Beranda blog Halaman 128

Gandeng Pemkot, INKOWAPI Gelar Pelatihan B2SA

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, digandeng organisasi Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI), bersama dengan Usaha Rakyat (USAHARA), dengan Badan Pangan Nasional, melaksanakan “Pelatihan & Penganeragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Melalui Posko Pangan di Indonesia Timur”, di Ruang Rapat Vlissingen Balai Kota, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, yang dalam sambutannya disampaikan Pemerintah serta seluruh masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan dimaksud. Dengan begitu Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Kota ini terbekali guna memajukan usaha yang lebih berkualitas.

Lanjutnya, ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung berbagai usaha guna mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah yang ada, meski disamping itu ada berbagai upaya lainnya.

“Pemkot terus melakukan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakay melalui program dana desa dan pembangunan infrastruktur untuk itu di perlukan kolaborasi dan sinergitas antara Pemkot dan pengusaha di dalam mendukung UMKM agar kualitas dan kapasitasnya semakin meningkat,” ungkapnya.

Ririmase berharap, kedepan melalui pembekalan ini UMKM dapat membantu pemerintah dalam rangka menyelesaikan perilaku konsumsi pangan dengan keunggulan lokal.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat membantu Pemkot dalam menyelesaikan perilaku konsumsi pangan sesuai dengan keunggulan lokal juga dapat memotivasi seluruh perilaku konsumsi pangan sesuai dengan keunggulan lokal juga dapat memotivasi seluruh IKM dan UMKM dalam mengembangkan dan merealisasikan posko pangan lokal di seluruh Indonesia terkhusunya di Kota Ambon,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksankan secara langsung dengan menghadirkan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Nasional, Rinna Syawal sebagai narasumber, kepada seluruh pengusaha UMKM di Kota Ambon.

Bahas Pengelolaan SMA Siwalima Dengan Dinas Pendidikan, ini Kata Afifudin

0

Ambon, Maluku.news – Komisi IV DPRD Maluku menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan SMA Siwalima terkait pengelolaan dan persoalan di sekolah tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua komisi IV Rovik Afifuddin kepada wartawan di gedung DPRD Maluku Kamis (26/10/2023)

Menurutnya tadi dalam rapat,kita melibatkan semua stakeholder baik itu Dinas Pendidikan diwakili Kabid SMA Sirhan Pelu ,Plh Kepala sekolah SMA Siwalima bersama alumni Angkatan pertama.Kita telah mengidentifikasi beberapa persoalan yang nantinya akan kita upayakan sama-sama.

Dijelaskan sekolah ini tetap harus eksis untuk kepentingan generasi dan anak didik kita di tahun-tahun berikutnya..Kita sudaSelain penataan manajemennya kita cek siapa saja yang bisa di situ, jika diatur dengan peraturan daerah untuk bisa mengakomodir semua kepentingan yang ada di sana.”ungkapnya.

Tak hanya itu alokasi anggaran juga harus diperhatikan memang tidak cukup, kalau cuma yang ada ini kan untuk makan minum 4,5 miliar, sehingga anggaran yang tidak mencukupi dan itu hanya digunakan untuk makan.

Untuk kebutuhan lainnya misalnya untuk bimbel-bimbel itu ditiadakan,padahal kelebihan dari SMA dia mempunyai bimbel-bimbel itu kita tekan semua itu dengan kreativitas dan pemikiran itu harus didorong.

Dia mengaku ada keinginan dari anggota pada umumnya untuk pemisahan pengelolaan asrama, semua dalam pembahasan kita jadi asrama sendiri manajemen sekolah sendiri.”ujar Rovik.

Ditambakan nanti kita lihat apa efeknya manfaat tapi belum diputuskan semuanya nanti ada rapat berikutnya yang melibatkan seluruh anggota komisi, supaya benar-benar keputusan yang kita ambil itu demi kemaslahatan SMA Siwalima”ungkapnya.

Bangun Pariwisata di Ambon Butuh Kolaborasi

0

Ambon, Maluku.news – Dalam rangka membangun pariwisata yang di Kota Ambon, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengungkapkan perlu ada kerja sama, kolaborasi antar Pemerintah Kota (Pemkot), para pemangku kepentingan/stakeholder dan seluruh warga masyarakat yang berdomisili pada Ibukota Provinsi Maluku ini.

Hal tersebut disampaikannya, saat membuka Kegiatan, “Penguatan Jejaring Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia” yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, The City Hotel, Kamis (26/10/2023).

“Kami perlu dukangan dari semua pihak termasuk Pemerintah Pusat (Pempus). Oleh karena itu kita tidak bisa berdiri sendiri harus ada kerja kolaborasi. Saya berterimakasih Kemenparekraf RI menggelar kegiatan ini dengan narasumber yang kompeten, ini pertanda bahwa dukungan luar biasa,” ungkapnya.

Wattimena dalam sambutannya mengungkapkan, sejauh ini Pemkot Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Ambon, telah melakukan segala upaya guna membuat destinasi wisata Ambon Kota Musik, semakin menarik. Salah satunya lewat pendirian dan pengembangan sanggar budaya pada desa/negeri guna menunjukkan potensi yang dimiliki sebagai daya tarik bagi para wisatawan untuk kembali berkunjung.

“Pemkot sementara berupaya merancang desain pembangunan pariwisata di kota ini. Oleh karena itu saya sudah wajibkan seluruh negeri punya satu sanggar seni budaya. Paling tidak ada satu tarian atau musik khas yang menjadi ciri dari negeri itu sendiri,” tambahnya.

Lanjutnya, dengan kerja sama yang dilakukan oleh Pemkot dan Pemerintah Negeri tersebut, tentu dapat menambah value guna memajukan Pariwisata yang dimiliki Kota ini kedepan. Agar para turis yang berkunjung di kota dapat kembali dengan kesan yang baik sehingga berdampak pada naiknya pengunjung mancanegara.

“Harus lebih ditingkatkan bagaimana caranya kita supaya memiliki nilai tambah, oleh sebab itu pengembangan destinasi wasata di kota ini harus memadukan alam dan atraksi seni budaya,” pungkas Wattimena.

Wattimena berharap, melalui kegiatan ini seluruh stakeholder termasuk Kemenparekraf RI dapat memberikan perhatian guna mengembangkan destinasi wisata yang dimiliki.

“Kita berharap kegiatan hari ini menyatukan dan menguatkan tekad kita untuk memperbaiki serta untuk mewujudkan harapan kita bersama. Yang terpenting saat ini adalah menyiapkan masyarakat kita supaya mendukung semua ini,” pungkas Wattimena.

Untuk diketahui dalam kegiatan ini hadir Ketua Tim Kerja Wilayah IV Direktorat Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Widayanti Bandia. Bertindak sebagai narsumber diantaranya; Kepala Disparbud Kota Ambon, Rico Hayat, Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, Pendiri Antida Music Production, Anom Darsana, dan Direktur Maluku Bambu Orkestra, Maynart Alfons.

Baznas Maluku Salurkan Bantuan Dana RLH di Kota Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Maluku, menyalurkan bantuan dana Rumah Layak Huni (RLH) Baznas Pusat di wilayah Kota Ambon.

Uniknya, penerima bantuan tersebut adalah warga beragama Kristen yang berdomisili di RT 03/RW 02, Desa Hunuth- Durian Patah (DP), Kecamatan Baguala, atas nama, Lusiana Galandjindjinay.

Plt. Ketua Baznas Provinsi Maluku, Ustad Arsal Tuasikal yang didampingi Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam penyerahan secara simbolis bantuan dimaksud, Rabu (25/10/2023) di rumah warga penerima, mengatakan, ini menjadi satu-satunya di Indonesia dimana penerima bantuan adalah warga non Muslim.

“Tidak ada warga non Muslim diseluruh Indonesia yang menerima bantuan baznas seperti ini, satu-satunya di Kota Ambon dan itu karena jasa Pj. Wali Kota, yang mengusulkan,” ujarnya.

Diakui Tuasikal, 99 persen dana Baznas berasal dari umat Islam, karena berupa zakat, infaq dan sedekah sehingga harus disalurkan bagi kalangan umat Islam sendiri. Namun dalam bantuan RLH ini dananya berasal dari Coorporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan, baik BUMN, maupun swasta, yang menintipkan dananya ke Baznas.

“Jadi saya perlu sampaikan agar tidak terjadi kegaduhan, sebab dana ini murni dari CSR, dan rekening untuk transfer dan penyalurannya juga berbeda dengan yang berasal dari. zakat, tidak dicampur,’ bebernya.

Tuasikal merinci, Bantuan RLH Baznas Pusat yang diberikan diwilayah Maluku sebanyak 65 unit, dimana untuk Kota Ambon hanya 1 unit rumah dengan nilai bantuan Rp 25 Juta.

“Itu terdiri dari Rp 20 Juta Biaya material dan sisanya untuk biaya tukang’ tandasnya.

Sementara itu, Pj.Wattimena menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Baznas pusat dan provinsi Maluku, yang turut membantu warga kota Ambon lewat penyaluran bantuan untuk bedah/perbaikan rumah.

“Ini luar biasa karena yang diberikan adalah warga Kristen, ini mencerminkan Baznas yang merupakan lembaga umat Islam tetapi dapat juga memberi bantuan kepada umat beragama lainnya, lewat dana CSR,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, apa yang dilakukan oleh Baznas pusat lewat Baznas Maluku ini, sejalan dengan upaya membangun Kota Ambon sebagai Kota Untuk semua orang “Ambon Par Samua’, tanpa membedakan suku, ras dan agama.

Olehnya itu, kepada penerima bantuan Wattimena berharap agar dapat dimanfaatkan secara baik.

“Gunakan bantuan secara baik untuk perbaikan rumah dan maknai ini sebagai cara Tuhan memberikan berkat bagi umatnya yang setia,” pungkas Wattimena

Pemerintah Polandia Bersama Pemkot Buka Peluang Kerjasama Sektor Pariwisata

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Polandia bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membuka peluang kerjasama di sektor pariwisata.

Hal ini disampaikan Pj. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Rabu (25/10/2023).

Peluang kerja sama di berbagai bidang khususnya bidang pariwisata disampaikan saat kunjungan Wakil Duta Besar (Dubes) Negara Polandia untuk Indonesia Stefan Piotr Firlus, ke Pemerintah Kota Ambon.

“Kunjungan Wakil Dubes Polandia bermaksud menjajaki kemungkinan adanya kerjasama di sektor pariwisata. Sebab berangkat dari catatan wisatawan asal Polandia yang berkunjung ke ibukota provinsi Maluku ini terbilang cukup banyak, mencapai 200-an lebih,” bebernya.

Menurutnya, jika misalnya hubungan antara kedua pihak terjalin baik, maka bisa membuka kans adanya travel agent yang dikelola leh pemerintah atau swasta, yang bisa membantu mengatur perjalanan wisata para wisatawan Polandia selama di kota Ambon,

Wattimena menambahkan, selain pariwisata, pemerintah Polandia juga tertarik pada kerjasama di bidang pendidikan melalui program pertukaran mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti). Hal itu tentu menjadi awal kerjasama pendidikan lainnya kedepan.

“saya juga sebenarnya minta ke Wakil Dubes untuk bantu kita di Ambon soal penyediaan air bersih. Padahal di Polandia juga air bersih sulit. Mereka harus ambil dari satu titik,” akuinya.

Demikian juga soal penanganan masalah sampah menurut Wattimena, telah diutarakan ke Wakil Dubes Polandia agar bisa dibantu kerjasama. Serta kemungkinan dijajaki sister city atau kota bersaudara antara Ambon dengan salah satu kota di Polandia.

“Sister City itu nanti, jangka panjang. Yang pasti kehadiran Wakil Dubes Polandia ke Ambon untuk mengapresiasi Kota ini karena luar biasa, dia berbeda dengan kota-kota besar di Jawa. Disini orang bisa menikmati hidup dengan baik, pemandangan alamnya indah,” urai Wattimena menirukan atensi Wakil Dubes Polandia.

Bahkan karena keindahan dan keramahan warga di kota Ambon, akuinya, Wakil Dubes Polandia berjanji suatu ketika ingin kembali lagi ke Ambon untuk menikmati city of Music ini.

Diketahui, dalam pertemuan tersebut, Walikota didampingi Kepala Dinas PUPR Melianus Latuihamallo, Kepala Dinas Pendidikan Edy Tasso dan Kepala Dinas Pariwisata Rico Hayat.

Pj.Wali Kota Ambon Gelar WAJAR di Desa Hunut – DP

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena memulai program “Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR)” di Desa/Negeri dan Kelurahan yang dimulai dari Desa Hunuth – Durian Patah (DP), Kecamatan Baguala, Rabu (25/10/2023).

Wattimena dalam kesempatan tersebut menjelaskan, WAJAR merupakan inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) yang dibuat dalam rangka memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan permasalahannya dan aspirasinya secara langsung kepada Pj. Wali Kota, Asisten, pimpinan OPD atau yang mewakili.

“Mengapa ini harus dilakukan? karena memang kami sadari bahwa ada banyak persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, tetapi akses masyarakat untuk menyampaikan secara langsung kepada pimpinannya di Kota Ambon itu terbatas, jadi kita memberikan ruang ini semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan aspirasinya,” ungkapnya.

Diakui Wattimena, dari penyelenggaraan WAJAR di Pelataran Balai Kota tiap hari Jumat, banyak permasalahan masyarakat yang telah diselesaikan sesuai dengan kemampuan Pemkot.

Namun saat ini, program WAJAR dialihkan ke Desa/Negeri dan Kelurahan tiap Rabu dan Jumat, sebab tahapan penyusunan APBD 2024 akan berjalan lewat musrembang yang dimulai dari tingkat Desa/Negeri, Kelurahan, Kecamatan, hingga tingkat kota, dimana dalam kenyataannya banyak aspirasi masyarakat yang hilang di tengah jalan.

Oleh sebab itu, menurutnya, pelaksanaan WAJAR, selain untuk menyerap aspirasi juga untuk menjalin silahturahmi, dan ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Pemkot hari ini mau memberikan hal baru dalam bahwa tugas pemerintah yaitu mendengar keluhan masyarakat, menyerap aspirasi lalu, selanjutnya diselesaikan dengan kemampuan Pemkot,” jelasnya.

“Ini kali pertama kita buat kita langsung di Desa Hunut DP, masih ada 49 Desa/Negeri kelurahan lain yang harus kita kunjungi, nah itu kira-kira maksud dari kita melakukan
program ini,” pungkas Wattimena.

Untuk diketahui, dalam kesempatan ini beberapa poin aspirasi yang disampaikan oleh warga yakni terkait kepemilikan tanah, Pelayanan Adminduk, Perbaikan dan pembangunan infrastruktur, keselamatan lalu lintas, serta masalah pembuangan limbah.

Pada kegiatan tersebut juga turut dibagikan bantuan 100 paket sembako bagi masyarakat miskin Desa Hunuth DP, yang merupakan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Bank Modern Express.

Pemkot – Bank Maluku Berikan Kemudahan Akses Bayar Pajak Melalui Aplikasi Qris

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberi kemudahan bagi Pedagang, pelaku usaha, maupun warga kota Ambon dalam membayar pajak dan retribusi daerah, melalui aplikasi QRIS Bank Maluku-Maluku Utara atau dengan memakai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Hal itu terlaksana atas kerjasama antara Pemkot Ambon dengan Bank Maluku-Maluku Utara yang diteken dan dilaunching, bertepatan syukuran pengelolaan pasar Waiheru, Rabu (25/10/2023).

Dalam kegiatan tersebut, ujicoba pembayaran retribusi pun dilakukan oleh dua pedagang pasar Waiheru sebagai, baik melalui QRIS maupun dengan ATM. Disaksikan oleh Pj. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena.

Dikatakan Wattimena, walau pasar Waiheru sudah berfungsi namun Pemkot belum bisa menarik retribusi. Meski demikian, pemerintah punya tanggungjawab untuk terus menjamin keberlangsungan sarana prasarana di pasar maupun aspek pendukung lainnuya.

“Retribusi pajak merupakan sumbangan masyarakat kepada pemerintah. Pemerintah tidak akan memiliki anggaran yang cukup, kalau tidak ditopang masyarakat lewat pembayaran pajak dan retribusi. Itu yang namanya simbiosis mutualisme,” tandasnya.

Menurutnya, retribusi yang dibayar masyarakat kepada pemerintah dipastikan akan kembali ke masyarakat. Sebab sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), akan digunakan untuk mendukung program kegiatan pembangunan di kota Ambon, membangun sarana prasarana umum yang bisa dinikmati masyarakat.

“Itu hanya dititipkan kepada pemerintah untuk selanjutnya kami gunakan bagi kepentingan masyarakat lagi. Jangan pikir retribusi yang ditarik untuk bayar gaji pegawai, tidak. Sebab itu sudah alokasi anggarannya sendiri,” jelasnya.

Dengan pedagang di pasar Waiheru memulai transaksi retribusi digital, maka Wattimena berharap, hal ini dapat diterapkan pada seluruh pasar di kota Ambon baik tradisional, maupun modern.

Sebab perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan teknologi membuat pemerintah harus terus melakukan penyesuaian demi mengejar ketertinggalan, dimana cara- cara konvensional sudah ditinggalkan, dan semua hal mengarah ke digitalisasi.

“Manfaatnya, kita bisa menghilangkan ketakutan pungutan liar (Pungli). Juga memberikan jaminan kepada bahwa uang yang disumbangkan ke pemerintah itu sampai ke sasarannya. Maka kita akan berlakukan ini semua pasar,” tandasnya.

Pj. Wali Kota Kembali Lantik Kades Waiheru

0

Ambon, Maluku.news – Mantan Kepala Desa (Kades) Waiheru, Usman Ely yang sebelumnya dicabut Surat Keputusan (SK) Jabatannya (SK Walikota Ambon Nomor: 319 Tahun 2022 tentang pengesahan pengangkatan Kepala Desa Waiheru Kecamatan Teluk Ambon masa jabatan 2022-2028), kembali dilantik oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di ruang kerjanya Balai Kota, Rabu (25/10/2023).

Untuk diketahui, sebelumnya Usman Ely digugat oleh Kardina La Ucu, Rusli Raiba, Siti Saoda Lasima, ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar. Yang kemudian ditindaki dengan putusan perkara perdata pada tingkat banding PTUN Nomor: 196/B/2022/PTUN.ABN, yang amar putusannya menegaskan, mengadili, menerima permohonan banding dari penggugat atau pembanding dan membatalkan putusan Pengadilan TUN Ambon Nomor: 17/G/2022/PTUN. ABN, tanggal 13 Oktober 2022.

Wattimena, dalam arahan singkatnya, usai melantik Ely, menyatakan proses pelantikan yang deselenggarakan hari ini sudah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, guna menyambung masa jabatan (2022-2028).

“Tugas dan tanggung jawab Kepala Desa, saya yakin Pak Usman sudah mengetahuinya. Kita harapkan adalah seorang pemimpin pada level pemerintahan yang paling bawah yakni Desa/Negeri dan Kelurahan, mampu melaksanakan tugas tanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan,” ungkap Wattimena.

Wattimena menegaskan Ely agar merangkul warga Desa Waiheru, dan tentunya dapat menjaga keharmonisan antar warga dengan tidak berpihak pada kelompok-kelompok tertentu.

“Prinsipnya adalah kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kita akan tetap dihargai, dihormati oleh masyarakat. Semoga dalam sisa kepemimpinanatau sisa jabatan Pak Usman dapat melaksankan apa yang saya sampaikan tadi dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Dirinya juga meminta kerja sama yang baik dapat dibangun antara kepala desa bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), guna terselenggaranya program-program pemerintahan guna memajukan Waiheru kedepan.

“Kepada BPD, dapat membangun kerja sama, kedepan kita juga akan diperhadapkan dengan agenda Pemilu Tahun 2024 karena itu saya berharap, Pak Usman dan jajarannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab guna menjaga netralitas pada warganya agar terhindar dari masalah- masalah hukum,” pungkas, Wattimena.

Untuk diketahui, Wattimena didampingi oleh Sekkretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, Staf Ahli Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pieter Saimima, serta Kepala Bagian Tata Pemerintan, Alfian Lewenussa.

Panitia LGJI Youth Ambon Island Dituding Tidak Kompeten, Ini Kata Rahakbauw

0

Ambon, Maluku.news – Lomba Gerak Jalan indah yang di gelar komunitas Youth Ambon island pada hari sabtu 21/10/23 rupanya menuai pro dan kontra, masyarakat menilai panitia pelaksana lomba gerak jalan indah tidak berkompeten dalam menilai peserta lomba.

Pasalnya yang menjadi juara 1 umum dinilai kurang bagus .kurang rapih dan tidak kompak,sehingga masyarakat tidak setuju dengan keputusan dewan juri yang mengakibatkan timbulnya pro dan kontra.

Menanggapi hal itu anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw menjelaskan saya yakin dan percaya bahwa dukungan dari teman-teman sekalian, dapat membantu saya untuk mempublikasikan hal ini ke masyarakat.

“Saya mau meluruskan dulu pemberitaan yang mengakibatkan kegaduhan di tiktok , Facebook, juga di Instagram terkait juara 1 sampai dengan juara 6,” ujar Rahakbauw kepada wartawan di gedung DPRD Maluku Selasa (24/10/2023).

Dia menegaskan sekali lagi panitia lomba gerak jalan indah Youth Ambon Island tidak perna mencampuri atau melakukan introspeksi terhadap penilaian yang dilakukan oleh juri ini yang memang dipilih langsung oleh TNI dan Polri ,ada angkatan Darat dan Angkatan Laut, maupun Kepolisian.

Jadi ,kemenangan yang kemarin itu tanpa di interpensi, dan saya sudah mempertegas bahwa baris salah yang dilakukan oleh tim, dalam hal ini peserta, segera melakukan komplain ke google clam. pada saat peserta akan melakukan teknikal meeting itu kami sudah mengirimkan link, ke seluruh peserta, dan kami minta kepada peserta untuk menginformasikan itu kepada masyarakat.”ujarnya.

Tak hanya itu juri-juri itu bukan saja melakukan penilaian, tetapi masyarakat juga melakukan penilaian, terhadap barisan yang akan melewati jalur-jalur yang sudah di tentukan untuk kemudian kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh peserta, itu segera di kirim ke google clam untuk kemudian kita melakukan diskualifikasi.

Seperti yang sudah saya sampaikan adalah, kemarin itu waktu saya pilih juri dari SD, salah satu peserta dari mangga 2 itu siswa SMP. Ketika di kirim masalah itu ke google clam, langsung di konfirmasi itu ke panitia, sehingga kita langsung panggil nomor peserta dan officialnya untuk menghadap ke panitia.Ada beberapa kami panggil dan mereka datang, kemudian saya tanya betul yang di klaim oleh masyarakat di google klaim.

Dia mengaku ada salah satu diantaranya SMP? Dan mereka menjawab, “iya pak, tapi umurnya 12 tahun”, sehingga mereka harus di diskualifikasi padahal mereka mendapatkan juara 2, tetapi karena ada peserta yang kemudian dari SMP, walaupun itu 1, dan tidak memenuhi persyaratan pun kita langsung diskualifikasi

Oleh karena itu, mereka diskualifikasi sehingga yang tadinya juara 3, harus naik ke juara 2, juara 4 naik ke juara 3, begitu dan seterusnya, itu menunjukkan independensi panitia dalam rangka mengakomodir klaim yang dilakukan oleh masyarakat di google klaim.

Untuk juara 1 umum itu, klaimnya baru kita ketahui pada jam 23:45 menit, setelah acaranya selesai, sehingga kalau seperti itu kita tidak bisa menarik hadiah dan piala yang telah kami berikan.

“Bayangkan saja dalam 5 jam sebelum panitia melompat kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan, terkait dengan barisan salah yang dilakukan oleh para peserta, tetapi sampai dengan kami menunggu pengumuman para juri, tidak ada satupun dari peserta maupun masyarakat yang melakukan klaim terhadap juara 1 umum.

Dan ketika kami mengumumkan juara 1 umum sampai selesai acara, jam 23:45 menit, baru ada klaim di Panitia.
Ini merupakan satu hal yang salah, kami anggap bahwa mereka memang,menang sehingga tidak dapat kita gugurkan.

Kami selaku panitia ingin meluruskan sehingga kemudian tidak ada salah tafsir bahwa panitia melakukan kongkalikong dan ada dugaan kepentingan politik.”ungkapnya.

Wali Kota Ambon Resmikan Flyingsite Sekaligus Buka Lomba Paralayang

0

Ambon, Maluku.news – Pj Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena meresmikan Flyingsite Rouhattu, sekaligus membuka secara resmi lomba akurasi regional paralayang yang dilaksanakan pada puncak paralayang, Dusun Airlouw, Negeri Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Senin (23/10/2023).

Wattimena dalam sambutannya menyampaikan, peresmian Flyingsite puncak Rouhattu ini merupakan awal untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat olahraga Dirgantara paralayang, sekaligus mendukung pariwisata di Kota Ambon kedepan.

Pasalnya, sampai dengan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama dengan Pemerintah Negeri (Pemneg) Nusaniwe sementara memperjuangkan lokasi tersebut sebagai pusat wisata yang dimiliki Ibukota Provinsi Maluku ini.

“Semenanjung Nusaniwe, sementara kita persiapkan untuk pengembangan Pariwisata terintegrasi meliputi Pintu Kota, Puncak Paralayang, dan wisata pantai lainnya sampai dengan Negeri Latuhalat dan sebagainya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Konsep Parawisata moderen kedepan akan dianut oleh Kota ini, yang kemudian akan dikembangkan. Hal ini tentu diyakini berdampak pada perekonomian warga masyarakat yang berdomisili pada semenanjung Nusaniwe sampai dengan Negeri Latuhalat, dan lain sekitarnya.

“Hari ini mungkin kita (Pemkot) belum mampu untuk memaksimalkan secara baik karena berbagai keterbatasan tetapi saya yakin kalau perencanaan ini sudah dilakukan dengan baik, konsepnya sudah didudukan dengan baik, saya yakin kedepan dapat teroganisir,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wattimena juga membuka perlombaan akurasi ragional paralayang. Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia yang telah berkerja keras sehingga dapat menyelenggarakan event tersebut.

Dirinya berharap kedepan tak hanya kelas regional yang diperlombakan, akan tetapi dapat terlaksana tingkat nasional.

“Kita yakin sungguh ini merupakan awal yang baik kita semua, pemerintah kota Pemkot juga menyadari bahwa dalam keterbatasan yang ada kami juga tidak dapat memberikan support secara maksimal tetapi yakinlah ini merupakan awal yang baik bagi kita semua. Dengan lomba akurasi regional ini mudah-mudahan akan dipublikasi dan mendapat perhatian dari seluruh pecinta olahraga paralayang di indonesia, agar pada waktu-waktu kedepan kita bisa melaksanakan lomba yang lebih besar lagi,” tandas Wattimena.

Dirinya pun meminta kepada panitia dan Pemneg Nusaniwe kedepan dapat berkoordinasi dengan Dinas terkait terkait
dengn pengembangan lokasi tersebut, agar kedepan lokasi tersebut semakin baik untuk event selanjutnya.