BerandaAmbonDinas Kominfosandi Ambon Gelar EKBALE 2025, Bentuk ASN Berkarakter dan Berintegritas

Dinas Kominfosandi Ambon Gelar EKBALE 2025, Bentuk ASN Berkarakter dan Berintegritas

Ambon, Maluku.news – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon menggelar kegiatan Empowering Kingdom Builders for Life Excellence (EKBALE) 2025, sebagai upaya membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Command Center, Lantai IV Balai Kota Ambon pada Selasa (20/5/2025) ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kota Ambon dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Perwakilan Maluku.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Sandi Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi dalam pembangunan Kota Ambon sebagai smart city.

“Tantangan yang kita hadapi cukup berat, terutama sebagai dinas yang menjadi tulang punggung pembangunan kota cerdas. Karena itu, pembinaan karakter ASN menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Lekransy menambahkan, transformasi digital yang dijalankan Pemkot Ambon tidak hanya soal penguatan kapasitas intelektual ASN, tetapi juga penanaman nilai moral dan spiritual yang kuat.

“Aspek intelektual penting, tapi aspek spiritual juga tidak kalah penting. ASN yang punya karakter baik dan berintegritas adalah kunci terwujudnya pelayanan publik yang prima,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan smart city, ASN bukan hanya dituntut melek teknologi, tetapi juga harus menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan pelayanan.

Lekransy menyebut, keberhasilan program smart city juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di balik teknologi tersebut.

“Teknologi adalah alat, tapi yang menentukan dampaknya adalah karakter penggunanya,” jelasnya.

Pemkot Ambon, lanjut Lekransy, terus mendorong program penguatan kapasitas ASN, baik melalui pelatihan teknis maupun pembinaan mental dan spiritual.

“Kegiatan seperti EKBALE ini harus dilihat sebagai bagian penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku ASN agar lebih melayani dengan hati,” tambahnya.

Dalam sesi pembinaan, Dia Mursasongko dari LPMI menyampaikan materi bertema “Pemimpin dan Perspektifnya” yang didasarkan pada Injil Lukas 19:11-27.

Mursasongko mengajak ASN Kristen untuk memaknai waktu bekerja antara pukul 08.00–17.00 sebagai kesempatan melayani Tuhan melalui profesi, bukan semata-mata rutinitas.

“Waktu kerja adalah saat kita menciptakan nilai. Apakah itu digunakan untuk kebaikan banyak orang atau hanya untuk kepentingan diri sendiri, tergantung cara kita memaknainya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi yang dijalankan harus mampu membangun masyarakat yang lebih adil, bukan hanya mengejar kepentingan sempit.

Mursasongko mencontohkan bagaimana kebijakan, hukum, kurikulum, hingga produk media dapat digunakan untuk melayani masyarakat atau sebaliknya menjadi alat kepentingan segelintir pihak.

“Sangat penting bagaimana kita menggunakan waktu dari jam kerja sebagai cerminan Injil, agar memberi dampak positif bagi banyak orang,” tandasnya.

Sebelumnya, kegiatan EKBALE 2025 dibuka resmi oleh Pj. Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, Senin (19/5/2025) di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota.

Dalam pembukaan, Sapulette menyampaikan bahwa Pemkot Ambon mendukung penuh kegiatan pembinaan spiritual sebagai bagian dari upaya pembangunan mental ASN.

“ASN adalah garda depan pelayanan publik. Pembinaan seperti ini penting agar mereka tetap rendah hati, berintegritas, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Sapulette.

Ia juga menegaskan bahwa program seperti EKBALE sejalan dengan visi Pemkot Ambon untuk menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan humanis.

Sebagai tindak lanjut, pembinaan EKBALE akan digelar di masing-masing OPD bagi ASN Kristen, agar nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan secara luas.

Kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi kota cerdas tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga karakter manusia di baliknya.

Dengan ASN yang berkarakter kuat, berlandaskan iman, dan punya integritas, diharapkan Ambon dapat mewujudkan visi sebagai kota inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

“Teknologi adalah sarana, tapi nilai spiritual dan integritas adalah fondasi utama,” tutup Lekransy.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments