Beranda blog Halaman 114

Peringati Hut SD Naskat Mathias 3 Langgur Ke-21 Ini, Pesan Pejabat Bupati Malra

0

Langgur, Maluku.news – Penjabat Bupati Maluku Tenggara (Malra), Jasmono menyatakan lembaga pendidikan yang pertama kalinya berdiri di Kepulauan Kei adalah Katolik yang pada saat itu dibangun oleh misionaris Belanda.

“Selaku insan ciptaan Tuhan, patutlah kita mensyukuri karena atas perkenaanya maka kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka merayakan 21 tahun hari jadinya SD Naskat Mathias 3 Langgur,” ujarnya di Langgur, Sabtu (20/1/2024).

Dijelaskan Jasmono, sebagai lembaga pendidikan yang dibangun oleh misionaris Belanda pada saat itu hanyalah dengan satu tujuan yakni guna mencerdaskan mayarakat Evav melalui institusi pendidikan. Selain itu misionaris Belanda juga mendirikan saran kesehatan yang hingga saat ini dikenal oleh masyarakat Kei yakni rumah sakit hati Kudus langgur.

“Teringat kata-kata terakhir Monsenyur Joannes Aerts saat di introgasi Jepang sebelum di tembak mati, dalam sebuah artikel dikatakan : kami datang semata-mata demi kepentingan agama dan bukan politik, kami datang untuk mengajarkan penduduk di sini untuk mengenal Tuhan, dan menghargai pemangku kekuasaan yang memimpin mereka, selanjutnya untuk mendidik anak-anak dan kaum muda, menolong yatim-piatu dan orang sakit” ungkapnya.

Menurut Jasmono, artikel tersebut yang menggambarkan betapa besar rasa cinta para Misionaris untuk tanah Kei dan Umatnya, kini mereka telah gugur namun karya mereka akan tetap dikenang.

“Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara mengapresiasi setinggi-tingginya bagi para Misionaris yang telah gugur dihirarki gereja atas jasa mereka dalam memajukan pendidikan dan kesehatan di daerah ini,” katanya.

“Semua pengorbanan ini tidak dapat dibalas nilai materi sebesar apa pun, namun ungkapan terima kasih ini dapat mewakilkan penghargaan kami atas karya baik di tanah Kei ini,” katanya lagi.

Jasmono menandaskan, SD Naskat Mathias 3 dibawah yayasan Asti Dharma baru menginjakkan kaki 21 tahun, namun semangat tuan Pastor Mathias Bun yang dipakai untuk persekolahan itu menyemangati aktifitas Katolik sejak puluhan tahun yang lalu.

“Untuk itu, semangat ini diharapkan terus hidup, sehingga kualitas pendidikan persekolahan yang telah diakui berbagai kalangan dapat terus ada dan terus melahirkan peibadi-pribadi yang luar biasa berkarakter tangguh dan memiliki kecerdasan intelektual, spiritual dan emosional, serta sosial yang tinggi,”tegasnya.

Jasmono berharap, perayaan 21 tahun SD Naskat Mathias 3 bukan sekedar serimonial belaka, melainkan kedepan SD Naskat Mathias 3 akan tampil sebagai sekolah dasar yang unggul dari berbagai hal.

“Sehingga dapat menopang visi dan misi Pemerintah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkarakter,“ pungkasnya.

Jasmono: Lembaga Pendidikan Yang Pertama Di Kepulauan Kei Bermuara Dari Gereja Katolik

0

Langgur, Maluku.news – Penjabat Bupati Maluku Tenggara, Jasmono menyatakan lembaga pendidikan mula-mula yang ada di wilayah Kepulauan Kei adalah lembaga pendidikan Katolik.

“Lembaga tersebut didirikan oleh para misionaris Belanda yang berkarya di tanah Kei ini,”ungkapnya pada peringatan hari ulang tahun ke-21 SD Naskat Mathias 3 Langgur B, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Jasmono, saat itu misi Katolik murni semata-mata untuk upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat Evav (Kei) lewat institusi pendidikan Katolik serta memelihara kesehatan masyarakat lewat pendirian Rumah Sakit Katolik Hati Kudus Langgur.

“Teringat pada kata-kata terakhir Alm. Yang Mulia Uskup Johannes Aerts MSC saat diinterogasi tentara Jepang sebelum ditembak mati yang sempat saya baca dalam sebuah artikel. Ia katakan begini : Kami datang semata-mata untuk kepentingan agama dan bukan politik. Kami datang untuk mengajar penduduk di sini mengenal Tuhan dan menghormati pemangku kekuasaan yang memimpin mereka. Selanjutnya untuk mendidik anak-anak dan kaum muda, menolong yatim-piatu dan orang sakit,” ungkapnya.

Jasmono menegaskan, pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar rasa cinta para Misionaris untuk tanah Kei dan umatnya. Karya mereka tetap abadi sampai sekarang dan sampai kapanpun.

“Atas nama Pemda dan masyarakat Malra, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Misionaris yang telah gugur, dan hirarki Gereja Katolik atas jasa baik untuk karya pendidikan, kesehatan dan sosial lainnya di tanah Kei ini,” tandasnya.

Dijelaskan Jasmono, memang SD Naskat Matias 3 Langgur B dibawah Yayasan Asti Dharma baru menginjak usia ke-21 tahun, namun semangat Tuan Pastor Matias Bun (yang dipakai sebagai nama Persekolahan ini) telah menyemangati civitas pendidikan Katolik berpuluh-puluh tahun lamanya di tanah Kei.

“Semangat ini, diharapkan terus dihidupkan, sehingga kualitas pendidikan persekolahan ini yang telah diakui banyak pihak, dapat terus ada, sehingga dari persekolahan ini, terus lahir pribadi-pribadi luar biasa yang berkarakter tangguh serta memiliki kecerdasan baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spritual maupun kecerdasan sosial yang mumpuni,” katanya.

“Saya berharap, semoga melalui momen ulang tahun ini, SD Naskat Mathias 3 Langgur B akan tampil sebagai sekolah dasar yang unggul dalam banyak hal, sehingga dapat menopang pencapaian visi dan misi pemerintah untuk menciptakan SDM yang unggul dan berkarakter,” katanya menambahkan.

Jasmono: Pelantikan PMKRI Langgur Momen Demokrasi Penting

0

Langgur, Maluku.news -Pejabat Bupati Maluku Tenggara, Jasmono, menyatakan pelantikan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Langgur merupakan momen demokrasi yang penting.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah peristiwa demokrasi di mana seluruh rangkaian proses Rapat Umum Anggota (RUA) dalam rangka memilih ketua presidium dan pengurus PMKRI Cabang Langgur Monsenyur Aerts MSC 2023-2024 telah berakhir dengan pelantikan pengurus yang baru. Semua ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan,” ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Pj Sekda Kabupaten Maluku Tenggara, Nico Ubro di Langgur, Sabtu (20/01/2024).

Menurut Jasmono, pelantikan pengurus PMKRI dan bersama kaum intelektual Katolik dalam menentukan keberlanjutan organisasi itu dalam sejarah telah tercatat peran penting para tokoh Katolik dalam meraih dan mengisi kemerdekaan PMKRI di Kabupaten Maluku Tenggara juga memiliki peran penting dalam pergerakan kemahasiswaan di daerah ini, dengan selalu mengedepankan objektivitas dalam tatanan organisasi sehingga tidak terjebak dalam kepentingan kelompok yang dapat mengancam organisasi.

“Sebagai organisasi kepemudaan, PMKRI harus mengawal Pemilihan Umum pada 14 Februari 2024 mendatang dan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan kaum milenial yang cerdas,” katanya.

“Kriteria kaum milenial cerdas yang dibutuhkan Maluku Tenggara adalah berpikir kritis namun tetap sopan dalam menyampaikan pendapatnya, serta menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan organisasi dan diri sendiri,” katanya lagi.

Jasmono menandaskan, pentingnya beretika dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan berita hoaks, ujaran kebencian, atau fitnah.

“Tidak cepat jari daripada otak,” tegasnya.

Jasmono menambahkan, PMKRI terus membangun relasi harmonis, mampu menerima perbedaan, dan tampil sebagai agen perubahan dalam lingkungan sosial. Serta berharap PMKRI menjadi wadah diskusi intelektual, berkreasi, pembinaan, serta belajar bagi anggotanya.

“Untuk itu, PMKRI harus menjadi tempat berkembang bagi para intelektual muda, agar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pelantikan PMKRI Cabang Langgur dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pengurus Pusat Santo Thomas Aquinas, pimpinan dan anggota DPRD, pastor dan moderator PMKRI, serta organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Maluku Tenggara.

Kepala BNNP Maluku Dorong Maluku Tenggara Bersih Narkoba

0

Langgur, Maluku.news – Kepala BNN Provinsi Maluku, Brigjen Pol. Raden Rudy Mardianto menyatakan, kemajuan pembangunan suatu daerah dapat tercapai secara optimal apabila sumber daya manusianya berkualitas, dan salah satu cara menciptakan SDM yang berkualitas adalah melalui keluarga yang bersih dan terhindar dari narkoba.

“Oleh karena itu, fungsi utama saya sebagai Kepala BNNP adalah meminta masyarakat Malra agar pada awal tahun ini harus bersinar, yaitu bersih dari narkoba,” ujarnya di Langgur, Kamis (18/01/2024) dalam kunjungan kerja perdana di daerah itu.

Menurut Raden, kesannya terhadap Kabupaten Malra sangat luar biasa, dengan penataan yang rapi dan bersih.

“Banyak potensi yang masih bisa digali demi kemajuan daerah ini dan yakin bahwa Pejabat Bupati Jasmono mampu melakukan terobosan seperti Perdasi”, katanya .

Raden menambahkan, terkait kemungkinan kerjasama antara BNNP dan Pemda Malra, dirinya memiliki motto “Komunikasi, Silaturahmi, dan Kolaborasi” (Kosasi). Dan tujuan kehadirannya di Malra adalah untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik sehingga dapat melahirkan kolaborasi yang bermanfaat,” ujarnya.

“Terkait persoalan SDM, mungkin Pemda Malra memiliki program tersendiri yang lebih spesifik dalam menangani masalah narkoba, saya berharap adanya masukan dari Pejabat Bupati terkait SDM tersebut,” pungkasnya.

Paket Aspirasi Air Bersih SBT Amburadul, DPRD Maluku Minta Ketat Pengawasan

0

Ambon, Maluku.news – Pembangunan jaringan air bersih di Desa Waras-waras Kecamatan Tutuk Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang merupakan proyek aspirasi anggota DPRD Provinsi Maluku pekerjaannya Amburadul sehingga perlu Pengawasan ketat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku terutama pengawas lapangan.

Air bersih di Desa Waras-waras airnya tidak menetes dan pekerjaan amburadul. Karena informasi dari masyarakat terkait hal itu sehingga saya turun langsung ke lokasi .

Akhirnya kita punya uang keluar lagi, apalagi dekat Pemilu kata Fauzan Alkatiri saat rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Maluku dengan Kadis PU Maluku Ismail Usemahu bersama stapnya di Rumah Rakyat Karang Panjang Ambon, kamis (18/01/2024).

Menurut Fauzan, Proyek ini walaupun aspirasi tapi tetap harus pengawasan lebih ketat lagi pa Kadis (Ismail Usemahu). Jangan karena ini proyek aspirasi lalu pengawas menganggap ini punya Anggota DPRD lalu tidak jalan untuk mengawasi, Ini harus tetap di awasi.

“Karena kalau jadi kasus berarti masalah lagi. Kerusakan yang terjadi itu pada bak penampung di atas . yang mana dia masuk dalam item proyek . Tolong harus tegur pengawas yang ada di lapangan itu, kecam Fauzan.

Menyikapi permasalahan air bersih di Desa Waras-waras ini, Kadis PU Provinsi Maluku, Ismail Usemahu mengatakan bahwa,
Kita akan ke lokasi untuk melihat dan kemudian kekurangan-kekurangan akan di lengkapi. Sehingga bisah berfungsi dan di nikmati oleh masyarakat.

Terkait dengan pengawas yang katanya tidak ada di lokasi . menurut Usemahu, pengawas itu ada , hanya kurang maksimal dan kita akan evaluasi Semuanya.

Pemkot & TP – PKK Serahkan Bantuan Bagi Posyandu dan Kader BKB

0

Ambon, Maluku.news

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Tim Penggerak (TP) PKK menyerahkan bantuan untuk anak Stunting, Antropometri Kit, dan Alat Permainan Edukatif (APE), bagi Posyandu dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Rabu (17/01/2024) di Aula Kantor Kecamatan Sirimau.

Pj. Ketua TP – PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, dalam kegiatan tersebut mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada kader Posyandu, dan kader BKB sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Ini sebagai wujud dari adanya kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan TP – PKK yang adalah mitra, untuk hadir secara langsung guna menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan bantuan kepada anak Stunting diberikan guna membantu pemenuhan Gizi anak, yang diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka Stunting di kota Ambon.

“Selain bantuan Orang tua asuh kepada anak Stunting juga diberikan antropometeri dan APE untuk kader posyandu dan kader BKB sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, dengan melakukan pemeriksaan dan memantau tumbuh kembang anak, juga dalam rangka membentuk karakter anak melalui permainan dan edukasi,” tandasnya.

Disamping memberikan bantuan bagi anak Stunting, Posyandu dan Kader BKB, Wattimena juga memberikan piagam penghargaan bagi kader PKK dan lingkup Kecamatan Sirimau, telah mengabdi selama 20 tahun.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy, menjelaskan, Antropometri Kit adalah alat yang dipakai untuk pengukuran pertumbuhan bayi dan balita.

“Bantuan Antropometri yang diberikan adalah antropometri yang telah terstandar dari Kementerian Kesehatan sebanyak 258 buah, dan semua Puskesmas di Kota Ambon sudah menggunakan Antropometeri Kit yang sudah terceder tersebut,” tuturnya.

Seleksi JPT Pratama Dibuka, Ririmasse: Penuhi Syarat, Segera Daftar

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah membuka seleksi Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Pengumuman tersebut disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse yang juga sebagai Ketua Panitia Seleksi dalam amanat pada Upacara Bendera Hari Kesadaran Korpri, Rabu (17/01/2024) di halaman parkir Balai Kota.

“Kepada ASN yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti seleksi dimaksud,” tambahnya.

Ririmasse meminta, agar para ASN yang telah memenuhi persyaratan umum untuk segera mendaftar. Persyaratan lengkap, lanjutnya, dapat dilihat pada website Pemkot Ambon.

Persyaratan tersebut diantaranya; berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Kota Ambon; Memiliki Pangkat/Golongan Ruang serendahnya Pembina (IV/a); sedang atau pernah menduduki Jabatan Eselon III, Memiliki Kualifikasi pendidikan minimal Strata 1 (S1); Telah mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan atau Tingkat II; dan Berusia Maksimal 56 (Lima Puluh Enam) tahun pada saat dilantik;

“Sekali lagi, semua orang punya kesempatan, asal memenuhi persyaratan,” tandasnya.

Untuk diketahui, jabatan yang dibuka dalam seleksi uji kompetensi JPT Pratama yakni Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik; Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat; Staf Ahli Walikota Bidang Politik, Hukum dan Aparatur; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Asisten Perekonomian dan Pembangunan; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Pemkot & TP – PKK Serahkan Bantuan Bagi Posyandu dan Kader BKB

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Tim Penggerak (TP) PKK menyerahkan bantuan untuk anak Stunting, Antropometri Kit, dan Alat Permainan Edukatif (APE), bagi Posyandu dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Rabu (17/01/2024) di Aula Kantor Kecamatan Sirimau.

Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, dalam kegiatan tersebut mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada kader Posyandu, dan kader BKB sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Ini sebagai wujud dari adanya kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan TP – PKK yang adalah mitra, untuk hadir secara langsung guna menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan bantuan kepada anak Stunting diberikan guna membantu pemenuhan Gizi anak, yang diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka Stunting di kota Ambon.

“Selain bantuan Orang tua asuh kepada anak Stunting juga diberikan antropometeri dan APE untuk kader posyandu dan kader BKB sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, dengan melakukan pemeriksaan dan memantau tumbuh kembang anak, juga dalam rangka membentuk karakter anak melalui permainan dan edukasi,” tandasnya.

Disamping memberikan bantuan bagi anak Stunting, Posyandu dan Kader BKB, Wattimena juga memberikan piagam penghargaan bagi kader PKK dan lingkup Kecamatan Sirimau, telah mengabdi selama 20 tahun.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy, menjelaskan, Antropometri Kit adalah alat yang dipakai untuk pengukuran pertumbuhan bayi dan balita.

“Bantuan Antropometri yang diberikan adalah antropometri yang telah terstandar dari Kementerian Kesehatan sebanyak 258 buah, dan semua Puskesmas di Kota Ambon sudah menggunakan Antropometeri Kit yang sudah tersandar tersebut,” tutupnya.

Pj Sekda Malra Harap Percepatan Penurunan Stunting Jadi Komitmen Semua Pihak Tangani Masalah Stunting

0

Langgur, Maluku.news – Penjabat (Pj) Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Nicodemus Ubro berharap apa pun bentuk dalam rapat koordinasi (rakor) Percepatan Penurunan Stunting menjadi sebuah komitmen bagi semua pihak untuk bersama menangani masalah Stunting.

“Semoga waktu dan energi dalam menangani Stunting tidak akan sia-sia, dengan sebuah harapan harus tepat sasaran guna membatasi pembatasan mata rantai Stunting,” ungkapnya saat membuka kegiatan rapat koordinasi penaggulangan stunting sekaligus penyerahakn petunjuk teknis (juknis) di Langgur, Rabu (17/1/2024).

Ubro juga menyampaikan terima kasih kepada pihak BKKBN Provinsi yang memiliki perhatian begitu besar dan melaksanakan program di tahun 2024 di kabupaten Maluku Tenggara.

“Namun secara jelas, program ini menjadi perhatian bersama sehingga penurunan Stunting di Kabupaten Maluku Tenggara dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama sesuai target secara Nasional,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kegiatan rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dilaksanakan oleh Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) dengan titik fokus di Kabupaten Maluku Tenggara.

Wattimena: Pemkot Terus Lakukan Rasia Gepeng dan ODGJ

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secara rutin terus melaksankan penertiban atau razia gelandangan dan pengemis (gepeng) juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang seringkali berkeliaran di tempat-tempat umum.

“Hal itu dilakukan secara rutin oleh Pemkot untuk memberikan pemahaman bagi mereka supaya tidak lagi berkeliaran di tempat-tempat umum. Terutama bagi orang- orang tua tidak mengeksploitasi anak-anak dengan membenarkan mereka untuk meminta-minta, padahal mereka dalam usia sekolah,” ungkap Wattimena, yang ditemui usai menghadiri dapat bersama Dinas Pendidikan dan Kepla Sekolah, di Wisma Gonzalo, Kecamatan Sirimau, Rabu (17/01/2024).

Diakuinya, sampai dengan saat ini Pemkot belum memiliki rumah singgah namun melalui razia dan diberikan pembinaan pemahaman masyarakat, dalam hal ini gepeng dan orang tua berangsur-angsur terbuka agar tidak lagi mengeksploitasi anak.

“Dengan mengedukasi mereka yang kita razia agar tidak lagi melakukan kegitan yang sama, kemudian diangkut dengan mobil dan dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) memberi makan, serta baju layak pakai, dan diantarkan kembali ke orang tua. Termasuk dengan ODGJ, kita bawa ke Rumah Sakit Khusus

Daerah (RSKD) Provinsi Maluku di Negeri Lama,” urainya. Wattimena berharap, melalui tindakan yang diambil ini dapat membangkitkan kesadaran dari orang tua dan keluarga ODGJ agar terus mengontrol dan tidak mengeksploitasi

anak-anak yang notabenenya masih berusia sekolah yang layak mendapatkan pendidikan.

“Harapan kita, pendekatan dalam semangat orang Basudara ini mudah-murahan bisa membuat mereka sadar. Pemkot tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kesadaran partisipasi masyarakat. Karena orang tua juga harus lebih manusiawi terhadap anak-anak ini,” harapnya Wattimena.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Ibukota Provinsi ini agar tidak memperbiasakan memberikan uang kepada mereka, hal itu tentu akan berakibat pada gepeng yang terus berkeliaran.

“Tapi kami juga berharap jangan dikasih uang kalau ada yang minta-minta dijalan. Sehari tidak kasih duit pasti besok dia tidak mau lagi,” pungkas Wattimena.