Beranda blog Halaman 143

Wattimena Buka Lomba Banding Nyayi Pesparawi Tingkat Kecamatan Sirimau

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena membuka Lomba Banding Nyanyi, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2023, pada Sabtu (26/08/2023).

Untuk diketahui Lomba Banding Nyanyi Pesparawi Tingkat Kecamatan Sirimau, diikuti oleh 9 (Sembilan) jemaat yang terbagi dalam berbagai kategori lomba.

Wattimena dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya memfasilitasi kegiatan keagamaan serta memberikan dukungan maksimal dan berkontribusi positif bagi kota ini.

“Sebagai bukti tanggung jawab Pemerintah Kota Ambon adalah keikutsertaannya dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk kegiatan keagamaan yang pada akhirnya berkontribusi bagi kemajuan Kota Ambon,” jelasnya.

Diakuinya, Pesparawi ini akan menjadi ajang untuk terus memupuk kebersamaan dan terus memastikan umat dapat bernyanyi, memuji, dan memuliakan Tuhan karena itulah misi yang sebenarnya.

“Sesuai dengan tema kegiatan ini; Biarlah Semua Yang Bernafas Memuji Tuhan, maka semua yang punya talenta kita memuji dan memuliakan nama Nya. Percuma kita diberikan talenta lalu tidak memperlabakannya. Pesparawi adalah cara memperlabakan anugerah Tuhan bagi kita, supaya kita kedapatan sebagai orang yang bertanggunjawab atas anugerah dan talenta itu,” bebernya.

Dirinya berharap dalam kegiatan ini, masing-masing pihak dapat melaksanakan tugas dengan baik, dan sebagai Panitia atau LPPD Kecamatan, Para peserta, maupun dewan Juri, sehingga ajang yang menjadi seleksi secara bertahap dari kecamatan hingga kota Ambon dapat berjalan dengan baik.

“Sebab semua yang dilakukan baik di tingkat kecamatan, kota, maupun provinsi adalah untuk kepujian nama Tuhan. Sehingga dari kegiaatan ini, kita bukan saja mendapatkan Potensi penyanyi berbakat dalam mendukung Ambon City Of Music,” pungkas Wattimena.

Taklukan Karateka Jateng, Chresya Raih 1 Tiket PON Sumut

0

Ambon, Maluku.news – Menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), Chresya Poerdiman menjadi perebut tiket pertama bagi Maluku, setelah mengalahkan karateka asal Jawa Tengah (Jateng) Olga Septiani.

Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmase di Gedung Olahraga (GOR) Rudy Resnawan Banjar Baru Kalimantan Selatan (Kalsel), kepada Tim Media Center, Sabtu (26/08/2023).

“Menurut saya sebagai seorang manajer yang juga merupakan seorang mantan atlit Karate, adik Chresya dalam laga kelas -68kg putri layak meraih kemenangan. Ini karena dia menunjukkan performa yang baik, Konsisten dan mampu mengendalikan diri selama pertandingan berlangsung,”ujar Sang Manajer.

Didalam setiap pertandingan, lanjut Ririmasse, tak jarang juri atau wasit melakukan keputusan-keputusan kontroversial yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi mental para atlit.

Seperti halnya terjadi saat pertandingan Chresya melawan Olga.

Namun demikian, Ririmasse mengaku bangga, karena Karateka Putri asal Maluku dalam hal ini Chresya sama sekali tidak terpengaruh dan tetap menunjukkan performa terbaik.

“Untuk mampu memenangkan suatu pertandingan, kita harus mampu mengontrol atau memenangkan diri kita terlebih dahulu. Baik dari sisi internal maupun eksternal. Tak jarang, para atlit yang tadinya semangat, bisa tiba-tiba drop setelah merasa diperlakukan tidak adil oleh para juri atau wasit. Tapi, Chresya tidak demikian. Semangatnya tetap ada hingga selesai,” ucap Ririmasse.

Terhadap kesuksesan yang diraih dalam laga tersebut, Ririmasse berharap para atlit dapat melihat hal ini sebagai suatu tambahan pengalaman, bahwasanya untuk menjadi profesional, seorang atlit harus lebih dewasa dan tenang.

“Jika seorang atlit mampu mengendalikan diri dan emosinya, dia sudah mampu memenangkan dirinya dan pertandingan yang dia ikuti. Dan terhadap keputusan-keputusan kontroversial dari juri, akan menjadi tanggung jawab manajer dan pelatih untuk melayangkan protes kepada panitia maupun federasi olahraga terkait,” bebernya.

Diketahui, dalam laga dimaksud, salah seorang juri sempat mengambil keputusan yang keliru namun pada akhirnya keputusan tersebut dianulir dan menyatakan Chresya yang keluar sebagai pemenang.

Widya Pratiwi Lounching Pojok Peduli TBC dan Stunting Di Kelurahan Nusaniwe

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, launching Pojok Peduli TBC dan Stunting Mandiri di Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat (25/08/2023).

Launching yang dilakukan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan di Kota Ambon, setelah sebelumnya Negeri Laha- Kecamatan Teluk Ambon dan Batumerah-Kecamatan Sirimau dilaksanakan kegiatan serupa.

Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya mengatakan, launching Pojok Peduli TBC & Stuting Mandiri pada Desa/Negeri dan Kelurahan di kota Ambon, menjadi tanggungjawab bersama untuk mempersiapkan generasi muda kota Ambon dan Provinsi Maluku menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

“Upaya menciptakan generasi muda bangsa yang berkualitas, mesti dilakukan secara bersama dengan kerja kolaborasi, bersinergi, agar seluruh persoalan yang terkait dengan peningkatan kualitas generasi muda bangsa dapat diatasi,” katanya.

Diakuinya, jumlah penderita TBC dan Stunting di Kota Ambon cukup tinggi, dimana menurut data tahun 2022, jumlah penderita TBC mencapai 1331 jiwa, dengan 37 Kematian. Bahkan hingga bulan Juli 2023 telah tercatat 18 kematian akibat TBC.

“Untuk Stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, berupaya turunkan angka prevalensi. Data menunjukan survei status Stunting tahun 2021 sebesar 21,08 persen dan tahun 2022 turun 21, 1 persen, masih jauh diatas target yaitu dibawah 14 persen pada tahun 2024,” bebernya.

Wattimena menyampaikan apresiasi yang tinggi atas launching Pojok Peduli TBC dan Stunting Mandiri di Kelurahan Nusaniwe. Hal ini menurutnya merupakan bentuk kepedulian dari Pemprov Maluku terkhusus TP-PKK dalam memajukan kota Ambon.

“Kita berdoa kegiatan di hari ini berdampak bagi kualitas derajat kesehatan di kota Ambon dalam penanganan Stunting, menciptakan generasi muda Ambon yang berkualitas, yang akan mendukung generasi muda Maluku dalam menyongsong tahun 2045,” harapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Maluku, Piterson Rangkoratat saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku, Murad Ismail, menyatakan launching Pojok Peduli TBC dan Stunting Madniri, merupakan upaya yang sistematis dan komprehensif, sekaligus mendukung program pemerintah dalam eliminasi TBC tahun 2030.

daerah ini, lebih dari itu diharapkan masyarakat dapat turut bergerak bersama pemerintah dan stakeholder lainnya dalam penanggulangan TBC.

“Saya juga berhrap masyarakat ikut berperan aktif untuk memuytuskan mata rantai penularan TBC, serta perbaikan gizi, guna menurunkan angka prevalensi pasien TBC dan Stunting di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon,” pungkasnya.

Wattimena Akan Batal Kerjasama Dengan Dirut CEC

0

Ambon, Maluku.news – Buntut penahanan Direktur Utama (Dirut) California Education Center (CEC), Ellyana, selaku pihak yang digandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon dalam pelatihan kandidiat program Bekerja di Luar negeri, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengancam akan membatalkan kerjasama dengan CEC.

“Sekiranya ada hal-hal tidak sesuai, tentu kerjasama dengan CEC akan kita batalkan,” kata Wattimena usai menghadiri kegiatan Pemerintah Provinsi Maluku di Kelurahan Nusaniwe, Jumat (25/8/2023).

Menurutnya, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa Dirut CEC tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sebab terjadi di tempat lain.

Selain itu, dari kota Ambon belum ada kandidat yang menyetor biaya sebesar Rp 85 Juta yang disyaratkan, termasuk untuk pelatihan oleh CEC. Otomatis dari kota Ambon, tidak ada yang menjadi korban.

“Sampai hari ini tidak ada korban dari kota Ambon,” singkatnya.

Berkaca dari kasus ini, Wattimena meminta Disnaker untuk lebih berhati-hati dan melihat track record, dalam melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.

“Harus lebih hati-hati dalam kerjasama dengan pihak manapun, betul-betul harus lihat track record mereka,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Disnaker Kota Ambon, Stiven Patty, mengatakan pihaknya akan lebih jeli untuk melakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar tidak terjadi kejadian serupa.

“Kasus yang dialami oleh CEC, menjadi pengalaman bagi kami agar nantinya dievaluasi kembali kerjasama yang sudah terjalin ini. Dapat dipastikan kami juga akan merevisi SK kerjasama yang telah dibuat,” ungkap Patty, di Kantor Disnaker Kota Ambon, kawasan Passo.

Ditegaskannya, kerja sama awal yang terjalin antar pihaknya bersama dengan CEC hanya sebatas seleksi dan pelatihan, yang termasuk dalam biaya sebesar Rp. 85 Juta yang sempat menjadi polemik.

Olehnya itu, meski sudah ada kerjasama dengan pihak perbankan terkait bantuan pinjaman untuk lunasan biaya tersebut, namun belum ada kandidat yang melakukan pembayaran.

“Tidak ada yang membayar ke CEC. Kehadiran CEC di Ambon hanya untuk seleksi kandidat dan pelatihan sesuai kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Sambut HUT Ke-448, Pemkot Ambon Gelar Rangkaian Perlombaan

0

Ambon, Maluku.news – Menyambut HUT Kota Ambon Ke-448 Pemerintah Kota Tahun 2023, menggelar rangkaian kegiatan yang bertemakan “Ambon Par Samua”. Berbagai kegiatan yang di selenggarakan termasuk Stand Up Comedy diikuti oleh perwakilan staf pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (25/08/2023).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena, yang didampingi Pj. Ketua TP-PKK, Lisa Wattimena, Ketua DWP, Hane Ririmasse, dan para pimpinan OPD lingkup Pemkot.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, TP- PKK kota, yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini telah terlaksana,” ujarnya.

Wattimena mengungkapkan, tema HUT kali ini “Ambon Par Samua” ini menjadi ciri khas untuk menghadirkan hiburan bagi kita semua. Tema ini menggambarkan inklusifitas, keberagaman dan kebersamaan, mencerminkan tekad kita untuk menjadikan kota ini aman bagi kita semua tanpa memperhatikan perbedaan.

“Dalam rangka merayakan HUT Kota, kami dengan senang hati menghadirkan hiburan yang akan membuat hari ini semakin berkesan. Dan akan hadir para komika berbakat untuk menghibur kita semu,” ungkapnya.

Dirinya meminta kepada seluruh ASN-Non ASN Lingkup Pemkot termasuk para komika agar tetap menjaga keberagaman antar masyarakat dengan tidak menjatuhkan satu dengan yang lain dan terus menjaga kerukunan guna menghadirkan Ambon yang baik ke depan.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memupuk semangat toleransi menghargai keberagaman dengan semangat menjadikan Ambon bersama yang bukan hanya sebagai tema perayaan melainkan terus menginspirasi masyarakat kita demi masa depan yang baik,” pungkas Wattimena.

Untuk diketahui, yang memenangkan Stand Up Comedy tersebut adalah peserta yang berasal dari Dinas Perikanan, diikuti Dinas Perhubungan pada posisi kedua, dan juara ketiga diraih oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Selain itu ada juga juara favorit yang dimenangkan oleh peserta asal DP3AMD.

Widya Sosialisasikan Stunting Bagi Asn Pppk Provinsi Dan Kab/Kota Se-maluku

0

Ambon, Maluku.news – Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap Kesehatan dan tumbuh kembang anak, maka dilaksanakan Sosialisasi Stunting bagi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi dan Kabupaten Kota se-Maluku Tahun 2023 oleh Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, yang berpusat di Gedung Islamic Center Ambon, pada Jumat (25/8/2023).

Dalam paparannya, Widya mengatakan, pengetahuan seorang ibu rata-rata di Maluku khususnya di Desa dan Dusun, tentang kesehatan diri, kesehatan lingkungan, serta konsumsi makanan sehat dan seimbang itu kadang-kadang mereka belum paham, sementara banyak sekali faktor yang menyebabkan adanya stunting.

“Tadi saya ke Kelurahan Nusaniwe, ada anak usia 2 tahun tapi beratnya 7kg, seharusnya beratnya 10 atau 11 kg, hal ini perlu diperhatikan, karena kalau anak-anak di Maluku banyak yang stunting, bagaimana kita bisa mempersiapkan generasi emas, generasi kedepan yang berkualitas, mampu bersaing dengan kecerdasannya, bersaing di tingkat nasional maupun internasional.” Ungkapnya.

Dirinya sebagai Duta Parenting, mengatakan bahwa stunting ini jadi tanggung jawab bersama, dan kepada basudara ASN PPPK hendaknya, menjadi agen-agen untuk lingkungan sekitar, setidaknya sudah tau stunting itu apa, dan ada kepedulian di lingkungan sekitar, jika ada yang stunting maka harus segera disampaikan atau dibawa ke puskesmas, karena jika didiamkan, maka banyak sekali anak-anak yang tidak bisa bersaing kedepan.

“Yang membuat saya senang turun langsung melihat lokus stuntin adalah dengan membawa program-program dari Pemerintah karena PKK adalah mitra kerja Pemda, sehingga berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan stunting, seperti yang diketahui, stunting bisa dicegah dari usia remaja, 1000 hari pertama kehidupan dari hamil, melahirkan, menyusui, hingga anak berusia 2 tahun, dengan rajin ke posyandu, memberikan asi, dan ibunya harus mengonsumsi makanan sehat.” Terang Widya.

Widya merasa ini adalah saatnya, bersama-sama kita membantu Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan generasi emas kedepan bagi anak-anak Maluku.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, maka prevalensi stunting yang awalnya 34,1% dan 2022 stunting sudah turun menjadi 26,1%, ini diketahui bahwa hasil tidak menghianati proses, jadi kita berproses, bekerja keras, kolaborasi dan intervensi langsung dengan Kabupaten Kota untuk perangi Stunting.” Jelasnya.

Widya berharap sosialisasi ini bisa memberikan wawasan untuk semua ASN PPPK dan menjadi komitmen daripada kita semua, untuk sama-sama perangi Stunting di Maluku.

Ia juga menyampaikan, kepada 1292 orang peserta sosialisasi, bahwa dengan perjuangan mereka bisa terpilih menjadi ASN PPPK, jadi mereka harus berkomitmen membantu Pemerintah dengan bekerja yang baik, serta menunjukan etos kerja dan kinerja yang baik. (Diskominfo Maluku)

Gubernur Harap ASN Dapat Berkontribusi Dalam Mempersiapkan Generasi Emas

0

Ambon, Maluku.news – Sebagai bentuk upaya Percepatan Penurunan Stunting, maka Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Sosialisasi Stunting bagi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Provinsi dan Kabupaten Kota se-Maluku Tahun 2023, yang bertempat di Islamic Center Ambon, Jumat (25/8/2023).

Rangkoratat saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan bahwa, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, menyambut baik kegiatan Sosialisasi Stunting dalam rangka menurunkan pasien stunting di daerah ini.

“Saya juga tak lupa menyampaikan apresiasi, atas kerja keras Duta Parenting Provinsi Maluku, Mama Parenting Kabupaten/Kota, dan semua pihak yang terus berupaya melalui program-program nyata, strategis dan komprehensif guna menurunkan angka stunting di wilayah Maluku.” Ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Ia juga mengatakan bahwa Pembangunan bidang Kesehatan di Provinsi Maluku pada Dasarnya masih mengalami kendala dan permasalahan klasik, seperti kondisi geografis Maluku, terbatasnya sarana dan prasarana Kesehatan Masyarakat, terbatasnya sumber daya tenaga Kesehatan Masyarakat, rendahnya aksesibilitas Masyarakat terhadap fasilitas Kesehatan, serta rendahnya pemahaman dan kesadaran Masyarakat terhadap arti pentingnya Kesehatan dalam kehidupan, dimana hal ini menjadi tantangan bagi kita semua.

“Peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat merupakan tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun Masyarakat, dengan demikian kita harus membangun sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan peningkatan derajat Kesehatan di Provinsi Maluku.” Tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, Upaya percepatan penurunan stunting ini, adalah melalui pendekatan multi sektor dengan melibatkan konvergensi para pihak di semua tingkatan.

“Sebagai ASN saya berharap saudara-saudara dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi emas masa depan, saya juga meminta kepada para ASN untuk mendukung berbagai kebijakan program, yang terkait dengan kegiatan stunting, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi, dalam mengkampanyekan program akselerasi penurunan prevalensi stunting di Maluku.”

Khusus kepada ASN dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Provinsi Maluku, Gubernur menegaskan beberapa hal :
1. Untuk PPPK yang menerima SK, tidak boleh mengajukan mutase atau pindah, sebab jika tetap mengajukan mutase, maka pegawai tersebut dianggap putus kontrak dan harus mengikuti tes ulang.
2. Masa hubungan perjanjian kerja PPPK, paling singkat 1 Tahun dan paling lama 5 Tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan penilaian pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi dan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan PPPK
3. Instansi pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin, terhadap PPPK, serta menjatuhkan hukuman disiplin bagi PPPK yang melakukan pelanggaran disiplin PPPK.
4. Penyerahan surat pernyataan melaksanakan tugas yang telah diserahkan kepada saudara-saudara sebagai PPPKm menunjukan secara nyata melaksanakan tugas dan wajib menaati dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk diketahui pada kesempatan itu turut diserahkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) PPPK kepada 1292 orang, yang diterima secara simbolis oleh Thomas H. Batmomolin dan Merly Supusepa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi stunting, dengan narasumber Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh. (Diskominfo Maluku)

Widya Launching Pojok Peduli TBC Stunting Mandiri di Kelurahan Nusaniwe

0

Ambon, Maluku.news – Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad melaunching Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe yang ditandai dengan pemukulan tifa, pada Jumat (25/8/2023), berpusat di Kawasan Amahusu Ambon.

Pada kesempatan itu dalam Laporannya, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, disadari sungguh tingkat penderita TBC dan Stunting di Ambon masih cukup tinggi, dimana data menunjukan bahwa sampai tahun 2022 tingkat kasus TBC masih cukup tinggi yaitu sebanyak 1331 penderita, dan jumlah kematian akibat TBC pada tahun 2022 sebanyak 37 kematian, bahkan sampai Juni 2023 sudah mencapai angka 18 kematian di kota ambon.

“Sementara untuk Stunting, Pemerintah Kota Ambon, terus berupaya untuk menurunkan angka prevalensi, yang berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia menunjukan tahun 2021 stunting berada pada angka 28,1%, dan di Tahun 2022 21,1%.” Jelasnya.

Oleh karena itu Penjabat Walikota Ambon ini, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi, secara khusus kepada Gubernur dan Ketua TP-PKK, yang dalam selang waktu tidak terlalu lama telah melaunching untuk ke-3 kalinya Pojok Peduli TBC Stunting, yakni di Laha, Batu Merah, dan saat ini di Nusaniwe.

“Kita berharap semoga Allah SWT meridhoi kegiatan yang dilakukan ini, agar berdampak bagi peningkatan kualitas derajat Kesehatan di Kota Ambon, khususnya dalam penanganan TBC dan Stunting, supaya secara bersama kita ciptakan generasi muda Ambon yang berkualitas, yang bebas dari TBC dan Stunting, dan akan mendukung generasi muda prioritas Provinsi Maluku dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.” Tutupnya.

Sementara itu dalam sambutannya Duta Parenting Provinsi Maluku menyampaikan, Stunting di Kota Ambon sudah turun menjadi 21,1%, ini merupakan upaya yang sangat luar biasa, sementara prevalensi stunting di Maluku 26,1%, masih 6,1% untuk memenuhi target 20% di Tahun 2024.

“Sesuai himbauan Presiden untuk menyiapkan generasi emas 2045, perlu penekanan angka stunting di seluruh Indonesia, jadi target prevalensi untuk tingkat nasional harus 14% pada tahun 2024.” Ujarnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama, kolaborasi, sinergi, dan kerjasama semua pihak agar di 11 Kabupaten Kota prevalensi stunting bisa menurun, sama halnya dengan TBC, yang merupakan salah satu penyakit mematikan, sehingga perlu mengedukasi tentang kedua hal ini kepada kader posyandu dan TP-PKK, untuk memenuhi target yang diharapkan.

“Masalah ini tidak bisa dikerjakan oleh Kepala Balai Paru sendiri, Walikota sendiri, Duta Parenting sendiri, hal ini butuh kerjasama dan gotong royong untuk Potong Pele Stunting dan TBC di Kota Ambon, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?!” Tegas Widya

Ia juga mengatakan bahwa, hal yang dilakukan Ini adalah salah satu upaya karena rasa cinta kasih Gubernur dan Penjabat Walikota, agar generasi kedepan terbebas dari TBC dan terbebas dari Stunting.

Hadir pada kesempatan itu Asisten III Sekda Maluku, Ketua Dharmawanita Persatuan Provinsi Maluku, Penjabat Ketua TP-PKK Kota Ambon, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat, masyarakat Kelurahan Nusaniwe, kader TP-PKK dan Posyandu serta unsur lainnya. (Diskominfo Maluku)

Maluku Turunkan 13 Karateka di PON XXI

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse memimpin 13 atlit karateka Maluku dalam mengikuti Babak Kualifikasi cabang olahraga Karate Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XXI yang digelar di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), 25-27 Agustus 2023.

Saat dihubungi Tim Media Center, Ririmasse menjelaskan dirinya diutus oleh KONI Provinsi Maluku dan Federasi Karate-do Indonesia (FORKI) Maluku, sebagai Manajer Tim dalam ajang yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB FORKI Marsekal Jenderal TNI (Purn) Hadi Tjahyanto di GOR Rudy Resnawan, Jumat (25/08/2023).

Kontingen Maluku, lanjut Ririmasse, menerjunkan 13 Karateka, yakni enam putri dan tujuh putra yang siap bertarung merebut tiket ke PON XXI Tahun 2024 di Aceh- Sumatera Utara

Ke-13 atlet tersebut yakni Jein Watwahan di kategori Kata Perorangan putri, Nur Afni Soulissa (Kumite -50 kg putri), Elchi Toding Rante (Kumite-55 kg putri), Adelia Tuasikal (Kumite -61 kg putri), Chresya Poerdiman (Kumite -68 kg putri), Frisilya Terinate (Kumite +68 kg putri), Jacob Jonathan Beay (Kata Perorangan putra), Paulus Tuhuteru (Kumite-55 kg putra).

Kemudian Marchelino Kuhuparuw (Kumite -60 kg putra), Stevanus Ferdinandus (Kumite -67 kg putra), Lodewijk Umakpauny (Kumite -75 kg putra), Pieter Parinussa (Kumite -84 kg putra) dan Rian A.Risamena di kategori Kumite +84 kg putra.

“Tim karate Maluku untuk pra PON siap tempur merebut tiket PON di tahun depan dengan mengirimkan Karateka terbaik yang akan turun di sejumlah nomor unggulan,” ujar ketua Umum KONI Kota Ambon itu.

Ririmasse berharap timnya dapat meraih hasil maksimal sebab persiapan yang dilakukan sangat matang, yakni Training Center selama 3 (tiga) bulan di Ambon.

“Kepada masyarakat Maluku dan Kota Ambon, mari sama- sama kita berdoa dan dukung adik-adik, anak-anak kita ini agar mereka bisa tampilkan yang terbaik di hari pertama dan hari-hari selanjutnya hingga masuk babak final dan meraih tiket PON,” pungkasnya.

Widya Ismail Apresiasi Gelar Expo Hasil Kerajinan Siswa-Siswi SMK

0

Ambon, Maluku.news – Dalam semarak Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan Provinsi Maluku ke-78 Tahun 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menyelenggarakan Kegiatan Expo Hasil Kerajinan Siswa/Siswi SMK se-Provinsi Maluku, yang bertempat di Lapangan Merdeka Ambon, pada Kamis (24/8/2023).

Widya dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi, atas nama pribadi dan selaku Ketua Dekranasda provinsi Maluku, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menyelenggarakan kegiatan expo hasil kerajinan siswa/siswi SMK Se-Provinsi Maluku.

“Berlahan tapi pasti pasca pandemic Covid-19 kondisi perekonomian Provinsi Maluku, telah kembali bangkit yang didukung oleh dunia industri dan dunia usaha yang tumbuh semakin kuat, termasuk pelaku ekonomi kreatif dan pendidikan vokasi kita yang semakin berkualitas.” Jelasnya.

Hal ini, ungkap Widya sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, yang bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif dan berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

“Atas dasar itulah maka Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen penuh, untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat mempercepat peningkatan dan pengembangan produk, serta promosi produk, dari satuaan Pendidikan Vokasi kita yakni SMK, dimana salah satunya adalah expo produk SMK tahun 2023 yang saat ini kita laksanakan.” Tambahnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Maluku ini, mengatakan bahwa Event yang diselenggarakan, merupakan pameran produk Expo hasil Kerjasama siswa/siswi SMK dalam berbagai bidang keahlian termasuk dalam mendukung ekonomi kreatif.

“Untuk itu melalui event expo produk SMK ini kami berharap, produk-produk kreatifitas siswa/siswi SMK makin dikenal oleh masyarakat luas, dan memberikan keyakinan kepada dunia industri dan dunia kerja akan talenta dan kualitas siswa SMK, sekaligus menyediakan dan menyiapkan lapangan kerja ketika siswa/siswi SMK lulus nantinya.” Harapnya.

Dirinya optimis event ini akan dapat meningkatkan kreativitas dan daya saing, membangun jiwa-jiwa kewirausahaan, serta rasa percaya diri pada siswa/siswi SMK.

“Dan tak lupa kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan event ini, khususnya panitia, guru, Pembina, siswa/siswi dan kepala satuan Pembina SMK di seluruh Maluku serta dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.” Ungkapnya.

Ia berharap mudah-mudahan kerja keras ini berbuah hasil, yang tentunya sukses dan berjalan lancar.

“Perlu bapak ibu ketahui dan khusus kepada guru dan kepala SMK di Maluku, kami Dekranasda ada beberapa stan dan galeri yang saya rasa produk-produk dari hasil kreativitas siswa/siswi SMK ini bisa dititipkan di galeri Dekranasda yang ada di Belakang Soya dan di Bandara Pattimura.” Terangnya.

Jadi, Widya mengatakan tidak hanya pada saat event-event saja baru berproduksi, tapi kalau siswa siswi ini bisa konsisten sehingga menjadi income, yang tentu menjadi kebanggaan.

“Sehingga apabila lulus belum mendapatkan pekerjaan, setidaknya sudah memiliki income yang dititipkan di galeri Dekranasda, dan kami PKK juga siap membantu menyalurkan dan mempromosikan produk UMKM khususnya siswa/siswi SMK ini dapat terus berjalan kontinyu dan konsisten untuk berporduksi.” Tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan stand oleh Gubernur Maluku didampingi Ketua Dekranasda, beserta rombongan. (Diskominfo Maluku)