IDRIP.

“Melalui penetapan ini tentunya dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam mengurangi resiko bencana gempa bumi dan tsunami,” harapnya.

Gubernur Murad Ajak FPMM Untuk Tingkatkan Kompetensi Dan Kecerdasan

0

Jakarta, Maluku.news – Gubernur Maluku Irjen.Pol (Purn.) Drs. H. Murad Ismail, memberi sambutan pada acara kongres ke 1 Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) pada Selasa (22/8/2023) bertempat di Hotel Kartika Chandra Jakarta.

Hadir pada kesempatan itu, Menkopolhukam R.I (Prof.Mahfud MD), Menteri Pemuda dan Olahraga R.I (Dito Ario Tedjo), PJ. Gubernur Jakarta (Drs. Heru Budi Hartono, MM)., Sultan Tidore (H. Husain Alting Sjah), Sultan Ternate (Hidayatullah Sjah), Ketua umum Front Pemuda Muslim Maluku (Sdr Umar Ohoitenan, SH) Tokoh Masyarakat dan tokoh Pemuda Maluku di Jakarta dilengkapi ramainya peserta yang hadir pada acara Kongres tersebut.

Ketua Panitia Kongres Abdul Fattah Fasolo, dalam laporannya, menyampaikan bahwa FPMM memiliki tekad kuat untuk menjadi kekuatan positif dalam proses pembangunan negara.

“Organisasi pemuda ini memiliki fokus pada pemikiran dan gagasan yang menghasilkan tindakan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. FPMM juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi sumber daya alam di wilayah Maluku, termasuk sektor perikanan, pertanian, kehutanan, mineral, dan gas bumi, demi kesejahteraan masyarakat Maluku dan Maluku Utara.” Jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Kongres ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar kader FPMM sekaligus merumuskan ide-ide besar yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi, masyarakat Maluku, dan juga bangsa Indonesia.

Sementara itu, Gubernur dalam sambutannya, menghimbau dan mengajak Front Pemuda Muslim Maluku untuk terus meningkatkan kompetensi dan kecerdasan, baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual, guna menciptakan pemuda dan pemudi yang berilmu, berakhlak baik dan beriman.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih, kepada Front Pemuda Muslim Maluku atas berbagai kontribusinya selama ini, serta telah menjadi mitra Pemerintah, yang terus dan senantiasa bersinergi, untuk membangun masa depan yang damai dan sejahtera.” Ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur Maluku menyambut gembira penyelenggaraan kongres ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan peran generasi Muda Muslim Maluku, dalam menggerakan dan mengembangkan sumber daya pemuda ke depan.

Sebelum salam penutup pada akhir sambutannya, Gubernur Maluku Menghibur Para tamu beserta peserta kongres dengan membacakan pantun yang sangat jenaka secara berurutan.

“Manis rasanya, batang tebu, Senang hati, membuat tawa, Apa kabar pemuda muslim maluku, Semoga keadaan-nya, baik semua dan yang kedua Kota jakarta, kota yang indah, Datang dan pergi, membawa kenangan, Selamat berkongres dengan suka cita, semoga hasilnya membanggakan.” Tutup Gubernur.

Di tempat yang sama Ketua Umum DPP FPMM Umar Ohoitenan, mengharapkan kongres ini, bisa menyatuka Visi dan Misi Pemuda Maluku untuk menyongsong perubahan dalam jangka pendek, terutama di Bidang Pendidikan dan juga Lapangan Kerja, menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk diketahui kongres ke-1 FPMM Maluku yang mengangkat tema “Konsolidasi Pemuda Maluku, Menuju Indonesia Emas tahun 2045” dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ario Tedjo.

Inflasi Maluku Pada Bulan Juli 2023 Turun Dari Bulan Sebelumnya

0

Ambon, Maluku.news – Membahas peran aktif dan permasalahan yang dihadapi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota dalam melakukan pengendalian inflasi, serta untuk memantau pergerakan harga pangan yang akan digunakan sebagai dasar menghitung proxy inflasi daerah, maka Tim Monitoring dan Evaluasi Terpadu lintas Kementerian Lembaga, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku.

Kunjungan yang dilakukan pada Selasa (22/8/2023) ini, bertempat pada 2 lokasi, yakni Pasar Mardika untuk meninjau proses pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu Langkah yang dilakukan TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk pengendalian inflasi, dan lokasi yang berikutnya di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku untuk melakukan Focus Group Discussion.

Hadir pada kesempatan itu Asisten II Setda Maluku Ir. Habibah Saimima, M.Si, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku Hadi Basalamah, Tim Monev Lintas Instasi yakni dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan Bulog RI, TPID Provinsi Maluku dan Kabupaten Kota, beserta stakeholder lainnya.

Ina Yudith dari Kementerian Dalam Negeri dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan kunjungan ini guna memberikan insight terkait Program Nasional yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian agar bisa disinkronkan dengan TPID di Maluku.

“Program sementara yang dilakukan adalah Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan yang akan dijadikan proxy sementara untuk daerah non Indeks Harga Konsumen (IHK), kalau daerah IHK bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik, sementara itu dari Badan Pangan yakni program pangan murah yang sudah dilakukan diseluruh Provinsi di Indonesia dan 256 Kabupaten/Kota se-Indonesia.”

“Kami sangat mengapresiasi karena di Maluku ini ada swadaya, dimana ada sinergi yang kuat, karena kami sudah beberapa kali turun ke Daerah, namun yang menghadiri Monev di Maluku ini yang terlengkap, karena bisa menghadirkan TNI/Polri.” Ungkapnya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi ini memerlukan Kerjasama, karena inflasi itu bukan hanya tanggung jawab Biro Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Ketahanan Pangan, tetapi inflasi ini adalah tanggungjawab bersama, karena ketika inflasi tinggi akan berdampak kepada kemiskinan ekstrem dan permasalahan Kesehatan seperti stunting.

“Semua permasalahan akan berkaitan, tetapi jika inflasi terlalu rendah di bawah Nasional, itu juga bisa dikatakan berbahaya karena dianggap perekonomian melemah.” Ujarnya.

Ina mengatakan, di pusat kadang tidak mengetahui seperti apa problematika dengan masyarakat di daerah, yang diketahui hanyalah merumuskan kebijakan yang diharapkan bisa mempermudah TPID.

“Jadi jangan sampai TPID ketika melaksanakan tugas terhambat oleh kebijakan, sehingga tujuan kita adalah ketika membuat kebijakan lagi tidak ada bahasanya salah kebijakan, dan diharapkan kebijakan yang dihasilkan nanti bisa membantu Tim Pengendalian Inflasi Daerah.” Tutupnya.

Sementara itu Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Saimima menyampaikan bahwa, pelaksanaan usaha dan strategi dalam menjaga dan mengendalikan Inflasi, mengacu pada 4K yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

“Kebijakan dan strategi pengendalian inflasi ini dilaksanakan oleh anggota TPID Provinsi Maluku, baik secara bersama-sama maupun oleh masing-masing OPD sesuai dengan tupoksi, serta membangun kerjasama dengan Kabupaten Kota, terutama Kota Ambon dan Kota Tual yang merupakan IHK di Provinsi Maluku.” Jelasnya.

Saimima juga mengatakan, strategi yang saat ini dilakukan oleh TPID Mauku adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar yang dilaksanakan setiap hari Selasa jam 09.00 WIT, berlokasi di Pasar Batu Merah dengan harga jual di bawah harga pasar.

“Kami juga mendirikan kios pengendali di Pasar Mardika yang menyediakan beberapa kebutuhan pangan pokok seperti beras, minyak goreng kita, gula pasir dsb, yang dipasok oleh Bulog Maluku Dan Maluku Utara.” Terangnya.

Selain itu juga setiap Hari Kamis, Saimima mengatakan, dilaksanakan Rapat Koordinasi guna mengevaluasi pelaksanaan kegiatan GPM atau operasi pasar yang dilaksanakan pada hari Selasa.

“TPID Maluku juga menyusun Standar Operating System (SOP) pelaksanaan GPM dan Operasi Pasar yang melibatkan semua TPID Provinsi dan Kota Ambon.” Tambahnya.

Ia juga mengatakan, guna mengendalikan inflasi TPID Provinsi memperkuat dan mendorong kerjasama antara Daerah Kabupaten/Kota khususnya dari Daerah yang surplus ke Daerah yang defisit.

“Bantuan yang telah kami berikan, seperti penyerahan bibit kangkung (salah satu komoditas yang menyumbang inflasi) oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku, ke petani di Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah sebagai salah satu penyanggah Kota Ambon yang merupakan salah satu Kota IHK.” Ungkapnya.

TPID Maluku juga Ungkap Saimima, telah menerapkan satu data untuk harga pangan di Kota Ambon dan Kota Tual yang bersumber dari data harga pangan yang disediakan oleh Bank Indonesia, sementara untuk harga pangan Kabupaten bersumber dari harga pangan yang dirilis oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.

“Banyak strategi serta kebijakan yang dilakukan oleh TPID Provinsi Maluku, dengan didukung oleh Pangdam, Kapolda, Pelindo, Angkasa Pura, maupun BUMN dan BUMD lainnya dalam usaha pengendalian inflasi, sehingga capain inflasi kita pada bulan Juli 2023 sebesar 4,23% yoy, sangat terkendali jika dibandingkan dengan bulan Juni 2023 yaitu 6,07% yoy. “ Jelasnya.

Pada kesempatan itu juga Gubernur dalam sambutan tertulisnya, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berusaha mengendalikan inflasi di Daerah ini.

“Terkait kebijakan Pembangunan Anggaran Dana Transfer Umum 2%, Pemerintah Provinsi Maluku mengalokasikan dana sebesar Rp.8.550.629.664 yang dialokasikan kepada beberapa OPD dalam usaha mengendalikan inflasi yaitu Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindag, dan Dinas Perhubungan tahun 2022.” Terangnya.

Ia menjelaskan, capaian realisasi anggaran tersebut sebesar 88,70% atau Rp.7.585.533.354, dimana sisa anggaran sebesar 3,053% tidak digunakan karena ada peruntukan untuk kegiatan yang sama pada Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, dan Dinas Pertanian, hal ini berdasarkan koordinasi dan konsultasi dengan mitra Kejati Maluku.

Untuk diketahui Kunjungan Kerja dari Tim Monev lintas Instansi yang dilaksanakan dari 21-23 Agustus 2023 ini, berdasarkan pada Surat Masuk dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 500.2.5/8872/Bangda Tanggal 10 Agustis 2023 perihal Monitoring dan Evaluasi.

Wattimena Himbau Masyarakat Tetap Jaga Kawasan RTP Wainitu

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menghimbau masyarakat disekitar Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu, agar turut bertanggungjawab menjaga kawasan yang ditenggarai menjadi beranda kota Ambon itu.

“Kalau masyarakat bisa menjaga dengan baik, kawasan itu akan berkembang menjadi kawasan yang minimal memberi nilai tambah dari sisi pariwsiata dan pengembangan UMKM,” harap Wattimena, Selasa (22/8/2023) usai membuka kegiatan di Manise Hotel.

Dijelaskan, tujuan dari Pembangunan RTP Wainitu, oleh Pemerintah Pusat dan telah resmi diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon beberapa waktu lalu, adalah untuk aktivitas rekreasi masyarakat dan pengembangan UMKM.

“Waktu penyerahan atau kami menerima lokasi itu, saya sudah sampaikan harus dirawat dan dijaga dengan baik agar
menjadi beranda kota Ambon, kalau hal itu dilakukan, maka wajah kota ini akan semakin bagus dan indah,” ujarnya.

Olehnya itu, dirinya meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang sifatnya negatif di tempat tersebut.

“Kami himbau agar jangan ada aktivitas minum – minuman keras atau aktivitas lain yang sifatnya negatif, yang memang tidak berdampak apa-apa tapi merusak citra pemerintah,” ingatnya.

Wattimena berharap meski telah ditempatkan pos SatPol-PP untuk mengawasi dan berjaga di kawasan tersebut, namun kesadaran dari masyarakat lebih diutamakan.

“Semua terpulang kepada masyarakat, saya sudah tempatkan SatPol-PP namun kita harap bukan aparat yang menjaga, tapi kehadiran mereka menyadarkan masyarakat bahwa daerah itu harus kita dukung bersama supaya tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.

Pj. Wali Kota Pelaku UMK Harus Memiliki Jiwa Berwirausaha

0

Ambon, Maluku.news – Pejabat (Pj) Wali Kota Ambon, Bodewin M.Wattimena Membuka “Pendidikan dan Latihan Perkoperasian: Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Kota Ambon Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tenaga Peningkatan Kapasitas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PK2UKM) Tahap I Tahun 2023”, Selasa (22/08/2023).

“Saya titipkan kepada para narasumber untuk Bapak/Ibu pelaku UMK ini untuk meningkatkan jiwa Entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan,”ujarnya.

Lanjutnya apa yang diselenggarakan hari ini oleh Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, dapat menumbuh kembangkan semangat usaha

“Semangat ini mesti ditumbuhkan. Semoga apa yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak positif terutama bagi para pelaku UMK di Kota Ambon, agar usaha yang dibangun tidak layu atau mati,” bebernya.

Menurutnya, banyak UMK yang tumbuh, tapi kemudian tidak berlanjut alias mati karena berbagai alasan, salah satu karena kurangnya jiwa kewirausahaan. Olehnya itu Pemerintah Kota (Pemkot) melalui OPD terkait memiliki kewajiban untuk membantu memfasilitasi seluruh proses pengembangan. perekonomian ditengah-tengah masyarakat.

“Dalam hal ini mempermudah UMK agar dapat memiliki lisensi yakni dengan Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Membangun Rumah Kemasan, dan kerjasama dengan jaringan Retail modern guna menjejalkan produk mereka,” terangnya.

Wattimena menandaskan, kegiatan yang Pelatihan ini telah membuktikan keberpihakan Pemkot terhadap pelaku Usaha Koperasi dan UMK. Sehingga diharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar dapat menumbukan semangat dan jiwa kewirausahaan.

“Saya berharap setiap materi yang disampaikan dapat dipahami guna mengetahui tugas dan tanggung jawab Bapak ibu sekalian, agar membantu sisi perekonomian,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini disasarkan kepada 104 peserta dengan jumlah tahapan pelaksanaannya sebanyak tiga kali. Untuk hari ini, merupakan tahap pertama.