Laporan Yoshua Tahwain-Langgur
Ambon, Maluku.news – Datang dengan penuh semangat pengabdian masyarakat, namun berakhir pedih. Dua mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayoga gugur di tanah Kei, Maluku Tenggara, saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kedua mahasiswa yang mengabdi di Ohoi Debut itu menjadi korban musim ombak di perairan Kei, setelah musibah speedboad terbalik, Selasa (1/7).
Septian menghembuskan nafas beberapa menit setelah ditangani di UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun Langgur. Sedangkan Bagus baru ditemukan di laut sudah tidak bernyawa, malam hari oleh relawan.
Informasi yang dikumpulkan dari lokasi KKN Debut menyebutkan, para mahasiswa KKN UGM di Debut sedang membuat program revitalisasi terumbu karang dengan metode artificial patch reef (APR). Caranya, membuat fondasi beton sebagai medium tumbuhnya terumbu karang baru.
Untuk program tersebut, kelompok KKN laki-laki pergi mengambil pasir ke Pulau Wearhu. Rombongan berangkat menggunakan speedboat kurang lebih pukul 11.00 WIT. Mereka adalah Daeren Sakti Hermanu, Septian Eka Rahmadi, Muhammad Arva Sagraha, Ridwan Rahardian Wijaya, Bagus Adi Prayogo, Afifudin Baliya, dan Pratista Halimawan.
Rombongan didampingi pemuda Debut yakni Michael Masbait, Michael Letsoin, Venus, Marvel, dan seorang rekan mereka.
Speedboat tiba di Pulau Wearhu sekira pukul 11.30 WIT. Rombongan mengambil pasir dan memuatnya ke dalam speedboat.
Dalam perjalanan pulang menuju Ohoi Debut, rombongan dihantam gelombang pasang dan angin kencang. Speedboat tiba-tiba terbalik. Seluruh penumpang terpental, terbawa gelombang dan terdampar di batu karang dekat Pulau Wearhu Daeren. Salah satu mahasiswa KKN, mengirim sinyal SOS pada pukul 14.27 WIT.
Daeren mengirimkan voice note untuk meminta tolong, karena HP rekan-rekan lainnya tidak aktif. Warga dan Tim KKN di Debut mengirimkan bantuan speedboat. Bantuan dikirim sekitar pukul 14.45 WIT, dan tiba di batu karang. Di batu karang, warga mengevakuasi Septian Eka Rahmadi yang kondisinya paling lemas.
Eka diangkut menggunakan speedboat ke Pelabuhan Debut, lantas dilarikan dengan ambulance. Korban diperkirakan sampai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun Langgur pukul 15.15 WIT. Eka sempat ditangani di UGD, namun dinyatakan meninggal pukul 15.28 WIT.
Sampai pukul 17.30 WIT, mahasiswa sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR bersama tim penyelamat dari Ohoi Debut dan kampung-kampung sekitarnya. Seluruh korban sudah dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun dan RS Hati Kudus Langgur, kecuali Bagus Adi Prayogo.
Bagus sempat dinyatakan hilang. Pencarian bahkan sementara dihentikan karena cuaca hujan dan badai di lokasi musibah dan sekitarnya. Akan tetapi, dalam pencarian lanjutan, Bagus akhirnya ditemukan sekitar pukul 22.00 malam dalam keadaan tidak bernyawa.
Musibah yang menimpa mahasiswa UGM di Kei ini menyebar luas di media sosial. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak. Banyak doa dipanjatkan untuk keduanya melalui beragam akun.




