Beranda blog Halaman 136

Masalah SMA Siwalima, DPRD Maluku Panggil Kadis Pendidikan

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku mengagendakan pemanggilan terhadap Plt Kepala Dinas Pendidikan, Insun Sangadji.Pemanggilan tersebut dalam rangka membahas berbagai persoalan yang terjadi di SMA unggulan itu.

“Kita telah agendakan untuk pertemuan bersama Dinas Pendidikan, menindaklanjuti hasil tinjau kami di Siwalima kemarin,”ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rofik Afifudin di Ambon, kamis (05/10/2023).

Dikatakan, pertemuan bersama Dinas Pendidikan dijadwalkan, senin 9 Oktober. Namun jadwal tersebut masih tentatif, karena harus disesuaikan dengan penyelesaian KUA PPAS APBD-Perubahan 2023.

“Kalau Pemda serahkan KUA PPAS maka hari ini kita paripurna, malamnya rapat sampai sabtu, kemudian ditetapkan KUA PPAS,”ucapnya.

“Nah senin ada jedah menyusun APBD Perubahan, nah disitu kita agendakan memanggil Kadis Pendidikan dan pihak sekolah di SMA Siwalima Tapi sampai saat ini belum masuk KUA PPAS, tapi kalau dia masuk besok apakah nanti digeser ke selasa itu nanti disampaikan,”sambungnya.

Dirinya memastikan akan tetap melakukannya pertemuan bersama Dinas Pendidikan, dalam rangka penyelesaian berbagai persoalan di SMA Siwalima.

Attapary, Lambatnya Pengembangan Wirausaha Baru Di Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Pengembangan wirausaha baru di daerah kabupaten/kota-Provinsi Maluku, saat melangsungkan rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan UMKM Maluku, di ruang kerja Komisi IV, Kamis, (5/10/2023).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Attapary lantaran adanya rekomendasi kabupaten dan kota yang diduga menjadi dalang atas keterlambatan pengembangan wirausaha baru di Maluku.

“Surat keterangan Dinas Koperasi Kabupaten dan Kota inilah yang menjadi hambatan sebab orang akan berpikir dua kali untuk mengurus rekomendasi tersebut, apalagi mereka yang tinggal di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten/Kota,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, dalam APBD tahun 2023 telah dianggarkan bantuan bagi wirausaha baru.

Bantuan tersebut sebesar dua juta rupiah yang merupakan perjuangan DPRD Provinsi Maluku namun sayangnya pernyataan rekomendasi Kabupaten dan Kota telah menghambat proses pencairan bantuan tersebut.

“Kita ini sedang berupaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, jadi semua bentuk persyaratan yang menghambat pertumbuhan ekonomi harus dihilangkan. Lagipula ini yang kita perjuangkan, jadi kita yang harus mengaturnya agar masyarakat dapat sejahtera,” tegasnya.

Attapary juga mengimbau agar Dinas Koperasi Kabupaten/Kota hanya bertugas melakukan pendampingan agar bantuan modal usaha yang diberikan tetap bertumbuh.

Selain itu dijelaskan pula, untuk menyiasati persoalan ini harusnya persyaratan adanya rekomendasi kabupaten/kota dihapus dan diganti cukup dengan keterangan desa/kelurahan setempat.

“Dinas Koperasi dan UMKM Maluku mestinya mengambil alih syarat tersebut cukup menyurati Dinas Koperasi Kabupaten/Kota perihal pemberitahuan adanya pemberian bantuan dana usaha bagi wirausaha baru,”jelasnya.

Diakui, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat yang saat ini menggantungkan hidup dengan bekerja seadanya sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terjadi.

Komisi IV DPRD Minta Pemda Percepat Realisasi Dana Hibah

0

AMBON, Maluku.news – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku bersama mitra terkait menggelar rapat kerja untuk membicarakan bantuan usaha pemula dan UMKM serta bantuan hibah pokok pikiran Anggota DPRD Provinsi Maluku tahun 2023. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV, Kamis (05/10/2023).

Turut hadir dalam rapat kerja itu, Sekretaris Komisi IV, Justina Renyaan, berserta Anggota Komisi Djavet Jemmy Pattiselano, Rostina, dan Hengky Ricardo A. Pelata.

Sementara, mitra yang hadir, Dinas Koperasi dan UMKM Maluku, dan pihak Biro Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Maluku.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifuddin dalam pemaparannya ia menyampaikan sejumlah kronologis masalah keterlambatan pencarian dana hibah.

“Beberapa waktu lalu ada WhatsApp ke kita bahwa, yang menyerahkan hibah pemprov bukan pemerintah, ada juga yang bagi sesuai foto dikirim itu caleg-caleg,”terang Sekretaris Wilayah PPP Maluku itu.

Contohnya disebutkan, “penyerahan sapi tapi ini uang pemda. Lagi-lagi kita coba untuk memahami disamping kita melihat kapan kita bisa melakukan sesuai prosedur yang lebih baik,”sesalnya.

Dirinya pun sudah menanyakan Plt Kadis Kehutanan yang saat ini menjadi Sekda Maluku, kapan dana hibah salah satunya berupa bantuan beasiswa sampai ke tangan penerima. Mereka sudah mau sarjana tapi bantuan itu belum juga dikucurkan.

“Sebagian besar mereka yang namanya masuk dalam list beasiswa itu sudah melakukan utang. Memang bukan hanya di Biro Kesra tapi di beberapa dinas juga terjadi, misalnya kemarin Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku diprotes oleh Komisi III DPRD Maluku lantaran bantuan dari pemda tapi penyerahannya bukan oleh pemda,” ketus politisi itu.

Di akhir kesimpulannya, Afifuddin menyatakan, bagi yang belum menerima manfaat bantuan hibah segera datang ke Biro Kesra untuk menyelesaikan administrasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Sementara bagi yang sudah penandatangan NPHD akan dicairkan minggu-minggu ini. Lalu soal laporan tolong diinformasikan kepada penerima untuk menyiapkan laporannya. Saya berharap hal teknis bisa segera diselesaikan agar penerima manfaat bisa segera menggunakan hak mereka,” pungkas legislator itu.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Bagian (Kabag) Agama Biro Kesra, Ismail Tomagola mengaku bagi yang belum melakukan penandatanganan NPHD, agar segera datang ke Biro Kesra Maluku untuk diselesaikan.

Dua Ruangan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Terbakar

0

Langgur, maluku.news – Salah satu Gudang Farmasi dan Ruangan Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggaea terbakar pada Rabu (4/10/2023) siang pukul 15.20 WIT.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui secara jelas penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Berdasarkan pantauan media ini, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut namun seluruh pasien panik dan menyelamatkan diri.

Puluhan pasien kemudian dievakuasi ke kantor dinas perpustakaan dan kearsipan daerah Maluku Tenggara dan ke Rumah Sakit Hati Kudus Langgur.

Sementara Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) baru dapat memadamkan api tersebut satu jam kemudian.

Komisi IV DPRD Maluku Minta Dikbud Benahi Sistem Manajemen Pendidikan SMA Siwalima

0

Ambon, Maluku.news – Komisi IV DPRD Maluku minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku membenahi sistem Manajemen Pendidikan SMA Siwalima.

Hai ini disampaikan, Ketua komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary kepada wartawan saat on the spot di SMA Siwalima Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, sistem manajemen Pendidikan merupakan tanggung jawab utama itu ada di Pemerintah Daerah (Pemda).

Dalam hal ini leading sektornya itu Dinas Pendidikan baik’ itu untuk seluruh SMA, SMK termasuk SMA Siwalima Ambon.

“Untuk sistim manajemen pendidikan di SMA Siwalima ini kesalahan di Dinas Pendidikan, karena kami sudah bicarakan hal ini selama 2 tahun lalu,” ujarnya.

Kata Attapary, terkait bagaimana pembenahan manajemen yang ada di SMA Siwalima ,baik itu sistem proses belajar mengajar maupun pengelolaan asrama
tidak dilaksanakan dengan baik oleh dinas.

Atapary menilai asrama putra maupun Putri standar kebersihan ini kita sudah bicara berulang-ulang, tetapi masih terus terulang lagi. ini berarti mungkin Ibu Kadis tidak pernah masuk sampai melihat masalah ini.

Mestinya sebagai Kadis harus secara rutin tinjau Sekolah ini,karena dibiayai oleh APBD dan menjadi barometer penilaian publik. mestinya kadis datang mengkroscek di sini sebagai penanggung jawab . ternyata standar ini belum layak.”ujarnya.

Sebenarnya bangun sistem manajemen konsepnya sederhana begitu juga dengan budaya kekerasan, ini sudah cukup lama kalau tadi kita interview dari beberapa siswa yang mereka melakukan kekerasan terhadap teman yang lain dan ini bukan salah mereka.

Dia mengaku ada sistem yang salah. Siapa yang bertanggung jawab terhadap sistem ini adalah Dinas Pendidikan. Ibu kadis harus turun berdialog, mendeteksi dan sebagai penanggung jawab harus membangun satu sistem dan harus diikuti oleh sekolah.

Selama ini menurut kita manajemen ini tidak jalan, kenapa dia berulang terus padahal ibu Kadis sudah menyatakan bahwa ini tidak lagi terjadi ,tetapi masih saja terjadi. Seharusnya yang perlu disalahkan dinas pendidikan karena tidak membangun satu sistem yang baik.

Padahal mengatur hal ini tanpa butuh anggaran hal ini hanya membangun karakter orang tanggung jawab orang tua, guru pihak siswa dan ini adalah masuk bagian dari sistem pembelajaran yang ada di sini.

“Bagaimana sains kebijakan dilakukan dengan sistem secara terpadu sehingga hal-hal yang sering terjadi bisa di antisipasi secara dini.”pungkasnya.

Wattimena Apresiasi Atas di Gelar Rakon

0

Ambon, Maluku.news – Pj Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena memberi apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Rapat Konsultasi (Rakon) yang digelar oleh TP – PKK Provinsi Maluku, di Christian Center, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (4/10/2023).

“Kegiatan hari ini dapat memberi semangat baru dalam menyatukan visi dan misi bersama antar ketua-ketua TP-PKK yang berada di Provinsi ini,” ungkapnya.

Lanjut Wattimena, tujuan utama dari kegiatan ini sesungguhnya merencanakan langkah atau strategi yang dipakai untuk membentuk keluarga bahagia, sejahtera, maju dan mandiri.

“Rapat konsultasi ini bertujuan untuk menyatukan strategi dan akselerasi program PKK sebagai bagian dari Implementasi 10 program pokoknya sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 10 program pokok TP-PKK antara lain; Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan,Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, Perencanaan sehat.

Kegiatan yang berlangsung 3-4 Oktober ini, dibuka oleh Asisten III Setvda Maluku, Pieterson Ragkoratat bersama Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad.

DPRD Maluku Awasi Anggaran Perbaikan Jembatan Wai Kawanua

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Provinsi Maluku mengawasi anggaran perbaikan atau preservasi Jembatan Wai Kawanua yang menghubungkan antara Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu sampai hari belum ada penangan secara serius.

Hal ini disampaikan, Anggota Komisi III Faujan Alkatiri bahwa, di Gedung DPRD Maluku, Selasa (03/10/2023).

Menurutnya, jembatan Wae Kawanua sebelumnya sudah ada komunikasi antara komisi III dengan balai BPJN Daerah Maluku agar kemudian tahap pertama ada anggaran untuk penanganan darurat. Kemudian anggaran untuk melakukan perbaikan secara masif, itu yang harus dilakukan.

“Jadi kami minta perhatian besar dari kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, S. Bambang Widyarta, rasanya itu sudah akan tercover dalam APBN P, dan akan dimasukan,” ujar Alkatiri.

Dikatakan, biasanya itu sudah dibahas. Kita tahu bahwa ada anggaran preservasi jalan nasional di ruas jalan Seram yang cukup besar yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan jalan dan jembatan di Seram.

“Sehingga, Pemerintah Pusat (Penpus) melalui kepala BPJN sangat responsif terhadap kejadian ambruknya jembatan Wai Kawanua. Bahkan hari H kejadian sorenya langsung kepala balai tiba di lokasi,”ucapnya.

Yang diketahui pihaknya bahwa, dari kepala balai langsung adakan rapat koordinasi antara kementerian dan aparat-aparat dibawahnya untuk penanganan jembatan Kawanua.

“Memang dari awal kejadian robohnya Jembatan Wai Kawanua menjadi perhatian komisi. Secara personal kami memberi perhatian khusus karena jembatan itu sangat vital bagi masyarakat yang sangat terdampak,” jelas Alkatiri.

Lanjutnya, untuk menghubungkan antara Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur (SBT) jika jembatan ini putus akan mempengaruhi mobilitas arus barang.

“karena arus pengiriman barang terganggu akan mengakibatkan sedikit gangguan ekonomi. Maka ketika kejadian robohnya jembatan kemudian dikomunikasikan dengan Kementerian lewat BPJN hari itu juga sudah ada penanganan darurat atas jembatan yang putus,” jelas Alkatiri .

Untuk itu komitmen Komisi III untuk mengawal pembangunan jembatan sejalan dengan perhatian yang diberikan pempus. Saya sering katakan bahwa kejadian seperti ini adalah akumulasi dari kesalahan perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaan.

“Kemudian yang harus kita lakukan sekarang adalah mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap situasi yang hari ini terjadi,”pungkasnya.

Ini Profil Akhmad Yani Renuat, Kandidat Kuat Penjabat Wali Kota Tual

0

Tual, maluku.news – Sekretaris Kota (sekkot) Tual, Akhmad Yani Renuat, S.Sos.,M.Si., MH dipastikan bakal menjadi penjabat (pj) Wali Kota Tual pasca berakhirnya masa jabatan Adam Rahayaan sebagai Wali Kota setempat pada akhir 31 oktober 2023 mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, melalui tangan dinginya Renuat berhasil membawa Kota Tual meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan Pencegahan Korupsi, bahkan Kota Tual secara pencegahan MCP terbaik dan tertinggi di Maluku bahkan di Indonesia secara Nasional urut diurutan 34 (tiga puluh empat).

Akhamd Yani Renuat yang lahir di Desa Dullah, Kecamatan Kei Kecil, 10 Oktober 1967 menamatkan pendidikan dasar sampai SMA di Kota Tual dan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1989.

Pengalaman kerja Akhamd Yani Renuat di Pemerintahan sejak tahun 1989 – 2022 :

  1. Staf Pada Sekretariat Biro kepegawaian 1989 – 2008 dengan jabatan terakhir Kepala Sub Bagian Diklat Penjenjangan.
  2. Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Pemerintah Kota Tual Tahun 2009-2010.
  3. Kepala Badan Kepegawaia Daerah Kota Tual 2010-2016.
  4. Kepala Badan Kpegawaian Dan Pengembangan SDM Kota Tual 2017-2019.
  5. Sekretaris Daerah Kota Tual 2020 hingga saat ini.

Pengalaman Organisasi Akhamd Yani Renuat sejak 2020 hingga saat ini :

  1. Ketua Dewan Pembina Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA) Kota Tual Maluku Tenggara.
  2. Sekretaris Penggurus NU Kota Tahun 2019- 2021.
  3. Wakil Ketua MUI 2022 – 2027.
  4. Ketua LPTQ Kota Tual 2020-2025.
  5. Ketua Harian KONI Kota Tual 2021-2025.
  6. Ketua FORKI Kota Tual 2016-2020.
  7. Koordinator Pelaksana Penjemputan Kunjungan Presiden 2022.
  8. Ketua Panitia PESPARANI IV Provinsi Maluku Pesparani 2022.
  9. Ketua Kontingen Kota Tual untuk PERPARANI IV Provinsi Maluku Tahun 2022.
  10. Ketua Kontingen MTQ Kota Tual Tingkat Provinsi Maluku 2021.
  11. Ketua Tim Rekonsiliasi Konflik Sosial Di Kota Tual 2023.
  12. Ketua Tim Pencegahan Inflasi Pemerintah Kota Tual.
  13. Dipercayakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dalam Tim 13 Fasilitator Pemekaran Kota Tual Tahun 2007.
  14. Pengurus DPD KNPI Provinsi Maluku Tahun 1996 – 1999.
  15. Sekretaris Ikatan Putera Nahdatul Ulama Kota Ambon Tahun 1997.

Akhamd Yani Renuat dinilai sangat lihai dalam membangun komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial maupun dengan semua tokoh agama bahkan dengan legislatif yang ada di Kota Tual, bahkan sejumlah organisasi tersebut juga memberikan dukungan penuh kepada Renuat sebagai penjabat Wali Kota Tual.

Dari rekam jejak dalam pemerintahan maupun organisasi membuat Akhmad Yani Renuat dipastikan menjadi kandidat terkuat yang bakal ditunjuk Menteri Dalam Negeri menjadi Penjabat Wali Kota Tual pada 31 Oktober 2023 mendatang.

Wattimena, Pemerintah Berupaya Ciptakan SDM Yang Berkualitas

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Ketua TP- PKK yang juga Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan dan Manajemen Lembaga PAUD di Kota Ambon.

Dalam sambutan pada kegiatan yang berlangsung Senin (2/10/2023) di Aula PGSD Unpatti, Wattimena ungkapkan, Pemerintah sementara berupaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas salah satunya melalui penanganan Stunting yang menjadi isu prioritas.

“Pembangunan SDM menjadi kunci untuk kemajuan Indonesia ke depan dan titik dimulainya pada kesehatan ibu dan bayi serta anak usia sekolah,” kata dia.

Dijelaskan, Pendidikan PAUD harus dilaksanakan secara Holistik dan Integratif, yakni mengintegrasikan segala aspek dan nilai dalam pendidikan seperti nilai Moral, Etis, Religius, Psikologis, Filosofis dan Sosial. Semuanya itu dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa, badan, serta aspek material dan spiritual.

“Holistik integratif tidak hanya mempelajari satu aspek bidang pendidikan saja tetapi juga mempelajari yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pola pengasuhan dan perlindungan anak,” ujarnya.

Wattimena berharap dengan peningkatan kapasitas yang dilakukan hari ini dapat memberikan bekal dan manfaat dalam tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik yang berkualitas, untuk itu ada 4 (empat) hal yang disampaikan kepada para pendidik.

“Pertama, harus memiliki sikap yang ramah dan penyanyang dan mampu memotivasi anak dengan tulus. Kedua, harus memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki baik itu aspek Emosi, Sosial, Kreativitas dan aspek Spiritual,” bebernya.

Selanjutnya yang ketiga; para pengajar harus mampu membina dan membentuk karakter anak dengan memperhatikan 9 (Sembilan) pilar karakter secara insentif dengan metode Knowing (mengetahui), Loving (mencintai) dan Acting the Good (melakukan kebaikan).

Yang keempat; Pengajar harus memeberikan pengalaman pembelajaran yang bersifat konkrit, kontekstual, dan mampu merangsang siswa untuk belajar aktif, menyenangkan dan tanpa tekanan atau beban.

“4 hal ini menjadi kata kunci bapak/ibu pendidik sehingga harapan kita bersama untuk menciptakan pendidikan yang holistik dan integratif dapat terwujud,” pungkasnya.

Pj. Wali Kota Ambon Lantik Sejumlah Saniri Negeri Kilang

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena melantik 9 (sembilan) Anggota Saniri Negeri Kilang Kecamatan Leitimur selatan (Leitisel) masa bakti 2023-2029, berdasarkan Keputusan Walikota Ambon Nomor 1622 Tahun 2023, yang dilaksanakan pada Unit Layanan Administrasi (ULA) Pemerintah Kota (Pemkot), Senin (2/10/2023).

Untuk diketahui selain Negeri Kilang, Wattimena juga melantik Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Saniri Negeri Latuhalat (2), Negeri Nusaniwe (1), Badan Permusyawaratan Desa Negeri Lama (2), dan Badan Permusyawaratan Desa Poka (1).

Dalam sambutannya, Wattimena mengingatkan ke-15 orang ini agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Sebab Saniri Negeri dan Badan Permusyawaratan Desa turut memegang perat penting dalam setiap pengambilan keputusan diatas paling bawah dalam pemerintahan.

“Semua kita yang terpanggil ini dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tingkat paling bawah, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kita memaknai bahwa seluruh jenjang atau tingkatan pemerintah dalam satu fungsi koordinasi yang baik agar kebijakan dari pusat dan daerah dapat terdistribusi dan terlaksana dengan dengan baik sampai ke jenjang Pemerintahan paling bawah,” jelas Wattimena.

Lanjut Wattimena, pada prinsipnya baik Saniri Negeri dan Badan Permusyawaratan Desa yang dilantik hari ini memiliki tugas yang sama, yakni; menjalankan pemerintahan di tingkatannya guna menjadi kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat (Pempus), sampai ke Daerah.

“Saya berharap Bapak/Ibu dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik kedepan,” pungkas Wattimena.